Click here to load reader

PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK

  • View
    442

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK

PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK

CONCEPT REVIEW

SUMBER DANA PERUSAHAAN : - MODAL (TERMASUK LABA DITAHAN) - PINJAMAN JANGKA PENDEK - PINJAMAN JANGKA PANJANGBIAYA DANA DARI PINJAMAN ADALAH BUNGA. SEMAKIN LAMA JANGKA WAKTU PINJAMAN, SEMAKIN TINGGI TINGKAT BUNGA. DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN INVESTASI, MANAJER KEUANGAN HARUS MEMUTUSKAN BAGAIMANA INVESTASI ITU DIBIAYAI.. DALAM HAL INVESTASI TERSEBUT AKAN DIBIAYAI OLEH PINJAMAN, MAKA PEMILIHAN SUMBER DANA PINJAMAN AKAN MEMPERTIMBANGKAN DUA HAL UTAMA, YAITU JANGKA WAKTU DAN BUNGA,.

THE MATCING PRINCIPLEAND THE PRINCIPLE OF SELF-LIQUIDATING DEBT

DUA PRINSIP PEMBIAYAAN DI ATAS MENYATAKAN BAHWA PENGGUNAAN DANA SEBAIKNYA SESUAI DENGAN NILAI DAN JANGKA WAKTU SUMBER DANA NYA (MATCHING SEPADAN). DISAMPING ITU, PELUNASAN PINJAMAN SEBAIKNYA BERSUMBER DARI DANA BERUPA HASIL INVESTASI (SELF LIQUIDATING) DIMANA PINJAMAN ITU DIGUNAKAN. TEKNIK MANAJEMEN KEUANGAN DALAM MENGELOLA KESESUAIAN NILAI, JANGKA WAKTU, DAN SYARAT PINJAMAN INI DISEBUT HEDGING CONTOH KLASIK DARI KONSEP DIATAS ADALAH DALAM HAL PEMBIAYAAN MODAL KERJA BERUPA PERSEDIAAN. PERUSAHAAN MEMBELI BARANG KEPADA SUPPLIER, DENGAN KREDIT. UTANG DAGANG INI TIMBUL KARENA KEBUTUHAN PERUSAHAAN DALAM PENGADAAN STOCK BARANG. PELUNASAN UTANG AKAN SPONTAN DILAKUKAN KETIKA PERSEDIAAN DIJUAL MENJADI KAS (BAIK LANGSUNG ATAUPUN MELALUI PIUTANG TERLEBIH DAHULU).

CONTOH HEDGING DALAM PERUSAHAAN :A. Persediaan permanen dalam perusahaan dibiayai dengan kredit modal kerja permanen dari bank, yang diperpanjang (roll-over) selama aktivitas berjalan lancar. Sedangkan persediaan yang diperlukan secara musiman (seasonal seperti produk-produk pertanian, fashion) di biayai oleh inventory financing yang harus lunas ketika kondisi kembali normal. B. Piutang dagang dibiayai oleh TRUST RECEIPT atau melalui mekanisme ANJAK PIUTANG (modal kerja untuk pembiayaan piutang dagang). Hutang kepada bank akan naik turun (berfluktuasi) sesuai dengan naik turunnya penjualan dan pencairan piutang dagang. C. Penjualan ekspor-impor dibiayai dengan LETTER OF CREDIT yang nilai valuta dan jangka waktunya sesuai dengan perputaran transaksi tersebut.

D. Pembelian Mesin dari luar negeri yang menggunakan valuta asing, sedang kan penjualan hasil produksi dengan rupiah. Perusahaan melakukan hedging dengan currency SWAP.

SUMBER PENDANAAN SPONTAN, TEMPORER, DAN PERMANENSUMBER PENDANAAN SPONTAN ADALAH SUMBER DANA YANG TIMBUL KARENA MEKANISME TRANSAKSI ITU SENDIRI, CONTOHNYA UTANG DAGANG. DALAM DUNIA BISNIS, UTANG DAGANG SELALU ADA DI PASAR (ARTINYA SELALU ADA KEKUATAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN). CONTOH LAIN ADALAH UPAH YANG DITANGGUHKAN. WALAUPUN PRESTASI SUDAH DIBERIKAN OLEH KARYAWAN, NAMUN KARENA UPAH DIBAYAR PADA WAKTU TERTENTU, SEOLAH-OLAH HASIL PRODUKSI MENGGUNAKAN UTANG KEPADA PEGAWAI DALAM PROSES PRODUKSINYA..

