Makalah Teori Organisasi Dan Motivasi

  • View
    37

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah Teori Organisasi Dan Motivasi

Transcript

  • MAKALAH

    TEORI ORGANISASI DAN MOTIVASI

    Oleh :

    XXXXXXXXXXXXXXXXNPM. 000000000

    Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mandiri Mata Kuliah Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi

    Dosen Pengampu:

    Prof. DR. H.M. DAMRAH KHAIR, MA

    PROGRAM PASCA SARJANA (PPs)INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

    (IAIN) RADEN INTAN LAMPUNG

  • 22010

  • 3BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidupnya, karena

    pengaruh pengetahuan dan pengalamannya yang berbeda. Namun setiap manusia

    akan sama dalam satu hal yaitu ingin mempertahankan hidup dan memenuhi

    kebutuhan hidupnya. Untuk mencapai tujuan itu manusia harus melakukan

    aktivitas-aktivitas tertentu.

    Oleh karena manusia secara kodrat terbatas kemampuannya maka untuk

    mencapai tujuannya, manusia memerlukan bantuan dari manusia lainnya. Untuk

    itu manusia harus bekerja dalam mencapai tujuannya atau berorganisasi.

    Dalam organisasi diperlukan manajemen yaitu sushi untuk mengatur,

    mengkoordinasikan semua tugas yang dilakukan oleh orang-orang dan

    mengarahkannya kepada tujuan yang hendak dicapai. Supaya unsur-unsur

    manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang diinginkan, maka manajemen

    harus ada yang mengatur yaitu seorang pemimpin dengan wewenang

    kepemimpinannya melalui intruksi dan persuasi.

    B. Rumusan Masalah

    Dari latar belakang di atas dapat penulis rumuskan masalah yaitu:

    1. Apa pengertian Organisasi dan Motivasi?

    2. Bagaimanakah teori Organisasi dan Motivasi?

    3. Apa saja macam-macam motivasi?

    C. Sistematika Pembahasan

    Adapun sistematika yang penulis sajikan dalam makalah ini adalah: Bab I

    berisi pendahuluan yang memuat latar belakang masalah, rumusan masalah dan

    sistematika pembahasan. Bab II berisikan uraian tentang pengertian organisasi dan

    motivasi, teori-teori organisasi dan motivasi, macam-macam motivasi. Sedangkan

  • 4dalam Bab III berisikan kesimpulan dari pembahasan. Dan daftar pustaka yang

    digunakan.

    BAB II

    URAIAN

    A. Organisasi dan Motivasi1. Organisasi

    a. Pengertian Organisasi

    Membahas tentang teori organisasi tentu saja kita tidak bisa lepas dari

    pengertian organisasi itu sendiri. Organisasi berasal dari bahasa latin

    Organum yang bearti alat, bagian, anggota badan.1 Menurut Griffin organisasi

    merupakan sekelompok orang yang bekerjasama untuk mancapai tujuan

    organisasi. Sedangka menurut Bernard organisasi ialah suatu sistem aktivitas

    yang dikoordinasikan secara sadar oleh dua orang atau lebih.2

    Selanjutnya dapat kita lihat beberapa pendapat tentang organisasi yang

    salah satunya diungkapkan Stephen P. Robbins yang mendefinisikan

    organisasi sebagai

    A consciously coordinated social entity, with a relatively identifiable boundary that function or relatively continous basis to achieve a common goal or set of goal.3 Sedangkan Waren B. Brown dan Dennis J. Moberg mendefinisikan organisasi sebagai . A relatively permanent social entities characterized by goal oriented behavior, specialization andstructure4

    Begitu juga pendapat dari Chester I. Bernard dari kutipanEtzioni dimana

    organisasi diartikan sebagai Cooperation of two or more persons, a system of

    conciously coordinated personell activities or forces,5

    1 Husaini Usman, Manajemen Teori, praktek dan riset pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), h. 128

    2 Ibid3 Robbins dan Judge, Buku 1: Perilaku Organisasi, (Jakarta: Salemba Empat, 2003), Cet. Ke-

    12, h. 44 Kreitner dan Kinicki, Perilaku Organisasi, Buku 1 & 2, (Jakarta: Salemba Empat, 2005), h. 65 Wayne K Hoy dan CecilG. Miskel, Educational Administration; Teory, Research And

    Practice, (NewYork: Random House, 1982), h. 14.

  • 5Sedangkan WJS. Poerwadarminta menjelasakan bahwa organisasi itu

    merupakan susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) yang

    merupakan kesatuan yang teratur.6 Jadi, paling tidak definisi organisasi terdiri

    dari: orang orang/sekumpulan orang, kerjasama dan tujuan bersama. Sehingga organisasi di atas pada dasarnya apabila dilihat dari bentuknya,

    organisasi merupakan sebuah masukan (input) dan luaran (output) serta bisa

    juga dilihat sebagai living organism yang memiliki tubuh dan kepribadian,

    sehingga terkadang sebuah organisasi bisa dalam kondisi sakit (when an

    organization gets sick). Sehingga organisasi dianggap sebagai suatu output

    (luaran) memiliki sebuah struktur (aspek anatomic), pola kehidupan (aspek

    fisiologis) dan system budaya (aspek kultur) yang berlaku dan ditaati oleh

    anggotanya.

