of 126/126
i PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN JASA PERBANKAN SYARIAH DENGAN MINAT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pada BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Disusun Oleh : Amalia NIM 21314259 PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA 2018

PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI TERHADAP …e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/4751/1/AMALIA 21314259.pdf · dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 25. Analisis ini meliputi

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI TERHADAP …e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/4751/1/AMALIA...

  • i

    PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI TERHADAP

    KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN JASA

    PERBANKAN SYARIAH DENGAN MINAT SEBAGAI

    VARIABEL INTERVENING

    (Studi Kasus Pada BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali)

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna

    Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

    Disusun Oleh :

    Amalia

    NIM 21314259

    PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

    2018

  • i

  • ii

    PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI TERHADAP

    KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN JASA

    PERBANKAN SYARIAH DENGAN MINAT SEBAGAI

    VARIABEL INTERVENING

    (Studi Kasus Pada BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali)

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna

    Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

    Disusun Oleh :

    Amalia

    NIM 21314259

    PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

    2018

  • iii

  • iv

  • v

  • vi

    MOTTO DAN PERSEMBAHAN

    MOTTO

    Stay Positive.

    PERSEMBAHAN

    Untuk orang tua saya, Ibu Taslimah,

    Kakak saya Riski Lutfiyanto dan Suci Fitriani

    Yang tiada hentinya menyuguhkan doa dalam setiap langkahku.

    .

  • vii

    KATA PENGANTAR

    Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Segala puji dan syukur senantiasa penulis haturkan kepada Allah SWT atas segala

    limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat diberikan kemudahan

    dalam menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada

    junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafaat

    nya di yaumil qiyamah Amin Allahuma Amin.

    Skripsi ini penulis susun dalam rangka memenuhi tugas dan melengkapi

    syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi. Adapun judul skripsi ini adalah

    Pengaruh Persepsi Dan Motivasi Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan

    Jasa Perbankan Syariah Dengan Minat Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus

    Pada BBRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali). Penulisan skripsi ini dapat

    selesai tidak terlepas dari berbagai pihak yang telah memberikan dukungan moril

    maupun materiil. Dengan penuh kerendahan hati, penulis mengucapkan

    terimakasih kepada:

    1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi M.Pd selaku Rektor Institut Agama Islam

    Negeri (IAIN) Salatiga.

    2. Bapak Dr. Anton Bawono, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan

    Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga.

    3. Ibu Fetria Eka Yudiana, M.Si. selaku Ketua Jurusan S1 Perbankan

    Syariah.

    4. Bapak H. Abdul Aziz NP, S.Ag. M.M selaku dosen pembimbing yang

    telah memberikan bimbingan dan pengarahan dengan penuh keikhlasan

  • viii

    dan sabar mencurahkan pikiran dan tenaganya serta pengorbanan

    waktunya dalam membimbing proses penyelesaian penulisan skripsi.

    5. Segenap Bapak/Ibu Dosen Jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas

    Ekonomi dan Bisnis Islam yang memberikan bekal berbagai teori, ilmu

    penegtahuan dan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi penulis.

    6. Orang tuaku tercinta, Ibu Taslimah yang telah mencurahkan doa,

    pengorbanan, dan semangat sehingga putramu berhasil menyelesaikan

    studi S1 Perbankan Syariah.

    7. Sahabat saya, Lena tri utami, Farhan Yoga, Hilda Dewi, Siti Muzazanah,

    Rizka Nur Azizah, Suci Mutiara, Eva Rahmawati, Enjang Mya, Binti

    Fatonatuz Zahro, Yana Ristianingsih, Siti Nur Halimah, Rima Cahya,

    Rani Amalia, Karin, Fitra Ramadhanti, Fiqi Nabila, Ananda Sikha,

    Aslamiya Kumala Putri, Sania Laila Rahma, Tika yuliani, Ina Anida.

    8. Semua pihak yang ikut memberikan dukungan dan doa dalam proses studi

    dan skripsi ini

    Penulis menyadari dan mengakui bahwa penulisan skripsi ini jauh

    dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran penulis harapkan.

    Akhirnya hanya kepada Allah SWT pemulis serahkan segalanya dan

    semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang membaca dan

    mempelajarinya. Aamiin.

    Salatiga, 1 Oktober 2018

    Penulis

  • ix

    ABSTRAK

    Kusumawati, Hilda Dewi. 2018. Pengaruh Kualitas Layanan dan Citra

    Perusahaan Terhadap Loyalitas Nasabah Dengan Kepuasan Nasabah

    Sebagai Variabel Intervening. Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

    Islam Program Studi S1-Perbankan Syariah IAIN Salatiga. Pembimbing

    H. Abdul Aziz N.P., S.Ag, M.M.

    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan dan

    citra perusahaan terhadap loyalitas nasabah melalui kepuasan nasabah

    Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan

    kepada nasabah BPRS Suriyah Cabang Semarang. Sampel yang diambil sebanyak

    97 responden dengan teknik purposive sampling dengan kriteria nasabah yang

    sudah bekerja sama lebih dari 3 tahun. Data yang diperoleh kemudian diolah

    dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 25. Analisis ini meliputi uji

    reliabilitas, uji validitas, uji statistik melalui uji Ttest, Ftest serta koefisien

    determinan (R2), uji asumsi klasik, serta uji path analysis serta sobel test. Hasil

    uji Ttest menunjukkan bahwa Kualitas layanan berpengaruh terhadap kepuasan

    nasabah BPRS Suriyah cabang Semarang. Citra perusahaan berpengaruh terhadap

    kepuasan nasabah BPRS Suriyah cabang Semarang. Kualitas layanan

    berpengaruh terhadap loyalitas nasabah BPRS Suriyah cabang Semarang. Citra

    perusahaan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah BPRS Suriyah cabang

    Semarang. Kepuasan nasabah berpengaruh terhadap loyalitas nasabah BPRS

    Suriyah cabang Semarang. Kepuasan nasabah tidak dapat memediasi antara

    kualitas layanan dan loyalitas nasabah. Kepuasan nasabah tidak dapat memdiasi

    antara citra perusahaan dan loyalitas nasabah. Secara simultan ketiga variabel

    berpengaruh signifikan terhadap loyalitas nasabah dengan pengaruh sebesar 67%

    sisanya 33% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model ini.

    Kata Kunci: Kualitas Layanan, Citra Perusahaan, Kepuasan Nasabah, Loyalitas

    Nasabah BPRS Suriyah Cabang Sema

  • xiii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1.1 Research Gap .................................................................................... 4

    Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ......................................................................... 11

    Tabel 4.1 Usia Responden................................................................................. 61

    Tabel 4.2 Pendidikan Terakhir Responden ....................................................... 62

    Tabel 4.3 Jenis Pekerjaan Responden ............................................................... 62

    Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas ............................................................................. 63

    Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas ......................................................................... 64

    Tbael 4.6 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) ............................................... 65

    Tabel 4.7 Hasil Uji F ......................................................................................... 66

    Tabel 4.8 Hasil Uji Statistik t Regresi Pertama ................................................ 68

    Tabel 4.9 Hasil Uji Statistik t Regresi Kedua ................................................... 70

    Tabel 4.10 Hasil Uji Multikolonieritas ............................................................. 71

    Tabel 4.11 Hasil Uji Heteroskedastisitas .......................................................... 72

    Tabel 4.12 Hasil Uji Normalitas ....................................................................... 73

    Tabel 4.13 Analisis Regresi Pertama ................................................................ 74

    Tabel 4.14 Analisis Regresi Pertama ................................................................ 75

    Tabel 4.15 Analisis Regresi Kedua ................................................................... 79

    Tabel 4.16 Analisis Regresi Kedua ................................................................... 80

    Tabel 4.17 Bahan Untuk Uji Sobel ................................................................... 83

    Tabel 4.18 Hipotesis.......................................................................................... 90

  • xiv

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ...................................................................... 35

    Gambar 4.1 Diagram Jalur 1 ............................................................................. 76

    Gambar 4.2 Diagram Jalur 2 ............................................................................. 78

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Perkembangan ekonomi di Indonesia terutama di dunia perbankan

    tidak lagi di dominisi oleh Bank Konvensional Lembaga Keuangan

    khususnya perbankan mengalami banyak peningkatan yang begitu pesat.

    Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, sudah selayaknya

    Indonesia menjadi pelopor dan kiblat pengembangan keuangan syariah di

    dunia. Bank syariah adalah bank umum yang melaksanakan usaha

    berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa

    dslam lalu lintas pembayaran. Secara umum fungsi dari bank syariah tidak

    berbeda jauh dengan bank konvensionel yaitu sebagai lembaga

    intermediasi yang bertugas mengumpulkan dana (funding) dari masyarkat

    dan menyalurkan kembali (lending) dana tersebut kepada masyarakat

    sesuai dengan kebutuhan. Perbedaan antara bank konvensional dengan

    bank syariah terletak pada keuntungan dari pengambilan bunga sedangkan

    bank syariah mendapat keuntungan dari imbalan berupa bagi hasil (profit

    sharing) yang ditentukan oleh kesepakatan antara dua pihak (Yunita

    2018:1)

    Dukungan terhadap perbankan syariah diperlihatkan dengan

    adanya dual banking system yaitu bank umum konvensional diperbolehkan

    untuk membuka unit usaha syariah. Oleh karena itu perbankan syariah

    mengalami perkembangan yang pesat. Seharusnya perbankan syariah yang

  • 2

    berlandaskan konsep syariah sangat diminati oleh masyarakat Indonesia

    yang mayoritasnya beragama Islam. Namun sangat disayangkan bahwa

    pemahaman dan sosialisasi menegenai produk dan jasa perbankan syariah

    di Indonesia sangat minim.

    Tujuan dari dibentuknya bank syariah adalah menwarkan jasa

    perbankan yang sesuai dengan syariat Islam dalam Al-Quran dan Hadits

    yang melarang adanya pengambilan bunga (riba). Dengan adanya sistem

    bagu hasil maka diharapkan bahwa hal tersebut tidak akan memberatkan

    salah satu pihak karena pengambilan bagi hasil berdasarkan kesepakatan

    antara dua pihak. Meski terlihat jelas bahwa bank syariah membawa lebih

    bnyak keuntungan bagi nasabah, namun tak sedikit pula masyarakat yang

    masih memiliki persepsi bahwa tidak ada perbedaan yangs ignifikn antara

    bank konvensional dengan bank syariah, hanya keuduanya menggunakan

    istilah yang berbeda. Persepsi itu muncul karena kurangnya pemahaman

    masyarakat terhadap kegiatan jasa keuangan.

    Dalam kontek yang lebih spesifik, perilaku masyarakat (nasabah)

    yang berkaitan dengan minat menggunakan produk, sesungguhnya akan

    sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh persepsi mereka tentang apa dan

    bagaimana bank syariah itu. Bila ini diurai maka fenomena munculnya

    bank-bank dengan label syariah akan sangat mudah diungkapkan dalam

    perspektif keberagamaan masyarakat. Untuk itu, penelitian ini membahas

    lebih lanjut lewat meta analisis pada variabel persepsi tentang bank

    syariah dan motivasi yang diprediksikan mempengaruhi minat

  • 3

    menggunakan produk bank syariah yang pada akhirnya nasabah akan

    memutuskan untuk menjadi nasabah bank syariah.

