Click here to load reader

Makalah Agama Euthanasia

  • View
    20

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fk usu

Text of Makalah Agama Euthanasia

TUGAS MAKALAH AGAMAPANDANGAN ISLAM TERHADAP EUTHANASIA

OLEH :FEBRIANA RAHMADANI140100162KELAS A

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SUMATERA UTARA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya makalah EUTHANASIA. Makalah ini memberi perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan di masyarakat. Oleh karena itu, selain menyajikan penjelasan-penjelasan mengenai hukum euthanasia di Indonesia, makalah ini juga menyajikan tentang latar belakang serta baik buruknya atau dampak dari euthanasia itu sendiri. Setiap bab yang dibahas akan mudah untuk dipahami.

Dalam menyusun makalah ini, kami banyak mendapatkan bantuan bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu melalui kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :1. Ramadhan Syahmedi Siregar, S.Ag, MA selaku Dosen Agama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara2. Rekan-rekan yang telah banyak membantu serta yang telah memberikan masukan-masukan dalam penyususnan makalah ini.

Di dalam bab dapat kita temukan informasi yang berguna untuk mengetahui dan menambah wawasan mahasiswa tentang EUTHANASIA. Makalah ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu penulis membutuhkan kritik dan saran yang membangun.

Medan, 11 Juni 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................1KATA PENGANTAR ..............................................................................................2DAFTAR ISI .............................................................................................................3BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................4A. Latar Belakang ..............................................................................................4B. Rumusan Masalah .........................................................................................8C. Tujuan ...........................................................................................................8D. Manfaat .........................................................................................................8

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................10A. Pengertian Euthanasia..................................................................................10B. Macam-Macam Euthanasia..........................................................................10C. Contoh Kasus Euthanasia.............................................................................13D. Euthanasia menurut Kode Etik Kedokteran ................................................15E. Euthanasia menurut Pandangan Syariah Islam............................................15F. Kriteria Mati Menurut Pandangan Ilmu Kedokteran Dan Para Fuqaha Menurut ilmu kedokteran.............................................................................21G. Pandangan Hukum Positif Tentang Euthanasia...........................................22H. Hukum Euthanasia menurut UUD...............................................................23I. Hukum Euthanasiamenurut Islam................................................................26J. Motivasi Euthanasia.....................................................................................26BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................27A. Kesimpulan..................................................................................................27B. Saran.............................................................................................................28

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia yang semakin maju, peradaban manusia tampil gemilang sebagai refleksi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, persoalan-persoalan norma dan hokum kemasyarakatan dunia bisa bergeser, sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang bersangkutan. Didalam masyarakat modern seperti dibarat, kebutuhan dan aspirasi masyarakat menempati kedudukan yang tinggi, sehingga berdasarkan itu, suatu produk hokum yang baru dibuat.

Dari sini dapat digambarkan bahwa apabila terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat, maka interfretasi terhadap hokum pun bisa berubah. Masalah euthanasia telah lama dipertimbangkan oleh kalangan kedokteran dan para praktisi hokum di Negara-negara barat. Di Indonesia ini juga pernah dibahas, seperti yang dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam seminar tahun 1985 yang melibatkan para ahli kedokteran ahli hokum positif dan hokum islam. Mengenai pembahasan euthanasia ini masih terus di perdebatkan, terutama ketika masalahnya dikaitkan dengan pertanyaan bahwa menentukan mati itu hak sapa, dan dari sudut mana ia dilihat. Dengan adanya makalah ini, kami berharap dapat mengungkapkan suatu pandangan konprehensif mengenai euthanasia menurut hukum islam, hukum positif dari segi ilmu kedokteran.

Di dalam Al quran surat Al-Mulk ayat 2, diingatkan bahwa hidup dan mati adalah di tangan Tuhan yang Ia ciptakan untuk menguji iman, amalan, dan ketaatan manusia terhadap Tuhan. Karena itu, islam sangat memperhatikan keselamatan hidup dan kehidupan manusia sejak ia berada di rahim ibunya sampai sepanjang hidupnya. Dan untuk melindungi keselamatan hidup dan kehidupan manusia itu, islam menetapkan berbagai norma hukum perdana dan perdata beserta sangsi sangsi hukumannya, baik di dunia berupa hukuman had dan qisas termasuk hukuman mati, diyat (denda), atau tazir, ialah hukuman yang ditetapkan oleh ulul amr atau lembaga peradilan, maupun hukuman di akhirat berupa siksaan Tuhan di neraka kelak. Karena hidup dan mati ditangan Tuhan, maka islam melarang orang melakukan pembunuhan, baik terhadap orang lain maupun terhadap dirinya sendiri.

