Pio Pengayaan

  • View
    16

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pio Pengayaan

Transcript

  • 17/04/2011

    1

    PELAYANAN INFORMASI OBAT(PIO)(PIO)

    PENDAHULUAN

    OBAT ADALAH SUATU ZAT YANG DIMAKSUDKAN UNTUK DIPAKAI DALAM DIAGNOSIS, MENGURANGI RASA SAKIT , MENGOBATI ATAU MENCEGAH PENYAKIT PADA MENCEGAH PENYAKIT PADA MANUSIA.

    UNDANG UNDANG KESEHATAN NO 36 TAHUN 2009SEDIAANFARMASI

    ADALAHOBAT,BAHANOBAT,OBATTRADISIONAL,DANKOSMETIKA

    PEKERJAANKEFARMASIAN:

    PEMBUATANTERMASUKPENGENDALIANSEDIAANFARMASI

    PENGAMANANPENGADAAN

    PENYIMPANANDANDISTRIBUSIOBAT

    PENGELOLAANOBAT

    PELAYANANOBATATASRESEPDOKTER

    PIO

    PENGEMBANGANOBAT,BAHANOBAT,DANOBATTRADISIONAL

    PENGGOLONGANOBATMENURUTPUU

    OBAT DENGAN RESEP DOKTER

    OBAT TANPA RESEP DOKTERRESEP DOKTER RESEP DOKTER

    NARKOTIKA PSIKOTROPIKA OBATKERAS

    OBATWAJIBAPOTIK (OWA) OBAT BEBAS TERBATAS OBATBEBAS

    OBAT BEBAS(Obat yang boleh diserahkan tanpa resep)

    KRITERIA (PERMENKES NO. 919/MENKES/PER/X/1993)

    1. TIDAK DIKONTRAINDIKASIKAN PENGGUNAAN PADA WANITA HAMIL, ANAK DI BAWAH USIA 2 THN DAN ORANG TUA DIATAS 65 THN.

    2. PENGOBATAN SENDIRI DENGAN CARA DIMAKSUD TIDAK MEMBERIKAN RESIKO PADA KELANJUTAN PENYAKITPADA KELANJUTAN PENYAKIT.

    3. PENGGUNAANNYA TDK MEMERLUKAN CARA DAN ATAU ALAT KHUSUS YANG HARUS DILAKUKAN OLEH TENAGA KESEHATAN.

    4. PENGGUNAANNYA DIPERLUKAN UNTUK PENYAKIT YANG PREVALENSINYATINGGI DI INDONESIA.

    5. OBAT DIMAKSUD MEMILIKI RASIO KHASIAT KEAMANAN YANG DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN UNTUK PENGOBATAN SENDIRI

    Menurut WHO kriteria yang harus dipenuhi oleh obat bebas danobat bebas terbatas adalah :

    1. Senyawa aktif yang terkandung dalam obat memiliki sifat toksisitasyang rendah.

    2. Terapi obat tidak membutuhkan pengawasan dokter.

    3 Tidak menimbulkan ketergantungan atau disalahgunakan3. Tidak menimbulkan ketergantungan atau disalahgunakan.4. Tidak berinteraksi dengan obat atau makanan yang dapat

    menimbulkan efek yang serius.5. Penggunaanya cukup luas dalam jumlah yang besar.

    6. Produk obat sebelumnya pernah dipasarkan sebagai obat resep.

  • 17/04/2011

    2

    KRITERIALAINOBATBEBAS

    1. Non Narkotika2. Non Psikotropika3. Tidak berkhasiat keras4. Resiko kecil, toksisitas rendah (terutama

    penggn jangka lama)5. Telah dikenal6. Telah merupakan obat resep dlm jangka

    waktu panjang dan tidak ada ROM7. Dapat dijual bebas

    Apotek Toko berizin Swalayan

    OBAT BEBASAdalah obat yang dijual bebas di pasarandan dapat dibeli tanpa resep dokter.

    contoh: parasetamol

    OBAT BEBAS TERBATASAdalah obat yang dapat dijual atau dibeli bebastanpa resep dokter dan disertai dengan tandaperingatan.p g

