17
Peraturan Internal RS VITA INSANI PERATURAN INTERNAL RUMAH SAKIT VITA INSANI ( RSVI ) PEMATANGSIANTAR P E M B U K A A N Bahwa dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat, mutu kehidupan dan kesejahteraan rakyat, diperlukan adanya Rumah Sakit untuk menyelenggarakan upaya kesehatan paripurna meliputi pencegahan, pengobatan, pemulihan dan peningkatan kesehatan yang dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. Bahwa selain mengikuti standard baku pelayanan rumah sakit yang ditetapkan oleh pemerintah, Rumah Sakit hendaklah merupakan pusat pelayanan medik yang solid, berkelas (bergengsi), memiliki standard baku pelayanan medik, mampu berkembang sesuai dengan perkembangan kondisi dan tuntutan zaman, turut menciptakan atau menjaga kelestarian lingkungan, untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat. Atas berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Pengasih, pada tanggal 4 Juli 1983, Rumah Sakit Vita Insani didirikan di Pematangsiantar, oleh para pendirinya, yaitu antara lain: Tuan Dokter SARMEDI PURBA, Tuan Insinyur MARASI SIBARANI, Tuan Insinyur FRANK DJINGGA, dan Tuan Dokter POLTAK NAIBORHU, semula berada dibawah, dan dikelola oleh badan hukum yayasan, yaitu YAYASAN VITA INSANI, yang kemudian seiring dengan perkembangan zaman, badan hukum yayasan tersebut diubah menjadi badan hukum perseroan terbatas dengan nama P.T. VITA INSANI SENTRA MEDIKA, berkedudukan di Pematangsiantar, dengan para pemegang saham yang terdiri dari Tuan Dokter SARMEDI PURBA, SpOG, Tuan Doktor Insinyur MARASI SIBARANI, MSc, Tuan Dokter SOEDIRMAN, SpB, Tuan Dokter MANAHAN HOT PANDAPOTAN SILITONGA, SpOG, Tuan Dokter TUMPAK H. SIMATUPANG, SpB, Tuan Dokter ALPIN HOZA, Tuan Dokter POLTAK NAIBORHU, SpRad., Tuan BAMBANG WIDJANARKO, SE., Tuan MUHAMMAD YODI ERDIANTO, SE, Nyonya HORMAINTA PURBA SUMBAYAK, Tuan Dokter NAMSO

Peraturan Internal RS

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Peraturan Internal

Citation preview

Page 1: Peraturan Internal RS

Peraturan Internal RS VITA INSANI

PERATURAN INTERNAL

RUMAH SAKIT VITA INSANI

( RSVI )

PEMATANGSIANTAR

P E M B U K A A N

Bahwa dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat, mutu kehidupan dan

kesejahteraan rakyat, diperlukan adanya Rumah Sakit untuk menyelenggarakan upaya

kesehatan paripurna meliputi pencegahan, pengobatan, pemulihan dan peningkatan

kesehatan yang dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu.

Bahwa selain mengikuti standard baku pelayanan rumah sakit yang ditetapkan oleh

pemerintah, Rumah Sakit hendaklah merupakan pusat pelayanan medik yang solid,

berkelas (bergengsi), memiliki standard baku pelayanan medik, mampu berkembang sesuai

dengan perkembangan kondisi dan tuntutan zaman, turut menciptakan atau menjaga

kelestarian lingkungan, untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat.

Atas berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Pengasih, pada tanggal 4 Juli 1983, Rumah Sakit

Vita Insani didirikan di Pematangsiantar, oleh para pendirinya, yaitu antara lain: Tuan

Dokter SARMEDI PURBA, Tuan Insinyur MARASI SIBARANI, Tuan Insinyur FRANK

DJINGGA, dan Tuan Dokter POLTAK NAIBORHU, semula berada dibawah, dan dikelola

oleh badan hukum yayasan, yaitu YAYASAN VITA INSANI, yang kemudian seiring dengan

perkembangan zaman, badan hukum yayasan tersebut diubah menjadi badan hukum

perseroan terbatas dengan nama P.T. VITA INSANI SENTRA MEDIKA, berkedudukan di

Pematangsiantar, dengan para pemegang saham yang terdiri dari Tuan Dokter SARMEDI

