Pedoman KKP

Embed Size (px)

Text of Pedoman KKP

  • PEDOMAN PENYUSUNAN KERTAS KERJA PELATIHAN DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MINYAK DAN GAS BUMI

    PUSDIKLAT MIGAS CEPU

    KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MINYAK DAN GAS BUMI

    JALAN SOROGO NO. 1 CEPU

    ( PUSDIKLAT MIGAS )

    Cepu, 08 Januari 2010

  • 2

    KATA PENGANTAR Penulisan Kertas Kerja Pelatihan merupakan bagian dari Proses

    Belajar Mengajar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi

    (Pusdiklat Migas Cepu) diperuntukkan bagi peserta pelatihan yang

    menempuh proses belajar mengajar dengan durasi lebih dari 4 (empat)

    minggu dan berdasarkan dari kurikulum yang telah disepakati dengan

    pengguna jasa diklat.

    Mengingat perlu adanya keseragaman penulisan Kertas Kerja

    Pelatihan untuk seluruh peserta diklat yang akan menempuh ujian

    komprehensif, maka perlu diterbitkan suatu Pedoman Penyusunan Kertas

    Kerja Pelatihan.

    Sehubungan dengan itu, maka Bidang Penyelenggaraan dan Evaluasi

    Diklat melalui Pengawas Penyelenggaraan Diklat menerbitkan Pedoman

    Penyusunan Kertas Kerja Pelatihan edisi Januari 2013.

    Selanjutnya buku Pedoman Penyusunan Kertas Kerja Pelatihan ini

    ditetapkan untuk dipergunakan bagi peserta pelatihan di Pusdiklat Migas.

    Dalam kesempatan ini pula, kami mengucapkan banyak terima kasih

    kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga buku Pedoman

    Penyusunan Kertas Kerja Pelatihan ini dapat diterbitkan.

    Cepu, 07 Januari 2013

    Kepala Bidang Penyelenggaraan

    dan Evaluasi Diklat,

    Ir. Bambang Sugito, MT

    NIP 19601117199003 1 001

  • 3

    Hal : Pengesahan Pedoman Penyusunan Kertas Kerja Pelatihan

    Yang terhormat,

    Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Evaluasi Diklat

    Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat

    Pusdiklat Migas Cepu

    Dalam rangka keseragaman (standarisasi) penulisan Kertas Kerja

    Pelatihan, bersama ini kami sampaikan penulisan buku tentang Pedoman

    Penyusunan Kertas Kerja Pelatihan (KKP) yang apabila disetujui akan

    digunakan sebagai acuan bagi seluruh peserta diklat di Pusdiklat Migas yang

    kan menghadapi ujian komprehensif.

    Mohon persetujuan untuk pelaksanaan pedoman penyusunan Kertas

    Kerja Pelatihan tersebut.

    Cepu, 07 Januari 2013

    Pengawas Penyelenggaraan Diklat/

    Arsiparis Penyelia,

    Sri Yuliati

    NIP 19670725 198703 2 001

  • 4

    I. GARIS BESAR ISI KERTAS KERJA PELATIHAN

    Pedoman atau bahasan pokok berorientasi dan mengacu pada penerapan pengetahuan teknis yang telah diberikan pada pelaksanaan

    sesuai dengan kurikulum dari topik pelatihan masing-masing, sehingga akan

    menghasilkan Kertas Kerja Pelatihan (KKP) yang bias

    dipertanggungjawabkan pada saat ujian komprehensif.

    Guna memberikan kemudahanan bagi peserta diklat dalam

    menyampaikan dan membahas ide atau konsep, maka penyusunan Kertas

    Kerja Pelatihan (KKP) diberi batasan jumlah lembar minimal 30 halaman dan

    maksimal 80 halaman tidak termasuk halaman judul, halaman pengesahan, halaman abstrak, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar

    tabel, halaman daftar gambar, halaman daftar notasi atau simbol dan

    halaman daftar lampiran.

    Pembahasan Kertas Kerja Pelatihan disusun dengan komposisi sebagai

    berikut:

    Bagian Awal atau Pendahuluan 25%

    Bagian Isi atau Pembahasan 75%

    Bagian awal atau pendahuluan berisi paparan yang mengantarkan

    kepada bagian isi atau pembahasan Kertas Kerja Pelatihan (KKP).

    Bagian isi atau pembahasan merupakan substansi penting dari KKP

    yang pada umumnya terdiri atas beberapa Bab yang disusun secara

    sistematik, dan bagian penutup merupakan bagian yang mengakhiri KKP

    yang menjelaskan kesimpulan dari isi atau pembahasan.

  • 5

    II. TATA CARA PENULISAN KERTAS KERJA PELATIHAN

    Dalam pedoman ini dicantumkan garis besar tentang cara penulisan dan

    pengetikan Kertas Kerja Pelatihan (KKP), yang mencakup ketentuan

    penulisan bagian Awal, Isi dan Penutup KKP.

    Beberapa ketentuan pokok yang perlu diperhatikan dalam pengetikan

    KKP mencakup ukuran : format, kertas, huruf, margin, pengetikan, penulisan

    daftar pustaka, dan lampiran.

