Paper Ortho

  • View
    8

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

orthopaedi

Transcript

BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangOrtopedi adalah cabang ilmu bedah yang fokus pada kondisi-kondisi yang melibatkan sistem muskuloskeletal. Traumatologi adalah cabang dari ilmu kedokteran yang mempelajari tentang Iuka dan cedera karena kecelakaan atau kekerasan terhadap seseorang. Ada yang menyebut traumatologi sebagai sub-bagian dari ortopedi.1Pada saat ini bedah oropedi modern bertanggung jawab untuk menangani/ mengeola diagnosis dan penatalaksanaan penyakit/ kelainan ortopei serta trauma musculoskeletal. Ruang lingkup bedah ortopedi tidak hanya terbatas pada tullang dan sendi, tapi juga pada struktur-struktur yang melekat pada tulang dan sendi, termasuk di dalamnya otot, tendo, ligamentum, bursa, sinovia, saraf, dan kadang-kadang pembuluh darah. Dalam hal ini tidak termasuk trauma pada kepala yang merupakan wewenang Ahli Bedah Saraf, dan trauma pada mandibula/ maksila yang merupakan bagian dari Ahli Bedah Plastik dan Rekonstruksi serta Ali Bedah Gigi dan Mulut.2Penegakkan diagnosis dalam ranah ortopedi dan traumatologi memerlukan berbagai macam pemeriksaan, dimulai dari anamnesis kronologis kejadian, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan ortopedi dan traumatologi mempunyai kekhususan-kekhususan dari bidang bedah lainnya. 1.2 Rumusan MasalahBagaimana melalukan pemeriksaan pada ortopedi dan traumatologi?

1.3 Tujuan PenulisanTujuan penulisan laporan kasus ini adalah:1. Untuk memahami tinjauan ilmu teoritis pemeriksaan ortopedi dan traumatologi.2. Untuk mengintegrasikan ilmu kedokteran dalam hal pemeriksaan ortopedi dan traumatologi.3. Untuk mengetahui gambaran klinis dan diagnosis pada pasien ortopedi dan traumatologi.1.4 Manfaat PenulisanBeberapa manfaat yang didapat dari penulisan paper ini adalah:1. Untuk memahami tinjauan ilmu teoritis pemeriksaan ortopedi dan traumatologi.2. Untuk mengintegrasikan ilmu kedokteran dalam hal pemeriksaan ortopedi dan traumatologi.

BAB 2PEMERIKSAAN ORTHOPAEDIC2.1 AnamnesisA. Keluhan UtamaAda tiga keluhan utama yang sering dikeluhkan penderita yang mengalami gangguan muskuloskeletal dibidang ortopedi yaitu :

1. Deskripsi Nyeri -> PQRST- Position -> dapat menentukan posisi dan lokasi nyeri- Quality -> adalah derajat kualitas nyeri seperti rasa menusuk, panas, danlain-lain- Radiation -> penjalaran nyeri- Severity -> tingkat beratnya nyeri (sering dihubungkan dengan gangguan Activity Daily Living (ADL)- Timing -> kapan timbulnya nyeri, apakah siang, malam, waktu istirahat, dan lain-lain

2. Perubahan bentuk (Deformitas)- Bengkak -> biasanya karena radang, tumor, pasca trauma, dan lain-lain- Bengkok -> misanya pada- Varus : bengkok keluar- Valgus : bengkok kedalam seperti kaki X- Pendek : dapat dibandingkan dengan kontralateral yang normal3. Gangguan Fungsi (Disfungsi) Penurunan / hilangnya fungsi- Afungsi ( Tak bisa digerakkan sama sekali)- Kaku (stiffnesss)- Cacat (disability)- Gerakan tak stabil (instability)

B. Riwayat Penyakit Dahulua. Riwayat trauma sebelumnyab. Riwayat infeksi tulang dan sendi seperti osteomielitis / arthritisc. Riwayat pembengkakan / tumor yang dideritad. Riwayat kelainan kongenital muskuloskeletal seperti CTEVe. Riwayat penyakit penyakit diturunkan seperti skoliosis, dan lain-lain

