OMA Lengkap

  • View
    219

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sdasdasd

Transcript

MAKALAH OTITIS MEDIA AKUT

Oleh :Edwin SaputroMasito AnggrainiHanifa HusnaIke TresiaImas Popon Anafika

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANMITRA LAMPUNGBANDAR LAMPUNGKATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesainya makalah Peradangan Telinga dalam memenuhi tugas mata kuliah Sistem Sensori Persepsi.Makalah ini disusun berupaya meningkatkan kemampuan dalam pemahaman mengenai Peradangan Telinga. Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Sistem Sensori Persepsi yang telah memberikan tugas dalam upaya meningkatkan kemampuan kami untuk memahami materi tersebut dan sebagai pembelajaran secara berkelompok . Dalam penyusunan makalah ini , Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan karena faktor batasan pengetahuan penyusun , oleh sebab itu kritik dan saran sangat diperlukan untuk penyempurnaan makalah ini dan demi kualitas penyusunan makalah selanjutnya .

Bandar Lampung, 14 April 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata PengantariDaftar Isiii

BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang1B. Tujuan1C. Manfaat2D. Sistematika2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA1. Definisi32. Klasifikasi33. Etiologi54. Patofisiologi55. Manifestasi klinik66. Penatalaksanaan67. Komplikasi8

BAB III Tinjauan KasusASUHAN KEPERAWATANA. Pengkajian9B. Diagnosa Keperawatan10C. Rencana Tindakan Keperawatan10D. Evaluasi16

BAB IV PENUTUPA. Kesimpulan 19B. Kritik dan Saran 19

DAFTAR PUSTAKA20BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangOtitis media(OM) adalah peradangan pada telinga tengah yang bersifat akut atau tiba-tiba. Telinga tengah adalah organ yang memiliki penghalang yang biasanya dalam keadaan steril. Bila terdapat infeksi bakteri pada nasofaring dan faring,secara alamiah terdapat mekanisme pencegahan penjalaran bakteri memasuki telinga tengah oleh enzim pelindung dan bulu-bulu halus yang dimiliki oleh tuba eustachii. OM ini terjadi akibat tidak berfungsinya system pelindung tersebut.Sumbatan dan peradangan pada tuba eustachii merupakan faktor utama terjadinya otitis media. Pada anak-anak, semakin seringnya terserang infeksi saluran pernapasan atas,kemungkinan terjadinya Otitis media juga semakin besar. Dan pada bayi terjadinya OM dipengaruhi karena tuba eustachiusnya pendek, lebar, dan letaknya agak horizontal (Soepardi dkk, 2007).Merujuk dari permasalahan yang telah dipaparkan tersebut tentang penyakit OM yang pada umumnya sering terjadi di negara berkembang dan salah satunya Indonesia, dan diseratai kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini, maka penulis tertarik untuk menulis makalah tentang Otitis Media.

B. Tujuan1. Tujuan umumUntuk mengetahui tentang penyakit otitis media akut.2. Tujuan khususa. Untuk mempelajari pengertian otitis media akutb. Untuk mempelajari tentang apa saja etiologi otitis media akutc. Untuk mempelajari patofisiologi otitis mediad. Untuk mempelajari stadium otitis mediae. Untuk mengetahui manifestasi kinik klien dengan otitis media akutf. Untuk mempelajari otitis media akut

C. Manfaat

1. Setelah menyelesaikan makalah ini diharapkan kami sebagai mahasiswadapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan penyebab serta upayapencegahan penyakit OMA agar terciptanya kesehatan masyarakat yanglebih baik.2. Diharapkan bagi pembaca dapat mengetahui tentang OMA lebih dalamsehingga dapat mencegah serta mengantisipasi diri dari penyakit tersebut.3. Diharapkan dalam menambah wawasan dan informasi dalam penanganan OMA sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan lebih baik.4. dapat menmbah informasi tentang OMA seerta kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.

D. SistematikaPenulisan makalah ini memiliki sistematik sebagai berikut:Bab I Pendahuluan terdiri dari Latar Belakang, Tujuan , Manfaat, dan Sistematiaka.Bab II Tinjauan Pustaka terdiri dari Definisi, Klasifikasi, Etiologi, Patofisiologi, Manifestasi Klinis, Pemeriksaan Penunjang, Penatalaksanaan, dan Komplikasi Bab III Tinjauan kasus terdiri dari Contoh Asuhan keperawaan pada klien Otitis Media AkutBab IV Penutup terdiri dari kesimpulan dan saran Dafar Pustaka

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

8. DefinisiOtitis media akut adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteum telinga tengah. Penyebab utama otitis media akut adalah masuknya bakteri patogenik kedalam telinga tengah yang normalnya steril. Paling sering terjadi bila terjadi disfungsi tuba eustachii seperti obtruksi yang diakibatkan oleh infeksi saluran nafas atas, inflamasi dijaringan sekitarnya (sinusitis, hioertrofi adenoid), atau reaksi alergi (rhinitist alergika0). Bakteria yang umumnya ditemukan sebagai organisme lain penyebab adalah Streptococcus Hemolyticus , Staphylococcus Aureus, Pneumokok, H. Influenza, E.coli, S. Anhemolyticus, P. Vulgaris, dan P. Aeruginosa.Cara masuk bakteri pada kebanyakan pasien kemungkinan melalui tuba eustachii akibat kontaminasi selaput dalam nasofaring. Bakteri juga dapat masuk telinga tengah bila ada perforasi membrana timpani.