    Contoh: CTM

    Pno.1Awas!ObatKeras

    Bacalahaturanmemakainya

    Pno.2Awas!ObatKeras

    Hanyauntukkumur,jangan

    Pno.4Awas!ObatKeras

    Hanyauntukdibakar

    Pno.5Awas!ObatKerasTidak boleh ditelany , j g

    ditelan

    Pno.3Awas!ObatKeras

    Hanyauntukbagianluarbadan

    Tidakbolehditelan

    Pno.6Awas!ObatKeras

    Obatwasir,janganditelan

    NARKOTIKADEFINISI

    ZAT ATAU OBAT YANG BERASAL DARI TANAMAN ATAU BUKAN TANAMAN BAIK SINTESIS MAUPUN SEMI SIINTESIS YG DPT

    PENGGOLONGAN

    A. NARKOTIKAGOLICO:TANAMANGANJA,Amfetamin

    B. NARKOTIKAGOLIIMENYEBABKAN: PENURUNAN ATAU PERUBAHAN

    KESADARAN HILANGNYA RASA MENGURANGI SAMPAI MENGHILANGKAN

    RASA NYERI. DAPAT MENIMBULKAN KETERGANTUNGAN DIBEDAKAN DLM BBRP GOLONGAN

    CO:ALFENTANIL,PETIDINC. NARKOTIKAGOLIII

    CO:CODEIN

    UU RI No.35 thn 2009 tentang Narkotika

    NARKOTIKAYANGDILARANGDIGUNAKANUNTUKPENGOBATAN

    1. ACETORPHINUM2. ALPHACETYLMETHADOLUM3. HEROINUM4. HIDROMORPHONUM5. KETOBEMIDONUM6. NICOMORPHINUM7. OXYMORPHONUM8. RACEMORPHONUM9. THEBACONUM

    KEP.MENKESRINOMOR:196/MEN.KES/SK/VIII/1977

  • 17/04/2011

    3

    PSIKOTROPIKA

    DEFINISI

    SUATU ZAT ATAU OBAT, BAIK ALAMIAH MAUPUN SINTESIS BUKAN NARKOTIKA YANG BERKHASIAT PSIKOAKTIF MELALUI PENGARUH

    PENGGOLONGAN

    A. PSIKOTROPIKA GOL ICO: Lysergide - LSD PSIKOTROPIKA GOL IIBERKHASIAT PSIKOAKTIF MELALUI PENGARUH

    SELEKTIF PADA SUSUNAN SARAF PUSAT YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN KHAS PADA AKTIVITAS MENTAL DAN PERILAKU.

    PSIKOTROPIKA GOL IICO : Methylphenidate PSIKOTROPIKA GOL IIICO : PENTOBARBITAL

    D. PSIKOTROPIKA GOL IVCO. DIAZEPAM. LORAZEPAM

    OBAT KERAS TERTENTU(OKT) K

    Psikotropika yang mempunyai potensi mengakibatkan sindromaketergantungan digolongkan menjadi 4 golongan, yaitu:Psikotropika golongan I : yaitu psikotropika yang tidak digunakanuntuk tujuan pengobatan dengan potensi ketergantungan yang sangat kuatPsikotropika golongan II : yaitu psikotropika yang berkhasiat terapiPsikotropika golongan II : yaitu psikotropika yang berkhasiat terapitetapi dapat menimbulkan ketergantungan.Psikotropika golongan III : yaitu psikotropika dengan efekketergantungannya sedang dari kelompok hipnotik sedatif.Psikotropika golongan IV : yaitu psikotropika yang efekketergantungannya ringan.

    PP No.51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian

    Tenaga Kefarmasian adalah tenaga yang melakukan PekerjaanKefarmasian, yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian.

    Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apotekerdan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker.dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker.

    Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsungdan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan SediaanFarmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkanmutu kehidupan pasien.

    PERAN FARMASIS MENURUT WHOSEVEN STAR PHARMACIST

    Care Giver

    DecisionmakerLife longlearner

    Teacher

    Comunicator

    Leader

    Manager

    Researcher

    FUNGSI PELAYANAN FARMASI

    PELAYANAN FARMASI NON KLINIK

    PELAYANAN FARMASI KLINIK

    PRODUK ORIENTED PATIENT ORIENTED

    DEFINISI FARMASI KLINIK

    FRANCHEPraktek farmasi klinik adalah praktek

    apoteker menggunakan pertimbangan profesionalnya dan farmasetiknya untuk membantu dalam penggunaan obat yang

    tepat dan aman bagi pasientepat dan aman bagi pasien

    ASOSIASI FAKULTAS FARMASI Farmasi klinik adalah suatu bidang di dalam

    kurikulum farmasi yang berhubungan dengan perawatan pasien dengan pendekatan pada

    terapi obat

  • 17/04/2011

    4

    DEFINISIFARMASIKLINIK

    McLEODMisi utama dari farmasi klinik

    adalah peningkatan dan jaminan terapi obat yang rasional

    AMERICAN PHARMACIE ASSOCIATEDFK adalah suatu ilmu khusus yang

    tanggungjawabnya adalah untuk menjamin keamanan dan ketepatan obat oleh pasien melalui

    ilmu khusus dan fungsi dalam perawatan , pelayanan pasien dan memerlukan pendidikan dan pelatihan khusus.

