of 12/12
PATOLOGI SOSIAL Penyimpangan Sosial (Carding) Aditya Rais Muhammad 14416241005 Addini Nur Anjani 14416241017 Windu Bestari14416241020 Dwi Nur Fajriati 14416241029 Muhammad Ryan Nur R. 14416241043

PATOLOGI SOSIAL

  • View
    166

  • Download
    14

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Penyimpangan sosial

Text of PATOLOGI SOSIAL

Slide 1

PATOLOGI SOSIALPenyimpangan Sosial (Carding)Aditya Rais Muhammad 14416241005Addini Nur Anjani14416241017Windu Bestari14416241020Dwi Nur Fajriati 14416241029Muhammad Ryan Nur R.14416241043

Penyimpangan Sosial (Carding)Penyimpangan atau deviasi diartikan sebagai tingkah laku yang menyimpang dari tendensi atau ciri-ciri karakteristik rata-rata dari rakyat kebanyakan/populasi. Sedangkan diferensiasi diartikan sebagai tingkah laku yang berbeda dari tingkah laku umum. (Kartini Kartono, 2013:11)

Carding database adalah pencurian data nasabah berupa nomor rekening dan identitas nasabah melalui database bank tersebut, sehingga pelaku akan mendapatkan informasi tentang nasabah yang terkait untuk dijadikan target pencurian, sedangkan pelakunya disebut carder. (Darsono, 2010:48).Unsur-unsur dalam CardingCarderNetterCrackerBank

Aturan Hukum tentang CardingPelaku Carding atau yang lebih dikenal dengan Carder telah melanggar hukum, yaitu melanggar UU ITE pada Bab VII tentang Perbuatan yang Dilarang terdapat pada pasal-pasal sebagai berikut:Pasal 30 Pasal 31 Pasal 362 KUHP Pasal 378 KUHP

Upaya Pencegahan CardingMenurut Alcianno Ghobadi Gani (2015:26-28), menjelaskan beberapa cara aman berselancar di dunia maya agar terhindar dari perilaku menyimpang carding, diantaranya:Gunakan Favorites atau BookmarksGunakan AntivirusGunakan anti Spyware dan anti AdwareGunakan Firewall.Gunakan Internet Browser yang lebih baikHilangkan JejakGanti password sesering mungkinBuat password yang sukar ditebakJangan terkecoh e-mail palsu

Metodologi PenelitianWaktu dan LokasiHari, tanggal: Senin, 28 Maret 2016Waktu: 17.30-19.00 WIBLokasi: Goeboex Caf Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara. Wawancara telah diakui sebagai teknik pengumpulan data atau informasi yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan sistem informasi. Wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan menggunakan format tanya jawab yang terencana. (Regina Handayani, 2016:1).

Teknik AnalisisTeknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan apabila faktor penelitian tidak dapat dihitung sehingga variabel tidak dapat diungkapkan dengan angka namun diungkapkan dalam bentuk seperti persepsi, pendapat, anggapan dan sebagainya. Deskripsi KasusKasus yang diamati oleh kelompok 2 adalah salah satu bentuk penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat, khususnya anak usia muda dalam bentuk pencurian di dunia maya yang lebih dikenal dengan nama carding.Pelaku carding biasanya adalah mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap perkembangan teknologi. Kepiawaian mereka dalam mengutak-atik jaringan internet membuat mereka terlena untuk melakukan penyimpangan berupa pencurian lewat dunia maya.Dalam kasus carding yang diteliti oleh kelompok 2 menghadirkan salah satu pelaku carding yang bernama Novando (nama samaran) yang notabenenya adalah mahasiswa masih berumur 18 tahun, namun telah memiliki kepiawaian dalam melakukan kejahatan cyber crime dalam bentuk carding yang memulai melakukan aksinya ketika dia masih duduk di bangku SMA.

Hasil WawancaraVideoBukti Hasil Penyimpangan

PertanyaanKesimpulan Perkembangan dunia Internet pada saat ini telah mencapai suatu tahap yang begitu cepat dan sangat mutakhir, sehingga tidak mengherankan apabila di setiap sudut kota banyak ditemukan tempat-tempat Internet yang menyajikan berbagai jasa pelayanan Internet. Kecanggihan teknologi komputer dan internet telah memberikan kemudahan-kemudahan, terutama dalam membantu pekerjaan manusia. Kepiawaian manusia dalam mengutak-atik jaringan internet membuat mereka terlena untuk melakukan penyimpangan berupa pencurian lewat dunia maya. Dalam hal ini yaitu Carding, yang merupakan tindak kejahatan yang memanfaatkan data akun bank seseorang untuk berbelanja secara online. Namun, kebanyakan pelaku carding (Carder) melancarkan aksinya dengan menggunakan akun bank milik orang luar negeri (bule) dan berbelanja di situs-situs jual beli asing, sehingga untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan juga masih kurangnya pengetatan peraturan perUndang-undangan mengenai cybercrime mengakibatkan pelaku penyimpangan ini menjadi leluasa dalam beraksi, selain itu peran orang tua dalam mengawasi kegiatan anak juga sangat perlu dilakukan agar anak tersebut tidak terjerumus kedalam penyimpangan tersebut.