2.2 Pemeriksaan Fisik Umum Dan Cara Berjalan Normal

1. Pemeriksaan umum dan tanda-tanda vital- Keadaan umum tampak sehat, sakit, sakit berat- Tanda tanda vital seperti tekanan darah, frekuensi nadi, nafas, dan temperature

2. Bentuk dan penampilan tubuh sewaktu datanga. Bentuk tubuh Normal Athletic Cebol Bongkok Miringb. Cara penderita datang Normal- Pincang- Digendong

3. Cara berjalan penderita yang normal dan kelainan cara berjalan- fase jalan normal :1. Meletakkan tumit Heel strike2. Fase menapak Stance Phase3. Ujung jari bertumpu Toe Off4. Mengayun langkah Swing Phase

Kelainan Cara Berjalan1. Antalgic gait (anti = against, algic = pain). = Nyeri waktu menapak sehingga langkah memendek2. Tredelenberg gait (paralise n. ischiadicus)3. Stepage gait (langkah pendek-pendek)

Antalgic gait & steppage gait

Tredelenberg gait4. Pemeriksaan tonus otot Tonus otot diperiksa biasanya pada otot-otot ekstremitas dimana posisi ekstremitas tersebut harus posisi relaksasi. Pemeriksaan dengan cara perabaan dan dibandingkan dengan otot pada sisilateral tubuh penderita, atau otot lainnya. Dapat juga dibandingkan dengan otot pemeriksa yang tonusnya normal Yang paling sering adalah memeriksa tonus otot otot femur pada lesi medulaspinalis Tonus otot bisa:- Eutonus tonus normal- Hipertonus tonus meninggi- Hipotonus tonus melemah5. Pemeriksaan atrofi ototOtot atrofi atau tidak dapat dinilai dengan cara:- Membandingkan dengan ukuran otot pada sisi lateralnya- Mengukur lingkaran anggota yang atropi dan dibandingkan dengan anggota sebelahnya

2.2 Pemeriksaan Fisik Regional Pada Kelainan Orthopedi

PEMERIKSAANN PALPASI :- Suhu dibandingkan dengan anggota gerak kontralateral- Nadi / pulsasi terutama pada tumor- Nadi distal (trauma pada fraktur)- Nyeri nyeri tekan & nyeri sumbu terutama pada fraktur- Krepitasi fraktur klavikula, OA sendi- Fungsi saraf sensorik, motorik, dan refleks

PEMERIKSAAN SENDI- Bandingkan kiri dan kanan tentang bentuk, ukuran, tanda radang, dan lain-lain- Adanya nyeri tekan, nyeri gerak, nyeri sumbu, dan lain-lain- Nilai Range of Motion (ROM) secara aktif atau pasif- Adanya bunyi klik, krepitasi- Adanya kontraktur sendi

A. Pemeriksaan Leher1. InspeksiSuruh penderita duduk atau berdiri dengan posisi relaks. Pemeriksa memperhatikan dari arah depan, samping dan belakang.

Dari inspeksi akan terlihat :- Leher normal sama kiri dan kanan- Lordosis hebat jika leher lebih ante fleksi- Miring seperti pada tortikolis

