of 87/87
PPMJ No. 1 tentang jemaat PPMJ 2007 GPIB Jemaat “Effatha” / 1 PERATURAN PELAKSANAAN MAJELIS JEMAAT NO. 1 Tentang JEMAAT P a s a l 1 Pengertian tentang Jemaat Nama, Sejarah dan Pelembagaan Jemaat 1. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat “Effatha” DKI Jakarta adalah bagian dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. 2. “Effatha” adalah nama Jemaat yang ditetapkan berdasarkan data historis yang semula bernama Pos Pelayanan GPIB Jemaat “Paulus” Jakarta Pusat menjadi GPIB Jemaat “Effatha” DKI Jakarta. 3. GPIB Jemaat “Effatha” DKI Jakarta dilembagakan pada tanggal 10 Juni 1950 dan menjadi jemaat di jajaran Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. 4. GPIB Jemaat “Effatha” DKI Jakarta adalah persekutuan warga GPIB yang diwujudkan dalam kehidupan persekutuan, pelayanan dan kesaksian yang tertib, teratur dan dinamis. P a s a l 2 Wilayah Pelayanan 1. Batas/Wilayah Pelayanan. Wilayah pelayanan GPIB Jemaat “Effatha” DKI Jakarta adalah tempat di mana persekutuan dilaksanakan, yang meliputi seluruh atau sebagian dari Kecamatan Kebayoran Baru dan Kebayoran Lama atau Kotamadya Jakarta Selatan, dengan batas-batas sebagai berikut, a. Sebelah Utara: 1. GPIB Jemaat “Anugerah” di Pejompongan. 2. GPIB Jemaat “Setiabudi” di Setiabudi. b. Sebelah Selatan: 1. GPIB Jemaat “Pasar Minggu” di Pasar Minggu. 2. GPIB Jemaat “Markus” di Cilandak. 3. GPIB Jemaat “Sumber Kasih” di Lebak Bulus. 4. GPIB Jemaat “Kharisma” di Tanah Kusir. c. Sebelah Timur: 1. GPIB Jemaat “Bukit Moria” di Tebet. 2. GPIB Jemaat “Ekklesia” di Kalibata. d. Sebelah Barat: 1. GPIB Jemaat “Sejahtera” di Petukangan Utara. 2. GPIB Jemaat “Siloam” di Kebon Jeruk. 3. GPIB Jemaat “Shalom” di Slipi. 2. Sektor Pelayanan. a. Untuk kelancaran pelayanan yang menjangkau seluruh Warga Jemaat di wilayah pelayanan GPIB Jemaat “Effatha” DKI Jakarta dibentuk Sektor Pelayanan (Sekpel). b. Pembentukan beberapa Sektor Pelayanan sesuai kebutuhan agar pelayanan dan pembinaan dapat berlangsung lebih efisien dan efektif.

PERATURAN PELAKSANAAN MAJELIS JEMAAT NO. 1gpibeffatha.org/wp-content/uploads/2016/03/ppmj.pdf · berturut-turut dalam Ibadah Hari Minggu sebelumnya. ... Sekolah/Kampus). 2. Ibadah-ibadah

  • View
    290

  • Download
    11

Embed Size (px)

Text of PERATURAN PELAKSANAAN MAJELIS JEMAAT NO. 1gpibeffatha.org/wp-content/uploads/2016/03/ppmj.pdf ·...

  • PPMJ No. 1 tentang jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha / 1

    PERATURAN PELAKSANAAN MAJELIS JEMAAT NO. 1

    Tentang

    JEMAAT

    P a s a l 1 Pengertian tentang Jemaat

    Nama, Sejarah dan Pelembagaan Jemaat

    1. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Effatha DKI Jakarta adalah bagian dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat.

    2. Effatha adalah nama Jemaat yang ditetapkan berdasarkan data historis yang semula bernama Pos

    Pelayanan GPIB Jemaat Paulus Jakarta Pusat menjadi GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta. 3. GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta dilembagakan pada tanggal 10 Juni 1950 dan menjadi jemaat di

    jajaran Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. 4. GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta adalah persekutuan warga GPIB yang diwujudkan dalam kehidupan

    persekutuan, pelayanan dan kesaksian yang tertib, teratur dan dinamis.

    P a s a l 2 Wilayah Pelayanan

    1. Batas/Wilayah Pelayanan. Wilayah pelayanan GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta adalah tempat di mana persekutuan dilaksanakan,

    yang meliputi seluruh atau sebagian dari Kecamatan Kebayoran Baru dan Kebayoran Lama atau Kotamadya Jakarta Selatan, dengan batas-batas sebagai berikut,

    a. Sebelah Utara: 1. GPIB Jemaat Anugerah di Pejompongan. 2. GPIB Jemaat Setiabudi di Setiabudi.

    b. Sebelah Selatan:

    1. GPIB Jemaat Pasar Minggu di Pasar Minggu. 2. GPIB Jemaat Markus di Cilandak. 3. GPIB Jemaat Sumber Kasih di Lebak Bulus. 4. GPIB Jemaat Kharisma di Tanah Kusir.

    c. Sebelah Timur: 1. GPIB Jemaat Bukit Moria di Tebet. 2. GPIB Jemaat Ekklesia di Kalibata.

    d. Sebelah Barat: 1. GPIB Jemaat Sejahtera di Petukangan Utara. 2. GPIB Jemaat Siloam di Kebon Jeruk. 3. GPIB Jemaat Shalom di Slipi.

    2. Sektor Pelayanan.

    a. Untuk kelancaran pelayanan yang menjangkau seluruh Warga Jemaat di wilayah pelayanan GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta dibentuk Sektor Pelayanan (Sekpel).

    b. Pembentukan beberapa Sektor Pelayanan sesuai kebutuhan agar pelayanan dan pembinaan dapat berlangsung lebih efisien dan efektif.

  • PPMJ No. 1 tentang jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha / 2

    P a s a l 3

    Warga Jemaat Pengertian

    Yang dimaksud dengan warga GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta ialah mereka yang berdasarkan Tata Dasar GPIB Bab II pasal 3, bertempat tinggal di wilayah pelayanan GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta dan berdasarkan Peraturan Pokok GPIB No. 1/1996 Pasal 3, adalah mereka yang sudah terdaftar di Kantor Majelis Jemaat, yaitu :

    a. Mereka yang dibaptis di GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta.

    b. Mereka yang telah mengaku percaya dan telah diteguhkan menjadi warga sidi GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta.

    c. Warga sidi Gereja-gereja saudara/Gereja Protestan di Indonesia (GPI) yang pindah dan berdomisili di wilayah pelayanan GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta.

    d. Mereka yang dibaptis di Gereja lain akan tetapi atas kehendak sendiri atau jika belum dewasa, atas persetujuan orangtua atau wali, menyatakan diri menjadi warga GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta.

    e. Warga sidi Gereja lain di Indonesia, yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) atau Gereja-gereja di luar negeri, yang menyatakan diri menjadi warga GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta dan bersedia menaati ketentuan-ketentuan yang berlaku di GPIB.

    f. Mereka yang menyatakan kehendaknya untuk dibaptis dan sedang mengikuti proses katekisasi di GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta.

    g. Mereka yang belum dibaptis tetapi mengikuti pelayanan di BPK (Bidang Pelayanan Kategorial) Pelayanan Anak dan BPK (Bidang Pelayanan Kategorial) Persekutuan Teruna di lingkungan GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta atas persetujuan orangtua atau wali.

    P a s a l 4 Tanggungjawab

    Seluruh warga Jemaat bertanggung jawab untuk memenuhi panggilan dan pengutusan Gereja serta pembangunan Jemaat.

    P a s a l 5 Hak dan Kewajiban Warga Sidi Jemaat

    1. Warga Sidi Jemaat berhak:

    a. Turut serta memikirkan, memberi saran dan arah pembangunan Jemaat melalui Pertemuan Warga Sidi Jemaat.

    b. Berhak memilih dan dipilih menjadi Penatua dan Diaken.

    c. Berpartisipasi sebagai anggota Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ). 2. Warga Sidi Jemaat berkewajiban untuk mendukung pelayanan dan kesaksian serta aktif berperan dalam

    panggilan dan pengutusan Gereja.

  • PPMJ No. 1 tentang jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha / 3

    P a s a l 6

    Pimpinan Jemaat 1. Pimpinan Jemaat adalah Majelis Jemaat.

    2. Untuk membantu Pimpinan Jemaat, Majelis Jemaat membentuk dan mengangkat/menetapkan Badan

    Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ) dengan mematuhi ketentuan GPIB.

    P a s a l 7

    Pelaksanaan Panggilan dan Pengutusan

    Pelaksanaan panggilan dan pengutusan Jemaat dilakukan dalam bentuk:

    1. Persekutuan:

    a. Ibadah.

    1. Jenis Ibadah.

    a. Ibadah Hari Minggu.

    b. Ibadah Pelayanan Sakramen Baptisan.

    Pelayanan Sakramen Baptisan Kudus dilakukan untuk:

    1. Anak-anak pada Hari Minggu kedua setiap bulan, Hari Paskah, Hari Natal II (kedua), yang didahului dengan suatu Percakapan Pastoral bersama dengan orangtua atau wali dan para saksi baptis.

    2. Anak-anak pada hari khusus, atas permintaan orangtua sehubungan dengan kebutuhan mendesak.

    3. Orang dewasa, berumur 17 tahun ke atas, dilakukan bersamaan dengan peneguhannya sebagai warga sidi, yang didahului dengan Katekisasi dan Percakapan Pastoral.

    c. Ibadah Pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus diadakan 4 (empat) kali setahun, yakni pada:

    1. Hari Jumat Agung.

    2. Hari Minggu terakhir di bulan Juli.

    3. Hari Minggu I (pertama) di bulan Oktober berkenaan dengan hari Perjamuan Kudus se-Dunia.

    4. Hari Minggu Advent III (ketiga).

    5. Warga Sidi Jemaat yang karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan turut ambil bagian dalam Perjamuan Kudus di Gereja atau tempat lain yang telah ditentukan, dapat dilayani secara khusus di tempat perawatan (rumah atau rumah sakit).

    d. Ibadah Peneguhan Sidi.

    Peneguhan Sidi dilakukan untuk:

    1. Warga Jemaat yang telah mengikuti pembinaan katekisasi serta memenuhi persyaratan.

    2. Mereka yang meminta dan diterima secara gerejawi untuk menjadi Warga Sidi Jemaat.

    e. Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

    1. Diadakan untuk warga Jemaat yang membentuk lembaga Nikah Kristiani yang disucikan oleh Kristus.

    2. Dilakukan setelah memenuhi persyaratan Catatan Sipil dan Gereja.

    3. Dilakukan bagi warga Jemaat, atau bagi warga Gereja/ Jemaat lain dengan ijin tertulis dari pimpinan Gereja/ Jemaat tersebut.

    4. Dapat dilakukan bagi pasangan yang mulanya non-Kristen dan menikah sebelum menjadi Kristen, bila sesudah itu dibaptis dan diteguhkan menjadi warga Sidi Jemaat.

  • PPMJ No. 1 tentang jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha / 4

    5. Bila salah seorang dari pasangan yang akan menikah beragama Kristen bukan anggota GPIB, Peneguhan dan Pemberkatan Nikah dilayani dengan Tata Ibadah/Liturgi yang ditetapkan Majelis Jemaat.

    6. Bila salah seorang dari pasangan yang akan menikah bukan beragama Kristen maka Peneguhan dan Pemberkatan Nikah dapat dilayani bila yang bersangkutan membuat pernyataan tertulis menjadi warga Jemaat GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta dan sementara mengikuti Katekisasi.

