PEMBANGUNAN - core.ac.uk ?· i| Pembangunan Ekonomi Mimpi dan cita-cita merupakan kunci untuk meraih…

  • View
    311

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

1| Pembangunan Ekonomi

2| Pembangunan Ekonomi

PEMBANGUNAN EKONOMI &

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Strategi Pembangunan Manusia dalam

Perspektif Ekonomi Lokal

EDISI KEDUA

Muhammad Hasan Muhammad Azis

2018

1| Pembangunan Ekonomi

PEMBANGUNAN EKONOMI & PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT Strategi Pembangunan Manusia dalam

Perspektif Ekonomi Lokal

Pengarang:

Muhammad Hasan, S.Pd.,M.Pd. Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Ekonomi FE UNM

Dr. H. Muhammad Azis, M.Si. Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Akuntansi FE UNM

Layout dan Sampul : Zaiful

Diterbitkan oleh :

CV. Nur Lina

ISBN : 978-602-51907-6-6

Bekerjasama

Pustaka Taman Ilmu

Cetakan I Mei 2018

Hak cipta ada pada penulis

All right reserved

Sanksi Pelanggaran Hak Cipta

Undang-Undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2002

Tentang Hak Cipta

i| Pembangunan Ekonomi

Mimpi dan cita-cita merupakan kunci untuk meraih kesuksesan,

oleh karena itu milikilah mimpi dan cita-cita. Namun yakinlah

untuk meraih mimpi dan cita-cita itu akan penuh dengan rintangan

dan jalan berliku. Berusaha dan berdoalah, niscaya rintangan dan

jalan berliku itu akan mampu engkau lalui.

*Kupersembahakan karya ini kepada semua orang yang

telah berjasa untuk mewujudkan mimpi dan cita-citaku*

(Muhammad Hasan)

ii| Pembangunan Ekonomi

Mohammad Hatta (Daulat Rajat, 20 September 1931)

Bagi kita, rajat itoe jang oetama, rajat oemoem jang mempoenjai

kedaulatan, kekuasaan (Souvereinteit). Karena rajat itoe

jantoeng-hati Bangsa. Dan rajat itoelah jang mendjadi oekoeran

tinggi rendah deradjat kita. Dengan rajat itoe kita akan naik dan

dengan rajat kita akan toeroen. Hidoep atau matinya Indonesia

Merdeka, semoeanja itoe bergantoeng kepada semangat rajat.

Pengandjoer-pengandjoer dan golongan kaoem terpeladjar baroe

ada berarti, kalau dibelakangnja ada rajat jang sadar dan insjaf

akan kedaulatan dirinja.

Mohammad Hatta (Ke Arah Indonesia Merdeka, 1932)

Asas Kerakyatan mengandung arti, bahwa kedaulatan ada pada

rakyat. Segala Hukum (Recht, peraturan-peraturan negeri)

haruslah bersandar pada perasaan Keadilan dan Kebenaran yang

hidup dalam hati rakyat yang banyak, dan aturan penghidupan

haruslah sempurna dan berbahagia bagi rakyat kalau ia beralasan

kedaulatan rakyat. Asas kedaulatan rakyat inilah yang menjadi

sendi pengakuan oleh segala jenis manusia yang beradap, bahwa

tiap-tiap bangsa mempunyai hak untuk menentukan nasib

sendiri.

Joan Robinson (1962)

Suatu sebab yang dapat menjelaskan mengapa kehidupan

modern telah menjadi demikian tidak nyamannya adalah karena

kita telah menjadi sadar-diri tentang hal-hal yang sebelumnya

telah dianggap sebagai semestinya. Semula orang mempercayai

apa yang dipercayainya karena mereka mengira hal tersebut

memang demikian halnya, ataupun karena dianggap benar oleh

mereka yang dianggap dapat berpikir secara benar kita mulai

mempertanyakan: mengapa saya mempercayai apa yang saya

percayai sebagai benar. Kebenaran tidak lagi menjadi benar.

Kejahatan tidak lagi menjadi sesuatu yang jahat . 'Semua

tergantung pada apa sebenarnya yang dimaksudkan'. Tetapi kalau

demikan halnya maka kehidupan akan menjadi mustahil untuk

itu kita harus menemukan suatu jalan keluar .

