Pola-Pola Perancangan

  • View
    54

  • Download
    21

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pemesanan Paket Wisata

Text of Pola-Pola Perancangan

TUGAS POLA-POLA PERANCANGAN (UTS) PEMESANAN PAKET WISATA Dengan Design pattern (Factory Method)

Disusun Oleh :

Julius Halingkar

09120059

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA 2013

BAB I PENDAHULUAN1. LATAR BELAKANG Pada era komputerisasi sekarang ini, hampir semua bidang usaha menggunakan teknologi berbasis komputer dan salah satu contohnya ialah penggunaan teknologi internet yang dewasa ini telah berkembang dengan pesat. Melalui internet banyak hal-hal yang bisa dilakukan secara cepat dan efisien sehingga menghemat waktu, biaya dan tenaga. Faktorfaktor yang menguntungkan tersebut membuat banyak perusahaan menggunakan teknologi internet untuk memasarkan produknya. Pariwisata merupakan industri perdagangan jasa yang memiliki mekanisme pengaturan yang kompleks karena mencakup pengaturan pergerakan wisatawan dari negara asalnya, di daerah tujuan wisata hingga kembali ke negara asalnya yang melibatkan berbagai hal seperti; transportasi, penginapan, restoran, pemandu wisata, dan lain-lain. Oleh karena itu, industri pariwisata memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata. Dalam menjalankan perannya, industri pariwisata harus menerapkan konsep dan peraturan serta panduan yang berlaku dalam pengembangan pariwisata agar mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang nantinya bermuara pada pemberian manfaat ekonomi bagi industri pariwisata dan masyarakat lokal. Industri-industri pariwisata yang sangat berperan dalam pengembangan pariwisata adalah: biro perjalanan wisata, hotel dan restoran. Selain itu juga didukung oleh industry-industri pendukung pariwisata lainnya.Biro perjalanan wisata merupakan jembatan penghubung antara wisatawan dengan penyedia jasa akomodasi, restoran, operator adventure tour, operator pariwisata dan lain-lain. Umumnya wisatawan menggunakan jasa biro perjalanan wisata dalam menentukan rencana perjalanannya ( tour itinerary) , namun tidak tertutup kemungkinan wisatawan mengatur rencana perjalanannya sendiri. Dalam konteks pengembangan pariwisata, biro perjalanan wisata memiliki beberapa penting antara lain: 1. Mendatangkan wisatawan. Ketidaktahuan wisatawan terhadap destinasi yang akan dikunjungi merupakan faktor pendorong utama untuk menggunakan jasa biro perjalanan wisata sebagai pemandunya. Meminimalisasi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh wisatawan. Biro perjalanan wisata harus memberikan informasi pra perjalanan ( pre-tour information) , literatur, atau buku

1. panduan lainnya tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berada di destinasi pariwisata untuk menghindari munculnya dampak-dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan sosial- budaya masyarakat. Tindakan lain yang dapat dilakukan adalah dengan cara menggunakan sistem pengaturan jumlah kunjungan wisatawan dalam skala kecil sehingga bisa mengurangi intensitas sentuhan langsung wisatawan dengan alam dan tidak melebihi daya tampung ( over-visited) destinasi pariwisata. 2. Meminimalisasi dampak-dampak yang disebabkan oleh operator penjual produk pariwisata. Ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan dan

3.

4. 5. 6.

pemahaman kepada para manajer, staf dan karyawan lainnya terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan sosial-budaya masyarakat. Menyediakan program pelatihan kepada para manajer, staf dan karyawan lainnya tentang cara berkomunikasi dan menangani wisatawan yang ketika mereka berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sosial-budaya masyarakat. Memberikan bantuan dana untuk konservasi alam yang dijadikan sebagai salah satu produk atau paket wisata. Memberikan peluang kepada masyarakat lokal untuk bekerja sesuai dengan kompetensinya Menyediakan paket-paket wisata yang ramah lingkungan.

2. BATASAN MASALAH Batasan maslah pada pemesanan Paket Wisata secara Online yaitu: 1. Perancangan pada sistem informasi pelayanan paket Wisata hanya pada proses Pemesanan Paket Wisata Secara Online. 2. Perancangan ini dilakukan pada sistem informasi pemesanan paket wisata yang menampilkan informasi yang berupa form pemesanan dan paket wisata 3. Di tabel paket wisata juga terdapat kota tujuan dan harga perpaket wisata yang sudah ditetapkan dalam paket wisata. 3. Rumusan Masalah dan Ruang Lingkup a. Sistem ini menyediakan jasa layanan paket wisata domestik melalui internet, dan diakses melaui internet b. Dalam situs ini diberi batasan, bahwa nantinya situs ini hanya akan sampai pada proses pemesanan saja dan tidak sampai pada pembayaran. 4. TUJUAN Tujuan dari pembuatan situs pemesanan paket wisata online ini adalah sbb : - Untuk membuat sistem informasi berbasiskan web yang sesuai dengan kebutuhan user bila ia ingin memesan paket wisata domestik secara online. - Untuk menerapkan mata kuliah Pola Pola Perancangan (P3) tentang desain pattern. - Untuk menyelesaikan tugas tengah semester mata kuliah mata kuliah pola-pola perancangan yang kami ambil

BAB II DASAR TEORI

A.

