PRESENTASI KNPK (Power Point) Final

  • View
    434

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

LANGKAH-LANGKAH NYATA YANG TELAH DILAKSANAKAN OLEH KEJAKSAAN RI DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI KHUSUSNYA TERKAIT DENGAN UPAYA PENINGKATAN INTEGRITAS LEMBAGA MELALUI PENERAPAN KODE ETIK DAN PEDOMAN PERILAKUBASRIEF ARIEF1

PENDAHULUANKEJAKSAAN ADALAH INSTITUSI YANG MENGEMBAN TUGAS-TUGAS PUBLIK, TERUTAMA DIBIDANG PENEGAKAN HUKUM PIDANA YAITU PENYIDIKAN PERKARA TERTENTU, PENUNTUTAN DAN EKSEKUSI PUTUSAN PENGADILAN SERTA MEWAKILI NEGARA DAN PEMERINTAH DALAM PERKARA PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA (PASAL 30 UU NO. 16 TAHUN 2004) 2

VISI DAN MISI KEJAKSAAN

VISIMembentuk Kejaksaan sebagai lembaga hukum yang bersih, efektif, efisien, transparan, akuntabel, untuk dapat memberikan pelayanan prima dalam mewujudkan supremasi hukum secara profesional dan bermartabat yang berlandaskan keadilan, kebenaran, serta nilai-nilai kepatutan .

MISIMengoptimalkan setiap pelaksanaan fungsi yang bertujuan meningkatkan pencapaian kinerja, peningkatan pembinaan dan pengawasan, peningkatan pelayanan publik, pembenahan (recovery) struktur organisasi Kejaksaan dan membentuk aparat Kejaksaan yang handal, tangguh, profesional, bermoral dan beretika, dalam upaya penegakan hukum yang berkeadilan

3

GAMBARAN UMUM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI YANG TELAH DILAKUKAN OLEH KEJAKSAAN RI PADA BIDANG TINDAK PIDANA KHUSUS

1. Arah Kebijakan Kejaksaan Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi berpedoman pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Rencana Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2011 ; Peningkatan Akuntabilitas dan Keterbukaan Informasi Penguatan Pengawasan dan Pendisiplinan Pengembangan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Peningkatan Akuntabilitas dan Transparansi Perbaikan sistem penanganan perkara Peningkatan sistem pengelolaan sumber daya manusia Pemenuhan kebutuhan anggaran

GAMBARAN UMUM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI YANG TELAH DILAKUKAN OLEH KEJAKSAAN RI PADA BIDANG TINDAK PIDANA KHUSUS

2. Kegiatan-kegiatan Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi yang Dilakukan pada bidang Tindak Pidana Khusus : Menentukan sektor prioritas pemberantasan tindak pidana korupsi untuk menyelamatkan uang negara Merumuskan dan menetapkan kriteria penentuan prioritas untuk penanganan kasus-kasus korupsi yang telah ada untuk mempercepat penanganan dan penyelesaian kasus Mempercepat pembekuan dan pengelolaan aset hasil penyitaan negara 5

3. Hasil Capaian Penanganan Perkara Tindak

Pidana Korupsi (Januari s/d Oktober 2011) seluruh Indonesia sebagai berikut:3.1. PENYIDIKAN :NO. SATUAN KERJA TARGET PERKARA CAPAIAN JUMLAH PERKARA PROSENTASE

1. 2.

KEJAKSAAN AGUNG KEJATI, KEJARI, CABJARI JUMLAH

100 1.445 1.545

90 1.316 1.406

90% 91,07% 91%6

3.2. PENUNTUTANNO SATUAN KERJA TARGET PERKARA CAPAIAN JUMLAH PERKARA PROSENTASE

1. KEJAKSAAN AGUNG

100

57

57%

2. KEJATI, KEJARI, CABJARIJUMLAH

1.4451.545

897954

62,07%61,74%

7

3.3. UANG NEGARA YANG BERHASIL DISELAMATKANNO. SATUAN KERJA JUMLAH

1.

KEJAKSAAN AGUNG

Rp. 27.294.538.287,+ US $ 2,290,56

2.

