17
PERSPEKTIF GLOBAL DILIHAT DARI SUDUT ILMU – ILMU SOSIAL DAN ILMU LAIN YANG TERKAIT PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI GEOGRAFI , SEJARAH DAN EKONOMI A. Perspektif Global Dari Visi Geografi Geografi adlah ilmu keruangan yang mengkaji berbagai fenomena dalam konteks keruangannya. Ruang yang dikonsepkan dalam geografim yaitu permukaan bumi yang berupa darat dan perairan serta kolom udara diatasnnya. Perspektif geografi atau perspektif ruangan adalah suatu kemampuan memandang secara mendalam berkenaan dengan fenomena, proses, dan masalah keruangan permukaan bumi,baik untuk masa lampau, saat ini, terutama untuk masa yang akan datang.Pendekatan yang dapat diterapkan pada perspektif keruangan ini, yaitu pendekatan sejarah dan kemampuan memprediksi. Melalui proses pengamatan perspektif lokal, anda dapat menyaksikan bahwa perkampungan yang satu dengan yang lain menjadi bersambung membentuk perkampungan yang lebih luas dari perkampungan-perkampungan semula.Disini terjadi proses sosial ekonomi berbentuk interaksi antarpenduduk ( manusia ) dan saling ketergantungan ( interdependensia ) bahan –bahan keperluan sehari –hari. Dalam keadaan yang demikian , perspektif geografi Anda tidak lagi hanya terbatas pada ruang yang disebut kampung atau perkampungan melainkan terdorong pada kawasan-kawasan yang lebih luas. Pertambahan penduduknya, telah terjadi proses yang diknal sebutan urbanisasi. Menurut W.J. Waworoentoe, A.Sjarif Puradimadja.Uton Rustam (Prisma,1972: 7- 12), Tiga peristiwa yang termasuk ke dalam proses urbanisasi itu: a . perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan, b. perluasan areal atau kwasan kota,dan c. perubahan cara hidup sebagai orang kota selanjutnya bahwa perspektif global itu dapat di terapkan pada bidang ilmu yang lain, dapat di telah pernyataan preston E.James(1979;11),yaitu bahwa geografi dapat dikatakan sebagai induk ilmu,dengan ketentuan bahwa kajian ilmu apa pun

Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

PERSPEKTIF GLOBAL DILIHAT DARI SUDUT ILMU – ILMU SOSIAL DAN ILMU LAIN YANG TERKAIT

PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI GEOGRAFI , SEJARAH DAN EKONOMI A.   Perspektif Global Dari Visi Geografi

Geografi adlah ilmu keruangan yang mengkaji berbagai fenomena dalam konteks keruangannya. Ruang yang dikonsepkan dalam geografim yaitu permukaan bumi yang berupa darat dan perairan serta kolom udara diatasnnya.Perspektif geografi atau perspektif ruangan adalah suatu kemampuan memandang secara mendalam berkenaan dengan fenomena, proses, dan masalah keruangan permukaan bumi,baik untuk masa lampau, saat ini, terutama untuk masa yang akan datang.Pendekatan yang dapat diterapkan pada perspektif keruangan ini, yaitu pendekatan sejarah dan kemampuan memprediksi.

Melalui proses pengamatan perspektif lokal, anda dapat menyaksikan bahwa perkampungan yang satu dengan yang lain menjadi bersambung membentuk perkampungan yang lebih luas dari perkampungan-perkampungan semula.Disini terjadi proses sosial ekonomi berbentuk interaksi antarpenduduk ( manusia ) dan saling ketergantungan ( interdependensia ) bahan –bahan keperluan sehari –hari. Dalam keadaan yang demikian , perspektif geografi Anda tidak lagi hanya terbatas pada ruang yang disebut kampung atau perkampungan melainkan terdorong pada  kawasan-kawasan yang lebih luas.Pertambahan penduduknya, telah terjadi proses yang diknal sebutan urbanisasi. Menurut W.J. Waworoentoe, A.Sjarif Puradimadja.Uton Rustam (Prisma,1972: 7- 12),Tiga peristiwa yang termasuk ke dalam proses urbanisasi itu:a .   perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan, b.    perluasan areal atau kwasan kota,danc.     perubahan cara hidup sebagai orang kota

selanjutnya bahwa perspektif global itu dapat di terapkan pada bidang ilmu yang lain, dapat di telah pernyataan preston E.James(1979;11),yaitu bahwa geografi dapat dikatakan sebagai induk ilmu,dengan ketentuan bahwa kajian ilmu apa pun pengamatannya selalu di mulai dari permukaan bumi tempat objek kajian itu berada.