iii| Pembangunan Ekonomi

M. Teresa Lunati (1997)

Homo economicus atau manusia ekonomi adalah agen

individual yang berada di pusat teori ekonomi neoklasik (teori

utilitarian, hedonis dan menitikpusatkan pada diri-sendiri, yang

rasionalis dan beretika individualis). Ia egois, rasional, berupaya

untuk mencapai utilitas secara maksimum. Ia bertindak secara

independen dan nonkooperatif, sebagai atom sosial yang terisolasi

tanpa mempunyai naluri akan masyarakat sekitarnya, dan

perilakunya dimotivasi semata-mata oleh kepentingan-diri

pribadi secara sempit. Economic man atau manusia ekonomi

bersifat materialistik tanpa emosi samasekali dan merupakan

manusia yang membuat perhitungan dengan kepala dingin: ia

seorang 'egois yang rasional. Homo economicus modern secara

bengis bersikap rasional, ia tamak dan oportunistik; ia tak dapat

dipercaya dan ia tidak mempercayai orang lain, ia tidak mampu

memberi komitmen dan akan selalu berupaya untuk mendapat

manfaat secara gratis; ia menganggap keegoisannya serta segala

sifat dan perilakunya sebagai wajar.... Sebaliknya: ... Homo

ethicus samasekali berbeda dan bahkan merupakan kebalikan

dari homo economicus. Ia seorang altruistik dan individu yang

kooperatif, jujur dan cenderung berbicara tentang kebenaran, ia

dapat dipercaya dan mempercayai orang lain. Ia memperoleh

kepuasan moral dan emosional dari menghormati kewajibannya

kepada orang lain, ia mempunyai kesadaran yang tinggi akan

kewajiban dan mempunyai komitmen yang kuat atas tercapainya

tujuan-tujuan sosial. Ia merupakan seorang 'team-player

alamiah, ia dapat secara efektif mengkoordinasi tindakannya

dengan tindakan orang lain dan bekerja demi manfaat bersama

dengan orang lain. Ia menganggap resiprositas merupakan

sesuatu yang wajar, meskipun bukan sebagai alasan penting agar

ia bisa mendapat manfaat secara gratis atau berperilaku dalam

suatu kepentingan kolektif .

Amartya Sen (1990)

seberapa tepatkah asumsi maksimisasi kepentingan-pribadi

merupakan penggambaran dari perilaku manusia yang

sebenarnya? Apakah yang dinamakan economic man, yang

mengejar kepentingan diri-pribadinya, memberikan suatu per-

kiraan yang paling mendekati perilaku manusia, paling tidak di

iv| Pembangunan Ekonomi

bidang ekonomi? Hal ini memang merupakan asumsi standar

dalam ilmu ekonomi pernyataan bahwa teori kepentingan diri-

pribadi akan menang biasanya didasarkan pada suatu pemikiran

teoretis secara khusus dari pada atas dasar pembuktian empiris

permasalahan yang paling mendasar sebenarnya adalah apakah

ada berbagai pluralitas motivasi yang beragam, atau apakah

hanya terdapat kepentingan diri-pribadi semata yang mendorong

manusia dalam berperilaku.

Joan Robinson (1962)

Ilmu ekonomi sebenarnya berakar pada nasionalisme

Aspirasi negara berkembang lebih tertuju pada tercapai dan

terpeliharanya kemerdekaan serta harga diri bangsa daripada

sekadar untuk makan Para penganut mazhab klasik menjagoi

perdagangan bebas dengan alasan bahwa hal ini menguntungkan

bagi Inggris dan bukan karena bermanfaat bagi seluruh dunia.

Leah Greenfeld (2001)

Meskipun ada yang mengatakan bahwa dewasa ini kita berada

pada masa kapitalisme tahap lanjut, dan bahkan mungkin telah

mencapai tahap pascaindustrialisasi, tidak dapat dipungkiri

bahwa nasionalisme tidak menghilang, dan bahkan tidak

menunjukkan tanda-tanda akan segera menghilang

Nasionalisme pertama kali muncul di Inggris dan telah sangat

mempengaruhi pandangan masyarakatnya ciri-ciri pertum-

buhan yang berkesinambungan dari suatu perekonomian modern

ternyata tidak berlangsung secara berkesinambungan; per-

tumbuhan hanya akan berkesinambungan justru jika di dorong

dan di topang oleh nasionalisme.

Umer Chapra (2002)

Keterkutukan ilmu ekonomi konvensional (yang dimaksudkan

adalah aliran neoklasik: penulis) atas pertimbangan nilai serta

diberikannya tekanan yang berlebihan pada peningkatan harta

dan pencapaian kepuasan atas kebutuhan secara maksimal serta

pengabdian pada kepentingan diri-pribadi, merupakan suatu

penyimpangan yang jelas dari filsafat dasar sebagian besar agama

Agama-agama ini umumnya berpendirian bahwa kemakmuran

v| Pembangunan Ekonomi

materiil, meskipun perlu, tidaklah mencukupi untuk mencapai

kesejahteraan manusia selain itu, meskipun persaingan sangat

perlu, persaingan tidak cukup memadai untuk dapat

mengendalikan kepentingan individu dan dapat menjamin

terpeliharanya kepentingan sosial, ataupun dapat menghindari

setiap bentuk perbuatan salah dan ketidakadilan.

George Soros (1998)

tetapi fundamentalisme pasar telah menjadi demikian kuatnya

sehingga kekuatan politik manapun yang berani menentangnya

akan dicap sebagai sentimental, tidak logis dan naif . Namun

sebenarnya fundamentalisme pasar itu sendirilah yang naif dan

tidak logis. Andaikata kita mengenyampingkan masalah-masalah

yang lebih luas yang menyangkut moralitas dan etika serta

memfokuskan diri hanya pada bidang ekonomi, maka ideologi

fundamentalisme pasarpun masih mengandung kelemahan yang

sangat mendalam dan yang tak dapat diperbaiki lagi. Pendek kata,

apabila kekuatan pasar dibiarkan bebas secara penuh, meskipun

di bidang murni ekonomi dan keuangan murni, maka kekuatan

pasar ini akan menghasilkan kekacauan dan pada akhirnya

menuju pada hancurnya tatanan kapitalisme global. Hal