Click here to load reader

MEMBUDAYAKAN SOPAN SANTUN SISWA DI SMP NEGERI …

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MEMBUDAYAKAN SOPAN SANTUN SISWA DI SMP NEGERI …

BALIKPAPAN
OLEH :
III ANGKATAN IX
DAN OTONOMI DAERAH
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa Laporan Aktualisasi Peserta Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkata IX :
NAMA : HENDRI PRASTIYO, S.Pd
JABATAN : GURU BIMBINGAN KONSELING
INSTANSI : PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN
17 BALIKPAPAN
Dinyatakan LAYAK untuk diajukan dalam Seminar Laporan Aktualisasi pada hari kamis,
19 Maret 2020 bertempat di Kampus PUSLATBANG KDOD LAN
Mentor,
Coach,
Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa Laporan Aktualisasi Peserta Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkata IX :
NAMA : HENDRI PRASTIYO, S.Pd
JABATAN : GURU BIMBINGAN KONSELING
INSTANSI : PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN
17 BALIKPAPAN
Dinyatakan LAYAK untuk diajukan dalam Seminar Laporan Aktualisasi pada hari Kamis,
19 Maret 2020 bertempat di Kampus PUSLATBANG KDOD LAN
Penguji,
Coach,
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur diucapkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-
Nya semata, maka akhirnya penulis dapat menyelesaikan Laporan aktualisasi yang berjudul
“Membudayakan Sopan Santun Siswa Di Smp Negeri 17 Balikpapan” yang merupakan
kewajiban dan syarat untuk menyelesaikan Pelatihan Dasar Golongan III Angkatan IX, di Pusat
Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah LAN Samarinda.
Pada proses penyusunan Laporan Aktualisasi ini, penulis tidak lepas dari peran berbagai
pihak baik secara langsung maupun tidak langsung, yang pada kesempatan ini disampaikan
penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang tulus kepada yang terhormat:
1. Robi Ruswanto, S.Sos Selaku kepala BKPSDM Kota Balikpapan beserta jajarannya yang
telah memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III.
2. Windra Mariani,SH, MH. selaku narasumber atas saran masukan yang diberikan untuk
perbaikan Laporan aktualisasi ini.
3. Ahmad Zaini, S.E, M.E atas semua inspirasi, masukan dan bimbingannya dalam membuat
Laporan aktualisasi ini.
4. Taufik Hidayat, S.Pd selaku mentor atas semua dukungan, arahan, motivasi, bimbingan
dan masukannya selama habituasi dan menyusun Laporan aktualisasi.
5. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dan memberikan pengarahan terkait materi
ANEKA untuk dapat diinternalisasikan dan diaktualisasikan di instansi.
6. Segenap dewan guru dan karyawan SMP N 17 Balikpapan.
7. Keluarga tercinta serta sahabat yang telah mendukung dan mendoakan selalu sejak awal
mendaftar CPNS hingga sekarang, dan;
8. Keluarga besar peserta Latsar Golongan III Angkatan IX Tahun 2019.
Penulis sadar bahwa Laporan Aktualisasi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
penulis berharap masukan dari berbagai pihak agar Laporan Aktualisasi ini menjadi lebih baik
sehingga dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan dan peLaporan aktualisasi nilai dasar ASN,
serta memberikan manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Samarinda, 18 Maret 2020
B. Tujuan Aktualisasi .......................................................................................................... 4
A. Deskripsi Organisasi ....................................................................................................... 6
D. Tugas dan Fungsi Guru ................................................................................................. 12
BAB III LANDASAN TEORI................................................................................................ 15
B. Peran dan Kedudukan ASN .......................................................................................... 21
BAB IV LAPORAN AKTUALISASI ..................................................................................... 25
A. Identifikasi Isu .............................................................................................................. 25
B. Judul Kegiatan .............................................................................................................. 27
C. Laporan Aktualisasi ...................................................................................................... 27
D. Jadwal Kegiatan ............................................................................................................ 36
Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi untuk berkembang karena
memiliki kekayaan alam yang melimpah dan potensi sumber daya manusia. Kondisi
tersebut mendukung negara Indonesia untuk mewujudkan visi Negara sebagaimana
tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara republik Indonesia tahun
1945. Namun, kondisi yang sudah terpenuhi itu belum mampu dikelola secara efektif dan
efisien oleh rakyat Indonesia, sehingga Indonesia masih tertinggal dari cepatnya laju
pembangunan global dewasa ini.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang
memiliki peranan penting dalam mengelola kondisi Indonesia saat ini. Sejumlah
kebijakan, keputusan-keputusan strategis, perencanaan pembangunan, dan pelayanan
terhadap masyarakat ditetapkan dan dilakukan oleh PNS diberbagai bidang manapun
sektor pembangunan. Untuk memainkan peranan tersebut, diperlukan sosok PNS yang
profesional, yaitu PNS yang mampu memenuhi standar kompetensi dan melaksanakan
tugas jabatannya secara efektif dan efisien.
Untuk mendapatkan sosok PNS yang profesional, perlu dilaksanakan pembinaan
melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Diklat ini dilaksanakan dalam rangka
membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS yang tergabung dalam singkatan ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang kuat,
yaitu PNS yang berintegritas, serta mampu bersikap dan bertindak professional dalam
melayani masyarakat.
penyelenggaraan diklat yang ada saat ini. Praktik penyelenggaraan Diklat Prajabatan
dengan pola pembelajaran yang didominasi oleh metode ceramah, tidak menunjukkan
perubahan yang membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS. Oleh karena itu, diperlukan
metode yang lebih baik dalam proses internalisasi pada diri masing-masing peserta
diklat. Metode yang digunakan dalam Diklat mengacu pada nilai dasar ANEKA yang
diinternalisasikan melalui kuliah umum yang lebih menarik dan mudah diterima oleh
peserta. Selain itu, dilakukan proses implementasi nilai dasar tersebut dalam bentuk
2
magang atau bekerja di instansi masing-masing. Dengan cara aktualisasi pada tempat
tugas, maka peserta dapat merasakan manfaatnya secara langsung sehingga nilai-nilai
dasar profesi PNS tersebut dapat tertanam kuat dalam diri masing-masing peserta diklat.
Pendidikan karakter perlu kita tanamkan sejak dini mulai dari jenjang pendidikan
dasar. Pendidikan karakter yang dilaksanakan memang tidak serta merta menampakkan
hasil atau bentuknya tetapi melalui sebuah proses yang panjang dan berkelanjutan.
Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang mengajarkan hakekat karakter kedalam
tiga ranah yaitu kognitif yang mengajarkan bagaimana kita berpikir yang positif, afektif
yang mengajarkan kita berperilaku atau tata cara yang sesuai dengan etika atau norma –
norma yang ada dan psikomotorik yang mengajarkan bagaimana kita bertindak dengan
bijaksana dan penuh tanggung jawab terhadap apa yang kita perbuat.
Tujuan diterapkannya pendidikan karakter yang menyatu dengan mata pelajaran
disemua jenjang pendidikan melalui pembelajaran tiada lain karena adanya perubahan
kualitas tiga aspek pendidikan yakni kognitif, afektif dan psikomotorik yang mengacu
pada peningkatan wawasan, perilaku dan ketrampilan yang berlandaskan kepada pilar-
pilar pendidikan sehingga terwujud insan yang berilmu sekaligus berkarakter. Karakter
yang diharapkan tidak lepas dari kebudayaan asli Indonesia sebagai perwujudan
nasionalisme dan religious. Salah satu nilai karakter budaya asli Indonesia adalah sopan
santun.
Secara etimologis sopan santun berasal dari dua buah kata, yaitu kata sopan dan
santun. Keduanya telah bergabung menjadi sebuah kata majemuk. Dalam kamus bahasa
indonesia, menyatakan sopan santun sebagai berikut: Sopan berarti hormat dengan tak
lazim, tertib menurut adab yang baik, sedangkan Santun berarti halus dan baik (budi
bahasanya, tingkah lakunya); sopan, sabar; tenang. Atau bisa dikatakan cerminan
psikomotorik (penerapan pengetahuan sopan ke dalam suatu tindakan). Sopan santun
merupakan peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di
lingkungan dan budaya tertentu. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya apa yang
dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, atau
waktu. Contoh-contoh norma kesopanan ialah: Menghormati orang yang lebih tua,
Menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan, Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan
sombong, Tidak meludah di sembarang tempat, Tidak menyela pembicaraan.
Namun saat ini pendidikan karakter masih sangat jauh dari kata berhasil, masih
banyak sekali karakter-karakter yang belum tumbuh pada diri peserta didik. Adanya
kolaborasi antara keluarga, sekolah dan lingkungan menjadi kebutuhan yang harus
3
dilaksanakan demi tercapainya karakter-karakter anak bangsa di masa depan. Peserta
didik SMP N 17 Balikpapan Utara termasuk sekolah yang sudah berusaha melakukan
pendidikan karakter dengan berkolaborasi dengan semua pihak, meskipun pada akhirnya
masih banyak masalah yang harus ditangani bersama.
Fenomena terkait rendahnya karakter siswa disekolah, khususnya perilaku sopan
santun siswa terhadap guru terjadi di SMP N 17 Balikpapan. Bentuk perilaku rendahnya
sikap sopan siswa ditunjukkan dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan
terhadap siswa, yang menyatakan bahwa masih terdapat siswa yang sering berkata kasar
atau kotor, selain itu siswa juga berani membantah perintah guru. Komunikasi antara
siswa dengan guru juga menunjukkan rendahnya sikap sopan santun, misalnya siswa
tidak menggunakan bahasa yang baik saat berbicara dengan guru nya. Saat berbicara
dengan guru sering kali siswa menggunakan bahasa “ngoko”.
