of 114/114
PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, INTEGRITAS, OBJEKTIVITAS, DAN PERSEPSI PENGALAMAN KERJA APARAT PENGAWAS INTERN PEMERINTAH TERHADAP KUALITAS HASIL AUDIT DI PEMERINTAH DAERAH Studi Kasus pada Kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Oleh: Yosefa Maria Juita Hale NIM: 112114104 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2015 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, INTEGRITAS ...repository.usd.ac.id/452/2/112114104_full.pdf · KUALITAS HASIL AUDIT DI PEMERINTAH DAERAH Studi Kasus pada Kantor Inspektorat Kabupaten

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, INTEGRITAS ...repository.usd.ac.id/452/2/112114104_full.pdf ·...

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, INTEGRITAS,

OBJEKTIVITAS, DAN PERSEPSI PENGALAMAN KERJA

APARAT PENGAWAS INTERN PEMERINTAH TERHADAP

KUALITAS HASIL AUDIT DI PEMERINTAH DAERAH

Studi Kasus pada Kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Oleh:

Yosefa Maria Juita Hale

NIM: 112114104

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2015

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

i

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, INTEGRITAS,

OBJEKTIVITAS, DAN PERSEPSI PENGALAMAN KERJA

APARAT PENGAWAS INTERN PEMERINTAH TERHADAP

KUALITAS HASIL AUDIT DI PEMERINTAH DAERAH

Studi Kasus pada Kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Oleh:

Yosefa Maria Juita Hale

NIM: 112114104

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2015

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iv

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Yosefa Maria Juita Hale

NIM : 112114104

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

Pengaruh Kompetensi, Independensi, Integritas, Objektivitas, dan Persepsi

Pengalaman Kerja Aparat Pengawas Intern Pemerintah Terhadap Kualitas

Hasil Audit di Pemerintah Daerah (Studi Kasus pada Kantor Inspektorat

Kabupaten Manggarai).

Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata

Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain,

mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan

mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis

tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya

selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal 31 Juli 2015

Yang menyatakan,

Yosefa Maria Juita Hale

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

v

Tak masalah seberapa sering kita jatuh yang terpenting

adalah seberapa cepat kita bangkit (Arsen Wenger).

Ketika kamu jatuh jangan tetap dibawah, jatuh bukan

berarti kalah itu hanya berarti kamu harus bangkit dan

kembali mencoba.

Kupersembahkan untuk:

Bapakku Hendrikus Hale, dan Mamaku Katarina K. Bataona

Adik-adikku Ita, Dian, dan Nong Yano,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vi

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM STUDI AKUNTANSI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul:

Pengaruh Kompetensi, Independensi, Integritas, Objektivitas, dan Persepsi

Pengalaman Kerja Aparat Pengawas Intern Pemerintah Terhadap Kualitas Hasil

Audit Di Pemerintah Daerah, dan dimajukan untuk diuji pada tanggal 22 Juni

2015 adalah hasil karya saya.

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi

ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil

dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau symbol

yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang

saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri atau tidak terdapat bagian atau

keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang

lain tanpa memberikan pengakuan pada penulisan aslinya.

Apabila saya melakukan hal tersebut diatas, baik sengaja maupun tidak,

dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil

tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan

tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya

sendiri, berarti gelar dan dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal

saya terima.

Yogyakarta, 31 Juli 2015

Yang membuat pernyataan,

Yosefa Maria Juita Hale

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan

skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi

Universitas Sanata Dharma.

Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan,

dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima

kasih yang tak terhingga kepada:

1. Drs. Johanes Eka Priyatma M.Sc., Ph.D. Rektor Universitas Sanata Dharma

yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan

kepribadian penulis.

2. Ilsa Haruti Suryandari S.I.P., M.Sc., Ak selaku pembimbing yang telah

membantu serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

3. Josephine Wuri, S.E, M.Si selaku dosen pembimbing akademik yang telah

mendukung penulis.

4. Leok E. P. Sripurwati, SH.selaku pimpinan inspektorat Kabupaten Manggarai

yang memberikan izin untuk melakukan penelitian.

5. Bapak dan Ibu yang peduli pada pendidikan anaknya, dan banyak mendorong

dan mendoakan penulis hingga skripsi ini dapat selesai.

6. Melia, Chatarine, Sr Yuli, Sr Lusia, Sr Erika, Anggit, dan teman-teman

akuntansi angkatan 2011 yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan

skripsi ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

viii

7. Ade Ita, Trisna, Linda, dan Yustin yang memberikan dukungan dan semangat

sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini.

8. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangannya, oleh

karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga skripsi ini dapat

bermanfaat bagi pembaca.

Yogyakarta, 22 Mei 2015

Penulis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ix

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ii

HALAMAN PENGESAHAN iii

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI iv

HALAMAN PERSEMBAHAN v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS vi

HALAMAN KATA PENGANTAR vii

HALAMAN DAFTAR ISI ix

HALAMAN DAFTAR TABEL xi

HALAMAN DAFTAR GAMBAR xii

DAFTAR LAMPIRAN xiii

ABSTRAK xiv

ABSTRACT xv

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang Masalah 1 B. Batasan Penelitian 4 C. Rumusan Masalah 4 D. Tujuan Penelitian 5 E. Manfaat Penelitian 5

BAB II LANDASAN TEORI 7

A. Kajian Teoritis 7 B. Pengembangan Hipotesis 16 C. Kerangka Pemikiran 19

BAB III METODE PENELITIAN 20

A. Objek Penelitian dan Waktu Penelitian 20 B. Definisi Operasional Variabel 20 C. Populasi dan Sampel 22 D. Jenis dan Sumber Data 23 E. Metode Pengumpulan Data 23

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

x

F. Uji Kualitas Data 25 G. Uji Asumsi Regresi 25 H. Uji Regresi 27 I. Pengujian Hipotesis 28

BAB IV GAMBARAN UMUM 30

A. Inspektorat Kabupaten Manggarai 30 B. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran

Inspektorat Kabupaten Manggarai 33

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 36

A. Hasil Penelitian 36 B. Pembahasan 48

BAB VI PENUTUP 56

A. Kesimpulan 56 B. Saran 56 C. Keterbatasan Penelitian 57

DAFTAR PUSTAKA 58

LAMPIRAN 60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1 Demografi Responden 36

Tabel 2 Rangkuman Hasil Uji Validitas

Variabel Kompetensi APIP 38

Tabel 3 Rangkuman Hasil Uji Validitas

Variabel Independensi APIP 39

Tabel 4 Rangkuman Hasil Uji Validitas

Variabel Integritas APIP 39

Tabel 5 Rangkuman Hasil Uji Validitas

Variabel Objektivitas APIP 40

Tabel 6 Rangkuman Hasil Uji Validitas

Variabel Persepsi Pengalaman Kerja APIP 40

Tabel 7 Rangkuman Hasil Uji Validitas

Variabel Kualitas Hasil Audit APIP 40

Tabel 8 Hasil Uji Reliabilitas 41

Tabel 9 Hasil Uji Multikolinieritas 43

Tabel 10 Uji t (Parsial) 46

Tabel 11 Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis 49

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar I Kerangka Pemikiran 19

Gambar II Struktur Organisasi 35

Gambar III Uji Normalitas 42

Gambar IV Uji Heteroskedastisitas 44

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian 61

Lampiran 2 Tabulasi Kuesioner 73

Lampiran 3 Uji Validitas 79

Lampiran 4 Tabulasi Kuesioner Setelah Uji Validitas 85

Lampiran 5 Uji Reliabilitas 91

Lampiran 6 Uji Asumsi Regresi 94

Lampiran 7 Uji Regresi dan Hipotesis 95

Lampiran 8 Tabel t 97

Lampiran 9 Tabel r 98

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xiv

ABSTRAK

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, INTEGRITAS,

OBJEKTIVITAS, DAN PERSEPSI PENGALAMAN KERJA APARAT

PENGAWAS INTERN PEMERINTAH TERHADAP KUALITAS HASIL

AUDIT DI PEMERINTAH DAERAH

Studi Kasus pada Kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai

Yosefa Maria Juita Hale

NIM: 112114104

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2015

Pengelolaan keuangan pemerintahan daerah membutuhkan pengawasan.

Pengawasan ini dilakukan oleh aparat pengawas intern pemerintah. Dalam

melakukan pengawasan, aparat pengawas intern pemerintah diharapkan memiliki

kompetensi, independensi, integritas, objektivitas, dan pengalaman kerja. Tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi, independensi,

integritas, objektivitas, dan persepsi pengalaman kerja aparat pengawas intern

pemerintah terhadap kualitas hasil audit di pemerintah daerah.

Populasi penelitian ini adalah aparat di inspektorat Kabupaten Manggarai,

dengan jumlah 36 orang. Variabel independen penelitian ini adalah kompetensi,

independensi, integritas, objektivitas, dan persepsi pengalaman kerja. Sedangkan

variabel dependen adalah kualitas hasil audit. Data yang digunakan adalah data

primer yang diperoleh langsung dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh

aparat pengawas intern pemerintah di inspektorat Kabupaten Manggarai. Metode

analisis penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan

software SPSS 21.

Hasil penelitian ini menyatakan independensi, dan objektivitas berpengaruh

signifikan terhadap kualitas hasil audit. Sedangkan kompetensi, integritas, dan

persepsi pengalaman kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas hasil

audit. Selain itu kompetensi, independensi, integritas, objektivitas, dan persepsi

pengalaman kerja secara simultan berpengaruh terhadap kualitas hasil audit.

