Click here to load reader

Perlawanan Eksekusi Hak Tanggungan Adhi Karya

  • View
    720

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PT. Lumbung Mustika meminta PT.Adhi Karya untuk membangun sebuah mall, setelah hampir selesai ternyata tanah beserta mall tersebut dijadikan agunan utang (dalam bentuk hak tanggungan) oleh PT. Lumbung Mustika kepada PT. Hero Supermarket, dan dilakukan tanpa sepengetahuan PT. Adhi Karya yang saat itu belum melakukan serah terima jasa konstruksi dengan PT. Lumbung Mustika, sehingga kepemilikan atas bangunan (mall) masih berada pada PT. Adhi Karya selaku kontraktor.Saat mall hampir diserahkan, keluarlah penetapan sita eksekusi dari pengadilan negeri tangerang sebagai pelaksanaan atas eksekusi Hak Tanggungan yang akan segera diikuti dengan lelang eksekusi hak tanggungan.PT. Adhi Karya melakukan gugatan perlawanan atas penetapan sita eksekusi, karena pembebanan hak tanggungan dilakukan secara illegal, yaitu dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik mall (PT. Adhi Karya), sehingga bertentangan dengan Pasal 4 Undang-Undang Hak Tanggungan.

Text of Perlawanan Eksekusi Hak Tanggungan Adhi Karya

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id Dokumen ini diunduh dari situs http://putusan.mahkamahagung.go.id dan bukan merupakan salinan otentik putusan pengadilan. P U T U S A N

ep uE.W.

bDEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai

No. 1212 K / Pdt / 2009

A

berikut dalam perkara:

gu

MAHKAMAH AGUNG

1. PT. HERO SUPERMARKET (TBK), bertempat tinggal di Gedung Hero Lt. 3 Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 177 A Kav. 64 Jakarta Selatan, 12870, dalam hal ini memberi kuasa kepada : JANDRI SIADARI,SH., LL.M., ANDI MAGDALENA SIADARI, SH., MH., ISKANDAR SIREGAR, SH., PEBER SILALAHI, SH., RADITYA E. BUDIMAN, SH., LL.M., RAFAEL ADRIAN, SH., Advokad, berkantor di Gedung Mandala Manggala Wanabakti Blok IV, Lantai 7, Room 718, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, 10270,

ah

am

ah k

R

epKasasi

Pemohon Kasasi I dahulu sebagai Terlawan/Terbanding;

2. PT. LUMBUNG MUSTIKA PERKARA, bertempat tinggal di Jalan Pantai Indah Utara 2 Blok JB.C Ruko Mediterania Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, dalam hal ini memberi

kuasa kepada: BUDIYANTO, SH., MH. SANTOSO, SH, Blok I / 11, Jl. Let. Jenderal Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, II dahulu sebagai

Advokad, berkantor di Ruko Mega Grosir Cempaka Mas

ah

Terlawan/Terbanding;

m

M e l a w a n:

ka

PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK, bertempat tinggal di Jalan Raya Pasar Minggu KM. 18 Jakarta Selatan, Termohon Kasasi dahulu sebagai Pelawan/Pembanding;

ah

R

ep

ubdan NASIONAL KABUPATEN

lik

Pemohon

M

ng

1. BADAN

PERTANAHAN

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 1 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 1

TANGGERANG;

es

In do ne siTurut

A gu ng

ub lik

In do ne si a

ng

R

hk am

2 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Tergugat/Turut Terlawan Eksekusi; Mahkamah Agung tersebut; Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Termohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat/Pelawan telah menggugat

ah

A

sekarang Pemohon Kasasi sebagai Tergugat/Terlawan di muka persidangan Pengadilan Negeri Tangerang pada pokoknya atas dalil-dalil : menurut hukum.

gu

Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang

A. Penggugat/Pelawan adalah pihak yang berhak dan berkepentingan

ng

R

Turut

Termohon

Kasasi

dahulu

1. Bahwa Penggugat/Pelawan Eksekusi dan Turut Tergugat III/Turut Terlawan telah melakukan kerjasama pembangunan Proyek Merdeka Square Cimone Tangerang sebagaimana tertuang di dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan 001/SPPPK/LMP-AK/III/2005 tertanggal 28 Maret 2005, beserta Akta Perubahannya (addendum) yang dibuat dibawah tangan. (Bukti P-1.1, P-1.2 dan P-1.3); Paket Pekerjaan Proyek Merdeka Square Cimone Tangerang Nomor

am

ah k

R

epSquare

2. Bahwa Penggugat/Pelawan Eksekusi dalam hal ini telah menerima

pekerjaan dari Turut Tergugat III/Turut Terlawan Eksekusi III untuk

melaksanakan Paker Pekerjaan Proyek Merdeka Square termasuk di dalamnya untuk melakukan Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Pondasi, Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Mekanikal dan Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Arsitek, Pekerjaan Eksternal Work (Hardscape, Softscape, / Paper);

3. Selaku penerima pekerjaan, Penggugat/Pelawan Eksekusi berkewajiban

ah

memperbaiki cacat/kerusakan sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi Proyek Merdeka Square Cimone Tangerang Nomor 001/SPPPK/LMPAK/III/2005;

m

ka

4. Bahwa sehubungan dengan kewajiban pembayaran atas tahapan pekerjaan yang telah disepakati di dalam pelaksanaan Perjanjian Pelaksanaan Paket 001/SPPPK/LMP-AK/III/2005 beserta perubahannya, Penggugat/Pelawan Nomor 411-2/059 tertanggal 27 Mei 2005 yakni untuk tagihan sebesar Rp. Pekerjaan Proyek Merdeka Cimone Tangerang Nomor

ah

R

ep

ub

yang dijelaskan di dalam lampiran Perjanjian Pelaksaan Paket Pekerjaan

lik

untuk melaksanakan, menyelesaikan dan memelihara pekerjaan, serta

M

ng

Eksekusi kemudian mengirimkan Permohonan Pembayaran Uang Muka

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

2

A

onHalaman 2

es

In do ne siElektrikal,

A gu ng

ub lik

In do ne si asebagai Turut

putusan.mahkamahagung.go.id 2. NOTARIS HASAN SANUSI

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id 19.333.038.000,- (Sembilan belas milyar tiga ratus tiga puluh tiga juta tiga

ep u ep R

b5. Bahwa selanjutnya Penggugat/Pelawan Eksekusi mengirimkan surat Nomor Sertipikat No. 02 (dua) dengan bobot kumulatif sebesar 6,3361 % dengan total tagihan sebesar Rp. 4.593.600.000,- (empat milyar lima ratus Sembilan 6. Bahwa kemudian Penggugat kembali mengirimkan surat Nomor : 411-2/062

ah

A

gu

puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah). (Bukti P-3);

tertanggal 16 Agustus 2005 perihal Permohonan Pembayaran Sertipikat No. 03 (tiga) dengan bobot kumulatif sebesar 11,0512% dengan total tagihan sebesar Rp. 3.418.939.000,- (tiga milyar empat ratus delapan belas ribu tiga ratus Sembilan puluh tiga ribu rupiah), (Bukti P-4);

ng

411-2/060 tertanggal 1 Juli 2005 perihal Permohonan Pembayaran

R

puluh delapan ribu rupiah), (Bukti P-2);

7. Bahwa meski pembayaran untuk penagihan pertama sampai dengan penagihan ketiga belum dibayarkan oleh TURUT TERGUGA T III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III, PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI dengan ITIKAD BAlK tetap melanjutkan pembangunan Proyek Merdeka Square Cimone Tangerang sebagaimana tertuang di dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Paket Pekerjaan Proyek Merdeka Square Cimone Tangerang Nomor 001/SPPPK/LMP-AK/III/2005. Selanjutnya PENGGUGAT/PELAWAN

ah k

am

R

EKSEKUSI kembali mengirimkan surat nomor 411-2/063 tertanggal 31

Agustus 2005 perihal Permohonan Pembayaran Sertipikat No. 04 (empat) dengan bobot kumulatif sebesar 19,1801 % dengan total tagihan sebesar Rp. 5.893.358.900 (lima milyar delapan ratus sembilan puluh tiga juta tiga ratus lima puluh delapan ribu sembilan ratus). (Bukti P-5);

8. Bahwa hingga memasuki bulan September tahun 2005, TURUT TERGUGA

T III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III belum satupun melakukan pembayaran atas kewajiban pembayaran sebagaimana tertuang di dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Paket Pekerjaan Proyek Merdeka Square

ah

Cimone Tangerang Nomor 001/SPPPK/LMP-AK/III/2005 beserta akta PELAWAN EKSEKUSI mengirimkan surat nomor 411-2/070 tertanggal 12 September 2005 perihal Realisasi Pembayaran Tagihan dan Klaim Bunga dengan total tagihan sebesar Rp. 33.238.379.900 (tiga puluh tiga milyar dua ratus tiga puluh delapan juta tiga ratus tujuh puluh sembilan ribu sembilan ratus rupiah). (Bukti P-6);

m

ka

ah

M

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 3 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 3

Permohonan Pembayaran Sertipikat No 1 (satu) VO dengan bobot kumulatif

ng

PELAWAN EKSEKUSI mengirimkan surat nomor 411-2/095 perihal

es

9. Bahwa Pada tanggal yang sama (12 September 2005), PENGGUGAT /

ep

ub

perubahannya. Berdasarkan hal tersebut, kemudian PENGGUGAT /

lik

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

4 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ratus rupiah). (Bukti P-7);

tersebut PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI tetap melakukan pekerjaan, hingga kemudian PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI

ng

10. Bahwa meskipun belum ada realisasi pembayaran atas tagihan-tagihan

R

tiga ratus enam juta sembilan ratus delapan puluh empat ribu sembilan

ah

A

gu

mengirimkan surat nomor 411-2/093 tertanggal 27 September 2005 perihal sebesar 25,0129 % dengan total tagihan sebesar Rp. 4.228.714.600 (empat ratus rupiah). (Bukti P-5);

