PBL blok 9 lambung

  • View
    19

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

UKRIDA

Transcript

Mekanisme dan Struktur Pencernaan pada LambungMaria Amelia Goldie

102013119

D9

goldiewenur@gmail.comFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

Jl. Terusan Arjuna No. 6, Kebon Jeruk - Jakarta BaratPendahuluan

Kita manusia sebagai makhluk hidup tentu memerlukan makanan untuk bertahan hidup. Makanan, minuman dan obat-obatan merupakan sumber energi dan sumber bahan baku untuk membangun tubuh. Sebelum dapat digunakan oleh tubuh, makanan dicerna dalam sistem pencernaan. Sistem pencernaan manusia terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan yang dimakan masuk melewati mulut kemudian masuk ke dalam lambung melewati esofagus, lalu dibawa menuju usus halus sampai ke usus besar dan kemudian dikeluarkan melalui anus.

Sesuai dengan skenario, seorang perempuan berusia 19 tahun berobat ke dokter karena mengeluh nyeri pada ulu hati dan sering merasa mual sejak 1 bulan yang lalu bahawa dari anamnesis diketahui ia sering terlambat makan dan setelah diperiksa dokter, dinyatakan terdapat luka pada lambungnya. Dengan adanya luka pada lambungnya, maka terjadi gangguan pencernaan di saluran pencernaan lambung. Maka dari itu, penulis akan membahas struktur dan mekanisme kerja dari sistem pencernaan lambung.

Struktur Makroskopis dan Mikroskopis pada Lambung

Lambung merupakan bagian saluran pencernaan yang melebar antara oesophagus dan usus halus. Lambung terletak di daerah hipochondrium kiri, epigastrium, dan daerah umbilicus dan sebagian besar ditutupi oleh iga-iga. Sumbu panjangnya berjalan ke bawah dan depan kanan dan kemudian berjalan ke belakang dan sedikit ke atas.1

Lambung terdiri dari bagian atas yaitu fundus, batang utama (corpus), dan bagian bawah yang horizontal yaitu antrum pilorik. Lambung berhubungan dengan oesophagus melalui orifisium atau kardia, dan dengan duodenum melalui orisium pilorik. Lambung terletak di bawah diafragma, di depan pankreas dan limpa menempel pada sebelah kiri fundus.2

Gambar 1. Letak gaster (lambung)

Lambung mempunyai peritoneum viscerale yang meliputi permukaan anterior dan posterior. Kedua lapisan tersebut dari curvatura minor ke arah hepar membentuk ligamentum hepatogastrica yang merupakan bagian dari omentum minus. Ke bawah kedua lapisan pada curvatura major berhubungan dengan omentum gastrolienalis dan mesocolon transversum membentuk omentum majus.3

Lambung mempunyai dua lubang (ostium cardiacum dan ostium pyloricum), dua lengkungan (curvatura major dan minor) dan dua permukaan (facies anterior dan posterior). Lambung terdiri dari lima bagian, yaitu cardia, fundus, corpus, pars pylorica dan pylorus. Cardia merupakan daerah tempat masuknya oesophagus ke dalam lambung. Fundus gastricus yang berbentuk kubah merupakan bagian lambung yang berada di atas kiri dari ostium cardiacum. Pada fundus ini biasanya berkumpul gas yang sering tampak pada foto sinar X. Antara fundus dan pars abdominalis oesophagei terdapat sudut yang tajam, disebut incisura cardiaca. Corpus gastricum yang merupakan bagian utama, terletak kurang lebih vertikal (sedikit ke arah depan kanan) antara fundus dan incisura angularia beralih menjadi pars pylorica. Curvatura minor yang merupakan batas kanan lambung terbentang dari cardia sampai pylorus. Curvatura major yang lebih besar terbentang dari incisura cardiaca terus ke fundus dan pinggir kiri lambung sampai pylorus. Pada curvatura minor di batas antara corpus dengan pars pylorica terbentuk sudut yang disebut incisura angularis. Sudut ini tampak jelas pada lambung bentuk J. Pars pylorica terdiri dari antrum pyloricum yang lebar di sebelah proximalis dan canalis pyloricus yang lebih sempit di sebelah distalis yang berakhir pada pylorus. Pada batas antara kedua bagian ini kadang-kadang terdapat suatu sulcus dangkal. Pylorus merupakan daerah terdapatnya penyempitan berupa sphincter yang umumnya berada dalam keadaan kontraksi tonik. Sphincter pylori mempunyai otot circularis tebal (musculus sphincter pylori) yang mengatur/mengontrol aliran isi lambung ke duodenum.3

Gambar 2. Bagian-bagian lambung

Ostium cardiacum terletak kurang lebih 3 cm di sebelah kiri garis tengah, setinggi vertebra thoracalis 11 dan 10 cm di sebelah dalam dari rawan iga 7 kiri. Lubang ini merupakan tempat yang paling tetap dari lambung. Pylorus letaknya relatif tetap, yaitu pada posisi berbaring terletak di atau sedikit kanan dari linea mediana setinggi vertebra lumbalis 1, pada linea transpyloricum. Pylorus dapat turun sampai vertebra lumbalis 2 atau 3 pada posisi berdiri, atau bahkan dapat bergeser 5 cm ke kanan pada lambung yang penuh. Fundus letaknya paling superior di belakang iga ke 5 kiri di linea medioclavicularis. Fiksasi paling kuat dari lambung terdapat pada cardia karena hubungannya dengan oesophagus yang terfiksasi pada diaphragma. Omentum minus juga dapat membantu fiksasi lambung pada tempatnya.3

