Pemantauan Dini BRT

  • View
    12

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Pemantauan Dini Bayi Risiko Tinggi

Kamilah Budhi R Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP / RS DR Kariadi Semarang

Kehidupan ektra uterin :- Adaptasi faal tubuh : respirasi, sirkulasi, mempertahankan suhu tubuh, proses pencernaan, pengaturan endokrin & metabolik, keseimbangan air & elektrolit. membutuhkan s.s adekuat Pengenalan dini disfungsi neurologik : mutlak : - Mengetahui masalah- masalah secara dini - Tindakan pencegahan kemungkinan adanya penyulit berulangnya kasus

Bayi Risiko Tinggi- Bayi yang secara klinis belum menunjukkan hambatan perkembangan tetapi berpotensi untuk mengalami gangguan perkembangan akibat faktorfaktor : risiko biomedik, risiko lingkungan psikososial/sosial ekonomi yang dialami sejak masa konsepsi sampai masa neonatal.

Risiko biomedik : prematuritas, perdarahan intra kranial, hambatan pertumbuhan intra uterin, ensefalopati hipoksik iskemik, hipoglikemia, polisitemia, hiperbilirubinemi, kelainan kongenital, infeksi, kejang, ibu pengguna NAZA.

Bayi risiko tinggi : perlu perhatian : - disfungsi sistem kardiorespirasi - susunan saraf - keduanya Kemajuan pesat dalam penatalaksanaannya mortalitas + perlu diimbangi kemajuan dalam pengenalan dini & penatalaksanaan disfungsi neurologik kualitas hidup

Mielinisasi :- Mielin : untuk kecepatan hantar rangsangan melalui sel-selsaraf. - Beberapa tahap : Tahap pranatal : 2 bulan setelah pembentukan neuron, t.u pada sistem saraf perifer : mulai dari sistem sensorik, motorik, diikuti sistem somestesia (sentuhan), penglihatan, pendengaran Tahap pasca natal : - 0 - 3 bulan terjadi di area asosiasi sekunder (sekitar korteks sensorik dan motorik primer) - 4 bulan - remaja pertengahan : pada area asosiasi klasik (berkaitan dengan korteks fungsi luhur, t.u korteks frontalis) - umur 10 tahun : proses mielinisasi selesai

Tahapan maturasi fungsi otak : Bayi baru lahir :

- Kecepatan metabolisme glukosa : 30% dewasa muda (tertinggi : korteks sensori & motori, talamus, batang otak, vermis serebelum)- > korteks serebri pada masa neonatal : kurang aktif perilaku, refleks batang otak, integrasi visuo motor : terbatas. - Aktivitas metabolik di amigdala dan korteks singuli cukup tinggi tunjukkan sistem limbik sudah aktif b.b.l mampu berinteraksi emosi dengan ibu (penting dalam pembentukan ikatan hubungan ibu-bayi)

0 - 4 tahun :- 2 - 3 bulan : pe penggunaan glukosa di korteks parietal temporal, korteks visual primer, basal ganglia, hemisfer serebelum pe kemampuan integrasi visuo spasial & visuo sensori motor. - 6 - 8 bulan : fungsi korteks frontal (lat. & inf. or) lebih aktif - 8 - 12 bulan : korteks frontal dorsal & medial : tunjukkan pe penggunaan glukosa munculnya perilaku kognitif (mengenali orang asing, kemampuan membedakan gambar, dll)

3 - 4 tahun : korteks serebri : pe metabolisme (2 x dewasa)

4 th - 10 th :- Tingkat metabolisme glukosa di korteks tetap tinggi (2 x dewasa) tapi tak meningkat lagi (~ pada 3-11 th : aliran darah serebral > 1,8 x dewasa muda, kebutuhan O2 otak : 1,3 x dewasa muda) 10 - 18 th :

- Mulai 9-10 th : tingkat metebolisme glukosa 16-18 th : tingkat metabolisme dewasa Semua daerah di korteks serebri : tahapan perkembangan yang hampir sama kecuali di bangsal ganglia, talamus. (di batang otak : perubahan tak bermakna)

