Makalah Clear

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

guided discovery

Text of Makalah Clear

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pembelajaran dengan penemuan merupakan suatu komponen penting dalam pendekatan kontruktivis yang memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan.Ide pembelajaran penemuan terbimbing (Guided Discovery) muncul dari keinginan untuk member rasa senang kepada anak / siswa dalam menemukan sesuatu oleh mereka sendiri, dengan mengikuti jejak para ilmuwan. Hal ini merupakan reaksi terhadap transformasi pengetahuan dari guru ke siswa tidak mendapatkan tempat dalam pengarahan sains, termasuk pelajaran fisika. (Nur, 2000)

Carin (1985) menyatakan bahwa Discoveryadalah suatu proses mental dimana anak atau individu mengasimilasi konsep dan prinsip, atau dapat dinyatakan Discovery terjadi apabila siswa terutama terlibat dalam menggunakan proses mental untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip (Moh.Amien,1987:126). Proses mental tersebut ialah mengamati, menggolong golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, menarik kesimpulan, dan sebagainya. Menurut Wilcolx dalam Nur (2000) mengatakan bahwa dalam pembelajaran penemuan siswa terdorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan mereka sendiri dengan konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk mereka sendiri. Menurut Burner dalam Nur (2000) mengatakan bahwa pembelajaran penemuan menekankan pada keterlibatan siswa secara aktif, pengalaman-pengalaman belajar memusat pada siswa, dimana siswa menemukan ide-ide mereka sendiri dan merumuskan sendiri makna belajar untuk mereka sendiri.

Moh Amien dalam bukunya Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam Menggunakan Metode Discovery dan Inquiry menyatakan bahwa Inquiry dibentuk dan meliputi Discovery, karena siswa harus menggunakan kemampuan Discovery dan lebih banyak lagi. Dengan kata lain, Inquiry adalah suatu perluasan proses proses discovery yang digunakan dalam cara yang lebih dewasa. Sebagai tambahan pada proses proses Discovery, Inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannnya, misalnya : merumuskan problema sendiri, merancang eksperimen sendiri, melakukan eksperiman, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan, mempunyai sikap sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka dan sebagainya.

Guided Discovery merupakan model pembelajaran yang mengajak para siswa atau didorong untuk melakukan kegiatan sedemikian sehingga pada akhirnya siswa menemukan sesuatu yang diharapkan (Soejadi dalam Auliya:2007). Ada banyak kelebihan dari penggunaan model pembelajaran guided discovery dalam pembelajaran. Menurut Bruner beberapa kelebihan dari pembelajaran guided discovery adalah sebagai berikut:

Pembelajaran guided discovery dianggap membantu siswa mengembangkan ketrampilan dan proses kognitif siswa, jadi siswa belajar bagaimana belajar itu. Dengan pembelajaran guided discovery, pengetahuan akan diperoleh dari strategi yang sifatnya pengetahuan kukuh,dalam segi pemahamannya.B. RUMUSAN MASALAH

Berkaitan dengan makalah ini yang membicarakan tentang Guided Discovery, maka masalah yang dapat diamati adalah sebagai berikut :

1) Apakah yang dimaksud dengan penemuan (discovery)?

2) Kenapa kegiatan penemuan tersebut harus terbimbing (guided)?

3) Apa saja jenis pengetahuan dan metode pembelajarannya yang sesuai?

4) Bagaimana mengajarkan suatu materi pada anak dengan guided discovery?

C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari pembuatan makalah ini diantaranya yaitu :1) Untuk mengetahui maksud penemuan (discovery) dalam pembelajaran.2) Untuk memahami pentingnya penemuan yang dilakukan secara terbimbing (guided).3) Untuk mengetahui jenis pengetahuan yang ada beserta metode pembelajarannya yang terkait dengan guided discovery.4) Untuk mengetahui penyampaian materi pada anak secara tepat dengan guided discovery.D. MANFAAT PENULISAN Manfaat yang dapat diperoleh antara lain sebagai berikut :1) Mengetahui maksud dari adanya penemuan (discovery).2) Mengetahui pentingnya pentingnya penemuan yang dilakukan secara terbimbing (guided).3) Mengetahui jenis pengetahuan yang ada beserta metode pembelajarannya yang terkait dengan guided discovery.

4) Mengetahui penyampaian materi pada anak secara tepat dengan guided discovery.

BAB IIPEMBAHASAN

A. Konsep Guided Discovery

Guided discovery merupakan metode yang memperbolehkan dan membutuhkan kemampuan anak untuk tidak hanya mempelajari materi pelajaran secara langsung dari guru. Metode ini sering direkomendasikan untuk pendidikan IPA, tapi pada kenyataannya pembelajaran jenis ini lebih sulit untuk diterapkan oleh guru maupun pihak sekolah. Penjelasan dan deskripsi dari bagian bagian ini di desain untuk memastikan langkah langkah dalam pembelajaran sebagai bagian dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penemuan terbimbing.

