Nilai, Sikap & Kepuasan Kerja

  • View
    144

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

  • Nilai menyatakan keyakinan dasar bahwa suatu pola perilaku khusus atau bentuk akhir dari eksistensi yang khas lebih disukai secara pribadi atau sosial dari pada suatu pola perilaku atau keadaan akhir yang berlawanan (Robbins, 2006).Setiap individu mempunyai hierarhi nilai yang membentuk sistem nilai mereka masing-masing. Sistem nilai ini diidentifikasikan oleh kepentingan relatif yang kita berikan kepada nilai-nilai tertentu, seperti : kebebasan, kesenangan, hormat-diri, kejujuran, kepatuhan, kesamaan dan sebagainya.

  • Sistem nilai pribadi seseorang biasanya dikaitkan dengan sistem nilai sosial yang berlaku diberbagai jenis masyarakat di mana seseorang menjadi anggota. Sebahagian besar dari nilai yang dianut oleh seseorang pada awal-awal kehidupannya berasal dari orang tua, guru, teman dan lingkungan. Meskipun nilai cenderung relatif stabil dan tahan lama, namun dalam proses selanjutnya sering terjadi bahwa keberadaan nilai-nilai yang diyakini selama ini dipertanyakan kembali, hal inilah yang mengakibatkan perubahan pada nilai itu sendiri (Robbins, 2006).

  • Nilai penting untuk mempelajari perilaku keorganisasian, karena nilai meletakkan dasar untuk memahami sikap dan motivasi serta karena nilai mempengaruhi persepsi kita (Robbins, 2006). Individu-individu memasuki suatu organisasi dengan gagasan yang dikonsepsikan sebelumnya mengenai apa yang seharusnya dan tidak seharusnya.Namun demikian gagasan2 tsb tidaklah bebas nilai, sebaliknya gagasan2 tsb mengandung penafsiran benar dan salah. Lebih jauh gagasan itu menyiratkan bahwa perilaku2 atau hasil tertentu lebih disukai daripada yang lain. Umumnya nilai mempengaruhi sikap dan perilaku.

  • Sebagai contoh : Seorang karyawan yang berpandangan bahwa menentukan gaji berdasarkan kinerja adalah baik dan menentukan gaji berdasarkan tingkat senioritas adalah tidak baik, maka karyawan tersebut akan merasa kecewa jika mengetahui bahwa organisasi dimana dia bekerja mempunyai kebijakan menetapkan upah berdasarkan senioritas dan bukan berdasarkan kinerja atau prestasi. Hal tersebut akan sangat mungkin mengakibatkan ketidakpuasan kerja yang pada gilirannya akan sampai pada keputusan untuk tidak mendorong upaya yang tinggi, karena tidak akan dapat memenuhi harapannya. Sebaliknya kinerja dan kepuasan kerja karyawan kemungkinan besar akan lebih tinggi jika nilai-nilai nya sesuai dengan organisasi.

  • Dapatkah nilai dikelompokkan ? Ya. Dalam hal ini terdapat dua tipologi nilai.Survei Nilai Rokeach (RVS)Milton Rokeach, melakukan survei yang terdiri dari dua perangkat nilai, dengan tiap perangkat berisi 18 butir nilai individu, yaitu :Nilai Terminal : merujuk kepada bentuk akhir keberadaan yang sangat diinginkan, yang ingin dicapai oleh seseorang dalam hidupnyaNilai Instrumental : Bentuk2 perilaku atau upaya2 untuk mencapai nilai2 terminal yang lebih disukai oleh orang tertentu.

  • Nilai-nilai Terminal dan Instrumental dalam RVS

    NILAI TERMINALNILAI INSTRUMENTAL Kehidupan yang nyaman Kehidupan yang memotivasi/aktif Rasa pencapaian Dunia dalam perdamaian Dunia Keindahan Kesetaraan Keamanan Keluarga Kebebasan Kebahagiaan (Kepuasan) Ambisius (Pekerja keras) Berpandangan luas (terbuka) Berkemampuan (kompeten) Ceria (Ringan hati, suka cita) Bersih (rapi, Tertata) Penuh Keberanian Pemaaf Penolong Jujur

  • NILAI TERMINALNILAI INSTRUMENTAL Harmoni Internal Cinta yang matang Keamanan Nasional Kesenangan Keberkahan Kehormatan diri Pengakuan Sosial Persahabatan sejati Kebijaksanaan Imajinatif (Penyayang/kreatif) Independen Intelektual (cerdas, Reflektif) Logis (Konsisten, rasional) Pecinta (penyayang, lembut) Patuh ( Setia, Penuh Hormat) Sopan Tanggung Jawab (Dapat diandalkan) Pengendalian Diri (terkendali, disiplin)

  • Nilai-nilai RVS mempunyai keragaman di antara kelompok- kelompok, orang2 dalam pekerjaan atau kategori yang sama (misalnya : manajer korporasi, anggota serikat pekerja, orang tua, mahasiswa) cenderung menganut nilai2 yang mirip.

