polimer jibay

  • View
    52

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of polimer jibay

  • 1

    Proposal Praktikum Mata Kuliah Pilihan Polimer

    Sintesa Edible Film berbahan Pektin Daun Cincau Hijau (Premna oblongfolia Merr) Melalui Aquaextraction dengan Variasi Asam Stearat

    Diajukan Untuk: Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pilihan Polimer

    Oleh :

    Arteria Widya Utama 21030111060022 Angkatan 2011 Aji Bayu Kurnikawan 21030111060052 Angkatan 2011 Gilang Perdana Adyaksa 21030111060104 Angkatan 2011

    PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK

    UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

    2011

  • 2

    HALAMAN PENGESAHAN

    1. Judul Praktikum : Sintesa Edible Film berbahan Pektin Daun Cincau Hijau (Premna oblongfolia Merr) Melalui Aquaextraction dengan Variasi Asam Stearat

    2. Nama Praktikan : 2.1 Arteria Widya Utama 21030111060022 2.2 Aji Bayu Kurnikawan 21030111060052 2.3 Gilang Perdana Adyaksa 21030111060104

    3. Dosen Pembimbing : Ir. Hj. Wahyuningsih M Si. NIP : 195403181986032001 Jurusan : Program Studi Diploma III Teknik Kimia Fakultas : Teknik

    Universitas : DIPONEGORO

    Semarang, 6 November 2013 Mengetahui

    Dosen Pembimbing

    Ir. Wahyuningsih M Si. NIP. 195403181986032001

    Praktikan I

    Arteria Widya Utama NIM. 21030111060022

    Praktikan II

    Aji Bayu Kurniawan NIM. 21030111060052

    Praktikan III

    Gilang Perdana Adyaksa NIM. 21030111060104 21030111060052

  • 3

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ekstraksi Pektin Daun Cincau Hijau (Premna oblongfolia Merr) dengan Aquasolvent dan Aditif Gliserol sebagai Plastizer menjadi Edible Film. Pada karya tulis ini terdapat penjelasan tentang proses ekstraksi Daun Cincau hijau yang dapat diolah menjadi Edible Film menggunakan ektraksi aquadest dan gliserol sebagai plastizer. Nantinya diharapkan karya tulis ini dapat menjadi sebuah panduan untuk menelaah kembali manfaat dari daun cincau sendiri, khususnya terhadap pembuatan Edible

    Film.

    Dalam penyusunan karya tulis ini penulis menyadari banyak pihak yang telah memberi bantuan, sehingga dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

    1. Ir. Hj. Wahyuningsih, MSi selaku dosen pengampu mata kuliah pilihan polimer yang telah membimbing dan membantu dalam penyelesaian karya tulis ini.

    2. Serta pihak-pihak lain yang turut membantu dalam pembuatan karya tulis ini.

    Penulis menyadari sepenuhnya karya tulis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun demi perbaikan dan kesempurnaan karya tulis ini sangat penulis harapkan. Akhirnya dengan terselesainya penyusunan karya tulis ini maka

    penulis mengharap semoga dapat memberi manfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan.

    Semarang.2013

    Penulis

  • 4

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL. i KATA PENGANTAR.. ii DAFTAR ISI.. iii ABSTRAK. vi

    BAB I

    Pendahuluan...... 1

    Latar Belakang.... 1

    Tujuan Penulisan..... 2

    BAB II

    Tinjauan Pustaka.. 3

    BAB III

    Metode Penelitian.. 5

  • 5

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 Judul Penelitian Sintesa Edible Film berbahan Pektin Daun Cincau Hijau (Premna oblongfolia Merr) Melalui Aquaextraction dengan Variasi Asam Stearat

    1.2. Latar Belakang Sejak 5 tahun yang lalu, tren untuk mengkonsumsi makanan semakin menuju ke arah kebiasaan yang baik. Selain pola untuk mengurangi konsumsi makanan berlemak,

    orang-orang pun mulai mengkonsumsi makanan yang sehat. Menurut penelitian yang

    dilakukan di Amerika, 7 dari 10 orang mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran daripada makanan lainnya. Permintaan akan makanan sehat semakin meningkat dan wilayah untuk pemasaran produk baru, seperti pembungkus makanan yang dapat dimakan akan semakin meningkat (MajariMagazine.2011). Pembungkus dari bahan buah-buahan dan sayuran dapat menggantikan beberapa pembungkus asintetik yang biasanya digunakan untuk mengawetkan dan melindungi makanan tersebut. Pembungkus ini juga dapat dipakai sebagai pembungkus makanan sebelum disimpan di kulkas sehingga muncullah istilah

    edible film. Edible film sendiri adalah lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat

    dimakan, dibentuk di atas komponen makanan yang berfungsi sebagai penghambat transfer massa (misalnya kelembaban, oksigen, lemak, dan zat terlarut) dan atau sebagai carrier bahan makanan atau aditif yang biasanya dibuat dari senyawaan hidrokoloid (Astawan.1997). Bahan hidrokoloid yang bias digunakan diantaranya adalah pectin yang bias ditemui pada tanaman cincau. Tanaman cincau termasuk tanaman asli Indonesia dan mempunyai nama lain diantaranya Camcao, Juju, Kepleng (jawa), Camcauh, Tahulu (sunda). Tanaman ini tumbuh menyebar di daerah Jawa Barat (sekitar Gunung Salak, Batujajar, Ciampea dn Ciomas), Jawa Tengah (Gunung Ungaran, Gunung Ijen), Sulawesi, Bali, Lombok dan Sumbawa (Astawan 2002). Cincau hijau pohon ( Premna oblongifolia Mier ) merupakan bahan makananan tradisioanal yang telah lama dikenal masyarakat dan digunakan sebagai isi minuman segar.