    7. Peneguhan dan Pemberkatan Nikah untuk pasangan kawin campur (antar warga negara) dapat dilaksanakan sesudah pasangan mempelai selesai dengan proses Pencatatan Sipil menuruti prosedur kawin campur yang ditetapkan oleh Negara.

    8. Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah didahului dengan Katekisasi Pranikah yang diwajibkan kepada kedua calon mempelai. Calon mempelai yang memenuhi persyaratan, maka berita Peneguhan dan Pemberkatan Nikahnya diumumkan selama 2 (dua) minggu berturut-turut dalam Ibadah Hari Minggu sebelumnya.

    9. Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah didahului dengan suatu Percakapan Pastoral bersama kedua calon mempelai paling lambat 2 (dua) hari sebelumnya.

    10. Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah merupakan Ibadah Jemaat.

    f. Ibadah Keluarga.

    1. Ibadah Keluarga diadakan oleh Majelis Jemaat bagi keluargakeluarga dalam Jemaat.

    2. Ibadah Keluarga diadakan secara rutin dan bergilir atau atas permintaan keluarga dengan memakai Tata Ibadah GPIB dan diatur oleh Majelis Jemaat dalam bentuk: Ibadah Keluarga dan/atau Ibadah Penelaahan Alkitab, dan/atau Ibadah Pengucapan Syukur.

    g. Ibadah Bidang Pelayanan Kategorial (BPK).

    1. Ibadah diadakan oleh masing-masing Bidang Pelayanan Kategorial (BPK).

    2. Ibadah Bidang Pelayanan Kategorial (BPK) dilaksanakan dengan menggunakan Tata Ibadah GPIB.

    h. Ibadah Pemakaman.

    1. Ibadah Pemakaman diadakan sehubungan dengan adanya warga Jemaat yang meninggal dunia.

    2. Ibadah Pemakaman dapat diadakan untuk warga Jemaat GPIB lain atau warga Jemaat Gereja lain, apabila ada permintaan dari keluarga/Majelis dan/atau Jemaat/Gereja yang bersangkutan.

    3. Ibadah Pemakaman/Perabuan dapat diadakan di rumah duka, ruang jenazah rumah sakit, gedung Gereja atau tempat lain dan di tempat pemakaman.

    4. Ibadah Pemakaman kembali kerangka jenazah, dilayani atas permintaan keluarga warga Jemaat.

    5. Ibadah Pemakaman adalah Ibadah Jemaat.

    i. Ibadah Peneguhan Pejabat/Pengurus BPK.

    Peneguhan Pejabat/Pengurus BPK dilakukan untuk:

    1. Mereka yang dipilih Warga Sidi Jemaat dalam jabatan Penatua dan Diaken.

    2. Mereka yang dididik dan diterima secara gerejawi dalam jabatan Pelayan Firman dan Sakramen (Pendeta).

    3. Mereka yang ditetapkan Majelis Jemaat untuk menjadi Pengurus Bidang Pelayanan Kategorial (BPK).

    4. Peneguhan Majelis Jemaat dan Pengurus Bidang Pelaksana Kategorial (BPK) didahului dengan suatu Percakapan Pastoral.

    5. Penumpangan tangan dalam Peneguhan dilakukan oleh Pendeta yang ditentukan oleh Majelis Sinode GPIB.

  • PPMJ No. 1 tentang jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha / 5

    6. Pelayanan Peneguhan dalam Ibadah Jemaat Hari Minggu dan Hari Raya Gerejawi diumumkan selama 2 (dua) minggu berturut-turut pada Ibadah hari Minggu sebelumnya.

    j. Ibadah Hari Raya Kristen.

    Ibadah Hari Raya Kristen diadakan pada hari-hari:

    1. Jumat Agung.

    2. Paskah.

    3. Kenaikan Tuhan Yesus.

    4. Pentakosta.

    5. Natal (25 Desember).

    k. Ibadah Hari Raya Gerejawi diadakan pada hari-hari:

    1. HUT (Hari Ulang Tahun) GPIB/Reformasi (31 Oktober).

    2. HUT (Hari Ulang Tahun) BPK (Bidang Pelayanan Kategorial):

    Hari Ulang Tahun BPK PA (6 September).

    Hari Ulang Tahun BPK PT (30 Januari).

    Hari Ulang Tahun BPK GP (15 Juli).

    Hari Ulang Tahun BPK PW (18 Februari). Hari Ulang Tahun BPK PKB (11 Juli).

    3. Hari Ulang Tahun GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta (10 Juni).

    4. Hari Ulang Tahun PGI (25 Mei).

    5. Hari Oikoumene Indonesia (25 Mei).

    6. Hari Doa se-Dunia (Minggu ke-2 Maret).

    7. Ibadah Pengucapan Syukur:

    Ibadah Malam Natal (24 Desember).

    Ibadah Natal II (26 Desember).

    Ibadah Akhir Tahun (31 Desember).

    Ibadah Tahun Baru (1 Januari).

    l. Ibadah Hari Raya Nasional.

    Diadakan pada:

    1. Hari Proklamasi Republik Indonesia (17 Agustus).

    2. Hari-hari lain sesuai anjuran Pemerintah.

    m. Ibadah Khusus.

    Ibadah Khusus diadakan menurut kebutuhan dan pelaksanaannya diatur oleh PHMJ (Pelaksana Harian Majelis Jemaat):

    1. Ibadah-ibadah dalam Pelayanan kemasyarakatan (antara lain di: Lembaga Pemasyarakatan, Instansi-instansi Pemerintah/ Swasta; Sekolah/Kampus).

    2. Ibadah-ibadah lain.

    2. Tata Ibadah yang dipakai ditetapkan oleh Persidangan Sinode.

    3. Para pelayan yang memimpin ibadah ditentukan oleh Majelis Jemaat (di bawah koordinasi Ketua Majelis Jemaat).

    b. Bentuk dan cara persekutuan lainnya, dapat dilakukan dengan tertib dan dipimpin oleh pelayan yang ditetapkan Majelis Jemaat.

    c. Dalam mengadakan persekutuan yang bersifat oikoumenis, Jemaat dapat bekerjasama dengan Gereja-gereja dan Badan-badan atau Organisasi Kristen lain yang mempunyai hubungan kelembagaan dengan GPIB (misalnya GPI dan PGI) dan melaporkannya pada Majelis Sinode.

  • PPMJ No. 1 tentang jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha / 6

    2. Pelayanan dan Kesaksian.

    a. Pelayanan dan Kesaksian pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk perwujudan dari panggilan dan pengutusan Gereja.

    b. Tujuan Pelayanan dan Kesaksian bagi warga Jemaat dan masyarakat adalah untuk menghadirkan damai sejahtera Kristus dalam bentuk pelayanan dan kesaksian.

    c. Pelayanan dan Kesaksian dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Pelayanan dan Kesaksian yang ditujukan kepada:

    1. Pengembangan usaha pertanian dan peternakan bagi masyarakat pedesaan.

    2. Pengembangan usaha sektor informal bagi warga yang belum memilki pekerjaan tetap.

    3. Pengembangan usaha kemanusiaan.

    4. Pengembangan suku-suku masyarakat terasing.

    5. Pengembangan pembinaan dan pemeliharaan para anak yatim piatu, janda, duda dan lanjut usia.

    6. Pemberian bantuan bagi warga Jemaat dan masyarakat yang mengalami musibah karena bencana alam.

    d. Dapat bekerjasama dengan Gereja-gereja lain yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia untuk melakukan pemberitaan Injil dengan sepengetahuan dan persetujuan Majelis Sinode GPIB.

    3. Pola pengelolaan Pelayanan dan Kesaksian dilakukan secara terpadu, baik di dalam Musyawarah Pelayanan

    (Mupel), Jemaat Pendukung dan dapat bekerjasama dengan Gereja dan Lembaga lain dengan sepengetahuan dan persetujuan Majelis Sinode GPIB.

    P a s a l 8 Pembinaan dan Penggembalaan

    1. Prinsip Pembinaan.

    a. Dalam menumbuhkembangkan Persekutuan, Pelayanan Kesaksian, peningkatan kualitas sumber daya Gereja dan penyelenggaraan penatalayanan yang menunjang tugas panggilan dan pengutusan Gereja diadakan pembinaan bagi pelayan, fungsionaris, dan warga Jemaat.

    b. Pembinaan pada hakekatnya merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan kedewasaan iman warga Jemaat dalam menghadapi pergumulannya sebagai warga Jemaat, masyarakat, bangsa dan negara.

    c. Pembinaan warga Jemaat dimaksudkan untuk memperlengkapi warga Jemaat dengan pengetahuan

    dan keterampilan untuk mengabdi serta melaksanakan panggilan dan pengutusan Gereja. 2. Bentuk Pembinaan.

    Pembinaan Warga Jemaat dilakukan melalui:

    a. Katekisasi.

    b. Bidang Pelayanan Kategorial (BPK).

    c. Ceramah tentang masalah-masalah yang menyangkut kehidupan iman, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, politik, ekonomi, keamanan dan lain-lain.

    d. Penyegaran Iman.

    e. Pendidikan non formal.

    f. Media Komunikasi melalui Gema Effatha, dan lain-lain.

    g. Perpustakaan Jemaat.

    h. Pembinaan lainnya yang dibutuhkan.

  • PPMJ No. 1 tentang jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha / 7

    3. Pelaksanaan pembinaan.

    a. Pembinaan Warga Jemaat adalah tanggung jawab Majelis Jemaat dan Warga Jemaat berdasarkan petunjuk, pengarahan dan bimbingan Majelis Sinode.

    b. Pembinaan Warga Jemaat oleh Majelis Jemaat dilaksanakan melalui kerjasama dengan Lembaga Pembinaan Warga Gereja.

    4. Prinsip Penggembalaan: Untuk memelihara pengakuan dan kehidupan beriman yang benar serta menjaga Ajaran Gereja dan

    kemurnian pemberitaan Firman, diadakan penggembalaan. 5. Bentuk-bentuk Penggembalaan.

    Penggembalaan dapat dilakukan dalam bentuk:

    a. Percakapan Pastoral.

    b. Perkunjungan.

    P a s a l 9 Kelengkapan Organisasi

    Alat Kelengkapan Organisasi 1. Jemaat ditetapkan dan diatur di dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) GPIB Jemaat

    Effatha DKI Jakarta nomor 1, Tahun 2007, tentang Jemaat. 2. Majelis Jemaat ditetapkan dan diatur di dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) GPIB Jemaat

    Effatha DKI Jakarta nomor 2, Tahun 2007, tentang Majelis Jemaat. 3. Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) ditetapkan dan diatur di dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis

    Jemaat (PPMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta nomor 3, Tahun 2007, tentang Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ).

    4. Sidang Majelis Jemaat (SMJ), Rapat dan Pertemuan Warga Sidi Jemaat, ditetapkan dan diatur di dalam

    Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta nomor 4, Tahun 2007, tentang Sidang Majelis Jemaat (SMJ), Rapat dan Pertemuan Warga Sidi Jemaat.

    5. Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ) ditetapkan dan diatur di dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis

    Jemaat (PPMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta nomor 5, Tahun 2007, tentang Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ).

    6. Bidang Pelayanan Kategorial (BPK) ditetapkan dan diatur di dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis

    Jemaat (PPMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta nomor 6, Tahun 2007, tentang Bidang Pelayanan Kategorial (BPK).

    7. Sumber Daya dan Pengelolaannya ditetapkan dan diatur di dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta nomor 7, Tahun 2007, tentang Sumber Daya Dan Pengelolaannya.

