of 29/29
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkebunan merupakan sektor yang berpotensi besar dalam industri agribisnis. Area perkebunan secara umum memiliki luas area yang lebih besar dibandingkan dengan area pertanian. Tanaman yang dikembangkan pada perkebunan umumnya adalah strawberry, melon, semangka, teh, tembakau, bunga matahari, tanaman hias, tanaman obat-obatan, dan masih banyak yang lainnya. Perkebunan sering kali mendapat gangguan dari hama ataupun hewan pengganggu seperti kucing, anjing, kelinci, tikus, domba, dan lain-lain. Untuk mencegah hewan-hewan tersebut masuk ke area perkebunan, pengelola harus mengawasi area perkebunan secara rutin. Hal tersebut sangat tidak efektif, memakan banyak tenaga, dan membutuhkan waktu yang lama. Selain faktor keterbatasan manusia untuk bisa mengontrol 24 jam, luas area perkebunan yang sangat luas akan sangat menyulitkan pengawasan. Perkebunan juga sangat memerlukan proses penyiraman air secara teratur. Untuk itu sangat diperlukan sistem yang dapat melakukan otomasi dalam melakukan penyiraman untuk mempermudah petani mengelola kebunnya. 1

Otomasi Industri

  • View
    256

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Penelitian mengenai sistem otomasi industri

Text of Otomasi Industri

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPerkebunan merupakan sektor yang berpotensi besar dalam industri agribisnis. Area perkebunan secara umum memiliki luas area yang lebih besar dibandingkan dengan area pertanian. Tanaman yang dikembangkan pada perkebunan umumnya adalah strawberry, melon, semangka, teh, tembakau, bunga matahari, tanaman hias, tanaman obat-obatan, dan masih banyak yang lainnya.Perkebunan sering kali mendapat gangguan dari hama ataupun hewan pengganggu seperti kucing, anjing, kelinci, tikus, domba, dan lain-lain. Untuk mencegah hewan-hewan tersebut masuk ke area perkebunan, pengelola harus mengawasi area perkebunan secara rutin. Hal tersebut sangat tidak efektif, memakan banyak tenaga, dan membutuhkan waktu yang lama. Selain faktor keterbatasan manusia untuk bisa mengontrol 24 jam, luas area perkebunan yang sangat luas akan sangat menyulitkan pengawasan. Perkebunan juga sangat memerlukan proses penyiraman air secara teratur. Untuk itu sangat diperlukan sistem yang dapat melakukan otomasi dalam melakukan penyiraman untuk mempermudah petani mengelola kebunnya. Oleh karena itu, dibuatlah Scarebugs, alat pengusir hewan sekaligus penyiram kebun otomatis. Alat ini akan sangat membantu petani dalam mengelola area perkebunan baik dalam penyiraman otomatis maupun untuk mengusir hewan penggangu.. Diharapkan dengan pemanfaatan alat ini, hasil perkebunan menjadi lebih baik dan meminimalisir kerusakan akibat gangguan hewan liar sehingga petani mendapatkan kemudahan dan keuntungan yang lebih maksimal.1.2 Perumusan MasalahRumusan masalah dari perancangan sistem otomasi ini antara lain: Apa tujuan dibuatnya perancangan sistem otomasi ini? Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat ini?

Apa saja kelebihan dan kekurangan dari alat tersebut?

1.3 Tujuan Tujuan perancangan sistem otomasi ini antara lain: Alat ini dirancang untuk melindungi tanaman dari hewan pengganggu yang masuk ke dalam kebun dan merusak tanaman. Mengestimasikan biaya yang diperlukan dalam pembuatan alat tersebut. Mengetahui kelebihan, kekurangan, serta mengevaluasi sistem yang dipakai.1.4 ManfaatManfaat yang dapat diberikan dalam perancangan sistem otomasi ini antara lain:

Dapat menciptakan alat yang inovatif dalam bidang perkebunan yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Dapat mengerti cara kerja Scarebugs sehingga pembaca dapat membuat sendiri1.5 Batasan dan Asumsi Scarebugs ini dapat berfungsi secara maksimal apabila batasan-batasan yang di inputkan pada alat ini terpenuhi. Batasannya antara lain: Alat ini di khususkan untuk perkebunan dengan tinggi tanaman tidak lebih dari 50 cm (contohnya buah stroberi, melon dan semangka) dan luasan dengan sudut pandang 2 dimensi. Ukuran hewan pengganggu yang mampu dideteksi oleh Scarebugs adalah dengan tinggi 5-50 cm dan lebar 2-20 cmScarebugs ini akan mengalami gangguan atau tidak bisa berfungsi secara optimal apabila:

