MAKALAH TPT SEREALIA

  • View
    58

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

Transcript

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN SEREALIA

Disusun olehKelas: OKelompok: 1 (satu)

Agus Riyani(135040200111002)Tri Wulansari(135040200111003)Binti Miftakhun N.(135040200111026)Jamilatuz Zahro(135040200111027)

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014

BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSerealia merupakan kelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji/ bulirnya sebagai sumber karbohidrat/ pati. Serealia adalah biji-bijian yang berasal dari family Graminae yang kaya akan karbohidrat. Sehingga, bisa dikatakan bahwa serealia merupakan bahan pokok manusia, ternak dan industri yang menggunakan karbohidrat sebagai bahan baku. Bahan makanan yang termasuk serealia adalah padi, jagung, dan gandum.Bahan pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi suatu bangsa. Banyak kasus di beberapa Negara dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan pendudukknya.Saat ini, jumlah penduduk Indonsia lebih dari 200 juta dengan angka pertumbuhan 1,7 % per tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kebutuhan bahan pangan sangat besar. Akan tetapi, kebutuhan bahan pangan yang besar tidak diimbangi dengan peningkatan produksi pangan justru akan menghadapi masalah yaitu penurunan laju peningkatan produksi dalam negeri.Rendahnya laju peningkatan produksi pangan antara lain disebabkan oleh, produktivitas tanaman pangan yang masih rendah, dan penurunan luas area penanaman di lahan pertanian produktif. Rendahnya penerapan teknologi produksi tanaman terlihat dari besarnya kesenjangan potensi produksi dari hasil pertanian dengan hasil di lapangan yang diperoleh petani. Selain itu, dapat juga dikarenakan cara budidaya petani yang masih menerapkan budidaya konvensional dan kurang inovatif.Untuk itulah, perlu dilakukan upaya dalam pembangunan pertanian pangan khususnya serealia untuk menjaga ketahanan pangan dan peningkatan produksi pangan.

1.2 Tujuan1.2.1Mengetahui potensi dan permasalahan tanaman serealia.1.2.2Mengatahui teknologi dan strategi dalam pengembangan dan peningkatan produksi tanaman serealia.

BAB IIPENDAHULUAN

2.1 Padi2.1.1 Potensi dan Permasalahan Produksi Tanaman PadiPadi merupakan salah satu produksi unggulan dari produksi pertanian Indonesia, hal ini dikarenakan padi merupakan salah satu bahan pangan pokok bagi rakyat Indonesia. Beras sebagai pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia dituntut tersedia dalam jumlah yang cukup, berkualitas, serta terjangkau. Kebutuhan beras nasional meningkat setiap tahunnya seiring dengan peningkatan jumlah penduduk sedangkan lahan yang tersedia semakin berkurang akibat alih fungsi lahan subur untuk kepentingan industri, perumahan dan penggunaan lahan non pertanian lainnya.Peningkatan impor beras yang pesat terjadi pada tahun 1996 dan puncaknya pada tahun 1998 yang mencapai 5,8 juta ton. Kondisi ini mewarnai krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 dimana produksi beras nasional turun antara lain karena kekeringan panjang (Nursinah dan Taryadi, 2009).Badan Ketahanan Pangan Nasional menyatakan konversi lahan pertanian di lndonesia pada 2009 luasnya mencapai 110 ribu hektar per tahun yang digunakan untuk kegiatan lain. Tekanan alih fungsi lahan sawah beririgasi semakin meningkat dari tahun ke tahun, dimana tekanan tersebut dipicu adanya kebutuhan lain yang lebih bernilai ekonomis. (Edward, 2012).Menurut Suswono, dalam acara Gerakan Diversifikasi Pangan di Surakarta (04/10/13), konsumsi beras di Indonesia terlalu tinggi. Tahun 2013, rata-rata konsumsi beras di Indonesia mencapai130 kg/kapita per tahun atau dua kali lipat konsumsi rata-rata beras dunia yang hanya 60 kg/kapita pertahun. Selain itu, luas lahan panen padi di Indonesia hanya 13,5 juta hektar dengan produktivitas 6 ton per hektar tidak sebanding dengan tingkat konsumsi. Sehingga salah satu upaya pemerintah adalah dengan banyak membuka lahan pertanian baru. Seperti, kerjasama dengan perhutani yang menguasai 2 juta hektar lahan di jawa. (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014).Rata-rata produktivitas padi di Indonesia adalah 4,4 ton/ha. Jika dibandingkan dengan Negara produsen pangan lain di dunia khususnya beras, Indonesia ada pada peringkat ke- 29. Australia memiliki produktivitas rata-rata 9,5 tn/ha, Jepang 6,6 ton/ha dan China 6,35 ton/ha (FAO, 1993).Dapat dirumuskan bahwa rendahnya laju peningkatan produksi pangan dan terus menurunnya produksi di Indonesia antara lain disebabkan oleh: Penerapan teknologi budidaya di lapangan yang masih rendah; Tingkat kesuburan lahan yang terus menurun; Eksplorasi potensi genetik tanaman yang masih belum optimal, dan; Peningkatan luas area penanaman-panen yang stagnan bahkan terus mnurun khususnya di lahan pertanian pangan produktif di pulau Jawa.