PURBA, SpOG, Tuan Doktor Insinyur MARASI SIBARANI, MSc, Tuan Dokter SOEDIRMAN,

SpB, Tuan Dokter MANAHAN HOT PANDAPOTAN SILITONGA, SpOG, Tuan Dokter

TUMPAK H. SIMATUPANG, SpB, Tuan Dokter ALPIN HOZA, Tuan Dokter POLTAK

NAIBORHU, SpRad., Tuan BAMBANG WIDJANARKO, SE., Tuan MUHAMMAD YODI

ERDIANTO, SE, Nyonya HORMAINTA PURBA SUMBAYAK, Tuan Dokter NAMSO

SARAGIH, SpPD dan Tuan RABENLY SARAGIH, SE.

Page 2: Peraturan Internal RS

Bahwa sebagai Rumah Sakit yang sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, dan

untuk lebih memantapkan gerak langkah seluruh komponen pendukung dan penyelenggara

Rumah Sakit Vita Insani agar seirama, selaras, serasi dan terpadu, serta berusaha setiap

waktu meningkatkan dan menyempurnakan pelayanannya kepada masyarakat sebagai

wujud pencapaian visi dan misinya, maka dengan nama PERATURAN INTERNAL RUMAH

SAKIT VITA INSANI, yang berisi ketentuan-ketentuan dasar atau ketentuan-ketentuan

pokok sebagai pedoman yang berlaku di lingkungan Rumah Sakit Vita Insani, dengan

mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB I

NAMA DAN KEDUDUKAN

Pasal 1

(1) Rumah Sakit ini bernama RUMAH SAKIT VITA INSANI, disingkat RSVI.

(2) RSVI didirikan pada tanggal tanggal 4 Juli 1983 di Pematangsiantar, Sumatera Utara,

untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya.

(3) RSVI berkedudukan di Jalan Merdeka Nomor 329, Pematangsiantar, Kode Pos 21132,

Sumatera Utara, Indonesia.

Pasal 2

Pemilik dan penyelenggara RSVI adalah P.T. VITA INSANI SENTRA MEDIKA, yang telah

mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik

Indonesia, berkedudukan di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Pasal 3

RSVI adalah Rumah Sakit dengan klasifikasi type Madya atau Kelas C, diselenggarakan

RSVI berdasarkan izin dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

BAB II

VISI, MISI, TUGAS DAN FUNGSI RSVI

Pasal 4

Visi RSVI adalah “MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN”.

Pasal 5

Misi RSVI adalah “MENYEDIAKAN PELAYANAN MEDIK YANG UP TO DATE, NAMUN

Page 3: Peraturan Internal RS

TERJANGKAU OLEH MASYARAKAT“.

Pasal 6

Tugas RSVI adalah melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna

dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara

serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya

rujukan.

Pasal 7

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Rumah Sakit Vita Insani mempunyai fungsi:

a. Menyelenggarakan pelayanan medik.

b. Menyelenggarakan pelayanan penunjang medik dan non medik.

c. Menyelenggarakan pelayanan rujukan

d. Menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan.

BAB III

LOGO / LAMBANG RUMAH SAKIT VITA INSANI

Pasal 8

Logo atau lambang RSVI adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan

bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan ini.

Pasal 9

Logo atau lambang sebagaimana dimaksud pada Pasal 8 mengandung pengertian:

a. Tanda cross dengan warna hijau mengandung arti bahwa RSVI adalah pusat pelayanan

medik yang mengikuti standard baku pelayanan rumah sakit yang ditetapkan oleh

pemerintah.

b. Lingkaran dengan warna biru, berarti bahwa RSVI turut menciptakan atau menjaga

kelestarian lingkungan.

c. Lingkaran biru dengan bentuk yang simetris mengandung arti bahwa RSVI merupakan

pusat pelayanan medik yang solid.

