Pengurutan (sorting )

  • View
    1.850

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of Pengurutan (sorting )

  • 1. Pengurutan (sorting )Oleh: ROSIDA SIMAMORAProdi: Teknik InformatikaMata Kuliah : Pemrograman Turbo PascalDosen: PEMROGRAMAN TURBO PASCAL

2. 1. Proses mangatur sekumpulan obyek/data menurut urutan atau susunan tertentu. 2. Urutan obyek/data tersebut dapat menaik (ascending) atau menurun (desencending). 3. Data yang diurutkan dapat berupa data bertipe dasar atau data bertipe struktur 4. Data yang sudah terurut memiliki keuntungan yaitu Mempercepat proses pencarian data. 3. Algoritma pengurutan / sorting bermacam-macam dan setiap algoritma ini memiliki kinerja yang berbeda-beda. Berikut ini macam-macam algoritma pengurutan:Metode Selection Sort Metode Buble Sort Metode Merge Sort Metode Quick SortMetode Insertion SortHal yang mempengaruhi Kecepatan Algoritma Sorting adalah Jumlah Operasi Perbandingan & Jumlah Operasi Pemindahan Data 4. Selection Sort (Metode Seleksi). Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen dgn memilih elemen data terkecil utk kemudian dibandingkan & ditukarkan dgn elemen pd data awal, dst s/d seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort. Merupakan kombinasi antara sorting dan searching Untuk setiap proses, akan dicari elemen-elemen yang belum diurutkan yang memiliki nilai terkecil atau terbesar akan dipertukarkan ke posisi yang tepat di dalam array. Misalnya untuk putaran pertama, akan dicari data dengan nilai terkecil dan data ini akan ditempatkan di indeks terkecil (data[0]), pada putaran kedua akan dicari data kedua terkecil, dan akan ditempatkan di indeks kedua (data[1]). 5. Ilustrasi Algoritma Selection Sort 292710876211234568271029762112345681027297621123456810212976271234568102127762912345681021272976123456Set Index awal = 1 Index terkecil = 4 8 Tukar index 1dengan 4Set Index awal = 2 index terkecil = 3 10 Tukar index 2 dengan 3Set Index awal = 3 index terkecil = 6 21 Tukar index 3 dengan 6Set Index awal = 4 index terkecil = 6 27 Tukar index 4 dengan 6Set Index awal = 5 index terkecil = 6 29 Tukar index 5 dengan 6Index awal = 6 Selesai Data sudah terurut secara ascending 6. Program SelectionSort; uses crt; VAR Data : array[1..10] of integer; i,j,n,bantu : integer; BEGIN clrscr; Writeln('Masukkan data anda !'); writeln; Write('jumlah data anda ? '); readln(n); writeln('Mulai memasukan data '); for i:=1 to n do begin Write('Data ke-',i,' = '); readln(data[i]); end; for i:=1 to N-1 do for j := i+1 to N do begin if data[i] > data[j] then begin Bantu := data[i]; data[i] := data[j]; data[j] := Bantu; end; end;for i:=1 to n do write('(',data[i],'),'); readln; end. Hasil program Masukkan data anda ! jumlah data anda ? 5 Mulai memasukan data Data ke-1 = 4 Data ke-2 = 6 Data ke-3 = 2 Data ke-4 = 8 Data ke-5 = 5 (2),(4),(5),(6),(8), 7. 1. Metode Bubble Sort (Gelembung) Teknik yang diinspirasi oleh gelembung sabun yang berada dipermukaan air. Karena berat jenis gelembung lebih ringan dari pada air, maka gelembung akan naik keatas. (benda yang berat akan terbenam, benda ringan terapung). Elemen data pertukaran.yang paling kecil diapungkan diangkat keatas melalui prosesBubble Sort mengurutkan data dengan cara membandingkan elemen sekarang dengan elemen berikutnya Algoritma Bubble Sort 1. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya sebelumnya ) satu persatu (n-1,n-2,n-3,....dst) 4. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal.( 8. Analogi : Larik dengan urut menaik, elemen larik yang berharga paling kecil diapungkan, artinya diangkat ke atas (atau ke ujung kiri larik) melalui proses pertukaran. Proses pengapungan ini dilakukan sebanyak N-1 langkah dengan N adalah ukuran larik. Pada akhir setiap langkah ke-I, larik L[1..N] akan terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang sudah terurut, yaitu L[1..I] dan bagian yang belum terurut L[I+1..N]. Setelah langkah terakhir, diperoleh larik L[1..N] yang terurut menaik. 29271087621123456Langkah 1: Index ke n = 6 sampai ke 2. Index 6 Index (n-1) = 5 Index = 4 Index = 3 Index = 2 88 27 278 258 10 10 108252710212345610 2510 27 2776 76 76 76 7676121 21 21 21 21Langkah 2: Index ke n = 6 sampai ke 3 Index 6 Index (n-1) = 5 Index = 4 Index = 31021 21 21 2176 76 76 76 9. 81025272176123456Langkah 3: Index ke n = 6 sampai ke 4. Index 6 Index (n-1) = 5 Index = 4 8 10 21 25 12321274521 27 2721 257676 76 766Langkah 4: Index ke n = 6 sampai ke 5. Index 6 Index (n-1) = 581021252723457676176 76272527 276Langkah 5: Index ke n = 6 . Index 681021252776123456Elemen sudah urut dan proses sorting selesai 10. Contoh 2 : 11. Contoh 3 :Bubble Sort Disebut juga dengan metode Penukaran (Exchange Sort), yaitu metoda yang mendasarkan pada penukaran elemen untuk mencapai keadaan urut yang diinginkan. Algoritma Metode gelembung : - langkah 0 : Baca vector yang akan diurutkan (dalam program utama) - langkah 1 : Kerjakan langkah 2 untuk i = 1 sampai N-1 - langkah 2 : Kerjakan langkah 3 untuk j = 1 sampai N- i - langkah 3 : Tes apakah A[j] > A[j +1] ? Jika ya, tukarkan nilai kedua elemen ini - langkah 4 : Selesai 12. Contoh Program Buble Sort program BubleShort; uses crt; VAR Data : array[1..10] of integer; i,j,n,bantu : integer; BEGIN clrscr; Writeln('Masukkan data anda !');writeln; Write('jumlah data anda ? ');readln(n); writeln('Mulai memasukan data '); for i:=1 to n do begin Write('Data ke-',i,' = '); readln(data[i]); end; for i:=1 to N-1 doHasil : Masukkan data anda ! jumlah data anda ? 5 Mulai memasukan data Data ke-1 = 5 Data ke-2 = 3 Data ke-3 = 6 Data ke-4 = 2 Data ke-5 = 3 (2),(3),(3),(5),(6),for j := 1 to N-i do begin if data[j] > data[j+1] then begin Bantu := data[j]; data[j] := data[j+1]; data[j+1] := Bantu; end; end; for i:=1 to n do write('(',data[i],'),'); readln; end. 13. Metode INSERTION SORT (Sisip) 14. Analogi : mengurutkan satu set kartu dari kartu yang bernilai paling kecil hingga yang paling besar. Seluruh kartu diletakkan pada meja, kita sebut meja pertama, disusun dari kiri ke kanan dan a ke bawah. Kemudian pada meja kedua tempat meletakkan kartu yang diurutkan. Ambil kartu pertama yang terletak pada pojok kiri atas meja pertama dan letakkan pada m kedua. Ambil kartu kedua dari meja pertama, bandingkan dengan kartu yang berada pada meja ked kemudian letakkan pada urutan yang sesuai setelah perbandingan. Proses tersebut akan berlangsung hingga seluruh kartu pada meja pertama telah diletak berurutan pada meja kedua. Contoh : Jika sudah terurut 3,6,9, dan selanjutnya belum terurut 5,7,2,.... 5 akan disisipkan di antara 3 dan 6, sehingga menjadi 3,5,6,9. 7 akan disisipkan di antara 6 dan 9, sehingga menjadi 3,5,6,7,9. 2 akan disisipkan sebelum 3, sehingga menjadi 2,3,5,6,7,9. Contoh :