    Selain faktor persepsi dan minat nasabah, motivasi merupakan

    faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam

    mengambil keputusan. Wahyuni (2010:3) mengartikan motivasi sebagai

    daya penggerak bagi individu yang mendorong mereka kearah tindakan

    tertentu. Daya penggerak ini timbul dari suatu kebutuhan yang tidak

    terpenuhi. Motivasi merupakan proses timbulnya dorongan sehingga

    konsumen tergerak untuk membeli suatu produk (Suryani, 2008: 27).

    Alasan yang memotivasi untuk membeli disebut motif, motif ini muncul

    saat kebutuhan mencapai tingkat tertentu.

    Pada penelitian sebelumnya ditemukan inkonsistensi hasil pada

    beberapa variabel diantaranya, pertama variabel motivasi, pada penelitian

    Rico (2013) bahwa motivasi merupakan faktor yang paling dominan yang

    mempengaruhi keputusan menurut Dewi (2008) menyimpulkan bahwa

    motivasi berpengaruh positif terhadap keputusan. Penelitian yang

    dilakukan oleh Rico (2013) menyimpulkan bahwa persepsi secara parsial

    berpengaruh signifikan terhadap keputusan sedangkan menurut Machrani

    (2015) persepsi tidak berpengaruh terhadap signifikan terhadap keputusan.

    Penelitian yang dilakukan oleh Greg (2014) bahwa Variabel

    persepsi dan motivasi berpengaruh positif terhadap minat yang memiliki

    pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Sedangkan menurut

    Anita (2014) menyimpulkan Persepsi tentang bunga bank dan sistem bagi

  • 4

    hasil berpengaruh positif terhadap minat sedangkan persepsi tentang

    produk bank tidak berpengaruh terhadap minat.

    Berdasarkan penelitian setyo (2007) terdapat keterkaitan antara

    variabel persepsi, minat dan keputusan kerena dalam penelitian disebutkan

    kategorisasi variabel persepsi terhadap minat dan persepsi terhadap

    keputusan sama-sama memiliki presentase kumulatif yang cukup besar dan

    hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa variabel minat memiliki

    pengaruh yang signifikan terhadap keputusan.

    Tabel 1. 1

    No Peneliti/ Tahun Variabel Hasil

    Independen Dependen

    Pengaruh Persepsi Terhadap Keputusan Nasabah

    1 Rico (2013) Perespsi Keputusan +

    2 Merna (2014) Persepsi Keputusan +

    3 Machrani (2015) Persepsi Keputusan -

    4 Mia (2018) Persepsi Keputusan -

    5 Hizkia (2013) Persepsi Keputusan +

    Pengaruh Motivasi Terhadap Keputusan Nasabah

    1 Rully (2012) Motivasi Keputusan +

    2 Marchel (2013) Motivasi Keputusan +

    3 Anggita (2015) motivasi Keputusan -

    4 Dewi (2008) Motivasi Keputusan +

    Pengaruh Minat Terhadap Keputusan nasabah

    1 Putra (2014) Minat Keputusan +

    2 Riska (2013) Minat Keputusan +

    3 Setyo (2007) Minat Keputusan +

    4 Eva (2007) Minat Keputusan +

  • 5

    Pengaruh Persepsi Terhadap minat

    1 Greg (2014) Persepsi Minat +

    2 Anita (2014) Persepsi Minat -

    3 Ahmad (2014) Persepsi Minat -

    4 Arifianto (2014) Persepsi Minat +

    Pengaruh Motivasi Terhadap Minat

    1 Evanti (2016) Motivasi Minat +

    2 Minan (2015) Motivasi minat -

    Berdasarkan permasalahan dan perbedaan hasil penelitian yang

    sudah dilakuakn sebelumnya, maka peneliti menggunakan nasabah BPRS

    Sukowati Sragen Cabang Boyolali.

    Peneliti memilih BPRS sebagai objek penelitian dikarenakan

    BPRS mengalami perkembanagn yang cukup signifikan. Pemilihan BPRS

    Sukowati Sragen Cabang Boyolali sebagai objek penelitian dikarenakan

    bank tersebut memiliki lokasi yang strategis dan merupakan kantor cabang

    satu-satunya di boyolali sehingga memiliki nasabah yang cukup banyak.

    Melihat kondisi tersebut maka penelitian ini akan mengarah pada

    usaha penemuan fakta menegenai seberapa besar pengaruh persepi dan

    motivasi terhadap keputusan nasabah menggunakan jasa perbankan

    syariah dan bagaimana minat memediasi persepsi dan motivasi terhadap

    keputusan nasabah menggunakan jasa perbankan syariah.

    Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan

    penelitaian dengan judul Pengaruh Persepsi dan Motivasi Terhadap

    Keputusan Nasabah Dalam Menggunakan Jasa Perbankan Syariah

  • 6

    Dengan Minat Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada BPRS

    Sukowati Sragen Cabang Boyolali

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan dalam penelitian ini

    adalah

    Rumusan Masalah

    1. Apakah perspsi berpengaruh terhadap keputusan nasabah

    menggunakan jasa perbankan syariah pada BPRS Sukowati Sragen

    Cabang Boyolali?

    2. Apakah motivasi berpengaruh terhadap keputusan nasabah

    menggunakan jasa perbankan syariah pada BPRS Sukowati Sragen

    Cabang Boyolali?

    3. Apakah minat berpengaruh terhadap keputusan nasbah menggunakan

    jasa perbankan syariah pada BPRS Sukowati Sragen Cabang

    Boyolali?

    4. Apakah persepsi berpengaruh terhadap minat pada BPRS Sukowati

    Sragen Cabang Boyolali?

    5. Apakah motivasi berpengaruh terhadap minat pada BPRS Sukowati

    Sragen Cabang Boyolali?

    6. Apakah minat dapat memediasi pengaruh persepsi terhadap keputusan

    nasabahmenggunakan jasa perbankan syariah pada BPRS Sukowati

    Sragen Cabang Boyolali?

  • 7

    7. Apakah minat dapat memediasi pengaruh motivasi terhadap keputusan

    nasabah menggunakan jasa perbankan syariah pada BPRS Sukowati

    Sragen Cabang Boyolali?

    C. Tujuan Penelitian

    Berdasarkan perusmusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini

    adalah sebagai berikut:

    Tujuan Penelitian

    1. Untuk mengetahui pengaruh persepsi terhadap keputusan nasabah

    menggunakan jasa perbankan syariah pada BPRS Sukowati Sragen

    Cabang Boyolali.

    2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap keputusan nasabah

    menggunakan jasa perbankan syariah pada BPRS Sukowati Sragen

    Cabang Boyolali.

    3. Untuk mengetahui pengaruh minat terhadap keputusan nasabah

    menggunakan jasa perbankan syariah pada BPRS Sukowati Sragen

    Cabang Boyolali.

    4. Untuk mengetahui pengaruh persepsi terhadap minat pada BPRS

    Sukowati Sragen Cabang Boyolali.

    5. Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap minat pada BPRS

    Sukowati Sragen Cabang Boyolali.

  • 8

    6. Untuk mengetahui minat dalam memediasi pengaruh persepsi

    terhadap keputusan nasabah menggunakan jasa perbankan syariah

    pada BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali.

    7. Untuk mengetahui minat dalam memediasi pengaruh motivasi terhadap

    keputusan nasabah menggunakan jasa perbankan syariah pada BPRS

    Sukowati Sragen Cabang Boyolali.

    D. Manfaat Penelitian

    Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat

    sebagai berikut:

    1. Secara teoritis, memberikan sumbangsih bagi perkembangan kajian

    ilmu ekonomi Islam khususnya mengenai pengaruh persepsi dan

    motivasi terhadap keputusan nasabah menggunaka jasa perbankan

    syariah dengan minat sebagai variabel intervening.

    2. Memberikan rangsangan dalam melakukan penelitian tindak lanjut

    mengenai pengaruh persepsi dan motivasi terhadap keputusan nasabah

    menggunaka jasa perbankan syariah dengan minat sebagai variabel

    intervening.

    3. Bagi perusahaan perbankan syariah, hasil penelitian ini bermanfaat

    sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan yang selama ini telah

    diterapkan dalam perusahaan.

    4. Bagi penulis, penelitian ini dapat menambah wawasan peneliti

    dibidang ekonomi Islam.

  • 9

    E. Sistematika Penulisan

    Untuk memeberikan gambaran yang jelas serta menyeluruh mengenai

    penulisan penelitian, maka dibuat sistematika penelitian sebagai berikut:

    1. Bagian Pendahuluan

    Bagian pendahuluan berisi halaman judul, kata pengantar, daftar isi,

    daftar tabel, daftar gambar, atau ilustrasi.

    2. Bagian Isi

    BAB I PENDAHULUAN

    Pendahuluann berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah,

    tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan penelitian.

    BAB II LANDASAN TEORI

    Berupa landasan teori yang berisi kajian teoritis mengenai masalah

    yang dibahas dalam penelitian. Digunakan sebagai kerangka berpikir

    dalam mengajukan hipotesis.

    BAB III METODE PENELITIAN

    Berisi tentang metode penelitian atau cara kerja pengumpulan data

    yang meliputi : metode pengumpulan data, variabel penelitian dan alat

    untuk menganalisis data.

    BAB IV ANALISIS DATA

    Berisi hasil dan pembahasan dari perolehan data, analisi data sampai

    pada penarikan kesimpulan terhadap fenomena pengolahan.

    BAB V PENUTUP

  • 10

    Berisi tentang kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran yang

    diberikan kepada pihak terkait tentang hasil penelitian yang telah

    dilakukan.

  • 10

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Telaah Pustaka

    Penelitian terdahulu merupakan kumpulan hasil-hasil penelitian yang

    telah dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu dan mempunyai kaitan dengan

    penelitian yang kan dilakukan. Hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan

    persepsi, motivasi dan minat terhadap keputusan nasabah menggunkan jasa

    perbankan syariah

    Azizi (2017) dengan judul Pengaruh Persepsi Kemudahan,

    Kepercayaan dan Resiko Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan E-

    Banking Pada PT BNI Syariah KC Yogyakarta menyatakan bahwa Hasil uji

    hipotesis dan analisis regresi menunjukkan bahwa variabel Persepsi

    Kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nassabah

    menggunakan e-banking pada PT BNI Syariah KC Yogyakarta..

    Handayani (2017) dengan judul Analisis Perilaku Konsumen Terhadap

    Keputusan Menjadi Nasabah Arisan Sepeda Motor (Studi Kasus Pada BMT

    Amal Mulia) menyatatakan bahwa Motivasi berpengaruh positif dan

    signifikan terhadap keputusan menjadi nasabah arisan sepeda motor di BMT

    Amal mulia.