SUMBER DANA TEMPORER DIGUNAKAN UNTUK MEMBIAYAI INVESTASI YANG SIFATNYA SEMENTARA. PADA UMUMNYA UNTUK MEMBIAYAI KEBUTUHAN PERSEDIAAN BARANG, PIUTANG DAGANG, ATAU PROSES PRODUKSI YANG SIFATNYA MUSIMAN.

SUMBER DANA PERMANEN BERSIFAT JANGKA PANJANG (DIATAS 1 TAHUN) YANG UMUMNYA DIBUTUHKAN SELAMA PERUSAHAAN TUMBUH. CONTOHNYA UNTUK INVESTASI AKTIVA TETAP SEPERTI BANGUNAN PABRIK, MESIN DAN PERALATAN.

SUMBER DANA PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK

DI INDONESIA SUMBER DANA PINJAMAN JANGKA PENDEK MASIH RELATIF TERBATAS KARENA BELUM AKTIFNYA PASAR UANG. SEBAGIAN BESAR UTANG JANGKA PENDEK PERUSAHAAN ADALAH UTANG DAGANG DAN KREDIT MODAL KERJA DARI BANK. PADA BEBERAPA PERUSAHAAN, SUDAH ADA JUGA TRANSAKSI DISKONTO PIUTANG DAGANG MELALUI PERUSAHAAN FACTORING, MAUPUN PENERBITAN SURAT UTANG JANGKA PENDEK (COMMERCIAL PAPER). KREDIT BANK UNTUK MODAL KERJA JUGA BERSIFAT KEBUTUHAN MODAL KERJA SECARA KESELURUHAN. PADA BEBERAPA BANK ASING DAPAT DITEMUKAN KEBUTUHAN PENDANAAN MODAL KERJA KHUSUS SEPERTI MISALNYA TRUST RECEIPT, INVENTORY FINANCING, MAUPUN RECEIVABLE FINANCING.

ESTIMASI BUNGA KREDIT JANGKA PENDEK

MEMPERKIRAKAN BIAYA KREDIT BANK KHUSUSNYA BIAYA BUNGA CUKUP SEDERHANA YAITU : BUNGA = HUTANG POKOK X TINGKAT BUNGA X LAMA PEMAKAIAN KREDIT

CONTOHNYA, BILA SEBUAH PERUSAHAAN MEMPEROLEH KREDIT BANK SEBESAR RP 100 JUTA, DENGAN BUNGA 12% PERTAHUN SELAMA 6 BULAN, MAKA BESARNYA BIAYA BUNGA ADALAH : BUNGA YANG DIBAYAR = 100.000.000 X 0.12 X 6/12 = RP 6 JUTA. ESTIMASI BIAYA BUNGA DALAM DIATAS BELUM TENTU SAMA DENGAN REALISASINYA, KARENA TERGANTUNG DARI BERBAGAI FAKTOR TERUTAMA METODA PERHITUNGAN BUNGA, DAN SISTIM PEMBUKUAN PINJAMAN DI BANK.

PERHITUNGAN BUNGA PINJAMAN DIBAYAR AWAL VS AKHIR PERIODEPADA PRINSIPNYA PERHITUNGAN BUNGA DIHITUNG DENGAN CARA BUNGA = HUTANG POKOK X TINGKAT BUNGA X LAMA PEMAKAIAN KREDIT NAMUN DEMIKIAN CARA PEMBAYARAN BUNGA DAPAT MENYEBABKAN PERBEDAAN ATAS TINGKAT BUNGA EFEKTIF NYA. CONTOH : PT ABC MEMPEROLEH KREDIT SEBESAR RP 100 JUTA DENGAN TINGKAT BUNGA 10% DAN LAMA PEMAKAIAN KREDIT SATU TAHUN. A. BILA BUNGA DIBAYAR DI AKHIR PERIODE MAKA TINGKAT BUNGA EFEKTIF = 10% X 12/12 X RP 100 JUTA = RP 10 JUTA. PELUNASAN KREDIT BERIKUT BUNGANYA MENJADI RP 110 JUTA. B. BILA BUNGA DIBAYAR DIAWAL PERIODE, JUMLAH BUNGA TETAP SAMA YAITU RP 10 JUTA. PT ABC AKAN MENERIMA PINJAMAN EFEKTIF YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK OPERASI USAHA RP 90 JUTA. KARENA ITU TINGKAT BUNGA EFEKTIF ATAS BUNGA YANG DIBAYAR DIMUKA MENJADI = 10 JUTA/90 JUTA = 11,11%.