    8. Badan Pemeriksa Perbendaharaan Jemaat (BPPJ) ditetapkan dan diatur di dalam Peraturan Pelaksanaan

    Majelis Jemaat (PPMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta nomor 8, Tahun 2007, tentang Badan Pemeriksa Perbendaharaan Jemaat (BPPJ).

    9. Kantor Majelis Jemaat dan Pegawai ditetapkan dan diatur di dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat

    (PPMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta nomor 9, Tahun 2007, tentang Kantor Majelis Jemaat dan Pegawai.

  • PPMJ No. 1 tentang jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha / 8

    10. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Jemaat ditetapkan dan diatur di dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis

    Jemaat (PPMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta nomor 10, Tahun 2007, tentang Rencana Kerja dan Anggaran Jemaat.

    P a s a l 10

    Sektor Pelayanan Koordinasi Sektor Pelayanan: 1. Koordinasi dalam setiap Sektor Pelayanan diperlukan untuk mengkoordinasikan kegiatan dan tugas

    pelayanan di Sektor Pelayanan yang bersangkutan. 2. Koordinasi Sektor dilaksanakan oleh seorang Koordinator Sektor (Korsek) yang dipilih secara musyawarah

    dari dan oleh anggota Majelis Jemaat di Sektor Pelayanan yang bersangkutan. 3. Masa tugas Koordinator Sektor Pelayanan adalah 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan dan dapat dipilih kembali. 4. Koordinator Sektor Pelayanan mengadakan koordinasi dengan Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ)

    dan menyampaikan laporannya secara periodik, sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) bulan.

    P a s a l 11 Tata Cara Penyelesaian Perselisihan

    1. Perselisihan yang dimaksud pada pasal ini adalah perselisihan yang berdampak pada pelayanan dan

    keutuhan jemaat.

    2. Dasar Penyelesaian Perselisihan. Penyelesaian persoalan di GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta didasarkan pada Firman Tuhan, antara lain:

    a. Efesus 4 : 1 - 6c d. Titus 2 : 7 - 8 b. Roma 14 : 9 e. Kolose 3 : 12 - 17 c. 1 Tesalonika 2 : 8 - 12

    3. Perselisihan antar Warga Jemaat. Cara penyelesaian persoalan antar warga Jemaat:

    a. Bila timbul perselisihan dalam Jemaat, anggota Majelis Jemaat mengusahakan penyelesaian terlebih dahulu, bila belum dapat diselesaikan diadakan pendekatan melalui percakapan penggembalaan oleh Pendeta dan bila belum juga dapat diselesaikan, dibicarakan dalam Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

    b. Dalam upaya menyelesaikan persoalan, maka Majelis Jemaat dapat menunjuk beberapa orang Warga Sidi Jemaat yang mempunyai kemampuan yang diperlukan untuk persoalan tersebut, sebagai Tim Penyelesaian Masalah.

    c. Cara penyelesaian oleh Tim Penyelesaian Masalah adalah sebagai berikut:

    1. Rapat Tim dipimpin oleh yang ditunjuk sebagai Ketua.

    2. Tim menyelidiki, mengumpulkan, menganalisa dan menyimpulkan semua hal yang berhubungan dengan persoalan secara obyektif, jujur dan cermat.

    3. Tim dapat memanggil pihak-pihak yang berselisih secara sendiri atau bersama-sama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

    4. Tim melaporkan usaha penyelesaian kepada Majelis Jemaat.

    d. Persoalan yang bersifat pribadi diselesaikan secara tertutup dengan memegang teguh rahasia jabatan.

    4. Perselisihan antara Warga Jemaat dengan Anggota Majelis Jemaat. Cara penyelesaian persoalan antara warga Jemaat dengan anggota Majelis Jemaat:

  • PPMJ No. 1 tentang jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha / 9

    a. Bila timbul perselisihan dalam Jemaat, anggota Majelis Jemaat mengusahakan penyelesaian terlebih dahulu, bila belum dapat diselesaikan diadakan pendekatan melalui percakapan penggembalaan oleh Pendeta dan bila belum juga dapat diselesaikan dibicarakan dalam Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

    b. Dalam upaya menyelesaikan persoalan, maka Majelis Jemaat dapat menunjuk beberapa orang Warga Sidi Jemaat yang mempunyai kemampuan yang diperlukan untuk persoalan tersebut sebagai Tim Penyelesaian Masalah.

    c. Cara penyelesaian oleh Tim Penyelesaian Masalah adalah sebagai berikut:

    1. Rapat Tim dipimpin oleh yang ditunjuk sebagai Ketua.

    2. Tim menyelidiki, mengumpulkan, menganalisa dan menyimpulkan semua hal yang berhubungan dengan persoalan secara obyektif, jujur dan cermat.

    3. Tim dapat memanggil pihak-pihak yang berselisih secara sendiri atau bersama-sama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

    4. Tim melaporkan usaha penyelesaian kepada Majelis Jemaat.

    d. Persoalan yang bersifat pribadi diselesaikan secara tertutup dengan memegang teguh rahasia jabatan.

    e. Bila usaha Majelis Jemaat belum juga berhasil, maka Majelis Jemaat meminta bantuan atau menyerahkan persoalan dimaksud kepada Majelis Sinode GPIB untuk menyelesaikannya.

    f. Semua pihak hendaknya taat kepada keputusan Majelis Sinode GPIB.

    5. Perselisihan antar Anggota Majelis Jemaat.

    Cara penyelesaian antar Anggota Majelis Jemaat:

    a. Bila timbul persoalan antar anggota Majelis Jemaat, maka anggota Majelis Jemaat wajib mengusahakan penyelesaiannya melalui Sidang Majelis Jemaat (SMJ) yang sebelumnya didahului dengan percakapan-percakapan penggembalaan oleh Ketua Majelis Jemaat.

    b. Dalam upaya menyelesaikan masalah maka Majelis Jemaat dapat menunjuk beberapa orang Warga Sidi Jemaat yang mempunyai kemampuan yang diperlukan untuk hal tersebut sebagai Tim Penyelesaian.

    c. Bila usaha Majelis Jemaat belum juga berhasil, maka Majelis Jemaat meminta bantuan atau menyerahkan persoalan dimaksud kepada Majelis Sinode GPIB untuk menyelesaikannya.

    d. Semua pihak hendaknya taat kepada keputusan Majelis Sinode GPIB.

    P a s a l 12 Sarana Penunjang

    Sarana penunjang persekutuan, pelayanan, kesaksian dan pembinaan diatur berdasarkan kondisi dan keputusan Majelis Jemaat.

    P a s a l 13 Ketentuan Penutup

    1. Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini akan diatur dan

    ditetapkan oleh Majelis Jemaat dalam Sidang Majelis Jemaat (SMJ). 2. Dengan berlakunya Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini, maka semua peraturan lain yang

    mengatur tentang JEMAAT sejauh telah diatur dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini, dinyatakan tidak berlaku lagi.

    3. Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini hanya dapat dirubah melalui Sidang Majelis Jemaat (SMJ)

    dengan memperhatikan Tata Gereja serta Peraturan GPIB yang berlaku. 4. Sebelum pengesahan oleh Majelis Sinode maka Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini dapat

    diberlakukan atas dasar kesepakatan Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

  • MEMORI PENJELASAN CATATAN

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    10

    PERATURAN PELAKSANAAN

    MAJELIS JEMAAT NO. 1

    Tentang

    JEMAAT

    P a s a l 1 Pengertian tentang Jemaat

    Nama, Sejarah dan Pelembagaan Jemaat

    Ayat 1 Cukup jelas

    Ayat 2 Yang dimaksud dengan Jemaat adalah persekutuan warga GPIB di

    suatu tempat tertentu, dalam wilayah pelayanan GPIB. Ayat 3 Pelembagaan berarti a. Proses pembentukan Jemaat baru b. Likuidasi Ayat 4 Cukup jelas

    P a s a l 2 Wilayah Pelayanan

    Ayat 1 Wilayah pelayanan Jemaat dapat ditata melalui pembagian

    Sektor-sektor Pelayanan sesuai perkembangan. Ditetapkan oleh Majelis Sinode atas usul Majelis Jemaat dan disetujui oleh Majelis Jemaat dari Jemaat-jemaat yang berbatasan.

    Ayat 2.a Cukup jelas Ayat 2.b Wilayah pelayanan GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta

    terdiri atas 6 (enam) Sektor Pelayanan (Sekpel) pada saat PPMJ ini disusun.

    P a s a l 3

    Warga Jemaat

    Cukup jelas Pasal 3.a Cukup jelas Pasal 3.b Cukup jelas Pasal 3.c Warga Sidi Jemaat adalah setiap warga Jemaat yang telah

    mengaku imannya dan diteguhkan sebagai Sidi Jemaat serta terdaftar.

    Pasal 3.d Ketentuan tentang persetujuan orang-tua atau wali hanya bagi

    mereka yang di bawah usia dewasa. Pasal 3.e Cukup jelas Pasal 3.f Pernyataan kehendak perlu dinyatakan secara tertulis. Pasal 3.g Ketentuan tentang persetujuan orang- tua atau wali hanya bagi

    mereka yang di bawah usia dewasa.

    P a s a l 4 Tanggungjawab

    Cukup jelas

    PERATURAN PELAKSANAAN

    MAJELIS JEMAAT NO. 1

    Tentang

    JEMAAT

    P a s a l 1 Pengertian tentang Jemaat

    Nama, Sejarah dan Pelembagaan Jemaat Terdapat 10 Jemaat dalam jajaran GPIB yang memiliki nama Effatha atau Efrata HTG 2007, Hal. 2 Psl. 2.2 HTG 2007, Hal. 23-24 Psl. 1.2 Menghubungi MS untuk mencari Data ...............................................

    P a s a l 2 Wilayah Pelayanan

    HTG 2007. Hal. 25, PP No. 1, Psl 2. .............................................................................................

    P a s a l 3 Warga Jemaat

    HTG 2007 Hal. 7 Psl. 2 HTG 2007 Hal. 5 Psl. 3-a HTG 2007 Hal. 5 Psl. 3-b HTG 2007 Hal. 5 Psl. 3-c dan HTG Peraturan Pokok I/1996 tentang Jemaat Pasal 3 ayat 2. HTG 2007 Hal. 5 Psl. 3-d, perhatikan perubahannya. HTG 2007 Hal. 5 Psl. 3-e, 3-f perhatikan perubahannya. HTG 2007 Hal. 5 Psl. 3-d, perhatikan perubahannya. HTG 2007 Hal. 7 Psl. 3-f Ze Hal. 2, Psl. 4-g, dengan memberi penambahan kata BPK. HTG 2007, Hal 213-215 Peraturan No. 6/1982, pasal 2 ayat 1.b dan ayat 2.c

    P a s a l 4 Tanggungjawab

    HTG 2007 Hal. 23 Psl. 4

  • MEMORI PENJELASAN CATATAN

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    11

    P a s a l 5 Hak dan Kewajiban Warga Sidi Jemaat

    Ayat 1 Sidi Gereja adalah yang mengakui 1 (satu) Gereja yang Esa.

    Sidi Jemaat adalah Sidi Gereja yang terdaftar di Jemaat. Ayat 1.a Cukup jelas Ayat 1.b Cukup jelas Ayat 1.c Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas

    P a s a l 6 Pimpinan Jemaat

    Ayat 1 Pimpinan Jemaat adalah suatu wadah kebersamaan dalam

    kepemimpinan GPIB di GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta karena itu Sidang Majelis Jemaat adalah lembaga tinggi presbiter yang penting dan harus/wajib dihadiri oleh anggota Majelis Jemaat.