Interaksi guru dan siswa juga menunjukkan rendahnya sikap sopan santun, dari
hasil wawancara dijelaskan ada siswa yang terlambat masuk kelas tetapi tidak
memberikan salam atau ungkapan permisi kepada guru yang telah berada lebih dulu di
dalam kelas, selain itu jika ada guru yang menegur, siswa berlaku cuek pada gurunya.
Kemudian interaksi di dalam kelas antara guru dan siswa juga menunjukkan sikap
kurangnya sopan santun, yaitu jika guru sedang menjelaskan di depan siswa tidak
mendengarkan dengan baik, ramai atau ngobrol dengan temannya.
Oleh karena itu penulis berusaha mengangkat beberapa karater yang perlu
ditingkatkan pada sekolah SMP N 17 Balikpapan Utara. Berdasarkan hasil wawancara
dan observasi yang dilakukan guru selama mengajar di SMP N 17 Balikpapan Utara
didapatkan masih ditemukannya siswa yang kurang memiliki karaktristik sopan santun.
Guru bersama dengan mentor berusaha mencari solusi yang tepat sesuai dengan
kebutuhan siswa yang ada disekolah. Maka dengan adanya bantuan kepala sekolah selaku
mentor serta adanya diskusi dan persetujuan maka didapat sebuah gagasan aktualisasi
yaitu “Membudayakan Sopan Santun Siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan”. Judul ini
dihasilkan dengan disesuaikan dengan profesi penulis yaitu sebagai guru bimbingan dan
konseling di SMP N 17 Balikpapan Utara. Dimana guru bimbingan dan konseling
mempunyai peran dalam pendidikan karakter selain dalam pemberian bimbingan dalam
bidang pribadi, sosial, belajar dan karier. Tentunya pendidikan karakter sangat penting
untuk di kembangkan dan ditingkatkan dalam lingkungan sekolah maupun diluar
sekolah.
4
Adapun tujuan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS yang penulis laksanakan
di SMP Negeri 17 Balikpapan adalah sebagai berikut:
1. Mampu menerapkan nilai – nilai dasar ANEKA ( Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi ) dalam kegiatan aktualisasi berdasarkan
tugas dan fungsi pokok guru sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara).
2. Mampu membudayakan Sopan Santun Di SMP Negeri 17 Balikpapan.
3. Mampu memberikan kontribusi nyata untuk mengoptimalisasikan kreativitas guru
dalam penerapan media pembelajaran Bimbingan Konseling
C. Ruang Lingkup
Kegiatan aktualisasi ini dilakukan dengan menerapkan nilai – nilai ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi) sesuai tugas
jabatan saya sebagai guru bimbingan konseling ahli pertama di SMP Negri 17 Balikpapan
Jl. Soekarno Hatta No.120, Karang Joang, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan,
Kalimantan Timur 76127. Kegiatan aktualisasi akan saya laksanakan pada tanggal 05
Februari hingga 10 Maret 2020.
D. Manfaat aktualisasi
Adapun manfaat aktualisasi nilai – nilai dasar profesi PNS yang penulis
laksanakan di SMP Negeri 17 Balikpapan Utara adalah sebagai berikut :
1. Bagi siswa
b. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap sopan santun melalui media layanan
Bimbingan Konseling
3. Bagi penulis
konseling menggunakan media pembelajaran
Hasil aktualisasi ini dapat menjadi acuan sebagai bentuk inovasi baru
terhadap kesadaran siswa dan guru sehingga dapat menambah wawasan serta
sumbangan bagi kemajuan sekolah pada umumnya.
6
2. Alamt Sekolah : Jalan : Soekarno Hatta Km 16 No. 120
Kelurahan : Karang Joang
Kecamatan : Balikpapan Utara
4. Jenjang Akreditasi : A ( Sangat Memuaskan )
5. Tahun didirikan : 1997
6. Tahun beroperasi : 1997
7. Kepemilikan Tahan : Pemerintah
a. Surat Ijin bangunan : No. 13.a.o/1998, Tgl. 29 Januari 1998
b. Luas seluruh bangunan : 2.900 m2
9. Rekening Sekolah :
Bank : BPD Cabang Balikpapan
Pangkat : Pembina/IVa
No. HP : 0821-5349-2720
11. Kondisi Bangunan pada tahun pelajaran 2019/2020 ( Per Januari 2020)
No Jenis Ruang Jlh. Ruang
Yg ada
Jlh. Ruang
kondisi baik
Jlh. Ruang
Kondisi Rusak
2 Kantor Kepsek 1 1
3 Kantor Guru 1 - 1 Sedang
4 Kantor TU 1 1
5 Lab. IPA 1 1
6 Lab. Komputer 1 1
7 Perpustakaan 1 - 1 Sedang
8 Musholla 1 - 1 Sedang
9 Ruang BP 1 1
10 Ruang
12 WC Guru 2 - 2 Sedang
13 WC Siswa 17 15 2 Sedang
14 Multi Media 1 1 -
15 Gudang 1 1 -
16 UKS/PMR 1 1
17 Lab. Bahasa 1 1 -
Jumlah ruang di SMP N 17 Balikpapan sejumlah 54 ruang yang rata – rata
kondisinya sedang dan baik. Semua ruang dapat difungsikan dengan baik sesuai dengan
fungsinya. Saat ini masjid yang sebelumnya hanya dapat ditempati ibadah sholat jumat
oleh 1 angkatan telah mengalami perluasan sehingga dapat ditempati oleh 2 angkatan.
12. Data Guru dan Pegawai pada Tahun pelajaran 2019/2020 ( Per Januari 2020)
No Jabatan PNS Non PNS Jumlah Ket
1 Kepala Sekolah 1 - 1
2 Guru 28 6 34
3 Tata Usaha 3 3 6
4 Petugas Perpustakaan - 1 1
5 Laboran - - -
8 Petugas Jaga malam - 2 2
Jumlah 32 18 49
Jumlah guru dan karyawan di SMP N 17 Balikpapan relatif kurang terhadap jumlah
rombel sehingga banyak guru yang mengajar dengan jumlah jam yang berlebih. Meskipun
begitu, kegiatan belajar mengajar di SMP N 17 Balikpapan dapat berjalan dengan lancar.
9
10
Visi SMP N 17 BALIKPAPAN
Berakhlak mulia, berprestasi, dan berbudaya lingkungan.
Misi SMP N 17 BALIKPAPAN
1. Menghasilkan kurikulum yang yang dapat meningkatkan iman dan takwa
serta akhlak mulia, mengembangkan rasa ingin tahu, kreatifitas, serta
menghasilkan manusia yang demokratis, memiliki semangat kebangsaan, dan
cinta tanah air serta tanggung jawab.
2. Melaksanakan pengembangan proses pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan
dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa.
3. Melaksanakan kegiatan terprogram untuk meningkatkan nilai ujian nasional
dan menghasilkan lulusan yang jujur, disiplin, mandiri, dan tanggung jawab.
4. Melaksanakan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, melalui
kegiatan kependidikan dan pelatihan.
5. Menjalin kerja sama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan
terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada siswa, orang tua siswa,
dan masyarakat.
7. Melaksanakan pengembangan penilaian.
9. Melaksanakan pengembangan IPTEK dengan meningkatkan TIK bagi siswa,
guru, dan pegawai, sehingga mampu mengoperasikan computer dan internet.
10. Melaksanakan pengembangan aktivitas lingkungan hidup, dengan
menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, rindang, dan kondusif
untuk belajar
Tujuan sekolah
Tujuan SMP N 17 Balikpapan yang akan dicapai dalam jangka waktu 5 (lima)
tahun mendatang sekolah adalah sebagai berikut:
1. Sekolah memiliki dan mencapai standar isi kurikulum dengan membuat dan
mengembangkan kurikulum satuan pendidikan dan kurikulum 2013, silabus,
11
model dan sistem penilaian, rencana program pengajaran dan lain-lain sesuai
dengan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
2. Sekolah memiliki dan mencapai standar proses pembelajaran meliputi:
pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan CTL (mengembangkan sikap
kreatif, mandiri, rasa ingin tahu), pendekatan belajar tuntas, dan pendekatan
pembelajaran individual.
3. Sekolah memiliki dan mencapai standar ketuntasan kompetensi dan kelulusan
meliputi: tercapai dan telah dibuat standar ketuntasan dan kelulusan sesuai
standar yang telah ditetapkan.
dan tenaga pendidikan yang terampil dan profesional.
5. Sekolah memiliki dan mencapai standar sarana dan prasarana / fasilitas
sekolah meliputi: tersedianya sarana dan prasarana, fasilitas, peralatan dan
perawatan yang memenuhi standar minimal.
6. Sekolah memiliki dan mencapai standar pengelolaan dan kelembagaan sekolah
meliputi: tercapai standar pengelolaan pembelajaran, kurikulum, sarana
prasarana, sumber daya manusia, kesiswaan, administrasi sekolah dan lain-
lain.
7. Sekolah memiliki dan mencapai standar penilaian meliputi: tercapai dan telah
dibuat prangkat penilaian pembelajaran, implementasi model evaluasi
pembelajaran dan pengembangan pedoman evaluasi.
8. Sekolah memiliki dan mencapai standar prestasi akademik, meliputi perolehan
nilai ujian nasional dan ujian sekolah.
9. Sekolah memiliki dan mencapai standar prestasi non akademik meliputi:
tercapai prestasi aktivitas bidang olahraga, seni budaya, apresiasi bahasa dan
karya ilmiah remaja.
keagamaan/imtaq meliputi: tercapai pelaksanaan pembinaan imtaq melalui
pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dan pelaksanaan majelis ta’lim serta
pesantren ramadhan, optimalisasi pendidikan agama islam melalui
peningkatan sarana prasarana peribadatan.
12
11. Sekolah memiliki SDM yang menguasai iptek yang meliputi penguasaan dan
ketrampilan dalam mengoperasikan komputer dan internet.
