Perlindungan Profesi Guru

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Agar guru nyaman dalam melaksanakan diperlukan perlindungan.

Transcript

JATI DIRI GURU - PNS

PERLINDUNGAN PROFESI GURU

Oleh :Ir.H.AHMAD WAHYUDI,SH,MHPERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG MENGATUR PROFESI GURU-PNSPNS - GURUDiatur oleh 3 (tiga) Undang-UndangUU No. 43 Th. 1999Pokok2 KepegawaianUU No. 14 Th. 2005Guru & DosenUU No. 20 Th. 2003SisdiknasPP No. 53 Th. 2010Disiplin PNSPP No. 19 Th. 2005Standar Nasional PendidikanPP No. 74 Th. 2008Tentang GuruPP No. 17 Th. 2010Pengelolaan PendidikanPP No. 66 Th. 2010Perubahan PP 17/2010Pasal-Pasal Penting !Organisasi Profesi Guru = PGRIUU No. 14 Tahun 2005(---------- Pasal 41 ----------)(3)Guru wajib menjadi anggota organisasi profesi. (4).(5)Pemerintah dan/atau pemerintah daerah dapat memfasilitasi organisasi profesi guru dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesi guru .(---------- Pasal 42 ----------)Organisasi profesi guru mempunyai kewenangan: a. menetapkan dan menegakkan kode etik guru; b. memberikan bantuan hukum kepada guru; c. memberikan perlindungan profesi guru; d. melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru; dan e. memajukan pendidikan nasional.

PP No. 74 Tahun 2008(---------- Pasal 44 ----------)Guru memiliki kebebasan untuk berserikat dalam Organisasi Profesi Guru.Kebebasan untuk berserikat dalam Organisasi Profesi Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan tetap mengutamakan pelaksanaan tugas proses pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.

PP No. 17 Tahun 2010(---------- Pasal 188 ----------)Organisasi profesi dapat berperan serta dalam pendidikan melalui:pengendalian mutu pendidikan profesi;pemberian pertimbangan kurikulum program studi sarjana atau diploma empat yang lulusannya berpotensi melanjutkan pada pendidikan profesi;pemberian pertimbangan kurikulum program studi kejuruan atau vokasi yang relevan;uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan;akreditasi program studi atau satuan pendidikan; dan/atauperan lain yang relevan dengan keprofesiannya.

PERLINDUNGAN GURUUU No. 14 Tahun 2005(---------- Pasal 39 ----------)Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas.Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain. Perlindungan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pemberian imbalan yang tidak wajar, pembatasan dalam menyampaikan pandangan, pelecehan terhadap profesi, dan pembatasan/pelarangan lain yang dapat menghambat guru dalam melaksanakan tugas.Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan kerja, dan/atau risiko lain.PP No. 74 Tahun 2008(---------- Pasal 40 ----------)Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, satuan pendidikan, Organisasi Profesi Guru, dan/atau Masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing.Rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh Guru melalui perlindungan:hukum;profesi; dankeselamatan dan kesehatan kerja.Masyarakat, Organisasi Profesi Guru, Pemerintah atau Pemerintah Daerah dapat saling membantu dalam memberikan perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(---------- Pasal 41 ----------)Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, Masyarakat, birokrasi, atau pihak lain.Guru berhak mendapatkan perlindungan profesi terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan, pemberian imbalan yang tidak wajar, pembatasan dalam menyampaikan pandangan, pelecehan terhadap profesi, dan pembatasan atau pelarangan lain yang dapat menghambat Guru dalam melaksanakan tugas.Guru berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja dari satuan pendidikan dan penyelenggara satuan pendidikan terhadap resiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan kerja dan/atau resiko lain.MASLAHAT GURUUU No. 14 Tahun 2005(---------- Pasal 19 ----------)Maslahat tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) merupakan tambahan kesejahteraan yang diperoleh dalam bentuk tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, beasiswa, dan penghargaan bagi guru, serta kemudahan untuk memperoleh pendidikan bagi putra dan putri guru, pelayanan kesehatan, atau bentuk kesejahteraan lain.

PP No. 74 Tahun 2008(---------- Pasal 26 ----------)Maslahat tambahan diperoleh dalam bentuk:tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, beasiswa, atau penghargaan bagi Guru; dankemudahan memperoleh pendidikan bagi putra dan/atau putri Guru, pelayanan kesehatan, atau bentuk kesejahteraan lain.

(---------- Pasal 27 ----------)Satuan pendidikan memberikan kemudahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b berupa kesempatan dan/atau keringanan biaya pendidikan bagi putra dan/atau putri kandung atau anak angkat Guru yang telah memenuhi persyaratan akademik, masih menjadi tanggungannya, dan belum menikah.Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian kemudahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.

KEBEBASAN MEMBERIKAN SANKSIPP No. 74 Tahun 2008(---------- Pasal 39 ----------)Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan Guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya.Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik Guru, dan peraturan perundang-undangan.Pelanggaran terhadap peraturan satuan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik yang pemberian sanksinya berada di luar kewenangan Guru, dilaporkan Guru kepada pemimpin satuan pendidikan.Pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh peserta didik, dilaporkan Guru kepada pemimpin satuan pendidikan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

PP No. 17 Tahun 2010(---------- Pasal 209 ----------)Peserta didik yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa peringatan, skorsing, dan/atau dikeluarkan dari satuan pendidikan oleh satuan pendidikan.PASAL PENTING LAINNYAPP No. 41 Tahun 2007(---------- Pasal 35 ----------).(6)Sekretaris kelurahan, kepala seksi pada kelurahan, kepala subbagian pada unit pelaksana teknis, kepala tata usaha sekolah kejuruan dan kepala subbagian pada sekretariat kecamatan merupakan jabatan struktural eselon IVb.Kepala tata usaha sekolah lanjutan tingkat pertama dan kepala tata usaha sekolah menengah merupakan jabatan struktural eselon Va.

PP No. 17 Tahun 2010(---------- Pasal 169 ----------)(1) Peserta didik berkewajiban:mengikuti proses pembelajaran sesuai peraturan satuan pendidikan dengan menjunjung tinggi norma dan etika akademik;menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya dan menghormati pelaksanaan ibadah peserta didik lain;menghormati pendidik dan tenaga kependidikan;memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni sosial;mencintai keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara, serta menyayangi sesama peserta didik;mencintai dan melestarikan lingkungan;ikut menjaga dan memelihara sarana dan prasarana, kebersihan, keamanan, dan ketertiban satuan pendidikan;ikut menjaga dan memelihara sarana dan prasarana, kebersihan, keamanan, dan ketertiban umum;menanggung biaya pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, kecuali yang dibebaskan dari kewajiban;menjaga kewibawaan dan nama baik satuan pendidikan yang bersangkutan; dank. mematuhi semua peraturan yang berlaku.KODE ETIK GURU(1) Hubungan Guru dengan Peserta Didik:Guru berprilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.Guru membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak-hak dan kewajibannya sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.Guru mengakui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individualdan masing-masingnya berhak atas layanan pembelajaran.Guru menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik.Guru menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.

Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.Guru menjunjung tinggi harga diri,integritas, dan tidak sekali-kali m