PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI .Emisi secara cepat, maka dibuatlah Inventarisasi Emisi secara

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI .Emisi secara cepat, maka dibuatlah Inventarisasi Emisi secara

PANDUAN PENGISIAN

INVENTARISASI EMISI

ONLINE

-2016-

PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

Hal

.1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pengelolaan kualitas udara terintegrasi pada level nasional dan daerah diperlukan

untuk menjaga kualitas udara di wilayah Indonesia. Langkah pertama dalam

pengelolaan kualitas udara adalah melakukan identifikasi dan inventarisasi emisi

sumber-sumber pencemar udara. Inventarisasi emisi adalah menghitung jumlah

spesifik pencemar udara yang diemisikan dari satu atau lebih sumber pencemar di

dalam suatu wilayah tertentu dan periode waktu tertentu. Hasil atau manfaat dari

penyusunan inventarisasi emisi dapat digunakan sebagai dasar/baseline daerah

kabupaten/kota dalam membuat kebijakan dan keputusan, antara lain adalah:

a) sebagai dasar dalam menetapkan kebijakan pengendalian pencemaran udara

untuk sumber tidak bergerak seperti industri maupun sumber bergerak seperti

transportasi;

b) penyusunan baku mutu emisi dan baku mutu udara ambien di daerah; serta

c) untuk menetapkan Wilayah Pengelolaan Kualitas Udara (WPKU).

Mengingat besarnya manfaat yang dapat diambil dari hasil kegiatan inventarisasi

emisi maka dirasa perlu bagi kabupaten/kota di seluruh Indonesia terutama

kabupaten/kota dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi untuk dapat segera

melaksanakan kegiatan penyusunan inventarisasi emisi. Dengan melakukan

inventarisasi emisi, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi sumber-sumber

pencemar yang ada, mengetahui potensi beban pencemar yang dikontribusikan ke

udara, serta dapat menggunakannya sebagai dasar dalam menetapkan rencana aksi

dan implementasi pengelolaan kualitas udara, sehingga diharapkan dapat mencapai

target status mutu udara yang lebih baik.

PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

Hal

.2

Inventarisasi emisi skala kota/kabupaten secara dapat dilakukan secara manual

mengikuti PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN INVENTARISASI EMISI PENCEMAR

UDARA DI PERKOTAAN, KLHK 2013 yaitu dengan survey pengumpulan data,

melakukan perhitungan dan pembuatan peta secara manual dan menyampaikan

hasil dalam laporan cetak. Untuk kabupaten/kota yang memiliki kapasitas dalam

mengerjakan Inventarisasi Emisi secara manual maka dapat melakukan tahapan

pengerjaan secara lengkap. Namun, untuk kabupaten/kota yang belum memiliki

kapasitas tersebut dapat memanfaatkan Inventarisasi Emisi Online (IE-online).

Dengan IE-Online, pengguna cukup memasukkan data aktivitas, sedangkan

perhitungan emisi, plot peta dan pelaporan dilakukan oleh IE-online secara otomatis.

IE-online dapat menyederhanakan proses pengerjaan IE dan menghemat waktu,

selain itu, data IE dapat diakses secara online sehingga memudahkan dalam

diseminasi hasil perhitungan IE.

Inventarisasi emisi nasional secara online (IE-online) merupakan salah satu inovasi

dalam penyusunan inventarisasi emisi se-Indonesia dimana aplikasi ini dapat

memproses data emisi sehingga dihasilkan nilai beban emisi serta pemetaan emisi

dengan otomatis secara online dengan adanya jaringan internet. Pemerintah

kabupaten/kota yang telah memiliki data, cukup memasukan data ke dalam

inventarisasi emisi nasional ini. Proses selanjutnya dilakukan oleh sistem hingga

dihasilkan nilai perhitungan dan peta emisi. Manfaat inventarisasi emisi online

lainnya antara lain data langsung diolah secara nasional, pengambilan keputusan

untuk mengelola dan mengendalikan pencemaran udara di kab/kota bisa lebih cepat

dan terintegrasi baik oleh pemerintah pusat maupun kab/kota.

1.2 Tujuan

Tujuan Pedoman ini adalah agar pemerintah daerah dan para pemangku

kepentingan di daerah dapat melakukan inventarisasi emisi di kotanya dan mengisi

secara online dengan tepat dan lengkap berdasarkan tata cara yang djelaskan dalam

pedoman ini.

PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

Hal

.3

1.3 Inventarisasi Emisi Secara Online

Inventarisasi emisi (emission inventory) adalah pencatatan secara komprehensif

tentang jumlah pencemar udara dari sumber-sumber pencemar udara dalam suatu

wilayah dan periode waktu tertentu (KLHK, 2012). Seperti dalam Gambar 1.1

dibawah ini, inventarisasi merupakan langkah setelah teridentifikasinya sumber-

sumber pencemar udara. Dilengkapi dengan data pemantauan kualitas udara (jika

ada) merupakan data masukan untuk proses pemodelan udara yang

menggambarkan intepretasi kualitas udara baik emisi ataupun konsentrasi.