d. Huruf “V” adalah singkatan dari VITA yang berarti HIDUP.

e. Lingkaran kecil kuning di atas tanda cross hijau mengandung arti pelaksanaan visi RSVI.

f. Huruf “ Rumah Sakit “ dengan warna merah dipilih untuk lebih menarik titik pandang

(point of view) sehingga memudahkan masyarakat untuk mencari lokasi RSVI.

g. Huruf “VITA INSANI“ dengan huruf balok, mengandung arti bahwa RSVI memiliki

standard baku pelayanan medik untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat yang

Page 4: Peraturan Internal RS

menggunakan jasa pelayanan medis di Rumah Sakit Vita Insani.

h. Huruf “VITA INSANI“ dengan warna hijau mengandung arti bahwa kualitas pelayanan

RSVI berbasis pada kelestarian lingkungan hidup (green ecology). 

BAB IV

SUSUNAN ORGANISASI

Pasal 10

Organisasi RSVI terdiri dari:

a. Direktur RSVI.

b. Wakil Direktur

c. Komite Medik dan Staf Medik Fungsional RSVI

d. Koordinator Marketing

e. Bagian Perawatan RSVI

f. Bagian Umum RSVI

g. Bagian Keuangan dan Program RSVI

h. Instalasi RSVI.

Pasal 11

Direktur RSVI dibantu oleh sekurang-kurangnya seorang Wakil Direktur, dengan ketentuan

jumlah Wakil Direktur ditetapkan oleh Direksi PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA atas

persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.

Pasal 12

(1) Marketing Managers RSVI dipimpin oleh seorang Koordinator.

(2) Bagian Perawatan RSVI dipimpin oleh seorang Kepala.

(3) Bagian Umum RSVI dipimpin oleh seorang Kepala.

(4) Bagian Keuangan dan Program RSVI dipimpin oleh seorang Kepala.

(5) Instalasi RSVI dipimpin oleh seorang kepala dalam jabatan non structural.

BAB V

PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN

Pasal 13

(1) Direktur dan Wakil Direktur RSVI diangkat dan diberhentikan oleh Direksi PT. VITA

Page 5: Peraturan Internal RS

INSANI SENTRA MEDIKA atas persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham untuk masa

jabatan 3 (tiga) tahun lamanya dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi hak Direksi PT. VITA

INSANI SENTRA MEDIKA untuk memberhentikan sewaktu-waktu, atas persetujuan Rapat

Umum Pemegang Saham.

Pasal 14

Untuk dapat diangkat sebagai Direktur dan Wakil Direktur Rumah Sakit Vita Insani adalah

dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, atau dokter gigi spesialis yang memenuhi

persyaratan sebagai berikut:

a. berusia sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh tahun)

b. sehat jasmani dan rohani.

c. memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang perumah-sakitan.

d. memenuhi persyaratan lain sebagaimana yang ditentukan dalam peraturan perundang-

undangan yang berlaku dan persyaratan yang ditentukan oleh PT.

Pasal 15

Direktur dan Wakil Direktur RSVI berhenti dari jabatannya karena:

a. masa jabatannya berakhir

b. mengundurkan diri

c. meninggal dunia

d. diberhentikan oleh Direksi PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA atas persetujuan Rapat

Umum Pemegang Saham.

Pasal 16

(1) Kordinator Marketing dan para Kepala Bagian/Instalasi diangkat oleh Direktur RSVI

untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun lamanya.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi hak Direktur RSVI

untuk memberhentikan sewaktu-waktu.

Pasal 17

Mekanisme pengangkatan dan pemberhentian, demikian juga perincian tugas, tanggung

jawab dan laporan serta penggajian Kordinator/Kepala dan Staf Marketing

Managers/Bagian di RSVI ditetapkan oleh Direktur RSVI.

BAB V

Page 6: Peraturan Internal RS

TATA KERJA

Pasal 18

Direktur RSVI mempunyai tugas pokok :

a. Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan

mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan

terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan di

RSVI.

b. Melaksanakan fungsi-fungsi manajemen RSVI secara terpadu, efisien, efektif dan kreatif.

c. Mengelola RSVI dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan Direksi PT. VITA

INSANI SENTRA MEDIKA atas persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.

