Click here to load reader

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG · PDF fileTata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara ... hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan ... 4

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG · PDF fileTata Cara Penyertaan dan...

  • PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR 17 TAHUN 2016

    TENTANG

    PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA

    KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)

    PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

    Menimbang : a. bahwa untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara, perlu

    melakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik

    Negara yang berasal dari pengalihan Barang Milik Negara pada Kementerian Energi dan Sumber Daya

    Mineral yang pengadaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1994/1995, 1995/1996, 1996/1997, 1997/1998,

    1998/1999, 1999/2000, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, dan 2007;

    b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

    dimaksud dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat (4) Undang-Undang Nomor 19

    Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik

    Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara;

    Mengingat : . . .

    SALINAN

  • - 2 -

    Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    2. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297);

    3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang

    Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

    4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun

    Anggaran 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 278, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5767);

    5. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal

    Negara Pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 4555);

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA

    KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA.

    Pasal . . .

  • - 3 -

    Pasal 1

    Negara Republik Indonesia melakukan penambahan

    penyertaan modal ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara yang

    statusnya sebagai Perusahaan Perseroan (Persero) ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1994 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum

    (Perum) Listrik Negara menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).

    Pasal 2

    (1) Nilai penambahan penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 sebesar

    Rp11.159.687.903.416,00 (sebelas triliun seratus lima puluh sembilan miliar enam ratus delapan puluh tujuh juta sembilan ratus tiga ribu empat ratus enam

    belas rupiah).

    (2) Penambahan penyertaan modal Negara sebagaimana

    dimaksud pada ayat (1) berasal dari pengalihan Barang Milik Negara pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang pengadaannya bersumber

    dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1994/1995, 1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, 1998/1999, 1999/2000, 2000, 2001,

    2002, 2003, 2004, 2005, 2006, dan 2007 dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang

    merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.

    Pasal 3

    Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

    Agar . . .

  • - 4 -

    Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan

    penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

    Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Mei 2016

    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

    ttd.

    JOKO WIDODO

    Diundangkan di Jakarta pada tanggal 27 Mei 2016

    MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

    REPUBLIK INDONESIA,

    ttd.

    YASONNA H. LAOLY

    LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 NOMOR 104

  • LAMPIRAN

    PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2016

    TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN

    (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA

    DAFTAR RINCIAN DAN NILAI

    PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE

    DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN

    PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA

    NO URAIAN

    APBN

    TAHUN ANGGARAN

    NILAI

    1 Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Batang Gadis 1 X 0.9 MW yang berlokasi di Provinsi Sumatera Utara hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera I (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Utara dan Aceh)

    1994/1995 Rp4.258.402.000,00

    2 Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan Blok II 1 X 430 MW di Provinsi Sumatera Utara hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan

    Sumatera I (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Utara dan Aceh)

    1994/1995 Rp859.221.217.230,00

    3 PLTM Sepakat 2 X 875 kW di Provinsi Sumatera Utara hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera I (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Utara dan Aceh)

    1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, 1998/1999

    Rp13.251.463.000,00

    4 PLTD Gunung Sitoli 3 X 1500 kW dan PLTM Arul Relem 1 X 350 kW di Provinsi Sumatera Utara hasil

    1994/1995, 1995/1996, 1996/1997,

    Rp11.344.005.000,00

    kegiatan . . .

  • - 2 -

    NO URAIAN

    APBN

    TAHUN ANGGARAN

    NILAI

    kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera I (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Utara dan Aceh)

    1997/1998, 1998/1999, 1999/2000

    5 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansipahoras Power Station (PS) Nomor 1 33 MW Dan PS Nomor 2 17 MW di Provinsi Sumatera Utara hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera I (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Utara dan Aceh)

    1997/1998, 1998/1999, 1999/2000, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005

    Rp770.477.657.075,00

    6 PLTA Renun 2 x 41 MW di Provinsi Sumatera Utara hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera I (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Utara dan Aceh)

    1994/1995, 1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, 1998/1999, 1999/2000, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007

    Rp1.584.010.897.719,00

    7 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bukit Asam 4 x 65 MW yang berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera II (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Barat)

    1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, 1998/1999

    Rp173.234.031.854,00

    8 Relokasi Jalan Nasional Kota Panjang yang berlokasi di Provinsi Sumatera Barat hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera II (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Barat)

    1994/1995, 1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, 1998/1999, 1999/2000, 2000, 2001,

    2002

    Rp108.624.749.307,00

    9 PLTD . . .

  • - 3 -

    NO URAIAN

    APBN

    TAHUN ANGGARAN

    NILAI

    9 PLTD Sei Baloi Batam 2 x 12 MW yang berlokasi di Provinsi Kepulauan Riau hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera II (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Barat)

    1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, 1998/1999

    Rp51.843.562.683,00

    10 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Padang 2 x 30 MW yang berlokasi di Provinsi Sumatera Barat hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera II (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Barat)

    1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, 1998/1999

    Rp39.980.824.110,00

    11 PLTD Pilang dan sarana PLTD Payo Selincah 2 x 2,5 MW yang berlokasi di Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Jambi hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera II (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Barat)

    1995/1996, 1996/1997, 1997/1998

    Rp14.331.157.329,00

    12 PLTA Kotapanjang 3 x 38 MW yang berlokasi di Provinsi Sumatera Barat hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera II (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Barat)

    1994/1995, 1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, 1998/1999, 1999/2000

    Rp494.257.201.778,00

    13 PLTG Payo Selincah 2 x 30 MW Eks. PLTG Padang yang berlokasi di Provinsi Jambi hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera II (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Barat)

    1994/1995, 1995/1996, 1996/1997, 1997/1998, 1998/1999, 1999/2000

    Rp6.233.344.608,00

    14 PLTA . . .

  • - 4 -

    NO URAIAN

    APBN

    TAHUN ANGGARAN

    NILAI

    14 PLTA Besai 2 x 45 MW yang berlokasi di Provinsi Lampung hasil kegiatan Satuan Kerja Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera II (Eks. Satuan Kerja Inkitring Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Barat)