Scarebugs ini diasumsikan mampu mendeteksi hewan seukuran belalang hingga kucing sehingga sesuatu yang berukuran lebih kecil atau lebih besar dari batas ukuran tersebut tidak akan disemprot. Sumber daya (baterai) yang digunakan habis, sehingga diperlukan re-charge baterai agar Scarebugs dapat digunakan kembali.BAB IIDESKRIPSI SISTEM2.1 Komponen PenyusunUntuk menjalankan Scarebugs ini diperlukan sebuah rangkaian serta komponen-komponen yang menyusun sedemikian rupa sehingga dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Komponen penyusun Scarebugs ini terdiri dari:2.2.1 Sensor

Sensor merupakan suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik, energi fisika, energi kimia, energi biologi, energi mekanik dan sebagainya. Dalam rankaian ini, pada sensor terdapat:1. Photodioda yang berfungsi sebagai penerima cahaya

2. LED (Light Emmiting Diode) berfungsi sebagai pemancar cahaya

3. OP AMP (Operasional Amplifier) bertugas sebagai pembanding untuk membandingkan suatu input dengan suatu refrensi yang telah di tetapkan nilainya4. Resistor berfungsi untuk menghambat arus listrik yang mengalir pada sebuah rangkaian5. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik2.2.2 Actuator

Peranti yang menghasilkan gerakan pada robot atau suatu mesin terotomasi. Dalam peralatan Scarebugs yang berfungsi sebagai actuator adalah pompa air yang berfungsi untuk mengeluarkan air (dalam hal ini yang digunakan adalah pompa air pada akuarium) dan relay yang digunakan untuk penyiraman air terotomasi.2.2.3 Analyzer Pada perangkat ini yang berfungsi sebagai analyzer adalah PLC. PLC berguna sebagasi suatu perangkat elektronik digital dengan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik seperti: logika, sekuen, timing, counting, dan aritmatika untuk mengontrol suatu mesin industri atau proses industri sesuai dengan yang diinginkan. PLC mampu mengerjakan suatu proses terus menerus sesuai variabel masukan dan memberikan keputusan sesuai keinginan pemrograman sehingga nilai keluaran tetap terkontrol.2.2 Cara Kerja SistemSecara umum, cara kerja sistem ini digambarkan dalam dua flowchart. Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya (). Flowchart yang dipakai dalam sistem ini yaitu flowchart untuk proses proteksi dan proses penyiraman. Di bawah ini merupakan gambar dari flowchart tersebut secara berturut-turut.

Gambar 2.1 Flowchart Penyiraman Tanaman Secara Berkala

Gambar 2.2 Flowchart sistem pengusiran hewan

Block diagram adalah sebuah diagram yang menunjukkan operasi, keterkaitan dan saling ketergantungan komponen dalam sebuah sistem (http://translate.google.co.id). Dalam sistem ini hanya terdapat 1 block diagram, yaitu block diagram sistem proteksi terhadap tanaman seperti gambar di bawah ini.

GambarGambar 2.3 Block Diagram proses proteksiLadder logic diagram adalah sebuah diagram yang menggambarkan kerja setiap komponen dalam satu sistem pada kondisi tertentu. Ladder logic diagram pada sistem ini, adalah sebagai berikut:

Gambar 2.4 Ladder Logic Diagram Proteksi Hewan

Gambar 2.5 Ladder Logic Diagram Proses Penyiraman

Gambar 2.6 Gambar Rancangan Pemasangan ScarebugsGambar 2.7 Kondisi Photodioda Saat Dilewati HewanBerdasarkan gambar di atas, photodioda sebagai sensor berada pada posisi ON apabila tidak ada cahaya (terhalang oleh hewan yang masuk area perkebunan) yang diterima dari LED. Kemudian photodiode akan OFF pada saat ada cahaya. Ketika photodiode pada perubahan dari ON ke OFF maka akan mengirim sinyal ke pusat pengolah data yaitu PLC. Setelah itu PLC akan mengolahnya sebagai perintah dan dikirim ke pompa untuk menyemprotkan air. Air akan menyemprot selama 5 detik.Selain itu Scarebugs juga dirancang untuk dapat menyiram tanaman. Scarebugs akan melakukan penyiraman secara otomatis setiap 12 jam selama 5 menit. Gerbang logika atau gerbang logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika Boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logika (wikipedia.com). Pada rancangan Scarebugs ini berikut logic gate untuk rancangan tersebut.