PemeriksaanInspeksi : Gerak nafas : tak teratur & apnea : kerusakan otak Sifat tangis : high pitched cry (melengking) : tanda tek. i.c Postur istirahat : simetris Asimetris : tonus otot, fraktur klavikula, humerus, palsi pleksus brachialis. Posisi : 32-40 mgg : abduksi pada paha, fleksi pada siku, pinggul, & penggal kaki. 25-30 mgg : fleksi lengan, tungkai mungkin fleksi atau ekstensi ( 25 mgg : ekstensi seluruh anggota gerak abn) Frog leg, tungkai abd / bag. lat. paha terletak di alas hipotoni

Fleksi pada siku dengan dorsum manus di atas di samping kepala hipotoni ekstremik atas Ekstensi penuh pada tungkai & opistotonus hipertonus Normal : tangan terkepal dengan ibu jari diluar jari lain, dapat menutup, membuka spontan saat tidur. (tangan terkepal erat dengan ibu jari terkepal jari lain, tidak membuka spontan abn. / awal spastisitas) Kelainan neural tube : defek garis tengah pada kranium, wajah, palatum, tulang belakang.*Kepala

:

Uub : lunak, tegang, membenjol Sutura > ujung jari : hidrosefalus, kelainan osifikasi / tek i.c Sinostosis : penutupan cepat sutura.

Transiluminasi kepala : (+) subdural efusi, hidransefali, kista araknoid, porensefali, hidrosefalus. Lingkar kepala : ukuran : vol. Intrakranial t.u otak + cairan serebrospinal menunjukkan pertumbuhan otak. Informasi : infeksi i. u.t, kelainan heriditer, obatobat, nutrisi buruk waktu hamil (mikrosefali)

Sefal hematom, perdarahan i.c, cairan subdural, hidrosefalus, hidransefali, makrosefali (kepala >)

Gambaran Dismorfik- Facies aneh (dismorfik) : berhubungan dengan sindrom khusus. - Jarak ke dua mata, bentuk, letak telinga, tekstur dan garis batas rambut, bentuk wajah, bentuk leher, jarak ke 2 putting susu, kelainan vertebra, pectus excavatus, jumlah & bentuk jari tangan, kaki, sendisendi konstraktif, malfungsi anggota gerak lain. Kesimpulan : Genetic Counseling

* Organomegali * Saraf-saraf otak Kemampuan menatap & gerakan bola mata mengikuti obyek : menilai fungsi n. II, III, IV, VI (Dolleyes Maneuver : menilai n.III, IV, VI & VIII pada neonatus yang tidak dapat ikuti gerakan obyek)

Deviasi tonik mata kesatu arah dan nistagmus berulang : dapat manifestasi kejang. Gerakan mata yang mencari-cari dan nistagmus menetap : ggn ketajaman penglihatan

Tanda setling sun, katarak, kornea keruh, pupil ireguler & anisokor, hemangioma sklera, mikroptalmi mungkin berhubungan peny. s.s

Pupil anisokor : sindrom horner, sering terlihat pada palsi pleksus brakial bawah berat. Pupil miotik & bereaksi terhadap cahaya : asfiksia, HIE Dilatasi pupil bileteral & tak bereaksi pada cahaya : ggn batang otak Dilatasi pupil unilateral : ggn n III o.k HIE atau herniasi unkus.

Funduskopi : ada perdarahan subaraknoid subdural, infeksi TORCH (korioretinitis) Neonatus tenang dan tidak lapar, kesadaran baik, suasana tenang: tak bereaksi terhadap suara keras gangguan pendengaran (o.k TORCH, obat-obat oto toksik, riwayat tuli kongenital, hipoksi berat)

Refleks Rooting & menghisap : 30-32 mg semakin baik ~ ber (+) usia : dapat menilai : fungsi n V, VII, XII Refleks menelan & gangguan refleks : menilai n. IX, X Gangguan koordinasi refleks : rooting, menghisap, menelan : kesulitan minum : gangguan di batang otak.

