Neoperdas Readme

  • View
    123

  • Download
    22

Embed Size (px)

DESCRIPTION

cara memakai neoperdas

Transcript

Bab I PendahuluanLatar Belakang Data hidrologi sebagai data dasar yang didapat dari jaringan pos hidrologi, yang terdiri dari pos hidrometri, pos duga airtanah, pos klimatologi, dan pos curah hujan yang tersebar di seluruh Indonesia. Data tersebut diperlukan sebagai salah satu informasi data hidrologi untuk keperluan berbagai sektor pembangunan, misalnya dalam perencanaan pengembangan sumber-sumber air, sumber data desain, sistem operasi pengelolaan air. Sejalan dengan pesatnya laju pembangunan nasional di negara kita, maka kebutuhan akan data hidrologi menjadi meningkat pula. Namun permasalahan yang timbul adalah kurangnya informasi mengenai keberadaan data, sehingga banyak instansi yang dalam programnya memerlukan data hidrologi, memasang jaringan pos hidrologi dan sekaligus menganalisanya. Dalam skala besar dan kurang adanya koordinasi, maka keadaan tersebut akan menimbulkan penanganan hidrologi yang tumpang tindih dan sekaligus memerlukan biaya yang besar. Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, yaitu kurang informasi keberadaan data, tidak tersedianya data siap pakai dan berkualitas, serta tumpang tindih dalam penanganan data hidrologi, maka diperlukan sistim pengelolaan yang terpadu dan terkoordinasi. Mengingat pentingnya data hidrologi dalam menunjang program pembangunan nasional demi terwujudnya kesejahteraan rakyat, maka pemerintah melalui beberapa peraturan dan perundang undangan telah berusaha meningkatkan pengelolaan dan penanganan data hidrologi secara nasional. Peraturan dan perundang undangan tersebut diantaranya adalah:

NeoPerdas

I-1

1. Surat Menteri Pekerjaan Umum No. IK.01 01-Mn/64, tanggal 26 Januari 1987, perihal Pemanfaatan Balai Penyelidian Hidrologi, Pusat Litbang Pengairan sebagai Clearing House & Scientific Backbone bidang Hidrologi. 2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 39/PRT/1989, tentang pembagian Satuan Wilayah Sungai, dimana pulau-pulau di wilayah Indonesia dibagi atas 90 Satuan Wilayah Sungai (SWS) dan menjadi landasan teknis untuk pemasangan jaringan pos hidrologi. 3. Surat dari Sekretaris Jenderal Pekerjaan Umum No. PR.06.01-SJ/1149 tanggal 15 Desember 1992 mengenai Penanganan Data Hidrologi/Hidrometri Nasional, maka mulai tahun anggaran 1993/1994 kegiatan pendataan hidrologi secara nasional ditangani oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pekejaan Umum dan Direktorat Jenderal Pengairan dengan rincian tanggung jawab sebagai berikut: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum cq Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengairan bertanggung jawab pada pembinaan teknis dalam pengumpulan dan pengolahan data hidrologi, penerbitan standar teknis dan manual, pengujian data di laboratorium dan lapangan, kalibrasi alat, publikasi tahunan, system penyimpanan data dan penelitian-penelitian hidrologi. b. Direktorat Jenderal Pengairan bertanggung jawab pada pembinaan operasional jaringan hidrologi, seperti perencanaan dan pengembangan pos hidrologi, rehabilitasi, pengoperasian pos termasuk observasi, pengukuran aliran, pengumpulan data dan penyimpanan data jaringan hidrologi pengairan. Pelaksanaan kegiatan tersebut di atas di daerah adalah Dinas/Sub Dinas Pengairan di masing-masing Propinsi di Indonesia. 4. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 57/KPTS/M/2000, tanggal 24 Juli 2000 telah ditetapkan Balai Hidrologi sebagai unit pelaksana teknis di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Permukiman dan Prasarana Wilayah yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sumber Daya Air dengan tugas dan fungsi antara lain mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data kualitas hidrologi.

NeoPerdas

I-2

5. Surat

Keputusan

Menteri

Permukiman

dan

Prasarana

Wilayah

No.

156/KPTS/M/2002 tentang pedoman penggunaan perangkat lunak (software) pengelolaan data dan informasi hidrologi. Salah satu perangkat lunak dalam pengolahan data hidrologi, khususnya untuk mengolah data debit runtut waktu yang dirujuk dalam Kep.Men. Kimpraswil tersebut adalah PERDAS for Windows. Perangkat lunak PERDAS for DOS dibuat oleh Balai Hidrologi, Pusat Litbang Sumber Daya Air sejak tahun 1980 dan telah diterapkan sebagai satu-satunya perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data debit di seluruh Indonesia. Balai Hidrologi, Pusat Litbang Sumber Daya Air sejak tahun 2000 telah mengembangkan perangkat lunak tersebut sehingga PERDAS dapat dioperasikan dibawah sistem operasi for Windows. Tujuan Tujuan dari disusunnya diktat ringkas (pedoman) analisa debit sungai dengan NeoPERDAS ini adalah sebagai acuan dan pegangan dalam analisa/ proses debit sungai pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar, menggunakan program NeoPERDAS for Windows. Disamping itu juga dimaksudkan untuk menyeragamkan metode pengolahan data debit sungai yang mudah dalam pelaksanaannya. Ruang Lingkup Ruang lingkup dalam analisa data debit sungai secara lengkap seperti pada Gambar 1, yaitu meliputi: 1) analisa lengkung debit, 2) analisa data tinggi muka air dan 3) analisa debit rata-rata. Analisa Lengkung Debit Analisa lengkung debit dengan komputer ini pada prinsipnya adalah mencari

nilai parameter-parameter pada persamaan eksponensial (power equation) yang menggambarkan bentuk kurva lengkung debit disuatu lokasi pos duga air. Bentuk persamaan tersebut adalah sebagai berikut: Q = C * (H+ A) ^ BNeoPerdas

untuk Hi < H < Hi+1

. 1)I-3

Keterangan: Q A,B,C H Hi, Hi+1 : debit (m3/detik) : parameter : tinggi muka air (m) : tinggi muka air dimana persamaan lengkung debit berlaku