Kata Kunci: Kompetensi, Independensi, Integritas, Objektivitas, Persepsi

Pengalaman Kerja, Kualitas Hasil Audit.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xv

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF COMPETENCE, INDEPENDENCE, INTEGRITY,

OBJECTIVITY, AND PERCEPTION OF WORK EXPERIENCE OF

INTERNAL AUDITOR OF GOVERNMENT OFFICIALS ON THE

QUALITY OF AUDIT RESULT IN LOCAL GOVERNMENT

A Case Study at Inspectorate of Manggarai District

Yosefa Maria Juita Hale

NIM: 112114104

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

2015

Financial management of local government needs supervision. Supervision

is done by the internal auditor of government officials. In performing supervision,

officials are expected to have competence, independence, integrity, objectivity,

and work experience. The purpose of this study was to determine the influence of

the competence, independence, integrity, objectivity, and perception of work

experience of internal auditor of government officials on the quality of audit result

in local government.

The population in this research was inspectorate officers in Manggarai

regency, with the number of 36 people. Independent variables of this study were

the competence, independence, integrity, objectivity, and perception of work

experience. Dependent variable of the study was the quality of audit result. The

data used is primary data obtained directly by distributing questionnaires for all

auditors of inspectorate of Manggarai district. The analytical method of the study

was multiple linear regressions using software SPSS 21.

The result of this study states that the independence and objectivity

significantly affect the quality of audit result. While competence, integrity, and

perception of work experience did not significantly affect the quality of audit

result. Besides that the competence, independence, integrity, objectivity, and

perception of work experience simultaneously effect the quality of audit result.

Keywords: Competence, Independence, Intergrity, Objectivity, Work

Experiences Perseption, Quality of Audit Result.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1

Bab I

Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Pemerintahan daerah merupakan penyelenggaraan urusan pemerintahan

oleh pemerintah daerah yaitu urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan

berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan

kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan daerah tersebut. Pemberian otonomi

yang luas, nyata dan bertanggung jawab kepada daerah untuk mengatur dan

mengurus rumah tangganya sendiri dalam rangka peningkatan daya guna dan

hasil guna pelaksanaan tugas pemerintah, pembangunan, dan pelayanan

kepada masyarakat. Hal ini dituangkan dalam undang-undang nomor 32 tahun

2004 tentang pemerintahan daerah. Pemberian otonomi dimaksudkan agar

daerah yang menjadi daerah otonom menggunakan dan menikmati potensi

yang dimiliki daerah tersebut untuk kepentingan masyarakat setempat.

Penerapan undang-undang ini juga dimaksudkan agar pengelolaan bisa

dilakukan secara efektif dan efisien, karena daerah yang mengetahui potensi

daerahnya sendiri. Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam pengelolaan

sumber daya dan keuangan yang ada. Selain itu, pemerintah daerah juga dapat

membuat kebijakan aturan untuk mendukung pengelolaan tersebut.

Dalam pengelolaan sumber daya daerah, tentunya diolah sesuai dengan

kebutuhan yang sebenarnya. Untuk itu dalam proses pengelolaan tersebut

dibutuhkan pengawas. Terkait dengan proses pengawasan dan pemeriksaan

atas pengelolaan sumber daya tersebut dilakukan oleh auditor pemerintah

daerah yaitu inspektorat kabupaten/kota. Peran inspektorat sebagai auditor

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2

internal pemerintah daerah adalah memastikan bahwa sistem akuntansi

keuangan daerah berjalan dengan baik dan laporan keuangan daerah disajikan

dengan wajar. Peranan dari inspektorat didorong untuk membantu kepala

daerah dalam menyajikan laporan keuangan yang akuntabel dan berterima

umum, (Bastian, 2007:34). Jadi inspektorat mempunyai tugas

menyelenggarakan kegiatan pengawasan di pemerintah daerah dan tugas lain

yang diberikan oleh kepala daerah.

Menurut peraturan menteri dalam negeri nomor 64 tahun 2007 tentang

pedoman teknis organisasi dan tata kerja inspektorat provinsi dan

kabupaten/kota, inspektorat kabupaten/kota adalah aparat pengawas

fungsional yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada bupati. Tugas

dari inspektorat kabupaten/kota yaitu melakukan pengawasan terhadap

pelaksanaan urusan pemerintahan didaerah kabupaten/kota, pelaksanaan

pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan

pemerintahan desa. Hasil dari tugas ini selanjutnya dipertanggungjawabkan

kepada bupati.

Menurut Sukrisno (2012:4) auditing merupakan suatu pemeriksaan yang

dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen terhadap

laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan

pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat

memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

Dalam hal ini auditor intenal pemerintah daerah melakukan audit atau

pemeriksaan atas laporan keuangan beserta catatan-catatan pembukuan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3

bukti pendukungnya atas penggunaan keuangan daerah yang digunakan untuk

kepentingan masyarakat daerah tersebut.

Pemeriksaan (audit) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pihak yang

memiliki independensi dan memiliki kompetensi profesional untuk memeriksa

apakah hasil kinerja pemerintah telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Kompetensi auditor didukung oleh pengetahuan, dan kemampuan yang

diperlukan untuk melaksanakan tugas. Dalam mengudit laporan keuangan

yang mempengaruhi kualitas audit yaitu integritas. Prinsip integritas

mengharuskan auditor untuk memiliki kepribadian yang dilandasi oleh unsur

kejujuran, keberanian, bijaksana, dan bertanggung jawab untuk membangun

kepercayaan guna memberi dasar dalam mengambil suatu keputusan yang

dapat diandalkan.

Dalam sebuah proses pemeriksaan seorang pemeriksa juga harus bebas

dari segala gangguan yang dapat mengganggu independensinya. Independensi

berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh orang

lain, dan tidak tergantung pada orang lain. Independensi juga dapat diartikan

sebagai kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan

adanya pertimbangan obyektif tidak memihak dalam memutuskan dan

menyatakan pendapatnya (Mulyadi, 2002:62). Hal ini dimaksudkan agar

proses pemeriksaan dilakukan tepat waktu, benar-benar murni dan tidak ada

kepentingan lain yang dimasukkan ke dalam pemeriksaan tersebut.

Berdasarkan standar umum audit, dikatakan bahwa audit harus dilakukan oleh

seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4

auditor. Pengalaman dan kompleksitas permasalahan menentukan bahwa

auditor yang berpengalaman, akan lebih jelas merinci masalah yang dihadapi

dibandingkan auditor yang kurang berpengalaman.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan

penelitian pada Kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai. Dengan judul

penelitian Pengaruh Kompetensi, Independensi, Integritas, Objektivitas, dan

Persepsi Pengalaman Kerja Aparat Pengawas Intern Pemerintah Terhadap

Kualitas Hasil Audit di Pemerintah Daerah.

B. Batasan Penelitian

Batasan dalam penelitian ini adalah hanya fokus pada variabel yang

mempengaruhi kualitas hasil audit yaitu kompetensi, independensi, integritas,

objektivitas, dan persepsi pengalaman kerja dari aparat pengawas intern

pemerintah terhadap kualitas hasil audit mereka.

C. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang dibuat adalah apakah ada pengaruh antara

kompetensi, independensi, integritas, objektivitas, dan persepsi pengalaman

kerja aparat pengawas intern pemerintah terhadap kualitas hasil audit di

pemerintah daerah baik secara parsial maupun simultan?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kompetensi,

independensi, integritas, objektivitas, dan persepsi pengalaman kerja aparat

pengawas intern pemerintah terhadap kualitas hasil audit baik secara parsial,

maupun simultan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi pemegang kebijakan, dalam hal ini pemerintah daerah, hasil penelitian

ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai faktor yang

mempengaruhi kualitas audit Inspektorat dalam pengawasan keuangan

daerah, sehingga akan dapat dimanfaatkan dalam upaya peningkatan kualitas

audit Inspektorat.

2. Bagi Inspektorat, sebagai masukan dalam mendukung pelaksanaan otonomi

daerah khususnya peranan Inspektorat dalam pengawasan keuangan daerah

dan dalam rangka mewujudkan good governance. Sehingga inspektorat

diharapkan dapat membuat program yang berkontribusi pada peningkatan

kualitas dan kapabilitasnya.

3. Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang

pengawasan daerah.

4. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi, dan memberi sumbangan

konseptual bagi penelitian sejenis dalam rangka mengembangkan ilmu

pengetahuan demi kemajuan dunia pendidikan.

5. Bagi pihak lain, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi

tambahan dan untuk pengembangan ide-ide baru untuk penelitian selanjutnya,

dan juga sebagai bahan pertimbangan perusahaan lain atau instansi lain yang

menghadapi persoalan yang sama.

6. Bagi akademisi, memberikan kontribusi pengembangan literatur akuntansi

sektor publik di Indonesia, terutama sistem pengendalian manajemen di

sektor publik. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6

dan mendorong dilakukannya penelitian-penelitian akuntansi sektor publik.

Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi

penelitian berikutnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

7

Bab II

Landasan Teori

A. Kajian Teoritis

1. Audit Internal

Pengertian audit internal menurut Pickett (2010) dalam buku Sukrisno

(2013:204) mengatakan bahwa audit internal adalah kegiatan assurance

dan konsultasi yang independen dan objektif yang dirancang untuk

memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan-kegiatan operasi

organisasi. Yang melakukan audit internal disebut auditor internal.

Auditor internal merupakan karyawan di perusahaan tersebut. Oleh karena

itu auditor internal membantu pimpinan perusahaan atau manajemen

dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan memberikan analisis,

penilaian, saran, dan komentar mengenai kegiatan yang diperiksanya.