Pasal 19

Direktur RSVI mempunyai fungsi:

a. Menyusun kebijaksanaan pelaksanaan kegiatan di RSVI.

b. Membina pelaksanaan kegiatan di RSVI.

c. Mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas RSVI sesuai dengan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

d. Menyusun rencana kerja dan rencana anggaran tahunan untuk dibahas dan ditetapkan

Direksi PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA atas persetujuan Rapat Umum Pemegang

Saham.

e. Mengusulkan kepada Direksi PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA rencana pembangunan

dan pengembangan sarana dan prasarana RSVI.

f. Bersama-sama dengan Direksi PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA merumuskan strategi

dan rencana induk pengembangan RSVI.

g. Melaporkan kegiatan penyelenggaraan RSVI meliputi laporan pelayanan, ketenagaan

kepada anggota Direksi dan Komisaris PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA, sekurang-

kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan

h. Menyampaikan laporan keuangan berupa neraca dan laporan rugi laba kepada semua

pemegang saham PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA, sekurang-kurangnya 1 (satu) kali

dalam 1 (satu) bulan.

i. Memelihara hubungan baik dengan pemerintah, organisasi perumahsakitan, organisasi

profesi dan masyarakat.

Pasal 20

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pasal Pasal 17, Direktur

Page 7: Peraturan Internal RS

RSVI mempunyai wewenang:

a. Mengeluarkan dana untuk membayar biaya-biaya kegiatan rutin RSVI seperti gaji,

dapur, obat-obatan dan lain-lain.

b. Mengeluarkan dana untuk membayar biaya-biaya di luar kegiatan rutin RSVI seperti

reparasi alat-alat kecil medik dan non medik guna memperlancar kegiatan RSVI yang

jumlahnya maksimum sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) setiap bulannya.

c. Mengeluarkan dana di atas Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) untuk membayar

biaya-biaya di luar kegiatan rutin dengan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Direksi

dan Komisaris PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA.

d. Mengeluarkan dana untuk pembelian alat-alat medik dan non medik RSVI yang

jumlahnya maksimum sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) per kwartal.

e. Mengeluarkan dana di atas Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp.

100.000.000,- (seratus juta rupiah) untuk pembelian alat-alat medik dan non medik RSVI

dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi dan Komisaris PT. VITA INSANI

SENTRA MEDIKA.

Mengeluarkan dana melebihi Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dengan persetujuan

terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA.

f. Menetapkan kenaikan gaji pegawai/karyawan/staf RSVI dengan persetujuan Rapat

Umum Pemegang Saham PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA atau perangkat PT. VITA

INSANI SENTRA MEDIKA yang ditunjuk oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

g. Menetapkan pengangkatan pegawai/karyawan/staf, akuntan publik, konsultan pajak, dan

konsultan hukum RSVI dengan persetujuan Direksi dan Komisaris PT. VITA INSANI

SENTRA MEDIKA

h. Menetapkan kenaikan gaji karyawan RSVI di luar kenaikan gaji rutin dengan

persetujuan Direksi dan Komisaris PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA.

i. Menetapkan kenaikan tarif pelayanan dan honor dokter RSVI dengan persetujuan Direksi

dan Komisaris PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA.

j. Mengikut-sertakan Direksi dan Komisaris PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA, dalam

kegiatan seleksi dan wawancara dalam rangka pengangkatan pegawai/karyawan/staf dan

dokter RSVI.

Page 8: Peraturan Internal RS

Pasal 21

Wakil Direktur RSVI mempunyai tugas:

a. Membantu Direktur RSVI dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang Direktur

RSVI.

b. Mewakili Direktur RSVI jika berhalangan.

c. Melaksanakan tugas (job discription) dan pekerjaan lainnya yang ditentukan oleh

Direktur RSVI.

