Master Ganesha Edisi 053_pdf

  • View
    1.526

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Master Ganesha Edisi 053_pdf

sketsa 20

Edisi 053 Volume II / Maret III 2013

Raden Rifqi Rahman, Siswa SDN 7 Ciamis

Juara 1 Olimpiade Sains Matematika Tingkat KabupatenWaktu di Cirebon belum pernah diikutkan lomba-lomba, sekalinya pindah ke Ciamis ikut lomba menjadi juara. Saya sangat bersyukur dan bahagia, ungkap Ika. Ika sangat berterima kasih kepada kepala sekolah dan guruguru yang telah memberikan kesempatan anaknya ikut lomba dan membimbing Rifqi sehingga menjadi juara. Memang Rifqi dari usia dua tahun sudah kelihatan bakatnya, mudah-mudahan saja bisa mendapat juara di tingkat Provinsi nantinya, harap Ika. Sementara itu, kepala sekolah SDN 7 Ciamis, Dedi Mulyadi, S.Pd., M.M, menerangkan bahwa Rifqi akan mengikuti pembinaan di Bandung sebelum lomba di Provinsi yang akan digelar tanggal 18-23 Maret 2013 ini. Sebagai kepala sekolah tentu saja Dedi merasa bangga dengan siswa yang berhasil meraih berprestasi. Dedi berharap Rifqi bisa mentransformasikan hasil pembinaan tersebut sehingga bisa mengerjakan materi lomba di Olimpiade Sains dalam mata pelajaran Matematika. Kami sangat berharap Rifqi menjadi juara di Olimpiade Sains tingkat provinsi tahun ini, pungkas Dedi. (nung/ganesha)

Meja Belajar Anti Gempa untuk Sekolah

RADEN Rifqi Rahman, siswa SD Negeri 7 Ciamis mengaku sangat senang meraih juara 1 dalam Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten Ciamis 2013 dalam mata pelajaran Matematika. Ika, ibunda Rifqi yang hadir pun terharu dan bangga putranya menjadi juara.

SDN 4 Kertasari Ciamis, Wakili Korwil Ciamis di LTUB

Tidak Andalkan Upacara Hari SeninMEWAKILI Korwil Ciamis, SD Negeri 4 Kertasari Ciamis ikuti Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB). Sebagai Pembina Upacara saat lomba, Heryadi, S.Pd. mengatakan, persiapan lomba sekira dua minggu. SDN 4 Kertasari juga tidak mengandalkan upacara hari Senin saja. Meski setiap Senin kita melaksanakan upacara bendera tapi untuk lomba kita ingin mempersiapkan lebih baik lagi, kebetulan salah satu guru di SD kami ada Pak Yayan, S.Pd. yang sudah berpengalaman di Paskibra sehingga pelatihnya tidak mengambil dari luar, ungkap Heryadi. Melalui kegiatan upacara bendera, dapat ditanamkan disiplin, kerjasama, rasa percaya diri, dan tanggung jawab yang dapat mendorong lahirnya sikap dan kesadaran bernegara serta cinta tanah air di kalangan siswa. Disamping itu, melalui LTUB di sekolah, siswa dituntut untuk lebih meningkatkan keterampilan dan penghayatan pelaksanaan kegiatan upacara bendera di sekolah. Dengan mengikuti LTUB kami berharap dapat dijadikan bekal dan bahan kemajuan pendidikan, khususnya di SDN 4 Kertasari Ciamis, dan pendidikan Nasional secara umum, mudah-mudahan SD kami pun bisa mengikuti lomba di tingkat kabupaten, harap Heryadi. Sementara itu kepala UPTD Pendidikan Ciamis, Iwan Setiawan, S.Pd., M.Pd., yang hadir saat lomba mengatakanSALAH satu anjuran yang sering kita dengar ketika terjadi gempa bumi adalah berlindung di bawah meja tapi memang kalau mejanya tidak kuat sama saja bohong kan? Disainer industri Arthur Brutter and professor Ido Bruno menciptakan sebuah meja belajar anti gempa bumi (Earthquake Proof Table).