    Ayat 2 Cukup jelas

    P a s a l 7 Pelaksanaan

    Panggilan dan Pengutusan Ayat 1 Cukup jelas Ayat 1.a Cukup jelas Ayat 1.a.1.a Cukup jelas Ayat 1.a.1.b Cukup jelas Ayat 1.a.1.c Cukup jelas Ayat 1.a.1.d Cukup jelas Ayat 1.a.1.e Cukup jelas Ayat 1.a.1.f Cukup jelas Ayat 1.a.1.g Cukup jelas Ayat 1.a.1.h Cukup jelas Ayat 1.a.1.i Cukup jelas Ayat 1.a.1.j Cukup jelas Ayat 1.a.1.k Cukup jelas HUT BPK PA GPIB Jemaat Effatha (9 Juni) HUT BPK PT GPIB Jemaat Effatha (1 Mei) HUT BPK GP GPIB Jemaat Effatha (15 Juli) HUT BPK PW GPIB Jemaat Effatha (18 Februari) HUT BPK PKB GPIB Jemaat Effatha (20 Juli) HUT P. Lansia GPIB Jemaat Effatha (2 Maret) Ayat 1.a.1.l Cukup jelas Ayat 1.a.1.m Cukup jelas Ayat 1.a.2 Cukup jelas Ayat 1.a.3 Cukup jelas Ayat 1.b Misalnya Penelaahan Alkitab, Kelompok Doa dan Penyegaran

    P a s a l 5 Hak dan Kewajiban Warga Sidi Jemaat

    HTG 2007 Hal. 23-25 Psl. 5 Pertemuan Warga Sidi. TG 2002, Pemilihan Penatua dan Diaken. Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ). ...............................................

    P a s a l 6 Pimpinan Jemaat

    HTG 2007 Hal. 29 Psl. 8.1 HTG 2007 Hal. 32 Psl 11.2.c

    P a s a l 7

    Pelaksanaan Panggilan dan Pengutusan

    HTG 2007, Hal 6, TD, Bab III, Psl. 5. HTG 2007, Hal. 34-36, Psl. 13.1 TG 1995 Hal. 38-58 ............................................... ............................................... Lihat BM. Hal. 9, Psl. 10.1.a PE Hal. 05, Psl. 9.7.d ............................................... Bagaimana dengan Ibadah Keluarga yang mempergunakan Ruang di Kompleks Gereja? ............................................... ............................................... Ayat 1.a.1.i tentang Peneguhan Pejabat/Pengurus BPK, lihat Petunjuk Pelaksanaan dari Majelis Sinode GPIB tentang Pemilihan Pengurus BPK tahun 2002. ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... Konferensi Pemuda 26-28 Oktober 1957 di Pendopo GPIB Jemaat Effatha. Cari HUT BPK PKB GPIB Jemaat Effatha yang tepat. ............................................... .............................................................................................. ............................................... HTG 2007, Hal. 37 Psl.13.1b

  • MEMORI PENJELASAN CATATAN

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    12

    Iman. Ayat 1.c Kegiatan persekutuan Oikoumenis bersifat program

    berkelanjutan. Ayat 2 Cukup jelas Ayat 2.a Cukup jelas Ayat 2.b Cukup jelas Ayat 2.c Cukup jelas Ayat 2.c.1 Cukup jelas Ayat 2.c.2 Cukup jelas Ayat 2.c.3 Termasuk Tunawisma, Tunakarya dan lain sebagainya. Ayat 2.c.4 Cukup jelas Ayat 2.c.5 Cukup jelas Ayat 2.c.6 Cukup jelas Ayat 2.d Kegiatan oikoumenis bersifat sementara umpamanya Ibadah

    bersama, aksi sosial. Ayat 3 Cukup jelas

    P a s a l 8 Pembinaan dan Penggembalaan

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 1.a Cukup jelas Ayat 1.b Cukup jelas Ayat 1.c Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 2.a Katekisasi dengan bahan yang ditetapkan oleh Majelis

    Sinode GPIB selama minimal 11 bulan (Mei s/d Maret). Pembina harus memiliki kualifikasi dan ditetapkan oleh Majelis Jemaat untuk mengajar katekesasi.

    Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas Ayat 5 Cukup jelas

    P a s a l 9

    Kelengkapan Organisasi

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas Ayat 5 Cukup jelas Ayat 6 Cukup jelas Ayat 7 Cukup jelas Ayat 8 Cukup jelas Ayat 9 Cukup jelas Ayat 10 Cukup jelas

    P a s a l 10

    Sektor Pelayanan Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas

    HTG 2007, Hal. 37 Psl.13.1c ............................................... ............................................... ..................................................................................................................... ............................................................................................................................................. HTG, 2007, Hal. 252-263. ...............................................

    P a s a l 8 Pembinaan dan Penggembalaan

    ............................................... HTG 2007, Hal. 18, TD, Bab VII, Psl. 18 ............................................................................................................................................................................................ (semua point dalam ayat 3 dihilangkan dan diganti dengan isi ayat 2.3 dan 2.4) ............................................... ...............................................

    P a s a l 9 Kelengkapan Organisasi

    ......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

    P a s a l 10

    Sektor Pelayanan ............................................................................................................................................. Laporan yang dimaksud adalah laporan informatif.

  • MEMORI PENJELASAN CATATAN

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    13

    P a s a l 11 Tata Cara Penyelesaian Perselisihan

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 3.a Cukup jelas Ayat 3.b Cukup jelas Ayat 3.c Cukup jelas Ayat 3.d Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas Ayat 4.a Cukup jelas Ayat 4.b Cukup jelas Ayat 4.c Cukup jelas Ayat 4.d Cukup jelas Ayat 4.e Cukup jelas Ayat 4.f Cukup jelas Ayat 5 Cukup jelas Ayat 5.a Cukup jelas Ayat 5.b Cukup jelas Ayat 5.c Cukup jelas Ayat 5.d Cukup jelas

    P a s a l 12 Sarana Penunjang

    Cukup jelas

    P a s a l 13

    Ketentuan Penutup Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas

    P a s a l 11 Tata Cara Penyelesaian Perselisihan

    ........................................................................................................................................................................................................................................... Penyelesaiannya di Sidang Majelis Jemaat (lihat ayat 3.a) ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ...............................................

    P a s a l 12

    Sarana Penunjang

    Uang Pelayananan

    P a s a l 13 Ketentuan Penutup

    ............................................... ............................................... ............................................... ...............................................

  • PPMJ No. 2 tentang Majelis jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    14

    PERATURAN PELAKSANAAN MAJELIS JEMAAT NO. 2

    Tentang

    MAJELIS JEMAAT

    P a s a l 1 Pengertian

    1. Majelis Jemaat adalah Pimpinan GPIB di tingkat Jemaat. 2. Majelis Jemaat diwakili oleh Ketua dan Sekretaris Majelis Jemaat.

    P a s a l 2 Keanggotaaan

    1. Majelis Jemaat terdiri atas:

    a. Para Pendeta yang ditempatkan oleh Majelis Sinode di Jemaat.

    b. Para Penatua dan Diaken yang dipilih dari dan oleh Warga Sidi Jemaat menurut Peraturan Pemilihan Penatua dan Diaken serta ditetapkan oleh Majelis Sinode.

    2. Jumlah anggota Majelis Jemaat kecuali Pendeta ditentukan oleh Majelis Jemaat menurut kebutuhan

    Jemaat sesuai dengan Peraturan Pemilihan Penatua dan Diaken. 3. Masa tugas anggota Majelis Jemaat kecuali Pendeta ditetapkan selama 5 (lima) tahun.

    P a s a l 3

    Tugas Dan Wewenang

    1. Tugas Majelis Jemaat adalah:

    a. Merencanakan, melaksanakan Program dan Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Tahunan Jemaat berdasarkan Pokok-pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja (PKUPPG) yang ditetapkan dalam Persidangan Sinode/Persidangan Sinode Tahunan GPIB.

    b. Melaksanakan ketetapanketetapan Persidangan Sinode/Persidangan Sinode Tahunan GPIB, Keputusan-keputusan Majelis Sinode dan tugas-tugas yang dipercayakan oleh Majelis Sinode.

    c. Membuat Laporan Triwulan dan Laporan Tahunan yang disahkan dalam Sidang Majelis Jemaat (SMJ) dan meneruskan Laporan Tahunan kepada Majelis Sinode.

    d. Melaksanakan penatalayanan Jemaat dan pengawasan perbendaharaan Jemaat. 2. Wewenang Majelis Jemaat adalah:

    a. Memilih Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) melalui Sidang Majelis Jemaat (SMJ) dan melaporkan kepada Majelis Sinode untuk ditetapkan.

    b. Mengambil langkah-langkah dan melaksanakan tindakan disiplin Gereja terhadap warga Jemaat.

    c. Mengangkat dan memberhentikan anggota Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ).

    d. Mengangkat dan memberhentikan Pegawai Kantor Majelis Jemaat.

    e. Mengambil kebijaksanaan tertentu dalam pelaksanaan Program dan Rencana Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Gereja.

  • PPMJ No. 2 tentang Majelis jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    15

    f. Mengelola sumberdaya harta milik Gereja di Jemaat sesuai dengan Tata Cara Pengelolaan Perbendaharaan.

    g. Mengangkat pembina katekisasi di Jemaat.

    h. Menetapkan dan mengutus Presbiter (Pendeta, Penatua dan Diaken) ke Persidangan Sinode dan Persidangan Sinode Tahunan GPIB dan Rapat Sinodal lainnya.

    P a s a l 4 Kewajiban

    1. Setiap Presbiter harus menjalankan Panggilan dan Pengutusan dengan penuh tanggung jawab. 2. Setiap Presbiter harus memenuhi janji jabatan yang telah diucapkannya di hadapan Tuhan dan Jemaat-

    Nya ketika diteguhkan. 3. Setiap Presbiter harus taat kepada Firman Allah, Pengajaran Gereja dan Tata Gereja GPIB. 4. Setiap Presbiter wajib taat dan menjalankan tugas masing-masing, sesuai dalam Tata Gereja GPIB dan

    Ketetapan-ketetapan Persidangan Sinode/ Persidangan Sinode Tahunan GPIB.

    5. Setiap Presbiter harus menjalankan tugas sesuai keputusan rapat, jadwal dan penugasan lainnya yang diatur oleh Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ).

    P a s a l 5

    Tugas-tugas Khusus

    Para Pendeta, Penatua dan Diaken mempunyai tugas pelayanan yang diatur secara khusus oleh Majelis Jemaat sebagai berikut: 1. Tugas Khusus Pendeta: Pelayanan Firman dan Sakramen, Peneguhan Sidi, Pemberkatan Nikah, Peneguhan Pejabat, Pembinaan

    dan Penggembalaan.

