Naskah Drama Klenting Kuning Meraih Mimpi

Embed Size (px)

Text of Naskah Drama Klenting Kuning Meraih Mimpi

**** Di desa Dadapan, tinggallah seorang gadis kecil. Gadis ini seorang anak yatim piatu. Dia bernama Klenting Kuning. Dia tinggal ikut dengan bibinya yang seorang janda bernama Mami Randa. Mami Randa ini memiliki 5 orang anak, mereka memiliki umur yang rata-rata sama dengan Klenting Kuning. Mereka adalah Klenting Merah, Hijau, Biru, Coklat dan Ungu. Meskipun begitu sifat mereka tidaklah sama. Mereka cenderung pemalas dan manja, sedangkan Klenting Kuning sangatlah rajin, dia juga pekerja keras untuk usianya yang masih belia. Klenting Kuning : Pak, buk, ning kangen sama kalian. Ning ingin sekali bertemu kalian, ning doakan dari sini agar bapak sama ibu bahagia di atas foto sana kedua (duduk orang termenung tuanya yang sambil telah

memandangi meninggal)

Terdengar suara Mami Randa datang. Mami Randa : Ning, Klenting Kuning. Kamu dimana to? Di panggilpanggil kok nggak datang-datang (Berteriak-teriak sambil berkacak pinggang) Klenting Kuning : Dalem buk! Maaf Ning nggak dengar. Ada apa to Buk? (Sambil menyembunyikan foto) Mami Randa : Halah, gayamu sok-sok nggak dengar! (sambil mendorong pundak Klenting Kuning) Klenting Kuning : Tenan buk, yakin sumpah suer, Ning nggak dengar. (sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah) Mami Randa Klenting Kuning : Udah masak belum kamu tadi? : (menganggukkan kepala) Sudah buk, itu sudah ning siapkan makanan di atas meja. Mami Randa : Ya sudah sekarang kamu nyapu, ngepel, habis itu cuci semua pakaian yang ada di ember belakang, dan itu harus selesai dalam waktu 1 jam (Sambil menunjuk-nunjuk lantai kemudian melihat jam tangannya)

Klenting Kuning Mami Randa

: What???? 1 jam? (kaget) : Ya iyalah 1 jam, masa iya 1 hari. 1 jam lagi kita akan ke pasar : Kepasar? Jadi ning diajak? : Ya iya lah, masa ya iya dong. : Terima kasih ya mami, ning senang sekali! Nanti ning minta dibeliin tempat minum yang baru, terus baju yang baru, terus sandal baru, terus : Stop! (menutup telinga dengan tangan) Enak aja minta ini itu, aku tu ngajak kamu biar ada yang bawain barang belanjaan kita, sekarang kerjakan tugasmu (berlalu pergi) : Lagi-lagi Cuma disuruh jadi tukang angkut-angkut! (Ikutan pergi)

Klenting Kuning Mami Randa Klenting Kuning

Mami Randa

Klenting Kuning

*** Siang itu rumah Mami Randa sangatlah ramai. Hal ini lantaran kelima putrinya ditambah Klenting Kuning, baru saja menerima surat tanda kelulusan dari SD dimana mereka bersekolah. Mereka kemudian berdiskusi mengenai SMP mana yang akan mereka pilih untuk melanjutkan sekolah. Setelah melalui seleksi panjang terpilihlan SMP Ande-ande Lumut sebagai tujuan mereka. Mami Randa : Wah, putri-putriku memang pintar-pintar ya, kalian lulus semua (Memandang kelima putrinya) Klenting Merah Kelima Klenting Klenting Kuning : Anak siapa dulu? (Memandang keempat saudaranya) : Mami Randa ! (Melambaikan tangan) : ( Datang menghampiri ) Kuning boleh ikut ngobrol tidak? Klenting Biru : Ikut ngobrol? Ya nggak bolehlah. Kecuali kamu jadi patung, duduk dibelakang sana trus dengerin kita ngobrol. Klenting Hijau Klenting Coklat : Bener banget tu, gimana yang lain setuju kan? : Kak Biru, kak Hijau jangan begitu dong. Kasian kan Kuning, sini Ning, kamu duduk di sampingku!