Dalam analisa lengkung debit dengan perangkat lunak NeoPERDAS ini menggunakan 2 (dua) paket program, yaitu RATCUV dan LOGRAT. Keduanya menggunakan persamaan eksponensial diatas, hanya pada LOGRAT pemakaian notasi parameter tidak sama dengan persamaan (1) tersebut. Adapun bentuk persamaan lengkung debit pada paket program LOGRAT adalah sebagai berikut: Q = A * (H+ C) ^ B Keterangan: Q A,B,C H Hi, Hi+1 : debit (m3/detik) : parameter : tinggi muka air (m) : tinggi muka air dimana persamaan lengkung debit berlaku untuk Hi < H < Hi+1 . 2)

Parameter B dan C pada persamaan lengkung debit yang dibuat dengan paket program LOGRAT dapat dirubah dan disesuaikan dengan kondisi hidrologi setempat. Analisa Data Tinggi Muka Air Data tinggi muka air ada 2 (dua) macam, yaitu: data berupa grafik, yang diperoleh dari pos duga air otomatik (AWLR) data manual, diperoleh dari pembacaan papan duga biasa (pelskal) yang dibaca 3 kali sehari Analisa Debit Rata-rata Analisa debit rata-rata dapat dilakukan setelah analisa lengkung debit dan tinggi muka air.

NeoPerdas

I-4

Diagram Aliran Perhitungan Debit

Data Muka Air

Data Pengukuran Debit

Susunan Kronologis Grafik Muka Air

Koreksi

Resume Data Pengukuran Debit

Koreksi Data

Perpanjangan

Analisa Lengkung

Program Sdigit (rata-rata muka air)

Tabel Debit

Program HDM 2 - Graph data input - Computation of deviation

Program HDM1 (Discharge measurement input)

Yes

Program HDM 1 - Tabel debit - perhitungan koreksi Salah

M.A

Yes

Program STAS (data stasion)

Program SFPEAK (distribusi koreksi muka air)

No

Salah

Yes

Program HDM21 (rata-rata muka air)

Program HDM22 (Perhitungan debit )

Program GRFLOW - Hidrograf debit - Duration curve - Hidrograf banjir

Evaluasi Data (Dibandingkan dgn pos lain dan hujan)

SalahNo

KETERANG AN : : manual

Data Debit::

Hymos Ratcuv/Lograt

: PERDAS

NeoPerdas

I-5

Bab II Ilustrasi ProgramProgrram ANALISA DATA DEBIT FOR WINDOWS ini sebagian besar merupakan modifikasi software program perdas. Prinsip program ini tidak jauh berbeda dengan Program PERDAS, hanya dalam pengoperasiannya dipermudah sehingga bisa digunakan/dijalankan di dalam system windows dan outputnya dapat langsung dicetak dengan printer jenis INKJET/DESKJET (bukan printer dot matrix). Disamping itu input maupun output program ini memanfaatkan software EXCEL ataupun NOTEPAD yang tersedia dalam MICROSOFT OFFICE. Dalam program perdas for windows semua output dari semua sub program perdas akan ditulis secara otomatis sesuai dengan tahun proses. SUB-SUB PROGRAM DALAM PROGRAM NEOPERDAS Program NeoPerdas for windows terdiri dari 3 Sub Program, yaitu : 1. 2. Hdmstns editor yaitu untuk mengedit (entry) keterangan stasiun (pos) Rating Curve yaitu proses input data pengukuran untuk mendapatkan lengkung aliran dan parameter a, b, dan c. 3. Neoperdas 2001 yaitu proses inti untuk analisa data debit Program Neoperdas 2001 ini terdiri dari beberapa sub program lagi, yaitu : NeoPerdas

HDM2 HDM21 HDM1 HDM11 SFPEAKS HDM22 PUBLEV PUBDEB GRFLOW3II - 1

TAHAPAN PENGOPERASIAN PROGRAM NEOPERDAS Secara garis besar cara pengoperasian program NeoPerdas adalah : A. Klik Start Program Neoperdas

B. C.

Klik Hdmstns Editor untuk mengisi keterangan stasiun. Klik Rating Curve untuk pembuatan Lengkung Debit, tahapan selengkapnya diuraikan pada Bab III

NeoPerdas

II - 2

D. Klik Neoperdas 2001 untuk menjalankan program Neoperdas secara keseluruhan, dengan terlebih dahulu mengisi password pada panel berikut ini.

E.

Klik OK untuk proses selanjutnya dan cancel untuk membatalkan

3 4 5

6

7

1

2

9

8

Dengan Keterangan sebagai berikut : 1. Pemilihan sub program 2. Bar pemilihan sub program dan klik sub programnyaNeoPerdas

II - 3

3. Ketik tahun proses 4. Waktu proses 5. Icon pemilihan directory dan keterangan stasiun 6. Icon pemilihan manual atau file hasil digitizer sebagai file input 7. Nama file hasil dari proses 8. Icon Abo