Permohonan Pembayaran Sertipikat No. 05 (lima) dengan bobot kumulatif milyar dua ratus dua puluh delapan juta tujuh ratus empat belas ribu enam

11. Bahwa dikarenakan belum adanya kejelasan pembayaran dari TURUT TERGUGAT IlI/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III atas pengerjaan proyek, PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI mengirimkan kembali surat nomor 411-2/092 tertanggal 25 Oktober 2005 yang mengenai Realisasi Pembayaran Tagihan dengan total tagihan sebesar Rp. 32.756.523.140 (tiga puluh dua milyar tujuh ratus lima puluh enam juta lima ratus dua puluh tiga seratus empat puluh rupiah) dengan satu kondisi TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III diharuskan membayar tagihan sebelum libur hari raya (minimal 50% dari total tagihan). (Bukti P-9);

am

ah k

R

eprealisasi EKSEKUSI %

12. Bahwa

sambil

menunggu

atas terus

pembayaran melaksanakan

PENGGUGAT/PELAWAN

sesuai dengan yang diperjanjikan dan untuk kesekian kalinya mengirimkan surat tagihan pembayaran surat nomor 411-2/117 tertanggal 1 Nopember dengan bobot kumulatif sebesar 30,9123 % dengan total tagihan sebesar Rp. 4.276.998.000 (empat milyar dua ratus tujuh puluh enam juta sembilan selanjutnya PENGGUGAT/PELAWAN ratus sembilan puluh delapan ribu rupiah). (Bukti P-10 );

2005 yang mengenai Permohonan Pembayaran Sertipikat No 6 (enam)

ah

13. Bahwa

liktagihan

EKSEKUSI

m

mengenai Permohonan Pembayaran Sertipikat No 7 (tujuh) dengan bobot kumulatif sebesar 32,7995 dengan total sebesar Rp. 1.368.198.700 (satu milyar tiga ratus enam puluh delapan juta seratus sembilan puluh delapan ribu tujuh ratus rupiah). (Bukti P-11); EKSEKUSI dan TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUS III pembayaran yang hingga akhir tahun 2005 belum dilakukan. Selanjutnya 14. Bahwa pada tanggal 31 Desember 2005, PENGGUGAT/PELAWAN

ka

ah

R

ep

ub

mengirimkan surat nomor 411-2/118 tertanggal 28 Nopember 2005

M

ng

bersepakat untuk duduk bersama dan meminta kejelasan mengenai klaim

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

4

A

onHalaman 4

es

In do ne sitersebut, pekerjaan kembali

A gu ng

ub lik

In do ne si akembali

putusan.mahkamahagung.go.id sebesar 100% dengan total tagihan sebesar Rp. 2.306.984.900. (dua milyar

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id dibuatlah Berita Acara Persetujuan Klaim Bunga Nomor 411-02/0122 atas

ep uTagihan pada TERLAWAN

bTERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III berkewajiban untuk puluh tiga juta enam ratus tiga puluh empat ribu enam rupiah). (Bukti P-12); 15. Bahwa selanjutnya tanggal 17 Pebruari

ng

membayarkan klaim bunga sebesar Rp. 2.023.634.006 (dua milyar dua

R

Keterlambatan

Pembayaran

yang

pada

pokoknya

ah

A

16. Bahwa dalam penagihan tertanggal 17 Pebruari 2006 tersebut, TURUT TERGUGAT III/TURUT

gu

PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI mengirimkan Surat Nomor 411-2/030 perihal Permohonan Pembayaran Klaim Bunga sebesar Rp. 2.023.634.006,(dua milyar dua puluh tiga juta en am ratus tiga puluh empat ribu enam rupiah). (Bukti P-13); EKSEKUSI

ub likIII

merealisasikan pembayaran atas sertipikat pembayaran proyek. Selanjutnya pada tanggal 8 Mei 2006, melalui Surat Nomor 411-2/083 mengenai Realisasi Pembayaran Tagihan dan Klaim Bunga, maka seluruh kewajiban bulan Mei 2006 adalah sebesar Rp. 53.645.072.714.58 (lima puluh milyar enam ratus empat puluh lima juta tujuh puluh dua ribu tujuh ratus empat belas rupiah lima puluh delapan sen). (Bukti P-14); TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUS III sampai dengan

am

ah k

R

ep

17. Bahwa setelah PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI mengirimkan surat

tertanggal 8 Mei 2006, TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III menanggapi melalui surat tertanggal 17 Mei 2006 yang pada 2006. (Bukti P-15);

pokoknya meminta penundaan kewajiban pembayaran hingga awal Juni

18. Bahwa dengan tetap beritikad baik, PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI menunggu hingga awal Juni 2006. Namun hingga awal Juni, TURUT kepastian mengenai kewajiban pembayaran sebagaimana tertuang di dalam Surat Penagihan tertanggal 8 Mei 2006. Melalui Surat Nomor 411-2/083 perihal Realisasi Pembayaran Tagihan

TERGUGA T III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III juga tidak memberikan

ah

likdan

m

PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI kembali mengirimkan surat kepada TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUS III pada tanggal 8 Juni 2006 agar kewajiban pembayaran TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III dapat dipenuhi oleh pada bulan 2006. (Bukti P19. Bahwa sejak ditandatangani Surat Perjanjian Pelaksanaan Paket Pekerjaan AK/III/2005 tertanggal 28 Maret 2005 beserta Akta Perubahannya 16);

ka

ah

R

ep

ub

Klaim

M

ng

Proyek Merdeka Square Cimone Tangerang Nomor 001/SPPPK/LMP-

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 5 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 5

es

In do ne siBunga,

A gu ng

In do ne si aTURUT 2006, belum juga

hk am

6 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

kepada

PENGGUGAT/PELAWAN

R

TERLAWAN EKSEKUSI III belum melaksanakan kewajiban pembayaran Sehingga oleh

menyerahkan bangunan proyek kepada TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUS EKSEKUSI III III hingga TURUT TERGUGAT pelunasan

ng

PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI memiliki HAK PENUH untuk tidak

ah

A

gu

TERLAWAN Pasal 1616

melaksanakan

pembayaran;

Orang-orang yang memegang suatu barang kepunvaan orana lain untuk upah dan biaya untuk itu dilunasi. Kecuali jika pihak yang memborongkan telah memberikan jaminan secukupnya untuk pembayaran biaya dan upahupah tersebut.

mengerjakan sesuatu pada barang itu. Berhak menahan barang itu sampai

am

20. Bahwa berdasarkan Pasal 1616 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, atas bangunan yang telah didirikan diatas tanah yang terletak di Cimone yang kemudian dikenal sebagai Merdeka Square; 21. Bahwa PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI Sebagai PIHAK YANG BERKUASA PENUH berhak untuk menguasai bangunan termasuk hak

ah k

R

epdi dan

PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI adalah PIHAK YANG BERKUASA

kebendaan

yang

melekat

dalamnya

dan

BERHAK

MEMPERTAHANKAN dan atau MENIKMATI hasil dari bangunan atau barang yang telah dikuasai. ITIKAD BAlK harus dianggap selalu melekat pada PENGGUGAT/PELAWAN atas bangunan EKSEKUSI selaku selalu PIHAK ada BERKUASA dianggap hingga

PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI memindahkan penguasaan atas bangunan kepada pihak lain menurut hukum. Hal mana diatur secara tegas Pasal 529 di dalam Pasal 529, 533 dan 542 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata : Yang dinamakan kedudukan berkuasa ialah kedudukan seseorang yang menguasai suatu kebendaan, Baik dengan diri sendiri maupun dengan perantaraan pihak lain. Dan yang mempertahankan atau menikmatinva selaku orang yang memiliki kebendaan itu Pasal 533 kedudukan,. Pasal 542

ah

m

ka

ah

R

Itikad baik selamanya harus dianggap ada pada tiap-tiap pemegang

ep

ub

lik

M

ng

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

6

A

onHalaman 6

es

In do ne siUNTUK YANG

A gu ng

ub lik

In do ne si akarenanya III/TURUT kewajiban

putusan.mahkamahagung.go.id (adendum) yang dibuat dibawah tangan, TURUT TERGUGAT III/TURUT

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id Tiap-tiap pemegang keduduakn berkuasa atas sesuatu kebendaan,

ep uatas

bberalih ke tanga orang lain Merdeka Square Cimone Tanqerang Nomor 001 / SPPPK / LMP- AK/ III / 2005 tertanggal 28 Maret 2005 beserta Akta Perubahannya (addendum)

gu

yang dibuat dibawah tangan PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI adalah PIHAK YANG BERKUASA bangunan dan TIDAK PERNAH MEMINDAHKAN Hak Kebendaan yang melekat pada bangunan tersebut kepada pihak lain. Sehingga oleh karenanva PENGGUGAT / PELAWAN EKSEKUSI adalah SATU-SATUNYA PIHAK YANG BERHAK UNTUK MEMILIKI BANGUNAN vana terletak di atas tanah di Cimone Tangerang yang dikenal dengan Merdeka Square; TANPA SEPENGETAHUAN

ah

A

ng

22. Bahwa berdasarkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Paket Pekejaan Proyek

R

dianggap mempertahankan kedudukannya, selama kebendaan itu tak

am

23. Bahwa secara hukum tidak dimungkinkan bilamana terdapat pihak lain yang PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI memindahkan hak kebendaan yang dimiliki PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI. Selaku PIHAK YANG BERKUASA, berdasarkan Pasal 529 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI dianggap sebagai atau selaku PEMILIK atas Hak kebendaan dimaksud. Hak Milik atas suatu benda dapat diperoleh secara limitatif, salah

ah k

R

ep

satunya adalah PENYERAHAN (levering). Sepanjang belum ada suatu PENYERAHAN dari Hak Milik atas suatu Hak Kebendaan maka hak atas penguasaan barang TIDAK DAPAT BERALIH; Pasal 584

