Click here to load reader

Pencemaran Udara Mks

  • View
    30

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pencemaran udara makassar

Text of Pencemaran Udara Mks

Tugas

: Manajemen Program Kesehatan LingkunganDosen : dr. Hasanuddin Ishak, M.Sc, Ph.D

Semester: III (Tiga)

MANAJEMEN DATA & PERENCANAAN PROGRAM PENGENDALIAN POLUSI UDARA KOTA MAKASSAR

O L E H :KELOMPOK 1ARPAN TOMBILI

(P1801213004)

ASRIANI

(P1801213011)

FITRIANI SUDIRMAN

(P1801213402)AHMAD FAARIS HUMAAN

(P1801213406)

ABDILLAH

(P1801213412)LILISKARLINA

(P1801213417)SYAMSIR

(P1801213423)KONSENTRASI KESEHATAN LINGKUNGAN

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

PPS UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2014KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanu wa taala yang telah memberikan rahmat karunia-Nya yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini berjudul Manajemen Data dan Perencanaan Program Pengendalian Polusi Udara di Kota Makassar.Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak yang telah membantu memberikan ide dan saran dalam pembuatan makalah ini. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada dr. Hasanuddin Ishak, M.Sc, Ph.D sebagai dosen penanggung jawab mata kuliah.

Penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sehingga kekurangan dalam makalah ini dapat diperbaiki. Akhir kata, semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin ya Rabb.

Makassar, 8 Desember 2014Kelompok I

BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANGMenurut Peraturan Pemerintah RI nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya. Masalah pengotoran udara sudah lama menjadi masalah kesehatan pada masyarakat, terutama di negara-negara industri yang banyak memiliki pabrik dan kendaraan bermotor (Chandra, 2006). Perkembangan kota dan pertumbuhan jumlah kendaraan serta pemakaian bahan bakar minyak sebagai sumber energi yang tak terbarukan dan penghasil emisi karbon tertinggi. Meningkatnya aktivitas transportasi, industri serta kegiatan lain yang menghasilkan emisi pencemar udara serta gas rumah kaca di wilayah perkotaan berdampak pada perubahan kualitas udara kota. Perubahan ini juga menimbulkan dampak terhadap kualitas hidup warga kota, serta secara tidak langsung terhadap perubahan iklim global.

Kota Makassar merupakan salah satu pusat pengembangan kawasan strategis dikawasan Timur Indonesia, cenderung mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di berbagai bidang termasuk sektor industri, pemukiman bahkan transportasi. Dari data yang dimiliki BLHD Sulsel, hingga kini peningkatan jumlah kendaraan bermotor roda 2 di Sulsel pada tahun 2013 mencapai 2.271.894 unit, sedangkan kendaraan roda 4 sebanyak 366.049 unit (Halide, 2014).

Penelitian yang dilakukan Susilawaty (2009) di beberapa titik di wilayah Kota Makassar menunjukkan bahwa sumber pencemar udara di kota Makassar adalah aktivitas lalu lintas dan industri. Berdasarkan data yang dirilis Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulawesi Selatan, indeks pencemaran udara di Sulsel mencapai 87,83. Angka ini sangat dipengaruhi oleh kegiatan transportasi maupun industri di Sulawesi Selatan (Halide, 2014).Pencemaran udara di perkotaan merupakan permasalahan yang serius. Peningkatan penggunaan kendaraan bermotor dan konsumsi energi di kota - kota, jika tidak dikendalikan, akan memperparah pencemaran udara, kemacetan, dan dampak perubahan iklim yang menimbulkan kerugian kesehatan, produktivitas dan ekonomi bagi negara (KLH, 2012). Oleh karena itu, diperlukan perencanaan program program pengendalian polusi udara di Kota Makassar untuk mengatasi atau mengurangi dampak baik dari aspek lingkungan maupun aspek kesehatan akibat pencemaran udara yang kian mengkhawatirkan.B. PERTANYAAN MASALAH1. Bagaimana gambaran polusi udara di Kota Makassar?2. Bagaiamana mekanisme penyusunan rencana program pengendalian pencemaran udara di Kota Makassar?C. TUJUAN1. Untuk mengetahui gambaran polusi udara di Kota Makassar.

