Click here to load reader

Outline Tugas Akhir Pt. Senamas Energindo Mineral

  • View
    49

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuifdbfbdfbdfbfgbdefgdfgdfgdfgdfgdfhdfbvcbsfdwefgwsdvsbhsdvsvssdqedfsduhdsuif

Text of Outline Tugas Akhir Pt. Senamas Energindo Mineral

PENATAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN REKLAMASI PASCA TAMBANG BATUBARA DI PT. SENAMAS ENERGINDO MINERAL KECAMATAN DUSUN TIMUR KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Oleh :ADRI YONATHANNIM. DBD 110 083

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS PALANGKA RAYAFAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN2015I.LATAR BELAKANG

Pertambangan yaitu sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pasca tambang.Teknik penambangan batubara yang umum dilakukan di Kalimantan adalah teknik penambangan terbuka dengan metoda gali-isi kembali (back filling methods), penggunaan teknik ini mengakibatkan terjadinya pembukaan areal bervegetasi dan mempunyai kecenderungan untuk bertambah seiring dengan bertambah luasnya areal tambang. Penggunaan teknik ini juga menyebabkan terjadinya lahan kritis karena hilangnya vegetasi penutup tanah, adanya tekanan berat dari pukulan air hujan, erosi, sentuhan langsung cahaya matahari dan terjadinya pemadatan tanah akibat aktifitas alat berat. Untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan penambangan dengan teknik penambangan terbuka, maka dilakukan kegiatan reklamasi lahan bekas tambang untuk memperbaiki kondisi areal yang terbuka.Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai dengan peruntukannya. Pada tahapan kegiatan reklamasi akan di analisa berapa biaya yang perlukan untuk tahapan tersebut, agar perusahaan dapat memperkirakan biaya yang akan di gunakan nanti pada saat tahapan kegiatan pasca tambang tersebut dilaksanakan. Maka dari itu penulis mengambil judul tersebut Penataan Lahan Untuk Kegiatan Reklamasi Pasca Tambang Batubara Di PT. SENAMAS ENERGINDO MINERAL KECAMATAN DUSUN TIMUR KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH.

II. MAKSUD DAN TUJUAN PENILITIAN Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki atau mengembalikan kemanfaatan tanah semula akibat usaha penambangan Batubara di PT. Senamas Energindo Mineral , sehingga dampak negatif dari kegiatan penambangan dapat berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menata dan memperbaiki kondisi daerah yang telah ditambang (rusak) menjadi lahan yang produktif, sehingga setelah penambangan pada daerah tersebut berakhir, lahan tersebut dapat dimanfaatkan dan berdaya guna sesuai dengan peruntukannya.

III.RUMUSAN MASALAH Masalah yang akan diangkat pada penelitian ini antara lain :1.Bagaimana metode penataan lahan yang digunakan pada kegiatan reklamasi lahan bekas penambangan Batubara di PT. Senamas Energindo Mineral.