SDN 4 Kertasari Ciamis sudah mempersiapkan dengan baik, sehingga persiapannya sangat baik. Iwan juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga SDN 4 Kertasari Ciamis yang sudah menunjukan semua keterampilan dan kemampuannya untuk mengikuti LTUB. Iwan juga berharap semoga saja SDN 4 Kertasari bisa ikut lomba di tingkat Kabupaten, Saya sangat mendukung semua kegiatan yang sebenarnya merupakan salah satu program Dinas Pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan Pendidikan Nasional. Adapun salah satu tujuan kegiatan ini diantaranya untuk memelihara dan meningkatkan rasa kesadaran Nasional, tanggung jawab, pengabdian, persatuan dan disiplin di kalangan siswa, pungkas Iwan. (nung/ganesha)Meja ini punya desain yang berbeda dimana bagian tengahnya terdapat sebuah tiang tambahan untuk menahan benda yang jatuh di atasnya dan diklaim bahwa meja belajar ini bisa menahan benda yang jatuh dengan berat sampai 1.000 kg (1 ton). Memang kayu di bagian atas akan hancur, tetapi rangka meja tetap bisa menahannya sehingga orang/ anak sekolah yang berlindung di bawahnya tetap aman. Di Indonesia yang juga daerah rawan gempa bumi juga tetap butuh yang satu ini. Selain ancaman gempa juga karena sering kita dengar ada atap sekolah rubuh. (gns/nt)

Robi Mulyahati, Siswa SDN 4 Imbanagara Raya

Juara 1 Lomba Sains IPAungkap Hj.Teti. Menurut Hj. Teti, baru kali ini SD kami menjadi juara 1 sehingga ada kebanggaan sendiri buat sekolah. Mudah-mudahan keberhasilan Robi membawa dampak yang baik kepada temantemannya, dan semakin memotivasi guru untuk mencetak siswa-siswi berprestasi di sekolah. Hj. Teti sangat berharap ke depan SD Negeri 4 Imbanagara Raya semakin maju dalam prestasi dan keberhasilan Robi menjadi juara sekarang bisa menularkan prestasi kepada teman-temannya, juga adikadik kelasnya.Semoga Robi menjadi juara juga di tingkat Kabupaten, harap Hj. Teti. (nung/ganesha)

BARU-baru ini Robi Mulyahati, Peserta Didik SD Negeri 4 Imbanagara Raya berasil meraih juara 1 Olimpiade Sains kelompok mata pelajaran IPA tingkat kecamatan Ciamis. Selain itu menurut kepala sekolahnya, Hj. Teti Sumiati, S.Pd. Robi juga menjadi juara 2 O2SN tingkat Kecamatan melalui lomba Catur, Alhamdulillah prestasinya cukup menggembirakan,