Menurut Akmal (2007:5) tujuan adanya pemeriksaan intern adalah

membantu organisasi dalam mencapai tujuannya, dan membantu seluruh

anggota pimpinan, agar mereka dapat melaksanakan kewajiban-

kewajibannya dalam mencapai tujuan organisasi secara hemat, efisien, dan

efektif. Audit internal merupakan suatu pengendalian perusahaan yang

berfungsi mengukur dan mengevaluasi efektivitas pengendalian lain yang

ada dalam perusahaan. Pengendalian lain yang dimaksud disini adalah

pengendalian manajemen yang dilakukan manajemen perusahaan untuk

menjamin bahwa tujuan perusahaan tercapai. Audit internal membantu

perusahaan mencapai tujuannya, melalui suatu pendekatan yang sistematis

dan teratur dengan mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

8

pengelolaan risiko, pengendalian dan pengaturan. Oleh karenanya audit

internal disamping memberikan layanan utama dalam bidang audit,

seringkali memberikan layanan tambahan yang berkaitan dengan audit,

antara lain mendidik para manager dalam pengelolaan dan pengendalian

kinerja, mengelola hubungan dengan para auditor.

Inspektorat sebagai auditor internal pemerintah daerah mempunyai

tugas (Bastian,2007:35) yaitu: pertama melakukan review terhadap

sistem pengendalian internal dan sistem akuntansi pemerintah daerah

dengan melihat kelemahan dan menganalisis penyebabnya. Kedua

memeriksa dan menyempurnakan laporan keuangan daerah yang disusun

oleh bagian keuangan pemerintah daerah. Ketiga membantu kepala daerah

dalam menentukan kewajaran laporan keuangan yang disusunnya.

Auditor internal pemerintah daerah dalam hal ini inspektorat

kabupaten/kota memegang peranan yang sangat penting dalam proses

terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan di daerah.

2. Kompetensi

Dalam prinsip etik, auditor intern menerapkan pengetahuan, keahlian,

pengalaman, yang diperlukan dalam kinerja jasa layanan audit intern

(Arens, et all,2006:489). Kompetensi auditor adalah pengetahuan,

keahlian, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk dapat melakukan audit

secara objektif, cermat, dan seksama (Effendy,2010:33). Dalam

melakukan audit, seorang auditor harus memiliki mutu personal yang baik,

pengetahuan yang memadai, serta keahlian khusus di bidangnya. Audit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

9

harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan

pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.

Auditor intern harus memiliki atau mendapatkan pengetahuan,

kecakapan, dan disiplin ilmu yang penting dalam melaksanakan

pemeriksaan, (Akmal,2007:13). Kompetensi berkaitan dengan keahlian

professional yang dimiliki oleh auditor sebagai hasil dari pendidikan

formal, ujian profesional maupun keikutsertaan dalam pelatihan. Selain itu

dalam aturan perilaku, auditor intern harus hanya memberikan layanannya

atau melakukan audit sesuai dengan pengetahuan, kemampuan, dan

pengalamannya.

3. Independensi

Kebebasan atau independensi merupakan hal yang berpengaruh bagi

evektifitas pemeriksaan intern. Menurut Akmal (2007:10), kebebasan ini

terutama diperoleh melalui status organisatoris dari fungsi pemeriksa

intern ditambah dengan dukungan pimpinan terhadapnya yang merupakan

faktor penentu bagi jangkauan, nilai dan keberhasilan pemeriksa intern.

Jadi independensi seorang auditor juga dipengaruhi oleh pimpinan. Oleh

karena itu auditor internal bertanggung jawab ke pejabat tertinggi.

Independensi dari seorang auditor intern adalah harus bebas dan terpisah

dari ativitas yang diperiksanya, (Akmal, 2007:13). Jadi auditor intern

mempunyai kebebasan untuk memenuhi tanggungjawab yang diberikan

kepadanya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10

Seorang anggota dalam praktik publik harus independen ketika

memberikan layanan audit dan jasa atestasi lainnya. Untuk memenuhi

pertanggungjawaban profesionalnya, auditor pemerintah harus bersikap

independen karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan

umum. Independensi juga berarti adanya kejujuran dalam diri auditor

dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang obyektif

tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan

pendapatnya. Independensi menghindarkan diri dari hubungan yang bisa

merusak obyektifitas seorang auditor dalam melakukan jasa atestasi.

4. Integritas

Dalam prinsip etik, integritas auditor intern menjadi sumber

kepercayaan dan dengan demikian memberikan dasar bagi keandalan

pertimbangannya (Arens, et all,2006:489). Integritas adalah suatu elemen

karakter yang mendasari timbulnya pengakuan professional, dan

melandasi kepercayaan publik. Integritas mengharuskan seorang anggota

untuk bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia

penerima jasa. Kesalahan yang tidak sengaja dilakukan oleh penerima jasa

dapat diterima baik oleh seorang auditor. Menurut Mulyadi (2002:56),

integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan

pendapat yang jujur tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau

peniadaan prinsip.

Dalam aturan perilaku, seorang auditor intern harus melaksanakan

pekerjaannya dengan jujur, rajin, dan tanggung jawab. Harus mengamati

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

hukum, dan membuat pengungkapan yang diharapkan oleh hukum dan

profesi itu, dan harus menghargai dan memberikan kontribusi ke tujuan

organisasi yang sah dan etis.

5. Objektivitas

Dalam prinsip etik, seorang auditor intern memperlihatkan tingkat

objektivitas profesional tertinggi dalam mengumpulkan, mengevaluasi,

dan mengkomunikasikan informasi mengenai aktivitas atau proses yang

diteliti. Auditor intern melakukan penilaian seimbang terhadap semua

kondisi yang relevan dan seharusnya tidak dipengaruhi oleh kepentingan

sendiri atau oleh kepentingan lain dalam membuat pertimbangan (Arens,

et all,2006:489). Setiap anggota harus menjaga objektivitasnya yaitu

dalam hal memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota dan bebas

dari benturan kepentingan baik kepentingan diri sendiri maupun

kepentingan orang lain. Prinsip objektivitas mengharuskan anggota

bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka

atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh

pihak lain (Tugiman, 1997:24). Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas

yang berbeda dan harus menunjukkan objektivitas mereka dalam berbagai

situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi,

perpajakan, serta konsultasi manajemen.

6. Persepsi atas pengalaman kerja

Persepsi menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) berari

tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu. Selain itu persepsi ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

berarti proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya.

Tanggapan ini membantu seseorang dalam melihat sesuatu, yang hasilnya

bisa positif maupun negatif. Pengalaman kerja membantu seseorang untuk

menyelesaikan pekerjaannya dengan baik lebih baik. Semakin luas

pengalaman kerja seseorang, semakin terampil seseorang dalam

melakukan pekerjaan. Keahlian dalam mengaudit yang dimiliki seseorang

ditunjukkan dengan kemampuan mempraktikkan hasil belajar dari

pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain (Ulum, 2009:96).

Pengalaman merupakan cara pembelajaran yang baik bagi auditor internal

untuk menjadikan auditor kaya akan teknik audit. Semakin tinggi

pengalaman auditor, maka semakin mampu dan mahir auditor mengusai

tugasnya sendiri maupun aktivitas yang diauditnya.

Pengalaman kerja menurut Marianus (2009) dalam penelitian Sukriah

et al (2009) menyatakan bahwa pengalaman kerja dapat diukur dengan

rentan waktu yang telah digunakan terhadap suatu pekerjaan atau tugas.

Jadi pengalaman kerja dapat diukur dari lamanya bekerja dan banyaknya

tugas yang dikerjakan.

7. Kualitas Hasil Audit

Para pengguna laporan keuangan terutama para pemegang saham akan

mengambil keputusan berdasarkan pada laporan yang telah dibuat oleh

auditor. Hal ini berarti auditor mempunyai peranan penting dalam

pengesahan laporan keuangan suatu perusahaan. Auditor intern

melakukan pemeriksaan yang bertujuan untuk membantu para anggota

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

organisasi agar dapat melaksanakan tanggungjawabnya secara efektif.

Tujuan pemeriksaan mencakup pula pengembangan pengawasan yagn

efektif dengan biaya yang wajar, (Tugiman, 1997:11). Oleh karena itu

auditor harus menghasilkan audit yang berkualitas sehingga dapat

mengurangi ketidakselarasan yang terjadi antara pihak manajemen dan

pemilik. Kinerja sektor publik bersifat multidimensional sehingga tidak

ada indikator tunggal yang dapat digunakan untuk menunjukkan kinerja

secara komprehensif, (Ulum, 2009:21). Hal ini berarti belum ada definisi

yang pasti mengenai bagaimana dan apa kualitas audit yang baik itu. Tidak

mudah untuk menggambarkan dan mengukur kualitas jasa secara obyektif

dengan beberapa indikator. Hal ini dikarenakan, kualitas jasa adalah

sebuah konsep yang sulit dipahami dan kabur, sehingga kerap kali terdapat

kesalahan dalam menentukan sifat dan kualitasnya. Hal ini terbukti dari

banyaknya penelitian yang menggunakan dimensi kualitas jasa dengan

cara yang berbeda-beda.

Kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan hanya hasil kerja,

tetapi termasuk bagaimana proses pekerjaan berlangsung. Dengan

demikian, kinerja adalah tentang bagaimana melakukan suatu pekerjaan

dan hasil yang akan dicapai dari pekerjaan tersebut, (Ulum, 2009:19).

Kinerja menjadi isu dunia saat ini. Hal tersebut terjadi sebagai konsekuensi

tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan yang bermutu

tinggi. Pentingnya kinerja auditor atau kualitas hasil kerja auditor adalah

untuk memperjelas penerapan pengetahuan, kemampuan psikologis,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

konsep-konsep (ide-ide) terhadap organisasi yang dipimpinnya. Selain itu

dengan memperlihatkan kinerja tugas yang baik, seorang auditor akan

dapat lebih dipercaya oleh pihak pemakai jasanya.