12. Sekolah memiliki dan mencapai standar aktivitas bidang lingkungan hidup
meliputi: pencapaian pelaksanaan 7 K, taman pendidikan alam dan peduli
terhadap lingkungan.
C. Nilai – Nilai Organisasi
Nilai – nilai dasar organisasi yang harus dijadikan acuan dalam bekerja oleh seluruh
ASN di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan antara lain:
1. Responsif: Antisipatif dan responsif dalam mengatasi masalah.
2. Humanis: Mengutamakan keterbukaan, saling percaya, dan komunikasi yang baik
3. Profesional: Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektivitas,
ketekunan, dan komitmen yang tinggi.
4. Integritas: Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung
tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
D. Tugas dan Fungsi Guru
1. Tugas Guru
Tugas pokok seorang guru sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang pemenuhan
beban kerja guru, kepala sekolah,dan pengawas sekolah sebagaimana tercantum
dalam pasal 3 yaitu :
c. Menilai hasil pembelajaran dan pembimbingan
d. Membimbing dan melatih peserta didik
e. Melaksanakn tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan
pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru
f. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi
secara berkelanjutan.
Tugas Pokok Guru sesuai PP NO 17 Tahun 2009 adalah :
13
c. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran,
d. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian;
e. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan;
f. Mengisi daftar nilai siswa;
g. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensisecara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan,teknologi, dan seni;
h. Bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas pertimbangan jenis kelamin,
agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, latar belakang keluarga, dan
status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
i. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik
Guru, serta nilai agama dan etika; dan
j. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
k. Melaksanakan kegiatan bimbingan (pengimbasan pengetahuan) kepada guru
lain dalam kegiatan proses belajar mengajar;
l. Membuat alat pelajaran/alat peraga;
m. Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni;
n. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum;
o. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah;
p. Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung
jawabnya;
r. Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum mulai pelajaran;
s. Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum;
t. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.
Tugas tambahan guru sebagaimana tercantum dalam pasal 6 Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018
yaitu:
14
e. Penilaian Kinerja Guru
Tugas Guru Bimbingan Dan Konseling Sesuai PP NO 17 Tahun 2009 yaitu
membantu peserta didik dalam :
peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan
kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis,
berkeadilan dan bermartabat.
peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti
pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri.
d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik
dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil
keputusan karir.
sebagai berikut:
b. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik
guru, serta nilai-nilai agama dan etika;
c. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif,
dinamis dan dialogis;
pendidikan; dan
e. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan
sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
15
1. Akuntabilitas
Dalam modul Pelatihan Dasar PNS LAN RI, akuntabilitas merupakan sesuatu yang
merujuk kepada kewajiban individu, kelompok atau organisasi untuk memenuhi
tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin
terwujudnya nilai-nilai publik antara lain :
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan.
b. Memilki kemampuan dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan
PNS dalam politik praktis
c. Menciptakan kesamaan persepsi atas setiap informasi atau instruksi yang diperoleh
d. Memperlakukan masyarakat dengan baik dalam pelayanan publik
e. Konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.
Untuk menciptakan suasana yang akuntabel maka diperlukan:
a. Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan
memainkan peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya. Pimpinan
mempromosikan lingkungan yang akuntabel dapat dilakukan dengan memberikan
contoh pada orang lain (lead by example)
b. Transparansi
Adanya keterbukaan atas tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu
ataupun instansi.
c. Integritas
Suatu kewajiban untuk menjunjung tinggi dan mematuhi undang-undang,
kebijakan, kontrak dan semua aturan yang berlaku. Dengan adanya integritas dapat
memberi kepercayaan kepada publik dan/atau stakeholder.
d. Tanggung jawab
Responsibilitas institusi dan responsibilitas perseorangan memberikan kewajiban
bagi setiap individu dan lembaga, bahwa ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan
yang telah dilakukan, karena adanya tuntutan untuk bertanggungjawab atas
keputusan yang telah dibuat.
Keadilan adalah landasan utama dari akuntabilitas. Keadilan harus dipelihara dan
dipromosikan oleh pimpinan pada lingkungan organisasinya.
f. Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini yang
akan melahirkan akuntabilitas. Dengan kata lain, lingkungan akuntabilitas tidak
akan lahir dari hal-hal yang tidak dapat dipercaya.
g. Keseimbangan
h. Kejelasan
mempertahankan akuntabilitas. Agar individu atau kelompok dalam melaksanakan
wewenang dan tanggung jawabnya, mereka harus memiliki gambaran yang jelas
tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.
i. Konsistensi
kredibilitas anggota organisasi.
Aspek Akuntabilitas Responsibilitas
atasan atau pemberi tugas
program selanjutnya
2. Nasionalisme
Modul Pelatihan Dasar CPNS LAN RI menyebutkan bahwa nasionalisme dalam arti
sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak
menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai
beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Keadaan seperti ini sering disebut
18
chauvinisme. Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa
cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia
terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip
nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar
bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan
keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan;
menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga
sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia. Rasa kebangsaan adalah
kesadaran berbangsa, yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan
sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau,
serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini.
Nilai-nilai nasionalisme yang sesuai lima sila dalam Pancasila. Yaitu sebagai berikut :
a. Sila ke – 1
Sila pertama Pancasila menegaskan bahwa Indonesia bukan negara sekuler.
Indonesia adalah negara yang mengakui lebih dari 1 agama yang menjamin
kebebasan dan kemerdekaan masyarakat untuk memeluk agama dan beribadah
sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
b. Sila ke – 2
prinsip kemanusiaan dalam negeri dan luar negeri.
Konsekuensi Kemanusiaan
Ke Luar Berpedoman pada nilai politik luar negeri yang
Bebas Aktif
c. Sila ke – 3
Dari awal berdirinya bangsa Indonesia telah disadari keberagaman yang ada baik
suku, agama, dan ras namun Indonesia bisa terlahir karena dia memiliki satu nyawa,
satu asal akal untuk hidup bersama. ASN sebagai pemersatu bangsa berkewajiban
menjaga persatuan Indonesia.
e. Sila ke – 5
Negara merupakan organisasi masyarakat yang bertujuan menyelenggarakan
keadilan. Pelayanan publik yang diberikan oleh ASN harus sama dirasakan oleh
rakyat dari segaala kalangan sesuai tupoksinya.
3. Etika Publik
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/ buruk, benar/salah yang harus
dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu
pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan.
Definisi tersebut tercantum dalam Modul Pelatihan Dasar CPNS LAN RI.
Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang
standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung
jawab pelayanan publik. Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik
untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara
penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi pribadi, dan kebijaksanaan di dalam
pelayanan publik.
Adapun Kode Etik Profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu
kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang
diharapkan dapat berpegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.
4. Komitmen Mutu
20
Di dalam modul Pelatihan Dasar CPNS RI disebutkan bahwa, komitmen mutu adalah
pelaksanaan pelayanan publik yang berorientasi pada kualitas hasil. Nilai-nilai yang
terdapat pada komitmen mutu antara lain : mengedepankan komitmen terhadap
kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuk hati, untuk menjaga dan
memelihara. Nilai-nilai dasar komitmen mutu adalah efektif, efisien, inovasi dan mutu
penyelenggaraan pemerintahan:
menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja
b. Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan
bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya,
penyalahgunaan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur
c. Inovasi dapat terjadi pada banya aspek, misalnya perubahan produk barang/jasa
yang dihasilkan, proses produksi, nilai-nilai kelembagaan, perubahan cara kerja,
teknologi yang digunakan, layanan system manajemen, serta mindset orang-orang
yang ada di dalam organisasi.
Berikut nilai-nilai dasar orientasi mutu yang harus dilakukan dalam rangka memberikan
pelayanan prima kepada publik sebagai pelaksana kebijakan pemerintah :
a. Layanan publik adalah komitmen bagi kepuasan masyarakat.
b. Perlindungan kepada publik terkait pergeseran kebutuhan,
c. Membangun mindset dan komitmen pegawai terhadap budaya mutu;
d. Meningkatkan mutu proses secara berkelanjutan;
e. Beradaptasi dengan perubahan;
f. Memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelanggan, baik internal maupun eksternal;
g. Membangun kerjasama kolegial antarpegawai yang dilandasi kepercayaan dan
kejujuran;
21
h. Menampilkan kinerja tanpa cacat (zero-defect) dan tanpa pemborosan (zero-
waste), sejak memulai setiap pekerjaan.
5. Anti Korupsi
Dasar hukum perilaku anti korupsi bagi warga negara Indonesia adalah UU No.81 tahun
1981 dan UU No.31 tahun 1999 junto UU No.20 tahun 2001. Tujuan dari pelatihan
dasar tentang anti korupsi bagi CPNS adalah membentuk perilaku CPNS yang jujur dan
amanah dalam menjalankan fungsi jabatannya.
Dampak korupsi tidak hanya sekedar menimbulkan kerugian keuangan Negara namun
dapat menimbulkan kerusakan kehidupan yang tidak hanya bersifat jangka pendek
tetapi dapat pula bersifat jangka panjang.
Nilai-nilai dasar anti korupsi adalah :
a) Jujur
b) Peduli
c) Mandiri
d) Disiplin
e) Tanggungjawab
A. Material benefit, yaitu mendapat keuntungan material yang bukan haknya.
B. Abuse of power, yaitu penyalahgunaan kekuasaan.
C. Betrayal of Trust, yaitu penghianatan terhadap kepercayaan.
B. Peran dan Kedudukan ASN
Ada 3 hal utama yang perlu dipahami dan diimplementasikan seorang PNS
dalam kesehariannya ketika menjalankan tugas negara, yaitu pemahan tentang
22
manajemen ASN, pelayanan publik dan Whole Of Government (WOG). Bahasan
berikut bersumber pada modul pelatihan Dasar CPNS yang disusun tim LAN RI.
