Click here to load reader

Penyehatan sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman by muhammad toriq, stikes widyagama husada malang

  • View
    25.385

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bagaimana pelaksanaan penyehatan sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman di RS dr, Saiful Anwar Malang

Text of Penyehatan sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman by muhammad toriq, stikes widyagama husada malang

  • 1. BAB IPENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANGRumah sakit merupakan instansi pelayanan kesehatan dengan inti kegiatanpromotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Kegiatan tersebut akan menimbulkan dampakpositif maupun negatif. Dampak positif dari kegiatan rumah sakit adalah meningkatkanderajat kesehatan masyarakat, sedangkan dampak negatif dari kegiatan rumah sakit antaralain adalah sampah dan limbah medis maupun non medis yang dapat menimbulkan penyakitdan pencemaran lingkungan yang perlu perhatian khusus. (Rudiyanto, 2012)Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orangsakit maupunorang sehat, dengan berkumpulnya orang sakit dan sehat tersebutmemunculkan resiko yang dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkanterjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Menurut Kepmenkes 1204,2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakitTeori HM Bloom menyebutkan bahwa lingkungan merupakan salah satu unsurpenting di dalam kehidupan diantara host dan agent penyakit, dalam hal ini lingkungansebagai instrumen penyeimbang kehidupan, apabila kualitas lingkungan menurun, makaagent penyakit akan naik dan derajat kesehatan masyarakat akan turun.Penyehatan lingkungan rumah sakit merupakan kegiatan penunjang yang cukupvital dalam kegiatan pelayanan rumah sakit. Pedoman Kepmenkes 1204 tahun 2004 tentangpersyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit, terdapat beberapa pokok pengelolahansanitasi kesehatan lingkungan rumah sakit meliputi penyediaan air bersih, pengelolaanlimbah cair, pengelolaan sampah, pengelolaan sampah medis, pengelolaan makanan,pengelolaan linen, sanitasi ruangan dan peralatan, serta pengendalian serangga dan tikus.Semua kegiatan sanitasi di lingkungan rumah sakit berada di bawah program kerjaInstalasi Penyehatan Lingkungan (IPL). Instalasi penyehatan lingkungan sebagai unit kerjaRSUD Dr. Saiful Anwar Malang mempunyai tanggung jawab terhadap kegiatan manajemen1