    Choiriyah (2017) dengan judul Analisis Pengaruh Minat, Iklan dan

    Pengetahuan Masyaralat Terhadap Keputusan Menggunakan Tabungan BSM

  • 11

    (Studi Kasus Nasabah Bank Syariah Mandiri KCP Temanggung) menunjukan

    bahwa variabel minat, iklan dn pengetahuan secara bersama-sama

    berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputuan menggunakan tabungan

    BSM.

    Tabel 2. 1

    Penelitian terdahulu

    No Peneliti Variabel Hasil

    Independen Dependen

    1. Merna M. M.

    Tompunu

    (2014)

    Persepsi dan

    motivasi

    Keputusan Persepsi dan

    motivasi

    berpengaruh

    positif

    terhadap

    keputusan

    2. Sukma (2012) Persepsi Keputusan Jurnal

    menemukan

    bahwa

    berdasarkan

    hasil regresi

    variabel

    kepercayaan,

    persepsi dan

    Resiko secara

    signifikan

    berpengaruh

    terhadap

  • 12

    keputusan

    pembelian.

    3. Rully Priyamitra

    (2012)

    Persepsi dan

    motivasi

    konsumen

    Keputusan Variabel

    motivasi dan

    persepsi

    berpengaruh

    signifikan

    terhadap

    keputusan

    konsumen

    4. Dewi Urip

    Wahyuni (2008)

    Persepsi dan

    motivasi

    Keputusan Variabel

    motivasi dan

    persepsi

    berpengaruh

    positif dan

    signifikan

    terhadapkepu

    tusan

    5. Marchel (2013) Motivasi Keputusan Motivasi

    berpengaruh

    positif

    terhadap

    keputusan

    6. Anggita Novita

    Gampu dkk

    (2015)

    Persepsi dan

    motivasi

    Keputusan Persepsi

    berpengaruh

    terhadap

  • 13

    keputusan

    nasabah

    Variabel

    motivasi

    secara parsial

    tidak

    berpengaruh

    signifikan

    terhadap

    keputusan

    nasabah

    7. Hizkia (2013) Motivasi dan

    Persepsi

    Keputusan Motivasi dan

    persepsi

    berpengaruh

    positif dan

    signifikan

    terhadap

    keputusan

    pembelian

    konsumen

    8. Machrani

    Rinanda

    Bilondatu

    (2015)

    Persepsi Keputusan Persepsi

    tidak

    berpengaruh

    signifikan

    terhadap

    keputusan

    pembelian

    pada sepeda

  • 14

    motor

    Yamaha di

    Minahasa

    9. Greg Joel, dkk

    (2014)

    Persepsi dan

    motivasi

    Minat Variabel

    persepsi dan

    motivasi

    berpengaruh

    positif

    terhadap

    minat beli

    yang

    memiliki

    pengaruh

    signifikan

    terhadap

    keputusan

    pembelian

    10. a Arifianto (2014) Motivasi diri

    dan persepsi

    minat Motivasi diri

    dan persepsi

    berpengaruh

    positif

    terhadap

    minat

    11. Ahmad (2014) Persepsi

    manfaat,

    persepsi

    kemudahan

    Minat Persepsi

    manfaat

    berpengaruh

    terhadap

    minat ulang

  • 15

    nasabah

    menggunaka

    n internet

    banking

    sedangkan

    persepsi

    kemudahan

    tidak

    berpengaruh

    12. Anita

    Rahmawaty(201

    4)

    Persepsi minat Persepsi

    tentang

    bunga bank

    dan

    sistembagi

    hasil

    berpengaruh

    positif

    terhadap

    minat

    sedangkan

    persepsi

    tentang

    produk bank

    tidak

    berpengaruh

    terhadap

    minat

    13. Bachriansyah Persepsi Minat beli Hasil dari

  • 16

    (2007) penelitian

    menyatakan

    bahwa

    kualitas

    produk, daya

    tarik iklan,

    dan persepsi

    harga

    berpengaruh

    positif dan

    signifikan

    terhadap

    minat beli

    konsumen.

    14. Astuti (2013) Persepsi Minat Persepsi

    nasabah

    berpengaruh

    positif

    terhadap

    minat

    menabug

    nasabah

    15. Evanti (2016) Motivasi Minat Motivasi

    berpengaruh

    positif

    terhadap

    minat

    mahasiswa

  • 17

    16. Risna (2015) Minat Keputusan Minat

    berpengaruh

    langsung dan

    signifikan

    terhadap

    keputusan

    17. Minan (2015) Motivasi Minat Motivasi

    kualitas dan

    motivasi

    karir

    berpengaruh

    positif

    sedangkan

    motivasi

    ekonomi

    tidak

    berpengaruh

    signifikan

    18. Putra (2014) Minat Keputusan Minat

    memiliki

    pengaruh

    positif

    terhadap

    keputusan

    19. Riska Septifani

    (2008)

    Minat Keputusan variabel

    minat

    berpengaruh

    positif

  • 18

    terhadap

    keputusan

    20. Setyo Prabowo

    (2007)

    Minat Keputusan variabel

    minat

    berpengaruh

    signifikan

    terhadap

    keputusan

    21. Eva Sheila

    Rahma (2007)

    Minat Keputusan Minat beli

    konsumen

    berpengaruh

    positif dan

    signifikan

    terhadap

    keputusan

    Berdasarkan penelitian yang sudah ada, perbedaan penelitian yang

    akan peneliti lakukan yaitu penelitian Tompunun (2014), Priyamitra (2012),

    Wahyuni (2008) ketiganya menggukan variabel motivasi dan persepsi sebagai

    variabel X dan keputusan sebagai Y sedangkan peneliti menambahkan

    variabel minat sebagai variabel mediasi.

    Selanjutnya perbedaan dengan penelitian yang dilakukan Choiriyah

    (2017) terletak pada objek yang diteliti, Choiriyah lebih menekankan

    penelitiannya pada keputusan nasabah menggunakan tabungan BSM

  • 19

    sedangkan objek yang diteliti oleh peneliti lebih kepada keputusan nasabah

    menggunkan jasa perbankan syariah secra umum.

    Yang terakhir indikator yang peneliti gunakan berbeda dengan

    indikator yang digunakan oleh peneliti terdahulu.Rahma (2007) menggunakan

    Indikator untuk mengukur minat beli adalah Pencarian informasi lanjut,

    Kemauan untuk memahami produk, Keinginan untuk mencoba produk , dan

    Kunjungan ke outlet sedangkan indikator yang peneliti gunakan untuk

    mengukur minat beli adalah minat transaksional, minat referensial, minat

    preferensial, minat eksploratif

    B. Kerangka Teori

    1. Persepsi

    a. Pengertian persepsi

    Menurut Sciffman dan kanuk (2008:173) Persepsi merupakan proses

    individu memilih, mengatur, dan menafsirkan stimuli menjadi gambar yang

    berarti dan masuk akal mengenai dunia. Persepsi mempunyai implikasi strategi

    bagi para pemasar, karena para konsumen mengambil keputusan berdasarkan

    apa yang mereka rasakan , daripada atas dasar realitas yang obyktif. Sedangkan

    dalam Sumarwan (2003), persepsi adalah bagaimana seorang konsumen melihat

    realitas di luar dirinya atau dunia sekelilingnya. Konsumen seringkali

    memutuskan pembelian suatu produk berdasarkan persepsinya terhadap produk

    tersebut. Persepsi dapat dideskripsikan dengan bagaimana kita melihat dunia

    sekitar kita. Dua orang yang menghadapi objek yang sama, dalam kondisi yang

  • 20

    sama pula, akan mengenali, memilih, menyusun, dan menginterpretasikan

    objek tersebut dengan cara berbeda sesuai dengan kebutuhan, nilai, dan harapan

    masing-masing.

    Ada dua konsep konsumen yang hadir dalam dunia ilmu ekonomi

    hingga saat ini. Konsep yang pertama adalah utility,hadir dalam ilmu ekonomi

    konvensional. Konsep ini diartikan sebagai konsep kepuasan konsujmen dalam

    barang dan jasa. Konsep yang kedua adalah maslahah, hadir dalam ilmu

    ekonomi Islam. Konsep ini diartikan sebagai konsep pemetaan perilaku

    konsumen berdasarkan asas kebutuhan dan prioritas, yang tentunya sangat

    berbeda dengan konsep utulity yang pemetaan majemuknya tidak terbatas

    (Muflih, 2006 :93).

    Perbedaan lain antara kedua konsep tersebut adalah pada bentuk

    epistomologinya. Konsep utility lahir dari epistomologi Smithhian yang

    mengatakan bahwa motivasi hidup itu adalah from freedom to natural liberty

    (dari kemerdekaan menuju kebebasan alamiah). Ciri kemerdekaan Smithian

    adalah unggulnya rasio dalam memimpin tingkah laku manusia. Dengan

    demikian, perilaku konsumen terintegrasi denagn corak rasionalisme dan norma

    agama sengaja dikesampingkan.

    Sementara itu maslahah lahir dari bentuk epistomologi islami.

    Sebenarnya konsep maslahah serupa dengan Smithian untuk mencapai

    kebebasan alamiah. Namun dalam Islam, aktualisasi diri dan peranan manusia

    dalam mencapai kebebasan tidak sepenuhnya dikendalikan oleh hukum rasio

  • 21

    manusia, melainkan dikendalikan pila oleh premis-premis risalah. Dengan

    demikian, karena dia tidak menganut rasionalisme, maka rasio selalu

    menyesuaikan alurnya dengan risalah

    b. Syarat Terjadinya Persepsi

    Menurut Sunaryo (2004 :98) syarat-syarat terjadinya persepsi adalah

    sebagai berikut :

    1. Adanya objek yang dipersepsi.

    2. Adanya perhatian yang merupakan langkah pertama sebagai suatu

    persiapan dalam mengadakan persepsi.

    3. Adanya alat indera/reseptor yaitu alat untuk menerima stimulus.

    4. Saraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus ke otak, yang

    kemudian sebagai alat untuk mengadakan respon.

    c. Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

    Menurut Hasminee (2013) beberapa faktor yang mempengaruhi

    persepsi adalah sebagai berikut :

    1. Faktor Internal

    a) Fisiologis, informasi mssuk melalui alat indera selanjutnya informasi

    yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk

    memberikan ati terhaap lingkungan sekitarnya.

    b) Perhatian, individu memerlikan sejumlah energi yang dikeluarkan

    untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan

    fasilitas mental yang ada pada suatu obyek.

  • 22

    c) Minat, persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada

    seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan

    untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungn

    seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat

    dikatakan seebagai minat.

    d) Kebutuhan yang searah, faktor ini dapat dilihat dari bagaimana

    kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang

    dapat memberikan jawaban ssesuai dengan dirinya.

