Pemeriksaan Reflex

  • View
    301

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

PEMERIKSAAN REFLEX

Oleh : Muhammad Akrafa.reflex patologis1.Babynski TestTes ini dilakukan dengan menggoreskan ujung palu reflex pada telapak kaki pasien mulai dari tumit menuju ke atas bagian lateral telapak kakisetelah sampai di kelingking goresan dibelokkan ke medialdan berakhir dipangkal jempol kaki. Tanda positif responnya berupa dorso fleksi ibu jari kaki disertai pemekaran atau abduksi jari-jari lain. Tanda ini spesifik untuk cedera traktus piramidalis atau upper motor neuron lesi. Tanda ini tidak bias ditimbulkan pada orang sehat kecuali pada bayi yang berusia di bawah satu tahun. Tanda ini merupakan reflex patologis.

2.Oppenheim TestTanda atau reflex patologis ini dapat dibangkitkan dengan mengurut tulang tibia dari atas ke bawah menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Tanda ini positif responnya samababinski tes yang mengindikasikan upper motor neuron lesi.

3.Chaddock TestMemberikan rangsangan dengan jalanmenggores pada bagian lateral malleolus lateralis.

4.GordonTestCara : memencet atau mencubit otot betis.

5.Refleks OppenheimCara : mengurut dengan kuat pada tibia danotot tibialis anterior dari atas ke distal.

6.Refleks SchaeferCara: memencet/mencubit tendon achilles.

Semua pemeriksaan Reflex patologis diatas memiliki respon yang sama dengan Babynski ketika ada kelainan pada upper motor neuron.

B. Reflex Fisiologis (Reflex Dalam)1. Jaw Jerk ReflexTingkat segmental : Pons (Trigeminal).Cara : Tekankan ibu jari tangan pada dagupenderita dengan mulut setengah sampai tiga perempat terbuka, dalamkeadaan rileks.Respon : akan terjadi kontraksi otot maseter(elevasi mulut)

2. Reflex BicepsTingkat segmental : C5-C6Cara : Lengan penderita dalam keadaan fleksi,letakkan ibu jari tangan di atas tendonm.biceps. Respon timbul gerakan fleksi lengan bawah.

3. Reflex BrachioradialisTingkat segmental : C5-C6Cara : Penderita duduk dengan lengan difleksikan serta pronasi, lakukanketukan pada proc. Stiloideus radius. Respon : timbul gerakan lengan bawah fleksi dan supinasi.

4.Reflex TricepsTingkat segmental : C6,C7,C8Cara : Pegang lengan bawah penderita yangdisemifleksikan , kemudian ketuklah tendon insersio m.triceps pada atas olecranon atau topang lengan yang berada dalam keadaan abduksi denganlengan bawah yang tergantung bebas kemudian lakukan ketukan. Respon : terjadi gerakan ekstensi elbow.

5.Reflex Tendon Patella (Kne Pes Reflex)Tingkat segmental : L3Cara : tungkai difleksikan dan digantung di tepitempat bed. Lakukan ketukan padatendon m. quadriceps femoris. Respon : gerakan ekstensi knee joint.

6.Refleks Tendon Achilles (Achilles Pes Reflex)Tingkat segmental : S1-S2.Cara : tungkai bawah difleksikan sedikitkemudian kita pegang kaki padaujungnyauntuk memberikan sikap dorso fleksi ringan pada kaki. Lakukan ketokan pada tendon achilles.Respon : terjadinya kontraksi pada m.triceps surae sehingga terjadi gerakan plantar fleksi pada kaki.

Tingkat Jawaban Refleks

Tingkat :Keterangan :

0Tidak ada. 1+ Hypoaktif,dannormal atau tid 2+Fisiologis/normal. 3+Meninggi/dapatnormal atau tidak. 4+Jelas hyperaktifdisertai klonu 5+Jelas hyperaktifdisertaklonus menetapC. Reflex Superficialis1.Reflex Kornea.Cara : kornea mata disentuh dengan sepotong kapas yang ujungnya dibuat runcing, hal ini akan menyebabkan dipejamkannya mata (m. orbicularis oculi), saat melakukan pemeriksaan ini pasien tidak boleh mengetahuinya sehingga pasien dengan menyuruh melirik ke arah berlawanan dengan arah datangnya kapas . Respon : Gangguan nervus V sensorik memberi respon berupa refleks menjadiberkurang.