1. Manajemen ASN
manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN
yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pegawai ASN
berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang
ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh
dan intervensi semua golongan dan partai politik.
Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN
berfungsi sebagai berikut:
2. Pelayanan Publik
dinyatakan bahwa penyelenggara pelayanan publik adalah lembaga
pemerintah, BUMN atau BUMD, dan korporasi. Pelayanan publik adalah
“Sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh
Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD
dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan
masyarakat”. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan
Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
23
penduduk atas barang, jasa, pelayanan administratif yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik. Berdasarkan definis diatas, dapat
disimpulkan bahwa ada tiga unsur utama terselenggaranya suatu pelanyanan
publik yaitu penyelenggara, penerima layanan dan kepuasaan penerima
layanan.
kemakmuran ekonomi, kohesi sosial, mengurangi kemiskinan, meningkatkan
perlindungan lingkungan, bijak dalam pemanfaatan sumber daya alam,
memperdalam kepercayaan pada pemerintahan dan administrasi publik.
Prinsip layanan publik harus beroirentasi partisipatif, tranparansi, responsif,
tidak diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien, dapat diakses,
akuntabel, dan berkeadilan. Pelayanan publik ini meliputi pelayanan barang
publik dan jasa publik serta pelayanan administratif yaitu pendidikan,
pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat tinggal, komunikasi dan informasi,
lingkungan hidup, kesehatan, jaminan sosial, energi, perbankan, perhubungan,
sumber daya alam, pariwisata.
3. Whole of Government
hal-hal sebagai berikut:
keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna
mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan
24
pelayanan publik. Oleh karenanya Whole of Government juga dikenal sebagai
pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah
kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.
Alasan Whole of Government mulai diterapkan di Indonesia adalah : 1)
adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam mewujudkan
integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta
penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. 2) adanya fenomena
ketimpangan kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi
antar sektor dalam pembangunan. Satu sektor bisa menjadi sangat superior
terhadap sektor lain, atau masing-masing sektor tumbuh namun tidak berjalan
beriringan, melainkan justru kontraproduktif atau “saling membunuh. 3)
keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar
belakang lainnya mendrong adanya potensi disintegrasi bangsa. Pemerintah
sebagai institusi formal berkewajiban untuk mendorong tumbuhnya nilai-nilai
perekat kebangsaan yang akan menjamin bersatunya elemen-elemen
kebangsaan ini dalam satu frame NKRI.
25
maka CPNS diwajibkan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi dalam
menjalankan tugas pokok dan fungsinya pada satuan kerja masing-masing. Dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut terkadang ditemukan isu-isu yang
memerlukan pemecahan masalah. Berdasarkan hasi wawancara dan observasi yang
dilakukan di SMP Negeri 17 Balikpapan Utara maka peserta latsar menemukan
beberapa isu yang dalam pelaksanaannya masih dapat dilakukan perbaikan.
Laporan aktualisasi ini disusun berdasarkan hasil pengamatan dan observasi
yang dilakukan selama mengajar di SMP N 17 Balikpapan Utara ditemukan isu atau
problematika dalam melaksanakan tugas sebagai guru di instansi tempat bekerja. Isu-
isu yang menjadi dasar Laporan aktualisasi ini bersumber dari aspek:
a. Manajemen ASN.
c. Whole Of Government (WoG),
Beberapa isu atau problematika yang ada di SMP Negeri 17 Balikpapan, antara
lain :
1. Rendahnya budaya sopan santun siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan Utara (
Pelayanan Publik)
2. Kurangnya kesadaran tentang kebersihan tolilet siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan
Utara ( Pelayanan Publik)
sikap Bela Negara Siswa SMP Negeri 17 Balikpapan
Berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan Peran Pegawai Negeri Sipil dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat di identifikasi isu-isu sebagai berikut:
Prioritas (Teknik Analisis)
Berdasarkan urain singkat diatas mengenai permasalahan apa saja yang saat ini
aktual terjadi di SMP N 17 Balikpapan dapat diplih isu yang paling krusial dan perlu
dicari pemecahan masalahnya. Metode yang dipakai untuk menentukan isu mana yang
paling fundamental adalah dengan menggunakan USG. Urgency, Seriousness, Growth
(USG) adalah salah satu alat untuk menyusun urutan prioritas isu yang harus
26
diselesaikan. Caranya dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan
perkembangan isu menggunakan skala 1-5. Isu yang memiliki total skor tertinggi
merupakan isu prioritas yang harus segera diselesaikan atau dicari solusinya. Berikut
dipaparkan apa yang dimaksud dengan urgensi, keseriusan dan perkembangan sebuah
isu:
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia
serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang
menyebabkan isu tadi.
b) Seriousness
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul
dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat
yang menimbulkan masalah-masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak
dipecahkan.
Seberapa besar kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang dan menimbulkan
masalah baru. Sebuah isu yang penting jika tidak segera diselesaikan akan membuat
keadaan semakin memburuk.
Analisis skor USG terhadap isu
Keterangan : berdasarkan skala likert 1-5 (5=sangat besar, 4=besar, 3=sedang,
2=kecil, 1=sangat kecil)
Isu Terpilih
1 Rendahnya budaya sopan santun siswa di SMP Negeri 17
Balikpapan Utara ( Pelayanan Publik) 4 4 4 12
2 Kurangnya kesadaran tentang kebersihan tolilet siswa di SMP
Negeri 17 Balikpapan Utara( Pelayanan Publik) 3 4 3 10
3 Tidak adanya ekstra kurikuler Latihan Keterampilan Baris-
Berbaris untuk membina sikap Bela Negara Siswa SMP Negeri
17 Balikpapan
Berdasarkan analisis isu maka terpilihlah isu “Rendahnya budaya sopan santun
siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan Utara”. Isu ini sering terjadi setiap kegiatan belajar
mengajar disekolah, sehingga mendesak untuk diberi solusi. Menurut penulis isu ini
layak diangkat untuk meningkatkan pendidikan karakter siswa khususnya sopan santun.
Hal ini sejalan dengan misi sekolah “Melaksanakan pengembangan proses
pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa”.
Dengan adanya solusi bagi isu tersebut diharapkan dapat membudayakan sopan santun
siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan.
B. Judul Kegiatan
Berdasarkan analisis isu yang telah dilakukan, maka berikut adalah judul
aktualisasi dan kegiatan yang dirancang dalam rangka memecahkan masalah dalam isu
tersebut “Membudayakan Sopan Santun Siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan”
Dari isu yang yang telah terpilih maka selanjutnya penulis menetapkan langkah
langkah kegiatan yang menunjang terlaksananya proses aktualisasi, diantaranya yaitu:
1. Bimbingan Klasikal tentang pemahaman sikap sopan santun melalui media Power
Point dan Video
3. Membuat leaflet tentang sopan santun
4. Membuat papan bimbingan tentang sopan santun
5. Membuat yel-yel tentang sopan santun.
C. Rancangan Aktualisasi
IDENTIFIKASI ISU :
1) Rendahnya budaya sopan santun siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan Utara ( Pelayanan Publik)
2) Kurangnya kesadaran tentang kebersihan tolilet siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan Utara(
Pelayanan Publik)
Negara Siswa SMP Negeri 17 Balikpapan
ISU YANG DI ANGKAT : Rendahnya budaya sopan santun siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan Utara ( Pelayanan Publik)
GAGASAN PEMECAHAN ISU : Membudayakan Sopan Santun Siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan
NO KEGIATAN TAHAPAN
1. Bimbingan
Klasikal tentang
sikap sopan santun melalui media Power
Point dan Video
sopan santun
4. Membuat leaflet sopan santun
5. Membuat yel-yel tentang sopan santun.
37
Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi (ANEKA) yang
dilaksanakan selama masa off campus yaitu mulai dari tanggal 5 Februari 2020 sampai
dengan 17 Maret 2020 (30 hari kerja). Adapun banyaknya kegiatan pelaksanaan
rancangan aktualisasi yang dilakukan di SMP N 17 Balikpapan adalah 5 kegiatan.
Dalam salah satu misi yang terdapat dalam organisasi SMP Negeri 17
Balikpapan terdapat salah satu misi no 2 yaitu melaksanakan pengembangan proses
pembelajaran yang inovatif, dan dapat meningkatkan rasa ingin tahu. Kegiatan yang
telah dilaksanakan ini memberikan salah satu alternatif layanan bimbingan konseling
sehingga siswa dapat memahami dan melaksanakan apaitu sopan santun. Dengan
kegiatan ini, siswa menjadi akan lebih termotivasi untuk memahami sopan santun lebih
dalam. Kegiatan layanan bimbingan konseling mengenai sopan santun juga bisa lebih
menyenangkan karena dikemas dalam bentuk permainan ular tangga, papan
bimbingan, leaflet, yel-yel sopan santun dan juga melalui media video pembelajaran.
Pada akhirnya siswa SMP Negeri 17 Balikpapan akan memiliki sopan santun yang
lebih baik.
Responsive, humanis, profesioanal, dan integritas merupakan nilai – nilai dasar
organisasi yang harus dijadikan acuan dalam bekerja oleh seluruh ASN di lingkungan
Pemerintah Kota Balikpapan. Kegiatan yang telah dilaksanakan merupakan suatu
bentuk respon terhadap kebutuhan siswa SMP Negeri 17 Balikpapan Utara.