Gambar 2.8 Logic gateP = (A.B.C.D)Tabel 2.9 Truth tabel

ABCDA.B.C.D

00000

00011

00101

00111

01001

01011

01101

01111

10001

10011

10101

10111

11001

11011

11101

11111

2.3 Rancangan Fisik Pada tugas rancang otomasi ini dibuat prototype Scarebugs yang menyerupai bentuk asli alat. Pada prototype ini menggunakan skala 1:100. Pada sistem ini terdapat beberapa komponen yang memiliki fungsi masing-masing. Alat ini menggunakan LED sebagai sensor cahaya dan photodiode sebagai penerima cahaya. Apabila photodiode dalam kondisi OFF ketika menerima cahaya dari LED. Ketika photodiode tidak menerima cahaya dari LED maka dalam kondisi ON dan akan menghidupkan pompa. Pompa akan menyemprotkan air untuk mengusir hewan. Pada rancangan fisik yang asli scarebugs menggunakan komponen PLC, namun karena kendala biaya yang sangat mahal, pada prototype komponen PLC diganti dengan microcontroler. Microcontroler itu sendiri terdiri atas kapasitor yang berfungsi sebagai filter, transformator sebagai penurun tegangan, diode sebagai penyearah tegangan, transistor dan relay sebagai switching lalu IC+Soket, jumper dan blank host sebagai konektor.Selain berfungsi untuk mengusir hewan yang masuk area perkebunan, scarebugs juga dapat melakukan penyiraman secara berkala. Penyiraman ini dilakukan menggunakan timer yang sudah di setting pada awal pemasangan. Berikut ini adalah ilustrasi dari rancangan fisik dari Scarebugs:

Gambar 2.10 Rancangan Fisik Prototype ScarebugsBAB IIIMETODOLOGI PENULISAN3.1 Perumusan Masalah

Merupakan langkah awal untuk mengetahui batasan-batasan masalah yang akan diambil. Banyak hewan pengganggu yang sering masuk ke dalam kebun dan merusak hasil perkebunan sedangkan kemampuan petani terbatas untuk selalu mengawasi kebunnya.

3.2 Pengumpulan Data

Penulisan dan pembuatan tugas rancang otomasi ini dilakukan dengan mencari informasi dan perkembangan dari masalah yang dibahas. Untuk memperoleh data yang berhubungan dengan sistem proteksi ini maka dilakukan studi pada website.3.3 Kajian Pustaka

Dalam telaah pustaka ini dikumpulkan data-data mengenai komponen yang digunakan dalam membuat alat proteksi ini dan bagaimana cara kerja sistem.3.4 Pembahasan Setelah dilakukan pengumpulan data dan telaah pustaka, data tersebut dipilah dan diatur sesuai dengan jenisnya. Dari sini penulis menganalisis berdasarkan data-data yang telah diperoleh.

3.5 Kesimpulan

Analisis sistem disusun berdasarkan data, informasi, dan pengamatan. Dari hasil analisis disimpulkan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat terotomasi ini serta apa kelebihan dan kekurangan dari alat tersebut. Saran dan rekomendasi perbaikan sistem yang berkaitan juga dikemukakan agar kelak dapat dilakukan pengembangan yang lebih baik lagi.

Berikut ini adalah bagan metode penulisan tugas rancang ini:

BAB IV

ANALISA SISTEM4.1 Analisa FungsionalitasSistem proteksi ini berfungsi sebagai pelindung tanaman agar hewan pengganggu tidak dapat merusak tanaman. Jika sensor mendeteksi adanya hewan yang masuk, maka sistem akan menyemprotkan air untuk mengusir hewan. Sistem ini dikatakan berhasil jika sistem mampu mengusir setiap hewan binatang yang masuk ke dalam kebun agar produktivitas kebun meningkat. Akan tetapi, apabila sistem tidak mampu mengusir hewan dengan benar, yaitu jika kedatangan hewan pengganggu tidak dapat dideteksi atau alat tidak menyemprotkan air, maka sistem dikatakan tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Meskipun kesalahan dalam mendeteksi atau menyemprotkan air tersebut tidak terjadi secara terus-menerus sistem tersebut tetap dikatakan tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena tidak bekerja sesuai yang diharapkan.