Hak milik atas sesutu kebendaan tidak dapat diperoleh dengan cara lain

melainkan dengan pemilikan. Karena perletakan, denqan daluarsa, karena pewarisan baik menurut undang-undang maupun menurut suratl wasiat, dan untuk pemindahan hak milik, yany dilakukan oleh orang yany berhak untuk karena penunjukan atau penyerahan berdasarkan suatu peristiwa perdata berbuat bebas terhadap kebendaan itu

ah

m

24. Bahwa berdasarkan apa yang telah PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI uraikan mulai angka 1 (satu) sampai dengan angka 23 (dua puluh tiga) diatas telah menerangkan SECARA SAH dan MEYAKINKAN bahwa PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI adalah SATU-SATUNYA PIHAK selaku PEMILIK; 25. Bahwa perlu YANG BERKUASA menurut hukum dan berhak sepenuhnya bertindak

ka

ah

R

ep

ub

likEKSEKUSI

M

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 7 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 7

berdasarkan catatan keuangan dari total seluruh kewajiban TURUT

ng

PENGGUGAT

/

PELAWAN

sampaikan,

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

8 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

tujuh puluh dua ribu tujuh ratus empat belas rupiah lima puluh delapan sen),

pembayaran sebesar Rp. 2.300.000.000 (dua milyar tiga ratus juta rupiah) dengan perincian sebagai berikut :

gu

a. Pembayaran pada tanggal 01 Juli 2005 yakni sebesar Rp. 1.000.000.000 (satu milyar rupiah) tahun 2005; pada tanggal 24 Agustus 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) sebesar 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah); b. Pembayaran 200S yakni Rp.

A

ah

c. Pembayaran pada tanggal 13 November 2005 yakni sebesar yakni d. Pembayaran pada tanggal 16 November 2005 yakni sebesar Rp. 16 Agustus Rp. 200.000.000 (dua ratus juta); e. Pembayaran pada tanggal 28 Desember 2005 yakni sebesar Rp. juta rupiah);

ng

TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III baru melakukan

R

53.645.072.714.58 (lima puluh tiga milyar enam ratus empat puluh lima juta

am

ah k

26. Bahwa kemudian pada tanggal 16 Mei 2007, TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III kembali untuk berjanji melakukan

R

epSquare

200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan Rp. 100.000.000 (seratus

pembayaran atas pengikatan di dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Paket

Pekerjaan

Proyek

Merdeka

Cimone

Tangerang

001/SPPPK/LMP-AK/III/2005 tertanggal 28 Maret 2005 beserta Akta hutang yang dibuat di hadapan Marthin Aliunir, Notaris di Jakarta dengan

Perubahannya (adendum). Kali ini dengan membuat akta pengakuan Akta Nomor 54/2007 tertanggal 16 Mei 2007. Pada pokoknya, TURUT hutang kepada PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI sebesar

TERGUGAT IIl/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III telah mengakui adanya

ah

dibayarkan paling lambat 30 (tiga puluh hari) sejak dibuatnya akta disampaikan sebagian besar dari hutang di atas belum dibayarkan oleh TURUT TERGUGAT IlI/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III;

m

ka

27. Bahwa berdasarkan uraian angka 1 satu sampai dengan angka 26 (dua puluh enam menjelaskan bahwa PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI sebagaimana tertuang di dalam Penetapan Eksekusi Ketua Pengadilan lanjut dari Permohonan Eksekusi Sertipikat Hak Tanggungan Nomor adalah pihak yang berkepentingan atas Pelaksanaan Sita Eksekusi

ah

R

ep

ub

pengakuan hutang ini. (Bukti P.17). Hingga gugatan perlawanan ini

lik

52.500.000.000 (lima puluh dua mityar lima ratus juta rupiah) dan akan

M

ng

Negeri Tangerang Nomor 60/PEN.EKS.APHT/2007/PN.TNG sebagai tindak

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

8

A

onHalaman 8

es

In do ne siNomor Rp.

A gu ng

ub lik

In do ne si a

putusan.mahkamahagung.go.id TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III yakni sebesar Rp.

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id 103/S&P/IX/07 tertanggal 03 September 2007. Sehingga oleh karenanya.

ep u epsengaja adanya

byang berkepentingan untuk melakukan perlawanan atas penetapan Agustus 2007; B. Pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) Nomor : 24/2006 28. Bahwa apa yang telah disampaikan oleh PENGGUGAT/PELAWAN

ah

A

gu

tertanggal 13 Juli 2006 tanpa persetujuan Penggugat/Pelawan

EKSEKUSI mulai angka 1 (satu) sampai dengan angka 27 (dua puluh tujuh) Bagian A Gugatan Perlawanan ini dianggap terulang kembali dan atau tertulis pada bagian B ini kecuali ditentukan lain untuk menerangkan dan

ng

Pengadilan Negeri nomor: "60/PEN.EKS.APHT 2007/PN.TNG tertanggal 27

R

secara nyata dan meyakinkan bahwa PEGGUGAT/PELAWAN adalah pihak

menegaskan bahwa PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI adalah pihak yang memiliki itikad baik dan berkuasa penuh atas bangunan sehingga oleh karenanya menurut hukum PENGGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI adalah pihak yang berkepentingan; 29. Bahwa PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI tidak pernah memindahkan kepemilikan atas hak kebendaan atas proyek sebagaimana tertuang di dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Paket Pekerjaan Proyek Merdeka Square Cimone Tangerang Nomor 001/SPPPK/LMP-AK/III/2005 tertanggal 28 Maret 2005 beserta Akta Perubahannya (adendum) yang dibuat dibawah

ah k

am

R

tangan, sehingga oleh karenanya PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI telah dilanggar HAK dan KEPENTINGAN HUKUMNYA bilamana terdapat pihak lain yang secara tanpa TANPA izin dan SEPENGETAHUAN atau persetujuan

PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI mencoba memindahkan hak secara melawan hukum dari PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI. TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI telah

30. Bahwa TURUT TERGUGAT III / TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III dan

ah

Pemberian Hak Tanggungan (APHT) Nomor 124/2006 tertanggal 13 Juli EKSEKUSI III telah membebankan hak tanggungan atas Sertipikat Hak Guna Usaha Nomor: 131/Cimone Jaya luas 14.888 M, Surat Ukur Tanggal 21 Juni 2006 No 49/Cimone Jaya/2006. Sertipikat tanah tersebut tertanggal 06 Juli 2006 yang tercatat atas nama TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III;

m

ka

ah

M

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 9 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 9

49/Cimone Jaya/2006, sertipikat tanah tertanggal 06 Juli 2006 yang tercatat

ng

131/Cimone Jaya luas 14.888 M, Surat Ukur Tanggal 21 Juni 2006 Nomor

es

31. Bahwa Pembebanan Hak Tanggungan atas Sertipikat Hak Guna Nomor:

R

ep

ub

2006, yang pada pokoknya TURUT TERGUGAT IIl/TURUT TERLAWAN

lik

menandatangani

In do ne sidari Akta

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

10 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

dan TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI tersebut secara melawan hukum

dari PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI selaku pihak yang berkuasa penuh atas bangunan;

gu

32. Bahwa suatu pembebanan hak tanggungan atas suatu objek hak tanggungan mempunyai sifat tidak dapat dibagi-bagi kecuali jika diperjanjikan lain di dalam Akta Pembebanan Hak Tanggungan; Pasal 2 (1) Undanq-Undanq Nomor 4 tahun 1996

ah

A

Hak Tanggungan mempunyai sifat tidak dapat dibagi-bagi, kecuali jika dimaksud di dalam ayat (2)

ng

telah secara nyata dan sengaja meniadakan hak dan kepentingan hukum

R

selanjutnya oleh TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III

diperjanjikan dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan sebagaimana 33. Bahwa pembebanan hak tanggungan atas suatu objek hak tanggungan di dalamnya dapat atau tidak termasuk benda-benda lain yang merupakan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 tahun 1996 Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan denqan tanah, yang selanjutnya disebut Hak Tanggungan, adalah hak jaminan yang satu kesatuan dengan tanah baik yang ada maupun akan ada;

am

ah k

R

ep

dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-

Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yanq merupakan satu kesatuan dengan tanah itu.. Pasal4 (4) Undang-Undang Nomor 4 tahun 1996

Hak Tanggungan dapat juga dibebankan pada hak atas tanah berikut bangunan, tanaman, dan hasil karya yang telah ada atau akan ada yang merupakan satu kesatuan dengan tanah tersebut, dan yang merupakan dinyatakan di dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan yang bersangkutan; PN.TNG yang diterbitkan oleh Pengadilan Negeri Tangerang tertanggal 11 milik pemegang hak atas tanah yang pembebanannya dengan tegas

ah

m

ka

September 2007 (Bukti P-18) secara terang dan nyata bahwa TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III dijelaskan dalam pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Tangerang halaman 3 (tiga) bahwa nyata dan sengaja membebankan sebidang tanah dengan Sertipikat Hak 21 Juni 2006 Nomor 49/Cimone Jaya/2006, sertipikat tanggal 06 Juli 2006 TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III telah secara

ah

R

ep

ub

34. Bahwa di dalam Surat Penetapan Nomor : 60 / PEN.EKS / APHT / 2007 /

lik

M

ng

Guna Usaha Nomor: 131/Cimone Jaya luas 14.888 M, Surat Ukur Tanggal

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

10

A

onHalaman 10

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

putusan.mahkamahagung.go.id atas nama TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id tanpa adanya sebagaimana tertuang di dalam Pasal 2 (1) Undang-Undang

ep udan serta

bBenda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah; berikut

ng

Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Halaman 3 semua bangunan turut-turutannva serta