    2. Faktor Eksternal

    a) Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus, bentuk ini akan

    mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran

    suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya

    membentuk persepsi.

    b) Warna dari obyek-obyek, obywek yang mempunyai cahaya lebih

    banyak, akan lebih mudah dipahami dibandingkan dengan yang

    sedikit.

    c) Motion atau gerakan, individu akan banyak memberikan perhatian

    terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan

    pandangan dibandingkan obyek yang diam.

    a. Indikator Persepi

    Menurut Muflih (dalam Mia: 2018) terdapat beberapa indikator

    untuk mengukur persepsi adalah sebagai berikut:

  • 23

    1. Persesi kebutuhan manusia

    2. Persepsi tentang penolakan terhadap kemudharatan

    3. Persepsi upaya setiap pergerakan amalnya mardhatillah

    4. Persepsi konsumen dalam memenuhi kebutuhan menentukan

    keputusan konsumsinya

    2. Motivasi

    a. Pengertian motivasi

    Motivasi berasal dari bahasa latin movere yang artinya

    menggerakan. Seseorang konsumen tergerak hatinya untuk membeli suatu

    produk karena ada sesuatu yang menggerakkan. Menurut Artkinson

    (dalam Prawira,2013:319) motivasi dijelaskan sebagai suatu tendensi

    seseorang untuk berbuat yang meningkat guna menghasilkan satu hasil atau

    lebih pengaruh. Selanjutnya Prawira juga mengutarakan pendapat Bernard

    yang mengartikan motivasi sebagai fenomena yang dilibatkan dalam

    perangsangan tindakan kearah tujuan-tujuan tertentu yang sebelumnya

    kecil atau tidak ada gerakan sama sekali kearah tujuan tertentu

    Menurut Jeffrey (dalam Suryani,2008:27) proses motivasi terjadi

    karena adanya kebutuhan, keinginan maupun harapan yang tidak terpenuhi

    yang menyebabkan timbulnya ketegangan, pada tingkat tertentu

    keteganagan ini akan berubah menjadi hasrat yang mendorong individu

    melakuikan suatu perilaku tertentu guna memenuhi kebutuhan,keinginan

    dan hasratnya tersebut.

  • 24

    Menurut schiffman dan kanuk (2008:72) motivasi merupakan

    tenaga penggerak dalam diri individu yang mendorong mereka bertindak.

    Tenaga pendorong tersebut dihasilkan oleh keadaan tertekan, yang timbul

    sebagai akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi. Individu secara sadar

    maupun tanpa sadar berjaung untuk mengurangi keteganagn ini melaui

    perilaku yang mereka harapkan akan memenuhi kebutuhan mereka dan

    dengan demikian akan membebaskan mereka dari tekanan yang mereka

    rasakan.

    Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan

    bahwa motivasi merupakan dorongan terdapat serangkaian proses perilaku

    pada pencapaian tujuan yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku

    pada suatu perbuatan atau pekerjaan.

    b. Teori Motivasi

    Memahami motivasi seseorang seseorang tidaklah mudah. Karena

    keadaan itu merupakan situasi yang sangat pribadi. Banyak teori yang

    dikembangkan untuk menjelaskan motivasi. Diantaranya:

    1) Teori Freud

    Motivasi adalah kekuatan yang mampu membentuk perilaku

    biologis, psikologis dan moral. Teori ini dikembangkan sebagai

    motivational positioning (penempatan persepsi produk) pada tingkat

    tertentu (biologis, psikologis dan moral) untuk membangkitkan

    sekumpulan motif yang unik dalam diri konsumen.

  • 25

    2) Teori Maslow

    Kebutuhan manusia tersusun dalam hierarki dari yang paling

    mendesak sampai yang kurang mendesak. Kebutuhan manusia terdiri atas

    kebutuhan fisik, rasa aman,sosial,penghargaan, dan jati diri.

    3) Teori Herzberg

    Teori motivasi dua faktor yang membedakan antara dissatisfier yaitu

    faktor yang menyebabkan ketidakpuasan( faktor hijienik),

    ketidakberdayaan dan ketidakcukupan dengan satisfier yang merupakan

    faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan (faktor motivasi).

    (Yulianti:2009)

    4) Teori Mc Clelland

    Teori ini menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang

    memotivasi seorang individu untuk berperilaku (Sumarwan, 2011: 29-30),

    yaitu:

    a) Kebutuhan untuk sukses (needs for achievement) Keinginan manusia

    untuk mencapai prestasi, reputasi dan karir yang baik.

    b) Kebutuhan afiliasi (needs for affiliation) Keinginan manusia untuk

    membina hubungan baik dengan sesamanya, mencari teman yang bisa

    menerimanya, ingin dimiliki oleh orang-orang sekelilingnya dan ingin

    memiliki orang-orang yang bisa menerimanya.

  • 26

    c) Kebutuhan kekuasaan (needs for power) Keinginan seseorang untuk

    bisa mengontrol lingkungannya, termasuk mempengaruhi orang-orang

    sekelilingnya.

    Motivasi yang ada pada seseorang (konsumen) akan mewujudkan

    suatu tingkah laku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan.

    Jadi motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati, tetapi adalah hal yang

    dapat disimpulkan. Tiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang itu

    didorong oleh sesuatu kekuatan dalam diri orang tersebut, kekuatan

    pendorong inilah yang kita sebut motivasi.

    d. Proses motivasi

    Motivasi muncul karena adanya suatu kebutuhan atau tujuan yang

    belum terpenuhi sehingga seseorang terdorong untuk memenuhi

    tercapainya tujuan tersebut. Setelah kebutuhan yang diinginkan terpenuhi,

    maka akan muncul kebutuhan-ebutuhan lain yang menuntut untuk

    dipenuhi. Inilah dinamika motivasi yang terjadi pada diri manusia.

    Timbulnya proses motivasi didasari oleh tiga unsur utama yaitu:

    kebutuhan,perilaku dan tujuan (Schiffman dan kanuk: 2000)

    b. Indikator Motivasi

    1. Kebutuhan fisiologis, kebutuhan fisiologis adalah satu-satunya

    kebutuhan yang bisa terpuaskan sepenuhnya atau minimal bisa diatasi.

    2. Kebutuhan rasa aman, Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman ini

    diantaranya adalah rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan,

    https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stabilitas&action=edit&redlink=1https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketergantungan&action=edit&redlink=1
  • 27

    perlindungan dan kebebasan dari daya-daya mengancam seperti

    kriminalitas.

    3. Kebutuhan social, Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi dorongan untuk

    dibutuhkan oleh orang lain agar ia dianggap sebagai warga komunitas

    sosialnya.

    4. Kebutuhan akan penghargaa, Sekali manusia dapat memenuhi

    kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang

    aktualisasi diri.

    5. Kebutuhan aktualisasi yaitu kebutuhan untuk membuktikan dan

    menunjukan dirinya kepada orang lain.

    3. Minat

    a. Pengertian Minat

    Minat (interest) digambarkan sebagai situasi seseorang sebelum

    melakukan tindakan, yang dapat dijadikan dasar untuk memprediksi

    perilaku atau tindakan tersebut. Minat untuk menjadi nasabah tabungan

    dapat diasumsikan sebagai minat untuk membeli, merupakan perilaku yang

    muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keingan

    pelanggan untuk melakukan pembelian (melakukan kegiatan menabung)

    (kotler, 2002:78)

    Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu

    campuran dari perasaan, harapan, pendirian prasangka atau kecenderungan

    https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diri&action=edit&redlink=1
  • 28

    lainnya untuk mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu

    (Mappiare, 1997:62).

    Dari pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan tentang minat

    untuk menggunakan jasa perbankan syariah, yaitu keinginan yang kuat

    untuk melakukan kegiatan transaksi di bank syariah dengan sadar dan tanpa

    paksaan melalui pertimbangan yang matang. Sedangkan ketidakminatan

    untuk menjadi nasabah di bank tertentu atau lembaga keuangan lainnya

    b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Minat

    Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat (Shaleh dan Wahab,

    2004:264) diantara lain:

    1. Dorongan dari dalam individu

    Dorongan dari dalam individu merupakan dorongan yang

    berasal dari dalam diri individu, yang membuatnya ingin melakukan

    sesuatu.

    2. Motif sosial

    Motif sosial adalah faktor yang berasal dari luar diri seseorang

    yang mempengaruhinya untuk melakukan sesuatu.

    3. Dorongan emosional

    Dorongan emosional merupakan minat yang mempunyai

    hubungan erat dengan emosi.

    c. Macam-macam Minat

    Macam-macam minat menurut Sukanto(1985)

  • 29

    1. Berdasarkan timbulnya, minat dibedakan menjadi dua yaitu minat

    primitif dan minat kultural. Minat primitif merupakan minat yang

    timbul karena kebutuhan biologis atau jaringan0jaringan tubuh misal

    kebutuhan akan makan. Sedangkan minat kultural adalah minat yang

    timbul karena proses belajar.

    2. Berdasarkan arahnya, minat dibedakan menjadi dua yaitu minat

    intrinsik dan minat ekstrinsik. Minat intrinsik adalah minat yang

    langsung berhubungan denagn aktivitas itu sendiri, sedangkan minat

    ekstrinsik adalah minat yang berhubungan dengan tujuan akhir dari

    kegiatan tersebut.

    3. Berdasarkan cara mengungkapkan, minat dapat dibedakan menjadi

    empat yaitu:

    a) Expressed Interest

    Minat yang diungkapkan dengan cara meminta kepada subyek

    untuk menyatakan atau menuliskan semua kegiatan, baik yang

    disenangi atau yang paling tidak disenangi.

    b) Manifest Interest

    Minat yang diungkapkan dengan cara mengobservasi atau

    melakukan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas yang

    dilakukan subyek atau dengan mengetahui hobinya.

    c) Tested Interest

  • 30

    Minat yang diungkapkan dengan cara menyimpulkan dari hasil

    jawaban test obyektif yang diberikan.

    d) Inventoried Interest

    minat yang diungkapkan dengan cara menggunakan alat yang

    sudah distandarkan, yakni berisi pertanyaan-pertanyaan kepada

    subyek.

    d. Indikator Minat

    Menurut Ferdinand (2006:56) minat dapat diidentifkasi dengan

    indikator sebagai berikut:

    1. Minat transaksional, merupakan kecenderungan seseorang untuk

    membeli produk.

    2. Minat referensial, merupakan kecenderungan seseorang untuk

    mereferensikan kepada orang lain.

    3. Minat preferensial, merupakan kecenderungan seseorang untuk

    mengutamakan pemakaian barang atau jasa tertentu.

    4. Minat eksploratif, merupakan kecenderungan seseorang untuk

    mencari informasi berkenaan barang/jasa tertentu serta mencari

    informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.

    4. Pengambilan Keputusan

    a. Pengertian Keputusan Nasabah

    Keputusan nasabah merupakan kegiatan individu yang secara

    langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan

  • 31

    pembelian terhadap produk yang ditawarkan penjual. Pengertian

    keputusan nasabah adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan

    pembeli dimana konsumen benar-benar membeli. Pengambilan keputusan

    merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam

    mendapatkan dan mempergunakan barang barang yang ditawarkan

    (Kotler dan Amstrong 2006:226)

    Sebuah keputusann tidak mungkin dapat terbentuk begitu saja.

    Harus ada tahapan-tahapan yang mendahului dalam proses pembuatan

    keputusan tersebut agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.