Dari kejadain yang dapat dikatakan “hampir murni” geografi berkenaan degan penerapan perspektif global,yaitu tentang pemanasan global.Akibat meningkatnya jumlah korban dioksida di atmosfer, efek rumah kaca di atmosfer ini juga meningkat.Gerald Foley,1993;49 50);

B.   PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI SEJARAH

Emmanuel Kant pada Abad XVIII bahwa sejarah dan gografi merupakan ilmu Dwitunggal,artinya jika sejarah mempertanyakan suatu peristiwa itu

Page 2: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

“kapan” terjadi,pengungkapan itu masih belum lengkap. Jika tidak di pertanyakan ‘di mana” tempat terjadinya. Dalam hal ini,dimensi waktu dengan ruang saling melengkapi.

Perspektif sejarah mengacu pada konsep waktu, atau dengan perkataan lain, Perspektif sejarah suatu peristiwa, membawa citra kepada kita tentang suatu pengalaman masa lampau yang dapat dikaji hari ini, untuk memprediksi kejadian-kejadian yang akan datang.

C.   PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI EKONOMI

Menurut H.W.Arndt dan Gerardo P Sicat (1991:3)Ilmu Ekonomi adalah suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang perorang dan kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan. Manusia memiliki keinginan yang tidak terbatas. Untuk memuaskan bermacam-macam keinginan yang tidak terbatas tersebut, tersedia sumberdaya yang dapat digunakan. Berbagai sumberdaya ini tidak tersedia dengan bebas. Karenanya, sumber daya ini langka dan mempunyai berbagai kegunaan alternatif.Pilihan penggunaan dapat terjadi antara penggunaan sekarang (hari ini) dan penggunaan hari esok (masa depan).

Dari aspek-aspek yang dikemukakan tadi, jelas bahwa p erspektif ekonomi terkait dengan waktu,hari ini dan esok.

KEGIATAN BELAJAR 2Perspektif Global dari Visi politik,Sosiologi,dan Antropologi B. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI SOSIOLOGI

Menurut Roger F. Soltau dalam introduction to politics (Miriam Budiardjo: 1991:9):ilmu politik mempelajari negara, tujuan-tujuan dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu ; hubungan antara negara dan warga negaranya serta dengan negara-negara lain.

Menurut konsep ini,Ilmu Politik mengadakan  studi mengenai negara dengan tujuannya, lembaga-lembaga yang melaksanakan tujuan, hubungan negara dan warganya, seta hubungan negara dengan negara-negara yang lain. Dalam perspektif global,aspek hubungan dengan negara lain merupakan hal yang pokok.

Menurut Frank H.Hankins (Fairch, H.P. dkk., 1982: 302), Sosiologi adalah studi ilmiah tentang fenomena yang timbul akibat hubungan kelompok-kelompok umat manusia dan lingkungan manusia dalam hubungannya satu sama lain. Dalam sosiologi, objek yang menjadi sorotan utamanya yaitu hubungan antarmanusia, terutama dalam lingkungan yang terbentuk oleh manusia sendiri,atau yang disebut lingkungan sosial.

C.     PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI ANTROPOLOGIAntropologi ,khususnya Antropologi Budaya yang oleh Koentjaraningrat(1990: 1112)

dikatakan sebagai pengganti Ilmu Budaya,merupakan studi tentang manusia dengan kebudayaanya. Sedangkan oleh E.A. Hoebel (Fairchild, H.P. dkk., 1982: 12) didefenisikan sebagai studi tentang manusia dengan pekerjaannya, lebih menitikberatkan kepada kebudayaan sebagai hasil pengembangan akal pikiran manusia.

Page 3: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global, terarah pada keberadaan dan perkembangan budaya dengan kebudayaan dalam konteks global.

Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global, berarti mengamati,menghayati,dan memprediksi perkembangan kebudayaan secara menyeluruh yang aspek serta unsur-unsurnya itu berkaitan satu sama lain terintegrasi dalam kehidupan umat manusia.Secara perspektif, meningkatnya pendapatan masyarakat (ekonomi) terkait dengan meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan dirinya menggunakan peralatan mengelolah sumber daya (Budaya).

SEJARAH DAN PENGERTIAN PESPEKTIF GLOBAL

Page 4: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

SEJARAH DAN PENGERTIAN PESPEKTIF GLOBAL

1.3 Sejarah munculnya istilah perspektif global

Perspektif global pertama kali muncul di Amerika Serikat pada tahun 1950an.

Berkembang secara baik tahun 1970 an. Perspektif global di Indonesia mulai diterapkan

pada kurikulum pendidikan dasar dan menengah tahun1995 dan secara jelas dan tegas

sebagai pokok materi IPS sejak berlakunya kurikulum tahun 2004 (KBK) dan secara

jelas menekankan perlunya perspektif global diajarkan di sekolah. Hal ini dilakukan

dengan pertimbangan bahwa Indonesia sekarang ini sudah harus mempersiapkan para

murid untuk memasuki abad yang akan datang yang penuh dengan tantangan dengan

adanya proses globalisme. Terlebih lagi sistem ekonomi dan perdagangan dunia

sekarang ini semakin terbuka dan akan meningkat di masa yang akan datang

menunjukkan arti pentingnya belajar perspektif global.

Istilah yang paling tepat untuk perspektif global adalah “global perspectives in

education” atau disingkat dengan global education. Di indonesia disebut dengan istilah

perspektif global dengan menekankan pada empat hal pokok yaitu: kesadaran terhadap

perspektif global, sistem-sistem global, sejarah global, dan saling pngertian terhadap

budaya lain.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ke tiga tahun 2001, global diartikan

secara umum dan keseluruhan, secara bulat, secara garis besar, meliputi seluruh

dunia. Globalisasi artinya proses masuknya ke ruang lingkup dunia, mengglobal artinya

mendunia. Globalisme adalah paham kebijakan nasional yang memperlakukan seluruh

dunia sebagai lingkungan yang layak diperhitungkan, terutama untuk bidang ekonomi

dan politik. Masyarakat dunia kini sedang menghadapi tujuan-tujuan baru yang

memukau dan mengkhawatirkan.

Perspektif global berakar pada ilmu-ilmu: antropologi, psikologi, sejarah, ekonomi,

geografi dunia, dan politik, bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan

Page 5: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

kesadaran sebagai warga dunia yang berpartisipasi aktif. Keanggotaan seseorang

dalam masyarakat dunia dari tingkat terdekat sampai yang terjauh bisa digambarkan

dalam lingkaran konsentris sebagai berikut ini:

Pada era globalisasi kecenderungan yang kuat adalah proses terjadinya universalisasi

yang melanda seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satu implikasi penyeragaman

terlihat dengan munculnya gaya hidup global seperti makanan, pakaian dan musik.

John Naisbitt yang terkenal dengan bukunya yang berjudul “Megatrend 2000”

menyebutkan bahwa pada tahun-tahun tersebut akan terjadi proses globalisasi melalui

teknologi informasi, ada tiga mode yang diterima oleh banyak orang yaitu: makanan

(food), pakaian (fashion), dan hiburan (entertainment). Di Indonesia sendiri sudah

terjadi proses globalisasi tersebut. Seperti anak-anak kecil yang sudah tahu apa itu

KFC, MC Donals, jeans, dan film-film dari berbagai negara. Bahkan mereka lebih

senang memilih produk luar negeri tersebut dibandingkan dengan produk-produk

buatan negeri sendiri. Media televisi telah mempercepat arus informasi dan membawa

kita terlibat dalam informasi dunia. Keadaan ini membuat kita mau tidak mau ikut terlibat

dalam pergaulan masyarakat dunia melalui media informasi dan produk industri

1.4 Pokok-pokok pemikiran, tujuan dan definisi perpektif global

Page 6: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

National Council for the Social Studies (NCSS) pada tahun 1982 menunjukkan

arti pentingnya perspektif global diajarkan di sekolah-sekolah:

a. Sekarang kita hidup dalam masa terjadinya peningkatan globalisasi yang ditandai

dengan fenomena hampir semua orang berinteraksi secara transnasional (tidak hanya

terbatas dalam negaranya saja), multi cultural (dalam berbagai macam budaya) dan

cross-cultural (berinteraksi dengan budaya lain selain yang dimilikinya).

