Panduan Workshop Instruktur Nasional

  • View
    228

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Panduan instruktur nasional

Text of Panduan Workshop Instruktur Nasional

BAB I

PANDUANWORKSHOP PENDAMPINGANPELAKSANAANKURIKULUM 2013 SMK(INSTRUKTUR NASIONAL/GURU PENDAMPING)TAHUN 2015

SMK KLASTER:___________________

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUANDIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHKEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN2015ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadlirat Tuhan Yang Mahaesa; karena berkat rohmat dan inayah-Nya Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah selesai menyusun Panduan Workshop Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK untuk Instruktur Nasional. Kegiatan workshop ini lebih bersifat bimbingan teknis (Bimtek) bagi calon Instruktur Nasional yang ditugaskan sebagai Guru Pendamping Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK. Bimtek dimaksudkan untuk membekali peserta dengan pemahaman konsep Kurikulum 2013 serta kemampuan teknis bagaimana memberikan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari langkah-langkah penguatan pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK bagi sekolah yang melaksanakannya, sehingga dapat menjadi model bagi sekolah lain yang belum melaksanakan Kurikulum 2013. Oleh karena itu, kegiatan ini memiliki nilai yang sangat strategisdipandang dari sisi penjaminan keberhasilan kebijakan penerapanKurikulum 2013 SMK.Panduan ini merupakan acuan bagi semua pihak yang terlibat dalam Workshop/Bimbingan Teknis Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK untuk Instruktur Nasional, terutama bagi panitia, peserta, nara sumber, dan fasilitator, agar dapat melaksanakan tugas dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara terarah dan mencapai hasil yang diharapkan.Kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyusunan panduan ini, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi, sumbangan pemikiran, dan kerja kerasnya. Semoga bermanfaat bagi kepentingan peningkatan mutu pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

Jakarta, Agustus 2015.Direktur Pembinaan SMK,

Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA.

DAFTAR ISIHalamanKATA PENGANTAR .....................i

DAFTAR ISI .......................ii

DAFTAR LAMPIRAN ....................iii

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang ................1

B. Tujuan ................2

C. Hasil yang Diharapkan .............3

BAB IIPELAKSANAAN

A. Pengorganisasian .................4

B. Waktu dan Tempat ............4

C. Nara Sumber dan Fasilitator ..........4

D. Peserta ............................4

E. Struktur Program ...........5

F. Alur Kegiatan .................................................................5

G. Tata Tertib.............8

H. Pembiayaan .............8

LAMPIRAN-LAMPIRAN.................9

DAFTAR LAMPIRAN

HalamanLampiran 1.Daftar Nama Nara Sumber, Fasilitator, dan Panitia Workshop Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK (Instruktur Nasional) ................................................................................10

Lampiran 2.Daftar Nama Peserta Workshop Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK (Instruktur Nasional)...................11

Lampiran 3.Jadwal Kegiatan Workshop Pendampingan PelaksanaanKurikulum 2013 SMK (Instruktur Nasional)........................

Workshop Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK (Instruktur Nasional)