    Keputusan nasabah yang dilakukan sangat bervariasi, ada yang sederhana

    dan komplek.

    b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

    Memahami peilaku konsumen dari pasar sasaran merupakan

    tugas penting dari manajemen pemasaran. Untuk memeahami hal ini,

    perlu diketahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi konsumen

    dalam memeutuskan pembelian. Faktor-faktor terebut terdiri dari faktor

    eksternal dan faktor internal (Sunyoto, 2014: 6)

    1. Faktor eksternal

    a. Kebudayaan

    Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengertian

    kepercayaan, kesenian, moral, hukum,adat istiadat serta

    kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai

  • 32

    anggota masyarakat. Perilaku konsumen juga ditentukan olehb

    kebudayaan yang tercermin pada cara hidup, kebiasaan, dan

    tradisi dalam permintaan akan bermacam-macam barang dan

    jasa.

    b. Kelas Sosial

    Kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen

    yang bertahan lama dalam masyarakat, yang tersusun secara

    hierarki dan yang keanggotaannya mempunyai nilai minat dan

    perilaku yang sama (Philip Kotler, 1993:225). Kelas sosial

    memegang peranan penting dalam suatu program pemasaran,

    karena adanya perbedaan substansial diantara kelas-kelas

    tersebut memepengaruhi perilaku pemebelian mereka. Dengan

    memahami perilaku konsumen antar masing-masing kelas sosial

    maka perusahaan dapat menyelenggarakan dan melakssanakan

    program-program pemasaran yang efektif dan efisisen.

    c. Keluarga

    Dalam keluarga, masing-masing anggota dapat berrbuat

    hal yang berbeda dalam mengambil keputusan. Setiap anggota

    keluarga memeiliki selera dan keinginan yang berbeda pula.

    Oleh karena itu perusahaan dalam mengidentifikasui perilaku

    konsumen harus mengetahui siapa perlu, pengambilan inisisatif,

    pembeli atau siapa yang memepengaruhi keputusan untuk

  • 33

    membeli dan mengetahui peranandari masing- masing anggota

    keluarga, maka perusahaan dapatv menyusun program-program

    pemasaran dengan lebih baik dan terarah.

    2. Faktor Internal

    a. Motivasi

    Perilaku seseorang dimulai dengan adanya suatu motif

    yang menggerakkan individu dalam mencapai suatu tujuan.

    Secara definisi motivasi adalah suatu dorongan kebutuhan dan

    keinginan individu yang diarahkan pada tujuan untuk

    memperoleh kepuasan (Basu Swastha DH dan T. Hani

    Handoko, 1982: 76). Tanpa motivasi seseorang tidak aakn

    terpengaruh untuk mencari kepuasan terhadap dirinya.

    b. Persepsi

    Persepsi didefinisikan sebagai proses diamna seseorang

    memeilih, mengorganisasikan dan mengartikan masukian

    masukan informasi untuik menciptakan suatu gambaran yang

    berarti dari dunia ini (Philip Kotler, 1993: 240). Persepsi dapat

    melibatkan penafsiran seseorang atas suatu kejadian

    berdasarkan pengalaman masa lalunya. Para pemasar [erlu

    bekerja keras untuk memeikat perhatian konsumen agar pesan

    yang disampaikan dapat mengenai pada sasaran.

    c. Belajar

  • 34

    Belajar menjelaskan perubahan dalam perilaku

    seseorang yang timbul dari pengalaman (Philip Kotler,

    1993:241). Perilaku yang dipelajari tidak hanya menyangkut

    siakp, emosi, kepribadian, kriteria, penilaian, dan banyak faktor

    lain yang tidak dapat ditunjukan dengan kegiatan-kegiatan yang

    tampak. Proses belajar pada suatu pembelisn terjadi apabila

    konsumen ingin menanggapi dan memperoleh suatu kepuasan,

    atau sebaliknya tidak terjadi apabila konsumen merasa

    dikecewakan pada produk yang kurang baik.

    d. Kepribadian dan Konsep

    Kepribadian adalah pola sifat individu yang dapat

    menentukan tanggapan untuk bertingkah laku. Kepribadian

    mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap dab ciri-ciri sifat dan

    watak yang khusus yang menentukan perbedaan perilaku dari

    tiap-tiap individu dan yang berkembang apabial orang tadi

    berhubungan dengan orang lain. Sedangkan konsep diri

    merupakan pendekatan yang dikenal luas untuk

    menggambarkan hubungan antara konsep diri dalam konsumen

    dengan image merk dan image penjual.

    e. Kepercayaan dan Sikap

    Kepercayaan adalah suatu pikiran deskriptif yang

    dianut seseorang mengenai sesuatu (Philip Kotler,1993 :242).

  • 35

    Orang bertindak atas kepercayaannya. Sedangkan sikap

    menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak

    baik., perasaan-perasaan emosional dan kecenderungn berbiat

    yang bertahan selam waktu tertentu terhadap beberapa objek

    atau gagasan (philip Kotler, 1992:203)

    c. Indikator Keputusan Nasabah

    Menurut Kotler (2002:251) proses keputusan pembelian melewti lima

    tahap yaitu:

    a) Pengenalan Kebutuhan

    Proses membili dimulai dengan pengenalan kebutuhan dimana pembeli

    mengenali adanya masalah atau kebutuhan.

    b) Pencarian informasi

    Seorang konsumen yang sudah tertarik mungkin mecari lebih banyak

    informasi tetapi mungkin juga tidak.

    c) Evaluasi alternatif

    konsumen mengolah informasi sampai dengan pemilihan merek.

    d) Keputusan membeli

    Merupakan tahap dari proses keputusan pembeli yaitu ketika

    konsumen benar-benar membeli produk.

    e) Tingkah laku pasca pembelian

    Setelah membeli produk konsumen akan mengalami proses kepuasan

    sebagai tingkah laku paska pembelian yaitu suatu perasaan senang atau

  • 36

    kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya

    dengan kinerja (hasil) suatu produk dan Harapan-harapannya.

    d. Aktivitas Pengambilan Keputusan Nasabah

    Menurut Hahn (2002:69) ada tiga aktivitas yang berlangsung dalam

    proses keputusan pembelian oleh konsumen yaitu

    a) Rutinitas konsumen dalam melakukan pembelian

    b) Kualitas yang diperoleh dari suatu keputusan pembelian

    c) Komitmen atau loyalitas konsumen yang sudah biasa beli dengan

    produk pesaing

    C. Kerangka pemikiran

    Kerangka pemikiran merupakan sintesa dari serangkaian teori yang

    tertuang dalam tinjauan pustaka, yang pada dasarnya merupakan gambaran

    sintesa dari kinerja teori dalam memberikan solusi atau alternatif solusi dari

    serangkain masalah yang ditetapkan.

    Dari pemaparan landasan teori diatas maka dapat dikembangkan suatu

    kerangka pemikiran sebagai berikut :

  • 37

    Kerangka Pemikiran

    H4

    H1

    H6

    H3

    H7

    H2

    H5

    Persepsi

    Motivasi

    MinatKeputusan

    nasabah

    Gambar 2. 1

    D. Hipotesis

    1. pengaruh persepsi terhadap minat

    Persepsi adalah suatu proses aktifitas seseorang dalam memberikan

    kesan, penilaian, pendapat, merasakan dan menginterpretasikan sesuatu

    berdasarkan informasi yang ditampilkan dari sumber lain.. melalui persepsi

    kita dapat mengenali dunia sekitr kita, yaitu seluruh dunis yang terdiri dari

    benda serta manusia dengan segala kejadian-kejadiannya (Meider dalam

    Oktaviani, 2015)

    Minat adalah suatu proses kejiwaan yang bersifat abstrak yang dinyatakan

    oleh seluruh keadaan aktivitas, ada objek yang dianggap bernilai sehingga

  • 38

    diketahui dan diinginkan. Sehingga proses jiwa menimbulkan kecenderungan

    perasaan terhadap sesuatu, gairah atau keinginan terhadap sesuatu (Oktaviani,

    2015)

    H1: Terdapat pengaruh positif signifikan persepi terhadap minat

    2. pengaruh motivasi terhadap minat

    menurut Chaplin (1995) minat merupakan suatu sikap yang kekal

    emngkutsertakan perhatian individu dalam memili obyek yang dirasakan

    menarik perhatian bagi dirinya dan minat juga merupakan suatu keadaan dari

    motivasi yang mengarahkan tingkah laku pada tujuan tertentu.

    H2: Terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap minat

    3. Pengaruh persepsi dengan keputusan dalam menggunakan jasa

    perbankan syariah

    Menurut Sciffman dan kanuk (2008:173) Persepsi merupakan proses

    dengan apa para individu memilih, mengatur, dan menafsirkan stimuli menjadi

    gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia. Persepsi mempunyai

    implikasi strategi bagi para pemasar, karena para konsumen mengambil

    keputusan berdasarkan apa yang mereka rasakan , daripada atas dasar realitas

    yang obyktif.

    H3 : Terdapat pengaruh positif dan signifikan persepsi terhadap

    keputusan menggunakan jasa perbankan syariah.

  • 39

    4. Pengaruh motivasi dengan keputusan nasabah menggunakan jasa

    perbankan syariah

    Proses timbulnya dorongan sehingga konsumen tergerak untuk membeli

    suatu produk itulah yang disebut motivasi, sedangkan yang memotivasi untuk

    membeli adalah motif (suryani 2008:27), motif juga bisa diartikan sebagai suatu

    alasan seseorang dalam melakukan suatu tindakan, dari sinilah motivasi

    mempengaruhi perilaku konsumen.

    H4: Terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

    nasabah dalam menggunakan jasa perbankan syariah

    5. Pengaruh minat terhadap keputusan nasabah menggunakan jasa

    perbankan syariah

    Minat adalah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu yang

    merupakan kekuatan di dalam diri tampak di luar sebagai gerak- gerik. Dalam

    menjalankan funginya minat berhubungan erat dengan pikiran dan perasaan.

    Manusia memberi corak dan mementukan perasaan sesudah memeilih dan

    mengambil keputusan. Perubahan minat memilih dan mengambil kepyusan

    disebut keputusan kata hati (Sarjanaku.)

    H5 : Terdapat pengaruh positif signifikan terhadap keputusan nasabah

    menggunakan jasa perbankan syariah

  • 40

    6. pengaruh persepsi terhadap keputusan nasabah menggunakan jasa

    perbankan syariah dengan dimediasi minat

    Menurut Schiffman dan Kanuk (dalam Cahyono, 1990) mengatakan

    bahwa pesepsi seseorang tentang kualitasa produk akan berpengaruh terhadap

    minat membeli yang terdapat pada individu. Persepsi yang positif tentang

    kualitas produk akan merangsabg timbulnya minat konsumen untu membeli

    yang diikuti perilaku pembelian. Perilaku yang timbul karena didahului oleh

    danya minat, minat muncul salah satunya disebabakan oleh persepsi yang

    didapatkan bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang baik.