2. Palpasi meraba kalau ada tonjolan tulang abnormal

3. Pemeriksaan gerakan leher

B. Pemeriksaan Bahu1. Inspeksi simetris atau tidak

2. Palpasi bahu

Forward Fleksi N : 0 165 Backward ekstensi N : 0 60

C. Pemeriksaan siku1. Inspeksi

2. Palpasi

3. Pergerakan :

D. Pemeriksaan gerakan pergelangan tangan1. Inspeksi

2. Palpasi3. Pergerakan

E. Pemeriksaan gerakan punggung1. Inspeksi

Fixed kyphosis GibbusScoliosis

2. Palpasi

3. Pergerakan

Pada keadaan normal pasien bisa menyentuh lantai sampai 7 cm dari lantai

F. Pemeriksaan gerakan panggul

3. Pergerakan

G. Pengukuran discrepancy (kesenjangan panjang anggota gerak)Pengukuran anggota badan baik ektremitas atas atau bawah bertujuan untuk melihat kelaianan sendi atau pemendekan akibat suatu kelainan Caranya:- Membandingkan ukuran kiri dan kanan dengan melihat perbedaan tonjolan atau sendi-sendi tertentu, seperti lutut kiri dengan lutut kanan, siku kiri dengan siku kanan, ankle kiri dengan ankle kanan . Misalnya contoh gambar dibawah dimana A tampak perbedaan ukuran tibia, dan B tampak perbedaan femur

- Mengukur dengan pasti seperti Appereance length perbedaan jarak ukuran antara pusat danmaleolus kiri dan kanan True length perbedaan jarak antara SIAS dan maleolus kiri dan kanan

H. Pemeriksaan gerakan lututInspeksi

Palpasi

Pergerakan

I. Pemeriksaan gerakan ankle dan kakiInspeksi

Palpasi

Pergerakan

2.3 Pemeriksaan NeurologisPada penderita kelainan bedah ortopedi perlu dilakukan pemeriksaan neurologis lengkap apabila ditemukan adanya gangguan yang berupa kelemahan otot, gangguan kordinasi serta perubahan sensibilitas. Pemeriksaan neurologis disesuaikan dengan kelainan yang didapatkan atau dicurigai seperti kelemahan otot anggota gerak atas pada spondilosis servikal atau tetraparesis/ tetraplegia setelah suatu trauma pada tulang belakang servikal.Pemeriksaan yang sama misalnya pada paraparesis/ paraplegi oleh karena adanya kelainan pada tulang belakang torakal atau lumbal. juga harus diperiksa adanya gambaran kelainan pada anggota gerak misalnya claw hand, drop foot atau adanya atrofi otot pada daerah tertentu.

Fungsi MotorisPemeriksaan Tonus dan Kekuatan OtotPemeriksaan tonus kelompok otot secara individual dilakukan dengan menggerakan sendi-sendi. Pada pemeriksaaan ini dapat diketahui adanya spastisitas atau kelemahan otot. Disamping itu perlu dilakukan dan dicatat pemeriksaaan kekuatan otot (Grade 0-5).0: tidak ditemukan adanya kontraksi pada otot1: kontraksi otot yang terjadi hanya berupa perubahan dari tonus otot yang dapat diketahui dengan palpasi dan tidak dapat menggerakan sendi.2: otot hanya mampu menggerakkan persendian tetapi kekuatannya tidak dapat melawan pengaruh gravitasi.3: di samping dapat menggerakan sendi, otot juga dapat melawan pengaruh gravitasi tetapi tidak kuat terhadap tahanan yang diberikan oleh pemeriksa.4: kekuatan otot seperti pada grade 3 disertai dengan kemampuan otot terhadap tahanan yang ringan5: kekuatan normal.

Fungsi SensorisPemeriksaan SensibilitasPemeriksaan sensibilitas dilakukan dengan melihat apakah ada kelainan dalam sensibilitas pada daerah tertentu misalnya hiperestesia, hipestesia atau anestesia. Salah satu pemeriksaan sensibilitas misalnya pemeriksaan tanda dari tinel untuk mengetahui distribusi saraf medianus pada pergelangan tangan. Pada pemeriksaan sensibilitas perlu dibuat gambar kelainan dan daerah yang mengalami perubahan sensibilitas. Pemeriksaan RefleksPemeriksaan refleks baik refleks normal seperti refleks patella (a), refleks Achiles(b) untuk mengetahui adanya gangguan pada refleks ini, misalnya pada suatu hernia nucleus pulposus. Juga refleks patologis yang lain seperti refleks Babinski (c).

b. refleks achilesa. refleks patella

C. refleks babinski

2.4 Pemeriksaan LaboratoriumPemeriksaan laboratorium merupakan salah satu data yang diperlukan untuk melakukan diagnosis yaitu melalui pemeriksaan laboratorium dari bahan cairan