b. Aktor-aktor yang berinteraksi dalam tingkat dunia tidak hanya terbatas pada aktor-aktor

negara saja, namun juga melibatkan perseorangan, kelompok-kelompok lokal,

organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang teknologi dan ilmu, perdagangan,

perusahaan multi nasional, serta organisasi regional. Mereka ini semakin aktif

berinteraksi dan mampu mempengaruhi peristiwa-peristiwa lokal maupun global.

c. Kehidupan umat manusia tergantung pada suatu lingkungan fisik dunia yang ditandai

dengan terbatasnya sumber-sumber alam. Ekosistem dunia akan mempengaruhi dan

dipengaruhi oleh umat manusia.

d. Ada keterkaitan antara apa yang dilakukan manusia di bidang sosial, politik, ekonomi,

teknologi, pada masa kini dengan masa depan umat manusia yang hidup di bumi ini

beserta lingkungan fisiknya di masa yang akan datang.

e. Terjadinya globalisasi yang melibatkan hampir seluruh umat manusia ini menyebabkan

masing-masing individu dan seluruh masyarakat berkesempatan dan bertanggung

jawab untuk berperan serta dalam meningkatkan lingkungan fisik maupun sosial

dunia.

Robert Hanvey dalam bukunya yang sangat terkenal “An Attainable Global

Perspective” (1976 )menyebutkan lima dimensi dari perspektif global:

a. Perspective conciousness

Kesadaran dan penghargaan terhadap adanya berbagai macam pendapat yang

berbeda-beda di dunia.

b. State of planet awareness

Adanya pengertian yang mendalam terhadap isu-isu dan peristiwa global.

c. Cross-cultural awareness

Page 7: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

Adanya kesepakatan yang dapat diterima secara umum dalam membuat karakteristik

budaya-budaya yang ada di dunia ini, yaitu bahwa sekalipun ada perbedaan-perbedaan

dalam budaya, namun banyak kesamaan yang dimiliki.

d. Systemic awareness

Tahu akan sistem-sistem yang ada berikut alam ini, sehingga mulai mengenal akan

kompleknya sistem internasional di mana aktor-aktor negara dan aktor-aktor non

negara saling pengaruh mempengaruhi dalam berbagai macam isu yang terjadi di

kawsan-kawasan yang ada di dunia ini.

e. Options for partipation

Mengetahui strategi-strategi yang tepat sehingga mampu berpartisipasi dengan baik

dalam menghadapi isu-isu yang terjadi dari tingkat lokal, nasional hingga internasional.

James Becker, sebagai pelopor perspektif global dalam artikelnya yang berjudul “The

World and the School. A case for world centered education”(1979) menyatakan bahwa

perspektif global harus menggugah kesadaran murid selaku anggota masyarakat dunia

dan juga pada tingkatan masyarakat lainnya.

Christine I Bennett dalam bukunya “Comprehensive Multicultural Education:Theory

and Practice” (1995) menyatakan bahwa para pendidik harus mempersiapkan murid-

murid sebagai penerus generasi di masa datang kaya pengetahuan, sikap dan

kemampuan yang diperlukan untuk berpartisipasi aktif sebagai warga masyarakat di

seluruh lapisan sampai tingkat dunia. Agar anak didik menjadi insan yang mempunyai

tanggung jawab global, karena mereka merupakan warga negara dunia. Mereka perlu

dilatih untuk berpikir global dan bertindak secara lokal atau” thin globally act locally”.

Merryfield dalam artikelnya yang berjudul “Institutuinalizing Cross-cultural

Experiences and Interntional Expertise in Teacher Educational : the Development and

Potential of a Global Education PDS Network” (1995) menyimpulkan konsep-konsep

dari perspektif global, yaitu bahwa para guru perlu mempunyai pengetahuan dan

kemampuan untuk mengajarkan kepada muridnya:

Page 8: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

a. Penghargaan terhadap adanya perbedaan-perbedaan dan persamaan budaya, untuk itu

para guru perlu mengajarkan berbagai macam perspektif yang dimiliki orang lain

ataupun masyarakat lain dan mereka perlu juga mempunyai kesadaran untuk

bertoleransi terhadap perspektif yang dimiliki orang lain.

b. Dunia ini merupakan sebuah sistem sehingga di dalamnya terjadi saling ketergantungan

dan saling berkaitan.

c. Keputusan-keputusan dan tindakan yang diambil oleh seseorang akan dapat

mempengaruhi dan dipengaruhi oleh intraksi global.