2.Reflex Dinding PerutCara: melakukan goresan pada dinding perut dengan benda yang agak runcing. Refleksini dilakukan pada berbagai lapang dindin perut, yaitu :a.Epygastrium (Th6-Th7)b. Perut bagian atas (Th7-Th9)c. Perut bagian tengah (Th9-Th11)d. Perut bagian bawah (Th11,Th12 & Lumbal atas)Respon: terlihat pusar bergerak kearah otot yang berkontraksi.

3.Reflex KremasterCara : dilakukan dengan menggores ataumenyentuh bagian medial pangkal paha ke arah atas. Respon : scrotum akan berkontraksi. Pada lesi tractus piramidalis refleks ini akanmenjadi negatif. Lengkung refleks melalui L1,L2.

PEMERIKSAAN FUNGSI SENSORIK1. Sensasi TaktilSiapkan alat kuas halus, kapas, ujung jari ( bila terpaksa )Penderita dapat berbaring atau duduk rileks, mata di pejamkanLakukan sentuhan ringan ( jangan sampai menekan ), minta pasien ya bila merasakan dan tidak bila tidak merasakanLakukan mulai dari ujung distal ke proksimal ( azas Ekstrem ), dan bandingkan kanan dan kiri ( azas Simetris ).Cari tempat yang tidak berbulu, beri sentuhan beberapa tempat, minta pasien untuk membandingkan.Lakukan sentuhan, membentuk huruf, minta pasien menebak.Kelainan :Anestesia, hipestesia, hiperestesia.Trikoanestesia kehilangan senasi gerak rambutGravanestesia tidak mampu mengenal angka/huruf.2. Sensasi Nyeri superficialGunakan jarum salah satu runcing dan tumpulMata pasien dipejamkanCoba dulu, untuk menentukan tekanan maksimalBeri rangsangan dengan jarum runcing, minta pasien merasakan nyeri atau tidakLakukan azas ekstri, dan simetris.Lakukan rangsangan dengan ujung tumpul dan runcing, minta pasien untuk menebaknya.Kelainan :Analgesia, Hypalgesia, hiperalgesia.3. Pemeriksaan sensasi suhuSiapkan alat Panas ( 40-45 derajat ), dingin ( 5-10 )Posisi pasien berbaring dan memejamkan mata.Tempelkan alat, dan minta pasien menebak panas atau dinginLakukan azas simetris dan ekstrimKelainan :Termastesia, termhipestesia, termhiperestesia, isotermognosia4. Sensasi Gerak dan posisiPasien memejamkan mataBagian tubuh ( jari-jari ) digerakkan pasif oleh pemeriksaMinta pasien menjelaskan posisi dan keadaan jari

PEMERIKSAAN FUNGSI MOTORIKPosisi Tubuh postur hemiplegia, decorticate, deserebrate.Gerakan involunter tremor, tiks, chorea ..Tonus otot Spastis, kekakuan, flasidKoordinasi Tunjuk hidung jari : perintahkan pasien menyentuk hidung dan jari bergantian dan berulang-ulang, catat adanya kegagalan.

