Manfaat CIS RISI - ?· Manfaat CIS RISI Atas Biaya yang dikeluarkan dalam kontrak Roll Out CIS RISI…

Embed Size (px)

Text of Manfaat CIS RISI - ?· Manfaat CIS RISI Atas Biaya yang dikeluarkan dalam kontrak Roll Out CIS...

Manfaat CIS RISI

Atas Biaya yang dikeluarkan dalam kontrak Roll Out CIS RISI yang telah dibayarkan sejumlah l.k.

105 Milyar rupiah pada periode 2004 - 2006, telah diperoleh manfaat yang terukur maupun tak

terukur bagi PLN Disjaya (Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang), dan manfaat tersebut terus

dinikmati sampai saat ini, karena setelah roll-out selesai, sistem terpasang, meskipun kontrak

dihentikan, CIS RISI masih terus dioperasikan oleh PLN sampai saat ini (2011). Adapun manfaat

yang didapatkan dari pengimplementasian CIS RISI ini dapat disimak sebagai berikut.

Manfaat terukur

Hasil hitungan data :

1. Penghematan dari pengurangan jumlah pegawai

Dengan telah diimplementasikannya CIS RISI, proses pencatatan Data Induk Langganan (termasuk lokasi, jenis dan usia alat ukur yg terpasang pada pelanggan), Data Induk Saldo, Record konsumsi listrik pelanggan maupun pola konsumsinya, Record ketepatan membayar dan sebagainya, menjadi semakin akurat dan andal karena disimpan dalam database yang mudah diakses. Pelayanan terhadap pelanggan semakin meningkat otomasinya, yang berdampak pada peningkatan pelayanan maupun efisiensi pelayanan. Bila sebelum penerapan CIS RISI, yaitu tahun 1998 s/d 2001, jumlah pelanggan per pegawai adalah sebesar l.k. 700 pelanggan per pegawai, maka setelah Roll Out selesai , yaitu tahun 2006 s/d 2008, rata-ratanya mencapai 1,089 pelanggan per pegawai. Hal ini berarti produktivitas per pegawai naik lebih dari 50%. Rata-rata biaya kepegawaian pada tahun 2006 s/d 2008 adalah Rp. 486 Milyar, sehingga kenaikan

produktivitas rata-rata sebesar 50 % tersebut setara dengan penghematan sebesar Rp 243 Milyar/tahun. 2. Penghematan dari penurunan nilai susut

Susut PLN Disjaya adalah selisih antara besarnya energi yang diterima dari PLN P3B (energy transfer)

dengan besarnya energi yang setara dengan pendapatan yang diterima dari pelanggan (energy sold).

Susut terdjadi karena faktor teknis (disipasi panas pada penghantar, trafo dan peralatan) ataupun

karena faktor non-teknis, misalnya karena kesalahan pencatatan, atau karena pencurian listrik.

Implementasi Roll out menyebabkan PLN Disjaya mempunyai metoda untuk mencatat dan menyimpan

data yang lebih baik. Implementasi ini dipadukan dengan teknologi baru seperti AMR (Automatic Meter

Reading) memberi cara yang cepat untuk menentukan besar dan letak sumber susut, dan dengan

simulasi susut teknis, maka sumber-sumber pencurian listrik dapat diketahui. Roll out CIS RISI berhasil

dimanfaatkan Disjaya untuk menekan susut non teknis yang bersumber dari pencurian listrik maupun

kesalahan pencatatan kWh-meter.

3. Penghematan dari penurunan Piutang

Sebelum memiliki CIS, PLN Disjaya dengan jumlah pelanggan sebesar 2,7 juta pelanggan (2001),

membutuhkan rata-rata lebih dari 40 hari sejak pelanggan mengkonsumsi listrik untuk mencatat,

menyiapkan rekening tagihan dan menerima pembayaran pelanggan. Dengan otomasi, proses

pencatatan meter, penagihan (billing) dan pengawasan kredit yang merupakan bagian dari CIS, maka

besaran umur piutang dapat ditekan secara signifikan. Penurunan umur piutang ini bahkan dirasakan

sejak pilot proyek CIS diimplementasikan di 7 lokasi, dan mencapai kinerja terbaiknya setelah roll out

berjalan yaitu pada tahun 2006.

Besar Piutang periode 1998 2000 (Milyar rupiah)

Setelah diterapkannya CIS RISI dimulai dengan 7 lokasi pilot project sampai roll out penuh tahun 2004-

2005, angka tersebut turun menjadi:

Besar Piutang periode 2004 2008 (Milyar rupiah)

Sehingga rata-rata penurunan jumlah piutang adalah Rp. 485,75 Milyar. Manfaat dari penurunan

piutang sebesar hampir 500 Milyar rupiah ini adalah berkurangnya kebutuhan PLN untuk menyediakan

modal kerja sebesar 500 Milyar. Dan, bila diasumsikan distribusi kebutuhan modal keja tersebut terbagi

rata selama 12 bulan, pada suku bunga 18 % pertahun maka biaya bunga dari kebutuhan modal kerja

tersebut adalah l.k. 45 Milyar rupiah pertahun.

Manfaat tak terukur

1. Tingkat ketelitian dan kebenaran data-data pelanggan menjadi lebih baik, sehingga data

dalam database pelanggan tidak lagi memerlukan frekuensi validasi yang tinggi.

2. Waktu untuk data collection lebih singkat, sejak roll out RISI tidak lagi ada problem

rekonsiliasi data seperti yang terjadi pada tahun 2000. Demikian pula penyusunan-

penyusunan laporan, khususnya laporan Keuangan, menjadi lebih cepat dan akurat.

3. Tersedianya database pelanggan dan data-data historical mencakup pola, kuantitas,

konsumsi, kemampubayaran membuat PLN dapat menyiapkan produk-produk pemasaran

agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelayanan Call Centre 123 menjadi lebih

efektif, demikian pula lahir program inovasi seperti DayaMax , DayaMax Plus, dsb.

4. Dengan adanya CIS RISI, memungkinkan diluncurkannya PRAQTIS (Program pembayaran

rekening melalui outlet perbankan dan outlet layanan otomatis), sehingga pelanggan

menikmati pelayanan yg lebih baik dan meningkatkan citra PLN, sekaligus menerapkan

Sistem Informasi Pengendalian Piutang Pelanggan SIP3.

5. Kepemilikan atas hak pakai CIS RISI memberikan manfaat yaitu terbukanya peluang bagi

PLN untuk me-roll out CIS RISI atau program CIS baru, yang dibangun PLN berdasarkan

konsep-konsep dasar yang telah ditentukan dalam TUL 94 dan diterapkan pada CIS RISI ke

wilayah-wilayah operasi PLN yang lain. Untuk pemanfaatan ini PLN tidak perlu membayar

royalti pada pihak lain.

Angka-angka yang dicantumkan diatas adalah angka-angka estimasi dengan pendekatan

pengambilan keputusan manajemen. Bila dibutuhkan tingkat ketelitian yang lebih tinggi perlu

dilakukan melalui suatu studi yang lebih sistematik, namun demikian diyakini bahwa angka-

angka estimasi tersebut memberi dasar yang cukup secara manajerial bahwa keputusan untuk

me-roll out CIS RISI telah memberikan manfaat yang lebih besar daripada biaya yang

dikeluarkan.