8. Pengaruh kompetensi terhadap kualitas hasil audit

Kompetensi auditor adalah kualifikasi yang dibutuhkan oleh auditor

untuk melaksanakan audit dengan benar. Dalam melaksanakan audit,

seorang auditor harus memiliki mutu personal yang baik, pengetahuan

yang memadai, serta keahlian khusus dibidangnya. Dalam audit

pemerintahan, auditor dituntut untuk memiliki dan meningkatkan

kemampuan atau keahlian bukan hanya dalam metode dan teknik audit,

akan tetapi segala hal yang menyangkut pemerintahan seperti organisasi,

fungsi, program, dan kegiatan pemerintah.

9. Pengaruh independensi terhadap kualitas hasil audit

Independen mengartikan bahwa seseorang tidak dapat dipengaruhi.

Seorang auditor dalam melaksanakan tugas audit harus didukung dengan

sikap independen, dimana seorang auditor tidak boleh dipengaruhi oleh

pihak lain, dan tidak dikendalikan oleh pihak lain. Dalam hubungannya

dengan auditor, independensi berpengaruh penting sebagai dasar utama

agar auditor dipercaya oleh masyarakat umum. Independensi auditor

merupakan salah satu faktor yang penting untuk menghasilkan audit yang

berkualitas. Jika auditor kehilangan independensinya, maka laporan audit

yang dihasilkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada sehingga tidak

dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

10. Pengaruh integritas terhadap kualitas hasil audit

Prinsip integritas mengharuskan auditor untuk memiliki kepribadian

yang dilandasi oleh unsur kejujuran, keberanian, bijaksana, dan

bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan guna memberi dasar

dalam mengambil suatu keputusan yang dapat diandalkan. Integritas

merupakan kualitas yang mendasari kepercayaan publik dan merupakan

patokan bagi anggota dalam menguji semua keputusannya. Integritas

mengharuskan seorang auditor untuk bersikap jujur dan transparan, berani,

bijaksana dan bertanggung jawab dalam melaksanakan audit. Dengan

integritas yang tinggi, maka auditor dapat meningkatkan kualitas hasil

pemeriksaannya.

11. Pengaruh objektivitas terhadap kualitas hasil audit

Menurut Peraturan Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia

Nomor 01 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara,

bersikap obyektif merupakan cara berpikir yang tidak berpihak, jujur

secara intelektual, dan bebas dari benturan kepentingan. Obyektivitas

diperlukan oleh seorang auditor agar mampu bertindak adil tanpa

dipengaruhi tekanan ataupun permintaan dari pihak tertentu yang

berkepentingan atas hasil audit. Obyektifitas sebagai bebasnya seseorang

dari pengaruh pandangan subyektif pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Standar umum dalam Standar Audit APIP menyatakan bahwa dengan

prinsip obyektifitas auditor maka semakin baik kualitas hasil

pemeriksaannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

Menurut Tugiman (1999:35), pengawas internal harus selalu

mengingat kriteria mendasar yaitu salah satunya adalah objektivitas pada

saat ia merancang, menulis, dan memperbaiki laporannya. Apabila

memenuhi kriteria tersebut, laporan yang ditulisnya pasti akan memiliki

nilai yang baik.

12. Pengaruh persepsi pengalaman kerja terhadap kualitas hasil audit

Persepsi berkaitan dengan tanggapan seseorang akan sesuatu. Persepsi

ini akan membantu seseorang dalam melakukan suatu hal sesuai dengan

tanggapan mereka. Tanggapan ini bisa merujuk pada hal yang positif

maupun negatif. Pengalaman akuntan publik akan terus meningkat seiring

dengan makin banyaknya audit yang dilakukan serta kompleksitas

transaksi keuangan perusahaan yang diaudit sehingga akan menambah dan

memperluas pengetahuannya dibidang akuntansi dan auditing. Hal tersebut

mengindikasikan bahwa semakin lama masa kerja dan pengalaman yang

dimiliki auditor maka akan semakin baik dan meningkat pula kualitas

audit yang dihasilkan.

B. Pengembangan Hipotesis

Ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi kualitas hasil audit.

Faktor yang pertama adalah kompetensi. Dalam melaksanakan audit seorang

auditor dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai dan keahlian

dibidangnya. Penelitian tentang kompetensi pernah dilakukan sebelumnya.

Muh. Taufiq Effendy (2010) dalam penelitiannya menunjukkan hasil bahwa

kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit aparat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

inspektorat di pemerintah Kota Gorontalo dalam pengawasan keuangan

daerah. Begitu pula dengan hasil penelitian dari Ayuningtyas (2012) bahwa

kompetensi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kualitas hasil audit

auditor internal pada inspektorat Kota/Kabupaten Jawa Tengah. Kesimpulan

dari kedua penelitian ini adalah bahwa kompetensi seorang auditor intern

pemerintah dalam hal ini aparat pengawas intern pemerintah berpengaruh

terhadap kualitas hasil audit. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi

kompetensi yang dimiliki oleh seorang auditor dalam melakukan audit akan

mendorong meningkatnya kualitas hasil audit. Berdasarkan uraian tersebut,

hipotesis yang pertama yang diajukan adalah sebagai berikut:

H1: kompetensi aparat pengawas intern pemerintah berpengaruh

signifikan terhadap kualitas hasil audit di pemerintah daerah.

Faktor kedua yang mempengaruhi kualitas hasil audit adalah independensi.

Dalam melakukan audit, seorang auditor harus independen salah satunya

adalah tidak memihak pada salah satu yang dapat merusak obyektivitas

seorang auditor. Penelitian berkaitan dengan independensi pernah dilakukan

oleh Gede Arya Prattama (2014) dengan hasil bahwa independensi staf

pemeriksa inspektorat Kabupaten Buleleng berpengaruh signifikan terhadap

kualitas hasil audit mereka, bahkan independensi memiliki pengaruh yang

paling dominan. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang kedua adalah

sebagai berikut:

H2: independensi aparat pengawas intern pemerintah berpengaruh

signifikan terhadap kualitas hasil audit di pemerintah daerah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

Faktor ketiga yang mempengaruhi kualitas hasil audit adalah integritas.

Seorang auditor yang memiliki integritas yang tinggi berarti auditor tersebut

memiliki keberanian, kejujuran, yang tanggung jawab yang tinggi pula.

Penelitian tentang integritas ini pula pernah dilakukan oleh Komang Pariardi

(2014) dengan hasil integritas pegawai inspektorat Kabupaten Buleleng

berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Berdasarkan uraian tersebut

makan hipotesis ketiga yang diajukan adalah sebagai berikut:

H3: integritas aparat pengawas intern pemerintah berpengaruh

signifikan terhadap kualitas hasil audit di pemerintah daerah.

Faktor keempat yang mempengaruhi kualitas hasil audit adalah

objektivitas. Seorang auditor yang memiliki objektivitas yang tinggi berarti

auditor tersebut tidak bias serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah

pengaruh pihak lain. Penelitian tentang objektivitas ini pun pernah dilakukan

sebelumnya oleh Komang Pariardi (2014) dan Ayuningtyas (2012) yang

hasilnya menunjukkan bahwa objektivitas berpengaruh positif dan signifikan

terhadap kualitas hasil audit. Berdasarkan uraian tersebut hipotesis keempat

yang diajukan adalah sebagai berikut:

H4: objektivitas aparat pengawas intern pemerintah berpengaruh

signifikan terhadap kualitas hasil audit di pemerintah daerah.

Faktor yang kelima yang juga mempungaruhi kualitas hasil audit adalah

pengalaman kerja. Seseorang yang selalu melakukan hal yang sama secara

terus menerus akan membuat orang tersebut mahir melakukannya. Begitu pula

dengan seorang auditor. Seorang auditor yang sering melakukan audit akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

memiliki keahlian yang lebih dibandingkan dengan auditor yang jarang

melakukan audit. Hal ini juga berarti semakin tinggi persepsi APIP terhadap

pengalaman kerja dapat berakibat peningkatan kualitas hasil audit. Penelitian

yang berkaitan dengan pengalaman kerja pernah dilakukan sebelumnya oleh

Ika Sukriah, et all (2009) dengan hasil menunjukkan pengalaman kerja aparat

pengawas intern pemerintah (APIP) berpengaruh signifikan terhadap kualitas

hasil audit. Berdasarkan uraian tersebut hipotesis kelima yang diajukan adalah

sebagai berikut:

H5: persepsi atas pengalaman kerja aparat pengawas intern pemerintah

berpengaruh signifikan terhadap kualitas hasil audit di pemerintah

daerah.

C. Kerangka Pemikiran

Dalam penelitian ini kualitas hasil audit dipilih sebagai variabel dependen.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit dari aparat pengawas

intern pemerintah diantaranya kompetensi, independensi, integritas,

objektivitas, dan persepsi pengalaman kerja sebagai variabel independen.

Untuk lebih mudah memahami kerangka pemikiran penelitian ini maka dapat

dilihat dalam gambar I berikut ini:

Gambar I: Kerangka Pemikiran

Kualitas hasil audit

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

Bab III

Metode Penelitian

A. Objek Penelitian dan waktu penelitian

1. Objek penelitian

Objek penelitian menunjukkan hal apa yang akan diteliti. Dalam

penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah aparat pengawas intern

pemerintah terutama di pemerintahan daerah. Pengawas intern di

pemerintahan daerah adalah inspektorat kabupaten. Penelitian ini

dilakukan di kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai, oleh karena itu

objek penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di kantor tersebut.

