Click here to load reader

Parameter Pencemaran Udara

  • View
    50

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Parameter Pencemaran Udara

BAB II LANDASAN TEORI II.1. Parameter Pencemar Udara Selamainiteknologipengolahanlimbahkurangmendapatkanperhatian serius di Indonesia. Padahal, tidak sedikit permasalahan limbah cair maupun gas terbenturpadapermasalahanpenggunaanteknologi.Dengansemakin berkembangnyaperindustriandiIndonesia,sudahselayaknyapemilihanserta penggunaanteknologiyangtepatdalammengatasimasalahlimbahsegera diterapkan. Limbah Industri dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:a.Limbah cairb.Limbah padatc.Limbah gas dan partikeld.Limbah B3 (bahan berbahaya beracun) Parameterpencemarudarayangdihasilkandariruangpembakaranpada boiler adalah : A.Sulfur Dioksida a. Sifat fisikPencemaranolehsulfuroksidaterutamadisebabkanolehduakomponen sulfurbentukgasyangtidakberwarna,yaitusulfurdioksida(SO2)danSulfur trioksida(SO3),dankeduanyadisebutsulfuroksida(SOx).Sulfurdioksida mempunyaikarakteristikbauyangtajamdantidakmudahterbakardiudara, sedangkan sulfur trioksida merupakan komponen yang tidak reaktif. Universitas Sumatera Utara b. Sumber dan Distribusi Masalah yang ditimbulkan oleh bahan pencemar yang dibuat oleh manusia adalahdalamhaldistribusinyayangtidakmeratasehinggaterkonsentrasipada daerah tertentu. Sedangkan pencemaran yang berasal dari sumber alam biasanya lebih tersebar merata. Tetapi pembakaran bahan bakar di industri pada dasarnya merupakan sumber pencemaran SOx, misalnya bahan bakar bakar batu bara. c. Dampak dan Pencegahan PencemaranSOxmenimbulkandampakterhadapmanusiadanhewan, kerusakanpadatanamanterjadipadakadarsebesar0,5ppm.Pengaruhutama polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi sistim pernafasan. UntukmenekanemisigasSOxdigunakanunitFGD(FlueGas Desulfurizazi). B.Carbon Monoksida a. Sifat Fisik Karbon monoksida merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan padasuhuudaranormalberbentukgasyangtidakberwarna.SenyawaCO mempunyaipotensibersifatracunyangberbahayakarenamampumembentuk ikatan yang kuat dengan pigmen darah b. Sumber dan Distribusi SumberCObuatanantaralainkendaraanbermotor,terutamayang menggunakan bahan bakar bensin, sedangkan dari sumber tidak bergerak seperti pembakaran batubara, minyak dari industri dan pembakaran sampah domestik. Universitas Sumatera Utara c. Dampak dan PencegahanDampakdariCObervasiasitergantungdaristatuskesehatanseseorang, pengaruh CO kadar tinggi adalah terhadap sistem syaraf pusat. Untuk menekan emisi CO digunakan unit Scrubber pada cerobong asap. C.Nitrogen Dioksida a. Sifat fisik OksidaNitrogen(NOx)adalahkelompokgasnitrogenyangterdapatdi atmosfir yang terdiri dari nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2). Nitrogenmonoksidamerupakangasyangtidakberwarnadantidakberbau sebaliknya nitrogen dioksida berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam. b. Sumber dan Distribusi SumberpencemaranNOxyangterbesaradalahdariaktifitasmanusiadi perkotaan dan kegiatan industri.c. Dampak dan Pencegahan DampakNOxberbahayabagimahklukhidupsekitardanbersifatracun terutamaterhadapparu.UntukmenekanemisiNOxdigunakanunitLowNOx Combustion. D.Partikel Debu a. Sifat Fisik Pada dasarnya sisa pembakaran dari gas buang boileryang bersifat debu dibedakan menjadi dua jenis, yaitu : Universitas Sumatera Utara Bottom Ash (abu dasar), bersifat mengendap pada ruang pembakaran dan proses pembuangannya hanya menggunakan conveyor. Fly Ash (abu terbang). Partikulat debu melayang (fly ash) merupakan campuran yang sangat rumit dariberbagaisenyawaorganikdananorganikyangtersebardiudaradengan diameter yang sangat kecil, mulai dari 10C.Namunpada kenyataannyaseparatorjenisinisangattergantungdengankondisitekanandan temperatur gas