R

Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta

konstruksinya dan benda-benda yang baik sekarang maupun kemudian hari

A

gu

didirikan, ditanam, dilekatkan atau ditempatkan diatas tanah tersebut, benda-benda lain yang baik sekarang maupun kemudian hari akan didirikan, bangunan-bangunan tersebut seluruh penyempurnaan

berikut semua pabrik, mesin-mesin, peralatan, perkakas, perlengkapan dan dibangun, ditanam, dilekatkan atau ditempatkan di atas tanah-tanah dan penambahan yang baik sekarang maupun kemudian hari akan dibuat atau

ah

dilekatkan pada setiap bangunan atau konstruksinya atau perlengkapan tersebut tanpa pengecualian yang menurut sifatnya dan undang-undang yang berlaku merupakan satu kesatuan dengan tanah tersebut; Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah yakni untuk memberikan kepastian hukum bagi pihak-pihak yang berkepentingan, yang 35. Bahwa sesuai dengan maksud dan tujuan dari dari dibuatnya Undang-

am

ah k

R

ep

dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan

untuk mewujudkan masyarakat yang

sejahtera, adil, dan makmur

berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 4 (5) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah telah memberikan landasan hukum dalam suatu pembebanan hak tanggungan dalam hal suatu bangunan, tanaman, dan hasil karya yang dijadikan sebagai objek hak tanggungan tidak dimiliki oleh pemegang hak atas tanah

ah

dapat dilakukan dengan penandatanganan serta pada Akta Pemberian Hak untuk itu olehnva dengan suatu akta otentik :

m

ka

Pasal 4 (5) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996

Apabila bangunan, tanaman, dan hasil karya sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak dimiliki oleh pemegang hak atas tanah, pembebanan Hak penandatanganan serta pada Akta Pemberian Hak Tanggungan yang dengan akta otentik Tanggungan atas benda-benda tersebut hanya dapat dilakukan dengan

ah

R

ep

ub

Tanggungan yang bersangkutan oleh pemiliknya atau yang diberi kuasa

lik

maka pembebanan Hak Tanggungan atas benda-benda tersebut hanya

M

ng

bersangkutan oleh pemiliknya atau yang diberi kuasa untuk itu olehnya

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 11 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 11

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si akonstruksidan

hk am

12 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

pernah memindahkan hak dan kepentingannya menurut hukum yang Guna Usaha Nomor : 131/Cimone Jaya Luas 14.888 M atas nama Turut

Tergugat III/Turut Terlawan III), baik secara langsung maupun tidak

ah

A

37. Bahwa Pasal 4 (5) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 telah memberikan jaminan perlindungan hukum kepada Penggugat/Pelawan Eksekusi selaku pihak yang berkuasa penuh atas bangunan yang tanah di Cimone (sertipikat Hak Guna Usaha Nomor : 131/Cimone Jaya luas 14.888 M) dan harus

gu

langsung kepada pihak manapun, dan atau memberikan hak atau kuasa

untuk membebankan bangunan yang menurut hukum merupakan milik Tergugat III/Turut Terlawan III dan Tergugat/Terlawan;

daripada Penggugat/Pelawan Eksekusi tidak terkecuali kepada Turut

ng

berlaku atas bangunan yang terletak diatas tanah di Cimone (Sertipikat Hak

R

Penggugat/Pelawan Eksekusi selaku pihak yang berkuasa penuh tidak

am

dianggap beritikad baik (vide Pasal 533 Kitab Undang-Undang Hukum dimasukkan ke dalam Akta Pembebanan Hak Tanggungan oleh Turut Tergugat III / Turut Terlawan III dan Tergugat / Terlawan tanpa adanya suatu penandatanganan serta pada Akta Pemberian Hak Tanggungan yang bersangkutan oleh Pemiliknya atau diberi kuasa untuk itu dengan suatu akta

ah k

R

ep

Perdata). Bangunan yang tidak pernah dipindahkan kepemilikannya telah

otentik;

38. Bahwa selanjutnya di dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 badan hukum yang mempunyai wewenang untuk membebankan suatu objek hak tanggungan. Hal kewenangan itu harus ada pada Pemberi Hak Tanggungan pada saat pendaftaran hak tanggungan dilakukan; Pasal 8 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996

menerangkan bahwa hak tanggungan dapat diberikan oleh orang atau

ah

hukum yang mempunyai kewenangan untuk melakukan perbuatan b. Kewenangan untuk melakukan perbuatan hukum terhadap obyek Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus ada pemberi Hak Tanggungan pada saat pendaftaran Hak tanggungan dilakukan.

m

ka

ah

M

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

12

A

onHalaman 12

TERLAWAN EKSEKUSI III oleh PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI

ng

Java luas 14.888 M atas nama TURUT TERGUGAT IlI/TURUT

es

di atas tanah di Cimone Sertifikat Hak Guna Usaha Nomor: 131/Cimone

R

39. Bahwa dengan tidak adanya suatu penyerahan atas bangunan yang terletak

ep

ub

hukum terhadap obyek Hak Tanggungan yang bersangkutan.

lik

a. Pemberi Hak Tanggungan adalah orang perseorangan atau badan

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

putusan.mahkamahagung.go.id 36. Bahwa selanjutnya perlu Penggugat/Pelawan Ekseskusi tegaskan kembali,

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id selaku pihak yang berkuasa penuh, baik secara langsung maupun tidak

ep u epIII/TURUT

buntuk membebankan bangunan yang menurut hukum merupakan milik TERGUGAT IlI/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III dan TERGUGAT / TERLAWAN EKSEKUSI maka tindakan pembebanan hak tanggunaan

ah

A

gu

sebagaimana tertuang di dalam Akta Hak Tanggungan secara nyata dan melawan hukum telah meniadakan hak dan kepentingan hukum dari dengan ketentuan di dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Dengan Tanah;

PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI dan cacat hukum atau bertentanaan Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan

ng

daripada PENGGUGA T/PELAWAN EKSEKUSI tidak terkecuali TURUT

R

langsung kepada pihak manapun, dan atau memberikan hak atau kuasa

40. Bahwa sudah seharusnva TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKESKUSI III sebagai salah satu pihak yang memberikan hak tanggungan meminta persetujuan tertulis yang dibuat dalam akta otentik (vide Pasal 4 (5) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah. Dengan tidak adanya persetujuan tertulis PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI sebagai kelengkapan atas pembuatan Akta Pemberian hak Tanggungan maka TURUT TERGUGAT TERLAWAN EKSEKUSI III

ah k

am

R

TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI telah terbukti secara sah dan meyakinkan tidak melakukan atau bertentangan dengan HAK dan KEPENTINGAN HUKUM dari PENGGUGAT/PELAWAN sebagaimana tertuang di dalam Pasal 4 (5) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah;

41. Bahwa TURUT TERGUGAT IlI/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III tidak Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah kondisi pada saat penandatanganan atau pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor 124/2006 tertanggal 13 Juli 2006. TURUT TERGUGAT IlI/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III belum atau bukan sebagai pemilik atas Bangunan yang terletak di atas tanah dengan Sertipikat Hak Guna Juni 2006 Nomor 49/Cimene Jaya/2006, sertipikat tanggal 06 Juli 2006; Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Usaha Nomor: 131/Cimone Jaya luas 14.888 M. Surat Ukur Tanggal 21

ah

m

ka

ah

R

ep

ub

Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah yakni dengan satu

lik

memenuhi syarat sebagaimana tertuang di dalam Pasal 8 (2) Undang-

M

ng

42. Bahwa selanjutnya, berdasarkan Pasal 13 (1) Undang-Undang Nomor 4

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 13 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 13

es

In do ne sidan EKSEKUSI

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

14 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI dengan disaksikan oleh TURUT kantor TURUT TERGUGAT I/TURUT TERLAWAN EKSEKUS II selambat-

Iambatnya 7 (tujuh) hari setelah ditandatanganinya Akta Pemberian Hak

ah

A

43. Bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas mulai angka 25 (dua puluh lima)

gu

Tanggungan.

ng

TERGUGAT II/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI II wajib didaftarkan di

Selanjutnya

R

dibuat oleh TURUT TERGUGAT IIl/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III dan

Kantor

TURUT

TERGUGAT

TERLAWAN EKSEKUSI I menerbitkan Sertipikat Hak Tanggungan Nomor 3009 Tanggal 24 Juli 2006 yang dijahit menjadi satu dengan Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor 124/2006 tertanggal13 Juli 2006;

sampai dengan angka 38 (tiga puluh delapan), Turut Tergugat III/Turut Terlawan eksekusi III dan Tergugat/Terlawan eksekusi secara sah dan meyakinkan telah melawan Hak dan Kepentingan hukum dari Penggugat/Pelawan Eksekusi sebagaimana tertuang di dalam ketentuan Pasal 4 (5) dan Pasal 8 (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah;

am

ah k

R

epEKSEKUSI,

mengenai pemberian hak tanggungan sebagaimana tertuang di dalam

44. Bahwa TURUT TERGUGAT II/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI I dan

TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI II dalam hal ini telah melakukan tindakan hukum sebagaimana mestinya namun demikian demi terjaminnva suatu perlindungan hukum sebagaimana tertuang di

dalam pertimbanaan hukum dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996

Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang

Berkaitan Dengan Tanah, maka TURUT TERGUGAT/TURUT TERLAWAN EKSEKUSII dan TURUT TERGUGAT II/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI II dan mencegah kuraga pihak di dalam hukum acara sehingga oleh

ah

karenanya PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI memasukkan TURUT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI II sebagai pihak yang berperkara di dalam Gugatan Perlawanan atas Penetapan Sita Eksekusi;

m

ka

45. Bahwa berdasarkan uraian angka 28 (dua puluh delapan) sampai dengan angka 45 (empat puluh lima) secara nyata dan meyakinkan bahwa TERGUGAT/TERLAWAN TURUT TERGUGAT I/TURUT

ah

M

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

14

A

onHalaman 14

III

Telah

ng

EKSEKUSI II dan TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI meniadakan Hak dan kepentingan umum dari

es

TERLAWAN EKSEKUSI I, TURUT TERGUGAT II/TURUT TERLAWAN

R

ep

ub

TERGUGAT II/TURUT TERLAWAN EKSEKUS II dan TURUT TERGUGAT

lik

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si aI/TURUT

putusan.mahkamahagung.go.id Yang Berkaitan Dengan Tanah, Akta Pemberian Hak Tanggungan yang

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI sebagaimana tertuang di dalam

ep ukepada

btindak lanjut dari Permohonan Eksekusi Sertipikat Hak Tanggungan Nomor 46. Bahwa sebagai akibat dari tindakan hukum Tergugat/Terlawan Eksekusi dan Turut Tergugat III/Turut Terlawan Eksekusi III sebagaimana diuraikan

A

gu

diatas, Penggugat/pelawan Eksekusi secara nyata telah dilanggar Hak dan ditaksir senilai (sepadan) dengan Jumlah kewajiban Turut Tergugat III/Turut Terlawan Eksekusi III Tergugat /Terlawan Eksekusi

kepentingan Hukumnya yang menyebabkan kerugian material yang dapat

ng

103/S&P/IX/07 tertanggal 03 September 2007;

R

Penetapan Eksekusi Nomor 60/PEN.EKS.APHT/2007/PN.TNG sebagai

ah

dibebankan sebagai jaminan hutang sebagaimana tertuang di dalam Akta

Pembebanan Hak Tanggungan Nomor 124/2006 yakni sebesar Rp. 20.000.000.000,- (dua puluh milyar rupiah) yang seharusnya menjadi jaminan pembayaran atas hutang konstruksi Turut Tergugat III/Turut Terlawan eksekusi III kepada Penggugat/Pelawan Eksekusi yang sampai Eksekusi III. hari ini baru dibayarkan sebagian oleh Turut Tergugat III/Turut Terlawan Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri Tangerang agar terlebih dahulu meletakkan sita jaminan atas:

am

ah k

R

ep

PERMOHONAN SITA JAMINAN

47. Bahwa sehubungan dengan adanya pemeriksaan perkara Gugatan Perlawanan Eksekusi, PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI mohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa perkara ini untuk meletakkan Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor 124/2006 tertanggal 13 Juli 2006 hukum yang berkekuatan hukum tetap. Hal tersebut untuk menghindari pengalihan aset oleh TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI atau oleh Majelis Hakim Yang Mulia dapat mengabulkan permohonan sita jaminan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada perlawanan, bantahan, banding maupun kasasi (Vit voerbaar bij voorraad); 48. Bahwa sebagai bahan pertimbangan hukum Majelis, PENGGUGAT / Eksekusi atas Objek Hak Tanggungan sebagaimana tertuang di dalam Akta melalui surat tertanggal 13 September 2007. (Bukti P.19); PELAWAN EKSEKUSI telah mengajukan Permohonan Penundaan Lelang TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III. Mohon kiranya

sita jaminan (conservatoir beslaag) atas segala aset dibebankan di dalam dan Sertipikat Nomor 3009 tanggal 24 Juli 2006 sebelum adanya putusan

ah

m

ka

ah

R

ep

ub

lik

M

ng

Pemberian Hak Tanggungan Nomor 124/2006 tertanggal 13 Juli 2006

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 15 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 15

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si ayang

hk am

16 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

PERMOHONAN PUTUSAN PROVISI

yang berkepentingan dan satu-satunya pihak yang berkuasa atas Bangunan sebagaimana tertuang di dalam uraian 1 (satu) sampai dengan 25 (dua

ah

A

gu

puluh lima), menurut hukum dan berhak sepenuhnya bertindak selaku kebendaan yang dimiliki menurut hukum sedangkan pada saat ini sedang

pemilik hingga kemudian secara nyata dipindahkan kepemilikan atas hak

melakukan upaya hukum yang diperkenankan oleh Undang-Undang maka demi kepastian hukum di kemudian hari, cukup beralasan apabila PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Tangerang Yang Terhormat untuk dapat menjatuhkan putusan provisi berupa:

ng

49. Bahwa oleh karena PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI adalah pihak

R

memberikan putusan yang dapat dijalankan lebih dahulu sebagai berikut:

am

a. Menghukum TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI dan TURUT melakukan tindakan

ah k

ep

TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III untuk tidak hukum apapun meski saat ini hak TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI selaku pemegang

eksekusi dan lelang;

b. Menghukum

TURUT

TERGUGAT

I/TURUT

EKSEKUSI I dan TURUT TERGUGAT II/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI II untuk tidak mengeluarkan produk hukum apapun yang ada hubungannya dengan adanya Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor 124/2006 tertanggal 13 Juli 2006 dana atau 2006; Sertipikat Hak Tanggungan Nomor 3009/2006 tertanggal 24 Juli

ah

tetap.

m

beralasan dan memiliki dasar hukum yang kuat, maka bersama ini PENGGUGAT/PELAWAN mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Tangerang Yang Terhormat untuk dapat:

ka

ah

1. Menghukum TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI dan TURUT tanggung renteng membayar uang paksa (dwangsom) sebesar PENGGUGAT/PELAWAN

R

TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III secara Rp. 100.000.000,- (seratus juta Rupiah) setiap harinya kepada

ep

ub

50. Bahwa oleh karena gugatan PENGGUGAT/PELAWAN ini sangatlah

lik

sampai putusan terhadap perkara ini memperoleh kekuatan hukum yang

M

ng

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

16

A

onHalaman 16

EKSEKUSI

apabila

es

In do ne siTERLAWAN

tanggungan termasuk namun tidak terbatas pada tindakan

A gu ng

R

ub lik

In do ne si a

putusan.mahkamahagung.go.id Dan selanjutnya menuntut kepada Pengadilan Negeri tersebut supaya

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI dan TURUT TERGUGAT

ep uTERLAWAN

bI/TURUT TERLAWAN EKSEKUSII dan TURUT TERGUGAT Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, PENGGUGAT/PELAWAN

ah

A

EKSEKUSI mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Tangerang Yang untuk memutuskan: Dalam Provisi TERGUGAT III/TURUT

Terhormat untuk dapat berkenan memeriksa perkara ini dan berkenan pula

gu

ng

II/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI II telah lalai dan atau secara

sengaja tidak melaksanakan isi putusan provisi, terhitung putusan provisi tersebut.

semenjak putusan provisi dibacakan hingga dilaksanakannya isi

R

III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III, TURUT TERGUGAT

1. Menghukum TERGUGAT / TERLAWAN EKSEKUSI dan TURUT EKSEKUSI III untuk tidak melakukan tindakan hukum apapun terhadap seluruh aset yang tertanggal 13 Juli 2006 dan Sertipikat Nomor 3009 tanggal 24 Juli 2006 termasuk namun tidak terbatas pada tindakan eksekusi dan lelang sampai adanya putusan terhadap perkara ini memperoleh kekuatan hukum yang tetap

am

ah k

R

epdan

dibebankan di dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor 124/2006

2. Menghukum TURUT TERGUGAT I/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI I dan TURUT TERGUGAT II/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI II untuk tidak mengeluarkan produk hukum apapun yang ada hubungannya dengan Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor 124/2006 tertanggal13 Juli 2006 dan atau Sertipikat Hak Tanggungan Nomor 3009/2006 memperoleh kekuatan hukum yang tetap;

tertanggal 24 Juli 2006 sampai adanya putusan terhadap perkara ini

ah

TERGUGAT III / TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III secara tanggung (seratus juta Rupiah) setiap harinya kepada PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI bilamana terjadi kelalaian yakni tidak melaksanakan isi putusan provisi, terhitung semenjak putusan provisi dibacakan hingga dilaksanakannya isi putusan provisi tersebut, yang dilakukan oleh TERLAWAN EKSEKUSI III; TERGUGAT/TERLAWAN TURUT TERGUGAT III/TURUT

m

ka

ah

R

ep

ub

renteng membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 100.000.000,-

lik

3. Menghukum TERGUGAT / TERLAWAN EKSEKUSI dan TURUT

M

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 17 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 17

PRIMAIR:

ng

Dalam Pokok Perkara

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

18 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

2. Menyatakan

R

seluruhnya;

hukumnya

bahwa

PENGGUGAT

menguasai bangunan termasuk hak kebendaan lainnya yang terletak di atas tanah dengan Sertipikat Hak Guna Usaha Nomor :

A

ah

gu

131/Cimone Jaya luas 14.888 M, Surat Ukur Tanggal 21 Juni 2006

Nomor 49/Cimone Jaya/2006, sertipikat tanggal 06 Juli 2006 dan berhak untuk mempertahankan dan atau menikmati hasil dari bangunan atau barang yang telah dikuasai;