2. Waktu penelitian

Waktu penelitian diperkirakan empat bulan (4) bulan.

B. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional adalah operasionalisasi konsep agar dapat diteliti atau

diukur melalui gejala-gejala yang ada. Definisi operasional yang digunakan

untuk penelitian ini kemudian diuraikan menjadi indikator empiris yang

diukur dengan menggunakan item pertanyaan yang diadopsi dari Ika Sukriah

et all (2009)yang terdiri dari enam bagian yaitu, bagian pengalaman kerja,

independensi, objektifitas, integritas, kompetensi, dan kualitas hasil audit.

Selain itu, item pertanyaan lain juga diadopsi dari Muh. Taufiq Effendy(2010)

yang terdiri dari dua bagian yaitu meliputi bagian independensi dan kualitas

audit.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

1. Kompetensi

Kompetensi auditor adalah pengetahuan, keahlian, dan pengalaman

yang dibutuhkan untuk dapat melakukan audit secara objektif, cermat, dan

seksama (Effendy,2010:33). Indikator yang digunakan dalam pengukuran

variabel ini adalah mutu personal, pengetahuan umum, dan keahlian

khusus.

2. Independensi

Independensi dari seorang auditor intern adalah harus bebas dan

terpisah dari ativitas yang diperiksanya, (Akmal, 2007:13). Indikator yang

digunakan dalam pengukuran variabel independensi adalah gangguan

pribadi, dan gangguan ekstern, independensi penyusunan program,

pelaksanaan pekerjaan, dan pelaporan.

3. Integritas

Integritas auditor intern menjadi sumber kepercayaan dan dengan

demikian memberikan dasar bagi keandalan pertimbangannya (Arens, et

all,2006:489). Indikator yang digunakan dalam pengukuran variabel

integritas ini adalah kejujuran auditor, keberanian auditor, dan sikap

bijaksana auditor.

4. Objektivitas

Auditor intern melakukan penilaian seimbang terhadap semua kondisi

yang relevan dan seharusnya tidak dipengaruhi oleh kepentingan sendiri

atau oleh kepentingan lain dalam membuat pertimbangan (Arens, et

all,2006:489). Indikator yang digunakan dalam pengukuran variabel ini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

adalah bebas dari benturan kepentingan, dan pengungkapan kondisi sesuai

fakta.

5. Persepsi Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja menurut Marianus (2009) dalam penelitian Sukriah

et all (2009) menyatakan bahwa pengalaman kerja dapat diukur dengan

rentan waktu yang telah digunakan terhadap suatu pekerjaan atau tugas. .

Indikator yang digunakan dalam pengukuran variabel persepsi pengalaman

kerja adalah persepsi seseorang dalam menilai lamanya bekerja sebagai

auditor, dan banyaknya tugas pemeriksaan.

6. Kualitas hasil audit

Kualitas hasil audit adalah kualitas kerja auditor yang ditunjukkan

dengan laporan hasil pemeriksaan yang dapat diandalkan berdasarkan

standar yang telah ditetapkan (Sukriah, et all, 2009:8). Indikator yang

digunakan untuk mengukur variabel kualitas audit adalah kesesuaian

pemeriksaan dengan standar audit, kualitas laporan hasil pemeriksaan,

keakuratan temuan audit, sikap skeptik, nilai rekomendasi, kejelasan

laporan, manfaat audit, dan tindak lanjut hasil audit.

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja pada

Inspektorat Kabupaten Manggarai sebagai pengawas intern pemerintah.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, jumlah populasi yakni sebanyak 36

orang. Pengambilan sampel (sampling method) terhadap responden dilakukan

dengan teknik total sampling atau sampling jenuh yaitu semua populasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

merupakan sampel dalam penelitian. Teknik total sampling atau sampling

jenuh digunakan karena populasi lebih kecil dari 100 sehingga populasi

hendaknya semua diambil sebagai sampel.

D. Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini, menggunakan jenis data sebagai berikut:

1. Data primer

Dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari

sumber primer. Sumber primer adalah sumber data yang langsung

memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2011:187). Data

primer yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari hasil pengisian

kuesioner.

2. Data sekunder

Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari

sumber sekunder. Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak

langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui

pihak lain atau melalui dokumen baik elektronik maupun cetak (Sugiyono,

2011:187). Data sekunder yang dibutuhkan berupa struktur organisasi

beserta uraian tugas, serta visi dan misi dari inspektorat Kabupaten

Manggarai.

E. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang tepat, dengan mempertimbangkan

penggunaannya berdasarkan jenis data dan sumbernya. Data yang obyektif

dan relevan dengan pokok permasalahan penelitian merupakan indikator

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24

keberhasilan suatu penelitian. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan

cara pengisian kuisioner dan wawancara untuk memperoleh data primer,

sesuai dengan tujuan penelitian. Peneliti menemui responden secara langsung,

tentunya sesuai dengan peraturan dan tidak mengganggu kelangsungan proses

kerja diperusahaan.

Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam pengumpulan data

adalah:

1. Kuesioner (Angket)

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis

kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011:192). Kuesioner

merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti sudah

mengetahui variabel yang akan diukur.

2. Studi pustaka

Metode pencarian informasi dari buku-buku yang relevan dan sumber

yang lain yang membahas masalah dalam penelitian ini.

3. Wawancara

Teknik pengumpulan data dengan wawancara merupakan teknik

pengumpulan data dengan cara menggunakan pertanyaan lisan kepada

subyek penelitian. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran dari

permasalahan yang biasanya terjadi karena sebab-sebab khusus yang tidak

dapat dijelaskan dengan kuesioner.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

F. Uji kualitas data

1. Uji validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya instrument

yang digunakan dalam suatu penelitian. Valid berarti instrumen tersebut

dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiono,

2011:168). Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui

kuesioner yang digunakan sudah tepat untuk mengukur apa yang ingin

diukur yaitu: pertama jika koefisien product moment melebihi 0,3. Kedua

jika koefisien korelasi product moment lebih dari (>) r-tabel (; n 2), n

merupakan jumlah sampel. Ketiga Sig. (Siregar, 2013:47).

2. Uji reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil

pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau

lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang

sama pula. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengukur

reliabilitas adalah dengan membandingkan nilai Cronbachs Alpha

variabel. Instrument penelitian dapat dikatakan reliabel jika nilai

Cronbachs Alpha variabel > 0,6, (Siregar, 2013:55).

G. Uji asumsi regresi

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi

linear berganda. Sebelum melakukan pengujian regresi, terdapat beberapa

asumsi yang harus dipenuhi agar data yang akan dimasukkan dalam model

regresi telah memenuhi ketentuan dan syarat dalam regresi. Uji asumsi regresi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

dalam penelitian ini terdiri dari uji normalitas, multikolinieritas, dan

heteroskedastisitas.

1. Uji normalitas

Alat uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model

regresi, nilai residu dari regresi mempunyai distribusi yang normal. Jika

distribusi dari nilai-nilai residual tersebut tidak dapat dianggap

berdistribusi normal, maka dikatakan ada masalah terhadap asumsi

normalitas. Pengujian ini secara praktis dilakukan lewat pembuatan grafik

normal probability plot. Model regresi memenuhi asumsi normalitas jika

data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal

(Santoso, 2014:192)

2. Uji multikolinieritas

Terjadi korelasi antar variabel bebas dalam regresi linear berganda

dengan nilai yang sangat tinggi atau sangat rendah. Nilai yang digunakan

untuk menguji multikolinieritas yaitu nilai variance inflation factor (VIF)

dengan ketentuan jika nilai VIF > 5 maka terjadi multikolinieritas dan nilai

tolerance > 0,1 (Sarwono, 2013:17).

3. Uji heteroskedastisitas

Jika penyebaran nilai varian pada semua variabel bebas tidak sama

maka hubungan tersebut dikatakan sebagai heteroskedastisitas. Menurut

Sarwono (2013:19) terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi jika

titik-titik dalam scatterplot membentuk pola-pola tertentu atau dekat nilai

nol (0) pada sumbu Y pada kurva yang dihasilkan dengan menggunakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

SPSS. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan

dibawah angka nol (0) pada sumbu Y maka tidak terjadi

heteroskedastisitas (Santoso, 2014:189).

D. Uji regresi

Regresi dalam pengertian modern yaitu sebagai kajian terhadap

ketergantungan satu variabel yaitu variabel tergantung terhadap satu atau lebih

variabel lainnya dengan tujuan membuat estimasi atau prediksi (Sarwono,

2013:1). Dalam penelitian ini untuk menganalisis data menggunakan analisis

regresi linier berganda yaitu melihat pengaruh kompetensi, independensi,

integritas, dan objektivitas terhadap kualitas hasil audit di pemerintah daerah,

persamaan matematis analisis regresi linier berganda dituliskan sebagai

berikut:

Keterangan:

Y = Kualitas audit

a = Konstanta

b = Koefisien regresi

X1= Kompetensi

X2= Independensi

X3= Integritas

X4= Objektivitas

X5= Persepsi Pengalaman Kerja

e = error

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

Analisis regresi linier berganda meliputi uji Koefisien Determinasi (R2)

bertujuan untuk melihat sumbangan efektif kompetensi, independensi,

integritas, objektivitas, dan persepsi pengalaman kerja dalam menjelaskan

kualitas audit.

H. Pengujian Hipotesis.

Dalam penelitian ini, untuk melakukan pengujian hipotesis menggunakan

(Siregar, 2013:304):

1. Uji t (Parsial)

Uji t atau uji parsial dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-

masing variabel independen secara individu terhadap variabel dependen.

Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh

masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dengan asumsi

variable bebas yang lain tidak berubah. Langkah-langkah pengujian yang

dilakukan adalah dengan pengujian dua arah, yaitu sebagai berikut:

a. Merumuskan hipotesis

Ho: tidak ada pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y

Ha: ada pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y

b. Kaidah pengujian:

1) ttabel t hitung ttabel maka Ho diterima

2) thitung > ttabel maka Ho ditolak

c. Berdasarkan probabilitas, Ha akan diterima jika nilai probabilitasnya

kurang dari 0,05 ().

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

29

d. Menentukan variabel independen mana yang mempunyai pengaruh

saling dominan terhadap variabel dependen. Hubungan ini dapat dilihat

dari koefisien regresinya.

2. Uji F (Simultan)

Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh variabel bebas secara

bersama-sama terhadap variabel tidak bebas. Tahapan uji F sebagai berikut

(Siregar, 2013:303):

a. Merumuskan hipotesis

Ho: tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel

independen terhadap variabel dependen secara simultan.

Ha: terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen

terhadap variabel dependen secara simultan.

b. Menentukan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0.05 ( = 0,05) atau 5%.

c. Kaidah pengujian:

1) Jika Fhitung Ftabel maka Ho diterima.

2) Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30

Bab IV

Gambaran Umum

A. Inspektorat Kabupaten Manggarai

Pengawasan intern pemerintah merupakan salah satu unsur manajemen

pemerintah yang penting dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang

baik, bersih, dan bertanggung jawab. Menurut Peraturan Bupati Manggarai

Nomor 11 tahun 2012, aparat pengawasan intern pemerintah yang selanjutnya

disebut APIP adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Inspektorat Kabupaten

Manggarai yang melaksanakan tugas pokok melakukan pengawasan terhadap

urusan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan Desa/Kelurahan dan

pelaksanaan urusan pemerintahan Desa/Kelurahan.

Menurut Peraturan Bupati Manggarai Nomor 20 tahun 2008, susunan

organisasi inspektorat terdiri dari:

a. Inspektur yaitu aparat pejabat struktural kepala inspektorat Kabupaten

Manggarai. Inspektur mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap

pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah, pelaksanaan dan urusan

pemerintahan desa/kelurahan.

b. Sekretariat inspektorat yang dipimpin oleh sekretaris yang mempunyai

tugas pokok melaksanakan pembinaan administrasi yang meliputi urusan

perencanaan, evaluasi, dan pelaporan, urusan umum dan kepegawaian,

serta urusan keuangan. Fungsi dari sekretariat inspektorat yaitu

penyusunan rencana, evaluasi, dan pelaporan. Fungsi lainnya adalah

pelaksanaan urusan umum, kepegawaian, keuangan dan tugas dinas

lainnya yang diberikan atasan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

31

1) Bagian Evaluasi dan Perencanaan mempunyai tugas mengumpulkan

bahan dan pedoman atau petunjuk, menyusun, serta mengolah data

teknis Renstra, Rencana Kerja Tahunan (RTK), Penetapan kerja

laporan bulanan dan lainnya. Tugas lain adalah mengumpulkan dan

menyusun bahan evaluasi program inspektorat, serta melaksanakan

tugas dinas lainnya yang diberikan atasan.

2) Bagian keuangan mempunyai tugas mengumpulkan bahan, petunjuk

teknis di bidang keuangan, melaksanakan kegiatan administrasi

keuangan dan pembuatan laporan, serta melaksanakan tugas dinas

lainnya yang diberikan atasan.

3) Bagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas mengumpulkan

bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis di bidang tata usaha,

surat menyurat dan kearsipan, menyusun dan mengolah data

inventarisasi barang milik negara atau daerah, mengolah urusan

kepegawaian, serta melaksanakan tugas lainnya yang diberikan atasan.

c. Inspektur pembantu wilayah yang kemudian disingkat Irban adalah aparat

pejabat struktural setingkat dibawah inspektur dalam struktur organisasi

inspektorat. Untuk inspektorat Kabupaten Manggarai terdiri dari Irban

Wilayah I, II, III,dan IV yang mempunyai tugas pokok membantu

inspektur dalam melaksanakan pengawasan terhadap urusan pemerintahan

daerah pada bidang pembangunan, bidang pemerintahan, dan

kemasyarakatan sesuai wilayah koordinasi masing-masing Irban.

Fungsi dari masing-masing irban yaitu sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

1) Seksi pengawas pemerintah bidang pembangunan mempunyai

tugas melakukan pemeriksaan, pengujian, dan penilaian serta

pengusutan terhadap perencanaan dan pelaksanaan proyek

pembangunan sesuai wilayah koordinasi.

2) Seksi pengawas pemerintah bidang pemerintahan mempunyai

tugas melakukan pemeriksaan, pengujian dan penilaian serta

pengusutan terhadap perencanaan dan penyelenggaraan

pemerintahan sesuai wilayah koordinasi.

3) Seksi pengawas pemerintah bidang kemasyarakatan mempunyai

tugas melakukan pemeriksaan, pengujian, dan penilaian serta

pengusutan terhadap perencanaan dan penyelenggaraan bidang

kemasyarakatan sesuai wilayah koordinasi.

d. Kelompok jabatan fungsional. Kelompok ini mempunyai tugas

melaksanakan sebagian tugas inspektorat sesuai keahlian dan kebutuhan.

Kelompok jabatan fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional

senior yang diangkat oleh bupati atas usulan inspektur. Jumlah dan jenis

jabatan fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja

yang diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang

berlaku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33

B. Visi , Misi, Tujuan, dan Sasaran Inspektorat Kabupaten Manggarai

1. Visi

Visi dari Inspektorat Kabupaten Manggarai adalah terwujudnya

pengawasan yang berkualitas guna mendorong terciptanya tata

pemerintahan daerah yang bersih dan bertanggung jawab di Kabupaten

Manggarai.

2. Misi

Untuk mewujudkan visi maka Inspektorat Kabupaten Manggarai

mempunyai misi sebagai berikut:

a. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan intern yang berkualitas

serta mendorong peningkatan efisiensi dan efektivitas atas

penyelenggaraan pemerintahan daerah guna mendukung tata kelolah

pemerintahan daerah yang baik bersih dan bertanggung jawab.

b. Mengembangkan kapasitas pejabat pengawas intern pemerintah

menuju sumber daya yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi

tinggi dalam pelaksanaan tugas kepengawasan.

c. Mengelolah dan menata sumber daya internal organisasi secara efisien

dan efektif.

3. Tujuan

Dengan mengacu kepada misi yang telah ditetapkan tersebut adalah:

a. Terwujudnya efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan

pemerintahan daerah sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

34

b. Terwujudnya aparat pengawas intern yang profesional.

c. Terwujudnya pelayanan dan pengelolaan administrasi perkantoran

yang memadai, bermutu, dan bertanggung jawab.

4. Sasaran

a. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang

baik, bersih dan bertanggung jawab.

b. Meningkatnya jumlah aparat pengawas pemerintah yang profesional.

c. Terwujudnya pelayanan dan pengelolaan administrasi perkantoran

yang memadai, bermutu, dan bertanggung jawab.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

35

Gambar II STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT

INSPEKTUR

SEKRETARIS

FUNGSIONAL

IRBAN Wilayah I

Kasubag Evaluasi

& Pelaporan

Kasubag

Keuangan

Kasubag Umum

& Kepegawaian

1. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Pembangunan

2. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Pemerintahan

3. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Kemasyarakatan

IRBAN Wilayah IV

1. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Pembangunan

2. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Pemerintahan

3. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Kemasyarakatan

IRBAN Wilayah II IRBAN Wilayah III

1. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Pembangunan

2. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Pemerintahan

3. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Kemasyarakatan

1. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Pembangunan

2. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Pemerintahan

3. Seksi Pengawas

Pemerintah Bidang

Kemasyarakatan

Sumber: Inspektorat Kabupaten Manggarai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

Bab V

Hasil Penelitian dan Pembahasan

A. Hasil Penelitian

1. Data penelitian

a) Gambaran umum responden

Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

primer yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang telah

diberikan kepada aparat pengawas intern pemerintah di kantor

Inspektorat Kabupaten Manggarai secara langsung pada tanggal 25

januari 2015. Jumlah karyawan yang bekerja di kantor Inspektorat

tersebut adalah 36 orang. Dari 36 orang tersebut seluruhnya

mengembalikan kuesioner yang diberikan. Persentasi pengembalian

kuesioner adalah 100%.

Data demografi responden dalam tabel 1 dibawah ini menyajikan

beberapa informasi umum mengenai kondisi responden dilapangan.

Tabel 1 berisi informasi yang disajikan antara lain jenis kelamin, umur,

pendidikan terakhir, dan masa kerja di kantor inspektorat.

Tabel 1. Demografi Responden

Keterangan Jumlah orang Persentase

Jenis Kelamin:

1. Laki-laki 23 63.9%

2. Perempuan 13 36.1%

Total 100%

Umur:

1. 20 tahun 0 0.0%

2. 21-30 tahun 0 0.0%

3. 31-40 tahun 12 33.3%

4. 41 tahun 24 66.7%

Total 100%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

Lanjutan Tabel 1. Demografi Responden

Keterangan Jumlah orang Persentase

Pendidikan terakhir:

1. SMA 6 16.7%

2. DIII 5 13.9%

3. S1 24 66.7%

4. S2 1 2.8%

Total 100%

Masa kerja

1. 5 tahun 15 41.7%

2. 6-10 tahun 9 25.0%

3. 11-20 tahun 9 25.0%

4. 21-30 tahun 2 5.6%

5. 31 tahun 1 2.8%

Total 100%

Sumber: data diolah

Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa responden dalam hal

ini karyawan yang bekerja di kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai

jumlah laki-laki lebih banyak yaitu 65.9% dibandingkan dengan

responden perempuan yang hanya 36.1%. Selanjutnya responden

dikelompokkan berdasarkan umur. Berdasarkan informasi yang

diperoleh mayoritas responden berumur lebih dari 40 tahun yaitu

sebanyak 66.7%, kemudian sisanya berada pada rentang umur 31-40

tahun yaitu sebanyak 33.3%.