A. Kegiatan I
Power Point dan Video
Dalam penyususnan RPLBK ini mengandung nilai (Akuntabilitas) yang
ditunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan yang akan berjalan dapat dilaksanakan
dengan penuh rasa tanggung jawab dan juga beritegritas. Hasil dari kegiatan
penusunan RPLBK ini adalah RPLBK yang saya lampirkan di bagian belakang
laporan ini. Setelah saya menyususn RPLBK maka saya mendiskusikan Rancangan
ini dengan mentor yakni Bapak Taufik Hidayat selaku kepala SMP Negeri 17
Balikpapan. Dalam diskusi ini saya mendapatkan beberapa masukan yaitu
sebaiknya tulisan serta warnya tampilan powor point dibuat yang menarik dan video
pembelajaran cari yang mudah dipahami oleh siswa agar pelaksanaan kegiatan
38
menjadi lebih baik dan materi yang ingin disampaikan bisa tersampaikan. Setelah
mendapatkan masukan, maka saya melakukan beberapa revisi terhadap RPL, power
point dan video tersebut.
Tahapan kegiatan selanjutnya adalah menyususn materi yang akan digunakan
dalam pelayanan. Dalam menyusun materi pelayanan saya dibantu dengan guru BK
lainnya di SMP Negeri 17 Balikpapan yakni Bapak Sugiyana dan Bapak Aji
Setiadien. Selain itu saya juga mencari informasi materi dari media internet. Materi
yang saya peroleh berupa power point yaitu Sopan Santun Dalam Kehidupan. Selain
itu media pelayanan yang saya gunakan juga berupa video tentang sopan santun
hasil MGBK di Balikpapan. Dalam memberikan pelayanan ini, penulis
menunjukkan adanya nilai (Nasionalisme) dalam memberikan pelayanan, yakni
tidak adanya perbedaan dalam memberikan layanan antara siswa satu dengan yang
lainnya.
Setelah tahap persiapan selesai, penulis melakukan layanan bimbingan
klasiskal di kelas 7A pada tanggal 6 Februari 2020 pada jam pelajaran ke – 3.
Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan RPL yang telah dirancang. Ketika
melakukan kegatan I, penulis menunjukkan adanya nilai (Etika Publik) yaitu
memberikan pelayanan dengan tulus tanpa tekanan dan juga professional. Terlihat
dari awal jam pembelajaran dimulai penulis merasa senang dan siap dalam
mempersiapkan bahan ajar yang akan di perlukan ketika akan melakukan bimbingan
klasikal di kelas 7A.
Selain itu terdapat juga nilai (Komitmen Mutu) yaitu berupa pelaksanaan
kegiatan yang baik sesuai dengan RPL yang telah disusun yaitu penulis
menggunakan power point dan video yang telah di rancang sebelunya dan sesuai
dengan rancangan kegiatan bimbingan klasikal.
39
mengambil dokumentasi berupa foto serta video pembelajaran didalam kelas 7A
yang dibantu oleh siswa dalam mengambil foto dan video tersebut. Dalam kegiatan
ini terdapat nilai (Anti Korupsi) berupa pelaksanaan kegiatan tanpa adanya
manipulasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di SMP Negeri 17
Balikpapan.
Adapun dampak jika nilai – nilai ANEKA (Nasionalisme) dalam memberikan
pelayanan tidak diberikan, yakni tidak adanya perbedaan dalam memberikan
layanan antara siswa satu dengan yang lainnya, jika itu terjadi maka pelaksanaan
kegiatan tidak akan mencapai tujuan atau target yang diharapkan. Karena siswa
merasa di beda-bedakan dalam memdapatkan layanan pada akhirnya tujuan untuk
mencapai visi-misi sekolah tidak akan terlaksana, salah satu misi no 2 yaitu
“melaksanakan pengembangan proses pembelajaran yang inovatif, dan dapat
meningkatkan rasa ingin tahu” sehingga pemahaman mereka terhadap sopan santun
dapat tumbuh di dalam diri semua siswa.
Faktor penghambat dari kegiatan I ini adalah jam pembelajaran yang
diberikan terlalu singkat yaitu 1 jam pelajaran sehingga penulis melakukan
negosisasi dengan guru lain guna mendapatkan jam pelajaran tambahan. Faktor
pendukungnya adalah adanya dukungan dari kepala sekolah dan rekan guru yang
lain guna pelaksanaan kegiatan bisa berjalan dengan lancar.
B. Kegiatan II
Membuat dan memainkan ular tangga tentang sopan santun
Kegiatan kedua diawali dengan mendiskusikan ide pembuatan permainan
ular tangga dengan rekan sesama guru BK yang didalamnya terdapat kotak - kotak
berisi tentang karaktristik yang berhubungan dengan sopan santun di dalam
kehidupan.
40
Setelah mendiskusikan dengan rekan sesama guru BK maka saya
mendiskusikan dengan mentor yaitu bapak Taufik Hidayat mengenai permainan
ular tangga yang akan dibuat dalam melaksanakan kegiatan layanan permainan. Dari
hasil diskusi ini saya mendapatkan beberapa masukan diantaranya yaitu sebaiknya
permainan ular tangga di buat yang agak besar, berisi tentang karakter sopan santun,
game, lagu-lagu nasional serta kebersihan lingkungan guna pelaksanaan kegiatan
layanan menggunakan permainan ular tangga mudah dimainkan dan dipahami oleh
siswa. Setelah mendapatkan masukan maka saya melakukan beberapa revisi
terhadap Layanan permaian ular tangga tersebut.
Tahap kegiatan selanjutnya adalah penulis membuat desain ular tangga
sopan santun dibantu oleh teman sejawat sesama guru di SMP N 17 Balikappan
yaitu oleh ibu Rosalina. Selanjutnya penulis mencetak sepanduk layanan permainan
ular tangga sopan santun disebuat percetakan Afriandri Jaya Grafika yang ada di
kota Balikpapan dengan uang pribadi (Anti Korupsi). Dalam kegiatan ini nilai
(Komitmen Mutu) yaitu penulis bisa memanfaatkan waktu dengan baik dalam
menggunakan jam pelajaran (tidak menunda-nunda waktu)
Foto 2.2
Setelah sepanduk papan bimbingan selesai di cetak kemudian penulis
memulai pemberian layanan bimbingan menggunakan permainan ular tangga sopan
santun pada kelas VII D tanggal 10 Februari 2020 ketika jam pelajaran ke-3.
Foto 2.4
Di dalam kegiatan permainan permainan ular tangga ini terdapat nilai
(Akuntabilitas) yaitu penulis menjelaskan aturan yang ada didalam permainan ular
tangga dan cara memainkan permainan ular tangga dengan baik (kejelasan) agar
permainan mudah dipahami oleh siswa.
Setelah aturan dan cara memainkan permainan ular tangga sopan santun
dijelaskan kepada siswa maka penulis membagi 4 kelompak dalam 1 permainan
tersebut yakni per kelompoak terdiri dari 8 siswa (Nasionalisme) yaitu siswa dapat
berkumpul bersama antara satu dengan lainnya dalam mengikuti permainan ular
tangga (persatuan).
Didalam kegiatan permainan ular tangga sopan santun terdapat pula nilai
(Etika Publik) yaitu penulis selalu mengingatkan setiap siswa agar selalu aktif di
42
santun tersebut melalui kelompok yang sudah dibagikan (peduli),
serta terdapat nilai (Anti Korupsi) yaitu penulis menjadi juri dalam
permainan ular tangga sopan santun agar setiap siswa mendapatkan merasakan rasa
adil. (adil) dan tidak ada yang merasa dirugikan.
Adapun dampak jika nilai – nilai ANEKA tidak diaktualisasikan dalam
kegiatan II yaitu nilai Anti Korupsi dengan bersikap adil di dalam permainan ular
tangga ini maka akan memunculkan kecemburuan antar siswa dan berdampak pada
hasil kegiatan yang kurang maksimal.
Faktor penghambat dari kegiatan II ini adalah masih ada siswa yang kurang
paham mengenai cara memainkan dan aturan yang ada didalam permainan ular
tangga sopan santun tersebut. Faktor pendukungnya adalah antusias siswa dengan
permainan membuat proses pelayanan menjadi menyenangkan.
C. Kegiatan III
Kegiatan ketiga diawali dengan mengajukan ide pembuatan papan bimbingan
yang berisikan karaktristik sopan santun dengan teman sesama guru BK SMP N 17
Balikpapan yaitu bapak Sugiana dan Bapak Aji Setiadien di rung bimbingan
konseling.
Kemudian penulis melakukan konsultasi dengan mentor yaitu bapak Taufik
Hidayat mengenai papan bimbingan sopan santun yang akan dibuat serta meminta
izin untuk memasang papan bimbingan tersebut di papan informasi dan lorong
samping gerbang sekolah yang setiap hari dilalui oleh siswa sehinga siswa dapat
memlihat dan membaca apa isi papan bimbingan tersebut. Dari hasil konsultasi
tersebut terdapat beberapa masukan yakni diantaranya sebaiknya papan bimbingan
dipasang di tempat yang sering dilalui oleh siswa, setiap kelas di tugaskan membuat
pepan bimbingan bertemakan sopan santun agar mereka lebih menjiwai dan sesuai
dengan keinginan siswa, diusahakan menggunakan Bahasa dan kalimat yang mudah
43
dipahami oleh siswa. Itulah beberapa hal yang berikan oleh bapak Taufik Hidayat
selaku mentor dan beliau mendukung dengan penuh semua kegiatan.
Foto 3.2
direvisi oleh penulis, maka kegiatan selanjutnya penulis membuat papan bimbingan
sopan santun (Akuntabilitas) yaitu penulis mendesain papan bimbingan dengan
kreatif agar pesan yang mudah dipahami oleh siswa-siswi (kejelasan informasi).
Namun, ada beberapa papan bimbingan yang dibuat oleh siswa-siswi kelas VII SMP
N 17 Balikpapan sebagai tugas agar mereka mengerti cara membuat papan
bimbingan yang kreatif mengenai sopan santun.