3. Menyatakan hukumnya bahwa PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI sebagai pihak yang berhak dan berkepentingan dalam melakukan Gugatan Perlawanan atas Penetapan Eksekusi ini; 4. Menyatakan hukumnya bahwa PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI sebagai pihak yang memiliki itikad baik selama mengikatkan diri di dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Paket Pekerjaan Proyek

ng

EKSEKUSI sebagai pihak yang berkuasa penuh dan berhak untuk

am

ah k

Merdeka Square Cimone Tangerang Nomor : 001/SPPPK/LMPAK/III/2005 tertanggal 28 Maret 2005 beserta Akta Perubahannya (adendum);

R

ep

5. Menyatakan hukumnya bahwa sita jaminan (conservatoir beslaag)

atas segala aset dibebankan di dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor 124/2006 tertanggal 13 Juli 2006 dan Sertipikat Hak Pembebanan Hak Tanggungan Nomor 3009 tanggal 24 Juli 2006 ada bantahan, perlawanan, banding maupun kasasi (Uit voerbaar bij voorraad);

sah dan berharga serta dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun

6. Menyatakan hukumnya bahwa Surat Penetapan Nomor 60 / Permohonan Sita Eksekusi atas Sertipikat Hak Tanggungan Nomor TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI dan atau kuasanya dicabut,

ah

m

ka

dibatalkan atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak berlaku beserta seluruh akibat hukum yang timbul dari Surat Penetapan Nomor 60/PEN.EKS.APHT/2007/PN.TNG serta mengembalikan keadaan Nomor 60/PEN.EKS.APHT/2007/PN.TNG karena CACAT HUKUM; TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI berupa penjaminan aset mliik hukum seperti semula seperti sebelum diterbitkannya Penetapan

ah

R

ep

ub

103/S&P/IX/07 tertanggal 03 September 2007 yang disampaikan oleh

liktindakan

PEN.EKS.APHT / 2007 / PN.TNG sebagai tindak lanjut dari Surat

M

ng

7. Menyatakan

hukumnya

bahwa

hukum

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

18

A

onHalaman 18

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a/ PELAWAN

putusan.mahkamahagung.go.id 1. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI Untuk

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id PENGGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI ke dalam Akta Pembebanan

ep u epNegeri

bsehingga oleh karenanya Akta Pembebanan Hak Tanggungan Nomor Juli 2006 dibatalkan atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak berlaku beserta seluruh akibat hukumnya karena cacat hukum;

A

ah

gu

8. Menghukum

ng

124/2006 beserta Sertipikat Hak Tanggungan Nomor 3009 tanggal 24

R

Hak Tanggungan adalah suatu perbuatan yang melawan hukum

TERGUGAT/TERLAWAN

EKSEKUSI

TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III membayar ganti kerugian sebesar Rp. 20.000.000.000 (dua puluh milyar rupiah) secara tanggung renteng pada saat putusan ini ditetapkan sebagai

akibat dari pembuatan Akta Pembebanan Hak Tanggungan Nomor 124/2006 beserta Sertipikat Hak Tanggungan Nomor 3009 tanggal 24

Juli 2006 oleh TERGUGAT/PELAWAN EKSEKUSI dan TURUT TERGUGAT III/TURUT TERLAWAN EKSEKUSI III; 9. Menghukum TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI dan PARA TURUT TERGUGAT / TURUT TERLAWAN EKSEKUSI di dalam Gugatan Perlawanan ini untuk mematuhi isi putusan perkara ini; 10. Menghukum TERGUGAT/TERLAWAN EKSEKUSI membayar biaya perkara ini SUBSIDAIR: Atau apabila Ketua

ah k

am

R

Pengadilan

Tangerang

berpendapat

PENGGUGAT / PELAWAN EKSEKUSI mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Terlawan mengajukan

eksepsi pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut: Terlawan Eksekusi Dalam Eksepsi: I.

ah

Penggugat/Pelawan Eksekusi sebagai pihak ketiga tidak mempunyai diskualivikatoir).

m

ka

1. Bahwa Penggugat/Pelawan Eksekusi selanjutnya disebut "PELA WAN"tidak mempunyai kualitas dalam mengajukan gugatan perlawanan dalam perkara ini, karena Pelawan bukan pemilik dari tanah maupun bangunan Eksekusi No. 60/PEN.EKS.APHT/2007/PN.TNG, yang menjadi objek eksekusi Hak Tanggungan sesuai dengan penetapan

ah

R

ep

ub

kualitas mengajukan gugatan perlawanan dalam perkara ini (Eksepsi

likyaitu

M

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 19 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 19

21 Juni 2006;

ng

bangunan Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 131/Cimone Jaya, tanggal

es

In do ne silain, tanah dan

A gu ng

ub lik

In do ne si adan TURUT

hk am

20 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Turut Terlawan Eksekusi III sesuai dengan surat bukti kepemilikan tanah

berupa SHGB No. 131/Cimone Jaya yang tercatat atas nama Turut

Terlawan Eksekusi III yang dijaminkan kepada Terlawan Eksekusi.

gu

Sedangkan kedudukan pelawan hanya sebagai pihak yang mempunyai piutang kepada Turut Terlawan III atas tidak dibayarnya

ng

berupa SHGB No. 131/Cimone Jaya yang bukti kepemilikan tanah

R

Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 131/Cimone Jaya tersebut adalah

A

pemborongan yang dilakukan oleh Pelawan dalam mengerjakan

pembangunan proyek Merdeka Square Cimone sebagaimana didalilkan Turut Terlawan III piutang ini telah diakui dengan membuat dan menandatangi Akta Pengakuan Hutang No. 54/2007, tanggal 16 Mei 2007 Berdasarkan ketentuan Pasal 195 ayat 6 HIR dinyatakan bahwa :

ah

Pelawan pada posita Pelawan pada posita butir 1 s/d butir 18, dan oleh

am

Jika hal menjalankan putusan itu dibantah, dan juga jika yang membantah maka hal itu segala perselisihan tentang upaya paksa yang diperintahkan itu, dihadapkan kepada pengadilan negeri, yang dalam daerah hukumnya terjadi hal menjalankan putusan itu, serta diputuskan juga oleh pengadilan negeri itu";

ah k

R

ep

itu orang lain, oleh karena barang yang disita itu diakunya sebagai miliknya,

Ketentuan hukum tersebut dengan jelas mensyaratkan bahwa perlawanan eksekusi harus didasarkan kepada adanya alas hak kepemilikan atas objek eksekusi; Sejalan dengan ketentuan Pasal 195 ayat 6 HIR, kaidah hukum 24 Mei Agung Tentang Hukum Utang Piutang oleh Ali Budiarto, S. H.:

yang diajukan oleh pihak ketiga (derden verzet) terhadap pelaksanaan

1996, dimuat di dalam Buku Kompilasi Abstrak Hukum Putusan Mahkamah "Derden verzet terhadap eksekusi, hanya dapat diajukan oleh pemilik tanah

ah

Putusan Mahkamah Agung RI No. 3045 K/Pdt/1991, tanggal 30 Mei 1996, Agung RI Tahun 1969 2004.; bangunan yang menjadi objek

m

ka

Oleh karena pelawan bukan merupakan pemilik dari tanah maupun

ep

eksekusi

ub

dimuat di dalam buku Himpunan kaidah hukum putusan perkara Mahkamah

likdalam

Penetapan

ah

60/PEN.EKS.APHT/2007/PN.TNG seperti yang dijelaskan di atas, maka kualitas dalam mengajukan upaya hukum gugatan / perlawanan dalam Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas, maka kami mohon kepada Majelis

R

dapat disimpulkan, secara hukum Pelawan Eksekusi tidak mempunyai perkara ini

M

ng

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

20

A

onHalaman 20

es

In do ne siNo.

A gu ng

ub lik

In do ne si ajasa

putusan.mahkamahagung.go.id 2. Bahwa berdasarkan fakta hukum, pemilik dari tanah dan bangunan

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id Hakim agar berkenan menolak gugatan perlawanan Pelawan atau setidak-

ep u ep R

bII. Gugatan tidak jelas/kabur (obscuur libel) perkara ini pada dasarnya tidak jelas/kabur (obscuur libel), karena dalildalil posita gugatan perlawanan rancu, tidak konsisten dan saling

A

ah

gu

kontradiksi;

4. Bahwa didalam posita butir 20 dan 22 halaman 5 dan 6, Pelawan

mendalilkan dan menyatakan sebagai pihak yang berkuasa dan pemilik atas bangunan yang berdiri di atas tanah SHGB No. 131/Cimone Jaya, sedangkan pada butir 25 dan 26 halaman 7 dan 8, Pelawan mendalilkan

ng

3. Bahwa gugatan perlawanan yang diajukan Pelawan eksekusi dalam

R

tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima

dan menyatakan sebagai pihak Kreditur yang berpiutang kepada Turut Terlawan III dengan dasar alasan bahwa Turut Terlawan III belum membayar jasa pemborongan yang dilakukannya dan Turut Terlawan III telah mengakui berhutang kepada Penggugat/Pelawan dan telah menandatangani Akta Pengakuan Hutang No. 54/2007, tanggal 16 Mei 2007;

ah k

am

5. Bahwa dengan demikian Pelawan mendasarkan gugatan perlawanannyaatas dasar dua alas hak yang berbeda, yaitu sebagai pihak yang