Berdasarkan tingkat pendidikan diketahui bahwa mayoritas

responden adalah berpendidikan S1 (Strata 1) yaitu sebanyak 66.7%,

SMA sebanyak 16.7%, DIII (Diploma) sebanyak 13.9%, dan S2 (Strata

2) sebanyak 2.8%. Selanjutnya responden dikelompokkan berdasarkan

masa kerja di kantor inspektorat. Dari informasi yang diperoleh

diketahui bahwa masa kerja lebih dari 30 tahun sebanyak 2.8%, masa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

38

kerja 21-30 tahun sebanyak 5.6%, masa kerja 11-20 tahun dan 6-10

tahun masing-masing sebanyak 25%, dan mayoritas responden

mempunyai masa kerja kurang dari 6 tahun yaitu sebanyak 41.7%.

b) Uji kualitas data

1) Uji validitas

Uji ini dilakukan untuk mengetahui kuesioner yang digunakan

sudah tepat untuk mengukur apa yang ingin diukur. Berdasarkan

data uji validitas yang diperoleh adalah n = 36, =0,05. Nilai

r(0,05,36-2) dari tabel product moment = 0,339. Jika nilai r-hitung

kurang dari (0,339 Valid

2 0,451 >0,339 Valid

3 0,537 >0,339 Valid

4 0,658 >0,339 Valid

5 0,824 >0,339 Valid

6 0,684 >0,339 Valid

7 0,615 >0,339 Valid

8 0,576 >0,339 Valid

9 0,579 >0,339 Valid

Sumber: Data diolah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

39

Tabel 3 Rangkuman hasil uji validitas untuk variabel

independensi APIP

No

Butir

r-hitung Keterangan Hasil

1 0,578 >0,339 Valid

2 0,693 >0,339 Valid

3 0,720 >0,339 Valid

4 0,679 >0,339 Valid

5 0,687 >0,339 Valid

6 0,546 >0,339 Valid

7 0,653 >0,339 Valid

8 0,403 >0,339 Valid

9 0,155 0,339 Valid

4 0,708 >0,339 Valid

5 0,615 >0,339 Valid

6 0,828 >0,339 Valid

7 0,688 >0,339 Valid

8 0,825 >0,339 Valid

9 0,759 >0,339 Valid

10 0,497 >0,339 Valid

11 0,804 >0,339 Valid

12 0,803 >0,339 Valid

13 0,670 >0,339 Valid

14 0,442 >0,339 Valid

Sumber: Data diolah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

40

Tabel 5 Rangkuman hasil uji validitas untuk variabel

objektivitas APIP

No

Butir

r-hitung Keterangan Hasil

1 0,179 0,339 Valid

5 0,552 >0,339 Valid

6 0,786 >0,339 Valid

7 0,647 >0,339 Valid

8 0,447 >0,339 Valid

Sumber: Data diolah

Tabel 6 Rangkuman hasil uji validitas untuk variabel persepsi

pengalaman kerja APIP

No

Butir

r-hitung Keterangan Hasil

1 0,618 >0,339 Valid

2 0,669 >0,339 Valid

3 0,692 >0,339 Valid

4 0,727 >0,339 Valid

5 -0,059 0,339 Valid

Sumber: Data diolah

Tabel 7 Rangkuman hasil uji validitas untuk variabel kualitas

hasil audit APIP

No

Butir

r-hitung Keterangan Hasil

1 0,347 >0,339 Valid

2 0,646 >0,339 Valid

3 0,611 >0,339 Valid

4 0,824 >0,339 Valid

5 0,672 >0,339 Valid

6 0,540 >0,339 Valid

7 0,676 >0,339 Valid

8 0,806 >0,339 Valid

9 0,713 >0,339 Valid

10 0,424 >0,339 Valid

11 0,387 >0,339 Valid

12 0,074

41

Lanjutan Tabel 7 Rangkuman hasil uji validitas untuk variabel

kualitas hasil audit APIP

No

Butir

r-hitung Keterangan Hasil

14 0,679 >0,339 Valid

15 0,630 >0,339 Valid

16 0,499 >0,339 Valid

17 0,592 >0,339 Valid

18 0,615 >0,339 Valid

Sumber: Data diolah

Dari hasil uji validitas di atas, item pertanyaan yang tidak valid

dihilangkan, dan pengujian selanjutnya hanya menggunakan item

pertanyaan yang valid.

2) Uji reliabilitas

Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini berguna untuk

mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten. Dari

hasil uji validitas butir-butir pertanyaan yang valid kemudian

dianalisis reliabilitasnya. Hasil perhitungan uji reliabilitas

menunjukkan bahwa nilai cronbach alpha untuk masing-masing

variabel adalah lebih besar (>) dari 0,60. Oleh karena itu dapat

disimpulkan bahwa instrumen penelitian ini adalah reliabel. Hasil

uji reliabilitas secara rinci ditampilkan dalam tabel 8 berikut ini:

Tabel 8 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbachs Alpha N of items Hasil

Kompetensi APIP 0,742 10 Reliabel

Independensi APIP 0,755 11 Reliabel

Integritas APIP 0,755 15 Reliabel

Objektivitas APIP 0,780 7 Reliabel

Persepsi pengalaman kerja APIP 0,764 7 Reliabel

Kualitas hasil audit 0,750 17 Reliabel

Sumber: Data diolah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

c) Uji Asumsi Regresi

1) Uji normalitas

Alat uji ini berguna untuk mengetahui nilai residu dari regresi

mempunyai distribusi yang normal. Syarat untuk memenuhi asumsi

normalitas adalah bahwa jika data menyebar disekitar garis

diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Berdasarkan hasil uji

normalitas menggunakan program SPSS versi 21 dalam gambar III

menunjukkan titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta

penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Oleh karena itu

model regresi layak dipakai.

Gambar III. Uji Normalitas

Sumber: Data diolah

2) Uji multikolinieritas

Model regresi yang baik adalah model yang bebas dari gejala

multikolinieritas yaitu adanya korelasi antar varibel bebas dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

43

nilai yang sangat tinggi atau sangat rendah. Jika nilai VIF > 5 maka

terjadi multikolinieritas dan nilai tolerance > 0,1 (Sarwono,

2013:17). Berdasarkan hasil uji multikolinieritas dengan

menggunakan program SPSS versi 21, nilai VIF (Variance

Inflation Factor) untuk kelima variabel independen kurang dari 5

(VIF 0,1. Dengan demikian dapat

disimpulkan pada model regresi tersebut tidak terdapat

multikolinieritas. Hasil uji multikolinieritas secara rinci

ditampilkan dalam tabel 9 berikut ini:

Tabel 9. Hasil Uji multikolinieritas:

Variabel Collinearity Statistics Keputusan

VIF Tolerance

Kompetensi APIP 1,585 0,631 Tidak ada multikolinieritas

Independensi APIP 1,539 0,650 Tidak ada multikolinieritas

Integritas APIP 2,024 0,494 Tidak ada multikolinieritas

Objektivitas APIP 1,789 0,559 Tidak ada multikolinieritas

Persepsi pengalaman

Kerja APIP

1,206 0,830 Tidak ada multikolinieritas

Sumber: Data diolah

3) Uji heteroskedastisitas

Saat batas kesalahan mempunyai varian yang semakin besar

maka data disebut heteroskedastisitas. Terjadi heteroskedastisitas

bila titik-titik dalam scatterplot membentuk pola tertentu atau atau

dekat nilai 0 pada sumbu Y, atau dengan kata lain tidak terjadi pola

yang jelas serta titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada

sumbu Y.

Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan SPSS versi 21,

pada gambar IV terlihat bahwa titik-titik dalam scatterplot tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

44

membentuk pola-pola tertentu dan tersebar baik diatas maupun

dibawah angka 0 pada sumbu Y. Maka kesimpulannya adalah tidak

terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

Gambar IV. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber: Data diolah

d) Uji regresi

Berdasarkan hasil uji regresi menggunakan program SPSS 21,

dihasilkan sebagai berikut:

Konstanta sebesar 19,179 menyatakan bahwa jika tidak ada

kompetensi APIP, independensi APIP, integritas APIP, objektivitas

APIP ataupun persepsi pengalaman kerja APIP, kualitas hasil audit

APIP adalah sebesar 19,179.

Berdasarkan hasil uji determinasi diketahui bahwa nilai R square

adalah sebesar 0,712. Angka R square disebut juga sebagai koefisien

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

45

determinasi. Besarnya angka koefisien determinasi 0,712 atau sama

dengan 71,2%. Angka tersebut berarti bahwa sebesar 71,2% kualitas

hasil audit APIP yang terjadi dapat dijelaskan dengan menggunakan

variabel kompetensi APIP, independensi APIP, integritas APIP,

objektivitas APIP, dan persepsi pengalaman kerja APIP. Sedang

sisanya yaitu 28,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian

ini.