Gaster berhubungan dengan sejumlah alat/struktur, yaitu hepar di atas, kanan, dan depan, diaphragma di atas, limpa ke arah kiri, pankreas,ginjal dan glandula suprarenalis kiri di belakang, ke bawah dengan colon dan mesocolon/omentum majus, serta dengan dinding depan abdomen dan thorax ke depan. Gaster mempunyai permukaan anterior dan posterior yang bertemu pada curvatura major dan minor. Facies anterior diliputi oleh peritoneum visceralis dari cavum peritonei dan berhubungan dengan lobus kiri hepar, diaphragma, iga-iga dan dinding depan abdomen tergambar pada apa yang disebut lapang lambung/magenfeld, yaitu hubungan lambung langsung dengan dinding depan thorax (iga-iga) dan dinding depan abdomen. Batas-batas lapang lambung adalah pada hepar di sebelah kanan, diaphragma dan paru-paru kiri di sebelah atas, limpa di sebelah kiri dan mesocolon transversum di bawah. Bagian lapang lambung yang berada di belakang iga yang disebut ruang Traube atau Traubes semilunar space dengan batas-batasnya, di medial pada pinggir kiri sternum, di atas pada garis dari rawan iga 6 ke pinggir bawah rawan iga 9 pada linea medioclavicularis, dan di bawah pada arcus costarum.3

Facies posterior diliputi peritoneum viscerale dari bursa omentalis yang tepat berada di belakang lambung. Hubungan facies posterior dengan bursa omentalis dan sejumlah alat membentuk apa yang disebut palungan (stomach bed), lekukan yang terbentuk oleh bursa omentalis, bersama diaphragma, lien, dan glamdula suprarenlais kiri ke arah atas, serta bagian atas ren kiri, corpus dan cauda pancreas, dan mesocolontransversum ke arah bawah. Fundus lambung terletak pada kubah (cupola) diaphragma, sehingga pada foto rontgen sering tampak gas tepat di bawah kubah diaphragma.3Struktur Mikroskopis Lambung

Paling luar tunica serosa dilapisi oleh lapisan peritoneum viscerale dari cavum peritonei di depan dan bursa omentalis di belakang. Di sebelah dalamnya terdapat tunica muscularis yang terdiri dari 3 lapisan otot polos. Yang paling dalam adalah fibrae obliquae terbentuk dengan baik pada daerah cardia dan menyebar ke fundus dan permukaan anterior dan posterior corpus ventriculi. Yang paling luar adalah tunica longitudinalis yang tipis tersebar pada permukaan depan dan belakang corpus gastrica, namun tebal pada curvatura major dan minor, serta meliputi seluruh bagian pars pylorica. Di sebelah dalamnya terdapat tunica circularis yang melingkar pada seluruh bagian lambung kecuali fundus; dan menebal pada sphincter pylori dan membentuk M. sphincter pylori. Di sebelah dalam dari lapisan otot terdapat tunica submucosa yang terdiri dari jaringan penghubung longgar, dan mengandung sejumlah pembuluh darah dan limfe. Lapisan paling dalam yang cukup tebal (dapat sampai 2 mm) dan bersifat vascular disebut tunica mucosa gastricae. Lapisan ini mempunyai sejumlah lipatan disebut plica gastricae. Arahnya umumnya longitudinalis dan sepanjang curvatura minor membentuk saluran, canalis gastricus. Saluran ini dapat mengalirkan cairan dan sejumlah makanan yang telah dikunyah langsung dari cardia ke dalam duodenum. Kelenjar lambung bermuara pada lubang-lubang kecil yang disebut foveolae gastricae (gastric pits). Dapat dibedakan tiga macam kelenjar lambung yaitu galndulae gastricae, glandula cardiaca dan glandulae pyloricae. Yang paling banyak adalah galndulae gastricae yang tersebar di fundus dan corpus gastrica.3

Gambar 3. Lapisan-lapisan pada LambungVaskularisasi Lambung

Lambung mendapat darah dari cabang-cabang A. coeliaca yaitu A. gastrica sinistra et dextra, A. gastroepiploica sinistra et dextra, dan A. gastrica brevis. A. gastrica sinistra berasal dari A. coeliaca yang berjalan ke atas dan kiri untuk mencapai oesophagus dan kemudian berjalan turun sepanjang curvatura minor lambung. A. gastrica sinistra memperdarahi sepertiga bawah oesophagus dan bagian kanan atas lambung. A. gastrica sinistra beranastomosis dengan A. gastrica dextra. A. gastrica dextra berasal dari A. hepatica pada pinggir atas pylorus dan berjalan ke kiri dalam omentum minus sepanjang curvatura minor lambung. A. gastrica dextra memperdarahi bagian kanan bawah lambung. Pembuluh ini juga beranastomosis dengan A. gastrica sinistra. A. gastrica brevis berasal dari A. lienalis pada hilus limpa dan berjalan ke depan dalam ligamentum gastrolienalis untuk memperdarahi fundus. A. gastroepiploica sinistra berasal dari A. lienalis pada hilus limpa dan berjalan ke depan dalam ligamentum gastrolienalis untuk memperdarahi lambung sepanjang bagian atas curvatura major. A. gastroepiploica dextra berasal dari A. gastroduodenalis yang merupakan cabang dari A. hepatica. Pembuluh ini berjalan kiri dam memperdarahi lambung sepanjang bagian bawah curvatura major.4

Vena-vena pada lambung mengalirkan darah ke sirkulasi portal. V. gastrica sinistra et dextra langsung mengalirkan darah ke V. porta hepatis. V. gastrica brevis dan V. gastroepiploica sinistra bermuara ke V. lienalis. V. gastroepiploica dextra bermuara ke V. mesenterica superior terus ke V. por