UML

UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa untuk menentukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak. Artifact dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari system perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan system non perangkat lunak lainnya (Cernosek dan Naiburg, 2004). UML merupakan suatu kumpulan teknik terbaik yang telah terbukti sukses dalam memodelkan sistem yang besar dan kompleks. UML tidak hanya digunakan dalam proses pemodelan perangkat lunak, namun hampir dalam semua bidang yang membutuhkan pemodelan. Bagian-bagian diagram utama dari UML adalah : 1.Use Case Diagram Use case adalah abstraksi dari interaksi antara sistem dan aktor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah system dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah system dipakai. 2. Class Diagram Class adalah dekripsi kelompok obyek-obyek dengan property, perilaku (operasi) dan relasi yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan global atas sebuah sistem. 3. Component Diagram Component software merupakan bagian fisik dari sebuah system, karena menetap di komputer tidak berada di benak para analis. Komponen merupakan implementasi software dari sebuah atau lebih class. 4. Deployment Diagram Menggambarkan tata letak sebuah system secara fisik, menampakkan bagian-bagian software yang berjalan pada bagian-bagian hardware, menunjukkan hubungan komputer dengan perangkat (nodes) satu sama lain dan jenis hubungannya. 5. State Diagram Menggambarkan semua state (kondisi) yang dimiliki oleh suatu object dari suatu class dan keadaan yang menyebabkan state berubah.

6. Sequence Diagram Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan perilaku pada sebuah skenario. Kegunaannya untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antara object juga interaksi antara object, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem. 7. Collaboration Diagram Menggambarkan kolaborasi dinamis seperti sequence diagrams. Dalam menunjukkan pertukaran pesan, collaboration diagrams menggambarkan object dan hubungannya (mengacu ke konteks). 8. Activity Diagram Menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktifitas lainnya seperti use case atau interaksi B. FACTORY METHOD Desain pattern ini memisahkan kode untuk membuat obyek, sehingga ketika jenis obyek yang dapat dibuat bertambah, kode yang berubah hanya kode pembuatan obyenya saja. Bisa di katakan bahwa Factory adalah method yang memiliki fungsi khusu untuk melakukan konstruksi class menjadi objek dan mengembalikan referensi objek tersebut.

Keterangan : Product : abstrak mendefinisikan obyek interfaces dari class yang dibentuk ConcreteProduct : implementasi dari product tersebut Creator (document) : Deklarasi Factory dengan nilai balik obbyek tipe product dan juga mendefinisikan nilai balik dari obyek ConcreteProduct ConcreteCreator : mengabaikan nilai balik dari ConcreteProduct

BAB III PEMBAHASANA. SEMBILAN (9) UML

Untuk mendokumentasikan hasil dari analisa yang kita peroleh maka kita perlu membuat UML,dan UML untuk project ini adalah sbb : 1. Use Case diagram

Keterangan gambar : Tugas masing masing aktor : - Customer dalam use case diagram, bisa mengakses paket wisata yang ditawarkan yang dimana terdapat pilihan pilihan paket wisata dan keterangan setiap paket paketnya untuk info paket yang ingin dipilih. Di dalam paket wisata yang ditawarkan, menjelaskan harga paket, spesifikasi tour setiap hari yang sudah ditentukan, dan termasuk kendaraan dan penginapan Operator dalam use case diagram, bisa mengakses request pemesanan paket yang sudah di pesan oleh customer untuk didata lebih lanjut dan di proses untuk pembokingan paket wisata. Bussines Use Case

Keterangan : Customer saat melakukan pemesanan pasti akan memilih paket wisata yang di inginkan. Operator akan melihat atau melakukan pendataan request pemesanan paket wisata, pasti sudah ada customer yang melakukan pemesanan paket wisata. 2. Class Diagram

Keterangan : Kelas Aplikasi Pemesanan Wisata yang merupakan penyedia sebuah antarmuka (Aplikasi Pemesanan Paket Wisata). Kelas Paket Wisata merupakan implementasi product yang dimana paket yang ditawarkan Kelas Subpaketwisata merupakan generalization dari paket wisata Kelas pemesanan merupakan implementasi request pemesanan yang akan dilakukan oleh customer. Kelas pesan merupakan report/laporan dari kelas pemesanan.

3.SequenceDiagram

Keterangan : Customer mengakses form paket wisata untuk melihat dan memilih paket wisata yang ingin dipilih, pemesanan di lakukan saat customer telah menemukan paket wisata yang sesuai keinginan pada form pemesa