4.2 Analisa Biaya3.2.1 Analisa Biaya AlatDalam pembuatan alat ini dibutuhkan biaya, dimana biaya tersebut digunakan untuk pembuatan software dan hardware (rancangan fisik). Adapun biaya-biaya tersebut akan dijelaskan pada tabel berikut:Tabel 4.1 Biaya yang Dibutuhkan NoItemJumlah ItemSatuan HargaJumlah Harga

(unit atau m )(Rupiah)(Rupiah)

1Resistor12 unit1001.200

2Kapasitor2 unit5001.000

3Dioda5 unit2.50012.500

4OP AMP1 unit50.00050.000

5LED 4 unit2.0008.000

6Photodioda1 unit3.0003.000

7Pompa air1 unit300.000300.000

8PLC1 unit30.00030.000

9Kabel4 m2.50010.000

10Relay1 unit30.00030.000

Total445.700

Sistem proteksi ini diestimasikan mampu bertahan selama 10 tahun. Setelah alat digunakan selama 10 tahun, maka diperkirakan alat akan mengalami kerusakan sehingga petani harus membeli alat yang baru untuk tetpa melaksanakan proses proteksi terotomasi. Oleh sebab itu, hasil perkebunan selama 10 tahun harus mampu menutupi biaya yang digunakan untuk membeli alat tersebut sekaligus memberikan keuntungan yang lebih bagi petani.3.2.2 Analisa Biaya PerkebunanBerikut ini adalah analisis usaha hasil budidaya buah naga pada lahan seluas satu hektar yang berisi 1600 tiang dan 4 tanaman pertiang (6400 tanaman). Jumlah rata-rata buah hasil kebun yang dijual adalah sebanyak buah setiap tahunnya. Jadi total buah yang dijual selama ........ tahun adalah sebanyak ......... buah. Dengan membandingkan total biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli komponen sistem proteksi terhadap hasil penjualan buah selama ........ tahun, maka diketahui seberapa besar biaya pembelian sistem proteksi yang ditanggung oleh satu buah. Setiap buah tersebut menganggung biaya sebesar Rp ......... per buah, maka total hasil penjualan selama ....... tahun adalah Rp ................ Berdasarkan analisis biaya yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa total biaya yang dikeluarkan petani untuk membeli alat ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan total hasil penjualan selama ........ tahun sehingga petani tidak akan mengalami kerugian apabila menggunkanan sistem proteksi ini.Dari analisa biaya yang dilakukan, total biaya yang dikeluarkan petani untuk menerapkan system ini jauh lebih kecil dibandingkan total hasil penjualan selama sepuluh tahun sehingga petani tidak akan mengalami kerugian jika menerapkan sistem ini.4.3 Analisa Kelebihan dan KekuranganKelebihan dari alat ini adalah alat ini tidak alat ini tidak berbahaya bagi manusia maupun hewan karena media penyemprotnya memakai air dan tidak memakai bahan kimia, selain itu alat ini dapat dipasang secara bertingkat sehingga jika sensor dibawah tidak mendeteksi maka sensor yang diatas masih dapat mendeteksi adanya hewan yang masuk ke dalam areal perkebunan.

Kekurangan yang terdapat di alat ini adalah alat menyemprotkan air di kebun secara keseluruhan ketika mendeteksi adanya hewan yang masuk untuk melindungi tanaman. Dampak yang mungkin terjadi adalah jika frekuensi kedatangan hewan pengganggu cukup tinggi (sering), maka pernyiraman pada kebun akan semakin banyak dilakukan sehingga komposisi air pada tanaman menjadi berlebih.BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan:

1. Alat ini diberi nama Scarebugs. Dimana scare berarti takut atau menakuti dan bugs berarti hama atau hewan-hewan kecil. Alat ini berguna untuk mempermudah pekerjaan manusia khususnya di bidang perkebunan. Karena dapat melakukan pengawasan selama 24 jam.2. Alat ini dirancang untuk melakukan pengawasan terhadap hewan-hewan liar yang dapat mengganggu area perkebunan dan apabila hewan tersebut memasuki area perkebunan maka alat ini secara otomatis akan menyemprotkan air untuk mengusir hewan pengganggu tersebut.