    H6: terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

    nasabah menggunakan jasa perbankan syariah dengan dimediasi minat

    7. Pengaruh motivasi terhadap keputusan nasabah menggunakan jasa

    perbankan syariah dengan dimediasi minat

    Motivasi merupakan suatu dorongan yang mebuat orang bertindak atau

    berperilaku dengan cara-cara motivasi yang mengacu pada sebab munculnya

    sebuah perilaku.

    Minat merupakan masalah yang paling penting dalam kehidupan sehari-

    hari. Minat mendorong seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam

    mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginan. .

    Menurut Mapipiare (dalam Sempana, 2017) minat adalah suatu perangkat

    mrntal yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan ,pendirian, rasa

    takut atau kecenderungn- kecenderungan lain yang mengarahkan individu

  • 41

    kepada suatu pilihan tertentu. Dalamm dunia bisnis, minat lebih dikenal

    sebagai keputusan pembelian atau penggunaan jasa/produk tertentu

    H7: terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

    nasabah menggunakan jasa perbankan syariah dengan dimediasi minat

  • 42

    Tabel 2. 2

    Tabel Hipotesis

    H1 Persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

    nasabah

    H2 Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

    nasabah

    H3 Minat berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah

    H4 Persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat

    H5 Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat

    H6 Persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

    nasabah yang dimediasi oleh minat

    H7 motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

    nasabah yang dimediasi oleh minat

  • 41

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian

    Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini ada

    dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen

    dalam penelitian ini yaitu keputusan nasabah (Y). Untuk variabel independen

    dalam penelitian ini yaitu, persepsi (X1), motivasi (X2), dan minat (Z).

    B. Lokasi dan Waktu Penelitian

    Penelitian ini dilakukan pada BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali

    yang berlokasi di Jl. Pandanaran No.231 Boyolali, Jawa Tengah 57313. Dan waktu

    penelitian dilakukan pada tanggal 08-20 Agustus 2018.

    C. Populasi dan Sampel

    1. Populasi

    Populasi menurut Hadari Nawawi (1983) adalah keseluruhan dari objek

    penelitian yang terdiri atas manusia, hewan, benda-benda, tumbuh-tumbuhan,

    peristiwa, gejala-gejala, ataupun nilai tes sebagai sumber data yang mempunyai

    karaktersitik tertentu dalam suatu penelitian yang dilakukan.

    Menurut Margono (2004) Populasi merupakan seluruh data yang

    menjadi pusat perhatian seorang peneliti dalam ruang lingkup & waktu yang

    telah ditentukan. Populasi berkaitan dengan data-data. Jika setiap manusia

    memberikan suatu data, maka ukuran atau banyaknya populasi akan sama

    dengan banyaknya manusia. Dalam penelitian ini populasi yang dimaksud

  • 42

    adalah semua nasabah BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali. Jumlah

    populasi tersebut adalah 1000 Nasabah.

    2. Sampel

    Sampel menurut Sugiyono (2006:118) adalah bagian dari jumlah dan

    karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

    Sample bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subyek bukan

    didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas tujuan tertentu.

    Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya alasan

    keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel

    yang besar dan jauh.Sampel adalah sebagian atau wakil dari jumlah populasi

    yang diteliti.

    Menurut Bawono (2006:30) teknik untuk menentukan jumlah sampel

    menggunakan rumus sebagai berikut:

    S=

    S=

    S=

    S =

    S = 90,9 dibulatkan menjadi 91

    Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai sampel adalah nasabah Bank

    BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali yaitu sebanyak 100 responden

  • 43

    D. Teknik Pengumpulan Data

    a. Pengertian Data

    Menurut Arikunto (2010:161) data merupakan hasil pencataan peneliti

    berupa fakta ataupun angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun

    suatu informasi.

    b. Sumber dan Jenis Data

    Dalam penelitian ini peneliti menggukanan data primer dalam teknik

    pengambian data. Data primer adalah data dan informasi yang diperoleh

    secara langsung oleh peneliti dari narasumber atau resonden di lapangan

    (Bawono, 2006:29).

    c. Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan

    oleh peneliti untuk mendapatkan data yang dianalisis atau diolah untuk

    menghasilkan suatu kesimpulan (Bawono:2006)

    Metode Angket (Kuesioner), Angket adalah daftar pertanyaan yang

    diberikan kepada objek penelitian yang amu memberikan respon sesuai

    dengan permintaan pengguna (Bawono, 2006:29)

    E. Skala Pengukuran Data

    Pengukurann adalah suatu proses hal mana suatu angka atau simbol

    dilekatkan pada karakteristik atau properti suatu stimuli sesuai dengan aturan

    atau prosedur yang telah ditetapkan (Ghozali,2013:3)

  • 44

    Skala penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala

    interval. Skala interval merupakan skala yang mempunyai rentangan konstan

    antara tingkat satu dengan aslinya, tetapi tidak mempunyai angka 0 mutlak

    (Irianto,2004:19)

    F. Definisi Operasional

    Menurut Bawono (2006:27) definisi operasional merupakan ddefinisi

    tentang variabel-variabel yang akan digunakan, baik variabel dependen maupun

    variabel independen, sehingga nantinya tidak menghasilkan yang bias.

    1. Variablel Bebas

    a. Persepsi

    Menurut Sciffman dan kanuk (2008:173) Persepsi merupakan

    proses dengan apa para individu memilih, mengatur, dan menafsirkan

    stimuli menjadi gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia.

    b. Motivasi

    Menurut Artkinson yang dikutip oleh Prawira (2013:319) motivasi

    dijelaskan sebagai suatu tendensi seseorang untuk berbuat yang

    meningkat guna menghasilkan satu hasil atau lebih pengaruh.

    2. Variable Intervening

    Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran

    dari perasaan, harapan, pendirian prasangka atau kecenderungan lainnya

    untuk mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu (Mappiare,

    1997:62).

  • 45

    3. Variabel Terikat

    Keputusan nasabah merupakan kegiatan individu yang secara langsung

    terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap

    produk yang ditawarkan penjual. Pengertian keputusan nasabah adalah tahap

    dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-

    benar membeli. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu

    yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan

    barang barang yang ditawarkan (Kotler dan Amstrong 2006:226).

    E. Instrumen Penelitian

    Menurut Arikunto (2010:203) instrumen penelitian adalah alat atau

    fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar

    pekerjaanya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat,

    lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Adapun instrumen yang

    digunakan dalam penelitian ini adalah berupa angket / kuesioner yang rinciannya

    dapat diuraikan sebagai berikut.

    Variabel dan Indikator Penelitian

    3. 1

    Instrumen penelitian

    Variabel Deskripsi Indikator Skala

    Persepsi Muflikh

    (2016)

    Persepsi kebutuhan

    manusia

    Persepsi tentang

    Interval

  • 46

    penolakan

    terhadap

    kemudharatan

    Persepsi tentang upaya

    setiap

    pergerakan

    amalnya

    Persepsi konsumen

    dalam

    memenuhi

    kebutuhan

    menentukan

    keputusan

    konsumsinya

    Motivasi Sumarwan

    (2011:26)

    Kebutuhan fisiologis

    Kebutuhan rasa aman

    Kebutuhan sosial

    Kebutuhan akan

    penghargaan

    Kebutuhan aktualisasi

    Interval

    Minat Ferdinand

    (2006:129)

    Minat transaksional

    Minat referensial

    Minat preferensial

    Minat eksploratif

    Interval

    Keputusan Kotler

    (2002:251),

    keputusan

    pembelian

    adalah

    Pengenalan kebutuhan

    Pencarian informasi

    Evaluasi alternatif

    Keputusan

    Interval

  • 47

    tindakan dari

    konsumen

    untuk mau

    membeli atau

    tidak terhadap

    produk.

    membeli

    Tingkah laku pasca

    pembelian

    F. Uji Instrumen

    1. Uji Validitas

    Uji validitas digunakan untuk mengungkapkan sah atu valid tidaknya

    suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan avlid jika pertanyaan pada

    kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh

    kuesioner tersebut (Ghozali, 2006: 52). Signifikan atau tidaknya korelasi

    dapat dilihat pada kolom atau baris total score (toleransi), jika pada kolom

    atau baris tersebut masing-masing total butir pertanyaan menghasilkan tanda

    bintang, berarti signifikan. Tanda bintang memiliki dua kemungkinan :

    a. Apabila nilai pearson corelation berbintang dua, maka itu berarti korelasi

    signifikan pada level 1% untuk dua sisi

    b. Apabila nilai pearson corelation berbintang satu, maka itu berarti korelasi

    signifikan pada level 5%

    2. Uji Reliabilitas

    Menurut Bawono (2006:63) uji reliabilitas adalah menguji dadta yang

    kita peroleh sebagai misal hasil dari kuesioner yang kita bagikan. Jika

  • 48

    kuesioner tersebut handal atau reliabel, maka jawaban responden tersebut

    konsisten dari waktu ke waktu.

    Suatu variabel bisa dikatakan reliable jika nilai Cronbach Alpha >

    0,06. Sehingga data tersebut bisa dikatakan reliable untuk pengukuran dan

    meneliti selanjutnya (Bawono, 2006: 68).

    Uji reliabilitas adalah adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner

    yang merupakan indikator dari variable atau konstruk. Suatu kuesioner

    dikatakan reliabel atau handal jika jawaban responden terhadap pernyataan

    adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali,2013:47). Uji

    reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan program SPSS, yang

    memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistic

    Cronbach Alpha (). suatu konstruk atau variable dikatakan reliabel jika

    memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70. Sehingga data tersebut bias

    dikatakan reliable untuk pengukuran dan meneliti selanjutnya.

    G. Uji Asumsi Klasik

    Uji asumsi klasik merupakan tahapan yang penting dilakukan dalam

    proses analisis regresi.Apabila tidak terdapat gejala asumsi klasik diharapkan

    dapat dihasilkan model regresi yang handal sesuai dengan kaidah BLUE (Best

    Linier Unbiased Estimator), yang menghasilkan model regresi yang tidak bias

    dan handal sebagai penafsir (Bawono, 2006:115). Uji asumsi klasik terdiri dari:

    a. Uji Multicollinearity

  • 49

    Multicollinearity adalah situasi diamana terdapat korelasi variabel-

    variabel bebas diantara satu dengan yang lainnya. Apabila masalah

    multikolinearitas timbul dapat mengakibatkan berubahnya tanda dari

    parameter estimasi (Bawono, 2006:115).