    2.1 Format

    a. Jenis kertas :

    HVS ukuran kwarto

    Berat 70 gram

    Warna putih

    Ukuran lembar 21,50 x 28 cm

    b. Jenis Huruf :

    Pengetikan naskah (teks), karakter yang dipakai font Arial,

    ukuran 12, justifikasi kiri-kanan

    Judul tabel, karakter yang dipakai font Arial, ukuran 12, cetak

    tebal, justifikasi ditengah atas tabel

    Judul gambar, karakter yang dipakai font Arial, ukuran 12, cetak

    tebal, justifikasi ditengah bawah gambar

    Judul bab, karakter yang dipakai font Arial dengan huruf kapital,

    ukuran 14, cetak tebal,

    Judul sub-bab, karakter yang dipakai font Arial, ukuran 12,

    cetak tebal,

    Footer/header, karakter yang dipakai font Arial, ukuran 10

  • 6

    Judul buku Kertas Kerja Pelatihan, karakter yang dipakai font

    Arial, ukuran 18, cetak tebal, justifikasi ditengah.

    c. Jarak baris :

    Jarak antara dua baris dibuat 2 spasi, kecuali abstrak, kata

    pengantar, daftar isi, daftar lampiran, dan kutipan langsung

    lebih dari 4 baris diketik 1 spasi.

    Jarak antara judul bab dengan alenia pertama bab atau dengan

    sub-bab dan antara akhir teks sub-bab dengan teks sub-bab

    berikutnya diberi 3 spasi.

    Judul gambar, judul tabel diberi jarak baris 1 spasi.

    d. Batas bidang pengetikan :

    Tepi atas : 4 cm

    Tepi bawah : 3 cm

    Tepi kiri : 4 cm

    Tepi kanan : 3 cm

    e. Indensi Indensi adalah jorokan kekanan dari garis tepi kiri pada awal

    alinea. Lebar indensi adalah 5 huruf dari garis tepi kiri, sehingga

    huruf pertama kalimat pertama pada awal alinea dimulai pada

    ketukan ke 6.

    2.2 Bahasa

    Bahasa yang dipergunakan dalam penulisan Kertas Kerja Pelatihan

    adalah bahasa Indonesia baku. Kebakuan bahasa ini meliputi semua

    aspek bahasa, yaitu : ejaan, istilah, kata dan pembentukannya,

  • 7

    singkatan kata dan kalimat. Bahasa yang digunakan dalam Kertas Kerja

    Pelatihan harus memenuhi kaidah bahasa Indonesia baku dengan

    ketentuan ketentuan khusus, yaitu:

    Gaya tulisan bersifat formal dan obyektif

    Menggunakan kalimat efektif

    Konsisten dalam penggunaan istilah dan singkatan

    Kata/istilah khusus yang berasal dari bahasa asing/daerah

    ditulis dengan huruf miring.

    2.3 Penomoran

    a. Penomoran halaman. Bagian awal KKP yang meliputi Halaman Judul, Halaman

    Pengesahan atau Halaman Persetujuan, Kata Pengantar, Intisari,

    Daftar Isi, Daftar Lampiran, cara penomorannya menggunakan

    angka romawi (kecil) tanpa disertai tanda apapun juga seperti halnya: i, ii, iii. iv dan seterusnya pada bagian bawah tengah.

    Sedangkan bagian Isi dan bagian Akhir KKP cara penomorannya

    menggunakan angka arab, seperti : 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya pada bagian bawah tengah. Khusus untuk setiap halaman Judul Bab maka nomor halamannya tidak perlu dituliskan tetapi tetap diperhitungkan dalam memberi nomor berikutnya.

    b. Penomoran dan Penulisan Bab, Sub-Bab Penulisan nomor Bab menggunakan angka romawi, sebaris dengan judul Bab dan tulisan Bab tidak perlu ditulis, penempatan ditengah halaman baris pertama dengan huruf kapital cetak tebal,

  • 8

    contoh:

    I. PENDAHULUAN

    Penulisan nomor Sub Bab menggunakan angka arab, angka terakhir tanpa titik dan penulisan Sub Bab huruf pertama setiap kata huruf kapital kecuali kata sambung dan kata depan dan cetak tebal, contoh:

    1.1 Latar Belakang

    Sub-sub-Bab dan seterusnya penulisan sama dengan Sub-Bab,

    contoh:

    3.1.1 Cara Kerja Pompa Sentrifugal

    2.4 Daftar Pustaka

    Daftar pustaka disusun berurutan secara alpabetis dan diberikan nomor, dengan urutan sebagai berikut: (1) Nama pengarang, (2) Tahun Penerbitan, (3) Judul Buku, (4) Volume,

    (5) Tempat Terbit dan (6) Penerbit.

    Nama pengarang dimulai dengan nama keluarga/marga, tanpa gelar

    akademik, contoh:

    a. Yang berupa surat kabar, contoh: Kompas, 10 Oktober 1986, Jakarta : Yayasan Bentara Rakyat h.IV

    b. Yang berupa majalah, contoh : Simanjuntak, Edison, 1984, Sistem Kendali Berbasis Fuzy, Berita Instrumentasi : Januari XXIII-1

  • 9

    c. Yang berupa buku:

    Penulisan nama pengarang apabila pengarang mempunyai nama

    marga atau nama keluarga, penulisan nama marga ditulis terlebih

    dahulu kemudian dituliskan nama pengarang

    Contoh pengarang tunggal :

    Moeis, Abdoel, 1983, Salah Asuhan, Jakarta: PN Balai Pustaka.

    Contoh pengarang terdiri dari dua atau tiga orang:

    Nasution, S dan M. Thomas, 1985, Buku Penuntun Membuat

    Thesis, Skripsi, Desertasi, Makalah, Bandung: Jemmars.

    Keterangan : nama pengarang pertama dibalik susunannya,

    sedangkan nama pengarang kedua dan ketiga tetap tidak

    dibalik.

    Contoh Pengarang lebih dari tiga orang:

    Johnson, C.H., et all. 1984, The Modern High School, New

    York: Charles Scribners Sons.

    Roring Roy, dkk., 1984, Fungsi Kontrol dal