buang itu sendiri. Padahal tekanan dan temperature pada kondisi riil hampir setiap saat mengalami perubahan walaupun tidak terlalu signifikan. Aplikasisistemcyclonepadaindustriterdapatpadaindustripeleburan timah,PB(Particleboard),pabrikpengolahankayumaupunindustriyang menggunakan bahan bakar dari serbuk kayu. II.2.1.2. Multi Siklon (Multi Cyclone) Sisteminimerupakanpenyempurnaandarisistemsiklon.Padasistemini terdapatbeberapasiklonyangterpasangdidalamnyayangberbentukseridan bertingkat.Gasasapmasukdenganarahtangensialkedalamruangutama penampungan pertama siklon, sehingga butiran-butiran debu yang kasar terpisah dari gas asap. Universitas Sumatera Utara Butiran-butiran debu yang halus dan sedang berat jenisnya akan terpisah dari gasasappadasiklon-siklonkeciltingkatkedua,sedangkanbutirandebuyang halus serta ringan masih dapat lolos dari proses pemisahan debu multi siklon ini Dengan metode multi siklon pada gambar 2.2 efisiensi yang didapat 5 C. Gambar 2.2 : Sistem Multi Cyclone II.2.2. Sistem Mekanis Basah II.2.2.1. Sistem Hujan Buatan (Scrubber) Metodesistemhujanbuatanpadagambar2.3menggunakanmediaair sebagai penyaring limbah debu, air yang digunakan mengandung zat kimia aktif tertentu. Gas asap dialirkan melalui tirai hujan buatan, sehingga butiran-butiran debu yang dijatuhi butiran air hujan buatan akan terpisah dari gas asapnya.Metodeinimasihkurangefektif,karenahanyabutiran-butirandebuyang kebetulan tepat mengenai butiran air hujan buatan yang dapat dipisahkan dari gas asapnya, sedangkanbutiran-butiran debu yang tidak mengenai butiran air akan Universitas Sumatera Utara terbuang ke udara lepas. Efisiensi yang didapat dari penggunaan sistem ini 5 C. Aplikasi penggunaan metode ini pada industri digunakan pada industri yang menggunakanbahanbakardengankandunganNOxyangtinggi,sepertipabrik semen dan industri pupuk. Kekurangan dalam penggunaan metode ini adalah dihasilkanya limbah cair dari proses hujan buatan yang bercampur dengan partikel debu. Gambar 2.3: Sistem Hujan Buatan (Scrubber) II.2.2.2. Sistem Elektroventuri Prinsipkerjaelektroventuripadagambar2.4berdasarkantarik-menarik antara molekul yang tidak sejenis atau gaya adhesi antara molekul-molekul yang berlainanjenis.Partikeldebudiberimuatannegatifdandikumpulkanpadaair yang bermuatan positif. Universitas Sumatera Utara Pada dasarnya metode ini hampir sama dengan sistem precipitator, bedanya metode ini beroperasi pada lingkunganyang basah. Efisiensiyang didapat dari penggunaansistemini0,5 C.Aplikasi metode ini pada industri terdapat pada industri semen, bubur kertas (pulp and paper). Kekurangan pada metode ini ialah menggunakan daerah yang luas dalam penempatanya. Gambar 2.4 : Sistem Elektroventuri II.2.3. Sistem Elektrostatik Sistem elektrostatik pada dasarnya melewatkan gas buang boiler pada kamar yangberisiplat-platelektroda,yangterbuatdaritembaga,kuninganataupun arang. Elektrodayangterpasangpadakonstruksiprecipitatordiberiaruslistrik searah (DC) dengan muatan positif dan negatif. Antara batang-batang elektroda yangbermuatannegatifdanplat-platpengumpuldebuyangbermuatanpositif dialirkan arus dengan tegangan 70-90 KV. Butiran-butiran debuyang melewati Universitas Sumatera Utara batang-batang elektroda akan terinduksi oleh muatan negatif. Butiran-butiran debu yang bermuatan negatifakan tertarik oleh plat-plat elektroda positif. Adanyagetaran(rapping)yangmenyentuhplat-platpengumpul mengakibatkan debu akan jatuh ke tempat penampungan (dust hopper), dengan demikian debu akan terpisah dari gas asap di dalam precipitator tersebut. Dengancara mengalirkan arus listrik statis untuk mengendapkan debu sangat efektif dan polusi udara sangat sedikit pengaruhnya. Efisiensi yang didapat dari metode ini >99 %, sedangkan ukuran partikel debu terkecil yang diperoleh