Sampai saat ini kematian merupakan misteri yang paling besar, dan ilmu pengetahuan belum berhasil menguaknya. Satu satunya jawaban tersedia di dalam ajaran agama. Kematian sebagai akhir dari rangkaian kehidupan di dunia ini, merupakan hak dari Tuhan. Tidak ada seorangpun yang berhak untuk menunda sedetikpun waktu kematiannya, termasuk mempercepat waktu kematiannya

Dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan tenologi di bidang medik, kehidupan seorang pasien bisa diperpanjang dan hal ini seringkali membuat para dokter dihadapkan pada sebuah dilema untuk memberikan bantuan tersebut apa tidak dan jika sudah terlanjur diberikan bolehkah untuk dihentikan.Tugas seorang dokter adalah untuk menolong jiwa seorang pasien, padahal jika dilihat lagi hal itu sudah tidak bisa dilanjutkan lagi dan jika hal itu diteruskan maka kadang akan menambah penderitaan seorang pasien. Penghentian pertolongan tersebut merupakan salah satu bentuk euthanasia. Berdasarkan pada cara terjadinya, ilmu pengetahuan membedakan kematian kedalam tiga jenis: 1. Orthothansia, merupakan kematian yang terjadi karena proses alamiah, 2. Dysthanasia, adalah kematian yang terjadi secara tidak wajar, 3. Euthanasia, adalah kematian yang terjadi dengan pertolongan atau tidak dengan pertolongan dokter, Pengertian euthanasia ialah tindakan memudahkan kematian seseorang dengan sengaja tanpa merasakan sakit, karena kasih sayang, dengan tujuan meringankan penderitaan si sakit, baik dengan cara positif maupun negative, dan biasanya tindakan ini dilakukan oleh kalangan medis. Sehingga denagn hal demikian akan muncul yang namanya euthanasia positif dan euthanasia negative

Euthanasia masih hangat diperbincangkan sampai saat ini. Mulai dari sudut pandang etik sampai sudut pandang berbagai agama di Indonesia. Euthanasia menurut sebagian besar orang masih dianggap tabu dan menyalahi aturan atau etik yang ada. Di lihat dari sudut pandang agama pun Euthanasia memang masih diperdebatkan oleh para pemuka agama di Indonesia. Para pemuka agama ini biasanya memperdebatkan tentang hukum hukum agama yang berlaku.

Euthanasia sebenarnya di kategorikan menjadi dua jenis yang pertama adalah Euthanasia Aktif. Euthanasia Aktif adalah suatu tindakan mempercepat proses kematian, baik dengan memberikan suntikan maupun melepaskan alat-alat pembantu medika . Sedangkan kategori yang kedua di sebut Euthanasia Pasif. Euthanasia Pasif ini adalah suatu tindakan membiarkan pasien/penderita yang dalam keadaan tidak sadar (comma), karena berdasarkan pengamalan maupun ukuran medis sudah tidak ada harapan hidup, atau tanda-tanda kehidupan tidak terdapat lagi padanya.

Faktor faktor Euthanasia sendiri sebenarnya ada bermacam macam. Faktor yang pertama adalah Faktor kemanusiaan . Maksudnya adalah Euthanasia tersebut dilakukan oleh seorang dokter karena merasa kasihan terhadap penderitaan pasiennya yang berkepanjangan yang secara medis sulit untuk disembuhkan. Di sini dokter tersebut memutuskan sendiri tindakan yang akan dilakukannya menurut pertimbangan kesehatan pasien. Sedangkan faktor yang kedua adalah Faktor Ekonomi . Maksud dari faktor ini adalah Euthanasia dilakukan karena faktor ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan apabila pasien terlalu lama dirawat dirumah sakit. Jadi pada kasus ini keluarga pasien memang sudah tidak mampu menanggung biaya rumah sakit karena pasien sudah terlalu lama dalam masa komanya. Pada kondisi ini pihak keluargalah yang meminta agar alat alat penyokong kehidupan pasien dicabut.

Euthasia sebenarnya memang merupakan kasus kontroversial yang masih banyak diperdebatkan oleh berbagai kalangan. Jika dilihat dari dua kategori Euthanasia yang sudah dijabarkan diatas kita sebagai manusia tentu dapat merasakan bahwa Euthanasia kategori Euthanasia aktif pasti terdengar lebih kejam daripada Euthanasia Pasif. Di Euthanasia Aktif ini seorang dokter yang melakukannya bisa dikatakan sebagai pembunuh oleh sebagian besar orang. Hal tersebut tentu sangat tidak enak di dengar dan dapat menurunkan martabat dokter.

Saya sebagai seorang maha