IV. BATASAN MASALAHUntuk mendapatkan hasil penelitian yang maksimal maka perlu dibatasi permasalahan yang akan dibahas yaitu:1.Penilitian dilakukan pada penataan lahan.V. DASAR TEORI1. Kondisi Tanah Untuk melaksanakan reklamasi, maka terlebih dahulu perlu diketahui keadaan tanah di lokasi tambang, mengenai kondisi kesuburannya. Reklamasi dapat dilakukan setelah kegiatan penambangan berakhir atau bersamaan dengan operasi penambangan.Keuntungan reklamasi yang bersamaan dengan operasi penambangan adalah : Kondisi tanah penutup apabila belum terlalu lama ditimbun tanahnya belum terlalu padat, sehingga memudahkan dalam penanganan. Tanah pucuk dan tanah penutup terhindar dari erosi.Untuk dapat merencanakan cara reklamasi yang baik perlu diketahui keadaan tanah di lokasi penambangan yang berupa keadaan tanah di lokasi tambang dan keadaan di lokasi pembuangan. Keadaan tanah tersebut meliputi :a. Sifat Fisik Tanah Sifat fisik tanah ini sangat penting ditinjau dari pengolahan dan pengelolaannya, dari warna, tekstur dan konsistennya kita telah dapat menggambarkannya secara kasar. Sifat fisik yang pertama kita lihat adalah warna tanah, warna tanah ini disebabkan oleh beberapa faktor : Bahan organik, pada tanah organosol, tanah berwarna hitam, gelap coklat. Mangan, tanah berwarna gelap. Ferum, pada tanah berwarna merah jingga, kuning coklat. Garam-garam, pasir kwarsa, kaolin dan garam-garam karbonat akan memperlihatkan warna puth/pucat pada tanah.Selain dari faktor-faktor di atas derajat dari warna tanah dipengaruhi oleh kandungan air. Melihat warna tanah haruslah dalam keadaan lembab. Warna tanah dapat dipakai untuk : Menaksir kandungan bahan organik, dimana makin gelap warna tanah makin besar kandungan bahan organiknya. Menilai drainase/pembuangan air yang berlebihan dari tanah, dimana warna merah menandakan drainase yang baik, sedang warna kelabu/pucat menandakan drainase yang jelek. Menaksir derajat pelapukan atau lamanya pembentukan tanah. Sebagai dasar dalam klasifikasi tanah. Menaksir kandungan besi dalam tanah, warna coklat/kemerahan menunjukkan kadar besi tinggi.b. Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah meliputi susunan kimia tanah, reaksi-reaksi dalam tanah, ketersediaan unsur hara bagi tanaman, pH atau keasaman tanah dalam kandungan bahan organik. Unsur hara adalah unsur-unsur kimia dalam tanah yang diperlukan sebagai makanan bagi tanaman untuk menunjang pertumbuhannya. Unsur hara terdiri dari unsur makro yang diperlukan dalam jumlah yang banyak yaitu C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, dan unsur makro yang diperlukan dalam jumlah sedikit yaitu Fe, Mn, Bo, Cu, Zn, Mo, Cl, Si, Na, dan Co. Kandungan unsur hara dinyatakan dalam kriteria sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Selain itu ketersediaan unsur hara sangat ditentukan oleh keadaan pH atau keasaman tanah.c. Ketebalan top soil tanahTop soil merupakan lapisan tanah bagian atas, tebalnya antara 15-45 cm atau lebih, lapisan tanah ini merupakan bagian yang teramat penting, pada lapisan inilah banyak terdapat unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan untuk hidup.Humus atau bahan-bahan organik serta variabel zat-zat hara mineral yang sangat diperlukan bagi tanaman terdapat dalam lapisan tanah ini. Mikroflora dan dan demikianpula mikrofauna atau jazad renik biologis (bakteri, cacing tanah, serangga tanah) hidup berpadu dalam lapisan top soil ini menyuburkan tanah dalam lingkungannya, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.d. Kelembaban tanahKelembaban tanah terjadi akibat kandungan air setempat yang tinggi. Air di dalam tanah tergantung pada keadaan tekstur danstruktur, semakin halus liat tanah semakin besar air yang dapat diikat oleh tanah liat lebih halus permukaannya daripada tanah berpasir, semakin besar ukurannya makin sedikit air yang diikat pada satu satuan yang sama. Pada keadaan lembab tanah dalam keadaan baik untuk ditanami, agar supaya jangan sampai kering maka evaporasi harus diperhatikan.e. Kedalaman Tanah (solumn)Kedalaman tanah atau solumn tanah sangat penting diketahui terutama pada lahan-lahan yang memiliki kemiringan. Bagi kepentingan pertanian apabila solumn tanah cukup tebal terutama lapisan top soilnya maka lebih mudah ditanami dan lebih mudah dalam perawatan atau pemeliharaan terhadap tanah tersebut.f. Tekstur tanahTanah itu terdiri dari bahan padat, bahan cair, gas dan jasad hidup. Bahan padat itu terdiri dari organik dan anorganik, yang anorganik terdapat dalam bermacam-macam bentuk dan ukuran. Berdasarkan besar ukurannya dibagi dalam beberapa fraksi atau golongan : Fraksi batu > 10 mm, kerikil 2-10 mm, pasir 0,05-2 mm, debu 0,02-0,05 mm, liat < 0,02 mm. Pasir, debu, dan liat merupakan fraksi utama.Fraksi-fraksi tanah itu biasanya dinyatakan dalam persen, untuk menentukan golongan tekstur tanah berdasarkan kandungan pasir, debu, dan liat tanah dapat dibagi dalam tiga golongan atau kelas dasar : Tanah berpasir (sandy soil) yaitu tanah dimana kandungan pasirnya > 70% yang dalam keadaan lembab tanah berpasir terasa kasar dan tidak lekat Tanah berlempung (loamy soil) yaitu tanah dimana kandungan debu-liat relatif sama, tanah demikian tidak terlalu lepas dan juga tidak terlalu lekat. Sepanjang tidak ada penggaraman tanah demikian sangat baik untuk penanaman. Tanah liat, yaitu tanah dimana kandungan liatnya > 35%. Tanah liat sangat lekat dan apabila kering menjadi sangat keras.Dalam melaksanakan perisapan reklamasi tahap awal yang perlu diperhatikan adalah cara melakukan penimbunan tanah penutup. Dalam penimbunan tanah penutup dan perataan tanah perlu dicegah adanya erosi. Untuk itu diperlukan pertimbanghan-pertimbangan dan pengetahuan tentang erosi.Erosi dapat juga disebut pengikisan atau kelongsoran sesungguhnya merupakan proses penghanyutan tanah oleh desakan-desakan atau kekuatan air dan angin, baik yang berlangsung secara alamiah ataupun sebagai akibat tindakan manusia. Sehubungan dengan itu kita mengenal : a. Normal (geological erosion) Yaitu erosi yang berlangsung secara alamiah, terjadi normal di alam melalui tahap-tahap : Pemecahan agregat-agregat tanah atau bongkah-bongkah tanah ke dalam partikel-partikel yaitu butiran-butiran tanah yang kecil. Pemindahan partikel-partikel tanah tersebut baik dengan melalui penghanyutan ataupun karena kekuatan angin. Pengendapan partikel-partikel tanah yang trerpindahkan atau terangkut tadi di tempat-tempat yang lebih rendah atau di dasar-dasar sungai.Erosi secara alamiah dapat dikatakan tidak menimbulkan musibah yang hebat bagi kehidupan manusia atau keseimbangan lingkungan dan kemungkinan kerugiannyapun hanya kecil, ini dikarenakan banyaknya partikel-partikel tanah yang dipindahklan atau terangkut seimbang dengan banyaknya tanah yang terbentuk di tempat-tempat yang lebih rendah.b. Accelerated ErosionYaitu proses proses terjadinya erosi tersebut dipercepat akibat tindakan manusia sendiri yang bersifat negatif ataupun telah melakukan kesalahan dalam pengelolaan tanah dalam kehidupan sehari-hari.Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya erosi menurut D. D. Baver dan W.H. Gardner dalam bukunya S