Metode ini berbeda dengan metode pengajaran langsung yang menggunakan bahan ajar berupa teks. Metode pengajaran tidak langsung lebih sulit bagi guru dibandingkan metode pengajaran secara langsung karena metode ini membutuhkan lebih banyak waktu dan energi. Tetapi ada alasan tertentu untuk menggunakan metode ini. Jerome Brunner pada artikel Seni dalam Penemuan (1961) menjelaskan bahwa anak akan mengetahui pemecahan suatu masalah dengan kemampuannya sendiri lewat suatu penemuan (penemuan merupakan bagian dari metode pengajaran tidak langsung).

Pada tingkat SD, IPA akan mulai diajarkan, dan akan sering dijumpai pembelajaran dengan cara membaca teks bacaan sebagai sumber utama pembelajaran. Hasil kognitif yang disebut oleh Popert (1980) sebagai pendidikan yang terpisah ini kemudian akan disebut sebagai fakta yang akan ditemukan oleh siswa. Pada segi afektif, akan didapat hasil berupa sikap sains yang dapat berupa sikap positif hingga sikap yang negative. Ada suatu pemikiran pada masyarakat bahwa pendidikan itu identik dengan kerja keras sedangkan permainan dan kesenangan itu tidak sesuai untuk diterapkan pada pendidikan. Pada faktanya anak menyukai pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan. Bermain sebenarnya merupakan cara anak untuk belajar secara menyenangkan.

Guided discovery tidak sekedar berpegang pada suatu percobaan, tetapi juga berpegang pada langkah kerja pada tiap percobaan itu. Anak anak akan diminta mengingat kembali dengan kegiatan sebelumnya lewat cara membandingkan, melihat pola, memprediksi, dan memberikan penjelasan pada percobaan yang baru saja dilaksanakannya agar menjadi pondasi dimana siswa dapat membangun logika pengetahuannya. Metode yang terkandung dalam guided discovery adalah pengajaran tidak langsung, dengan metode ini siswa tidak langsung diberi tahu hasil yang ingin dicapai dari pembelajaran.

Pada pembelajaran tidak langsung, banyak percobaan yang sering gagal dalam pembelajaran IPA karena tidak tersedianya guru pembimbing yang cukup. Disisi lain pada pengajaran secara langsung terjadi beberapa materi yang malah tidak disampaikan dan terlewatkan oleh guru. Penemuan terbimbing adalah pilihan yang tepat untuk menghindari dua kemungkinan terburuk itu. Dengan penemuan terbimbing anak akan menjadi lebih tanggap dan kritis pada saat pembelajaran, dan metode yang paling efektif untuk penemuan terbimbing ini adalah dengan metode pembelajaran tidak langsung.B. Jenis Jenis Pengetahuan dan Metode PembelajaranAda empat macam pengetahuan berdasar pemikiran Piaget beserta Kamii & Devries. Berdasarkan empat macam pengetahuan itu kemudian dibagi lagi menjadi karakteristik sebagai berikut:

1. Social-arbitrary knowledge

Berisi aturan pembelajaran, langkah langkah, kebiasaan, simbol simbol, aspek bahasa yang tertulis / tak tertulis. Hal hal yang dipelajari tidak harus dimengerti secara mendalam dan dapat dihafalkan. Metode yang tepat untuk pengajaran ini adalah metode pengajaran langsung. Contohnya:

Cara menyelesaikan persamaan alogaritma yang panjang. Cara membuat dan membaca grafik. Cara menggunakan alat ukur. Lirik dan nada pada lagu. Konsep dasar matematika. Aspek bahasa seperti kata sandi, pengucapan, pelafalan. 2. Physic knowledge

Didapat dari percobaan langsung dengan objek yang konkrit. Informasi diterima dari hasil observasi. Cara terbaik mempelajarinya dengan menyusunkan percobaan untuk siswa didik. Contohnya:

Suatu benda yang tenggelam atau terapung di air

Susunan yang terdiri dari batu baterai, bola lampu, dan kawat dapat membuat kawat menjadi panas atau tidak terjadi apa apa.

Soda api yang mengeluarkan suara desisan saat dicampur cuka.

Susunan hexagon yang bersesuaian pada lantai.3. Logical knowledge

Meliputi konsep, penggambaran umum, kesimpulan, dan pemikiran lebih tinggi yang berkaitan dengan observasi. Pengetahuan yang satu harus dikaitkan dengan pengetahuan yang lain. Pengetahuan ini dipelajari dengan cara membayangkan dengan logika, tidak dengan dihafalkan.

a. Cara kerja konkrit : siswa dapat mempelajari pengetahuan dengan percobaan yang membutuhkan keterampilan berdiskusi.

b. Cara kerja formal : siswa memahami pengetahuan dengan bahasanya sendiri tanpa harus melalui percobaan, dan membolehkan anak untuk bertanya.

Namun untuk mempelajari logical knowledge akan lebih mudah jika menggunakan suatu percobaan. Cara yang paling baik untuk ini adalah dengan diskusi yang melibatkan pemikiran kritis serta mengingat kembali materi yang telah diberikan.

Contohnya:

Lintasan listrik

Hubungan antara tinggi dan pantulan dari bola yang terjatuh

Hukum benda terapung

Konsep gravitasi4. Social-interactive knowledge

Isinya antara lain berhubungan dengan kerjasama dalam kelompok, dan menghargai adanya perbedaan. Social-interactive knowledge harus dilakukan secara berkelompok dengan diskusi terbimbing dalam kelompok itu sendiri.

Contohnya:

Berbelok

Bag