Klenting Ungu

: Dek, kamu jangan kaya gitu. Dia kan beda sama kita. Kita kaya dia miskin. Kita cantik dia jelek. Kita wangi dia bau. : Iya aku setuju, mending kamu kebelakang sana jangan duduk bareng kami. Kami mau ngobrol lagi! : Iya sana kebelakang! : Jadi bagaimana rencana kalian? Kalian ingin melanjutkan kemana? : Kalau aku ingin ke SMP Ande-ande lumut mami, soalnya aku dengar disana sekolahnya mewah, jadi kan kita bisa gaya-gayaan gitu deh! : Terus yang lain gimana? : Aku juga sama pengen kesana mami : Kalau aku pengennya sekolah yang dekat jalan raya aja mami, dimanapun mau, yang penting aku pulang dan pergi nggak jalan kaki : Di SMP Ande-ande lumut juga dekat jalan raya kok dek. : Iya to kak? Wah aku juga pengen kesana kalau begitu : Bagaimana dengan kamu biru? : Aku sih yang penting bareng-bareng sama yang lain mami dimanapun mau : Coklat juga sama kan? : Tentu saja mami. Aku dengar disana juga berkualitas. Murid-muridnya banyak yang berprestasi, guru-gurunya apa lagi, mereka pintar-pintar! : Baiklah kalau begitu kalian akan ibu sekolahkan di SMP Ande-ande lumut.

Klenting Biru

Klenting Merah

Klenting Kuning lalu duduk dibelakang Klenting Coklat. Mami Randa

Klenting Hijau

Mami Randa Klenting Merah Klenting Ungu

Klenting Hijau Klenting Ungu Mami Randa Klenting Biru

Mami Randa Klenting Coklat

Mami Randa

Semua klenting bersorak kegirangan. Klenting Kuning : Aku juga boleh ikut kan mami?

Mami Randa

: Kamu nggak usah sekolah lagi ning, dirumah saja. Kan malah enak nggak perlu mikir apa-apa tinggal mengerjakan pekerjaan rumah : Tapi aku ingin sekali mami : Kalau kamu emang punya uang ya silahkan mendaftar sekolah, aku pasti sudah akan kualahan menyekolahkan 5 saudaramu yang lain jadi kamu jangan menambah bebanku : Udahlah ning nggak usah melanjutkan, kamu jadi babu kita aja! : Iya ning lagian siapa yang mau berteman sama kamu nantinya : Ya jelas nggak ada yang mau lah dik : Dia kan emang nggak punya teman dari dulu : Sudahlah nggak perlu mengurus dia, kita cari baju untuk kalian saja yukkk! : Yuuukkk mari

Klenting Kuning Mami Randa

Klenting Hijau

Klenting Ungu

Klenting Merah Klenting Biru Mami Randa

5 Klenting

Mami Randa dan kelima putrinya pergi, Klenting Kuning menangis sendirian, sungguh kasian sekali dia. *** Hari pendaftaran masuk SMP Ande-ande lumut telah tiba. Pagi itu dirumah Mami Randa di Dadapan sangat ramai. Klenting Merah, hijau, biru, ungu dan coklat sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke SMP Ande-ande lumut untuk mendaftar. Klenting Kuning ingin sekali ikut namun dilarang oleh Mami Randa . Klenting Biru Klenting Ungu Mami Randa Klenting Kuning : Mami, ayo kita berangkat nanti kita telat! : Iya mami, ayo cepetan! : Iya ini mami juga sudah siap, ayo kita berangkat! : Mami aku ikut mendaftar masuk sekolah ya! Aku ingin sekali mami! : Kamu dirumah saja, lagian kamu kan juga gak punya uang, mau bayar pendaftaran pakai apa kamu nanti? : Apa mami benar-benar tidak mau memberiku?

Mami Randa

Klenting Kuning

Mami Randa Klenting Coklat Mami Randa

: Ya jelas tidaklah : Kasian si kuning mami, kita ajak aja yuk mami! : Kamu itu apa-apaan coklat, dari kemarin-kemarin belain Klenting Kuning terus, atau kamu mau kaya dia nggak sekolah lagi : Iya coklat, kamu itu aneh, hidup enak kok sempatsempatnya belain orang miskin : Tu dengarkan kakakmu : Maaf ya mami! : Yang penting lain kali jangan kaya gitu lagi! : Kalau begitu, ayo kita berangkat!

