Modul Akuntansi SAK ETAP BPR

  • View
    2.192

  • Download
    35

Embed Size (px)

Text of Modul Akuntansi SAK ETAP BPR

Dipresentasikan Oleh:

Pelatihan SAK ETAP bagi BPR Hotel Lingga Bandung, 6-7 Agustus 201014/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 1

AKUNTANSI Sistem Informasi Keuangan Bahasa Bisnis (The Lenguage of (The Business) Business) Perencanaan (Plan) (Plan) Pengendalian (Control) (Control)14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 2

Pihak yang Membutuhkan Laporan Keuangan (Akuntansi) Pemilik Modal Membutuhkan informasi akuntansi untuk melihat apakah modal yang ditanam pada perusahan tersebut dapat menghasilkan laba, tidak diselewengkan. Pengelola Usaha Membutuhkan informasi akuntansi untuk melihat kinerja dari usahanya dan untuk mempertanggungjawabkan kepada pemilik modal.

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

3

Pihak yang membutuhkan Pihak Kreditur Membutuhkan informasi akuntansi untuk mengetahui perkembangan perusahaan guna menilai sejauh mana kemampuan perusahaan untuk dapat mengembalikan pinjamannya. Pemerintah (Ditjen Pajak) Membutuhkan informasi akuntansi sebagai dasar untuk menghitung kewajiban pajak perusahaan dan untuk Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 4 mengatur kebijakan perpajakan.

14/10/2010

Pihak yang membutuhkan

Karyawan/ Pegawai ingin memperoleh informasi tentang keman-tapan dan profitabilitas perusahaan yang semuanya akan berkait dengan kesejah-teraan pegawai. Dan lain-lain lainPengamat Ekonomi dan Keuangan, Badan Pusat Statistik, Serikat Pekerja, & Masyarakat, juga mem-butuhkan informasi akuntansiNur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 5

14/10/2010

Alur Proses Akuntansi KeuanganDOKUMEN DASAR JURNAL BUKU BESAR NERACA SALDOLAPORAN KEUANGAN

NERACA LAPORAN LABA-RUGI LAPORAN ARUS KAS CALK

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

6

Data yang Dibutuhkan Dokumen Transaksi Jurnal Umum (General Journal)Apabila diperlukan dilengkapi Jurnal Khusus (Special Journal)

Buku Besar (Ledger)Apabila diperlukan dilengkapi dengan Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger)

Neraca Saldo (Trial Balance) Necara Lajur (Worksheets) Laporan Keuangan (Financial Statement)Laporan Keuangan terdiri dari: Neraca dan Laporan Laba-Rugi

Buku Penjualan, Buku Pembelian, Buku Kas, Buku Bank dan Rekening Koran Daftar Penyusutan dan Amortisasi Kartu Persediaan14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 7

Dokumen Transaksi Bukti atas transaksi yang telah dilakukan. Bukti yang memenuhi syarat sebagai dokumen adalah: jelas tanggal kejadiannya, jelas yang ditransaksikan, jelas nilai nominalnya.

Untuk bukti transaksi yang berhubungan dengan Pihak ke-3, adalah yang diterbitkan oleh Pihak ke-3. Contoh Bukti Transaksi: Nota, Bon, Kuitansi, Faktur, dll.14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 8

Proses Penyusunan Laporan Keuangan1. Transaksi Adanya suatu transaksi yang dibuktikan dengan Nota, Bon, Faktur, Kuitansi, dll. Syarat suatu transaksi adalah diketahui tgl kejadiannya, barang atau jasa yang ditransaksikan, nilai nominal dari transaksi. Contoh: Pada tanggal 10 Agustus 2010, membeli 1 unit komputer merek Acer, harga Rp7.500.000,00 2. Jurnal Umum (General Journal) Jurnal umum adalah catatan pertama (original entry), yang mencatat seluruh transaksi.

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

9

Prosedur Penyusunan3. Buku Besar (Ledger) Rekap (pengelompokan), hasil pemindahan (posting) dari Jurnal ke dalam perkiraan-perkiraan (Account) tersendiri misalnya transaksi Kas direkap khusus pada Buku Besar Kas, Transaksi Piutang Usaha direkap khusus pada Buku Besar Piutang Usaha. 4. Neraca Saldo (Trial Balance) Daftar saldo-saldo yang terdapat pada Buku Besar pada tanggal tertentu misalnya untuk periode satu bulan, adalah tanggal akhir bulan yang bersangkutan, meliputi seluruh perkiraan yang terdapat dalam Buku Besar.