PERHITUNGAN BUNGA PINJAMANMENGINGAT SIFAT PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK INI PERIODENYA ADALAH KURANG DARI SATU TAHUN, MAKA PERHITUNGAN BUNGA PINJAMAN PADA UMUMNYA BERUPA BUNGA TUNGGAL (SIMPLE INTEREST RATE). TETAPI BILA PERHITUNGAN BUNGA DIPAKAI BUNGA MAJEMUK, MAKA TINGKAT BUNGA EFEKTIF NYA DIGUNAKAN RUMUS TINGKAT BUNGA EFEKTIF = ( 1 +i/m) - 1 , dimana : i = tingkat bunga nominal m = frequensi perhitungan bunga majemuk CONTOH : PT ABC MENERIMA PINJAMAN BANK RP 10 JUTA DENGAN BUNGA 12% PERTAHUN, DIHITUNG BUNGA MAJEMUK SETIAP 4 BULAN. BERAPA TINGKAT BUNGA EFEKTIF NYA ? TBE = (1 + .12/4) 1 = 0,126 = 12, 6% CATATAN : DALAM PRAKTEKNYA BUNGA MAJEMUK DIHITUNG DALAM PERIODE TAHUN, SOAL DIATAS HANYA CONTOH SAJA.4 m

KREDIT MODAL KERJA DARI BANK

DI INDONESIA, BANK PADA UMUMNYA MEMBERIKAN KREDIT MODAL KERJA DALAM BENTUK KREDIT MODAL KERJA UMUM (GENERAL PURPOSE WORKING CAPITAL). TIDAK SELURUH KEBUTUHAN MODAL KERJA DAPAT DIBIAYAI DENGAN KREDIT. SETIAP BANK MENENTUKAN PERSENTASE PEMBIAYAAN YANG BERBEDA, MISALNYA 70% DARI TOTAL KEBUTUHAN MODAL KERJA. BESARNYA PERSENTASE PEMBIAYAAN INI ADALAH AGAR RASIO LIKUIDITAS PERUSAHAAN TETAP DALAM KONDISI BAIK. PERHITUNGAN KEBUTUHAN MODAL KERJA PADA UMUMNYA ATAS DASAR SIKLUS OPERASIONAL DIMANA BANK MENGHITUNG BAIK DENGAN CARA PERHITUNGAN PERPUTARAN MODAL KERJA ATAU DENGAN METODA ARUS KAS. KEDUA METODA INI AKAN MENGHASILKAN PERHITUNGAN YANG RELATIF SAMA. DALAM MEMBERIKAN KREDIT MODAL KERJA, BEBERAPA BANK MEMBERIKAN SYARAT ADANYA SALDO MINIMUM REKENING PERUSAHAAN DI BANK. WALAUPUN SALDO REKENING INI MEMPEROLEH JASA GIRO, TENTUNYA TIDAK AKAN SEBESAR TINGKAT BUNGA KREDIT BANK ITU SENDIRI. OLEH KARENA ITU, BILA SYARAT SALDO MINIMUM DITERAPKAN, BIAYA KREDIT TERSEBUT MENJADI LEBIH BESAR YAITU SELAIN BUNGA, PERUSAHAAN HARUS MEMPERHITUNGKAN HILANGNYA KESEMPATAN DANA YANG TIDAK DAPAT DIOPERASIKAN (OPPORTUNITY LOSS).

KREDIT MODAL KERJA DARI BANK

FAKTOR LAINNYA YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BIAYA ADALAH METODA PENARIKAN KREDIT YANG BERBEDA PADA SETIAP BANK.