Pasal 22

Wakil Direktur RSVI berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur RSVI

Pasal 23

Koordinator Marketing RSVI mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pemasaran dan

hubungan masyarakat, dan jika diperlukan memfasilitasi penagihan piutang RSVI.

Pasal 24

Bagian Perawatan RSVI mempunyai tugas melaksanakan bimbingan pelaksanaan asuhan

dan pelayanan keperawatan, etika dan mutu keperawatan, yang terdiri dari rawat jalan,

rawat inap, unit gawat darurat dan ICU.

Pasal 25

Bagian Umum RSVI mempunyai tugas melaksanakan kegiatan ketata-usahaan,

kepegawaian, teknik, sanitasi, perlengkapan, rekam medik, laporan, hukum, perpustakaan,

supir dan kerumah-tanggaan, yaitu dapur, satuan pengamanan (satpam), kebersihan, dan

wasri.

Pasal 26

Bagian Keuangan dan Program RSVI mempunyai tugas melaksanakan kegiatan

penyusunan anggaran, pengawasan internal, kebendaharaan, akuntansi, penyusunan

program dan penagihan.

Pasal 27

Instalasi RSVI terdiri dari Instalasi UGD, ICU, Kamar Bedah, Radiologi, Farmasi, Gizi,

Fisioterapi, Laboratorium, Pemeliharaan dan IPAL.

Pasal 28

Kordinator Makerting dan para Kepala Bagian/Instalasi bertanggungjawab kepada Direktur

RSVI.

Page 9: Peraturan Internal RS

Pasal 29

(1) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan RSVI

wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan

masing-masing maupun dengan instansi lain di luar RSVI.

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan RSVI wajib mengawasi

bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-

langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(3) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan RSVI bertanggung jawab memimpin

dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan petunjuk bagi

pelaksanaan tugas bawahan.

(4) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan RSVI wajib mengikuti dan mematuhi

petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan

laporan berkala tepat pada waktunya.

(5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib

diolah dan dipergunakan sebagai bahan penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk

memberikan petunjuk kepada bawahan.

(6) Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib

disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai

hubungan kerja.

BAB VI

KOMITE MEDIK DAN STAF MEDIK FUNGSIONAL RSVI

Bagian Pertama

KOMITE MEDIK RSVI

Pasal 30

(1) Komite Medik RSVI adalah Kelompok Tenaga Medik yang diangkat serta diberhentikan

oleh Direktur RSVI untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun lamanya, dengan susunan terdiri dari

Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan beberapa orang anggota yang terdiri dari para Ketua

Staf Medik Fungsional RSVI secara ex-officio, dengan ketentuan, dalam hal tidak ada Ketua

Staf Medik Fungsional, Komite Medik RSVI beranggotakan Staf Medik Fungsional RSVI

sesuai dengan keahliannya.

Page 10: Peraturan Internal RS

(2) Komite Medik Rumah Sakit Vita Insani berada di bawah, bertanggung jawab kepada

Direktur RSVI.

Pasal 31

(1) Ketua dan Wakil Ketua Komite Medik RSVI diangkat dan ditetapkan oleh Direktur RSVI

dari dokter tetap, dokter organik, dokter paruh waktu atau dokter tamu yang menjadi

anggota Staf Medik Fungsional RSVI.

(2) Sekretaris Komite Medik RSVI dipilih dan ditetapkan oleh Ketua Komite Medik RSVI

dari dokter tetap, dokter organik, dokter paruh waktu atau dokter tamu yang menjadi

anggota Staf Medik Fungsional RSVI, atau dari staf RSVI yang bukan dokter, sesudah

mendapat persetujuan dari Direktur RSVI.

(3) Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Komite Medik RSVI merangkap sebagai Anggota

Komite Medik RSVI, dengan pengecualian, Sekretaris tidak merangkap sebagai Anggota

Komite Medik RSVI jika berasal dari staf yang bukan dokter.

Pasal 32

Komite Medik RSVI mempunyai tugas:

a. Membantu Direktur RSVI menyusun standard pelayanan medik di RSVI dan memantau

pelaksanaannya.

b. Memantau dan membina pelaksanaan tugas tenaga medik di RSVI.

c. Meningkatkan program pelayanan, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan

pengembangan dalam bidang medik di RSVI.