pembaca menulis 02

Edisi 053 Volume II / Maret III 2013

Edisi 053 Volume II / Maret III 2013

ragam 19

Pengembangan Internalisasi Pendidikan Tajuk Pak Ganes Nilai & Karakter dalam Pembelajaran Menunggu Cairnya Tunjangan SertifikasiOleh: Hendri Hendarsah, S.Sos., M.Si. KUALITAS sumber daya manusia dan daya saing erat kaitannya dengan kualitas pendidikan, sehingga untuk memperbaiki kondisi tersebut harus dijawab dengan meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme pengelola pendidikan (tenaga kependidikan, khususnya guru). Perlunya dikembangkan pendidikan yang berbasis pada pembentukan karakter dan mentalitas warga negara, sehingga tata nilai yang menjadi pondasi pembangunan bangsa tetap lestari dan menjadi modal sosial yang dapat menguatkan sendi-sendi peradaban bangsa di tengah berkecamuknya proses globalisasi. Kita ketahui bahwa sendi-sendi yang menopang sebuah bangsa diantaranya adalah berupa karakter dan mentalitas rakyatnya. Hal tersebut menjadi pondasi yang kukuh dari tata nilai bangsa tersebut. Keruntuhan sebuah bangsa ditandai dengan semakin lunturnya tata nilai dan karakter bangsa tersebut, walaupun secara fisik bangsa tersebut masih berdiri tegak. Karakter dan mentalitas rakyat yang kukuh dari suatu bangsa tidak terbentuk secara alami, melainkan melalui interaksi sosial yang dinamis dan serangkaian program pembangunan yang diarahkan oleh pemimpin bangsa tersebut. Faktor internal yang berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter bangsa diantaranya adalah arah pembangunan dunia pendidikan. Pembangunan yang bertata nilai merupakan esensi dari suatu pemahaman pembangunan yang sepenuhnya berorientasi pada manusia sebagai subyek pembangunan atau lazim dikenal dengan human oriented development. Tanpa adanya orientasi demikian, maka pembangunan hanya akan mencakup tataran fisik dan tanpa disertai adanya pembangunan budaya serta peningkatan standar nilai kehidupan manusianya. Problematika Pendidikan Nasional Dalam perjalanannya pendidikan nasional kita setidaknya ada tiga hal yang menjadi problematika yang perlu dihadapi. Pertama Kualitas SDM dan Daya Saing Bangsa. Catatan UNDP tahun 2006, Human Development Index (HDI) Indonesia hanya menduduki ranking 69 dari 104 negara. Dan urutan ke108 dari 177 negara pada tahun 2007. Menurut sumber Bank Dunia 2008, Global Competitiveness Indeks Indonesia berada di peringkat 54 dari 134 negara. Kedua menurunnya moral bangsa yang ditandai dengan adanya perkelahian antar siswa, pergaulan bebas, kasus narkoba, perbuatan amoral, kebutkebutan, geng motor dan bermain di Mall. Ketiga pudarnya praktek sopan santun yang ditandai dengan praktek sopan santun siswa kini sudah mulai memudar, kata-kata kotor yang tidak sepantasnya diucapkan oleh anak seusianya seringkali terlontar, sikap kurang ramah terhadap guru dan bahasa yang kerap digunakan tidak lagi menjadi ciri dari sebuah bangsa yang menjunjung tinggi etika dan kelemah lembutan. Berdasarkan kajian bahasa di kalangan siswa yang dilakukan oleh Sauri (2002) umumnya mereka menggunakan kosa kata bahasa yang kurang santun dilihat dari segi gramatik. Dahlan (2001:7) mensinyalir betapa banyak orang yang tersinggung oleh kata-kata yang tajam, apalagi dengan sikap agresivitasnya. Berbahasa tidak santun dapat melahirkan kesenjangan komunikasi sehingga menimbulkan situasi yang buruk dalam berbagai lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Hawari (1999: 77) menjelaskan bahwa tawuran, penyalahgunaan obat terlarang, dan tindakan kriminal di kalangan remaja, disebabkan oleh tidak adanya komunikasi yang lebih baik antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Tak Ada Rekayasa dalam Pemilihan Guru Berprestasi Cidolog!DEDI Supriyadi, S.Pd., Pengawas TK/SD Wilayah 1 UPTD Pendidikan Kecamatan Cidolog, menegaskan bahwa sama sekali tidak ada rekayasa dalam ajang Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang Guru SD Tingkat Kecamatan Cidolog Tahun 2013. Sempat ada isu yang berkembang bahwa pelaksanaan seleksi hanya formalitas, sedangkan orang yang akan diutus ke kabupaten sudah ditentukan lebih dulu. Hal itu sama sekali tidak benar. Sampai saat ini, kami belum menentukan dan belum mengetahui siapa yang akan jadi pemenang seleksi dan jadi utusan ke kabupaten, ujarnya, Rabu (6/3). Pemilihan Guru Berprestasi Jenjang Guru SD Tingkat Kecamatan Cidolog Tahun 2013 sendiri dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama, Jumat (1/3), diselenggarakan tes tertulis yang diikuti oleh 13 orang guru dari 13 SD. Para peserta mengerjakan soal selama dua jam. Dari tahap tes tertulis ini terjaring enam orang guru dengan