Click here to load reader

Pemeriksaan Hemoglobin

  • View
    237

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Pemeriksaan Hemoglobin

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN METODE SAHLI

Hari/tanggal : Rabu, 17 September 2014Praktikum : I

I. TUJUANa. Tujuan Umum1. Mahasiswa dapat mengetahui prosedur pengukuran kadar hemoglobin dengan metode sahli2. Mahasiswa dapat menjelaskan prosedur pengukuran hemoglobin dengan metode sahlib. Tujuan Khusus1. Mahasiswa dapat melakukan pengukuran kadar hemoglobin dalam darah dengan menggunakan metode Sahli2. Mahasiswa dapat mengetahui kadar hemoglobin dalam sampel darah pasien3. Mahasiswa dapat menginterpretasikan hasil pengukuran kadar hemoglobin dalam sampel darah pasien

II. METODEMetode yang digunakan adalah metode Sahli

III. PRINSIPHemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL0,1N, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard pada alat standart hemoglobinometer.

IV. DASAR TEORI1. DarahHematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya.Asal katanya dari bahasa Yunani haima artinya darah.Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi sebagai berikut. Transportasi, yakni mengirimkan sari makanan, O2, karbondioksida, dan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme. Termoregulasi, yakni sebagai pengatur suhu tubuh. Imunologi, yakni mengandung antibodi tubuhsebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Homeostasis, yakni mengatur keseimbangan zat, pH regulator.

Darah terdiri dari dua komponen:1. Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah Eritrosit (Sel darah merah), Leukosit (Sel darah putih), Trombosit.2. Plasma Darah adalah cairan darah.

2. Hemoglobin Hemoglobin adalah molekul protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru.Hemoglobin merupakan protein yang mengandung zat besi dan memiliki afinitas terhadap oksigen untuk membentuk oksihemaglobin didalam eritrosit. Dari mekanisme tersebut dapat berlangsung proses distribusi oksigen dari pulma menuju jaringan (Pearce, 1991). Pada hemoglobin manusia dewasa normal (hemoglobin A), terdapat 2 jenis rantai polipeptida yang dinamakan rantai dan rantai . Pada rantai , masing-masing mengandung141 gugus asam amino, sedangkan pada rantai masing-masing mengandung 146 rantai asam amino. Adanya hemoglobin dalam darah ini menyebabkan eritrosit berwarna merah, karena hemoglobin merupakan penyususn 30% dari total isi eritrosit (Mutshler, 1991).Hemoglobin mempunyai berat molekul penyususn 64.450 dan merupakan suatu molekul yang dibentuk oleh 4 rantai polipeptida, dimana pada tiap polipeptida melekat pada gugus heme.Heme adalah suatu turunan porfirin yang mengandung besi (Fe).Polipeptida ini dinamai secara bersama sebagai bagian dari globin dari molekul hemoglobin.

3. Fungsi HemoglobinFungsi hemoglobin dalam darah adalah :1 Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan tubuh.2 Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa keseluruh jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan baku.3 Membawa karbondioksida dari jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke paru-paru untuk dibuang.4 Untuk mengetahui apakah seseorang kekurangan darah atau tidak dapat diketahui dengan pengukuran kadar Hb. Penurunan kadar Hb dari normal berarti kekurangan darah. Kekurangan darah berarti anemia. Selain kekurangan Hb juga disertai dengan eritrosit yang berkurang serta nilai hematokrit dibawah normal. (Kresno, 1988).

4. Pemeriksaan Kadar HemoglobinPemeriksaan hemoglobin dalam darah mempunyai peranan yang penting dalam diagnosa suatu penyakit, karena hemoglobin merupakan salah satu protein khusus yang ada dalam sel darah merah dengan fungsi khusus yaitu mengangkut O2 ke jaringan dan mengembalikan CO2 dari jaringan ke paru-paru.Kegunaan dari pemeriksaan hemoglobin ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya gangguan kesehatan pada pasien, misalnya kekurangan hemoglobin yang biasa disebut anemia.Terdapat beberapa metode pemeriksaan Hemoglobin, yakni diantaranya: Direct Matching Methods (Cara Tallquist)Prinsipnya adalah membandingkan darah asli dengan suatu skala warna yang bertingkat-tingkat mulai dari warna merah muda sampai warna merah tua.Cara ini hanya mendapatkan kesan dari kadar hemoglobin saja, sebagai dasar diambil darah = 100% = 15,8 gr hemoglobin per 100 ml darah. Tallquist mempergunakan skala warna dalam satu buku mulai dari merah muda 10% di tengah-tengah ada lowong dimana darah dibandingkan dapat dilihat menjadi darah dibandingkan secara langsung sehingga kesalahan dalam melakukan pemeriksaan antara 25-50%. Cara SahliPrinsip hemoglobin diubah mejadi asam hematin, kemudian warna yang terjadi dibandingkan secara visual dengan standar dalam alat itu. Cara Sahli banyak dipakai di Indonesia, walau cara ini tidak tepat 100%, mengalami kurang darah atau darahnya masih normal, pada pemeriksaan ini factor kesalahan kira-kira 10%, kelemahan cara ini berdasarkan kenyataan bahwa asam hematin itu bukanlah merupakan larutan sejati dan juga alat hemoglobimeter itu sukar distandarkan, selain itu tidak semua macam hemoglobin dapat diubah hematin misalnya: karboxyhemoglobin, methemoglobin, sulfahemoglobin. Cara sulfatCara ini dipakai untuk menetapkan kadar hemoglobin dari donor yang diperlukan untuk transfuse darah. Hasil dari metode ini adalah persen dari hemoglobin. Perlu diketahui bahwa kadar hemoglobin cukup kira-kira 80% hemoglobin. Kadar minuman ini ditentukan dengan setetes darah yang tenggelam dalam larutan kufrisulfat dengan berat jenis. (Bakri S, 1989) Cara cyanmethemoglobinPrinsipnya adalah hemoglobin diubah menjadi cyanmethemoglobin dalam larutan drabkin yang berisi kalium sianida dan kalium ferisianida.Absorbensi larutan diukur pada panjang gelombang 540 nm.Larutan drabkin yang dipakai untuk mengubah hemoglobin, oxyhemoglobin, methemoglobin, dan karboxymoglobin menjadi cyanmethemoglobin, sedang sulfhemoglobin tidak berubah karena tidak diukur. Cara ini sangat bagus untuk laboratorium rutin dan sangat dianjurkan untuk penetapan kadar hemoglobin dengan teliti karena standar cyanmethemoglobin yang ditanggungkan kadarnya stabil dan dapat dibeli. Larutan drabkin teridri atas natrium bikarbonat 1 gram, kalium sianida 50 mg, kalium ferisianida 200 mg, aqudest 100 ml. (Dian Rakyat, 2006)Kesalahan dalam pemeriksaan HbHemolisis darah.Obat dapat meningkatkan dan menurunkan kadar hemoglobin.Mengambil darah dari lengan yang terpasang cairan invus dapat mengencerkan sampel darah.Membiarkan turniket terpasang terlebih dahulu lebih dari satu menit akan menyebakan hemokosentrasi.Tinggal di daratan tinggi dapat menyebakan peningkatan kadar hemoglobin.Penurunan asupan cairan atau kehilangan cairan akan meningkatkan kadar Hb dan kelebihan asupan cairan akan mengurangi kadar Hb. (Kee.L.j, 2007)Dari beberapa metode pemeriksaan hemoglobin tersebut, metode pemeriksaan hemoglobin yang paling sering digunakan di laboratorium dan yang paling sederhana adalah metode Sahli, dan yang lebih canggih adalah metode Cyanmethemoglobin (Bachyar, 2002).5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kadar Hemoglobin