    Uji Multikoleniaritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

    ditemukan adanya korelasi antar variable bebas (independen)

    (Ghozali,2013:48). Untuk mengtahui ada tidaknya multikolinieritas dalam

    model regresi dilakukan dengan menganalisis nilai Tolerance dan Variance

    Inflation Factor (VIF) dengan kriteria sebagai berikut:

    1. Jika nilai VIF > 10 dan Tolerance < 0,1 maka dapat disimpulkan bahwa

    dalam persamaan regresi terdapat masalah multikolinieritas

    2. Jika nilai VIF < 10 dan Tolerance > 0,1 maka dapat disimpulkan bahwa

    dalam persamaan regresi tidak terdapat masalah multikolinieritas.

    b. Uji Heteroscedasticity

    Uji Heteroscedasticity bertujuan untuk menguji apakah dalam model

    regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

    pengamatan yang lain. Jika variance dan residual satu pengamatan ke

    pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda

    disebut Heteroskesdastisitas. Model regresi yang baik adalah

    homoskesdastisistas atau tidak terjadi Heteroskesdastisitas

    (Ghozali,2013:139)Untuk mendeteksi ada tidaknya Heteroskedastisitas ada

  • 50

    beberapa metode yang dapat digunakan, dan salah satunya yaitu dengan

    menggunakan metode Park.

    c. Uji Normalitas

    Menurut Bawono (2006:174) uji normalitas digunakan untuk menguji

    apakah dalam model regresi data variabel dependen dan independen

    berdistribusi normal atau tidak. Salah satu metode yang dapat digunakan

    untuk menguji apakah data yang dipakai adalah berdistribusi normal atau

    tidak yaitu analisa grafik. Sebuah data diaktakan berdistribusi normal atau

    tidak dapat dilihat dari histogram dan normal probability plot.

    H. Uji Statistik

    a. Uji Koefisien Determinasi (R2)

    Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh

    kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai

    koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti

    kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi

    variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-

    variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan

    untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2013: 97).

    a. Besarnya nilai koefisien determinasi terletak anatara 0 sampai dengan 1,

    atau (0 R2 1).

    b. Nilai 0 menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel independen

    dengan variabel dependen.

  • 51

    Nilai 1 menunjukkan adanya hubungan antra variabel independen

    dengan variabel dependen.

    b. Uji ttest (Uji secara individu)

    Uji Statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh

    satu variabel penjelas / independen secara individual dalam menerangkan

    variasi variabel dependen (Ghozali, 2013: 98). Hipotesis yang digunakan

    dalam penelitian ini adalah:

    a. Jika thitung < ttabel, dan nilai signifikan > 0,05, H0 diterima dan H1 ditolak.

    b. Jika thitung > ttabel, dan nilai signifikan < 0,05, H0 ditolak dan H1

    diterima.

    Kriteria dalam menentukan uji T adalah ketika sig.0.05 atau =0.05

    maka, dapat dikatakan bahwa suatu variabel independen secara individual

    mempengaruhi variabel dependen (Ghozali,2013:99)

    I. Anlisis Jalur (Path Analysis)

    Model perluasan regresi yang digunakan untuk menguji keselarasan

    matriks korelasi dengan dua atau lebih model hubungan sebab akibat yang

    dibandingkan oleh peneliti. Untuk menguji pengaruh variable intervening

    digunakan analisis jalur (Path Analysis) analisis jalur merupakan perluasan dari

    analisis regresi linear berganda atau analysis jalur adalah penggunaan analissi

    regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variable yang telah ditetapkan

    sebelumnya berdasarkan teori. Apa yang dimaksud oleh analisi jalur adalah

    menentukan pola hubungan antara tiga atau lebih variable dan tidak dapat

  • 52

    digunakan untuk mengkonfirmasi atau menolak hipotesis kasualiats imajiner

    (Ghozali,2013:249)

    J. Alat Analisis

    Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS 22

    merupakan sebuah program komputer statistik yang berfungsi untuk membantu

    dalam memproses data-data statistik secara cepat dan tepat, serta menghasilkan

    berbagai output yang dikehendaki oleh para pengambalian keputusan.

  • 53

    BAB IV

    ANALISIS DATA

    A. Deskripsi Obyek Penelitian

    1. Sejarah Berdirinya BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali

    Bank Syariah Sragen beroperasi sejak 2 juni 2008 dengan bentuk

    Badan Hukum Perusahaan Daerah (Perda No. 7 Tahun 2007 tentang

    Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (PD. BPRS)

    Kabupaten Sragen Tanggal 15 Agustus 2007 dan Keputusan Gubernur Bank

    Indonesia Nomor : 10/36/KEP.GBI/DGS/2008 tentang Pemberian Ijin Usaha

    PD.BPRS Sragen tanggal 12 Mei 2008), namun sejak 2 November 2009

    bentuk Badan Hukum dan Nama berubah menjadi Perseroan Terbatas Bank

    Pembiayaan Rakyat Syariah (PT. BPRS) Sukowati Sragen berdasarkan:

    a. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

    tanggal 16 Juli 2008.

    b. Perda No. 4 Tahun 2009 tentang Perubahan Nama dan Bentuk Badan

    Hukum PD. BPRS Sragen menjadi PT. BPRS Sukowati Sragen tanggal

    16 Mei 2009.

    c. Akte Nomor 15 Notaris Sunastitiningsih, SH tanggal 9 Juni 2009.

    d. Pengesahan Menkum dan HAM Nomor :AHU-41113.A.H.01.01. Tahun

    2009 tentang Pengesahan Badan Hukum Perseroan tanggal 24 Agustus

    2009.

  • 54

    e. Surat Bank Indonesia Nomor: 11/50/DPbS/Slo tentang Persetujuan Ijin

    Usaha Perubahan Bentuk Badan Hukum tanggal 28 Oktober 2009.

    Bank Syariah Sragen berupaya untuk menjadi solusi dalam

    bermuamalah yang berdasarkan prinsip syariah dengan terus

    mengembangkan produk dan pelayanan kepada masyarakat serta

    membangun kemitraan dengan Pemerintah, Swasta dan Non Pemerintah

    dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan semboyan

    AMANAH dan BAROKAH, sehingga kehadiran Bank Syariah Sragen

    mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Bumi sukowati

    dan sekitarnya, dengan harapan dalam 7 tahun mampu membuka kantor

    cabang di Eks karesidenan Surakarta (Subosuka Wonosraten).

    2. Visi BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali

    Terwujudnya Lembaga Keuangan yang Sehat, Kuat, dan Istiqomah

    dengan Prinsip Syariah untuk Kemaslahatan Masyarakat

    3. Misi BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali

    a. Terciptanya tata kelola dan system perbankan berdasarkan prinsip

    syariah yang sehat, kuat dan efisien.

    b. Terwujudnya kesadaran umat Islam dalam menjalankan muamallah

    berdasarkan prinsip syariah.

    c. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan berdasarkan

    prinsip syariah.

  • 55

    d. Terjalinnya kerjasama yang harmonis antara Pemerintah, masyarakat

    dan lembaga non-pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan

    daerah.

    4. Struktur Organisasi dan Tugas Masing-Masing Bagian

    Struktur pengurus BPRS Sukowati Seragen Cabang Boyolali Tahun

    2015 adalah :

    a. Struktur Pengurus Umum

    DEWAN KOMISARIS

    Komisaris Utama : H. Musdiman,SE.MM

    Komisaris : 1. Drs. Riwiyatmo,MM

    2. Soemarsono, SE. MM

    DEWAN PENGAWAS SYARIAH

    Ketua : Drs. H.Soeparyo, M.Ag

    Anggota: KH. Minanul Aziz, S. Ag. M.Ud

    DIREKSI

    Direktur Utama : Sunaryo

    Direktur : Fakhrudin Nur, S.Si

  • 56

    b. Struktur Pengurus Kantor Cabang Boyolali

    Struktur Organisasi

    c. Jabatan Tugas Dan Wewenang

    1. Pimpinan Umum : mengawasi kinerja angggota memberi

    keputusan untuk wilayah cabang

    2. Teller : menerima transaksi setoran memasukkan transaksi ke

    dalam jurnal

    3. Cs (Costumer Service) : memberi informasi mengenai akad atau

    produk melayani nasabah barkaitan dengan pembiayaan

    Pimpinan Cabang Boyolali

    (Pariyono, SE.)

    p

    OB

    Vian

    CS

    1. M.

    Rasyid

    2. M.

    Effendi

    3. Widiyan

    to

    4. Aris

    Momon

    5. Agus

    Accounting

    Ummu Hanik

    Marketting

    Wahyu

    Teller

    Nur Hid

  • 57

    4. Accounting : menginput data, mengolah data melakukan

    pemotongan biaya angsuran

    5. AC (Account Offficer ): mencari nasabah menagih tagihan yang

    mengalami penunggakan marketting, promosi kepada masyarakat.

    6. Remidial : remidial merupakan bagian khusus untuk menangani

    pembiayaan bermasalah, oleh karenanya bagian ini sangat penting

    dan berkontribusi terhadap tingkat kesehatan bank. Remidial terus

    mengawasi kinerja para AO, dan segera bertindak jika terjadi NPF

    lebih dari tiga nasabah.

    5. Produk-Produk BPRS Sukowati Seragen

    a. Tabungan

    1. Prinsip wadiah (Titipan)

    Titipan nasabah berbentuk tabungan yang sewaktu-waktu

    dapat diambil oleh pemilik dan bebas dari biaya administrasi serta

    mendapat bonus pada akhir bulan.

    2. Prinsip Mudharabah ( Bagi Hasil)

    Tabungan nasabah yang dapat diambil pada waktu tertentu

    dan umumnya berjangka, nasabah akan memperoleh bagi hasil

    terhadap dana investasi. Pengambilan yang tidak sesuai dengan

    keperuntukan dan jangka waktunya dikenakan biaya

    administrasi.Contoh : Tabungan iB Haji, Tabungan iB Pendidikan

    dan Tabungan Pensiun.

  • 58

    b. Diposito

    Investasi dana nasabah yang penarikannya hanya dapat

    dilakukan pada waktu tertentu. Nasabah mendapat bagi hasil sesuai

    nisbah bagi hasil yang disepakati.Jangka waktu 1/3/6/12 bulan.

    c. Pembiayaan atau Penyaluran Dana

    1. Murobahah (Jual-beli) : Perjanjian jual beli antara Bank dan

    Nasabah, dimana harga jual sebesar harga pokok ditambah

    margin atau keuntungan yang disepakati, dengan system

    pembayaran secara angsuran berdasarkan jangka waktu tertentu.

    2. Istishna (Jual-beli pesanan untuk manufactur dari perumahan) :

    Jual-beli barang dalam bentuk pesanan pembuatan barang

    dengan kriteria tertentu dan pembayaran dapat dilakukan didepan

    atausecara angsuran.

    3. Salam (Jual-beli pesanan untuk pertanian) : Jual- beli barang

    dalam bentuk pesanan penyediaan barang dengan kriteria

    tertentu dan pembayaran dilakukan didepan.

    4. Mudharobah (Bagi hasil) : Perjanjian kerja sama antara Bank

    selaku pemilik modal dengan Mudharib (Nasabah) yang

    mempunyai keahlian atau keterampilan untuk mengelola suatu

    usaha yang produktif dan halal. Hasil keuntungan dari

    penggunaan dana tersebut dibagi bersama berdasarkan nisbah

    yang disepakati.

  • 59

    5. Musyarokah (Joint Venture) : Bank dan Nasabah memiliki porsi

    modal tertentu untuk bekerja sama dalam suatu proyek atau

    usaha tertentu, dengan porsi nisbah bagi hasil yang disepakati

    kedua belah pihak.