Motorik Fungsi motorik : sedikit >> gerak : random, tak terkoordinir, tak produktif, di dominasi refleks primitif, pusat : medulla spinalis dan batang otak Penilaian : tonus otot, postur anggota gerak, motalitas, kekuatan otot, refleks tendon, respon plantar

*Tonus dan Postur : Saat : istirahat, telanjang Asimetri ke 2 sisi tubuh : lesi pleksus brakial

Asimetri pada lengan & tungkai : lesi spinal Posisi frog leg, pinggul abduksi penuh, lutut fleksi : asfiksia berat, peny. sistemik berat, peny. Neuro muskuler setelah hipotoni / paralisis.

Retraksi kepala, postur ekstensor : perdarahan i.c, HIE, meningitis. Tonus dinilai dengan merasakan tahanan anggota gerak terhadap gerakan pasif dan aktifitas refleks tendon. (masa gestasi > posisi ekstremitas lebih fleksi bila anggota gerak diekstensikan pasif, terasa tahanan dan akan kembali (recoil/ke posisi fleksi) me tahanan & recoil >> : awal spastisitas o.k disfungsi s.s. Hipertoni : jarang : o.k HIE, meningitis, perdarahan i,.c masif

Hipotoni : tahanan : bersifat umum : o.k gangguan s.s, peny. Sel kornu anterior, s. perifer, neuromuscular junction/ muskular, peny. sistemik. (Hipotoni ekstremitas bawah : meningomielokel)

Tonus postur : dinilai : respon traksi, suspensi ventral, suspensi horisontal. Head lag & lengan ekstensi penuh : aterm respon traksi abn. (hipotoni) Kepala tegak di tengah, tungkai fleksi di pinggul, lutut, tumit & tak merosot pada suspensi ventral tonus baik Punggung lurus, fleksi pada siku, lutut, tumit, ada usaha pertahankan kepala tetap tegak pada suspensi horisontal tonus baik. Hiperekstensi + scissoring pada tungkai : tanda hipertoni Refleks bisep, patelar, akiles : refleks tendon, kadang sulit Refleks tendon (-) : ggn unit motor : peny. Neuromuskuler kongenital (sering pada ensefalopati akut)

Refleks tendon : ggn upper motor neuron (palsi serebral spastik awal). Klonus ringan : dapat normal Klonus menetap : ggn metabolik, infeksi, perdarahan i.c, ggn upper motor neuron ggn traktus kirtiko spinal

* Gerakan & KekuatanBerhubungan : tingkat kesadaran, masa gestasi, ggn SSP, perifer, otot. Nilai : kuantitas, kualitas, simetri Cara : amati gerakan-gerakan spontan akibat rangsangan.

Hemiparesis (ggn serebral) ber gerakan, tangan mengepal >> (fisting) sisi bersangkutan.(lumpuh flaksid lesi perifer : palsi pleksus brakial)

Jitteriness : tangan dan dagu kadang-kadang tergerak secara spontan : hipereksibilitas ssp. Dihentikan : fleksi anggota gerak

Ditimbulkan : stimulus eksternal (lapar, haus, ggn elektrolit, tirotoksikosis maternal, drug withdrawal)(Kejang : twitching/kedip-kedip (fluttering), kelopak mata, deviasi konjugat mata, kekakuan/kejang tonik)

*Kekuatan ektr atas : kekuatan genggaman/gasp.refleks : jari yang disisipkan ke tapak tangan dapat membantu mengangkat tubuh dari posisi tidur ke posisi duduk.

Kekuatan ektr bawah : stepping, placing, refleks, menahan berat tubuh ketika kakinya diletakkan pada meja periksa respon (-) : paresis

(+) sampai 5-6 mggRefleks-refleks neonatal primer Refleks primitif : berfungsi prote