Dalam membuat papan bimbingan, penulis tidak lupa mengoreksi hasil
papan bimbingannya (Etika Publik) yaitu penulis memperhatikan dengan cermat
kata-kata maupun gambar yang terdapat didalam papan bimbingan sopan santun
(cermat).
Pembuatan papan bimbingan oleh penulis dan siswa yang kreatif
(Komitmen Mutu) Memanfaatkan bahan-bahan yang ada dalam pembuat papan
bimbingan (berfikir kreatif) sehingga bisa menghemat dan ramah lingkungan karena
menggunakan kertas bekas yang masih bisa dimanfaatkan.
44
Setelah kegiatan selesai, penulis memasang papan bimbingan sopan santun
baik yang dibuat peleh penulis dan yang dibuat oleh siswa-siswi itu di papan
informasi dan lorong samping gerbang sekolah SMP N 17 Balikpapan.
(Nasionalisme) yaitu dalam pemasangan papan bimbingan sopan santun dilakukan
bersama-sama teman sejawat dan siswa-siswi (kerjasama).
Didalam kegiatan papan bimbingan sopan santun terdapat nilai (Anti
Korupsi) yaitu penulism membuat papan bimbingan sopan santun yang simple dan
mudah dibaca dengan memanfaatkan bahan yang ada (sederhana).
Foto 3.4
Adapun dampak jika nilai – nilai ANEKA tidak diaktualisasikan dalam
kegiatan III yaitu nilai Akuntabilitas dengan mendesain papan bimbingan dengan
kreatif agar pesan yang mudah dipahami oleh siswa-siswi (kejelasan informasi) jika
dalam penulisan ada kata atau kaliamat yang kurang dipahami siswa maka
siswa/siswa akan kesulitan untuk memahami pesan yang akan disampaikan dan
berdampak pada hasil kegiatan yang tidak maksimal.
Faktor penghambat dari kegiatan III ini adalah masih kurang maksimalnya
titik lokasi papan informasi tempat menempelkannya papan bimbingan yang
bertemakan sopan santun tersebutada. Faktor pendukungnya adalah antusias
siswa dalam melihat dan mambaca setiap papan bimbingan yang bertemakan sopan
santun tersebut.
Kegiatan ke empat diawali dengan membuat konsep pembuata leaflet yang
bertemakan tentan sopan santun dengan teman sejawat yaitu dengan ibu Ammania
45
leaflet yang akan dibuat (terdapat nilai kerjasama)
Mengutip materi dari internet (Akuntabilitas) yaitu dalam pembuatan
leaflet, penulis mencari konsep leaflet yang bertemakan sopan santun dari internet
menggunakan laptop (terdapat nilai Kejujuran) di buktikan dengan memberikan
alamat sumber didalam leaflet tersebut.
Foto 4.1
Kemudian penulis berkonsultasi kepada kepala sekolah yaitu bapak Taufik
Hidayat selaku mentor mengenai leaflet bertemakan sopan santun yang akan dibuat
untuk kegiatan aktualisasi. Dari hasil konsultasi tersebut bapak Taufik Hidayat
selaku mentor sangat mendukung sekali kegiatan yang di lakukan oleh penulis
karena sangat bertepatan dengan visi sekolah yaitu “Berahlak Mulia, Berprestasi
dan Berwawasan Lingkungan” dan juga ada sedikit masukan dari mentor mengenai
leaflet yang akan dibuat yakni siswa diajarkan cara membuat leaflet dan cari kalimat
atau kata-kata yang mudah dipahami oleh siswa.
Foto 4.2
masukan dari mentor tersebut. (Etika Publik) yaitu dalam pembuatan leaflet,
penulis selalu memperhatikan dengan cermat setiap kata-kata maupun gambar yang
terdapat di dalam leaflet yang bertemakan sopan santun (terdapat nilai tanggung
jawab).
46
Setelah mendapatkan masukan dari mentor penulis membuat leaflet yang
menarik bertemakan sopan santun tersebut di ruang bk (Komitmen) Mutu yaitu
dalam pembuatan leaflet, penulis membuat materi isi leaflet yang bertemakan sopan
santun yang menarik sehingga mempermudah siswa-siswi dalam memahami isi
materi leaflet sopan santun tersebut ( terdapat nilai efektif).
Foto 4.3
Setelah membuat leaflet sopan santun yang bertemakan sopan santun
tersebut maka selanjutnya penulis membagikan leaflet tersebut kepada siswa-siswi
SMP N 17 Balikpapan. (Anti Korupsi) yaitu dalam pembuatan leaflet penulis
menggunakan biaya sendiri (terdapat nilai mandiri). Penulis juga menugaskan
beberapa siswa untuk membuat leaflet dengan memberikan intruksi sehingga siswa-
siswi bisa mandiri dan kreatif dalam membuat leaflet sesuai dengan keinginannya,
namun tetap mengikuti setiap aturan yang ada di dalam sekolah yang bertemakan
sopan santun dalam kehidupan.
47
Adapun dampak jika nilai – nilai ANEKA tidak diaktualisasikan dalam
kegiatan IV yaitu nilai Etika Publik penulis selalu memperhatikan dengan cermat
setiap kata-kata maupun gambar yang terdapat didalam leaflet yang bertemakan
sopan santun (terdapat nilai tanggung jawab) agar dalam pembuatan leaflet tersebut
tidak menggunakan kata-kata yang kurang baik maupun yang berkaitan dengan
unsur SARA, jika itu terjadi maka akan mengganggu tujuan kegiatan tersebut dan
berdampak pada hasil kegiatan yang tidak maksimal.
Faktor penghambat dari kegiatan IV ini adalah masih ada sebagian siswa
yang kurang tertarik untuk membaca leaflet tersebut dan jumlah leaflet terbatas
sehingga setiap siswa harus bergantian jika ingin membaca leaflet yang bertemakan
sopan santun tersebut. Faktor pendukungnya adalah antusias siswa dalam
membuat sendiri leaflet yang bertemakan sopan santun tersebut sehingga mereka
bisa membuat sesuai dengan kereatifitasnya masing-masing.
E. Kegiatan V
Kegiatan ke lima diawali dengan pengajuan ide pembuatan yel-yel yang
bertemakan sopan santun kepada teman sesama buru BK SMP N 17 Balikapapan
yaitu dengan bapak Aji Stiadien dan bapan Sugiana selaku guru BK (Komitmen)
Mutu yaitu Penulis membuat yel-yel sopan santun yang inovatif dan sesuai dengan
perkembangan siswa-siswi (inovatif).
Kemudian penulis berkonsultasi dengan kepala sekolah yaitu bapak Taufik
Hidayat selaku mentor tentang pembuatan Yel-Yel sopan santun yang akan dibuat.
Dari hasil konsultasi tersebut bapak Taufik Hidayat selaku mentor sangat
mendukung sekali tentang Yel-yel sopan santun tersebut yang di lakukan oleh
48
penulis karena sangat bertepatan dengan misi sekolah yaitu Misi sekolah No 2
yaitu “Melaksanakan pengembangan proses pembelajaran yang inovatif,
kreatif, dan dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa.” dan juga ada sedikit
masukan dari mentor mengenai Yel-yel yang akan dibuat.
Foto 5.2
Selanjutnya penulis mencetak yel-yel sopan santun lalu mengajari siswa-
siswi untuk menghafalkan yel-yel sopan santun tersebut (Etika Publik) yaitu
penulis mendampingi siswa dalam menghafalkan yel-yel sopan santun (tanggung
jawab), serta dalam setiap nilai.
Setelah beberapa hari siswa-siswi sudah banyak yang hafal yel-yel sopan
santun maka setiap pagi sebelum pelajaran dimulai penulis dan siswa-siswi
menyempatkan untuk menyanyikan yel-yel sopan santun tersebut (Naionalisme)
yaitu penulis menyanyikan yel-yel sopan santun bersama-sama dengan siswa-siswi
dengan penuh semangat (persatuan).
Foto 5.3
Mendampingi siswa
Tidak hanya itu, disetiap kegiatan sekolah seperti Jum’at Imtaq, Sehat,
Bersih dan Kreasi penulis dan siswa-siswi juga menyempatkan untuk menyanyikan
yel-yel sopan santun itu (Akuntabilitas) yaitu penulis memimpin siswa dalam
menyanyikan yel-yel sopan santun (kepemimpinan).
49
Yel-yel sopan santun di awal pembelajaran dan kegiatan Jum’at
Jika tidak ada halangan setiap pagi penulis dan siswa selalu menyanyikan
yel-yel sopan santun tersebut Anti Korupsi yaitu penulis dan siswa menyanyikan
yel-yel sopan santun sebelum pelajaran dimulai sehingga tidak mengganggu
kegiatan belajar mengajar (disiplin).
kegiatan V yaitu nilai Etika Publik penulis mendampingi siswa dalam
menghafalkan yel-yel sopan santun (nilai tanggung jawab) agar dalam menghafal
yel-yel sopan santun tersebut siswa-siswi tidak ada yang bercanda dan bergurau
sehingga akan menggagu konsentrasi siswa-siswi dalam menghafalkan yel-yel
sopan santun tersebut, jika itu terjadi maka akan mengganggu tujuan kegiatan
tersebut dan berdampak pada hasil kegiatan yang tidak maksimal.
Faktor penghambat dari kegiatan V ini adalah masih ada sebagian siswa
yang belum hafal yel-yel sopan santun tersebut sehingga sebagian siswa-siswi ada
yang merasa terganggu dengan temannya ketika menyanyikan yel-yel sopan santun
tersebut dan terlihat belum kompak. Faktor pendukungnya adalah antusias siswa-
siswi dan juga mentor dalam menyanyikan yel-yel sopan santun.