Klenting Merah

Mami Randa Klenting Coklat Klenting Hijau Mami Randa

Mami Randa dan kelima putrinya berangkat ke SMP Ande-ande lumut. Klenting Kuning : Aku harus bagaimana ini, ingin sekali rasanya bisa masuk SMP, tapi aku nggak punya uang, lagipula SMP itu juah mana mungkin aku kesana sendirian

Tiba-tiba datanglah seorang Ibu Kunti yang datang menghampiri Klenting Kuning dengan langkah yang terseok-seok dan terlihat sangat lemah. Ibu Kunti Klenting Kuning Ibu Kunti : Permisi nak : Iya (menoleh pada arah suara) Ya ampun ibu kenapa? : Aku sedang melakukan perjalanan pulang nak, tapi tadi aku terjatuh di jalan, bolehkah aku meminta seteguk air nak? Aku haus sekali! : Baiklah nek, saya akan segera mengambilkan, sekarang nenek duduk dulu ya ( mengambil 1 gelas air putih ) ini bu, minumlah air putih ini! : Terima kasih ( Meminum air putih yang diberikan klenting ) sebagai imbalannya apa yang harus aku lakukan nak? : Bu, saya ikhlas. Lagipula itu juga hanya air putih.

Klenting Kuning

Ibu Kunti

Klenting Kuning

Ibu Kunti

: Atau begini saja, ini aku memiliki sebuah kotak, dikotak ini ada sesuatu yang Ibu pikir sangat kamu butuhkan : Wah, kotak ini indah sekali nek, apa benar ini untukku? : Tentu saja, gadis kecil yang baik hati sepertimu pantas mendapatkan hadiah ini! : Terima kasih nek, saya senang sekali! : Tetapi kamu harus berjanji sesuatu kepadaku! : Berjanji apa nek? : Kamu akan membukanya setelah Ibu tidak ada disini, dan tidak akan menceritakan pertemuan kita kepada orang lain. : Baiklah bu, aku berjanji (sambil menatap kotak yang barusaja didapatnya)

Klenting Kuning Ibu Kunti

Klenting Kuning Ibu Kunti Klenting Kuning Ibu Kunti

Klenting Kuning

Ketika Klenting Kuning menoleh kepada Ibu Kunti itu, ternyata dia sudah menghilang. Klenting Kuning : Aneh sekali, dimana Ibu tadi? Bagaimana bisa dia menghilang? Baiklah sesuai permintaannya aku akan membuka kotak ini! (membuka kotak dan terkejut akan isinya yang ternyata uang, sebuah botol yang berisi air dan sepucuk surat, Klenting Kuning kemudian membuka surat tersebut) Terima kasih telah menolongku, pakailah uang ini untuk melanjutkan sekolahmu, dan simpanlah botol berisu air ini, kelak kamu akan membutuhkannya (semakin terheran-heran) Baiklah aku akan menyusul ibuk dan yang lainnya. *** Sementara itu di SMP Ande-ande Lumut, Kepala Sekolah dan para guru sedang berdiskusi mengenai kegiatan penerimaan siswa baru. Kepala Sekolah : Bapak-ibu guru, bagaimana rencana mengenaipenerimaan siswa baru kali ini? : kita adakan tes kan pak? kalian

Pak Paino

Kepala Sekolah

: Ya tentu saja, maksud saya kita mengadakan tes apa saja begitu lho! : ooooooo begitu to : Begini bapak-ibu sekalian, jika menurut saya, menindaklanjuti pertanyaan dari bapak Kepala Sekolah tadi, sekarang kan jaman seudah berkembang secara modern, ya istilah bekennya ada globalisasi gitu deh, gimana kalau testnya 2 kali, yang pertama tes penampilan anak dan yang kedua tes kekayaan orang tua anak : Saya setuju saja bu! Yang penting panitia dapat uang lelah, iya kan p