    Dengan demikian dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa

    organisasi merupakan proses kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai

    tujuan secara efektif dan efesien. Jadi dalam setiap orgaisasi mengandung tiga

    unsur, yaitu kerjasama, dua orang atau lebih da tujuan yang hendak dicapai.

    Setidaknya ada empat bagian untuk membangun desain organisasi, yaitu

    pembagian kerja, departementalisasi, hirarki dan koordinasi. Dalam

    pengembangan desain organisasi ada dua hal yang penting; pertama

    perubahan strategi dan lingkungan berlangsung dengan berlalunya waktu,

    desain organisasi merupakan proses yang berkelanjutan. Kedua, perubahan

    dalam struktur termasuk mencoba dan kemungkinan berbuat salah dalam

    rangka mensyusun desain organisasi. Manajer hendaknya memandang desain

    organisasi sebagai pemecahan masalah dan mengikuti tujuan organisasi

    dengan gaya situasional atau kontingensi, yaitu struktur yang ada didesain

    untuk menyesuaikan keadaan organisasi atau sub unitnya yang unik.

    b. Teori-teori Organisasi

    1) Teori Organisasi Klasik

    6 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia

  • 6Teori organisasi secara sistematis baru dikembangkan pada tahun 1850 di

    sini timbul sesuatu pemikiran yang mempersoalkan bagaimana mengatur

    hubungan antara susunan organisasi itu dan mengatur cara bekerjanya

    sehingga dalam suatu organisasi dapat bekerja seefisien dan semaksimal

    mungkin. Di dalam organisasi pasti ada sebuah tujuan yang bersifat kolektif

    atau pekerjaan kolektif yang disetiap bagaian di atur atau di intregasikan dari

    pekerjaan perseorangan.

    Di dalam teori klasik memiliki beberapa prinsip-prinsip dan konsep, yang

    digunakan sebagi pikiran pokok dalam mengatur sebuah organisasi, antara

    lain:

    a. Prinsip Hieraki (Scalar Principele). Bahwa dalam suatu organisasi harus ada wewenang dan tanggung jawab yang dijalankan oleh pimpinan

    tertinggi dan hingga sampai pada tingkat bawah atau personal yang

    bertugas sebagai pelaksana. Peranan pimpinan sangat diperlukan guna

    mengatur sistem kerja organisasi agar pekerjaan dapat terarah dan

    terorganisir.

    b. Prinsip Kesatuan Komando. Ini menekankan bahwa sebaiknya

    dalam suatu organisasi hanya ada satu atasan saja yang memberikan

    komando kepada bawahan supaya ada kesatuan komando dan koordinasi

    yang seragam sehingga tidak membuat bawahan menjadi bingung. Dalam

    menyikapi dua hal yang berbeda ini kita sebaiknya dapat membagi

    pekerjaan menjadi lebih spesifik lagi dan di dalamnya terdapat seorang

    kordinator yang bertanggung jawab atas segala sesuatu hal yang terjadi di

    dalamnya. Hal ini akan dapat mengurangi kesalahpahaman yang terjadi

    dalam organisasi tersebut yang diakibatkan oleh tumpang tindihnya

    perintah dari atasan.

    c. Prinsip Pengecualian (Exception). Demi efisiensi pekerjaan semua hal yang dapat dikerjakan oleh bawahan yang sudah menjadi rutinitas

    diharapkan dapat langsung dikerjakan tanpa harus menunggu perintah dari

    atasan. Penerapan prinsip ini dalam organisasi atasan tidak perlu lagi

  • 7mencampuri urusan pekerjaan bawahan sehingga akan menghasilkan

    efisiensi kerja.

    d. Prinsip Jangkauan Pengawasan Yang kecil. Demi efisiensi waktu dan pekerjaan sebaiknya bawahan yang melapor dan menerima perintah

    dari atasan jumlahnya sedikit. Dari prinsip ini bisa dipahami bahwa

    dengan banyaknya bawahan yang mendatangi atasan maka pekerjaan

    atasan akan lebih tersita apalagi jika isi laporan dan perintah itu sama.

    Akan lebih baik jika ada pembagian kerja siapa saja yang herus melapor

    dan menerima perintah dan kemudian orang-orang itu menjelaskan pada

    yang lain. Peranan seorang kordinatorlah yang sangat di butuhkan di sini

    karena kordinator mempunyai dan di berikan wewenang yang lebih besar.

    e. Prinsip Jangkauan Terbatas. Dikatakan bahwa dalam suatu pengawasan yang dilakukan atasan hendaknya ada batasan. Hal ini

    dimungkinkan bahwa kemampuan seseorang sangatlah terbatas antara

    lain; terbatasnya waktu , kekuatan fisik, kesanggupan apakah seorang

    atasan akan dapat secara terus menerus dapat mengontrol pikiran atau cara

    kerja seorang bawahan. Walaupun prinsip ini sudah dihilangkan oleh para

    penentang teori klasik karena tidak ada dasar angka teoritis namun prinsip

    ini memiliki kelebihan untuk memberikan batasan kepada atasan dalam

    mengawasi bawahan agar tidak terjadi hal semena-mena yang