2. Untuk mengetahui mekanisme penyusunan rencana program pengendalian pencemaran udara di Kota Makassar.BAB II

ALUR PENYUSUNAN KEBIJAKAN

PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

A. Kondisi Kualitas Udara Kota Makasar

Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang serius di Indonesia saat ini, sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah pengunaan transportasi dan pembangunan industri di berbagai kota di Indonesia. Ternyata memberikan efek negatif terhadap kualitas udara diperkotaan. Kota Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia ikut merasakan dampak dari pencemaran udara yang berasal dari kendaraan dan industri.

Tingkat pencemaran udara di Kota Makassar mengalami peningkatan berdasarkan data dari Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN. Hasil pemantauan LAPAN menunjukkan bahwa kondisi atmosfer lingkungan dan udara di Kota Makassar semakin menurun kualitasnya. Penyumbang polusi udara tertinggi di Kota Makassar yaitu pada emisi transportasi karena diakibatkan oleh laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang tinggi. Sebagian besar kendaraan bermotor menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik. (Ronalyw, 2013)

Peningkatan kendaraan di Kota Makassar mengalami peningkatan setiap tahunnya terutama kendaraan bermotor. Menurut BPS (2007), jumlah kendaraan bermotor di kota Makassar pada tahun 2007 sebanyak 660.000 unit dan setiap tahunnya bertambah sekitar 16%. Sehingga diperkirakan pada tahun 2008 ini meningkat sebesar 871.200 unit belum termasuk kendaraan yang berasal dari luar. Selain itu, data dari Dinas Perhubungan Kota Makassar (2009) menunjukkan tren peningkatan jumlah kendaraan bermotor, pada tahun 2006 tercatat 296.931 unit, tahun 2007 tercatat 319.038 unit dan pada tahun 2008 tercatat 360.122 unit kendaraan.

Peningkatan penggunaan kendaraan bermotor dan konsumsi energi di kota-kota, jika tidak dikendalikan, akan memperparah pencemaran udara, kemacetan, dan dampak perubahan iklim yang menimbulkan kerugian kesehatan, produktivitas dan ekonomi. Bahkan menurut Kusmaningrum dan Gunawan (2008), transportasi dikota-kota besar merupakan sumber pencemaran udara yang terbesar, dan diperkirakan berkisar 70% pencemaran udara diperkotaan disebabkan oleh aktivitas kendaraan bemotor.

Pertambahan kendaraan bermotor sangat mempengaruhi kualitas udara di di Kota Makassar. Sebuah penelitian kualitas udara tahun 2009 pada beberapa titik (pemukiman, kawasan industri, daerah padat lalu lintas, serta peruntukan lain yang telah ditetapkan) di wilayah Kota Makassar, menunjukkan bahwa aktivitas lalu lintas dan industri merupakan sumber pencemar udara di kota Makassar. (Susilawaty, 2009)Selain itu, hasil pemantauan kualitas udara ambien yang dilakukan oleh BLHD Sulsel pada tahun 2011 menunjukkan bahwa kualitas udara Kota Makassar paling tercemar di antara semua kabupaten dan kota di Sulsel. Pemantauan tersebut dilakukan di tiga titik yaitu roadside, permukiman, dan terminal/pasar pada tujuh kota yang dipantau yaitu Makassar, Maros, Gowa, Bulukumba, Bone, Parepare, dan Palopo. Di antara tujuh kota ini, Makassar dan Palopo sudah masuk kategori tercemar sedangkan Kota Parepare berpotensi tercemar. (Anonim, 2011)