Kadar hb pada orang dataran tinggiKadarnya tinggi, karena semakin tinggi suatu tempat maka kadar O2semakin rendah, sehingga kadar O2yang diangkut dalam jaringan menurun sehingga mempengaruhi sumsum tulang untuk memproduksi eritrosit, karena jumlah eritrosit meningkat maka kadar hemoglobin tinggi. Kadar hemoglobin pada keadaan gagal ginjal dan sindroma nefrotikKadarnya rendah, karena ginjal rusak dan tidak dapat membentuk hormon erytropoetin yang merupakan hormon pembentuk eritrosit, karen itu kadar Hb menjadi rendah

V. ALAT DAN BAHANa. Alat : Pipet HB sahli volume 20 mm 3 (20 mikro liter = 0,02 ml) Hemoglobinometer Sahli: standar hemoglobin dengan warna pembanding Batang pengaduk Tabung pengencer hemometer Spatula pipet Pasteur Kertas saring/tissue/kain kassa keringb. Bahan Pemeriksaan : Darah yang telah di beri antikoagulan / EDTAc. Reagen :1. Aquades Asam klorida 0,1N2.

VI. CARA KERJA1. HCL 0,1 N dimasukkan kedalam tabung pengencer hemometer sampai tanda 2 gr %.2. Darah yang telah diberi EDTAdihisap sebanyak 20l, dibersihkan ujung luar pipet, lalu dimasukkan ke dalam tabung Hb yang telah berisi larutan HCL 0,1 N.3. Darah dan HCL 0,1 N dicampur, dibilas pipet dengan larutan HCl 0,1N yang ada dalam tabung tersebutsampai bersih, hapuslah kelebihan darah yang masih menempel pada bagian luar pipet dengan tissue dan hati-hati agar jangan sampai terjadi gelembung udara.4. Isi tabung dikocok sampai homogen supaya terjadi hematin asam yang berwarna coklat tua karena darah dan HCl bersenyawa5. Aquadest ditambahkan setetes demi setetes sampai warna sama dengan standart warna pada alat hemoglobinometer. Setiap kali penambahan aquadest harus dikocok sampai homogen.6. Kadar Hb dibaca dalam satuan gram/dl.

VII. INTERPRETASI HASILAdapun nilai normal kadar hemoglobin menurut Gandosoebrata, 1984 adalah sebagai berikut:1. Untuk Usia Dewasa Laki-laki 13,0 - 16,0 gr% Perempuan 11,0 13,0 gr%2. Untuk Usia Anak-anak Bayi baru lahir13,6 19,6 gr% Bayi umur 3 bulan9,0 12,5 gr% Bayi umur 1 tahun11,0 13,0 gr% Anak umur 10-12 tahun 11,5 14,8 gr%

VIII. HASIL PENGAMATAN

Identitas pasien :Nama: Ni Made Inki AriantiUmur: 19 tahunJenis kelamin: perempuanKadar Hb: 11,2 gr%Keterangan: kadar hemoglobin masih dalam batas normal

IX. PEMBAHASANKadar hemoglobin dalam darah dapat ditentukan dengan berbagai macam cara atau metode. Dari sekian banyak metode yang ada, pada praktikum kali ini dilakukan metode Sahli. Metode sahli merupakan metode yang tepat dan sangat sederhana dalam mengukur besarnya kadar hemoglobin seseorang karena didasarkan pada analisa kandungan besi dalam hemoglobin. Metode ini juga didasarkan atas pengamatan visual secara langsung pada warna darah yang disamakan de

Search related