Pasal 33

Fungsi Komite Medik RSVI adalah:

a. Memberikan saran dalam bidang medik kepada Direktur RSVI.

b. Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan medik di RSVI.

c. Menangani hal-hal yang berkaitan dengan etik kedokteran.

d. Menyusun kebijakan / ketentuan / prosedur pelayanan medik sebagai Prosedur Tetap

(PROTAP) untuk ditetapkan oleh Direktur dan harus dilaksanakan oleh semua staf medik di

RSVI.

Pasal 34

Wewenang Komite Medik RSVI adalah:

a. Mengusulkan rencana kebutuhan tenaga medik kepada Direktur RSVI.

b. Memberikan pertimbangan tentang rencana pemeliharaan / pengadaan peralatan dan

penggunaan alat kesehatan serta pengembangan pelayanan medik di RSVI kepada Direktur

Page 11: Peraturan Internal RS

RSVI

c. Memantau dan mengevaluasi penggunaan obat di RSVI.

d. Memantau dan mengevaluasi efisiensi dan efektivitas penggunaan alat kedokteran di

RSVI

e. Melaksanakan pembinaan etika profesi serta mengatur kewenangan profesi anggota Staf

Medik Fungsional di RSVI.

f. Memberikan rekomendasi kepada Direktur RSVI tentang kerjasama antara RSVI dan

fakultas kedokteran / kedokteran gigi / institusi pendidikan lain.

Pasal 35

(1) Untuk membantu pelaksanaan tugasnya Komite Medik RSVI dapat membentuk Sub

Komite / Panitia sesuai dengan kebutuhan.

(2) Sub Komite / Panitia ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Vita Insani atas usul dari

Ketua Komite Medik RSVI

Bagian Kedua

STAF MEDIK FUNGSIONAL RSVI

Pasal 36

Staf Medik Fungsional adalah kelompok-kelompok yang beranggotakan para tenaga

profesional medik yang memberikan pelayanan langsung secara mandiri dalam jabatan

fungsional, seperti Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, Apoteker dan Psikolog

Klinis.

Pasal 37

Staf Medik Fungsional RSVI terdiri dari:

a. Staf Medik Fungsional Kebidanan dan Penyakit Kandungan;

b. Staf Medik Fungsional Bedah Umum;

c. Staf Medik Fungsional Gigi dan Mulut;

d. Staf Medik Fungsional Penyakit Dalam;

e. Staf Medik Fungsional Penyakit Jantung;

f. Staf Medik Fungsional Penyakit Anak;

g. Staf Medik Fungsional Penyakit THT;

h. Staf Medik Fungsional Penyakit Mata;

i. Staf Medik Fungsional Penyakit Syaraf;

j. Staf Medik Fungsional Penyakit Jiwa;

k. Staf Medik Fungsional Penyakit Paru;

Page 12: Peraturan Internal RS

l. Staf Medik Fungsional Radiologi;

m. Staf Medik Fungsional Penyakit Kulit dan Kelamin.

Pasal 38

(1) Semua dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis dan Apoteker yang memiliki izin

praktek dan bekerja di RSVI dalam jabatan fungsional, baik sebagai dokter tetap atau

dokter organik, dokter tamu maupun dokter paruh waktu, wajib menjadi anggota Staf

Medik Fungsional RSVI.

(2) Staf Medik Fungsional RSVI beranggotakan lebih dari 1 (satu) orang dokter.

(3) Dalam hal hanya ada satu dokter dalam Staf Medik Fungsional, maka yang

bersangkutan bergabung dengan kelompok Staf Medik Fungsional RSVI yang terkait.

(4) Penempatan dokter ke dalam Staf Medik Fungsional RSVI, termasuk dokter tamu

maupun dokter paruh waktu, ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur RSVI, dengan

ketentuan, untuk dokter tamu dan dokter paruh waktu, penempatannya ke dalam Staf

Medik Fungsional RSVI harus dilengkapi dengan perjanjian kerja.