2. penyehatan lingkungan rumah sakit. Kegiatan manajemen tersebut dilakukan denganprogram-program yang mengacu pada peraturan dan pedoman yang berlaku dengan tujuanutama peningkatan mutu pengelolaan dan pemantauan lingkungan RSUD Dr. Saiful AnwarMalang. Salah satu program instalasi penyehatan lingkungan rumah sakit adalah sanitasibangunan, ruangan, dan halaman. Sarana dan bangunan umum merupakan tempat dan ataualat yang dipergunakan oleh masyarakat umum untuk melakukan kegiatan, oleh karena ituperlu dikelola demi kelangsungan kehidupan dan penghidupannya untuk mencapai keadaansejahtera dari badan, jiwa dan sosial, yang memungkinkan penggunanya hidup dan bekerjadengan produktif secara sosial ekonomis. Sarana dan bangunan umum dinyatakanmemenuhi syarat kesehatan lingkungan apabila memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologisdan dapat mencegah penularan penyakit antar pengguna, penghuni dan masyarakatsekitarnya, selain itu harus memenuhi persyaratan dalam pencegahan terjadinya kecelakaan.(Fahmi, 2009)WHO dan kepmenkes 1204 tahun 2004 tentang persyaratan kesehatan lingkunganrumah sakit menyatakan bahwa Sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman rumah sakitadalah suatu usaha untuk mengawasi berbagai faktor lingkungan fisik yang berpengaruhterhadap manusia, terutama terhadap hal-hal yang yang mempunyai efek merusakperkembangan fisik, kesehatan dan kelangsungan hidup semua ruang/unit dan halamanyang ada di dalam batas pagar rumah sakit(bangunan fisik dan kelengkapannya) yangdipergunakan untuk berbagai keperluan dan kegiatan rumah sakit.Sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman terdapat berbagai macam persyaratanyang harus dipenuhi untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan oleh konstruksibangunan, ruangan, dan halaman tersebut.Ruangan rumah sakit terbagi berbagai zona resiko. Diantaranya zona resikorendah, resiko sedang, resiko tinggi, dan resiko sangat tinggi. Diantara zona-zona tersebutpersyaratannya tidak sama. Yang mana antara zona rendah dan zona yang lainnya adaperbedaan persyaratan yang harus dipenuhi, baik fisik maupun mutu. 2 3. Salah satu contoh adalah ruangan di resiko sangat tinggi dindingnya harus mudahdibersihkan, tidak boleh ada sudut, dinding pertemuan harus konus. Persyaratan ini mutlakharus dipenuhi. Apabila persyaratan ini tidak dipenuhi maka dampak yang ditimbulkan akansangat besar baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan ataupun orang yang ada di rumahsakit tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya penyehatan lingkungan rumah sakit khususnyasanitasi bangunan, ruangan, dan halaman yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dankaryawan akan bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari dampak kegiatanrumah sakit tersebut.3 4. 1.2 RUMUSAN MASALAH1. Bagaimana kegiatan lapangan di IPL RSUD dr. Saiful Anwar?2. Bagaimana sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman di RSUD dr Saiful Anwar Malang sudah sesuai dengan kepmenkes 1204/MENKES/SK/IX/2004 ?3. Apa saja masalah-masalah yang terdapat dalam program sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman di RSUD dr. Saiful Anwar Malang?4. Bagaimana solusi alternatif untuk memecahkan masalah yang ada di program sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman di RSUD dr. Saiful Anwar Malang?1.3 TUJUAN1.3.1. Tujuan umumMemperoleh ketrampilan, penyesuaian, pengetahuan, dan sikap serta mendeskripsikankegiatan pendataan dan pengawasan sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman diRSUD Saiful Anwar Malang 1.3.2. Tujuan khusus1. Menggambarkan kegiatan lapangan di Instalasi Penyehatan Lingkungan (IPL) RSUD dr. Saiful Anwar2. Mengetahui apakah sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman di RSUD Saiful Anwar sudah sesuai dengan Kepmenkes 1204 tahun 2004 tentang kesehatan lingkungan rumah sakit3. Mengidentifikasi masalah-masalah dalam program sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman di RSUD dr. Saiful Anwar Malang4. Menganalisis solusi alternatif tentang pemecahan masalah yang ada di program sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman di RSUD dr. Saiful Anwar 4 5. 1.4. MANFAAT 1.4.1. Bagi Mahasiswa Memperoleh wawasan, pemahaman, dan penghayatan serta pengalaman lapangan ruang lingkup Instalasi Penyehatan Lingkungan di RSUD dr Saiful Anwar Malang terutama di bidang sanitasi bangunan, ruangan, dan halaman. 1.4.2. Bagi Program Studi 1. Mendapatkan masukan tentang perkembangan di bidang keilmuan dan teknologi yang diterapkan dalam praktik kerja di instansi tersebut 2. Menjalin kerjasama yang baik antara lembaga pendidikan dengan instansi dalam upaya memberikan bekal mahasiswa untuk mengetahui dunia kerja 1.4.3. Bagi Instansi atau RSUD dr. Saiful Anwar Malang 1. Sebagai bahan pertimbangan evaluasi dan penetapan kebijakan di IPL RSSA khususnya sanitasi bangunan, ruang, dan halaman. Dalam pelaksanaan program di wilayah kerja Instalasi Penyehatan Lingkungan (IPL) RSUD dr. Saiful Anwar Malang. 5 6. BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1. Kesehatan Lingkungan Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan lingkungan adalah suatukeseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjaminkeadaan sehat dari manusia.Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) mendefinisikankesehatan lingkungan sebagai suatu kondisi lingkungan yang mampu menopangkeseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukungtercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.Ruang lingkup kesehatan lingkungan menurut World Health Organization(WHO), yaitu :1. Penyediaan air minum2. Pengelolaan air buangan dan pengendalian pencemaran3. Pembuangan sampah padat4. Pengendalian vektor5. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia6. Higiene makanan, termasuk higiene susu7. Pengendalian pencemaran udara8. Pengendalian radiasi9. Kesehatan kerja10. Pengendalian kebisingan11. Perumahan dan pemukiman12. Aspek kesling dan transportasi udara13. Perencanaan daerah dan perkotaan14. Pencegahan kecelakaan15. Rekreasi umum dan pariwisata 6 7. 16. Tindakan sanitasi dihubungkan dengan epidemi, darurat, bencana, daerah urban dantransmigrasi.17. Tindakan pencegaan2.2. Sanitasi Tempat-Tempat UmumMenurut WHO Sanitasi adalah suatu usaha untuk mengawasi berbagai faktorlingkungan fisik yang berpengaruh terhadap manusia, terutama terhadap hal-hal yang yangmempunyai efek merusak perkembangan fisik, kesehatan dan kelangsungan hidup.Sanitasi lebih menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktorlingkungan yang mempengarui derajat kesehatan manusia dengan mengutamakan usahapencegahan sehingga dapat menghindari munculnya penyakit. (Azwar, 1990)Tempat-tempat umum adalah suatu tempat dimana banyak orang berkumpuluntuk melakukan kegiatan secara insidentil maupun terus menerus, secara membayarmaupun tidak membayar.(Soeparlan, 1989)Jadi sanitasi tempat-tempat umum bisa diartikan sebagai usaha untuk mengawasidan mencegah kerugian akibat dari pemanfaatan tempat maupun hasil usaha (produk) olehdan untuk umum terutama terutama yang erat hubungannya dengan timbulnya / menularnyasuatu penyakit. (Karbi, 2007)2.2.1. Jenis tempat-tempat umum antara lain : (Karbi, 2007) 1. Yang berhubungan dengan sarana pariwisata :a. Penginapan/losmenb. Kolam renangc. Bioskopd. Tempat hiburane. Tempat rekreasif. Bilyardg. Tempat bersejarah 7 8. 2. Yang berhubungan dengan sarana perhubungan : a. Terminal angkutan darat b. Terminal angkutan sungai 3. Yang berhubungan dengan sarana komersial a. Pemangkas rambut b. Salon kecantikan c. Pasar-pasar d. Apotik e. Toko obat perbelanjaan 4. Yang berhubungan dengan sarana sosial : a. Tempat-tempat ibadah b. Rumah sakit c. Klinik bersalin d. Sekolah-sekolah/asrama e. Panti asuhan5. Kantor-kantor pemerintahan dan swasta termasuk bank-bank pemerintah dan swasta2.2.2. Secara umum sanitasi tempat umum dapat dilihat dari :1. Kualitas bangunan a. Bahan bangunan dan konstruksinya bisa menentukan apakah bangunan tersebut mudah rusak, terbakar, lembab, panas, sebagai sarang serangga pembawa penyakit, bising, kecelakaan, kebakaran, penyakit ISPA, penyakit bawaan vektor. b. Denah bangunan dan kecukupan ruang sesuai dengan fungsinya.8 9. 2. Pers

Search related