Kualitas udara di Kota Makassar dipengaruhi oleh pertambahan kendaraan dapat dilihat pada data Kementerian Lingkungan Hidup tentang kinerja lalu lintas pada tahun 2012. Data tersebut menunjukkan bahwa Kota Makassar ternasuk kelompok kota yang termacet dan volume kendaraan yang padat. Selain itu pada tahun 2012, konsentrasi CO Kota Makassar sebesar 4,2 g/m3. Adapun konsentrasi NO2 sebesar 130 g/m3 hampir mendekati nilai baku mutu sebesar 150 g/m3. Bahkan konsentarasi NO2 pada tahun 2012 jika dibandingkan dengan konsentarasi NO2 pada tahun 2011 maka terlihat terjadi peningkatan yang drastis yaitu dari 50 g/m3 (2012) menjadi 130 g/m3. (Kemen LH, 2012)Dapat disuimpulkan bahwa kualitas udara di Kota Makassar mengalami penurunan dengan meningkatnya aktivitas transportasi dan industri. Ketika kondisi ini tidak ditangani dengan cepat maka beberapa tahun ke depan kualitas udara Kota Makassar akan semakin memburuk. Ditambah kebijakan pemerintah Kota Makassar yang ingin menjadikan Kota Makassar sebagai Kota Dunia maka tentu akan memberikan pengaruhi terhadap kualitas lingkungan kedepannya. B. Mekanisme Penyusunan Rencana ProgramDalam manajemen program kesehatan lingkungan, perencanaan program merupakan awal dari suatu proses manajemen. Fungsi perencanaan lingkungan merupakan hal terpenting dalam manajemen kesehatan lingkungan, oleh karena itu fungsi ini akan menentukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Fungsi perencanaan lingkungan merupakan landasan dasar dari fungsi manajemen kesehatan lingkungan secara keseluruhan. Tanpa ada fungsi perencanaan tidak mungkin fungsi manajemen lainnya akan dapat dilaksanakan dengan baik. Perencanaan manajerial akan memberikan pola pandang secara menyeluruh terhadap semua pekerjaan yang akan dijalankan, siapa yang akan melakukan dan kapan akan dilakukan. Perencanaan merupakan tuntunan terhadap proses pencapaian tujuan secara efisien dan efektif. (Daud, A. 2008)Manajemen suatu program kesehatan lingkungan ditujukan dan diarahkan demi tercapainya visi misi suatu institusi berbasis penyelesaian masalah lingkungan dan dampaknya. Untuk itu, dalam menyusun suatu rencana haruslah berbasis masalah yang ada pada suatu wilayah. Dalam hal penyelesaian masalah pencemaran udara dibutuhkan suatu rencana program, agar proses perumusan rencana program ini berjalan efektif dan membuahkan hasil yang maksimal, perlu dibentuk tim khusus perumus rencana tersebut. Tidak semua pegawai perlu terlibat dalam penyusunan, namun terbatas pada orang-orang yang dianggap ahli dan memiliki peranan besar dalam pelaksanaan program tersebut.

Sebagai lembaga yang berperan penting dalam pengawasan dan pemantauan kualitas lingkungan suatu wilayah, program BLHD Kota Makassar seringkali menjadi acuan bagi UPT dibawahnya maupun bagi institusi lainnya dalam melakukan intervensi terkait perbaikan kualitas lingkungan. Salah satu tupoksi utama BLHD Kota Makassar adalah penyusunan rencana dan program pengendalian, pengawasan pencemaran dan kerusakan lingkungan (Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009). Dalam Struktur Organisasi BLHD Kota Makassar (Gambar1), dapat dilihat bahwa bidang yang secara khusus menangani pencemaran udara belum ada, namun masih berada dalam lingkup sub bidang pengendalian pencemaran air, udara dan tanah, yang bertanggung jawab untuk memberikan laporan terkait tingkat pencemaran serta kapasitas daya dukung lingkungan. Untuk bidang pengawasan dan pengendalian pencemaran, khususnya terkait pencemaran udara laporan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) merupakan salah satu acuan untuk menetapkan program-program yang memberikan konstribusi bagi terciptanya udara bersih dan sehat.