Tye and Tye berpendapat bahwa perspektif global meliputi:

a. Studi tentang masalah–masalah dan isu-isu yang melintasi batas-batas nasional dan

adanya keterkaitan dalam sistem-sistem ekonomi, lingkungan, budaya, politik serta

teknologi.

b. Peningkatan saling pengertian terhadap budaya lain sehingga si pembelajar mampu

mengembangkan kemampuannya untuk bertoleransi terhadap pihak lain dan

berempati.

Muessig dan Gilliom dalam bukunya ”Perspective of global Education: A source book

for classroom teachers” (1981) menyebutkan bahwa melalui perspektif global akan

membebaskan para pembelajar dari keinginan-keinginan yang sifatnya parokial

(picik/sempit) dan chauvinisme Dengan belajar perspektif global mereka akan mampu

berinteraksi secara harmonis dalam masyarakat dunia yang ditunjukkan dengan

adanya kemampuan berempati dan mempunyai sifat altruisme (mengutamakan

kepentingan orang lain, kalau perlu dengan mengeluarkan pengorbanan).

Menurut American Association of College for Tacher for Teacher Education (1983)

Global education didefinisikan sebagai “the proses by which people acquire a global

perspective to explain events ini recognition of the increasing interdependence of

nations and cultures” (Umi Oktyari Retnaningsih, 1998/1999: 15-20)

Page 9: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

Menurut Hoopes ( Garsia 1977) mengatakan bahwa pendidikan global mempersiapkan

siswa untuk memehami dan mengatasi adanya ketergantugan global dan keragaman

budaya, yang mencangkup hubungan, kejadian, dan kekuatan yang tidak dapat diisikan

kedalam batas-batas negara dan budaya.

Selanjutnya Hoops, menjelaskan pendidikan global memiliki 3 tujuan yaitu:

1.    Pendidikan global memberikan pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahan dan

kesukuan. Tujuan ini dapat dicapai melalui mengajarkan bahan dan mengunakan

metode yang memberikan relatifisme budaya.

2.    Pendidikan global memberikan pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk

mendekatkan diri dengan keragaman global. Kegunaan dari tujuan ini adalah untuk

mendiskusikan trntang relatifisme budaya da keutamaan etika.

3.    Pendidikan global memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berfikir

tentang mereka sendiri sebagai individu, sebagai suatu warga negara dan sebagai

anggota masyarakat manusia secara keseluruhan.

Berdasarkan tujuan tersebut maka, peran guru adalah :

1.    Memberikan bekal pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pengetahuan global

dalam memahami maslah-masalah tertentu.

2.    Meningkatkan kesadaran dan wawasan anak didik sebagai landasan dalam melakukan

tindakan yang berdampak global.

3.    Memberikan contoh dan teladan dalam aktivitas sehari-hari, yang mempunyai pengaruh

terhadap masalah global.

1.5 Tugas-tugas maupun pertanyaan yang bisa dilontarkan kepada mahasiswa PGSD

Contoh-contoh proses pembelajaran untuk murid-murid sekolah dasar :

Tema : Kerjaasama dan kompetensi

Jenis kegiatan : simulasi

Tujuan kegiatan :

1.    Eksplorasi metode penyelesaian masalah melalui kerjasama dan atau kompetisi;

Page 10: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

2.    Ada pengalaman bahwa pencapaian suatu tujuan terwujud melalui kerjasama (learning

by playing);

3.    Memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang ciri-ciri khas masyarakat, dan

bagaimana masyarakat bisa bekerja sama;

4.    Menganalisa konsep kerjasama dan kompetisi (seperti kerjasama dan kompetisi

merupakan sesuatu yang alami / terdapat pada kehidupan bermasyarakat dan

diperlukan : terutama kompetisi yang sehat dan sportif). Tanpa adanya kompetisi tidak

akan mendorong orang untuk meningkatkan kualitas diri dan tidak aka nada

pertandingan maupun perlombaan; olimpiade, Asian Games, dan sebagainya tidak

akan ada.