Pasal 39

(1) Staf Medik Fungsional RSVI diangkat oleh Direktur RSVI untuk masa jabatan 3 (tiga)

tahun lamanya.

(2) Staf Medik Fungsional RSVI berada di bawah dan bertanggung jawab kepada oleh

Direktur RSVI

Pasal 40

Tugas Staf Medik Fungsional RSVI adalah:

a. Melaksanakan diagnosis, pengobatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan

pemulihan kesehatan, penyuluhan kesehatan, pendidikan dan pelatihan serta penelitian

dan pengembangan.

b. Menyusun Prosedur Tetap (PROTAP) pelayanan medik bidang administrasi / manajerial,

meliputi antara lain pengaturan tugas rawat jalan, pengaturan tugas rawat inap,

pengaturan visite, pertemuan klinik, presentasi kasus, kasus kematian, prosedur

konsultasi, dan lain-lain.

c. Menyusun Prosedur Tetap (PROTAP) pelayanan medik bidang keilmuan / keprofesian.

Page 13: Peraturan Internal RS

BAB VII

PENGELOLAAN DAN PEMBIAYAAN

Pasal 41

(1) Pengelolaan RSVI dilaksanakan berpedoman kepada rencana kerja dan rencana

anggaran tahunan RSVI yang ditetapkan oleh Direksi PT. VITA INSANI SENTRA MEDIKA

atas persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.

(2) Tahun Buku RSVI adalah tahun takwim, yaitu dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31

Desember.

(3) Pengelolaan RSVI dipertanggungjawabkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham PT.

VITA INSANI SENTRA MEDIKA melalui Direksi.

Pasal 42

Pengelolaan keuangan dan harta kekayaan RSVI dilaksanakan langsung oleh PT. VITA

INSANI SENTRA MEDIKA, mencakup:

a. penguasaan perbendaharaan RSVI,

b. mencari dana untuk RSVI,

c. Pencari dana bagi RSVI,

d. Penjamin kredit bagi RSVI,

e. Penjamin leasing bagi RSVI;

f. Penerima donasi bagi RSVI

g. Mengagunkan kekayaan RSVI, menghapuskan kekayaan RSVI

h. Merencanakan dan melaksanakan pembangunan pengembangan RSVI.

i. Menetapkan gaji Direktur dan Wakil Direktur RSVI

j. Mengesahkan program kerja dan anggaran tahunan yang diajukan oleh Direktur RSVI

k. Menerima dan menilai laporan pertanggung-jawaban pelaksanaan program Direktur

RSVI dengan koreksi / penyesuaian jika diperlukan.

BAB VIII

KETENAGAAN RSVI

Page 14: Peraturan Internal RS

Pasal 43

RSVI mempunyai ketenagaan yang terdiri dari tenaga medik, paramedik perawatan,

paramedik non perawatan dan tenaga non medik.

Pasal 44

Mekanisme pengangkatan, pemberhentian, perincian tugas, tanggung jawab dan laporan

serta penggajian tenaga medik, para medik perawatan, paramedik non perawatan dan

tenaga non medik RSVI ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Vita Insani.

BAB IX

BANGUNAN, PERALATAN, PERLENGKAPAN DAN OBAT-OBATAN RSVI

Pasal 45

RSVI mempunyai ruangan untuk penyelenggaraan pelayanan rawat jalan, rawat nginap,

gawat darurat, penunjang medik dan non medik sesuai dengan standarisasi bangunan

rumah sakit yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pasal 46

RSVI mempunyai peralatan medik dan non medik sesuai dengan standarisasi yang

ditetapkan oleh pemerintah.

Pasal 47

RSVI dilengkapi dengan tenaga listrik, penyediaan air bersih, sistem pembuangan air

limbah dan atau air kotor, alat komunikasi dan alat pemadam kebakaran serta peralatan

rumah sakit.

Pasal 48

RSVI menyediakan berbagai jenis dan bahan obat-obatan yang sama dengan yang

ditentukan dalam Daftar Obat Esensial Nasional ( DOEN ).