  • 6

    Cincau tersebut disenangai masyarakat karena berasa khas, segar, dingin serta harganya murah. Data Terakhir menunjukkan total kebun tanaman cincau hijau Indonesia sekitar 2.464 hektare dengan tingkat produksi 15.985 ton per tahun bahkan permintaan cincau cukup besar, bahkan mencapai Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogjakarta (Kompas.7/22/2011).

    Menurut Artha dalam Nurdin dan Suharyono (2007) komponen utama ekstrak cincau hijau yang membentuk gel adalah polisakarida pektin yang bermetoksi rendah. Pektin tersebut merupakan kelompok hidrokoloid pembentuk gel yang

    apabila diserut tipis-tipis mempunyai sifat amat rekat terhadap cetakan dan tembus pandang, sehingga berpotensi dibuat sebagai edible film. Penggunaan pektin dari cincau hijau dapat dikombinasikan dengan tepung tapioca, sehingga menghasilkan film yang bersifat transparan serta kaku karena menurut Krochta dan Mulder-Johnston dalam Murdianto, et.al (2007), edible film dari tapioca memiliki sifat mekanik yang hamper sama dengan plastikdan kenampakannya transparan. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, seperti potensi sumberdaya alam Indonesia yang cukup besar untuk menghasilkan daun cincau hijau serta ubi kayu sebaagai penghasil pektin dan tapioca untuk pembuatan Edible film, serta manfaar yang diperoleh dari penggunaan Edible film, maka penelitian dari Edible film dari pektin cincau hiaju ( Premna oblongifoli Merr.)dan tapioca perlu diupayakan.

    1.2 Tujuan Penelitian 1.2.1 Membuat Edible film berbahan pectin cincau hijau dengan variasi konsentrasi pectin

    dan gliseol sebagai plastisizer. 1.2.2 Mengetahui pengaruh pektin cincau hijau terhadap sifat fisik (ketebalan dan kelarutan),

    mekanik (pemanjangan dan kuat regamg putus), serta penghambatan edible film pektin cincau hijau komposit tepung tapioca terhadap laju transmisi uap air (WVTF)

  • 2.1 Cincau Hijau (Premma oblongifolia Merr.) Cincau dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai umum ada 2 jenis cincau yaitu cincau hijau pohon hitam. Keduanya berbeda dalam hal warna, cita rasa, penampakan, bahan baku, dan cara pembuatannya. Secara konvensional cinccau hijau dibuat dari dari daun cincau tanpa proses pemanasan, sedngkan cincau hitam seluruh ba

    digunakan sebagai obat penurun panas, obat radang lambung, menghilangkan rlemah dan penurun darah tinggi.

    dapat menurunkan sel kanker.antioksidan. Beberapa komponen yang berperan aktif dalam cincau karotenoid, flavonoid, dan klorofil (Mardia,et.all.,2007).gizi nya.Berbagai info menunjukkan cincau tidak perlu diragukan perannnya sebagai bahan pangan dan diyakini sebagai tanaman berkhasiat obat.Beberapa kandungan gizi dalam cincau hijau sebagai berikut.

    Tabel 2.1 Kandungan gizi cincau hijau per 100 gram bahan.

    Komponen Zat Gizi

    Kalori (kal) Protein (gram)

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    Cincau Hijau (Premma oblongifolia Merr.) Cincau dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai minimum tradisional

    umum ada 2 jenis cincau yaitu cincau hijau pohon maupun cincau hijau rambat dan cincau hitam. Keduanya berbeda dalam hal warna, cita rasa, penampakan, bahan baku, dan cara pembuatannya. Secara konvensional cinccau hijau dibuat dari dari daun cincau tanpa proses pemanasan, sedngkan cincau hitam seluruh bagian tanaman cincau dengan bantuan proses

    pemanansan dan penambahan pati serta abu Qi (Astawan.2004). Pada penelitian ini digunakan bahan baku berupa cincau hijau pohon (Premna oblongfini disebabkan jenis cincau inilah yang banyak ditemukan dilingkungan sekitar. Cincau hijuan merupakan tanaman obat yang dapat dikomusmsi dalam ventuk pangan fungsional seperti makanan pencuci mulut dan healty snak. Secara tradisional

    digunakan sebagai obat penurun panas, obat radang lambung, menghilangkan rlemah dan penurun darah tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak air cincau dapat menurunkan sel kanker. Bahkan ektrak dari akar cincau memliki aktivitas sebgaai antioksidan. Beberapa komponen yang berperan aktif dalam cincau karotenoid, flavonoid, dan klorofil (Mardia,et.all.,2007). Manfaat suatu bahan pangan dapat dilihat dari kandungan

    nfo menunjukkan cincau tidak perlu diragukan perannnya sebagai bahan pangan dan diyakini sebagai tanaman berkhasiat obat.Beberapa kandungan gizi dalam cincau hijau sebagai berikut.

    Tabel 2.1 Kandungan gizi cincau hijau per 100 gram bahan.

    Jumlah

    122

    6,0

    7

    minimum tradisional.Secara maupun cincau hijau rambat dan cincau

    hitam. Keduanya berbeda dalam hal warna, cita rasa, penampakan, bahan baku, dan cara pembua