    2. Tugas Khusus Penatua:

    a. Melaksanakan tugas Penggembalaan Jemaat secara terkoordinasi dan menjaga kemurnian pemberitaan Firman dan Ajaran Gereja.

    b. Wajib menjaga rahasia penggembalaan.

    c. Wajib menjalankan tugas-tugas pelayanan dengan tertib seperti tercantum dalam jadwal pelayanan, pelaksanaan Tata Ibadah serta tugas-tugas secara keseluruhan di Gereja, Sektor-sektor Pelayanan dan Pos-pos Pelayanan.

    d. Dalam menjaga kemurnian Pemberitaan Firman Tuhan, maka para Penatua dapat memberikan pendapat, nasihat dan teguran kepada Pelayan Firman sekiranya dalam pemberitaan tersebut terbukti tidak sesuai dengan Firman maupun Ajaran Gereja sehingga dapat menggoyahkan iman Jemaat dan keutuhan Gereja. Jika nasihat dan teguran dimaksud tidak dapat diterima Pelayan Firman yang bersangkutan, maka hal tersebut dapat dibicarakan dalam Rapat Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ), Sidang Majelis Jemaat (SMJ) atau diteruskan ke Majelis Sinode GPIB.

    e. Dapat memberitakan Firman melalui khotbah-khotbah pada Ibadah keluarga, Ibadah Pengucapan Syukur, Ibadah Minggu di Gereja, Ibadah Pemahaman Alkitab dan lain-lain, yang pengaturannya dilaksanakan oleh Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ).

    f. Mendampingi Pendeta dalam Pelayanan Sakramen.

    g. Melaksanakan tugas Pendeta apabila Pendeta berhalangan dan Majelis Jemaat melaporkannya kepada Majelis Sinode.

    h. Dapat mengajar Katekisasi setelah mendapat penunjukan dari Majelis Jemaat.

    i. Dapat memberikan Pembinaan dalam Jemaat dengan persetujuan Majelis Jemaat.

  • PPMJ No. 2 tentang Majelis jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    16

    3. Tugas Khusus Diaken:

    a. Melayani orang sakit, lanjut usia, anak yatim piatu, janda, duda, cacat fisik/mental dan semua orang yang memerlukan perhatian dan pertolongan.

    b. Mendata warga Jemaat yang perlu mendapatkan Pelayanan Kasih di Sektor Pelayanan masing-masing melalui Kooordinator Sektor (Korsek) Pelayanan untuk diteruskan kepada Majelis Jemaat supaya mendapat perhatian dan pelayanan lebih lanjut.

    c. Wajib menjalankan tugas-tugas pelayanan dengan tertib seperti tercantum dalam jadwal pelayanan, pelaksanaan Tata Ibadah serta tugas-tugas secara keseluruhan di Gereja, Sektor-sektor Pelayanan dan Pos-pos Pelayanan.

    d. Dapat memberitakan Firman melalui khotbah-khotbah pada Ibadah keluarga, Ibadah Pengucapan Syukur, Ibadah Hari Minggu di Gereja, Ibadah Pemahaman Alkitab dan lain-lain yang pengaturannya dilaksanakan Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ).

    P a s a l 6 Pakaian Liturgis

    1. Pada Ibadah Hari Minggu, Pelayanan Sakramen dan Peneguhan:

    a. Pendeta mengenakan Toga dan Stola dalam memimpin Ibadah di tempat Ibadah yang telah ditahbiskan dan mengenakan Baniang/Jas dan Stola di tempat Ibadah yang belum ditahbiskan.

    b. Penatua dan Diaken yang bertugas memakai Baniang/Jas yang sopan dan rapi dengan mengenakan Stola.

    2. Pada Ibadah Keluarga atau yang sejenisnya, Pendeta, Penatua dan Diaken menggunakan pakaian yang

    sopan dan rapi. 3. Pada Ibadah Pemakaman: Pendeta, Penatua dan Diaken menggunakan pakaian Liturgis (Pendeta dengan Baniang/Jas dan Stola).

    P a s a l 7 Tanggung Jawab Penatua dan Diaken di Sektor Pelayanan

    1. Penatua dan Diaken secara khusus wajib melayani Warga Jemaat di Sektor Pelayanan masing-masing. 2. Untuk kelancaran pelayanan, seorang Penatua dan seorang Diaken memperhatikan secara khusus maksimal

    15 (lima belas) Kepala Keluarga di Sektor Pelayanan masing-masing. 3. Mengatur penjadwalan dan penyelenggaraan Ibadah-ibadah di Sektor Pelayanan masing-masing. 4. Menjadwalkan dan melaksanakan Perkunjungan Pastoral bersama Pendeta kepada Warga Jemaat.

    5. Mengadakan perkunjungan secara rutin dan teratur, membagikan buku Sabda Bina Umat (SBU) dan kartu

    Persembahan Tetap Bulanan (PTB) kepada warga Jemaat yang menjadi tanggung jawabnya.

    6. Melaporkan kepada Pendeta apabila ada warga Jemaat yang membutuhkan Pelayanan Pastoral secara khusus.

    P a s a l 8

    Pemilihan Penatua Dan Diaken

    1. Pemilihan Penatua dan Diaken dilaksanakan sesuai dengan peraturan GPIB yang berlaku, dan Petunjuk Pelaksanaan dari Majelis Sinode GPIB.

    2. Penatua dan Diaken terpilih akan ditetapkan dengan Surat Keputusan Majelis Sinode.

  • PPMJ No. 2 tentang Majelis jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    17

    P a s a l 9

    Berakhirnya Tugas Anggota Majelis Jemaat Berakhirnya tugas anggota Majelis Jemaat kecuali Pendeta, karena: 1. Meninggal dunia. 2. Tidak aktif selama tiga (3) bulan berturut-turut tanpa alasan yang jelas. 3. Terbukti melakukan perbuatan tercela yang menyangkut etika dan moral setelah melalui proses

    penggembalaan khusus.

    4. Pindah domisili di luar Wilayah Pelayanan GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta dengan surat atestasi dari Majelis Jemaat.

    5. Terlibat perbuatan kriminal dan telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan serta mempunyai kekuatan

    hukum yang tetap. 6. Mengundurkan diri dengan sukarela tanpa paksaan. 7. Bila terjadi pernikahan antar anggota Majelis Jemaat, maka salah satu mengundurkan diri. 8. Bila anggota Majelis Jemaat diterima menjadi pegawai Kantor Majelis Jemaat. 9. Setelah adanya Peneguhan Penatua dan Diaken yang baru. 10. Keputusan Sidang Majelis Jemaat (SMJ), untuk diteruskan kepada Majelis Sinode GPIB.

    P a s a l 10 Pengisian Lowongan Antar Waktu/Penambahan

    1. Pengisian lowongan antar waktu/penambahan Anggota Majelis Jemaat dapat dilakukan apabila:

    a. Ada anggota Majelis Jemaat yang mengundurkan diri, pindah ke luar wilayah pelayanan GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta, menderita sakit yang berkepanjangan dan atau meninggal dunia.

    b. Berdasarkan kebutuhan dalam arti memperhatikan perkembangan luas wilayah pelayanan dan jumlah Kepala Keluarga Jemaat.

    2. Pengisian lowongan antar waktu/penambahan anggota Majelis Jemaat harus memenuhi persyaratan-

    persyaratan calon Penatua dan Diaken.

    P a s a l 11 Sarana Penunjang Pelayanan

    Sarana penunjang pelayanan untuk Penatua dan Diaken diatur berdasarkan kondisi dan keputusan Majelis Jemaat.

  • PPMJ No. 2 tentang Majelis jemaat

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    18

    P a s a l 12 Ketentuan Penutup

    1. Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini akan diatur dan

    ditetapkan oleh Majelis Jemaat dalam Sidang Majelis Jemaat (SMJ). 2. Dengan berlakunya Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini, maka semua peraturan lain yang

    mengatur tentang Majelis Jemaat sejauh telah diatur dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini, dinyatakan tidak berlaku lagi.

    3. Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini hanya dapat dirubah melalui Sidang Majelis Jemaat (SMJ)

    dengan memperhatikan Tata Gereja serta Peraturan GPIB yang berlaku. 4. Sebelum pengesahan oleh Majelis Sinode maka Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini dapat

    diberlakukan atas dasar kesepakatan Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

  • MEMORI PENJELASAN CATATAN

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    19

    PERATURAN PELAKSANAAN

    MAJELIS JEMAAT NO. 2

    Tentang

    MAJELIS JEMAAT

    P a s a l 1 Pengertian

    Ayat 1 Yang dimaksud dengan kepemimpinan GPIB di Jemaat pada

    dasarnya adalah kepemimpinan Gereja di Jemaat sesuai dengan kewenangan melekat pada Majelis Jemaat.

    Majelis Jemaat adalah suatu wadah kebersamaan dalam kepemimpinan GPIB di Jemaat, karena itu Sidang Majelis Jemaat adalah lembaga tinggi presbiter yang penting dan harus/wajib dihadiri oleh anggota Majelis Jemaat.

    Ayat 2 Cukup jelas

    P a s a l 2 Keanggotaaan

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Dasar perhitungan kebutuhan adalah jumlah warga, luas

    wilayah, dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Lihat peraturan tentang Pemilihan Penatua dan Diaken.

    Ayat 3 Cukup jelas

    P a s a l 3 Tugas dan Wewenang

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 1.a Dengan memperhatikan kondisi Jemaat Ayat 1.b Cukup jelas Ayat 1.c Cukup jelas Ayat 1.d Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 2.a Laporan disertai Berita Acara dan kesimpulan Sidang. Ayat 2.b Cukup jelas Ayat 2.c Cukup jelas Ayat 2.d Cukup jelas Ayat 2.e Cukup jelas Ayat 2.f Sumber Daya Gereja adalah: Sumber Daya Insani (SDI), Sumber

    Daya Harta Milik (SDHM), Sumber Daya Lainnya (SDL) Ayat 2.g Cukup jelas Ayat 2.h Cukup jelas

    P a s a l 4 Kewajiban

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas Ayat 5 Cukup jelas

    P a s a l 5 Tugas-tugas Khusus

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 2.a Cukup jelas

    PERATURAN PELAKSANAAN

    MAJELIS JEMAAT NO. 2

    Tentang

    MAJELIS JEMAAT

    P a s a l 1 Pengertian

    HTG 2007, Hal. 13, TD, Bab V Psl. 10.2 HTG 2007, Hal. 29, PP No.1, Psl. 8.1 ...............................................

    P a s a l 2 Keanggotaaan

    ............................................... ............................................... ...............................................

    P a s a l 3 Tugas dan Wewenang

    ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... HTG 2007, Hal. 14, TD, Bab VI, Psl. 14.2 ............................................... ............................................... ...............................................

    P a s a l 4 Kewajiban

    ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... Termasuk Persiapan Minggu.

    P a s a l 5 Tugas-tugas Khusus

    ............................................... ...............................................

  • MEMORI PENJELASAN CATATAN

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    20

    Ayat 2.b Cukup jelas Ayat 2.c Cukup jelas Ayat 2.d Cukup jelas Ayat 2.e Cukup jelas Ayat 2.f Cukup jelas Ayat 2.g Cukup jelas Ayat 2.h Cukup jelas Ayat 2.i Cukup jelas Ayat 3 Diaken juga membantu tugas khusus Penatua Ayat 3.a Cukup jelas Ayat 3.b Cukup jelas Ayat 3.c Cukup jelas Ayat 3.d Cukup jelas

    P a s a l 6

    Pakaian Liturgis

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 1.a Cukup jelas Ayat 1.b Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas

    P a s a l 7 Tanggung Jawab Penatua dan Diaken

    di Sektor Pelayanan Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup Jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas Ayat 5 Cukup jelas Ayat 6 Cukup jelas Ayat 7 Cukup jelas

    P a s a l 8

    Pemilihan Penatua dan Diaken

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas

    P a s a l 9 Berakhirnya Tugas

    Anggota Majelis Jemaat Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas Ayat 5 Cukup jelas Ayat 6 Cukup jelas Ayat 7 Cukup jelas Ayat 8 Cukup jelas Ayat 9 Cukup jelas Ayat 10 Cukup jelas

    P a s a l 10

    Pengisian Lowongan Antar Waktu/Penambahan

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 1.a Cukup jelas

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    ...............................................

