Pariwara Vol 54 tahun IPB Vol 054 Tahun 2018.pdf · SMA/SMK, punya kemampuan yang kuat dan disiplin…

Embed Size (px)

Text of Pariwara Vol 54 tahun IPB Vol 054 Tahun 2018.pdf · SMA/SMK, punya kemampuan yang kuat dan...

Media Komunikasi InternalInstitut Pertanian Bogor

Penanggung Jawab: Yatri Indah Kusumastuti Pimpinan Redaksi: Siti Nuryati Redaktur Pelaksana: D Ramdhani

Editor : Aris Solikhah, Siti Zulaedah, Rio Fatahillah CP Reporter : Dedeh H, Awaluddin Fotografer: Cecep AW, Bambang A Layout : D Ramdhani Sirkulasi: Agus Budi P, Endih M, Untung Alamat Redaksi: Humas IPB Gd. Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Lt. 1, Kampus IPB Dramaga Telp. : (0251) 8425635, Email: humas@apps.ipb.ac.id

Volume 054/ Tahun 2018PARIWARA IPB

Terbit Harian

IPB Akan Ajari Pemuda Desa Gunakan Drone untuk Pemetaan Desa

ntuk meningkatkan kualitas data terutama data

Upemetaan wilayah di pedesaan, dua lembaga di Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian

dan Pengabdian kepada Masyarakat (PSP3 LPPM) dan

Sekolah Vokasi akan merumuskan pembentukan

program/minat pemetaan desa. Yakni pendidikan vokasi

berkelanjutan tentang pemetaan desa.

Hal ini terungkap dalam Workshop Program Pemetaan

Desa yang digelar di IPB International Convention Center

Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, (11/4).

Rektor IPB, Dr. Arif Satria, SP, M.Si mengatakan bahwa IPB

harus bisa membaca sinyal-sinyal perubahan. Program

studi harus adaptif terhadap demand, jika tidak, IPB akan

tertinggal. Untuk itu, Rektor mendorong agar IPB terus

bertransformasi salah satunya dengan penambahan

program keahlian pemetaan desa. Mahasiswa akan diajari

menggunakan drone untuk memetakan potensi desa

tersebut.

Teknologi sudah berkembang, kita harus mampu

memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan desa.

Orang-orang yang ahli dalam menggunakan drone, harus

d i se r t i f i kas i kan seh ingga kemampuannya b i sa

dipertanggungjawabkan. Selain itu kebutuhan akan ahli

drone luar biasa banyak. Tidak semua orang bisa

menterjemahkan data drone. Saya merespon positif rencana

ini. Bentuknya bisa program keahlian baru atau peminatan

saja, ujarnya di hadapan kepala desa dan lurah se

Kabupaten dan kota Bogor.

2

Dalam paparannya, Dr. Sofyan Sjaf selaku Kepala PSP3 IPB

menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan

desa dan kawasan pedesaan, kita membutuhkan peta

administratif, peta penggunaan lahan desa, peta rawan

bencana desa, peta aset dan potensi desa dan sebagainya.

PSP3 IPB telah melakukan riset selama lima tahun terakhir

tentang data spasial ini dengan memakai drone yang

melibatkan warga desa.

Data dari Kemendagri, Indonesia memiliki 74.754 desa

dan 8430 kelurahan. Lalu bagaimana peta desa tersedia

agar pembangunan terukur. Minimnya data tematik di

desa menyebabkan ketidakmampuan aparat desa untuk

merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi dengan

baik pembangunan desanya. Alhasil kewenangan desa

membangun tidak optimal digunakan untuk melakukan

transformasi desa dari tertinggal menjadi mandiri,

ujarnya.

Untuk itu ada tiga hal mendesak yang harus dilakukan

yaitu pendidikan vokasi sebagai bentuk pelembagaan

(pemberdayaan dan penguatan kapasitas), penyediaan

server untuk menampung big data desa, dan menyusun

regulasi yang afirmatif.

Pendidikan vokasi bisa melibatkan pemuda desa untuk

membentuk kades sadar spasial. Pemuda desa ini lulusan

SMA/SMK, punya kemampuan yang kuat dan disiplin

tinggi, loyal dan berdedikasi terhadap desa. Satu

Skuadron (Satuan Komunitas Aplikasi #Dronedesa) terdiri

dari tujuh orang per kecamatan.

Menurutnya #Dronedesa adalah teknologi yang efektif,

inklusif dan partisipatif yang mampu memberikan

informasi visual potensi sumberdaya alam. Misalnya

vegetasi, kesehatan, vegetasi, status dan kepemilikan

lahan, pemanfaatan lahan, tapal batas luar desa,

infrastruktur, kondisi pangan, potensi air tanah, potensi

ekonomi dan resolusi konflik.

Sadar spasial menjadi mutlak, meski sumberdaya

manusia di desa sangat terbatas. Oleh karena itu

dibutuhkan pendidikan vokasi untuk mendampingi desa

memproduksi dan mereproduksi data tematik. Selain itu

d ibutuhkan kebi jakan dar i pemer intah terka i t

pengalokasian dana desa untuk penyediaan data desa dan

data spasial desa, ujarnya.

Sementara itu, Dr.Ir. Bagus Purwanto, M.Agr selaku

Direktur Sekolah Vokasi IPB mengatakan program

pemetaan desa dapat dilakukan melalui pendidikan jarak

jauh multi kampus atau Pendidikan Vokasi Berkelanjutan.