    TUJUAN PELAYANAN FARMASI KLINIK

    1. MENJAMIN PASIEN MENERIMA TERAPI OBAT YANG RASIONAL

    2 MENGHORMATI HAK/PILIHAN PASIEN2. MENGHORMATI HAK/PILIHAN PASIEN

    PENGGUNAAN OBAT YANG RASIONAL

    1. PASIEN MENERIMA OBAT SESUAI KEBUTUHAN KLINIK

    2. DOSIS SESUAI DENGAN KEBUTUHAN INDIVIDU

    3. PERIODE/LAMA TERAPI TEPAT

    4. PENYIAPAN DAN PENYERAHAN YANG BENAR

    5. RASIO MANFAAT BIAYA YANG TINGGI

    WHO (4T+1W)TEPAT INDIKASITEPAT PASIENTEPAT OBAT

    TEPAT REGIMEN (dosis, cara dan lama terapi)WASPADA EFEK SAMPING

    LATAR BELAKANG PIO

    1. JUMLAH OBAT YANG BEREDAR SEMAKIN MENINGKAT

    2. BANYAKNYA INFORMASI OBAT YANG TERSEDIA SEHINGGA MEMERLUKAN KEMAMPUAN YANG CUKUP BAGI TENAGA KESEHATAN UNTUK MENGGUNAKAN DAN MENGANALISIS.

    3. JUMLAH INFORMASI OBAT MENJADI KOMPLEKS KARENA DILENGKAPI DGN DATA NUMERIK SEPERTI: PARAMETER FARMAKOKINETIK DAN DGN DATA NUMERIK SEPERTI: PARAMETER FARMAKOKINETIK DAN ANALISIS STATISTIK YANG MEMERLUKAN KEAHLIAN KHUSUS UNTUK MENDALAMINYA

    4. PENGARUH INFORMASI DARI INDUSTRI FARMASI KEPADA TENAGA KESEHATAN (DOKTER) SEHINGGA INFORMASI YANG DITERIMA TIDAK OBYEKTIF.

    Pengobatan berbasis bukti (Evidance based medicine , EBM) merupakan penggunaan bukti terbaik saat ini yang bijaksana, tegas, d h i b dan penuh pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan pelayanan pasien individual

    PENERAPAN EBM:Perpaduan dari keahlian klinis dengan ketersediaan bukti klinis terbaik dari pustaka atau sumber informasi yang sah dan mutakhir/penelitian secara sistematis.

    Apoteker i t lApoteker mempunyai tugas pelayanan:Memastikan bahwa informasi yang diberikan kepada pasien didukung oleh bukti dan sumber yang dapat diandalkan

  • 17/04/2011

    5

    DEFINISI PIO

    1 AKTIVITAS DARI APOTEKER YANG TERLATIH UNTUK

    DEFINISI INFORMASI OBATPengetahuan atau data yang terdokumentasi, dijabarkansecara obyektif dan ilmiah mencakup farmakologi, toksikologi, dan penggunaan dari terapi obat

    1. AKTIVITAS DARI APOTEKER YANG TERLATIH UNTUK MEMBERIKAN INFORMASI YANG TEPAT, OBYEKTIF DAN DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN (Watanabe,1982)

    2. MENGUMPULKAN, MENGKAJI, MENGEVALUASI, MENGORGANISASIKAN, MENYIMPAN, MERINGKAS DAN MENDISTRIBUSIKAN INFORMASI TENTANG OBAT DALAM BERBAGAI BENTUK METODA KEPADA PROFESIONAL YANG MEMERLUKAN (Mc Leod)

    TUJUAN PIO

    1. MENUNJANG PENGELOLAAN DAN TERAPI OBAT YANG RASIONAL DAN BERORIENTASI KEPADA PASIEN.

    2. MENYEDIAKAN INFORMASI TENTANG OBAT

    3. MENINGKATKAN PROFESIONALISME APOTEKER

    KLASIFIKASI PELAYANAN INFORMASI OBAT

    DRUG INFORMATION SERVICE (DIS) MEMBERIKAN INFORMASI YANG TERBATAS DENGAN SUMBER INFORMASI

    YANG TERBATAS. MENERIMA DAN MENJAWAB PERTANYAAN YANG SEDERHANA YG BERKAITAN

    DGN OBAT.

    DRUG INFORMATION UNIT (DIU) MELIPUTI PENDIDIKAN , DAN KEDUDUKANNYA LEBIH FORMAL.

    DRUG INFORMATION CENTER (DIC) MENCAKUP PELAYANAN YANG LEBIH LUAS, PENDIDIKAN DAN

    PENELITIAN.

    SARANA PENYAMPAIAN INFORMASI OBAT

    LINGKUP JENIS PELAYANAN INFORMASI OBAT

    1. PIO UNTUK MENJAWAB PERTANYAANBerdasarkan pe