    P a s a l 6 Pakaian Liturgis

    ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ...............................................

    P a s a l 7

    Tanggung Jawab Penatua dan Diaken di Sektor Pelayanan

    ............................................... Bagaimana dengan keberadaan Pengurus Sekpel. ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ...............................................

    P a s a l 8

    Pemilihan Penatua dan Diaken

    ...........................................................

    ...................................

    P a s a l 9 Berakhirnya Tugas

    Anggota Majelis Jemaat

    ............................................... HTG 2007, PP No. 1/2002, Hal 100-101, No.2 ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ...............................................

    P a s a l 10 Pengisian Lowongan

    Antar Waktu/Penambahan

    ...............................................

    ...............................................

  • MEMORI PENJELASAN CATATAN

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    21

    Ayat 1.b Cukup jelas Ayat 2 Pengisian lowongan antar waktu/ penambahan anggota

    Majelis Jemaat dilakukan melalui pemilihan di Sektor Pelayanan yang bersangkutan.

    P a s a l 11

    Sarana Penunjang Pelayanan

    Cukup jelas

    P a s a l 12 Ketentuan Penutup

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas

    ...............................................

    ...............................................

    P a s a l 11 Sarana Penunjang Pelayanan

    Uang Pelayanan.

    P a s a l 12 Ketentuan Penutup

    ............................................... ............................................... ............................................... ...............................................

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    22

    PERATURAN PELAKSANAAN MAJELIS JEMAAT NO. 3

    Tentang

    PELAKSANA HARIAN MAJELIS JEMAAT (PHMJ)

    P a s a l 1 Pengertian

    1. Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta adalah pelaksana tugas

    sehari-hari Majelis Jemaat. 2. Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta dipilih dari dan oleh anggota

    Majelis Jemaat melalui Sidang Majelis Jemaat (SMJ) kecuali Ketua Majelis Jemaat adalah Pendeta yang ditetapkan oleh Majelis Sinode.

    3. Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta terpilih ditetapkan dengan

    Surat Keputusan Majelis Sinode. 4. Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta terdiri dari Ketua, Ketua I,

    Ketua II, Ketua III, Ketua IV, Sekretaris, Sekretaris I, Sekretaris II, Bendahara dan Bendahara I.

    P a s a l 2

    Tugas Pokok

    Tugas Pokok Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) adalah: 1. Melaksanakan keputusan Sidang Majelis Jemaat (SMJ), penatalayanan dan kepemimpinan Jemaat sehari-

    hari. 2. Mengkoordinasi dan menyelenggarakan kegiatan Persekutuan, Pelayanan, Kesaksian dan Pembinaan

    berdasarkan Program Kerja serta Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Jemaat GPIB Effatha DKI Jakarta.

    3. Mengelola administrasi Jemaat dan sumberdaya harta milik Jemaat. 4. Mempersiapkan Sidang Majelis Jemaat (SMJ), Rapat-rapat dan Pertemuan Warga Sidi Jemaat.

    5. Menyelesaikan dan memutuskan hal-hal yang mendesak sepanjang tidak bertentangan dengan Tata Gereja GPIB dan melaporkannya kepada Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

    6. Mewakili Majelis Jemaat ke dalam dan ke luar.

    7. Membuat dan menyampaikan Laporan Triwulan kepada Sidang Majelis Jemaat (SMJ) tentang

    penyelenggaraan Persekutuan, Pelayanan, Kesaksian dan Pembinaan dan dilaporkan ke Majelis Sinode.

    8. Membuat dan menyampaikan Laporan Tahunan tentang realisasi Program dan Anggaran sebagai bahan informasi untuk dilengkapi dalam Sidang Majelis Jemaat (SMJ) dan selanjutnya dilaporkan ke Majelis Sinode GPIB.

    9. Membuat dan menyampaikan Laporan Akhir Masa Tugas tentang pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi untuk dilengkapi dalam Sidang Majelis Jemaat (SMJ) dan selanjutnya dilaporkan ke Majelis Sinode GPIB.

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    23

    P a s a l 3

    Kepemimpinan

    1. Kepemimpinan tertinggi pada Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

    2. Kepemimpinan bersifat kolektif, pengambilan keputusan dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat. 3. Kepemimpinan bersifat melayani dan bukan untuk dilayani.

    P a s a l 4 Susunan dan Fungsi

    1. Susunan Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) adalah sebagai berikut:

    Ketua Ketua I Ketua II Ketua III Ketua IV Sekretaris Sekretaris I Sekretaris II Bendahara Bendahara I

    2. Pembidangan Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) adalah sebagai berikut:

    a. Ketua : Bidang Iman, Ajaran dan Ibadah (IAI), Gereja dan Masyarakat (GERMAS) serta umum (UMUM).

    b. Ketua I : Bidang Pelayanan dan Kesaksian (PELKES) serta Lingkungan Hidup (LH).

    c. Ketua II : Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (PPSDI), Bidang Pendidikan (PENDIDIKAN), Bidang Penelitian dan Pengembangan (LITBANG), Bidang Organisasi dan Komunikasi (ORKOM).

    d. Ketua III : Bidang Pelayanan Kategorial (BPK).

    e. Ketua IV : Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (EKUBANG), Pengembangan Dana dan Daya.

    f. Sekretaris : Penyelenggaraan administrasi dan pengintegrasian kegiatan.

    g. Sekretaris I, II : Pendistribusian informasi, keputusan dan bidang sekretariat lainnya.

    h. Bendahara : Anggaran dan Pengelolaan Keuangan.

    i. Bendahara I : Perbendaharaan dan Pembukuan Keuangan. 3. Fungsionaris Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) adalah sebagai berikut:

    a. Ketua : Pendeta b. Ketua I : Penatua/Diaken c. Ketua II : Penatua/Diaken d. Ketua III : Penatua/Diaken e. Ketua IV : Penatua/Diaken f. Sekretaris : Penatua/Diaken g. Sekretaris I : Penatua/Diaken h. Sekretaris II : Penatua/Diaken i. Bendahara : Penatua/Diaken j. Bendahara I : Penatua/Diaken

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    24

    4. Jumlah anggota dan komposisi Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) ditetapkan lewat Sidang Majelis Jemaat (SMJ) Khusus dan disesuaikan menurut kebutuhan.

    5. Ketua yang adalah Ketua Majelis Jemaat merupakan jabatan struktural di Jemaat yang dijabat oleh

    seorang Pendeta dan pengangkatan serta penempatannya ditetapkan oleh Majelis Sinode GPIB.

    6. Apabila ada 2 (dua) orang Pendeta atau lebih ditempatkan di Jemaat, Majelis Sinode menetapkan salah seorang sebagai Ketua Majelis Jemaat, sedangkan fungsi dan tugas Pendeta yang lain ditentukan oleh Majelis Jemaat.

    7. Apabila di Jemaat belum ditetapkan seorang Pendeta sebagai Ketua Majelis Jemaat, Majelis Jemaat dapat

    memilih dan menunjuk salah seorang Penatua, sebagai Pejabat Sementara Ketua Majelis Jemaat dengan ketetapan dari Majelis Sinode.

    8. Masa bakti Pejabat Sementara Ketua Majelis Jemaat ditetapkan oleh Majelis Sinode GPIB. 9. Pejabat Sementara Ketua Majelis Jemaat mempunyai tugas, wewenang, tanggungjawab dan hak yang

    sama seperti Ketua Majelis Jemaat.

    P a s a l 5 Uraian Tugas

    1. Ketua:

    Mempunyai tugas pokok memimpin di Bidang Iman, Ajaran dan Ibadah (IAI), yang pelaksanaannya dilaksanakan melalui Pelayanan, Penggembalaan Jemaat dan Pembinaan, di Bidang Gereja dan Masyarakat (GERMAS) serta Bidang Umum (UMUM). Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Ketua mempunyai fungsi:

    a. Mengkoordinasikan, mengawasi dan menilai:

    1. Memimpin Sidang Majelis Jemaat (SMJ), Rapat Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ), Pertemuan Warga Sidi serta Rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Majelis Jemaat.

    2. Kegiatan Jemaat, agar setiap warga Jemaat mampu melaksanakan panggilan dan pengutusan

    Gereja. 3. Kegiatan pelayanan Penggembalaan sesuai dengan permintaan warga Jemaat yang membutuhkan. 4. Bersama dengan Sekretaris bertanggungjawab baik ke dalam maupun ke luar atas nama GPIB

    Jemaat Effatha DKI Jakarta. 5. Bersama dengan Sekretaris menandatangani surat-surat Gerejawi, keputusan-keputusan,

    ketetapan-ketetapan Majelis Jemaat serta surat-surat lain yang dikeluarkan oleh Majelis Jemaat.

    6. Bersama dengan Sekretaris mengawasi ketatalaksanaan Kantor Majelis Jemaat. 7. Bertanggungjawab atas kegiatan yang berhubungan dengan Bidang Iman, Ajaran dan Ibadah (IAI),

    Gereja dan Masyarakat (GERMAS) serta Umum. 8. Mengkoordinir tugas Pendeta Jemaat lainnya. 9. Membimbing Vikaris dan mahasiswa-mahasiswa Teologi yang melaksanakan tugas praktek di

    Jemaat sesuai dengan penugasan Majelis Sinode.

    10. Melaksanakan tugas dan wewenang Ketua lainnya apabila yang bersangkutan berhalangan. 11. Membuat Memorandum Akhir Masa Bakti ketika mengakhiri tugas sebagai Ketua Majelis Jemaat

    untuk disampaikan kepada Ketua Majelis pengganti, Majelis Jemaat dan Majelis Sinode.

    b. Mengkoordinasikan penyusunan Program Kerja Tahunan.

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    25

    c. Membuat memori serah terima pelaksanaan tugas sebagai Ketua Majelis Jemaat kepada yang menggantikannya.

    2. Ketua I:

    Mempunyai tugas pokok memimpin di Bidang Pelayanan dan Kesaksian (PELKES), dan Lingkungan Hidup (LH). Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Ketua I mempunyai fungsi:

    a. Mengkoordinasikan, memantau penyusunan rencana kegiatan Pelayanan dan Kesaksian (PELKES) ke dalam maupun ke luar lingkungan Jemaat.

    b. Mengawasi, memelihara dan mendorong kelancaran dalam pelaksanaan di bidang Pelayanan dan Kesaksian (PELKES) Jemaat serta Lingkungan Hidup (LH).

    c. Melaksanakan tugas Ketua lainnya apabila yang bersangkutan berhalangan.

    d. Bersama dengan Sekretaris I menandatangani Surat-surat dan Surat-surat Keputusan Majelis Jemaat yang berhubungan dengan Bidang Pelayanan dan Kesaksian (PELKES) serta Bidang Lingkungan Hidup (LH).

    e. Melaksanakan tanggungjawab lain yang didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan jemaat.

    3. Ketua II: Mempunyai tugas pokok memimpin Pelaksanaan Kegiatan di Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (PPSDI), Pendidikan (PENDIDIKAN), Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) serta Organisasi dan Komunikasi (ORKOM). Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Ketua II mempunyai fungsi: a. Mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani

    (PPSDI) dan Pendidikan (PENDIDIKAN) dalam lingkungan Jemaat. b. Mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) dalam

    Jemaat. c. Memelihara, mendorong serta mengawasi, kelancaran Organisasi dan Komunikasi (ORKOM) serta

    penatalayanan yang baik dalam Jemaat, guna pertumbuhan pelayanan yang dinamis. d. Melaksanakan tugas Ketua lainnya apabila yang bersangkutan berhalangan. e. Bersama dengan Sekretaris I menandatangani Surat-surat dan Surat-surat Keputusan Majelis Jemaat

    yang berhubungan dengan bidang Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (PPSDI), Pendidikan (PENDIDIKAN), Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) serta Organisasi dan Komunikasi (ORKOM).

    f. Melaksanakan Penataan, Pengembangan dan Pembinaan pegawai Kantor Majelis Jemaat. g. Melaksanakan tanggungjawab lain yang didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan jemaat.