9. Klasifikasi2.1. Otitis Media Akuta. Stadium Okulasi Tuba Eustachius Adanya okulasi tuba eustachius ialah gambaran retraksi membran timfani akibat terjadinya tekanan negative didalam telinga tengahakibat absorbs udara. Kadang kadang membran timpani tampak normal (tidak ada kelainan)atau berwarna krut pucat. Efusi mungkin telah terjadi, tetapi tidak dapat dideteksi. Stadium ini sukar dibedakan denganus otitis media serosa yang disebabkan oleh virus atau alergi.b. Stadium HiperemisPada stadium hiperemis, tampak pembuluh darah yang melebar di membran timpani atau seluruh membran timpani atau seluruh membran timpani tampak hiperemis serta edem. Secret yang telah terbentuk mungkin masih bersifat aksudat yang serosa sehingga sukar terlihat.

c. Stadium SuprasiEdem yang terlihat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya selepitel superficial, sehingga terbentuknya eksudat yang purulen di kavum timpani, rrmenyebabkan membran timpani menonjol (bulging) kearah liang telinga luar. Pada keadaan ini pasien tampak sangat sakit, nadi dan suhu meningkat, serta rasa nyeri di telinga tambah hebat. Apabila tekanan nanah di timpani tidak berkurang,maka terjadi iskemia,akibat tekanan pada kapiler kapiler serta timbul trombo flebitis pada vena vena kecil dan nekrosis mukosa dan sub mukosa. Nekrosis ini pada membran timpani terlihat sebagai daerah yang lebih lembek dan berwana kekuningan. Ditempat ini akan terjadi repture. Bila tidak dilakukan insisi membran timpani (miringotomi) pada stadium ini, maka kemungkinan besar membran timpani akan repture dan nanah keluar dari liang telinga luar. Dengan melakukan miringotomi, lika insisi akan tertutup kembali, sedang apabila terjadi repture, maka lubang tempat repture (perforasi) tidak mungkin menutup kembali.

d. Stadium PerforasiKarena beberapa sebab seperti terlambatnya pemberian antibiotik atau vilurensi kuman yang tinggi, maka akan terjadi repture membran timpani dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah keliang telinga luar. Anak yang tadinya gelisah sekarang menjadi tenang.suhu badan turun dan anak dapat tidur nyenyak. Keadaan ini disebut dengan otitis akut stadium perforasi.

e. Stadium ResolusiBila membran timpani tetap utuh, maka keadaan membran timpani perlahan lahan akan normal kembali. Bila sudah sudah terjadi perforasi, maka secret akan berkurang dan akhirnya kering. Bila daya tahan tubuh baik atau virulensi kuman rendah, maka resolusi dapat terjadi walaupun tanda pengobatan OMA berubah menjadi OMSK bila perforasi meenetap dengan sekret yang keluar terus menerus atau hilang timbul. OMA dapat menimbulkan gejala sisa (squele) berupa otitis media serosa bila secret menetap dicavum timpani tanpa terjadinya perforasi.

10. Etiologi1. Disfungsi atau sumbatan tuba eustachius merupakan penyebab utama dari otitis media yang menyebabkan pertahanan tubuh pada silia mukosa tuba eustachius terganggu, sehingga pencegahan invasi kuman kedalam telinga tengah juga akan tergnggu.2. ISPA (infeksi salura pernfasan atas ). Inflamasi jarigan di sekitrnya ( misal : sinusitas, hipertrofi adenoid) atau reaksi alergi (misalnya: rhinitis alergika).3. BakteriBakteri yang umum ditemukan sebagai microorganisme penyebab adalah Streptococcus peumoniae, Haemophylus influenza, Moraxella catarrhalis, dan bakteri piogenik lain seperti streptococcus hemoyiticus, Staphylococcus aureus, E. coli, Pneumococcus vulgaris.

11. PatofisiologiOtitis media sering diawali dengan infeksi saluran napas (ISPA) yang disebabkan oleh bakteri, kemudian menyebar ketelinga tengah melewati tuba eustachius. Ketika bakteri memasuki tuba eustachius maka dapat menyebabkan infeksi dan terjadi pembengkakan, peradangan pada saluran tersebut. Proses peradangan yang terjadi pada tuba eustachius menyebabkan stimulasi kelenjar minyak untuk menghasilkan sekret yang terkumpul dibelakang membran timpani. Jika sekret bertambah banyak maka akan menyumbat saluran eustachius, sehingga pendengaran dapat terganggu karena membran timpani dan tulang osikel (maleus, incus, stapes) yang menghubungkan telinga baagian dalam tidak dapat bergerak bebas. Selain mengalami gangguan pendengaran, klien juga akan mengalami nyeri pada telinga.Otitis medi akut (OMA) yang berlangsung selama lebih dari dua bulan dapat berkembang menjadi otitismedia supuratifkronis apabila faktor hygine kurang diperhatikan, terapi yang terlambat, pengobatan tidak adekuat, dan adanya daya tahan tubuh yang kurang baik.

12. Manifestasi klinikA. Otitis Media AkutManifestsi klinis pada OMA tergantung pada stadium daan umur klien.a. Stadium Hiperemi Nyeri dan rasa penuh pada telinga karena tertutupnya tuba eusthacius yang mengalami hiperemi dan edema. Demam Pendengaran biasanya masih normal.

b. Stadium Oklusi Nyeri dan demam bertambah hebat

Pada anak : panas tinggi disertai muntah, kejang, dan meningismus

Pend