R

berkuasa dan pemilik bangunan objek eksekusi pada satu sisi, dan pada

sisi lain sebagai kreditur yang mempunyai piutang terhadap Turut

Terlawan III. Perumusan gugatan perlawanan tersebut jelas rancu, kontradiksi dan tidak sinkron, karena tidak logis serta tidak patut dan tidak adil apabila Penggugat Pelawan secara bersamaan mengklaim mempunyai piutang terhadap Turut Terlawan III;

sebagai pemilik dari bangunan dan sekaligus sebagai kreditur yang

6. Bahwa selanjutnya, pada bagian Persona standi in judicio dari gugatanperlawanan Pelawan, PT. Lumbung Mustika Perkasa ditempatkan sebagai pihak Turut Terlawan III yang berdasarkan dalil gugatan hukum acara sesuai dalil posita butir 44, yang di dalam praktek peradilan lazimnya Turut Terlawan hanya dihukum sekedar untuk tunduk dan taat terhadap isi putusan. Akan tetapi pada petitum gugatan perlawanan Pelawan pada butir 8 (delapan), PT. Lumbung Mustika Perkasa sebagai Turut Terlawan III dituntut secara tanggung-renteng membayar ganti rugi sebesar 20.000.000.000.- (dua puluh milyar Rupiah); karena jika PT. Lumbung Mustika Perkasa hanya ditarik untuk sekedar Fakta ini jelas menunjukkan inkonsistensi gugatan perlawanan Pelawan, perlawanan Pelawan, bertujuan untuk mencegah kurangnya pihak dalam

ah

m

ka

ah

ep

ub

lik

M

ng

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 21 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 21

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

22 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

membayar

ganti

R

petitum gugatan perlawanan PT. Lumbung Mustika Perkasa dituntut rugi secara tanggung renteng sebesar hal Rp. 20.000.000.000,(dua puluh miliyar Rupiah), karena tersebut

mengakibatkan posita gugatan dengan petitum tidak sinkron dan tidak

saling mendukung. Hal terse but jelas telah mengakibatkan gugatan

A

ah

gu

Penggugat Pelawan menjadi kabur / tidak jelas;

7. Kemudian, perumusan petitum perlawanan Pelawan juga tidak jelas dan

tidak sempurna, karena pada petitum angka 7 dinyatakan bahwa

tindakan hukum Terlawan Eksekusi berupa penjaminan asset milik merupakan perbuatan yang

Pelawan lee dalam Akta Pembebanan Hak Tanggungan adalah

ub likmelawan hukum.

menjaminkan tanah dan bangunan SHGB No. 131/Cimone Jaya adalah Turut Terlawan III, sedangkan Terlawan adalah penerima jaminan, sementara yang dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum tidak dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum. Perumusan petitum yang demikian, jelas tidak konsekuen dan tidak konsisten, sehingga tidak sempurna karena kabur dan tidak jelas; hanya Terlawan, sedangkan Turut Terlawan III tidak dikualifikasi dan

am

ah k

R

ep

8. Bahwa selain itu, upaya hukum yang ditempuh Pelawan dalam perkara

ini juga rancu dan bersifat ragu-ragu serta tidak pasti, karena pada satu sisi Penggugat Pelawan mendalilkan bertindak sebagai Pelawan pihak ketiga (derden verzet) sebagaimana yang diatur di dalam ketentuan sebagai Penggugat dengan menggunakan dasar hukum Pasal 1365 KUHPerdata tentang Perbuatan Melawan Hukum, karena pada posita butir 39 jo petitum butir 7 dan 8, Pelawan mendalilkan adanya perbuatan 20.000.000.000.- (dua puluh milyar Rupiah);

Pasal 195 ayat 6 HIR, sementara pada sisi lain mendalilkan bertindak

ah

m

berbeda dan tidak bisa dikumulasikan dalam satu gugatan. Ketentuan Pasal 195 ayat 6 HIR merupakan sarana upaya hukum khusus untuk menyelesaikan perselisihan tentang pelaksanaan putusan yang diajukan pihak ketiga (derden verzet) yang pemeriksaan perkaranya telah selesai Perbuatan merupakan sarana upaya hukum biasa dalam melakukan pengadilan dan tidak menyangkut pelaksanaan putusan; diputus oleh Pengadilan, sedangkan gugatan yang didasarkan kepada

ka

ah

R

ep

ub

Padahal kedua sarana upaya hukum tersebut mempunyai karakteristik yang

lik

melawan hukum dan menuntut pembayaran ganti rugi sebesar Rp.

M

ng

penuntutan hak yang pemeriksaan perkaranya belum selesai diputus

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

22

A

onHalaman 22

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si aPadahal yang

putusan.mahkamahagung.go.id memenuhi formalitas nukum acara, maka tidak konsisten apabila pada

ng

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id Oleh karena Pelawan telah menggabungkan (kumulasi) sekaligus dua

ep u ep R

bpengaturannya berbeda, maka gugatan perlawanan Pelawan menjadi telah mengakibatkan gugatan perlawanan menjadi kabur/tidak jelas

ah

A

gu

Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan tersebut diatas, maka secara

keseluruhan dapat disimpulkan, bahwa gugatan perlawanan yang diajukan itu, gugatan perlawanan Pelawan harus dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklard);

Pelawan tidak jelas/kabur dan tidak sempurna (obscuur libel). Oleh karena

ng

rancu, ragu-ragu dan tidak pasti, sehingga dalam konteks ini pun juga

R

sarana upaya hukum dalam mengajukan tuntutannya yang objek

III.

Gugatan Perlawanan Pelawan salah alamat atau salah mengenai subjek gugatan (Error in Persona);

am

9. Bahwa gugatan perlawanan yang diajukan oleh Pelawan dalam perkaraini pada dasarnya telah salah alamat atau salah mengenai subjek gugatan (Error in persona), karena Pelawan telah menarik dan menempatkan Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Tangerang sebagai pihak Turut Tergugat I/Turut Terlawan Eksekusi I dalam perkara ini, sedangkan Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Tangerang tidak

ah k

R

mempunyai kaitan hukum dengan pokok permasalahan perkara ini.

Sesuai dengan dalil posita gugatan perlawanan Pelawan pada halaman Tangerang dalam perkara ini adalah dalam kaitan dengan penerbitan Sertifikat Hak Tanggungan No. 3009 Tanggal 24 Juli 2006;

13 butir 42, alasan ditariknya Kantor Badan Pertanahan Kabupaten

Berikut ini kutipan bunyi dalil posita gugatan perlawanan Pelawan :

Selanjutnya Kantor Turut Tergugat II Turut Terlawan Eksekusi I yang dijahit menjadi satu dengan Akta Pembenan Hak Tanggungan Nomor

ah

m

Padahal berdasarkan fakta hukum, Sertifikat Hak Tanggungan No 3009 Tanggal 24 Juli 2006 bukan produk dari Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Tangerang, akan tetapi adalah produk dari Kantor Pertanahan Kota Madya Tangerang. Sehingga seharusnya yang ditarik sebagai pihak Turut Tergugat I/Turut Terlawan Eksekusi I adalah Kantor Pertanahan Kota Madya Tangerang; Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan tersebut di atas, maka secara keseluruhan dapat disimpulkan, bahwa gugatan perlawanan yang diajukan

ka

ah

ep

ub

124/2006 Tertanggal 13 Juli 2006

lik

menerbitkan Sertifikat Hak Tanggungan Nomor 3009 Tanggal 24 Juli 2006

M

ng

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 23 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 23

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

24 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

onvankelijke verklard); Dalam Eksepsi :

1. Menerima Eksepsi Turut Tergugat III/Turut Terlawan Eksekusi III;

A

ah

mengambil putusan, yaitu putusan No. 409/PDT.PLW/2007/PN.Tng., tanggal 31 Juli 2008 yang amarnya sebagai berikut : Dalam Provisi Menolak Provisi Pelawan; Dalam Eksepsi Terlawan III; Dalam Pokok Perkara -

gu

2. Menyatakan Gugatan Perlawanan Penggugat/Pelawan dapat diterima (Niet Ontvankelijke verklaard);

Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Tangerang telah

ng

Eksepsi Turut Tergugat III/Turut Terlawan Eksekusi

R

itu, gugatan perlawanan harus dinyatakan tidak dapat diterima (Niet

am

ah k

Menolak perlawanan pelawan; 684.000,- (Enam ratus delapan puluh empat ribu rupiah); Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas

Menghukum Pelawan untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.

Penggugat/Pembanding putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Banten dengan putusan No. 84/PDT/2008/PT.Btn. tanggal 02 Desember 2008 yang amarnya sebagai berikut : M E N G A D I L I: -

ah

Menerima permohonan banding dari Pembanding semula Pelawan; 2008 Nomor : 409/PDT.PLW/2007/PN.TNG yang dimohonkan banding tersebut; M E N G A D I L I S E N D I R I:

m

ka

ah

Dalam Provisi:

M

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

24

A

onHalaman 24

Nomor : 124/2006, tertanggal 13 Juli 2006, dan Sertifikat Hak Tanggungan

ng

seluruh asset yang dibebankan di dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan,

es

Turut Terlawan III, untuk tidak melakukan tindakan hukum apapun terhadap

R

Menghukum Terbanding semula Terlawan dan Turut Terbanding III Semula

ep

ub

Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 31 Juli

lik

In do ne sipermohonan

Menyatakan Pelawan adalah Pelawan yang tidak benar;

A gu ng

R

ep

Menola eksepsi Terlawan, Turut Terlawan I, Turut Terlawan II dan Turut

ub lik

In do ne si a

putusan.mahkamahagung.go.id Pelawan tidak jelas/kabur dan tidak sempurna (Obscuur Libel). Oleh karena

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id Peringkat I Nomor : 3009/2006 tanggal 24 Juli 2006, termasuk / tidak

ep u epbahwa

bdiperkenankan Undang-undang; sampai adanya putusan terhadap perkara Dalam Eksepsi: Menolak Eksepsi Terbanding Semula Terlawan, Turut Terbanding I Semula

ah

A

Dalam Pokok Perkara:

gu

Turut Terlawan I, Turut Terbanding II semula Turut Terlawan II, dan Turut Terbanding III semula Turut Terlawan III;