Persiapan kegiatan :

Bahan-bahan yang diperlukan :

-       Kertas yang mempunyai warna mencolok atau kalender bekas yang mempunyai

gambar-gambar menarik,

-       5 buah sampul untuk tempat potongan kertas atau bekas kalender tersebut,

-       Gunting untuk memotong kertas atau kalender bekas,

-       Koran untuk alas hasil pemasangan potongan kertas.

Langkah kerja :

         Gunting kertas/kalender bekas tersebut dalam bentuk-bentuk seprti yang ada pada

lampiran gambar 2-6. Setiap kelompok harus menerima 15 potongan kertas yang akan

disusun kembali bentuknya seperti semula menurut pemotongan yang sesuai.

Kelompok lain juga akan menerima jumlah potongan yang sama. Apabila ada 5

kelompok maka aka nada 75 potongan dan masing-masing kelompok akan menerima

15 buah potongan.

         Masukkan 15 potongan kertas/bekas kalender tersebut ke dalam sampul dan jangan

lupa ambil 1 potongan kertas/bekas kalender milik 4 grup yang ada untuk saling

Page 11: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

disasarkan/dipindahkan ke amplop milik grup lain sehingga pada saat pemasangan aka

nada 1 gambar yang tidak sempurna (nyasar ke milik kelompok lain), dan biarkan milik

yang satu grup utuh.

Pelaksanaan simulasi :

1.    Sebelum kegiatan simulasi dimulai para murid diminta untuk membentuk lingkaran

berdasarkan anggota kelompoknya masing-masing;

2.    Aturan main dibacakan, yaitu :

a)    Setiap peserta tidak diperkenankan berbicara, bahkan mengeluarkan sepatah katapun

saat simulasi dilaksanakan/berlangsung;

b)    Tidak seorangpun peserta yang diperkenankan meminta potongan kertas ke kelompok

lain ataupun memberikan signal/isyarat untuk meminta potongan kertas yang

dibutuhkan;

c)    Para anggota diperbolehkan memberikan potongan kertas yang dimiliki yang dianggap

tidak diperlukan lagi;

3.    Pemberitahuan batas waktu pelaksanaan simulasi (pemasangan potongan

kertas/kalender bekas telah selesai) bisa 10 menit, 15 menit, dan sebagainya sesuai

dengan tingkat perkembangan murid.

4.    Setelah selesai guru mengadakan tanya jawab dengan murid mengenai kegiatan yang

baru saja berlangsung (makna apa yang bisa diambil dari kegiatan tersebut, murid

dimintai contoh mengenai kerjasama dalam kehidupan di rumah, sekolah, dengan

kawan bermain, dan sebagainya).

Evaluasi :

1.    Guru bisa menilai kedisiplinan murid dalam mentaati peraturan yang sudah disepakati

bersama,

2.    Kerjasama yang dilakukan murid bisa dinilai, apakah mereka bekerja sama secara

harmonis dengan sesame anggota kelompoknya dan juga dengan kelompok yanglain.

Apakah ada yang berusaha mencari potongan kertasnya yang nyasar ke tempat lain,

adakah yang memberikannya dengan sukarela tanpa minta imbalan potongan kertas

yang diinginkannya.

Page 12: Materi Presentasi Perspektif Global Dilihat Dari Sudut Ilmu

3.    Menilai bagaimana murid menghadapi kompetisi yang ada. Apakah dengan semboyan

“yang penting tujuan tercapai, aturan main urusan nanti”.

4.    Mengetahui sejauh mana pengetahuanmurid dengan adanya kompetisi dalam berbagai

aspek kehidupan, apa saja contohnya dan bagaimana menyikapinya.

Kesimpulan

Perspektif global merupakan solusi yang tepat untuk menghadapi tantangan di era

globalisasi sekarang ini. Dengan belajar perspektif global mereka akan mampu

berinteraksi secara harmonis dalam masyarakat dunia yang ditunjukkan dengan

adanya kemampuan berempati dan mempunyai sifat altruisme (mengutamakan

kepentingan orang lain, kalau perlu dengan mengeluarkan pengorbanan).