Perkembangan Teori Diplomasi

Embed Size (px)

Text of Perkembangan Teori Diplomasi

Perkembangan Teori DiplomasiDr. Asep SaifuddinDosen Pengampu

TIM PENYUSUN : ASEP SALWANI FATHUR RIJAL F.T. MEILAWATI G. ACHMAD SUPRIYANTO

Periodisasi Perkembangan Teori Diplomasi

Periode Pertama 476-1475 M

Periode Kedua 1473-1914 M

Periode Ketiga 1919 M

Periode Pertama 476-1475 M Sebelum Periode ini sebenaranya telah berlangsung

Praktek Diplomasi yang dimulai dari Masa ke Masa

Yunani Kuno

Romawi Kuno

India Kuno

China

Masuk pada Abad Pertengahan mulai Berkembang

Diplomasi Islam yang di Praktekkan oleh Nabi Muhammad SAW di Negara Kota Madinah dari 6101256 M

Model Praktek Diplomasi Yunani Kuno Pada masa ini diplomasi dilakukan dengan memilih

ahli pidato sebagai juru runding / negosiator antar wilayah di negara kota yang ada di Wilayah Yunani Pada masa ini juga Yunani Kuno telah mempraktekkan Diplomasi tingkat tinggi. Pada masa ini Bangsa Yunani mengakui prinsip universal kemanusiaan, artinya Diplomasi tidak sepenuhnya di tempuh melalui peperangan/ancaman ( menurut John G. Stoessinger)(Sumber : http://internationalrelationsunjani.wordpress.com/2012/05/07/sejarah-danperkembangan-diplomasi/)

Model Praktek Diplomasi Romawi Kapasitas admistrasi bangsa Romawi

mengangumkan Bangsa Romawi tidak memiliki kontribusi dalam seni negosiasi Bangsa Romawi dalam berdiplomasi lebih memaksakan kehendak daripada melakukan perundingan atas dasar timbal balik Bangsa Romawi menciptakan berbagai ungkapan terkait hukum internasionalIus civile Ius gentium Ius naturale

Lihat penjelasan pada Hard Copy Makalah Kelompok II

Model Praktek Diplomasi India Kuno Bangsa India Kuno dalam berdiplomasi dengan

Negara-Negara lain dilakukan melalui Duta dan Duta Besar. Istilah ini sampai sekarang dipakai oleh Negara-Negara di Dunia Bangsa India Kuno juga menerapkan diplomasi Non Violence dalam kehidupan pribadi, negara, maupun hubungan internasional

Model Praktek Diplomasi China Diplomasi yang dikembangankan di China Kuno

yakni diplomasi saling memanfaatkan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Hampir sama dengan yang diterapkan Bangsa Yunani Kuno Pada masa itu juga, Diplomasi China mempraktekkan prinsip-prinsip dan teknik-teknik protokol dalam praktek diplomasi

Praktek Diplomasi Masa Diplomasi Islam 610 M ( Masa Nabi Muhammad)-1256 M Daulat Abbasiah

Era Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW

Pengiriman Delegasi Penerimaan Delegasi Perjanjian/Negosiasi

Periode Kedua 1473-1914 M

Diplomasi Abad 15-16 MDiplomasi Abad 16 Diplomasi Abad 17

Diplomasi Abad 18Diplomasi Abad 19

Model Praktek Diplomasi Pada Periode Kedua Pada Abad 15-16, Para diplomat diminta untuk

mengumpulkan informasi dari negara tempatnya bertugas Pada Abad 17, Praktek diplomasi digunakan sebagai alat untuk Mengamankan kepentingan militer dan ekonomi. Pada masa ini, praktek diplomasi juga sudah menjadi profesi dan mendapat pengakuan umum sebagai metode hubungan internasional Para diplomat sudah mewakili Raja-Raja mereka yang menjadi alat yang patuh dalam persaingan, meluaskan wilayah negara. Pada akhir abad 18, Revolusi Industri, Revolusi Amerika, Revolusi Perancis membuka zaman baru Diplomasi, suara rakyat mulai didengarkan (Opini Publik). Pada masa ini ada 3 tipe evolusi diplomasi

Pada Abad 18 terdapat 3 tipe evolusi DiplomasiPengakuan umum terhadap sistem hukum internasionalPengaruh kelas politik militer berusaha melanggengkan sistem feodal

Muncul perkembangan teknologi

Periode Ketiga Abad Ke 19-20 M (Diplomasi Baru) Diplomasi abad ini telah memberlakukan metode-

metode baru maupun persoalan baru Metode-metode ini dikembangkan melalui persetujuan-persetujuan internasional/aliansi Pada abad ini juga terbentuk Liga Bangsa-Bangsa sebagai salah satu forum internasional

REFERENSI Bakri Abbas, Komunikasi Internasional Peran dan

Persoalannya, IISIP Jakarta, 2006. http://internationalrelationsunjani.wordpress.com/2012/05/07/s ejarah-dan-perkembangan-diplomasi Joesoef Sou`yb. Sejarah Daulat Khulafa Ar Rasyidun, PT. Bulan Bintang, 1979. M. Soelhi. Diplomasi, Praktek Komunikasi Internasional, Rekatama Media Jakarta, 2011.

TERIMA KASIH