1. Mengabulkan tuntutan Pembanding Semula Pelawan untuk sebagian;

2. Menyatakan hukumnya bahwa Pembanding semula Pelawan sebagai pihak yang berkuasa penuh dan berhak untuk menguasai bangunan termasuk hak kebendaan lainnya yang terletak di atas tanah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 131/Cimone Jaya, luas 14.888

ng

ini memperoleh kekuatan hukum yang tetap;

R

terbatas pada tindakan eksekusi, lelang atau tindakan hukum lain yang

am

M, Surat Ukur tanggal 21 Juni 2006 Nomor 49/Cimone Jaya/2006, Sertifikat tanggal 06 Juli 2006 dan berhak untuk mempertahankan dan atau menikmati hasil dari bangunan atau barang yang telah dikuasai; 3. Menyatakan hukumnya bahwa Pembanding Semula Pelawan sebagai pihak yang berhak dan berkepentingan dalam melakukan tuntutan perlawanan atas penetapan Eksekusi ini;

ah k

R

4. Menyatakan hukumnya bahwa Pembanding Semula Pelawan sebagai pihak yang memiliki itikad baik selama mengikatkan diri di dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Paket Pekerjaan Proyek Merdeka Square Maret 2005 beserta Akta Perubahannya (addendum); hukumnya Surat

Cimone Tangerang, Nomor : 001/SPPK/LMP-AK/III/2005, tertanggal 28 Penetapan Nomor :

5. Menyatakan

60/PEN.EKS.APHT/2007/PN.TNG, sebagai tindak lanjut dari Surat September 2007, atas Sertipikat Hak Tanggungan No. 3009/2006 tanggal seluruh akibat hukum yang timbul dari Surat Penetapan Nomor : 60/PEN.EKS.APHT/2007/PN.TNG.;

ah

m

ka

6. Menyatakan hukumnya bahwa tindakan hukum Turut Terbanding III semula Turut Terlawan III, berupa penjaminan asset milik Pembanding suatu perbuatan yang melawan hukum sehingga oleh karenanya Akta beserta Sertipikat Hak Tanggungan Peringkat I Nomor : 3009/2006 semula Pelawan ke dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan adalah

ah

R

ep

ub

24 Juli 2006, tidak berlkau dan tidak mempunyai kekuatan hukum beserta

lik

Permohonan Sita Eksekusi Nomor : 103/S&P/IX/07, tertanggal 03

M

ng

Pemberian Hak Tanggungan Nomor : 124/2006 tanggal 13 Juli 2006,

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 25 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 25

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

26 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

7. Menghukum Terbanding Semula Terlawan dan Para Turut Terbanding mematuhi isi putusan perkara ini;

8. Menghukum Terbanding Semula Terlawan untuk membayar biaya

A

ah

gu

perkara yang timbul dalam kedua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp. 51.000,- (lima puluh satu ribu rupiah); selebihnya;

9. Menolak tuntutan perlawanan Pembanding Semula Pelawan selain dan Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada kemudian terhadapnya oleh

ng

Semula Para Turut Terlawan di dalam gugatan perlawanan ini untuk

R

kekutan hukum beserta seluruh akibat hukumnya;

Terlawan/Terbanding dan Turut Terlawan/Terbanding pada tanggal 07 Januari 2009 Terlawan/Terbanding dan Turut Terlawan/Terbanding (dengan perantaraan kuasanya, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 15 Januari 2009) diajukan permohonan kasasi secara permohonan kasasi No. 409/Akta.Pdt.Plw/2007/PN.Tng. yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Tangerang, permohonan tersebut disertai dengan memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 03 Pebruari 2009; lisan/tertulis pada tanggal 20 Januari 2009 sebagaimana ternyata dari akte

am

ah k

R

ep

bahwa setelah itu oleh Turut Terlawan/Terbanding yang pada tanggal 11

Pebruari 2009 telah diberitahu tentang memori kasasi dari Terlawan/Terbanding di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 17 Maret 2009;

dan Turut Terlawan/Terbanding, diajukan jawaban memori kasasi yang diterima Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya

telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan seksama, diajukan dalam maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;

tenggang waktu dan dengan Cara yang ditentukan dalam undang-undang,

ah

Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/

m

tersebut pada pokoknya ialah: I.

ka

Judex Factie Pengadilan Tinggi Banten telah salah dan/atau tidak menerapkan hukum pembuktian, terkait dengan status kepemilikan bangunan dan juga telah salah dan/atau tidak menerapkan hukum 1. Bahwa Pemohon Kasasi keberatan dan menolak dengan keras dan tegas halaman 6 dan 7 yang berbunyi sebagai berikut : tentang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996.

ah

R

ep

ub

Terlawan/Terbanding dan Turut Terlawan/Terbanding dalam memori kasasinya

lik

M

ng

pertimbangan hukum Judex Factie Pengadilan Tinggi Banten pada

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

26

A

onHalaman 26

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

putusan.mahkamahagung.go.id tanggal 24 Juli 2006, dinyatakan tidak berlaku dan tidak mempunyai

ep u

b

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id "Menimbang bahwa, tanpa sepengetahuan PT. Adhi Karya, PT. Lumbung

ep u eptindakan No. dari

bkepada PT. Hero Supermarket, Tbk. sehingga PT. Lumbung Mustika hak PT. Adhi Karya, yang dituangkan dalam APHT No. 124/2006 tanggal 13 Juli 2006, dan ditindaklanjuti dengan Sertifikat Hak Tanggungan

ah

A

gu

Peringkat I No. 3009/2006, tanggal 24 Juli 2006".

"Menimbang, bahwa oleh karenanya Pemberian Hak Tanggungan No. 124/2006 tanggal 13 Juli 2006, telah mengabaikan hak dan kepentingan hukum PT. Adhi Karya, sehingga pemberian Hak Tanggungan itu tidak sah dan cacat yuridis ".

ng

Perkasa telah mengagunkan bangunan yang bukan haknya tetapi masih

R

Mustika Perkasa telah mengagunkan tanah berikut bangunannya tersebut

2. Bahwa dengan pertimbangan hukumnya tersebut, Judex Factie Pengadilan Tinggi Banten pada intinya menyatakan dan menyimpulkan bahwa Turut Termohon Kasasi (PT. Lumbung Mustika Perkasa) telah mengagunkan bangunan yang bukan haknya sehingga pemberian Hak Tanggungan No. 124/2006 tanggal 13 Juli 2006, yang dilakukan oleh Turut Termohon Kasasi kepada Pemohon Kasasi atas tanah dan bangunan di atasnya tidak sah dan cacat yuridis. merupakan pembuktian Tanggungan. manifestasi dan Pertimbangan hukum Judex Factie Pengadilan Tinggi Banten tersebut jelas kesalahan 4 tahun penerapan 1996

ah k

am

R

Undang-Undang

3. Bahwa berdasarkan alat bukti hukum yang sah di persidangan, yaitu Keputusan Wali Kota Tangerang No. 644.I/Kep-4038/KPMP/IMB/2005, tertanggal 28 April 2006 (bukti T/Tlw - 6), Turut Termohon Kasasi III telah terbukti sebagai pemegang Izin Mendirikan Bangunan atas bangunan yang berada di atas tanah SHGB No. 131/Cimone, dan tanah SHGB No. 131/Cimone juga adalah mernpakan milik dari Turut Termohon Kasasi III (PT. Lumbung Mustika Perkasa) karena tercatat atas nama pemilik Turut Termohon Kasasi III sebagai pemilik.

ah

m

4. Bahwa status kepemilikan bangunan di Indonesia pada prinsipnya adalah dibuktikan dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diberikan oleh Pemerintah kepada pihak yang Akan membangun bangunan ataupun gedung. Azas atau prinsip kepemilikan bangunan adalah: "Siapa yang mendirikan bangunan dialah pemilik bangunan" adalah bukti dari pemerintah daerah bahwa pemilik gedung dapat mendirikan

ka

ah

R

ep

ub

lik

M

ng

"Setiap orang yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki IMB, IMB

gu

h

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

Hal. 27 dari 43 Hal. Put. No. 1212 K/Pdt/2009

A

onHalaman 27

es

In do ne sihukum tentang Hak

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

28 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Tinggi Banten sebagaimana mestinya. Berdasarkan alat bukti hukum yang

hukum sebagai pemilik dari bangunan yang berdiri di atas tanah SHGB No.

1311Cimone Jaya, akan tetapi Judex Factie Pengadilan Tinggi Banten tidak

ah

A

gu

menerapkan alat bukti hukum T/Tlw - 6 tersebut sebagai dasar untuk

menyatakan dan mensahkan Turut Termohon Kasasi III sebagai pemilik bangunan dan juga tidak menyatakan Turut Termohon Kasasi sebagai pihak yang berhak atas bangunan.

Justru sebaliknya, tanpa didasari alat bukti hukum yang sah dan benar,

ng

sah vide bukti T/Tlw - 6, PT. Lumbung Mustika Perkasa telah terbukti secara

R

Ketentuan hukum ini ternyata tidak diterapkan oleh Judex Factie Pengadilan

Judex Factie Pengadilan tinggi Banten secara keliru menyatakan bahwa PT. Adhi Karya sebagai pihak yang berhak dan berkuasa penuh atas bangunan yang berdiri di atas tanah SHGB No. 131/Cimone Jaya, padahal tidak terdapat alat bukti hukum yang sah dalam persidangan yang dapat Dengan demikian maka telah terbukti bahwa Judex Factie Pengadilan Tinggi Banten telah salah atau tidak menerapkan hukum pembuktian sebagaimana mestinya. membuktikan hak dan kepemilikan PT. Adhi Karya atas bangunan tersebut.

am

ah k

R

ep

5. Bahwa selanjutnya, mengenai pertimbangan hukum