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

10

Prosedur Penyusunan5. Laporan Keuangan (Financial Statement) Statement) Laporan keuangan minimal terdiri dari: Neraca Laporan Laba-Rugi LabaLaporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

11

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

12

Ruang Lingkup SAK ETAP SAK-ETAP dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik. Entitas tanpa akuntabilitas publik adalah entitas yang:(a) Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan (b) Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal.14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 13

Ruang Lingkup

(lanjutan)

Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan jika:(a) Entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau (b) Entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

14

Ruang Lingkup

(lanjutan)

Entitas yang memiliki akutabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP. Entitas BPR telah direkomendasikan oleh Bank Indonesia untuk menggunakan SAK ETAP.

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

15

Konsep dan Prinsip PervasifTUJUAN LAPORAN KEUANGAN Menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu.14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 16

KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASI DALAM LAPORAN KEUANGAN Dapat Dipahami Relevan Meterialitas Keandalan Substansi Mengungguli Bentuk Pertimbangan Sehat Kelengkapan Dapat Dibandingkan Tepat Waktu Keseimbangan antara Biaya dan ManfaatNur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 17

14/10/2010

POSISI KEUANGANPosisi keuangan suatu entitas terdiri dari: Aset Kewajiban Ekuitas

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

18

KINERJA KEUANGANKinerja keuangan adalah hubungan antara penghasilan dan beban dari entitas sebagaimana disajikan dalam laporan laba-rugi: Penghasilan (income) meliputi pendapatan (revenues) dan keuntungan (gains) Beban (expenses) meliputi beban pokok penjulan, upah, dan penyusutan, dan kerugian yang memenuhi definisi beban.14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 19

Pengukuran Unsur-unsur Laporan KeuanganPengukuran adalah proses penetapan jumlah uang yang digunakan entitas untuk mengukur aset, kewajiban, penghasilan dan beban dalam laporan keuangan. Proses ini termasuk pemilihan dasar pengukuran tertentu. Dasar pengukuran umum adalah: Biaya historis Nilai wajar14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 20

Konsep & Prinsip PervasifPrinsip pervasif adalah pengakuan dan pengukuran berpengaruh luas. Persyaratan untuk pengakuan aset dan pengukuran aset, kewajiban, penghasilan dan beban dalam SAK ETAP didasarkan pada prinsip pervasif dari Kerangka Dasar Penyajian dan Pengukuran Laporan Keuangan.

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

21

DASAR AKRUALEntitas harus menyusun laporan keuangan dengan menggunakan dasar akrual, kecuali dalam menyusun laporan arus kas. Dalam dasar akrual pos-pos diakui sebagai aset, kewajiban, ekuitas, penghasilan, dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk pos-pos tersebut

14/10/2010

Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.

22

SALING HAPUSSaling hapus tidak diperkenankan atas aset dengan kewajiban, penghasilan dengan beban, kecuali disyaratkan atau diijinkan oleh SAK ETAP. (a) Pengukuran nilai aset secera neto dari penilaian penyusutan bukan merupakan saling hapus. (b) Melaporkan keuntungan dan kerugian atas pelepasan aset dengan mengurangi hasil penjualan dengan beban penjualan terkait (catatan: bukan kegiatan usaha pokok entitas).14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 23

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGANPenyajian Laporan Keuangan Harus Mematuhi Penrsyaratan SAK ETAP: Penyajian Wajar Kepatuhan Terhadap SAK ETAP Kelangsungan Usaha Frekuensi Pelaporan Penyajian yang Konsisten Informasi Komparatif Materialitas dan Agregasi Laporan Keungan Lengkap Identifikasi Laporan Keuangan14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 24

PENYAJIAN WAJARLaporan keuangan menyajikan wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas. Penyajian wajar mensyaratkan penyajian jujur atas pengaruh transaksi, peristiwa dan kondisi lain yang sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, kewajiban, penghasilan dan beban.14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 25

Kepatuhan Terhadap SAK ETAPEntitas yang laporan keuangannya mematuhi SAK ETAP harus membuat suatu pernyataan eksplisit dan secara penuh (explicit and unreserved statement) atas kepatuhan tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan tidak boleh menyatakan mematuhi SAK ETAP kecuali jika memetuhi semua persyaratan dan SAK ETAP.14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP. 26

Kelangsungan UsahaPada saat penyusunan laporan keuangan, manajemen entitas yang menggunakan SAK ETAP membuat penilaian atas kemampuan entitas melanjutkan kelangsungan usaha. Entitas mempunyai kelangsungan usaha kecuali jika manajemen bermaksud melikuidasi entitas tersebut atau menghentikan operasi, atau tidak mempunyai alternatif realistis kecuali melakukan hal-hal tersebut.14/10/2010 Nur Hidayat, SE., ME., Ak., BKP.