2.1.2 Teknologi dan Strategi Peningkatan ProduksiA. EkstensifikasiEkstensifikasi merupakan upaya pengadaan sumber pertumbuhan baru berupa perluasan/penambahan areal panen, baik di jawa maupun di luar jawa dengan memperhatikan kondisi lahan dengan jenis padi yang ditanam.Seperti pencetakan lahan sawah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera dan rice estate di Merauke, Papua, perluasan lahan rawa pasang surut di Kalimantan dan perluasan area padi lahan kering (padi gogo) di lahan kering di Jawa maupun luar Jawa.

B. IntensifikasiTeknologi Peningkatan Produksi Pertanian intensifikasi meliputi:a. Varietas Unggul Baru Dasar pemilihan varietas unggul baru -Memiliki potensi hasil tinggi.-Memiliki ketahanan terhadap hama atau penyakit tertentu. -Memiliki Ketahanan Terhadap cekaman lingkungan tertentu.-Memiliki sifat khas tertentu.

b. Benih Bermutu dan BerlabelKriteria pemilihan benih bermutu adalah benih harus berlabel, memiliki daya tumbuh baik (>95%) dan bernas. Prinsip persemaian untuk menghasilkan bibit yang baik: -Gunakan pupuk 2 kg/m untuk pesemaian. -Buat pesemaian berukuran 1/25 dari luas areal tanam dengan penyebaran benih diperjaran.

c. Pengolahan TanahBeberapa prinsip dasar pentingnya dilakukan pengolahan tanah sempurna adalah : -Bertujuan untuk membenamkan dan melapukan Jerami, gulma dan bahan lain. -Meratakan tanah agar selalu tergenang air sehingga dapat mempercepat proses pelapukan.

d. Tanami) Penanaman Menggunakan Bibita) Penggunaan Bibit Muda (< 21 hari)Untuk mendapatkan bibit yang baik diusahakan bibit berasal dari benih bermutu dan sebelum disemai direndam terlebih dahulu selama 24 jam lalu ditiriskan selama 48 jam. Kemudian ditambahkan bahan seperti kompos, pupuk kandang, dan abu pada persemaian untuk memudahkan pencabutan bibit. Selama persemaian, bibit padi harus terlindungi dari serangan hama. Bila perlu, dilakukan pemasangan pagar pelastik dan bubu perangkap untuk mengendalikan tikus.

b) Pengaturan Populasi TanamanPengaturan populasi tanaman antara lain melalui pengaturan Jarak Tanam dan Jajar Legowo.Tanam jajar legowo merupakan salah satu cara untuk meningkatkan populasi tanaman dan cukup efektif mengurangi serangan hama tikus, keong mas, dan keracunan besi. Jajar legowo adalah pengosongan satu baris tanaman setiap dua atau lebih baris dan merapatkan dalam barisan tanaman. Apabila satu baris kosong diselingi oleh dua baris tanaman padi dikenal legowo 2:1, sedangkan baris kosong diselingi oleh empat baris tanaman padi dikenal legowo 4:1.

ii) Penanaman menggunakan BenihPenanaman benih padi secara langsung lebih dikenal dengan istilah tabela. Alat yang digunakan untuk menanam benih padi secara langsung ini adalah Baytani (bayer Harmani) dengan bahan yang sederhana dari kayu dan paralon.Keuntungan dari tabela ini adalah hemat benih, tidak memerlukan persemaian, tanaman tidak mengalami stagnasi pertumbuhan, anakan produktif lebih banyak dan panen lebih cepat. Akan tetapi, kendalanya adalah lahan tergenang, populasi burung tinggi dan investasi gulma tinggi.Kondisi tanah saat tanama adalah brlumpur/tidak keras, kondisi air macak-macak sehingga benih terendam/masuk dalam lumpur untuk menghindari gangguan burung dan tikus (Departemen Pertanian, 2014).

e. Pemupukan Berimbang Antara Anorganik dan OrganikTeknologi di bidang pemupukan merupakan salah satu faktor penentu didalam upaya meningkatkan produksi pangan. Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi di bidang pemupukan serta terjadinya perubahan status hara didalam tanah maka rekomendasi pemupukan yang telah ada perlu dikaji lagi dan disempurnakan. Pupuk alternatif itu selain dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi juga diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah serta tidak mencemari lingkungan. Pupuk alternatif dimaksud antara lain Floran, Greener dan Dekorgan, berupa pupuk organik cair yang mengandung hara makro dan mikro lengkap dan berimbang serta mengandung asam amino, protein, hormon/enzim. Penyertaan pupuk organik cair ini diharapkan dapat meningkatkan mutu dan hasil padi. Terpilihnya Kecamatan Selemadeg dalam penelitian ini karena daerah ini merupakan sentra produksi padi yang paling luas di Kabupaten Tabanan dengan menerapkan sistem pertanian yang cukup intensif (Kasniari, 2007).

f. Pengendalian Hama Penyakit Secara TerpaduPrinsip dasar pengendalian hama penyakit secara terpadu adalah dengan melaksanakan:-Identifikasi secara pasti jenis dan populasi hama penyakit.-Identifikasi Pranata mangsa untuk ketepatan penyebaran benih. -Menguasai teknik teknik pengendaliannya.Beberapa teknik dan tahapan pengendalian hama penyakit secara terpadu, yaitu :-Mengenali varietas yang tahan terhadap penyakit tertentu.-Mengupayakan tanaman sehat sejak dari bibit. -Melakukan pengamatan secara acak pada rumpun padi dengan alat perangkap serangga( Ligh Trap).-Mengendalikan secara bertahap meliputi pengendalian fisik, mekanis, Hayati(Parasit dan Predator; Perangkap feromon, Pestisida Organik, dan Pestisida kimia.

g. PenyianganP