@Agustus2015, Direktorat Pembinaan SMKiiiBAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangHasil sementara pelaksanaan Kurikulum 2013 menunjukkan dampak yang positif terhadap perubahan mindset pendidik dan tenaga kependidikan dalam proses pembelajaran di sekolah, dan mampu menghasilkan peserta didik yang lebih aktif, kreatif, dan dapat mengungkapkan gagasan-gagasan yang dimilikinya kepadaorang lain. Namun dibanyak sekolah yang belum disiapkan secara khusus untuk melaksanakan kurikulum tersebut, ternyata masih menghadapi berbagai kendala, antara lain menyangkut kesiapan guru, buku siswa,buku guru, dan pengelolaannya. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dikeluarkan ketentuan melalui Permendikbud Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013, yang pada intinya mengatur bahwa Kurikulum 2013 hanya dilaksanakan di sekolah yang dipilih sebagai sekolah rintisan. Sekolah-sekolah yang lainnya kembali harus menggunakan Kurikulum 2006.Pengembangan Kurikulum 2013 SMK pada dasarnya diarahkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada kurikulum sebelumnya. Dampak dari upaya perbaikan kurikulum tersebut, dalam bentuk peningkatan kualitas lulusan tentu memerlukan waktu yang relatif lama, karena keberhasilan pengembangankurikulum secara utuh dimulai dari kajian dan kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, pengembangan desain kurikulum, penyiapan dan penugasan pendidik dan tenaga kependidikan, penyediaan sarana dan prasarana, penyiapan tata kelola pelaksanaan kurikulum, pembelajaran, dan penilaian. Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK di sejumlah SMK yang ditunjuk yang diringi dengan upaya-upaya pembinaan oleh Direktorat Pembinaan SMK secara terus menerus telah meningkatkan kapasitas dan kemampuan sekolah sehingga hasilnya cukup menggembirakan. Tapi tidak demikian halnya, ketika kurikulum tersebut dilaksanakan oleh SMK-SMK yang belum disiapkan secara khusus; banyak kendala yang masih harus dihadapi, seperti kesiapan guru dan tenaga kependidikan lainnya, kesiapan buku pelajaran dan bahkan kesiapan manajemen sekolahnya, sehingga keberlangsungannya masih perlu ditinjau dan dikaji ulang.Atas dasar itu antara lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan ketentuan baru mengenai pelaksanaan Kurikulum 2013, yang diawali dengan evaluasi secara mendalam dan menyeluruh mengenai kekuatan, keberhasilan, dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kemudian ditetapkan 1499 SMK, yang terdiri atas 998 SMK Pelaksana dan 501 SMK Mandiri sebagai sekolah rintisan pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK tahun 2015. Untuk lebih meningkatkan kesiapan sekolah-sekolah tersebutperlu diberikan pendampingan lanjutan dalam bentukThe Whole School Training (Pelatihan Berbasis Sekolah Seutuhnya). Diharapkan dengan program tersebut, Kurikulum 2013 SMK dapat diterapkan secara baik sesuai dengan konsep dan pengembangannya.Model pendampinganpelaksanaan Kurikulum 2013 dengan pendekatan The Whole School Training dirancang berbeda dengan pendekatan Supervisi Klinis (Clinical Supervision) yang sudah dilaksanakan sebelumnya, antara lain dalam pendekatan The Whole School Training tugas-tugas pendampingan (Guru Pendamping) akan diperankan oleh Instruktur Nasional, yaitu guru-guru dari SMK yang bersangkutan yang disiapkan khusus dan ditetapkan sebagai Instruktur Nasional. Tugasnya adalah menyelenggarakan dan sekaligus menjadi Fasilitator/Instruktur pada In House Training (IHT) bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dan juga menjadi Guru/Petugas Pendamping pada saat GTK mengimplementasikan hasil IHT dalam bentuk On the Job Training (OJT).Karena begitu rumit dan berat tetapi juga sangat penting dan strategis tugas-tugas dan tanggung jawab Instruktur Nasional tersebut, Direktorat Pembinaan SMK memandang perlu adanya Bimbingan Teknis (Workshop) yang khusus untuk menyiapkan calon Instruktur Nasional. Maka pada tahun anggaran 2015 ini Direktorat PSMK memrogramkan kegiatan Workshop/Bimtek Instruktur Nasional Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK, untuk menghasilkan Instruktur Nasional yang akan menjadi Guru Pendamping pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK.B. TujuanWorkshop/Bimbingan Teknis Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK bagi Instruktur Nasional bertujuan sebagai berikut.1. Meningkatkan pemahaman peserta tentang kebijakan pembinaan SMK, khususnya berkaitan dengan Permendikbud 160 Tahun 2014;2. Meningkatkan kemampuanpeserta dalam menganalisis kompetensi, materi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran pada Kurikulum 2013 SMK, dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP);3. Meningkatkan kemampuan peserta dalam penyusunan perangkat pelaksanaan Kurikulum 2013;4. Membekali peserta tentang konsep dan strategi pelaksanaan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK tahun 2015, dan5. Membekali peserta dengan kemampuan melaksanakan peran dan tugas selaku Instruktur Nasional pelaksanaan In House Training (IHT) dan selaku Guru Pendamping pelaksanaan On The Job Training (OJT) dalam rangka The Whole School Training pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK.C. Hasil yang DiharapkanTersedia Instruktur Nasional yang menguasai materi dan mampu melaksanakan tugas sebagai Fasilitator In House Training (IHT) dan sekaligus menjadi Guru Pendamping On the Job Training (OJT) pendampingan (The Whole School Training) pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK.

BAB IIPELAKSANAANA. PengorganisasianWorkshop/Bimbingan Teknis Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK bagi Instruktur Nasional Tahun 2015 dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMK melalui SMK Klaster dengan melibatkan unit-unit yang relevan. Kepanitiaan kegiatan sebagaimana pada lampiran 1.B. Waktu dan TempatWorksop/Bimbingan Teknis Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK bagi Instruktur Nasional tahun 2015 dilaksanakan selama 5 (lima) hari atau setara dengan 45 jam kegiatan @ 45 menit, dengan jadwal sebagai berikut.Hari, Tanggal: ___________ s.d ______________Check in: Pembukaan:Oleh:Tempat: Jalan _____________________Jadwal kegiatan Worksop selengkapnya pada lampiran 3.C. Nara Sumber dan Fasilitator1. Nara sumber adalah Tim Pengembang Kurikulum 2013, dan unsur Dinas Pendidikan.2. Fasilitator adalah para Widyaiswara PPPPTK lingkup kejuruan, Pengawas SMK, Kepala SMK, Guru SMK dan unsur Direktorat Pembinaan SMK yang telah berhasil mengikuti Workshop (Bimtek) Instruktur Inti serta dinyatakan layak dan ditetapkan oleh Direktur PSMK sebagai Instruktur Inti Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMK Tahun 2015.Daftar nara sumber dan