3. Selain berguna mengawasi serta mengusir hewan pengganggu alat ini pun dapat melakukan tugas sebagai penyiram otomatis dengan menggunakan pengatur waktu (timer).4. Biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan alat ini ialah sebesar 5. Kelebihan dari alat ini antara lain alat ini tidak berbahaya dan ramah lingkungan karena bahan utama pengusirnya adalah air yang disemprotkan dengan tekanan yang tinggi, sensor yang dimiliki alat ini bertingkat sehingga apabila salah satu sensor tidak dapat mendeteksi maka sensor yang lainnya yang akan mendeteksi, baterai yang digunakan apabilatelah habis dapat di re-charge.6. Suatu alat pun tentunya tidak ada yag sempurna, selain kelebihan-kelebihan di atas terdapat pula kekurangan antara lain apabila intensitas kedatangan hewan pengganggu tinggi maka secara tidak langsung akan terjadi intensitas penyiraman yang berlebihan pada tanaman di area perkebunan yang dapat menyebabkan pembusukan akibat kandungan air yang berlebihan di tanah, alat ini tidak dapat diterapkan pada perkebunanan dengan jenis tanaman tinggi karena semprotan air tidak akan dapat menjangkau hewan pengganggu yang sudah telanjur masuk ke area perkebunan, alat ini dapat mendeteksi hewan pengganggu apabila hewan tersebut telah dan akan memasuki area perkebunan karena alat penyemprot air berada di tengah perkebunan. Sehingga ada baiknya alat ini digunakan untuk jenis perkebunan yang memiliki tanaman memerlukan banyak air.

7. Alat ini pun memiliki batasan-batasan yaitu hanya dapat menyemprot atau mengusir hewan pengganggu dengan tinggi 5-50 cm dan lebar 2-20 cm, sehingga lebih besar atau lebih kecil dari ukuran tersebut hewan pengganggu tidak akan terdeteksi oleh sensor.8. Komponen-komponen penyusun dari alat scarebugs ini antara lain: sensor, actuator, analyzer. Pada sensor pun memiliki beberapa kompenen penyusun, yaitu Photodida, LED (Light Emmiting Diode), OP AMP (Operasional Amplifier), Resistor, Potensiometer. Actuator-nya berupa pompa air kecil akuarium. Serta analyzer-nya berupa PLC (Programable Logic Control).

9. Adapun cara kerja dari alat ini yaitu LED memancarkan cahaya dimana photodiode akan menerima cahaya. Apabila hewan pengganggu melewati sensor cahaya ini maka cahaya dari LED akan tertutupi oleh badan hewan tadi. Ketika photodiode tidak menerima cahaya dari LED maka scarebugs akan berada dalam kondisi ON dan akan menyemprotkan air bertekanan untuk mengusir hewan pengganggu dari area perkebunan.

5.2 Saran (Rekomendasi perbaikan sistem)

Selalu melakukan pengecekan pada spare part mesin setiap beberapa bulan sekali agar kinerja alat stabil dan biaya yang akan dikeluarkan untuk mengganti spare part mesin tidak terlalu banyak, serta mengurangi resiko terjadinya kerusakan mesin yang fatal dan penggantian alat secara keseluruhan. Alat ini dapat mendeteksi dan mengusir hewan pengganggu ketika hewan tersebut telah memasuki area perkebunan. Sebaiknya sensor dan alat ini ditempatkan dan diberi jarak dari area perkebunan, sehingga sebelum hewan pengganggu ini masuk alat ini sudah terlebih dahulu mendeteksi dan mengusirnya.Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Gerbang_logika [11 Desember 2009]

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://dictionary.babylon.com/Block_diagram [11 Desember 2009]

http://en.wikipedia.org/wiki/Ladder_diagram [11 Desember 2009]

http://irma14.blogspot.com/2008/09/pengertian-dasar-dan-simbol-flowchart.html [11 Desember 2009]

DAFTAR RIWAYAT HIDUPNama

: Arfini Alivia Dewanty

Jenis Kelamin

: PerempuanTempat tanggal lahir: Surabaya, 15 Januari 1991

Alamat

: Siwalankerto Timur I/15 B Surabaya

No Hp/ No telp

: 08563380934 / 0318436407

Motto

: Jangan menyerah!