BAB X

RAPAT-RAPAT

Pasal 49

Jenis-jenis atau bentuk-bentuk Rapat di RSVI yaitu :

a. Rapat Pimpinan RSVI

b. Rapat Staf RSVI.

Page 15: Peraturan Internal RS

c. Rapat Komite Medik

d. Rapat Staf Medik Fungsional RSVI

Pasal 50

(1) Rapat Pimpinan RSVI adalah rapat yang diselenggarakan antara Direktur, Wakil

Direktur, Kepala-Kepala Bagian, Ketua Komite Medik, dan pimpinan unit organisasi RSVI

lainnya.

(2) Rapat Pimpinan RSVI diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap

bulannya atau setiap kali bila dipandang perlu oleh Direktur RSVI.

(3) Sebelum rapat diselenggarakan, undangan rapat yang memuat hari, tanggal, tempat

dan materi rapat serta bahan-bahan rapat harus telah dibagikan terlebih dahulu kepada

para peserta rapat.

(4) Peserta rapat adalah Direktur dan Wakil Direktur beserta seluruh pimpinan unit

organisasi RSVI atau bila dipandang perlu Direktur Rumah Sakit Vita Insani dapat

mengundang pihak-pihak lain dalam rapat.

(5) Dalam setiap rapat, Direktur RSVI bertindak selaku pimpinan rapat, dalam hal Direktur

RSVI berhalangan, rapat dipimpin oleh Wakil Direktur RSVI, dan jika Wakil Direktur RSVI

juga berhalangan maka rapat dipimpin oleh salah seorang peserta rapat yang ditunjuk oleh

Direktur RSVI.

(6) Setiap peserta rapat mempunyai hak untuk berbicara.

(7) Pengambilan keputusan pada prinsipnya ditetapkan oleh Direktur RSVI

(8) Untuk setiap rapat harus dibuat notulen / risalah rapat yang ditanda-tangani oleh

pimpinan rapat dan salah seorang peserta rapat serta notulis, yang di dalamnya tercantum

antara lain:

a. tempat dan acara rapat, 

b. hari / tanggal dan jam dibuka serta ditutupnya rapat,

c. pimpinan rapat,

d. nama-nama anggota rapat yang hadir dan yang tidak hadir beserta alasan ketidak-

hadirannya,

e. hasil-hasil atau keputusan-keputusan rapat.

Pasal 51

(1) Rapat Staf RSVI adalah rapat yang diselenggarakan oleh unit-unit organisasi RSVI

Page 16: Peraturan Internal RS

(2) Tatacara Rapat Staf RSVI ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit Vita Insani.

Pasal 52

Tata cara Rapat Komite Medik dan Rapat Staf Medik Fungsional ditetapkan oleh Direktur

RSVI

BAB X

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 52

Untuk menangani masalah etik di luar etik kedokteran, Direktur RSVI dapat membentuk

Komite atau Panitia tersendiri di luar Komite Medik.

Pasal 53

Dokter warga negara asing yang bekerja atau hanya mengikuti pelatihan di RSVI wajib

mengindahkan dan memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan ini maupun

peraturan perundang-undangan yang berlaku..

Pasal 54

Bagan susunan organisasi dan tata kerja yang diatur dalam Peraturan ini adalah

sebagaimana tergambar dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan

dengan Peraturan ini.

BAB XIV

KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP

Pasal 55

1. Peraturan Internal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

2. Peraturan Internal ini hanya dapat dirubah, ditambah, diperbaiki dan diberlakukan serta

dicabut oleh RUPS atau perangkat PT yang diberi wewenang oleh RUPS.

3. Hal-hal yang perlu untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Internal

ini dapat diatur lebih lanjut oleh Direksi atau dan Komisaris PT dan atau Direktur RSVI,

akan tetapi tidak boleh bertentangan dengan Peraturan Internal ini.

Ditetapkan di : Pematangsiantar.

Page 17: Peraturan Internal RS

Pada tanggal : 1 Desember 2004

Oleh : RUPS PT VITA INSANI SENTRA MEDIKA