Dalam penyusunan rencana program baik itu RencanaStrategis (5 tahun) maupun Rencana Kerja (1 tahun) mempunyai keterkaitan langsung dengan dokumen perencanaan lainnya. Seluruh dokumen pembangunan daerah pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang saling terkait satu sama lain dari tingkat kebijakan, rencana kerja dan penganggaran. RPJMD ditetapkan berdasakan peraturan daerah yang berfungsi sebagai pedoman bagi semua Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD)dan merupakan bahan utama dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Oleh karena itu resntra dan renja juga harus searah atau tidak bertentangan dengan dokumen perencanaan lainnya seperti RPJP, RPJM, RTRW dan RKPD sebagai pedoman rancangan rencana kerja SKPD dan pedoman dalam menyusun RAPBD. Sekaitan dengan itu maka RKPD merupakan pedoman dalam menyusun Kebijakan Anggaran Umum (KUA) dan Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) dalam rangka penyusunan APBD. Penyusunan program kerja secara tegas juga dinyatakan dalamUndang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Alur Perencanaan Program Daerah dapat dilihat pada Gambar 2, sedangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Rencana Kegiatan dapat dilihat pada Gambar 3. Adapun Program & Rencana Strategis BLHD Kota Makassar adalah sebagai berikut :

Program Rencana Strategis 2014-2019 BLH Kota Makassar1. Pengawasandan Pemantauan Kualitas Lingkungana. Pengawasan penaatan instrumen pengendalian pencemaran dan kerusakan wilayah pesisir

b. Pengawasanpengelolaan B3 danLimbah B3

c. Pengawasan dan pengujian kualitas lingkungan hidup pada badan air (sungai,danau, laut, kanal)

d. Pengawasan dan pengujian emisi udarac erobong

e. Monitoring perlindungan DAS Tallo

f. Monitoring pengelolaan dan pendayagunaa nairtanah

g. Monitoring dan evaluasi perlindungan keanekaragaman hayati laut

h. Monitoring dan evaluasi kondisi RTH

i. Pemantauan dan pengendalian kerusakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. j. Pemantauan kerusakan biomassak. Peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER)

2. PengkajiandanPengembangan Data/InformasiLingkunganHidupa. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

b. Status LingkunganHidup Daerah (SLHD)

c. Data Potensi LB3

d. Data Bank Sampah

e. Profil Kehati

f. Profil TutupanVegetasi

g. Data Non FisikAdipura

h. Data Potensi AirTanah

3. Pelayanan Masyarakata. Pos Pengaduan

b. Administrasi Perizinan (Izin Lingkungan, IPLC,TPS LB3, SIPA)

4. Pembinaana. Sekolah Adiwiyata

b. Kampung Proklim

c. Eco-Office

d. Eco-Creative

e. Pelatihan Pembibitan/Nursery

5. Konservasi, Rehabilitasi danPemulihan SDAa. Penembangan sumur resapan bioporib. Pengelolaan dan rehabilitasi mangrove6. Pengendalian Polusia. Pengujian emisi kendaraan bermotor

b. Pengujian limbah cair

c. Pengujian kualitas udara ambien

Gambar1.StrukturOrganisasi BLHD Kota Makassar

(BerdasarkanPerda Kota Makassar No. 3 Tahun 2009)

Gambar2.AlurPerencanaanProgram Daerah MenurutUU Nomor 25 Tahun 2004

Gambar 3. SOP Penyusunan Rencana Kegiatan BLHD

BAB IIIPENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Penyumbang polusi udara tertinggi di Kota Makassar yaitu pada emisi transportasi karena diakibatkan oleh laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang tingg dengan konsentrasi CO sebesar 4,2 g/m3, NO2 sebesar 130 g/m. 2. Perencanaan pengendalian kualitas udara dilakukan dengan mengacu Pada RPJP dan RPJM Nasional, RKP, RPJP, dan RPJM Daerah. Kemudian SKPD (BLHD Kota Makassar) menyusun sebuah perencenanaan mengenai pengendaliann pencemaran udara di tingkat kota makassar. Tidak ada unit/ bidang khusus dalam stuktur organisasi BLHD Kota Makassar yang menangani masalah pengendalian pencemaran udaraB. SARAN