    4. Ketua III: Mempunyai tugas pokok memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan pelayanan Bidang Pelayanan Kategorial (BPK). Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Ketua III mempunyai fungsi:

    a. Mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan Bidang Pelayanan Kategorial (BPK) yang meliputi:

    1. Pelayanan Anak (PA).

    2. Persekutuan Teruna (PT).

    3. Gerakan Pemuda (GP).

    4. Persatuan Wanita (PW).

    5. Persekutuan Kaum Bapak (PKB).

    b. Mengkoordinasikan dan mengawasi penyusunan Program Kerja Bidang Pelayanan Kategorial (BPK).

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    26

    c. Melaksanakan tugas Ketua lainnya apabila yang bersangkutan berhalangan.

    d. Bersama dengan Sekretaris II menandatangani Surat-surat dan Surat-surat Keputusan Majelis Jemaat yang berhubungan dengan Bidang Pelayanan Kategorial (BPK): Pelayanan Anak (PA), Persekutuan Teruna (PT), Gerakan Pemuda (GP), Persatuan Wanita (PW), Persekutuan Kaum Bapak (PKB).

    e. Melaksanakan tanggungjawab lain yang didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan Jemaat.

    5. Ketua IV: Mempunyai tugas pokok memimpin di Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (EKUBANG), Pengembangan Dana dan Daya. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Ketua IV mempunyai fungsi:

    a. Bersama Bendahara, menyusun Rencana Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran di Jemaat.

    b. Melaksanakan Pengawasan dan Pengendalian Keuangan di Jemaat.

    c. Melalui Rapat Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) melaksanakan pengadaan barang-barang inventaris harta milik Gereja, mengawasi perawatan/pemeliharaan dan pengamanannya dan menyelesaikan sertifikasi harta milik yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap.

    d. Bersama dengan Bendahara menandatangani Laporan-laporan Keuangan dan Surat-surat Berharga.

    e. Melaksanakan tugas Ketua lainnya apabila yang bersangkutan berhalangan.

    f. Bersama dengan Sekretaris II menandatangani Surat-surat dan Surat-surat Keputusan Majelis Jemaat yang berhubungan dengan bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (EKUBANG), Pengembangan Dana dan Daya.

    g. Melaksanakan tanggungjawab lain yang didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan Jemaat.

    6. Sekretaris: Mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kegiatan-kegiatan Kesekretariatan dan Administrasi di Jemaat. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Sekretaris mempunyai fungsi:

    a. Melaksanakan kegiatan Kesekretariatan dan Administrasi Umum, bekerjasama dengan Kepala Kantor Majelis Jemaat.

    b. Menghimpun Peraturan-peraturan, Keputusan dan Ketetapan Majelis Sinode GPIB, maupun Majelis Jemaat, serta pengarsipan Surat-surat keluar/masuk.

    c. Membuat Notulen Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

    d. Menindaklanjuti hasil keputusan Sidang Majelis Jemaat (SMJ), dan Rapat-rapat secara administratif.

    e. Mendistribusikan Surat-surat masuk kepada Ketua terkait dan menindaklanjutinya secara administratif.

    f. Merencanakan pelaksanaan dan menyusun agenda Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

    g. Mendampingi Ketua dalam setiap kegiatan penatalayanan.

    h. Bersama Ketua menyusun jadwal kegiatan pelayanan.

    i. Bersama Ketua, menandatangani surat-surat keluar atau surat lain sesuai kepentingannya.

    j. Melaksanakan tanggungjawab lain yang didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan Jemaat.

    7. Sekretaris I: Mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas pendistribusian informasi, Kesekretariatan dan Administrasi Umum. Apabila Sekretaris berhalangan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Sekretaris I mempunyai fungsi:

    a. Mendampingi Ketua I dan Ketua II dalam setiap kegiatan penatalayanannya.

    b. Membuat Notulen Pertemuan Warga Sidi Jemaat, Rapat Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ), Rapat Koordinasi dan menindaklanjuti keputusan yang diambil secara administratif.

    c. Menyiapkan bahan dan menyusun Warta Jemaat Gema Effatha.

    d. Melaksanakan tanggungjawab lain yang didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan Jemaat.

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    27

    e. Melaksanakan tugas pokok Sekretaris apabila berhalangan.

    8. Sekretaris II: Mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas Kesekretariatan dan Administrasi Umum, apabila Sekretaris dan Sekretaris I berhalangan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Sekretaris II mempunyai fungsi:

    a. Mendampingi Ketua III dan Ketua IV dalam setiap kegiatan penatalayanan.

    b. Membuat notulen Rapat Koordinasi dengan Bidang Pelayanan Kategorial (BPK) dan menindaklanjuti keputusan yang diambil secara administratif.

    c. Melaksanakan tanggungjawab lain yang didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan Jemaat.

    9. Bendahara: Mempunyai tugas pokok mengelola Keuangan sesuai dengan Pedoman, Penatalayanan Perbendaharaan GPIB di Tingkat Jemaat. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Bendahara mempunyai fungsi:

    a. Bekerjasama dengan Ketua IV dan Bendahara I dalam pelaksanaan tugasnya.

    b. Menerima, menyimpan dan mengeluarkan uang sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

    c. Penyusunan Rencana Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Jemaat.

    d. Meneliti dan membayar setiap permohonan penggunaan Anggaran sesuai dengan Anggaran yang sudah disetujui oleh Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

    e. Pengeluaran luar biasa di luar Program, harus terlebih dahulu disetujui oleh Sidang Majelis Jemaat (SMJ) atau melalui Rapat Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) yang selanjutnya dilaporkan kepada Majelis Jemaat melalui Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

    f. Mengawasi dan mencermati kemungkinan adanya penyimpangan Penerimaan dan Pengeluaran Kas.

    g. Sewaktu-waktu siap menerima dan melaksanakan Pemeriksaaan Kas oleh Ketua/Pejabat yang ditunjuk untuk melakukan Pemeriksaan Keuangan Jemaat.

    h. Membuat Laporan Pertanggungjawaban Keuangan.

    i. Mewakili Majelis Jemaat dalam Rapat Musyawarah Pelayanan (MUPEL), Sinode yang berkaitan dengan Keuangan dan Perbendaharaan.

    j. Melaksanakan tanggungjawab lain yang didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan Jemaat. 10. Bendahara I:

    Mempunyai tugas pokok melaksanakan Pengadministrasian dan Pembukuan Keuangan Jemaat sesuai dengan Pedoman, Penatalayanan Perbendaharaan GPIB Jemaat Effatha DKI Jakarta. Untuk melaksanakan tugas pokok, Bendahara I mempunyai fungsi:

    a. Bekerjasama dengan Ketua IV dan Bendahara dalam pelaksanaan tugasnya.

    b. Bersama Bendahara mengawasi Realisasi Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Jemaat.

    c. Bersama Bendahara mengawasi pelaksanaan Pembukuan dan Administrasi Keuangan Jemaat.

    d. Melaksanakan tanggungjawab lain yang didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan Jemaat.

    P a s a l 6 Penggantian

    1. Anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) kecuali Pendeta Jemaat dapat diganti apabila yang

    bersangkutan:

    a. Meninggal dunia.

    b. Atas keinginan sendiri mengundurkan diri karena berhalangan tetap.

    c. Melakukan perbuatan tercela secara moral dan etika Kristen.

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    28

    2. Pelaksanaan penggantian anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) kecuali Pendeta Jemaat dilakukan dengan cara:

    a. Nama calon pengganti diusulkan oleh dan di dalam Sidang Majelis Jemaat Khusus (SMJ Khusus).

    b. Pemilihan anggota Pelaksana Harian Majelis (PHMJ) Pengganti dilaksanakan oleh dan dalam Sidang Majelis Jemaat Khusus (SMJ Khusus) sesuai dengan ketentuan dan Tata Cara Pemilihan anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) yang berlaku.

    c. Nama anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) Pengganti diajukan kepada Majelis Sinode untuk penetapannya dengan Surat Keputusan Majelis Sinode.

    P a s a l 7 Masa Tugas

    1. Masa tugas Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) ditetapkan selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan dan

    dapat dipilih kembali. 2. Masa tugas Pelaksana Harian Majelis Jemaat terpilih ditetapkan oleh Majelis Sinode. 3. Dalam jabatan apapun kecuali Ketua Majelis Jemaat maka setiap anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat

    (PHMJ) hanya dapat dipilih untuk 2 (dua) masa tugas berturut-turut.

    P a s a l 8

    Tata Cara Pemilihan 1. Pemilihan dan Penetapan calon Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) dilakukan secara terbuka dalam

    Sidang Majelis Jemaat (SMJ). 2. Tata cara dan tata tertib pencalonan dan pemilihan Pelaksana Harian Majelis Jemaat PHMJ diatur lebih

    lanjut dalam suatu petunjuk teknis yang dibuat oleh Majelis Jemaat.

    P a s a l 9 Pemilihan

    1. Calon:

    a. Calon anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) dipilih dari antara peserta Sidang Majelis Jemaat (SMJ Khusus).

    b. Dalam hal anggota Majelis Jemaat (PHMJ) berhalangan hadir, maka yang bersangkutan kehilangan hak dipilih dan memilih serta mengakui/menerima hasil pemilihan.

    2. Persyaratan:

    a. Calon harus memenuhi persyaratan kualitatif umum sebagai berikut:

    1. Pejabat GPIB (Penatua dan Diaken).

    2. Setia pada ajaran Gereja (GPIB).

    3. Memiliki jiwa pengabdian dan mampu bekerjasama.

    4. Berpendidikan serendah-rendahnya SMU/SLTA atau yang sederajat.

    5. Memiliki wawasan yang cukup mengenai GPIB, Oikoumene dan Masyarakat.

    6. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan penatalayanan organisasi Jemaat.

    7. Memiliki sikap mental positif, lugas dan jujur.

    8. Mampu memberi motivasi dan menjabarkan kebijakan, perencanaan Pelayanan dan Kesaksian Jemaat.

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    29

    9. Mampu menjabarkan semua Peraturan GPIB, Keputusan dan Ketetapan Sidang Majelis Jemaat (SMJ) serta pelaksanaannya untuk Pembangunan Jemaat.

    10. Dapat menyediakan waktu untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai Anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ).

    11. Telah menjadi anggota Majelis Jemaat sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.

    12. Telah dan akan mengikuti pembinaan-pembinaan.

    b. Calon harus memenuhi persyaratan kualitatif khusus sebagai berikut:

    1. Ketua I: a. Mempunyai kemampuan mengembangkan Bidang Pelayanan dan Kesaksian (PELKES) dan

    Lingkungan Hidup (LH). b. Mampu memberi motivasi bagi seluruh kegiatan dalam Jemaat.

    2. Ketua II: a. Mempunyai kemampuan mengembangkan Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya

    Insani (PPSDI), Bidang Pendidikan (PENDIDIKAN), Bidang Penelitian dan Pengembangan (LITBANG), Organisasi dan Komunikasi (ORKOM).

    b. Mampu memberi motivasi bagi seluruh kegiatan dalam Jemaat.

    3. Ketua III: a. Mempunyai kemampuan mengembangkan Bidang Pelayanan Kategorial (BPK). b. Mampu memberi motivasi dan menjabarkan perencanaan pelayanan/pembinaan Jemaat

    secara Kategorial. c. Pernah aktif dan menjadi Pengurus pada salah satu Bidang Pelayanan Kategorial (BPK).