    EKSEKUTIFTERMINAL INSTRUMENKehormatan DiriKeamanan KeluargaKebebasan Rasa PercayaKebahagiaan

    JujurBertanggung jawabBerkemampuanAmbisiusIndependen

  • ANGGOTA SP NILAI TERMINAL NILAI INSTRUMENKeamanan KeluargaKebebasanKebahagiaanKehormatan diriCinta MatangBertanggung jawabJujurPemberaniIndependenBerkemampuan AKTIVISTERMINAL INSTRUMENKesetaraan Perdamaian Dunia Keamanan Keluarga Kehormatan Diri Kebebasan JujurPenolongPemberaniBertanggung JawabBerkemampuan

  • Terdapat perbedaan peringkat nilai-nilai baik nilai terminal dan nilai instrumental antara kelompok eksekutif, anggota serikat pekerja dan aktivis.Perbedaan2 ini penting, karena para eksekutif, anggota serikat pekerja dan aktivis semuanya mempunyai kepentingan terhadap apa yang dilakukan perusahaan. Jika perusahaan dan kelompok2 tersebut bertemu dalam perundingan atau saling berdebat mengenai kebijakan ekonomi dan sosial, kemungkinan besar mereka memulai dengan perbedaan2 yang tertanam pada preferensi nilai pribadi. Mencapai kesepakatan tentang isu atau kebijakan khusus yang menyiratkan nilai2 pribadi ini mungkin akan terbukti cukup sulit.

  • NILAI-NILAI KERJA DOMINAN DALAM BERBAGAI ANGKATAN KERJAKelompok Memasuki Perkiraan Nilai2 Kerja Angkatan Kerja Usia Skrng Dominan Veteran 1950 atau awal 60 + Pekerja Keras, Patuh, Setia Kpd 1960-an OrganisasiBaby Boomer 1965-1985 40-60 Sukses, pencapaian Prestasi, Ambisi, Tidak Menyukai Otoritas Setia Kepada KarirGenerasi X 1985-2000 25-40 Keseimbangan Pekerjaan atau Kehidupan, Beorientasi Tim, Tdk Menyukai Peraturan, Setia Kpd HubunganNexter 2000 Sekarang < 25 Percaya Diri, Keberhasilan Finansial, Mengandalkan Diri Sendiri namun Berorientasi Tim, Setia Kpd Diri Sendiri dan Hubungan.

  • Veteran : Pekerja yang dibesarkan dalam pengaruh tekanan berat dan PD-II. Percaya terhadap kerja keras, status quo dan figur2 otoritas.Sekali dipekerjakan, mereka cenderung setia kepada majikannya. Dilihat dari segi nilai terminal pada RVS, para karyawan ini kemungkinan menempatkan kepentingan terbesar pada kehidupan yang nyaman dan keamanan keluarga.Baby Boomer : Kelompok ini sangat dipengaruhi oleh gerakan hal sipil, emansipasi perempuan, Beatles, Perang Vietnam. Mereka membawa banyak etik hippies dan tidak percaya kepada otoritas. Namun mereka banyak menekankan pada pencapaian dan kesuksesan material.

  • Mereka memandang organisasi yang mempekerjakan mereka hanya menjadi wahana untuk berkarir. Nilai2 terminal spt : rasa pencapaian dan pengakuan sosial mendapat peringkat tinggi bagi mereka.Generasi X : Telah dibentuk oleh globalisasi, orang tua dengan karir ganda, MTV, AIDS dan Komputer. Mereka menghargai keluwesan, pilihan2 hidup dan pencapaian kepuasan kerja.Keluarga dan hubungan sangat penting bagi kelompok ini. Berorientasi pada kerja tim. Uang penting sebagai indikator dari kinerja dan karir, tetapi mereka bersedia mengorbankan kenaikan gaji gelar, jaminan dan promosi untuk menambah waktu luang dan memperbanyak pilihan gaya hidup.

  • Dalam mencari keseimbangan dalam hidup mereka, generasi X kurang bersedia membuat pengorbanan pribadi demi kepentingan majikan dibanding generasi sebelumnya. Pada RVS, mereka memberikan peringkat tinggi pada persahabatan, kebahagiaan dan kesenangan.Nexters : Bertumbuh pada masa kemakmuran, cenderung memiliki harapan yang tinggi, percaya pada diri sendiri dan percaya terhadap kemampuan mereka untuk berhasil.Mereka melakukan pencarian tak henti atas pekerjaan ideal, tidak melihat ada yang salah untuk terus menerus berpindah pekerjaan dan terus mencari makna dalam pekerjaan mereka.

  • Tidak mempermasalahkan keberagaman dan merupakan generasi yang menerima teknologi secara apa adanya. Mereka menghabiskan sebagian terbesar hidupnya dengan CD player, VCR, HP, dan internet.Generasi ini sangat berorientasi uang dan bernafsu besar terhadap barang2 yang dapat dibeli dengan uang. Mereka memburu keberhasilan finansial. Meskipun mereka menikmati kerja tim, namun mereka juga sangat mengandalkan diri sendiri. Mereka cenderung menekankan nilai2 terminal spt kebebasan dan kehidupan yang nyaman.

  • Standar Etis mulai terkikis pada akhir thn 1969-an. Dalam konteks organisasi, maka para manajer secara konsisten melaporkan bahwa tindakan bos mereka merupakan faktor paling penting yang mempengaruhi perilaku etis dan tidak etis dalam organisasi.Sampai dengan thn 1970-an, manajemen didominasi oleh para Veteran, yang kesetiaannya ditunjukkan ke majikan mereka. Ketika dihadapkan pada dilema etis, keputusan mereka diambi