1. Perlu dilakukan Pengukuran secara berkala untuk memantau kualtias udara kota Makassar2. Perlu disusun program kebijakan untuk menilai pencemaran udara di Kota Makassar dari sector lain seperti industry dan sebagainya3. Perlu dilakukan analisis risiko kepada mengenai dampak yang terjadi pada kesehatan penduduk Kota Makassar.DAFTAR PUSTAKAAnonim. 2011. Udara Makassar Paling Tercemar di Sulsel.(Online). http://orbit99news.blogspot.com/2011/12/udara-makassar-paling-tercemar-di.html. [diakses pada tanggal 8 Desember 2014]

BadanLingkunganHidup Daerah. 2014. RencanaStrategisBadanLingkunganHidup Daerah Kota Makassar Tahun 2014-2019.Chandra, B. 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : EGC. Daud, Anwar. 2008. Modul Pembelajaran Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan Lingkungan. Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM-UNHASHalide, J. 2014. Pertumbuhan Kota Picu Pencemaran Udara. http://daerah.sindonews.com/read/871717/25/pertumbuhan-kota-picu-pencemaran-udara-1402305138 [online] diakses 8 Desember 2014 .Kemen LH. 2012. Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan 2012. Kementerian Lingkungan Hidup. 2012. Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan. http://www.menlh.go.id/DATA/evaluasi_kota_2012.pdf diakses 8 Desember 2014Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota MakassarRonalyw. 2013. Kualitas Udara Makassar Meprihatinkan.(Online) http://beritakotamakassar.com/Arsip/index.php?option=com_content&view=article&id=5599:-kualitas-udara-makassar-meprihatinkan. [diakses pada tanggal 8 Desember 2014]Susilawaty, Andi. 2009. Analisis Kualitas Udara Ambient Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Volume II No. 4Susilawaty, A. 2009. Analisis Kualitas Udara Ambient Kota Makassar. Jurnal kesehatan Vol. II Nomor 4. http://www.uin-alauddin.ac.id/download-9.%20A.%20Susilawaty.pdf diakses 8 Desember 2014.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentangSistem Perencanaan Pembangunan NasionalUPT

SEKRETARIAT

KELOMPOK JABATAN

FUNGSIONAL

SUBBAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN

SUBBAGIAN

KEUANGAN

SUBBBAGIAN PERLENGAPAN

BIDANG

TATA LINGKUNGAN DAN PENAATAN LINGKUNGAN

BIDANG

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN

BIDANG

PEMULIHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN KONSERVASI SDA

BIDANG

PENGEMBANGAN KAPASITAS & PARTISIPASI MASYARAKAT

SUBBIDANG

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN

SUBBIDANG

PENAATAN DAN PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN

SUBBIDANG

PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR, UDARA DAN TANAH

SUBBIDANG

PENGAWASAN LIMBAH B3 DAN DOMESTIK

SUBBIDANG

PEMULIHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN WIL.PESISIR

SUBBIDANG

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM

SUBBIDANG

PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT

SUBBIDANG

PEMBINAAN PARTISIPASI MASYARAKAT &KEMITRAAN

KEPALA BADAN

Renstra SKPD

20 Tahun

5 Tahun

RPJP Nasional

RPJP Daerah

RPJM Daerah

RKP Daerah

Renja-SKPD

Pedoman

Dijabarkan

Pedoman

Penyusunan RAPD

Dijabarkan

Diperhatikan

Diacu

Pedoman

1 Tahun

1 Tahun

Pedoman

Pedoman

5 Tahun

Diacu

RPJM Nasional

RKP

1