Nilai standard error of the estimate (SEE) adalah 2,370. Nilai ini

akan digunakan untuk menilai kelayakan variabel dependen dalam

kaitannya dengan variabel independen. Ketentuannya adalah jika nilai

SEE lebih kecil dari nilai standard deviasi maka variabel independen

yang digunakan untuk memprediksi variabel dependen sudah layak.

Berdasarkan hasil pengujian nilai SEE lebih kecil (

46

b. Degree of Freedom (DF) = jumlah data 2 = 36 2 = 34.

Dengan ketentuan tersebut didapatkan nilai t dari tabel sebesar

2,032

c. Hasil uji t untuk masing-masing variabel dapat dilihat dalam

tabel 10 berikut ini:

Tabel 10. Uji t (Parsial)

Variabel t-hitung t-tabel Sig

Kompetensi APIP 0,446 2,032 0,659

Independensi APIP 2,461 2,032 0,020

Integritas APIP 1,475 2,032 0,151

Objektivitas APIP 3,691 2,032 0,001

Persepsi pengalaman

kerja APIP

-1,508 -2,032 0,142

Sumber: Data diolah

d. Berdasarkan tabel 10 selanjutnya dilakukan analisis

berdasarkan kaidah pengujian untuk masing masing variabel

1. Nilai t-hitung untuk variabel kompetensi APIP sebesar

0,446. Nilai ini berarti t-hitung lebih kecil dari t-tabel

(0,446 < 2,032), ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak.

Dengan kata lain tidak ada pengaruh antara variabel

kompetensi APIP terhadap variabel kualitas hasil audit

APIP.

2. Nilai t-hitung untuk variabel independensi APIP sebesar

2,461. Nilai ini berarti t-hitung lebih besar dari t-tabel

(2,461 > 2,032), artinya Ho ditolak dan Ha diterima.

Dengan kata lain ada pengaruh antara variabel independensi

APIP terhadap variabel kualitas hasil audit APIP.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

3. Nilai t-hitung untuk variabel integritas APIP sebesar 1,476.

Nilai ini berarti t-hitung lebih kecil dari t-tabel (1,467 <

2,032), artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan kata

lain tidak ada pengaruh antara varibel integritas APIP

terhadap variabel kualitas hasil audit APIP.

4. Nilai t-hitung variabel objektivitas APIP sebesar 3,691.

Nilai ini berarti t-hitung lebih besar dari t-tabel (3,691 >

2,032), artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan kata

lain ada pengaruh antara variabel objektivitas APIP

terhadap variabel kualitas hasil audit APIP.

5. Nilai t-hitung variabel persepsi pengalaman kerja APIP

sebesar -1,508. Nilai ini berarti t-hitung lebih besar dari -t-

tabel (-1,508 > -2,032), artinya Ho diterima dan Ha ditolak.

Dengan kata lain tidak ada pengaruh antara variabel

persepsi pengalaman kerja APIP terhadap variabel kualitas

hasil audit APIP.

Dengan demikian dilihat dari nilai t-tabel dan t-hitung

variabel independen yang mempunyai pengaruh terhadap

variabel dependen adalah variabel independensi APIP, dan

objektivitas APIP. Selain itu variabel independen yang tidak

mempengaruhi variabel dependen adalah variabel kompetensi

APIP, integritas APIP, dan persepsi pengalaman kerja APIP.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

e. Selanjutnya berdasarkan probabilitas Ha atau ada pengaruh

antara variabel X terhadap variabel Y bila kurang dari 0,05 ().

Berdasarkan hasil pengujian terdapat dua variabel independen

yang signifikan yaitu variabel independensi APIP, dan variabel

objektivitas APIP. Maka yang berpengaruh terhadap kualitas

hasil audit APIP adalah variabel independensi APIP, dan

objektivitas APIP.

2) Uji F (Simultan)

Berdasarkan hasil pengujian nilai F-hitung sebesar 14,823 dan

angka probabilitas sebesar 0,000. Sedangkan nilai F-tabel yaitu

2,5026. Angka ini menunjukkan F-hitung lebih besar (>) dari F-

tabel. Dengan demikian kompetensi, independensi, integritas,

objektivitas, dan persepsi pengalaman kerja APIP berpengaruh

terhadap kualitas hasil audit secara simultan.

Berdasarkan pengujian diatas maka Ho ditolak dan Ha

diterima. Dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan

secara simultan antara variabel independen terhadap variabel

dependen.

B. Pembahasan

Penelitian ini menguji pengaruh kompetensi, independensi, integritas,

objektivitas, dan persepsi pengalaman kerja terhadap kualitas hasil audit dari

aparat pengawas intern pemerintah di kantor inspektorat kabupaten

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

Manggarai. Secara keseluruhan hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada

tabel 11 berikut ini:

Tabel 11. Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis

Kode Hipotesis Hasil

H1 Kompetensi APIP berpengaruh signifikan terhadap

kualitas hasil audit

Tidak ada

pengaruh

H2 Independensi APIP berpengaruh signifikan terhadap

kualitas hasil audit.

Ada

pengaruh

H3 Integritas APIP berpengaruh signifikan terhadap kualitas

hasil audit.

Tidak ada

pengaruh

H4 Objektivitas APIP berpengaruh signifikan terhadap

kualitas hasil audit.

Ada

pengaruh

H5 Persepsi atas pengalaman kerja APIP berpengaruh

signifikan terhadap kualitas hasil audit.

Tidak ada

pengaruh

Sumber: Data diolah

1. Pengaruh kompetensi APIP terhadap kualitas hasil audit APIP

Berdasarkan hasil pengujian, kompetensi APIP tidak berpengaruh

signifikan terhadap kualitas hasil audit di pemerintah daerah. Hal ini bisa

dilihat dari nilai t-hitung untuk variabel kompetensi APIP sebesar 0,446.

Nilai ini berarti t-hitung lebih kecil dari t-tabel (0,446 < 2,032), ini berarti

Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti kompetensi seorang aparat

pengawas intern pemerintah itu meningkat atau pun tidak tetap tidak

mempengaruhi kualitas hasil auditnya. Hasil penelitian ini tidak sesuai

dengan hipotesis yang telah dibuat karena karyawan yang bekerja di

inspektorat kabupaten Manggarai merupakan karyawan yang menjadi

pegawai negeri sipil (PNS) melalui tes calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Mereka belum memiliki keterampilan dan keahlian dalam melakukan

pemeriksaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan

oleh Muh Taufiq Effendy (2010), dan Ayuningtyas (2012), yang

menyatakan bahwa kompetensi seorang auditor intern pemerintah

berpengaruh terhadap kualitas hasil audit. Hasil penelitian ini berbeda,

karena penelitian sebelumnya dilakukan pada inspektorat di tingkat

provinsi. Ayuningtyas melakukan penelitian pada inspektorat di Provinsi

Jawa Tengah yang terdiri dari lima (5) kota/kabupaten, Muh Taufiq

Effendy melakukan penelitian di Provinsi Gorontalo. Sedangkan penelitian

ini dilakukan pada inspektorat tingkat kabupaten, yaitu Kabupaten

Manggarai.

2. Pengaruh independensi APIP terhadap kualitas hasil audit APIP

Berdasarkan hasil pengujian, independensi APIP berpengaruh

signifikan terhadap kualitas hasil audit. Hal ini bisa dilihat dari nilai t-

hitung untuk variabel independensi APIP sebesar 2,461. Nilai ini berarti t-

hitung lebih besar dari t-tabel (2,461 > 2,032), artinya Ho ditolak dan Ha

diterima.

Hal ini juga berarti bahwa semakin tinggi independensi seorang aparat

pengawas intern pemerintah maka semakin tinggi pula kualitas hasil

auditnya. Jadi aparat pengawas intern pemerintah yang memiliki kejujuran

dalam dirinya dan tidak memihak dalam merumuskan dan menyatakan

pendapatnya yang dapat menguntungkan salah satu pihak dapat

mempengaruhi kualitas hasil auditnya. Aparat pengawas intern pemerintah

yang bekerja di inspektorat kabupaten Manggarai memiliki kejujuran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

51

dalam dirinya, dan tidak memihak dalam menyatakan pendapatnya, hal ini

terbukti pada saat melakukan pemeriksaan dan ada temuan, dimana

temuan itu dapat merugikan negara atau daerah, temuan tersebut akan

segera diangkat sebagai hasil, kemudian ditindaklanjuti. Hasil ini

mendukung penelitian dari Gede Arya Prattama (2014), yang menyatakan

independensi staf pemeriksa inspektorat berpengaruh signifikan terhadap

kualitas hasil audit mereka.

3. Pengaruh integritas APIP terhadap kualitas hasil audit APIP

Berdasarkan hasil pengujian, integritas APIP tidak berpengaruh

signifikan terhadap kualitas hasil audi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t-

hitung untuk variabel integritas sebesar 1,475. Nilai ini berarti t-hitung

lebih kecil dari t-tabel (1,475 < 2,032), ini berarti Ho diterima dan Ha

ditolak. Hal ini juga berarti integritas seorang aparat pengawas intern

pemerintah itu meningkat ataupun tidak tetap tidak mempengaruhi kualitas

hasil auditnya.

Berdasarkan jawaban dari responden atas beberapa pernyataan-

pernyataan sensitif yang dapat menimbulkan ketidaksignifikan hasil. Hal

ini dapat dilihat dari jawaban responden pada lampiran yang memberikan

pendapat netral untuk pertanyaan nomor 9 sebanyak 5 orang dan

pertanyaan nomor 10 sebanyak 4 orang. Berarti sebesar 13,9% dan 11,1%

yang masih netral untuk menjawab pernyataan nomor 9 dan 10. Sehingga

dapat disimpulkan bahwa ketidaksignifikan hasil pernyataan nomor 9 dan

10 disebabkan aparat pen