Penerimaan mahasiswanya bisa dari jalur Beasiswa

Utusan Daerah (BUD) dengan pelaksanaan pembelajaran

merupakan peminatan dari program studi yang sudah

ada, ujarnya.

Hadir dalam acara ini Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan

Kemahasiswaan, Dr. Drajat Martianto, Kasubdit

Pengembangan SDA Wilayah II Kementerian Desa,

Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi RI,

Dr.Ir.Widarjanto, MM dan perwakilan dari Bidang

Pemetaan Batas Wilayah Administrasi, Pusat Pemetaan

Batas Wilayah Badan Informasi Geospasial (BIG), Cibinong,

Najib Khoirul Amin, ST. (dh/Zul)

4

Ulang Tahun ke-9, IPB Press Gelar Bazar dan Donasi

Dalam peringatan ulang tahunnya yang ke-9 tahun,

IPB Press menggelar acara bazar buku murah dan

donasi buku yang dilaksanakan di pelataran IPB

Book Store Kampus IPB Dramaga (9-13/4). IPB Book Store

adalah toko buku yang dimiliki IPB dan berlokasi di

seberang Fakultas Pertanian.

"Acara digelar dalam rangka ulang tahun IPB Press yang ke-

9. Selain itu kita juga ada donasi yang mana donasi ini kami

berikan kepada komunitas-komunitas yang membutuhkan

bantuan buku," tutur Bayu Nugraha selaku Ketua Pelaksana

Bazar.

Warga IPB sangat antusias dengan digelarnya acara bazar

ini. Hal ini bisa dilihat dari ramainya pengunjung yang

memadati acara bazar tersebut. Selain dari IPB Press, buku-

buku yang tersedia adalah hasil donasi dari dosen-dosen di

IPB dan harga yang ditawarkan sangat terjangkau.

"Kami membuka harga dari 10 ribu hingga 50 ribu rupiah

untuk harga buku spesial. Biasanya buku-buku ini dijual dua

sampai tiga kali lipat dari harga yang sekarang," pungkas

Bayu.

Dengan adanya kegiatan ini harapannya IPB bookstore

semakin dikenal masyarakat, khususnya sivitas akademika

IPB dan semakin banyak tulisan-tulisan atau karya IPB yang

bisa disebarluaskan melalui IPB Press serta IPB Press dapat

menjadi jembatan ilmu antara kampus dan masyarakat.

"Senang ada acara seperti ini. Apalagi harganya sangat

murah," tutur Imel pengunjung bazar buku.

Dalam kesempatan ini pula Ramdani selaku Manajer IPB

Book Store berharap ke depan acara seperti ini tiap tahunnya

diadakan. "Acara ini harapannya bisa membantu mahasiswa

mencari buku referensi untuk pelajaran, dan rencana ke

depan tiap tahunnya kita akan adakan seperti ini lagi,"

ujarnya. (ff/Zul)

Cegah Jatuhnya Korban di Perairan, IPB Gelar Pelatihan Keselamatan Kerja

Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan,

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut

P e r t a n i a n B o g o r ( M S P F P I K , I P B )

menyelenggarakan pelatihan keselamatan kerja di perairan.

Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa IPB dengan jumlah total

peserta 195 orang.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut,

baik di dalam ruangan maupun praktek langsung di

lapangan. Materi yang diberikan adalah manajemen

perjalanan dan penanganan hipotermia. Basic Sea Survival

yang meliputi pemberian materi serta praktek di darat dan

a i r ya i tu d i Kolam Renang Bal io . Dan praktek

penyeberangan basah, simulasi saat perahu terbalik, dan

simulasi evakuasi korban yang mengambil tempat di danau

yang ada di lingkungan kampus.

Tujuan diadakannya pelatihan tersebut adalah memberikan

pengetahuan dan keterampilan terkait keselamatan kerja di

perairan, yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan

kesadaran mahasiswa MSP terkait safety serta rasa percaya

diri dalam menangani hazard.

Banyak kegiatan penelitian yang membutuhkan

pengambilan sampel di lapangan dan kemudian dianalisis di

laboratorium. Hal tersebut menyebabkan kegiatan pelatihan

keselamatan kerja di lapang (khususnya perairan) dan

laboratorium ini sangat dibutuhkan. Sebelumnya, pelatihan

keselamatan kerja di laboratorium sudah diberikan, dengan

bekerja sama dengan PT Merck Tbk Indonesia. Pelatihan

keselamatan kerja di perairan yang diberikan saat ini

merupakan hasil kerja sama antara Departemen MSP

dengan Yayasan Sudirman Nusantara, ujar Komisi

Kemahasiswaan Departemen MSP sekaligus panitia

kegiatan, Aliati Iswantari.

Kegiatan ini sudah berjalan untuk kelima kalinya di MSP FPIK

IPB. Awalnya kegiatan ini dilakukan karena adanya

kekhawatiran dari pihak MSP sendiri terhadap adanya

kecelakaan yang terjadi di kampus. Meskipun pelatihan

keselamatan kerja di perairan ini tidak diberikan secara

5

menyeluruh, setidaknya kegiatan ini mampu membuka dan

memicu kesadaran m

Recommended

View more >