Click here to load reader

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR · PDF file 2016-12-19 · POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH ... BUPATI LAMPUNG TENGAH, Menimbang : a. bahwa untuk terselenggaranya

  • View
    4

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR · PDF file 2016-12-19 ·...

  • PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    NOMOR 05 TAHUN 2003

    TENTANG

    POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    BUPATI LAMPUNG TENGAH,

    Menimbang : a. bahwa untuk terselenggaranya pengelolaan keuangan daerah yang tertib, taat azas dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, maka perlu adanya pengaturan mengenai sistem dan prosedur penyusunan pengurusan, penatausahaan, pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah;

    b. bahwa sehubungan dengan maksud tersebut pada huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, maka Pemerintah Daerah perlu mengatur Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah dengan Peraturan daerah;

    c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, dan huruf b, maka perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Pokok- pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;

    Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 Tentang Penetapan Undang-

    Undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1991) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1821);

    2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Dati II Way Kanan, Kabupaten Dati II Lampung Timur, dan Kotamadya Metro (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3825);

    3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839);

    4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848);

    5. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

    6. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai daerah Otonom

    www.djpp.depkumham.go.id

    www.djpp.depkumham.go.id

    http://www.djpp.depkumham.go.id http://www.djpp.depkumham.go.id

  • (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848);

    7. Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 Tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 201, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4021) sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 84 Tahun 2001 (Lembaran negara tahun 2001 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4165);

    8. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 Tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 202, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4022);

    9. Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2000 Tentang Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan dalam Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 203, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4023);

    10. Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2000 Tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 204, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4024);

    11. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 Tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 209, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4027);

    12. Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 210, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4028);

    13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 Tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4262);

    14. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Pengendalian Jumlah Kumulatif Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Jumlah Kumulatif Pinjaman Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4287);

    15. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk Rancangan Perundang-undangan, Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancanagn Keputusan Presiden (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 70);

    16. Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2001 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 15);

    17. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi daerah Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Teknik Penyusunan dan Materi Muatan Produk- produk Hukum Daerah;

    18. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi daerah Nomor 29 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban, dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Tata Usaha Keuangan Daerahdan Penyusunan Perhitungan APBD.

    www.djpp.depkumham.go.id

    www.djpp.depkumham.go.id

    http://www.djpp.depkumham.go.id http://www.djpp.depkumham.go.id

  • Dengan Persetujuan

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

    BAB I KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Daerah Otonom kabupaten Lampung Tengah. 2. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah beserta perangkat Daerah Otonom yang lain

    sebagai Badan Eksekutif daerah Kabupaten Lampung Tengah. 3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Badan Legislatif Daerah Kabupaten Lampung

    Tengah. 4. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Otonom oleh

    Pemerintah daerah dan DPRD menurut azas Desentralisasi. 5. Kepala Daerah adalah Bupati Lampung Tengah. 6. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang Pemerintahan oleh Pemerintah kepada

    Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 7. Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban Daerah dalam rangka

    penyelenggaraan Pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang, termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban Daerah tersebut, dalam kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

    8. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, yang selanjutnya disingkat APBD, adalah suatu rancangan keuangan tahunan Daerah yang ditetapakan berdasarkan Peraturan Daerah tentang APBD.

    9. Anggaran Berbasis Kinerja adalah anggaran dimana setiap alokasi biaya yang direncanakan harus dikaitkan dengan tingkat pelayanan atau hasil yang diharapkan dapat dicapai.

    10. Pemegang Kekuasaan Umum Pengelola Keuangan Daerah adalah Kepala Daerah yang karena jabatannya mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan daerah dan mempunyai kewajiban menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kewenangan tersebut kepada DPRD.

    11. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah adalah pejabat atau pegawai Daerah yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku diberi kewenangan tertentu dalam kerangka pengelolaan keuangan daerah.

    12. Pengelola Keuangan daerah adalah pejabat pemegang kekuasaan penggunaan Anggaran Belanja Daerah.

    13. Bagian Belanja Aparatur Daerah adalah belanja yang dialokasikan pada atau digunakan untuk membiayai kegiatan yang hasil, manfaat, dan dampaknya tidak secara langsung dinikmati oleh masyarakat.

    www.djpp.depkumham.go.id

    www.djpp.depkumham.go.id

    http://www.djpp.depkumham.go.id http://www.djpp.depkumham.go.id

  • 14. Bagian Belanja Pelayana Publik adalah belanja yang dialokasikan pada atau digunakan untuk membiayai kegiatan yang hasil, manfaat, dan dampaknya secara langsung dinikmati oleh masyarakat.

    15. Barang Daerah adalah semua barang milik daerah yang berasal dari pembelian dengan dana yang bersumber seluruhnya atau sebagian dari APBD dan atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.

    16. Belanja Daerah meliputi semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode tahun anggaran tertentu yang menjadi beban daerah.

    17. Belanja Administrasi Umum adalah Belanja tidak langsung yang dialokasikan pada kegiatan non investasi.

    18. Belanja Modal adalah belanja langsung yang digunakan untuk membiayai kegiatan investasi.

    19. Belanja Operasi dan Pemeliharaan adalah belanja langsung yang digunakan untuk membiayai kegiatan non investasi.

    20. Belanja tidak tersangka adalah pengeluaran daerah yang tidak terencana penggunaan sebelumnya, untuk dipergunakan sewaktu-waktu guna mengatasi keadaan darurat dan mendesak seperti penanganan bencana alam, bencana sosial atau pengeluaran lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka kewenangan Pemerintahan Daerah.

    21. Sisa Lebih Perhitungan APBD tahun lalu adalah selisih lebih realisasi Belanja Daerah dan merupakan komponen pembiayaan.

    22. Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan dana relatif cukup besar yang tidak dapat dibebankan dalam satu Tahun anggaran.

    23. Dana Depresiasi adalah dana yang disisihkan untuk penggantian aset pada akhir masa umur ekonomisnya.

    24. Aset Daerah adalah smua harta kekayaan milik Daerah baik barang berwujud maupun barang tidak berwujud.

    25. Pinjaman Daerah adalah semua transaksi yang mengakibatkan Daerah menerima dari pihak lain sejumlah uang atau manfaat bernilai uang sehingga Daerah tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali, tidak

Search related