Riwayat Pendidikan:

1. SD Kutisari III / 516 Surabaya 1996 - 2002

2. SLTPN 12 Surabaya 2002-2005

3. SMAN 16 Surabaya 2005-2008

4. Teknik Industri ITS 2008 sekarang

Karya tulis yang pernah dibuat:

1. Pemanfaatan Biji Kecipir ???

2. Green Noodle dari Tepung Biji Kecipir Psophocarpus tetragonolobus (L). D.C) sebagai Alternatif Makanan Bergizi TinggiRiwayat Organisasi:

Staf Badan Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Teknik Industri ITS Departemen PPA 2009-2010

Nama

: Seftian Fika PrihandiniJenis Kelamin

: Perempuan

Tempat tanggal lahir: Tulungagung, 20 September 1989Alamat

: Griya Asri G2/23 Pakuwon City, SurabayaNo Hp/ No telp

: 085649679072Motto

: Tetap sehat, tetap semangat!Riwayat Pendidikan:

5. SDN Kampung Dalem I Tulungagung 1996-20026. SLTPN 1 Tulungagung 2002-2005

7. SMAN 1 Boyolangu, Tulungagung 2005-2008

8. Teknik Industri ITS 2008 sekarang

Karya tulis yang pernah dibuat:

3. Tinta getah Pisang Untuk Batik TulisNama

: Diar Pratama

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Tempat tanggal lahir: Surabaya, 30 mei 1990Alamat

: Jl Wiguna Tengah 14/27No HP/ No telp

: 0856 3289 306Motto

: Just be Yourself, i dont care about other people say...Riwayat Pendidikan: 1. SDN Kalirungkut IV/580 1996-20022. SLTPN 12 Surabaya 2002-2005

4. SMAN 16 Surabaya 2005-2008

5. Teknik Industri ITS 2008 sekarangRiwayat Organisasi : Departemen Minat dan Bakat HMTI ITS

Departemen Hubungan Luar BEM ITS

MPK SMAN 16 Surabaya

KIR SMAN 16 Surabaya

Nama

: Rizqi Mardhi Farisi

Jenis Kelamin

: Laki-laki

TTL

: Sidoarjo, 2 Mei 1990

Alamat

: Graha Tirta, Tirta Bougenville no 101, SurabayaAlamat Asal

: Baranangsiang Indah D3/20, Bogor

No. HP

:085694921166

Motto

: I am what i amRiwayat pendidikan:

SD Tamansiswa TM3, Palembang 1996-2002

SMP Negeri 15 Palembang 2002-2003

SMP Negeri 2 Bogor 2003-2005

SMA Negeri 3 Bogor 2005-2008

S1 Teknik Industri ITS 2008-sekarangNama

: Andi Nurul Fadhilah AyuJenis Kelamin

: Perempuan

Tempat tanggal lahir: Denpasar, 7 Mei 1990Alamat

: Jl. Monumen Emmi Saelan III no. 55, Makassar-Sulawesi

SelatanNo Hp/ No telp

: 081355244113 / 0411 8214847Motto

: Do the best all the timeRiwayat Pendidikan:

1. TK Muhammadiyah Denpasar 1995 19962. SDN Muhammadiyah Denpasar 1996 19973. SDN 11 Manado 1997 20014. SDN Mangkura III Makassar 2001 20025. SMPN 6 Makassar 2002 20056. SMAN 2 Makassar 2005 20087. Teknik Industri FTI ITS Surabaya 2008 sekarangRiwayat Organisasi:

1. Pramuka SMPN 6 Makassar, 2002

2. SHOT ESQ Teens Makassar, 2005 - sekarang

3. Kerukunan Remaja Masjid Baitur-Rauf (Keramat SMADA), 2005 2006

4. Kelompok Ilmiah Remaja SMADA, 2005 2008

5. Himpunan Mahasiswa Teknik Industri ITS, 2009 2010

Pompa Air

Mulai

Perumusan Masalah

Pengumpulan Data

Kajian Pustaka

Pembahasan

Kesimpulan

Selesai

Process

Fungsi Sensor

(Input)

Control Unit

(PLC)

Lahann

Proteksi Perkebunan (Kedatangan Hewan)

Sumber Air

Transducer

Photodioda

Photodioda

Photodioda

Photodioda

LED

LED

LED

LED

Listirk PLN

Pump

Actuator

PLC

Menyemprotkan Air

Process

Fungsi Keputusan

(pengendali)

Photodioda & LED

Hewan Datang

17