PEMERIKSAAN REFLEK FISIOLOGIS( Muscle Stretch )Penilaian := negative+1 = lemah ( normal )+2 = normal+3 = meninggi, belum patologik+4 = hyperaktif, sering disertai klonusReflek pada LenganReflek BisepPasien duduk santai.Lengan lemas, sedikit fleksi dan pronasi.Siku penderita diletakkan pada tangan pemeriksaIbu jari pemeriksa diletakkan pada tendo bisep, kemudian pukul ibu jari dengan perkusi hamer.Amati gerakan lengan pasienHasil : Kontraksi otot bisep, fleksi dan sedikit supinasi lengan bawahReflek TrisepPasien duduk santai.Lengan lemas, sedikit fleksi dan pronasi.lengan penderita diletakkan pada tangan pemeriksaPukul tendo pada fosa olekraniHasil :Trisep akan kontraksi menyentak yang dirasakan oleh tangan pemeriksaReflek BrachioradialisPosisi penderita duduk santaiLengan relaks, pegang lengan pasien dan letakkan tangan pasien diatas tangan pemeriksa dalam posisi fleksi dan pronasi.Pukul tendo BrachioradialisHasil :Gerakan menyentak pada tanganReflek pada tungkaiReflek patella ( kuadrisep )Posisi pasien duduk, denga kedua kaki menjuntaiTentukan daerah tendo kanan dan kiriTangan kiri memegang bagian distal ( paha pasien ), yang satu melakukan perkusi pada tendo patellaHasil :Ada kontraksi otot kuadisrep, gerakan menyentak akstensi kakiReflek AchillesPasien dapat duduk menjuntai, atau berlutut dengan kaki menjulur di luar mejaTendo Achilles diregangkan, dengan menekkan ujung tapak tanganLakukan perkusi pada tendo, rasakan gerakan.

Hasil :Gerakan menyentak kaki

PEMERIKSAAN REFLEK PATOLOGIS

Reflek BabinskiPosisi penderita terlentangGores dengan benda lancip tapi tumpul pada telapak kaki : dari bawah lateral, keatas menuju ibu jari kaki.Amati gerakan jari-jari kaki

Hasil :Normal : gerakan dorsofleksi ibu jari, jari yang lain meregangAbnormal : terjadi gerakan mencekeram jari-jari kaki

Tugas : tehnik reflek Gordon, chadoc, ophenhein.

PEMERIKSAAN REFLEK MENINGEAL ( Meningeal Sign )

1. Kaku KudukPasien posisi berbaringFleksi kepala, dengan mengangkat kepala agak cepat

Hasil : + terdapat tahanan kuat

2. Tanda kernigPosisi pasien berbaringAngkat kaki, dan luruskan kaki pada lututnya

Hasil :Normal : kaki dapat lurus, atau tahanan dengan sudut minimal 120 derajatAbnormal ( + ) : terjadi tahanan < 1 20 dan nyeri pada paha.

3. Buzinsky 1Posisi pasien berbaringFleksi kepala, dengan mengangkat kepala agak cepatPerhatikan gerakan tungkai kaki

Hasil : + bila terjadi fleksi tungkai, bersamaan dengan fleksi kepala

4. Buzinsky 2Posisi pasien berbaringLakukan fleksi pada lutut kakiAmati kaki sebelahnya

Hasil : + bila kaki sebelahnya mengikuti gerakan fleksi

REFLEKS PATOLOGIS UNTUK EKSTREMITAS SUPERIOR1. Refleks TromnerCara: pada jari tengah gores pada bagian dalam+ : bila fleksi empat jari yang lain2. Refleks HoffmanCara : pada kuku jari tengah digoreskan+ : bila fleksi empat jari yang lainREFLEKS PATOLOGIS UNTUK EKSTREMITAS INFERIOR1. Babinski : gores telapak kaki di lateral dari bawah ke atas ==> + bila dorsofleksi ibu jari, dan abduksi ke lateral empat jari lain2. Chaddok : gores bagian bawah malleolus medial ==> + sama dengan babinski3. Oppenheim : gores dengan dua sendi interfalang jari tengah dan jari telunjung di sepanjang os tibia/cruris==> + sama dgn babinski4. Gordon : pencet/ remas m.gastrocnemeus/ betis dengan keras==> + sama dengan babinski5. Schaeffer : pencet/ remas tendo achilles ==> + sama dengan babinski6. Gonda : fleksi-kan jari ke 4 secara maksimal, lalu lepas ==> + sama dengan babinski7. Bing : tusuk jari kaki ke lima pada metacarpal/ pangkal ==> + sama dengan Babinski

Pemeriksaan Refleks Fisiologis

Pemeriksaan refleks fisiologis

Lengkung Refleks

Refleks adalah suatu respons involunter terhadap sebuah stimulus. Secara sederhana lengkung refleks terd