F. Kontribusi Terhadap visi/misi/tujuan dan nilai-nilai organisasi
Kontribusi terhadap visi/misi/tujuan dan nilai-nilai organisasi Kegiatan
yang dilakukan penulis ini menunjukkan nilai Responsive dengan isu yang ada
penulis memberi layanan bimbingan konseling mengenai sopan santun dan Misi No.
2 yaitu Melaksanakan pengembangan proses pembelajaran yang inovatif, kreatif,
dan dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa. Melalui beberapa kegiatan antara
lain : “Bimbingan Klasikal tentang pemahaman sikap sopan santun melalui media
Power Point dan Video, Membuat dan memainkan ular tangga tentang sopan santun,
Membuat leaflet tentang sopan santun, Membuat papan bimbingan tentang sopan
santun, dan Membuat yel-yel tentang sopan santun”.
Berdasarkan uraian kegiatan yang telah dilakukan oleh penulis selama masa
habituasi dapat dikatakan bahwa kegiatan dalam rangka “Membudayakan Sopan
Santun Siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan” telah berkontribusi terhadap visi
50
SMP N 17 Balikpapan yaitu “Berakhlak mulia, berprestasi, dan berbudaya
lingkungan”. Kegiatan – kegiatan ini juga berkontribusi terhadap misi SMP N 17
Balikpapan No.2 yaitu “Melaksanakan pengembangan proses pembelajaran
yang inovatif, kreatif, dan dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa terutama
dalam mata pelajaran bimbingan konseling terhadap krakter sopan santun yang ada
pada diri siswa-siswi SMP N 17 Balikpapan.
51
A. Kesimpulan
Penulis sebagai ASN yang menduduki jabatan Guru Bimbingan dan Konseling Ahli
Pertama di SMP N 17 Balikpapan telah melakukan pengamatan di tempat kerja tentang
“Rendahnya budaya sopan santun siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan”. Menurut penulis
isu ini layak diangkat untuk meningkatkan pendidikan karakter siswa khususnya sopan santun.
Hal ini sejalan dengan misi sekolah “Melaksanakan pengembangan proses pembelajaran
yang inovatif, kreatif, dan dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa”. Dengan adanya
solusi bagi isu tersebut diharapkan dapat membudayakan sopan santun siswa di SMP Negeri
17 Balikpapan. Guna mengatasi issu tersebut, maka penulis melaksanakan kegiatan habituasi
guna Membudayakan Sopan Santun Siswa di SMP Negeri 17 Balikpapan melalui 5
kegiatan yang dilaksanakan di masa habituasi yaitu semenjak tanggal 5 Februari 2020 sampai
dengan 17 Maret 2020 di instansi masing – masing.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah:
1. Bimbingan Klasikal tentang pemahaman sikap sopan santun melalui media Power Point
dan Video
3. Membuat leaflet tentang sopan santun
4. Membuat papan bimbingan tentang sopan santun
5. Membuat yel-yel tentang sopan santun.
Pelaksanaan kegiatan–kegiatan di atas merupakan penerapan nilai – nilai dasar ANEKA
( Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi ) yang telah
diperoleh selama kegiatan LATSAR di PUSLATBANG KDOD LAN Samarinda di tempat
penulis mengabdi yakni di SMP N 17 Balikpapan. Dengan penerapan kegiatan-kegiatan itu
siswa-siswi mampu membudayakan Sopan Santun khususnya di SMP Negeri 17 Balikpapan
dan di lingkungan Balikpapan pada umumnya. Serta dalam memberikan layanan bimbingan
konseling melalui kegiatan-kegiatan Aktualisasi dapat memberikan kontribusi nyata untuk
mengoptimalkan kreativitas guru dalam penerapan media pembelajaran Bimbingan
Konseling.
52
B. Saran
1. Pelaksanaan aktualisasi perlu waktu yang lebih lama karena peningkatan tidak akan mudah
diamati hanya dengan waktu yang singkat.
2. Sangat diperlukannya kolaborasi dan komunikasi lebih antara kepala sekolah, guru BK,
guru mata pelajaran dan orangtua dalam rangka memantau peningkatan sopan santun
siswa.
3. Tugas dan tanggungjawab sebagai seorang guru bimbingan dan konseling harus
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya terutama dalam melayani siswa.
4. Guru harus mampu menjadi teladan yang baik bagi siswanya dalam hal kedisiplinan,
kejujuran, kepedulian, dan penanaman nilai-nilai karakter pada siswa.
5. Memberikan hadiah bagi siapa saja yang mampu mengaplikasikan karater dikehidupan
sehari-hari, baik disekolah maupun diluar sekolah.
53
Taufik Hidayat, S.Pd
Pria kelahiran Balikpapan 49 tahun silam mengawali karir sebagai ASN pada tahun 1998 sebagai
guru PKN di SMP N 17 Balikpapan. Beliau adalah sosok ASN yang disiplin dalam bekerja. Hal
ini terlihat dari kedatangan beliau di pagi hari saat sebagian besar guru dan karyawan belum
datang. Berusaha selalu bermanfaat untuk sesama manusia merupakan motto hidupnya dalam
memberikan pelayanan sebagai ASN. Sikap disiplin dan ikhlas dalam menjalankan tugas telah
mampu menjadikan beliau sebagai ASN berprestasi dimana saat 8 tahun menjadi ASN beliau telah
berhasil menduduki posisi sebagai kepala sekolah di SMP N 21 Balikpapan di tahun 2006.
Kemudian di tahun 2017 beliau menjadi kepala sekolah SMP N 4 Balikpapan,. Dan di tahun 2018
beliau menjabat sebagai kepal sekolah SMP N 17 Balikpapan hingga saat ini.
Selama saya mengajar di SMP N 17 Balikpapan beliau telah mampu menjadi suri tauladan bagi
saya selaku CPNS untuk selalu disiplin, bekerja keras, dan ikhlas. Sikap ramahnya juga selalu
ditunjukkan dengan setiap hari menyalami siswa dan membudayakan 5S di sekolah. Salah satu
yang menonjol dari beliau adalah upaya beliau dalam mewujudkan sekolah yang berkarakter
sesuai dengan amanat undang – undang. Mewujudkan dan membiasakan siswa guna mendapatkan
karakter – karakter yang elok di masa depan.
54
Sosok yang suka bekerja keras ini menjadi panutan bagi sebagian besar guru di SMP N 17
Balikpapan. Totalitas dalam menjalankan tugas selalu beliau contohkan dengan pulang sekolah
setelah mengecek kondisi sekolah hampir di setiap hari. Upaya yang beliau lakukan guna
memajukan SMP N 17 Balikpapan sangatlah banyak. Menegakkan disiplin pada siswa dan guru
merupakan salah satu upaya yang beliau maksimalkan guna meningkatkan pendidikan karakter
siswa dan sekolah.
Selain itu, beliau adalah sosok yang kreatif dalam memimpin organisasi. Salah satunya adalah
dengan mengadakan pemilihan ketua OSIS yang dilakukan secara online sehingga memudahkan
dalam perhitungan suara dan juga salah satu pemanfaatan teknologi saat ini. Hal ini mengajarkan
pada siswa bahwa teknologi dapat berguna tidak hanya berkaitan dengan bermain game.
55
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan III Aktualisasi
Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan III :
Akuntabilitas. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan III :
Nasionalisme. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan III : Etika
Publik. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan III : Komitmen
Mutu. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Diklat Prajabatan CPNS Golongan III : Anti
Korupsi. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Pelayanan Publik.
Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Manajemen Aparatur
Sipil Negara. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Komitmen Mutu.
Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. (2015). Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Whole of Goverment.
Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Dasar Calon PNS Habituasi
PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN DINAS PENDIDIKAN, DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 17 BALIKPAPAN Alamat: Jl. Soekarno Hatta Km. 16, RT. 037 No. 120, Kel. Karang Joang kec. Balikpapan
Utara.
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020
A Komponen Layanan Layanan Dasar
B Bidang Layanan Sosial
D Fungsi Layanan Pemahaman
mengembangkan cara bertingkah laku sosial dalam
kehidupan di luar kelompok sebaya
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik dapat memahami arti perilaku sopan santun
2. Peserta didik dapat mengetahui contoh perilaku sopan santun
3. Peserta didik dapat memahami manfaat sopan santun
G Sasaran Layanan Kelas VIIIA
H Materi Layanan 1. Pengertian sopan santun 2. Contoh perilaku sopan santun 3. Manfaat perilaku sopan santun
I Waktu 1 Kali Pertemuan x 40 Menit
J Sumber Anisya Karimah. 2020 (onlie)
http://anisyadella.blogspot.com/2016/11/sopan-santun-
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat 1. LCD 2. Laptop 3. Power Point Perilaku sopan santun dalam kehidupan
(terlampir) 4. Video (terlampir) 5. Kertas HVS
M Pelaksanaan
a. Pernyataan Tujuan
1. Guru BK membuka dengan salam dan berdoa 2. Guru BK mengecek kehadiran siswa dan menanyakan
kabar, pelajaran sebelumnya 3. Ice breaking: game…. 4. Guru BK mengajak peserta didik untuk memahami
tentang tujuan khusus yang akan dicapai.
b. Penjelasan langkah- langkah kegiatan
1. Menjelaskan kepada peserta didik untuk mengikuti kegiatan layanan tentang sikap sopan santun dalam kehidupan dengan baik .
2. Kontrak layanan (kesepakatan layanan), hari ini kita akan melakukan kegiatan selama 1 jam pelayanan, kita sepakat akan melakukan dengan baik.
c. Mengarahkan kegiatan (konsolidasi)
santun dalam kehidupan
2. Tahap peralihan
yaitu bertanya “apakah siswa sudah siap untuk memulai
materi hari ini?”