Gambar 1. 1 Posisi Inventarisasi Emisi dalam Perencanaan Strategi Pengelolaan

Kualitas Udara

PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

Hal

.4

Inventarisasi emisi memiliki fungsi utama sebagai landasan dalam pembuatan

kebijakan publik. Data dan hasil inventarisasi emisi digunakan untuk:

Menetapkan strategi dan peraturan;

Mengevaluasi status kualitas udara terkait dengan baku mutu yang telah

ditetapkan;

Mengevaluasi efektivitas kebijakan pengendalian pencemaran udara; dan

Melakukan perubahan kebijakan sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu secara spesifik, inventarisasi emisi digunakan untuk:

Mengidentifikasi sumber pencemar dan pola/kecenderungan emisi;

Memberikan masukan bagi kajian-kajian resiko kesehatan;

Menentukan tingkat penaatan peraturan ambang batas baku mutu emisi; dan

Menetapkan lokasi pemantauan udara ambien.

Memprediksi konsentrasi pencemar di udara ambien melalui aplikasi model

dispersi pencemar udara;

Inventarisasi emisi sendiri terdiri dari beberapa tahapan dimulai dengan

perencanaan, identifikasi sumber pencemar, perhitungan, hingga pelaporan. Berikut

dalam Gambar 1.2 ditampilkan diagram alir proses inventarisasi emisi.

Data yang diperlukan dalam penyusunan inventarisasi emisi dapat diperoleh dari

data sekunder maupun data primer. Inventarisasi dilakukan untuk parameter:

- Karbonmonoksida (CO)

- Nitrogen Oksida (NOx)

- Sulfur Oksida (SO2)

- Hidrokarbon (HC)

- Partikulat (PM10)

PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

Hal

.5

Gambar 1. 2 Diagram Alir Proses Penyusunan Inventarisasi Emisi

Sumber: Pedoman Teknis Penyusunan Inventarisasi Emisi (KLHK, 2013)

Selanjutnya pemetaan spasial hasil inventarisasi emisi dipetakan dalam bentuk grid 1

km x 1 km. Secara lebih sederhana dan rinci berikut pada Gambar 1.3 adalah

tahapan kajian inventarisasi emisi.

PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

Hal

.6

Gambar 1. 3 Tahapan Kajian Inventarisasi Emisi

Sampai saat ini, inventarisasi emisi di Indonesia telah dilakukan untuk 11 kota.

Proses penyusunannya dilakukan secara manual sehingga memerlukan sumber daya

yang banyak. Untuk memperbanyak jumlah kota yang telah melakukan Inventarisasi

Emisi secara cepat, maka dibuatlah Inventarisasi Emisi secara online. Sistem

inventarisasi emisi secara online memiliki beberapa kelebihan lain antara lain:

Data terintegrasi secara nasional

Mudah diakses masyarakat luas

Lebih efisien dan ekonomis

Pemutakhiran secara berkala

Pembuatan Inventarisasi Emisi menggunakan metode yang sama secara

nasional

Perbedaan tahapan IE secara manual dan secara online dapat dilihat dalam Gambar

1.4 sebagai berikut:

PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

Hal

.7

Gambar 1. 4 Perbedaan tahapan IE secara manual dan secara online

Seperti tampak pada gambar 1.4, pada tahap IE-manual, diperlukan 10 langkah

pengerjaan IE, yaitu (1) survey primer/sekunder, (2) input hasil survey, (3)

rekapitulasi hasil survey, (4) perhitungan nilai IE, (5) rekap hasil perhitungan, (6)

pembuatan laporan, (7) presentasi laporan, (8) evaluasi dan revisi laporan, (9)

pembuatan peta dari hasil perhitungan, dan (10) presentasi tampilan hasil akhir,

sedangkan pada IE-online kabupaten/kota cukup melakukan 3 langkah saja, yaitu

(1) survey primer/sekunder, (2) input data online, dan (3) tampilan hasil.

Untuk dapat menggunakan website IE-online, kabupaten/kota perlu melakukan hal-

hal persiapan sebagai berikut:

(1) Membentuk tim survey data primer/sekunder

PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

Hal

.8

(2) Menunjuk petugas khusus yang diserahi tugas memasukkan data survey ke

dalam website Inventarisasi Emisi Online dan mengirim petugas tersebut

untuk mengikuti Pelatihan IE-online

(3) Membentuk tim Evaluasi IE skala kabupaten/kota yang bertugas

menginterpretasikan hasil perhitungan IE-online

Tim survey, tim pemasukkan data, dan tim evaluasi bisa orang yang sama atau

orang yang berbeda. Tim tersebut akan login dan memasukkan data, kemudian

sistem online akan melakukan pengolahan data dan plot hasil berupa tabel, grafik

dan peta. Tahapan IE-online ditampilkan pada Gambar 1.5 sebagai berikut.

Gambar 1. 5 Proses dalam Website Inventarisasi Emisi

PANDUAN PENGISIAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

Hal

.9

BAB 2

PENYUSUNAN INVENTARISASI EMISI ONLINE

I