    6. Ijaroh (Sewa) : Perjanjian sewa-menyewa barang antara Bank

    atau pemilik dengan penyewa, untuk memperoleh manfaat atas

    barang yang disewa, setelah masa sewa berakhir, maka barang

    sewaan dikembalikan Bank atau pemilik, kecuali sewa beli.

    7. Multi jasa : perjanjian antara Bank dengan Nasabah untuk

    memenuhi kebutuhan nasabah yang tidak dimungkinkan

    menggunakan akad pembiayaan diatas(untuk pendidikan,

    kesehatan, pernikahan, dll.)

    8. Rahn (Gadai) : Akad menggadaikan barang dari Nasabah

    kepada Bank sehubungan dengan utang yang diterima Nasabah

    dari Bank.

    9. Qardh : pinjam-meminjam uang yang dapat dibayar atau ditagih

    kembali sebesar jumlah pokok pinjaman tanpa memperjanjikan

    imbalan apapun dari penerima pinjaman.

    d. Program Unggulan

    Pembangunan dan Perbaikan atau Renovasi Rumah:

    1. Program Usaha Keluarga Sejahtera Mandiri (PUNDI)

    2. Program pemberdayaan KUMKM

  • 60

    3. Program Kepemilikan Kendaraan dan Laptop

    4. Program Talangan Haji dan Umroh.

    e. Perkembangan Program

    1) Program Perumahan yang didukung dari Kemenpera :

    a) KPRS Mikro Syariah Bersubsidi terelasir 1.521 Unit / KK

    b) KPR Syariah Bersubsidi terelasir 288

    c) KPR terelasir 50 unit

    2) Program perumahan didukung Bapertarum-PNS 93 PNS

    3) Program PUNDI didukung YDSM 4.250 nasabah terdapat

    10.625 tenaga kerja dan anggota

    4) Program KUMKM didukung LPDB-KUMKM telah membiayai

    193 nasabah

    5) Program JRF GIZ PNM untuk Boyolali, Sukoharjo, dan

    Klaten membiayai 370 nasabah.

    f. Syarat Pengajuan Pinjaman

    1) Sudah Berkeluarga

    a) Foto Copy KTP Suami atau Istri

    b) Foto Copy KK

    c) Foto Copy Surat Nikah

    d) Foto Copi Jaminan

    2) Belum Menikah

    a) foto Copy KTP Orang Tua

  • 61

    b) Foto Copy KK

    c) Foto Copy Surat Nikah

    d) Foto Copi Jaminan

    6. Profil Responden Berdasar Jenis Kelamin

    Dari table diatas menunjukan bahwa responden terdiri dari

    41.2% laki-laki yaitu sebanyak 42 orang, dan 56.9% perempuan yaitu

    sebanyak 58 responden. Hal ini menunjukan bahwa jumlah responden

    yang digunakan dalam penelitian di BPRS Sukowati Sragen Cabang

    Boyolali ini mayoritas perempuan.

    7. Profil Responden Berdasarkan Usia

    4. 1

    Usia

    Frequency Percent Valid Percent

    Cumulative

    Percent

    Valid >50 10 11.0 11.0 11.0

    20-29 29 31.9 31.9 42.9

    30-39 28 30.8 30.8 73.6

    40-49 24 26.4 26.4 100.0

    Total 91 100.0 100.0

    Dari tabel diatas diketahui bahwa responden yang berusia >50

    tahun sebanyak 11% yaitu 10 orang, usia 20-29 tahun sebanyak 31.9%

    yaitu 29 orang, usia 30-39 tahun sebanyak 30.8% yaitu 28 orang , usia 40-

    49 tahun sebanyak 26.4% yaitu 24 orang. Hal ini menunjukan bahwa

  • 62

    responden BPRS Sukowati Sragen Cabang Boyolali mayoritas berusia

    20-29 tahun

    8. Profil Responden Berdasar Pekerjaan

    4. 2

    Tabel Pekerjaan

    Frequenc

    y Percent

    Valid

    Percent

    Cumulativ

    e Percent

    Valid IRT 12 13.2 13.2 13.2

    Mahasiswa 1 1.1 1.1 14.3

    Pegawai 4 4.4 4.4 18.7

    PNS 12 13.2 13.2 31.9

    Swasta 24 26.4 26.4 58.2

    wiraswasta 32 35.2 35.2 93.4

    Wirausaha 6 6.6 6.6 100.0

    Total 91 100.0 100.0

    9. Profil Berdasar Pendidikan Terakhir

    4. 3

    Pendidikan Terakhir

    Frequency Percent

    Valid

    Percent

    Cumulative

    Percent

    Valid D3 5 5.5 5.5 5.5

    S1 22 24.2 24.2 29.7

    SMA 50 54.9 54.9 84.6

    SMP 14 15.4 15.4 100.0

    Total 91 100.0 100.0

    Dari tabel diatas diketahui bahwa rersponden dengan pendidikan

    terakhir D3 sebanyak 5.5% yaitu 5 orang, pendidikan terakhir S1

  • 63

    sebanyak 24.2% yaitu 22 orang, pendidikan terakhir SMA sebanyak

    54.9% yaitu 50 orang, pendidikan SMP sebanyak 15.4% yaitu 14 orang .

    B. Analisis Data

    1. Uji Instrumen Penelitian

    a. Uji Validitas

    Uji validitas digunakan untuk mengukur sah(valid) tidaknya

    suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada

    kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh

    kuesioner tersebut. Item kuesinor dinyatakan valid apabila Pearson

    Correlation berbintang dua (**) dengan tingkat signifikasi pada level

    1% dan berbintang satu (*) pad tingkat signifikan pada level 5%.

    Berikut hasil uji validitas pada setiap pertanyaan :

    4. 4

    Hasil Uji Validitas

    Variabel Item Pertanyaan Total Score Keteranga

    n

    Persepsi (X1) X1_1 756** Valid

    X1_2 759** Valid

    X1_3 714** Valid

    X1_4 634** Valid

    Motivasi (X2) X2_1 730** Valid

    X2_2 746** Valid

    X2_3 793** Valid

    X2_4 761** Valid

    X2_5 825** Valid

  • 64

    Minat (Z) Z_1 686** Valid

    Z_2 624** Valid

    Z_3 754** Valid

    Z_4 622** Valid

    Z_5 702** Valid

    Kepuutusan

    Nasabah

    Y_1 686** Valid

    Y_2 624** Valid

    Y_3 754** Valid

    Y_4 622** Valid

    Y_5 702** Valid

    berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa semua pertanyaan yang

    digunakan dalam penelitian ini adalah valid, semua item menunjukan

    signifikasi pada level 1% (0,01) sehingga tidak ada item pernyataan yang

    dihapus dan dapat digunakan untuk melanjutkan ke penelitian berikutnya.

    b. Uji Reliabilitas

    Hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

    4. 5

    Hasil Uji Reliabilitas

    Variabel Cornbachs Alpha Keterangan

    Persepsi 0.668 Reliable

    Motivasi 0.824 Reliable

    Minat 0.700 Reliable

    Keputusan Nasabah 0.731 Reliable

  • 65

    Dari keterangan tabel diatas dapat diketahui bahwa masing-

    masing variable memiliki Cornbachs Alpha > 0.60 denagn demikian

    persepsi,motivasi, minat dan keputusan nasabah dapat dikatan reliable.

    (Bawono,2006:68)

    2. Uji Statistik

    a. Koefisien Determinasi (R)

    Koefisien determinasi (R) pada intinya mengukur seberapa jauh

    kemampuan model dalam menerangkan variasi variable dependen. Nilai

    koefisien determinasi adalah 0 (nol) dan 1 (satu). Nilai R yang kecil

    berarti kemampuan variable-variabel independen dalam menjelaskan

    variasi variable-variabel independen amat terbatas. Nilai yang mendekati

    satu berarti variable-variabel independen memberikan hamper semua

    informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variable dependen.

    Secara matematis jika nilai R =1, maka adjusted R =R = 1 sedangkan

    jika nilai R = 0, maka adjusted R = (1-k)(n-k). Jika k >1, maka adjusted

    R akan bernilai negatif (Ghozali, 2013:97). Hasil uji koefisien

    determinasi yang diperoleh dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel .

    b) Uji Koefisien Determinasi Regresi 1

    4. 6

    Hasil Uji Koefisien Determinasi Regresi 1

    Model Summaryb

  • 66

    Model R R Square

    Adjusted R

    Square

    Std. Error of the

    Estimate

    1 .672a .452 .441 2.205

    a. Predictors: (Constant), Motivasi, Persepsi

    b. Dependent Variable: Minat

    Dari tabel diatas terlihat koefisien determinasi korelasi (R)

    sebesar 0.672 yang berarti ada hubungan sebesar 0.672 antara

    variabel dependen (persepsi, motivasi dan minat). Sehingga dapat

    disimpulakan korelasi antara persepsi, motivasi dan minat

    mempunyai hubunagn yang kuat.

    Nilai adjusted R Square menunjukkan nilai sebesar 0.441

    yang artinya bahwa variabel independen yang digunakan dalam

    penelitian ini mampu menjelaskan variabel-variabel independen

    sebesar 44.1% sedangkan sisannya 55.9% dijelaskan oleh variasi

    variabel lain.

    c) Uji Determinasi regresi 2

    4. 7

    Hasil Uji Koefisien Determinasi Regresi 2

    Model Summaryb

    Model R R Square

    Adjusted R

    Square

    Std. Error of the

    Estimate

    1 .838a .702 .692 1.443

    a. Predictors: (Constant), Minat, Persepsi, Motivasi

    b. Dependent Variable: Keputusan Nasabah

  • 67

    Dari tabel diatas terlihat koefisien determinasi korelasi (R)

    sebesar 0.838 yang berarti ada hubungan sebesar 0.838 antara

    variabel dependen (persepsi, motivasi dan minat). Sehingga dapat

    disimpulakan korelasi antara persepsi, motivasi dan minat

    mempunyai hubunagn yang kuat.

    Nilai adjusted R Square menunjukkan nilai sebesar 0.702

    yang artinya bahwa variabel independen yang digunakan dalam

    penelitian ini mampu menjelaskan variabel-variabel independen

    sebesar 70.2% sedangkan sisannya 39.8% dijelaskan oleh variasi

    variabel lain.

    b. Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F)

    uji Ftest dilakukan untuk menguji apakah semua variabel

    independen yang dimasukkan kedalam model mempunyai pengaruh

    secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali,2013:98).

    Pengujian dilakukan denagn menggunakan F statistic F dengan

    kriteria pengambilan keputusan sebagi berikut

    a) Nilai signifikan > 0.05, H0 diterima dan H1 ditolak

    b) Nilai signifikan < 0.05, H0 ditolak dan H1 diterima

    Hasil uji statistik F yang diperoleh oleh penelitian ini dapat

    dilihat pada tabel

  • 68

    a) Uji F regresi 1

    4. 8

    Hasil Uji F Regresi 1

    ANOVAa