3. Tahap Inti
a. Kegiatan peserta didik
1. Peserta didik mengamati tayangan slide ppt tentang sikap sopan santun
2. Peserta didik melakukan curah pendapat 3. Peserta didik mengamati video tentang sikap sopan
santun dalam kehidupan 4. Peserta didik menuliskan makna tentang tayangan
video dan mempresentasikan
b. Kegiatan Guru BK/Konselor
1. Guru BK menayangkan media slide power point tentang sikap sopan santun dalam
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk curah pendapat
3. Guru BK menanyangkan video tentang sikap sopan santun dalam kehidupan
4. Guru BK mengarahkan peserta didik untuk menulis makna yang terkandung dalam video
5. Guru BK mengevaluasi hasil diskusi peserta didik 6. Guru BK membuat catatan-catatan observasi selama
proses layanan
4. Tahap Penutup
1. Guru BK bersama dengan peserta didik bagaimana cara kerja otak kanan dan otak kiri
2. Guru BK memberi penguatan Guru BK menyampaikan kepada peserta didik bahwa
sikap sopan santun harus dibiasakan mulai dari kecil,
karena sikap sopan santun merupakan unsur penting
dalam kehidupan bersosialisasi sehari-hari.
60
selalu bersikap sopan santun dimanapun berada. 4. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan mengajak
peserta didik bersyukur/berdoa dan mengakhiri dengan salam
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di kertas yang sudah disiapkan.
2. Mengamati sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Mengamati cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau bertanya
4. Mengamati cara peserta didik dalam memberikan penjelasan terhadap pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi dengan instrumen yang sudah disiapkan, antara
lain :
1. Pemahaman peserta didik terhadap materi layanan 2. Urgensi materi yang dibahas/disampaikan 3. Keyakinan dan kebermanfaatan materi layanan
LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Uraian materi 3. Lembar Observasi 2. Penilaian diri 4. Jurnal Guru
Balikpapan, 11 Februari 2020
Mengetahui, Kepala Sekolah Guru BK/Konselor
Taufik hidayat, S.Pd. Hednri Prastiyo, S.Pd. NIP. 19710107 199802 1 005 NIP. 19920202 201903 1 009
61
Lampiran 1. Uraian Materi PENGERTIAN SOPAN SANTUN
Sopan santun adalah suatu sikap atau tingkah laku yang ramah terhadap orang
lain, terhadap apa yang ia lihat, ia rasakan, dan dalam situasi, kondisi apapun. Pada dasarnya kita harus sopan dimana saja kapan saja dan dalam kondisi apapun. Sopan santun harus dilakukan dimana saja, seperti di rumah, di sekolah, di lingkungan masyarakat. Intinya sopan santun harus dilakukan di tempat dimana adanya interaksi antar individu.
Contoh sopan santun Adapun contoh sikap sopan santun dalam kehidupan sehari-hari : Di rumah :
1. Tidak berbicara keras atau kasar kepada orang tua atau orang yang usianya lebih tua daripada kita, seperti kakak, nenek, kakek dan lain-lain.
2. Tidak memerintah orang tua untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan. 3. Tidak membantah perintah orang tua. 4. Mendengarkan bila orang tua sedang berbicara dengan kita 5. Meminta izin dan mengucapkan salam ketika ingin pergi
Di sekolah :
1. Menghormati orang yang lebih tua, 2. Menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan, 3. Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan sombong, 4. Tidak meludah di sembarang tempat, Tidak menyela pembicaraan. 5. Menghormati ibu bapak guru 6. Tidak mengejek sesama teman 7. Tidak mengobrol ketika guru sedang menerangkan 8. Membantu teman yang sedang kesulitan 9. Mematuhi dan melaksanakan perintah yang diberikan guru 10. Menyapa dan memberi salam saat bertemu guru
tua daripada kita. 2. Menghargai pendapat orang lain. 3. Tidak memaksakan kehendak sendiri. 4. Tidak melakukan sesuatu yang melanggar norma-norma, seperti menyakiti
ataupun menghina orang lain. 5. Ikut serta dalam kegiatan gotong royong. 6. Menjaga kebersihan lingkungan.
Manfaat sopan santun Manfaat sopan santun bagi diri sendiri:
1. Dapat dihargai, dihormati dan di senangi banyak orang 2. Mendapat kepercayaan dari orang lain 3. Di mata orang lain akan dipandang sebagai orang yang mempunyai perilaku baik 4. Dapat memupuk rasa persaudaraan, pertemanan dan persahabatan 5. Menjaga hubungan baik dan harmonis dengan orang yang ada di sekitar kita 6. Dapat menghindari perselisihan dan pertentangan dengan orang lain
Manfaat sopan santun bagi orang lain: 1. Akan merasa dihargai dan dihormati oleh orang lain 2. Dapat membina dan menjaga hubungan baik 3. Memupuk rasa persaudaraan dan persahabatan 4. Dapat menjadi contoh pembelajaran yang baik 5. Orang lain akan merasa nyaman dekat dengan kita
Kesimpulan Kita harus membiasakan sikap sopan santun mulai dari kecil, karena sikap sopan santun merupakan unsur penting dalam kehidupan bersosialisasi sehari-hari. Kegiatan ice breaking : Menyebutkan angka 1 s/d 33 namun disetiap angka 7 dan kelipatan 7 di gantikan dengan BOOM. . .dengan tempo yang cepat. . .di lakukan oleh seluruh peserta didik.
Identitas : NamaPesertaDidik : Kelas : Petunjuk: Beri tanda centang () pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda
NO PERNYATAAN SKOR
bimbingan klasikal dengan materi “Sikap sopan
santun dalam kehidupan”
layanan bimbingan klasikal dengan materi “Sikap
sopan santun dalam kehidupan”
bimbingan klasikal dengan materi “Sikap sopan
santun dalam kehidupan”
proses layanan bimbingan klasikal dengan materi
“Sikap sopan santun dalam kehidupan”
5 Peserta didik saling mengeluarkan pendapat dalam
proses layanan bimbingan klasikal dengan materi
“Sikap sopan santun dalam kehidupan”
6 Peserta didik berargumentasi mempertahankan
pendapat masing-masing dalam mengikuti layanan
bimbingan klasikal dengan materi “Sikap sopan
santun dalam kehidupan”
menyenangkan
alokasi waktu
Total skor
Skor 4 : Sangat baik Skor 2 : Cukup Baik Skor 3 : Baik Skor 1 : Kurang Baik Keterangan:
1. Skor minimal yang dicapai adalah 1x8 = 8, dan skor tertinggi adalah 4x8= 32 2. Kategori hasil
Kategori hasil:
a. Sangat Baik = 28-32 c. Cukup = 22-26 b. Baik = 23-27 d. Kurang = … 21
64
SOPAN SANTUN DALAM KEHIDUPAN
1. Tulislah identitas peserta didik yang diamati 2. Tulislah tanggal pengamatan 3. Tulislah aspek sikap yang diamati oleh guru 4. Ceritakan kejadian-kejadian yang dialami oleg peserta didik baik yang
merupakan kekuatan peserta didik maupun kelemahan peserta didik sesuai dengan pengamatan guru terkair dengan kompetensi inti
5. Tulislah dengan segera kejadian yang diamati 6. Tulislah setiap kejadian peranak pada kartu yang berbeda 7. Simpanlah kartu tersebut didalam folder masing-masing peserta didik
JURNAL
A. Petunjuk Pengisian
Bacalah dengan cermat setiap pernyataaan tersebut. Kemudian berikan jawaban dengan cara meberi centang(v) pada pilihan jawaban YA atau TIDAK Lembar Penilaian Diri : Nama : Nomor Urut :
No Pernyataan Pilihan
1 Saya mampu bertingkah laku yang baik terhadap orang lain
2 Saya berbicara sopan kepada orang lain
3 Saya mendengarkan orang ketika sedang berbicara
4 Saya meminta izin orang tua dan mengucapkan salam
ketika ingin pergi
guru
guru
9 Saya mampu menghargai pendapat orang lain
10 Saya bersikap sopan santun supaya dapat menjaga
hubungan baik dan harmonis dengan orang yang ada di
sekitar kita
12 Saya merasa dihargai dan dihormati oleh orang lain jika
bersikap sopan santun
persaudaraan dan persahabatan
ANGKET EVALUASI HASIL LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL SOPAN SANTUN DALAM KEHIDUPAN
No. PERNYATAAN SKOR
materi yang disampaikan
dari materi yang disampaikan
materi yang disampaikan
sesuai dengan materi yang disampaikan.
5 Saya dapat mengembangkan perilaku yang lebih positif
setelah mendapatkan materi yang disampaikan
6 Saya dapat mengubah perilaku sehingga kehidupan saya
menjadi lebih teratur dan bermakna
Total Skor = ….
Keterangan: 1. Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 6=6, dan skor tertinggi adalah 4
x 6=24 2. Kategori hasil:
a. Sangat baik = 21 – 24 b. Baik = 17 – 20 c. Cukup = 13 – 16 d. Kurang = … - 12
67
PEMERINTAH KOTA BALIKPAPAN DINAS PENDIDIKAN, DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 17 BALIKPAPAN Alamat: Jl. Soekarno Hatta Km. 16, RT. 037 No. 120, Kel. Karang Joang kec.
Balikpapan Utara.
Balikpapan - KALTIM
2. Bidang layanan Sosial
4. Tujuan layanan Pemahaman
5. Kelas/ Semester VIIA/2
6. Hari/ Tanggal Rabu/ 12 Februari 2020
7. Durasi pertemuan 1 x 45 menit
8. Materi 1. Pengertian sopan santun 2. Contoh perilaku sopan santun 3. Manfaat perilaku sopan santun
9. Hasil dan Tindak
Balikpapan, 11 Februari 2020 Mengetahui Guru BK/Konselor Kepala Sekolah
Taufik Hidayat, S.Pd. Hendri Prastiyo, S.Pd NIP. 19710107 199802 1 005 NIP. 19910202 201903 1 009
68