    4. Ketua IV: a. Mempunyai kemampuan mengembangkan Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan

    (EKUBANG), Bidang Dana dan Daya.

    b. Mempunyai visi yang luas untuk meningkatkan potensi Jemaat di Bidang Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (EKUBANG).

    c. Mampu mengelola Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (EKUBANG) guna pembangunan fisik.

    5. Sekretaris: a. Memiliki kemampuan di Bidang Organisasi dan Komunikasi (ORKOM). b. Memiliki ketrampilan Administrasi dan kemampuan menjalin koordinasi kegiatan. c. Mampu menjabarkan Peraturan, Keputusan dan Ketetapan.

    6. Sekretaris I: a. Mempunyai ketrampilan Administrasi dan kemampuan menjalin koordinasi kegiatan. b. Mampu merekam dan merumuskan hasil-hasil Sidang, Rapat dan Pertemuan. c. Memiliki wawasan tentang Pelayanan dan Kesaksian (PELKES) dan Diakonia.

    7. Sekretaris II: a. Mempunyai ketrampilan Administrasi dan kemampuan menjalin koordinasi kegiatan. b. Mampu merekam dan merumuskan hasil-hasil pertemuan. c. Mampu menjalin koordinasi kerja, khususnya dengan Bidang Pelayanan Kategorial (BPK) dan

    kelompok fungsional/ professional.

    8. Bendahara: a. Mempunyai kemampuan ketatalaksanaan Anggaran dan Administrasi Keuangan Jemaat. b. Mampu mengelola Perbendaharaan Jemaat. c. Mampu menjabarkan kebijakan perencanaan dan pendayagunaan Anggaran Belanja Jemaat. d. Secara pribadi tidak dibebani hutang dan tidak pernah dihukum karena terlibat dalam perkara

    tindak pidana keuangan.

    9. Bendahara I: a. Mempunyai kemampuan ketatalaksanaan Anggaran dan Administrasi Keuangan Jemaat. b. Mampu menata dan mengawasi Perbendaharaan dan Pembukuan. c. Secara pribadi tidak dibebani hutang dan tidak pernah dihukum karena terlibat dalam perkara

    tindak pidana keuangan.

    c. Calon harus memenuhi persyaratan Administrasi sebagai berikut:

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    30

    1. Calon harus hadir dalam Sidang Majelis Jemaat Khusus (SMJ Khusus).

    2. Menyatakan kesediaan secara tertulis.

    3. Calon tidak dalam status digembalakan pada saat dipilih. 3. Pemilih.

    Pemilih adalah semua Penatua dan Diaken peserta Sidang Majelis Jemaat Khusus (SMJ Khusus). 4. Cara Pemilihan.

    Pemilihan berlangsung dalam 2 (dua) tahap, yaitu:

    a. Tahap pencalonan:

    1. Setiap pemilih berhak mengajukan 1 (satu) orang calon bagi setiap jabatan dalam susunan anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ), sesuai surat suara.

    2. Mengumpulkan surat suara calon yang diajukan oleh setiap pemilih.

    3. Meneliti calon menurut persyaratan yang telah ditentukan pada Persyaratan.

    4. Menanyakan kesediaan para calon secara tertulis.

    5. Jumlah calon untuk setiap jabatan yang diajukan untuk dipilih sebanyak 3 (tiga) orang berdasarkan urutan suara terbanyak.

    b. Tahap Pemilihan:

    1. Menyampaikan daftar calon untuk masing-masing jabatan kepada Sidang Majelis Jemaat Khusus (SMJ Khusus).

    2. Sidang Majelis Jemaat Khusus (SMJ Khusus) memilih 1 (satu) orang untuk tiap jabatan Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) dari daftar calon yang diajukan.

    3. Cara pemungutan suara dilakukan secara langsung, bebas, rahasia dan tertulis, yang terpisah untuk masing-masing jabatan.

    4. Calon yang mendapatkan suara terbanyak dinyatakan terpilih.

    5. Bila ternyata ada lebih dari 1 (satu) calon yang mendapat jumlah suara yang sama maka diadakan pemilihan ulang khusus untuk jabatan tersebut.

    6. Bagi calon yang dicalonkan untuk lebih dari 1 (satu) jabatan, setelah terpilih dengan jumlah suara terbanyak pada salah satu jabatan maka tidak lagi disertakan untuk pemilihan pada jabatan lainnya.

    5. Hasil Pemilihan

    a. Berita Acara Pemilihan disusun oleh Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) yang lama dan disampaikan kepada Majelis Sinode untuk ditetapkan dalam Surat Keputusan Majelis Sinode.

    b. Serah Terima Jabatan Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) dilaksanakan setelah menerima Surat Keputusan Majelis Sinode disertai dengan Memori Serah Terima.

    c. Serah Terima dari Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) yang lama kepada Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) yang baru tertuang di dalam Berita Acara.

    d. Perkenalan Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) yang baru dilakukan dalam Ibadah Minggu yang terdekat setelah berlangsungnya serah terima.

    P a s a l 10

    Sarana Penunjang Pelayanan

    Sarana penunjang pelayanan untuk Pelaksana Harian Majelis Jemaat diatur berdasarkan kondisi dan Keputusan Majelis Jemaat.

    P a s a l 11 Ketentuan Penutup

    1. Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini akan diatur dan

    ditetapkan oleh Majelis Jemaat dalam Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

  • PPMJ No. 3 tentang PPMJ

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    31

    2. Dengan berlakunya Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini, maka semua peraturan lain yang

    mengatur tentang PELAKSANA HARIAN MAJELIS JEMAAT (PHMJ) sejauh telah diatur dalam Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini, dinyatakan tidak berlaku lagi.

    3. Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini hanya dapat dirubah melalui Sidang Majelis Jemaat (SMJ)

    dengan memperhatikan Tata Gereja serta Peraturan GPIB yang berlaku. 4. Sebelum pengesahan oleh Majelis Sinode maka Peraturan Pelaksanaan Majelis Jemaat (PPMJ) ini dapat

    diberlakukan atas dasar kesepakatan Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

  • MEMORI PENJELASAN CATATAN

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    32

    PERATURAN PELAKSANAAN

    MAJELIS JEMAAT NO. 3

    Tentang

    PELAKSANA HARIAN MAJELIS JEMAAT (PHMJ)

    P a s a l 1 Pengertian

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Kelengkapan Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) diatur

    tersendiri oleh Majelis Jemaat sesuai dengan kebutuhan.

    P a s a l 2 Tugas Pokok

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas Ayat 5 Tata Gereja adalah seluruh peraturan yang ditetapkan oleh

    Persidangan Sinode GPIB yang harus diberlakukan di seluruh jajaran GPIB

    Ayat 6 Cukup jelas Ayat 7 Cukup jelas Ayat 8 Cukup jelas Ayat 9 Cukup jelas

    P a s a l 3 Kepemimpinan

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Kolektif berarti secara bersama, secara gabungan Ayat 3 Cukup jelas

    P a s a l 4

    Susunan dan Fungsi

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas Ayat 5 Cukup jelas Ayat 6 Cukup jelas Ayat 7 Cukup jelas Ayat 8 Cukup jelas Ayat 9 Cukup jelas

    P a s a l 5 Uraian Tugas

    Ayat 1 Cukup jelas Ayat 1.a Cukup jelas Ayat 1.a.1 Cukup jelas Ayat 1.a.2 Cukup jelas Ayat 1.a.3 Cukup jelas Ayat 1.a.4 Cukup jelas Ayat 1.a.5 Cukup jelas

    PERATURAN PELAKSANAAN

    MAJELIS JEMAAT NO. 3

    Tentang

    PELAKSANA HARIAN MAJELIS JEMAAT (PHMJ)

    P a s a l 1 Pengertian

    ............................................. .................................................................................................................................................................................

    P a s a l 2

    Tugas Pokok

    HTG 2007, Hal. 21-34 Psl. 12 ............................................. ................................................................................................................................................................................. ............................................................................................................................................................................................................................................

    P a s a l 3 Kepemimpinan

    Kamus Besar Bahasa Indonesia, hal. 581 ............................................. .............................................

    P a s a l 4

    Susunan dan Fungsi

    .............................................

    ...........................................................

    ...........................................................

    ...........................................................

    ...........................................................

    ...........................................................

    ...........................................................

    ......

    P a s a l 5 Uraian Tugas

    ............................................. ............................................. ............................................. ............................................. ............................................. ............................................. ............................................. ............................................. .............................................

  • MEMORI PENJELASAN CATATAN

    PPMJ 2007 GPIB Jemaat Effatha /

    33

    Ayat 1.a.6 Cukup jelas Ayat 1.a.7 Ketua bertanggungjawab pula atas seluruh bidang kegiatan Ayat 1.a.8 Cukup jelas Ayat 1.a.9 Cukup jelas Ayat 1.a.10 Cukup jelas Ayat 1.a.11 Cukup jelas Ayat 1.b Cukup jelas Ayat 1.c Cukup jelas Ayat 2 Cukup jelas Ayat 2.a Cukup jelas Ayat 2.b Cukup jelas Ayat 2.c Cukup jelas Ayat 2.d Cukup jelas Ayat 2.e Didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan jemaat seperti

    menghadiri sidang-sidang Majelis Sinode dan undangan-undangan lain.

    Ayat 3 Cukup jelas Ayat 3.a Cukup jelas Ayat 3.b Cukup jelas Ayat 3.c Cukup jelas Ayat 3.d Cukup jelas Ayat 3.e Cukup jelas Ayat 3.f Cukup jelas Ayat 3.g Didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan jemaat

    seperti menghadiri sidang-sidang Majelis Sinode dan undangan-undangan lain.

    Ayat 4 Cukup jelas Ayat 4.a Keberadaan Persekutuan Lanjut Usia (LANSIA) menunggu

    Keputusan Persidangan Sinode. Ayat 4.b Cukup jelas Ayat 4.c Cukup jelas Ayat 4.d Keberadaan Persekutuan Lanjut Usia (LANSIA) menunggu

    Keputusan Persidangan Sinode. Ayat 4.e Didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan jemaat

    seperti menghadiri sidang-sidang Majelis Sinode dan undangan-undangan lain.

    Ayat 5 Cukup jelas Ayat 5.a Cukup jelas Ayat 5.b Cukup jelas Ayat 5.c Cukup jelas Ayat 5.d Cukup jelas Ayat 5.e Cukup jelas Ayat 5.f Cukup jelas Ayat 5.g Didelegasikan sesuai prioritas dan kebutuhan jemaat seperti

    menghadiri sidang-sidang Majelis Sinode dan undangan-undangan lain.

    Ayat 6 Cukup jelas Ayat 6.a Cukup jelas Ayat 6.b Cukup jelas Ayat 6.c Cukup jelas Ayat 6.d Cukup jelas Ayat 6.e Cukup jelas Ayat 6.f Cukup jelas Ayat 6.g Cukup jelas Ayat 6.h Cukup jelas Ayat 6.i Surat lain sesuai kepentingannya adalah sesuai ruang lingkup

    bidang Ketua: bidang IAI, Germas, Umum. Ayat 6.j Cukup jelas Ayat 7 Cukup jelas Ayat 7.a Cukup jelas Ayat 7.b Cukup jelas Ayat 7.c Cukup jelas Ayat 7.d Cukup jelas

    ............................................. ............................................. ............................................. ............................................. Peraturan Pokok No 1 Psl 9.3.a dan 9.3.b ............................................. ............................................. ............................................. ............................................. ............................................. ..........................................