A. METODA PENARIKAN KREDIT SEKALIGUS, DARI REKENING PINJAMAN DIPINDAHKAN SEBESAR MAKSIMUM KREDIT KE REKENING GIRO. MUTASI REKENING (PENGAMBILAN DAN PENYETORAN) AKAN TERJADI DI REKENING GIRO. AKIBAT DARI METODA INI MAKA PERUSAHAAN AKAN MENANGGUNG BUNGA SEBESAR MAKSIMUM KREDIT SELAMA PERIODE PINJAMAN.B. METODA PENARIKAN SESUAI KEBUTUHAN PERUSAHAAN DAN SETORAN PERUSAHAAN DISALURKAN MELALUI REKENING PINJAMAN. DENGAN METODA INI MAKA BIAYA BUNGA DIHITUNG DARI OUTSTANDING (BESARNYA KREDIT YANG DIPAKAI) SETIAP HARI SELAMA PERIODE PINJAMAN.

BIAYA YANG TERKAIT DENGAN KREDIT BANK

A. BIAYA BUNGA B. BIAYA PROPISI , ATAU COMMITMENT FEE YANG DITARIK SEKALIGUS PADA SAAT REALISASI KREDIT SEBESAR PERSENTASE TERTENTU DARI MAKSIMUM KREDIT. C. BIAYA PERJANJIAN KREDIT, SEPERTI AKTA NOTARIS. D. BIAYA MATERAI KREDIT. E. BIAYA PENGIKATAN JAMINAN SEPERTI FIDUCIA, CESSIE DAN PERSONAL GUARANTEE.

KESELURUHAN BIAYA TERSEBUT TENTUNYA HARUS DIPERHITUNGKAN OLEH PERUSAHAAN DAN MENJADI BEBAN LABA/RUGI. SELAIN BIAYA-BIAYA TERSEBUT, CARA PERHITUNGAN BUNGA, ADANYA SALDO MINIMUM REKENING (COMPENSATING BALANCE), DAN METODA PENARIKAN KREDIT, AKAN MEMPENGARUHI BESARNYA BIAYA KREDIT.

PEMANTAUAN KREDIT BANK

MANAJER KEUANGAN DAPAT MEMANTAU EFEKTIVITAS KREDIT BANK INI DIANTARANYA MELALUI MUTASI REKENING KREDIT. KREDIT MODAL KERJA UMUMNYA ADALAH UNTUK MEMBIAYAI INVESTASI PADA PERSEDIAAN DAN PIUTANG. KREDIT YANG DIGUNAKAN DALAM SATU PERIODE MISALNYA 1 BULAN, (DI REKENING BANK PADA SISI DEBET) , BESARNYA HARUS SEBANDING DENGAN NILAI PIUTANG DAN PERSEDIAAN YANG ADA DI PERUSAHAAN. JUMLAH SETORAN PER BULAN KE BANK (DI REKENING BANK PADA SISI KREDIT) SEHARUSNYA SEBANDING DENGAN NILAI PELUNASAN PIUTANG OLEH PELANGGAN PERUSAHAAN. OUTSTANDING KREDIT (BESARNYA PEMAKAIAN KREDIT) SETIAP AKHIR BULAN (DI REKENING BANK BERUPA SALDO ATAU BAKI DEBET) SEHARUS NYA SEBANDING DENGAN JUMLAH PERSEDIAAN DAN PIUTANG DAGANG PADA AKHIR PERIODE DI PEMBUKUAN PERUSAHAAN.

CONTOH MUTASI REKENING KREDIT MODAL KERJA :

BULAN

DEBET

KREDIT

SALDO

JANFEB MRT JUMLAH

RP 40.000.000,RP 41.000.000,RP 35.000.000,RP 116.000.000,-

RP 44.000.000,RP 40.000.000,RP 45.000.000,RP 129.000.000,-

RP 23.000.000,RP 24.000.000,RP 14.000.000,-

BESARNYA PENGAMBILAN (DEBET) HARUS SEBANDING DENGAN BESARNYA PERSEDIAAN & PIUTANG BESARNYA KREDIT HARUS SEBANDING DENGAN PELUNASAN PIUTANG SALDO KREDIT HARUS LEBIH KECIL DARI TOTAL PERSEDIAAN DAN PIUTANG.

LETTER OF CREDIT

LETTER OF CREDIT (L/C) MERUPA

Search related