KEJATI, KEJARI, CABJARIJUMLAH

Rp. 146.160.294.265,Rp. 173.454.832.552,+ US $ 2,290,568

PROGRAM KEGIATAN DAN UPAYA DALAM RANGKA PENINGKATAN INTEGRITAS LEMBAGA

1. PENINGKATAN KAPASITAS PENEGAK HUKUM :

APARATUR

Memberikan pendidikan dan pelatihan bagi Jaksa anggota Satuan KhususPenanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi Memperkuat disiplin pegawai Pembekalan dan sosialisasi mengenai kode perilaku Jaksa dan pembekalan rohani Membangun budaya moral anti korupsi

PROGRAM KEGIATAN DAN UPAYA PENINGKATAN INTEGRITAS LEMBAGA

DALAM

RANGKA

2. PENINGKATAN INTEGRITAS LEMBAGAMenyusun Standar Operasional Prosedur penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Menyusun Standar Operasional Prosedur terintegrasi Menyempurnakan & mengimplementasikan pedoman pelayanan pengaduan masyarakat Mengimplementasikan Standar Profesi / Kode Etik Menyempurnakan sistem manajerial lembaga penegak hukum Meningkatkan pengawasan melekat dan pengawasan fungsional Mempercepat proses penanganan perkara untuk meningkatkan kepercayaan publik

PENERAPAN KODE ETIK PERILAKU DAN PEDOMAN PERILAKU

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan integritas Jaksa, telah ditetapkan Kode Perilaku Jaksa dengan Peraturan Jaksa Agung Nomor 067/A/JA/7/2007 tentang Kode Perilaku Jaksa dan Kode Praktis/Etika Profesi yaitu Peraturan Jaksa Agung Nomor 066/A/JA/7/2007 tentang Standar Minimum Profesi Jaksa

........PENERAPAN KODE ETIK PERILAKU DAN PEDOMAN PERILAKU

Mekanisme dan tata cara penerapan serta monitoring atau pengawasan terhadap aparat Kejaksaan Republik Indonesia didasarkan pada Intruksi Presiden Nomor 15 tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan . terdapat 2 (dua) bentuk pengawasan : Pengawasan Melekat : dilakukan oleh pimpinan satuan kerja terhadap bawahannya sampai dua tingkat ke bawah; Pengawasan Fungsional : dilaksanakan oleh Pejabat Pengawasan Fungsional, dilakukan baik dibelakang meja (Buril) maupun ditempat satuan kerja (Inspeksi).

........PENERAPAN KODE ETIK PERILAKU DAN PEDOMAN PERILAKU

Selama tahun 2011, Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI telah menerima laporan pengaduan sebanyak 2.416 dengan prosentase penyelesaian laporan pengaduan mencapai 225,5%, dengan rincian;215 Pengaduan terbukti 1.138 Pengaduan tidak terbukti 1.063 Pengaduan masih dalam tingkat penyelesaian

.......PENERAPAN KODE ETIK PERILAKU DAN PEDOMAN PERILAKU

PROSES PIDANA

Pada tahun 2011 terdapat beberapa Pegawai Kejaksaan menjalani proses pidana, yang penyidikannya dilakukan oleh Penyidik :Kepolisian : berjumlah 1 (satu) orang Kejaksaan : berjumlah 3 (tiga ) orang KPK : berjumlah 2 (dua ) orang

PENERAPAN KODE ETIK PERILAKU DAN PEDOMAN PERILAKU

KENDALA YANG DIHADAPI dalam upaya penerapan kode etik dan pedoman perilaku : kurangnya kesadaran untuk mengubah pola pikir, mengubah pola kerja dan tata laku. SOLUSI PERMASALAHANNYA meningkatkan pelaksanaan Waskat oleh seluruh pejabat struktural kepada bawahannya sempai dengan 2 (dua) tingkat kebawah meningkatkan fungsi pengawasan yang berorientasi pencegahan dan penindakan, sehingga memberikan efek jera (detterent effect) serta daya tangkal (preventive effect) dengan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

.PENERAPAN KODE ETIK PERILAKU DAN PEDOMAN PERILAKU

Kode Etik dan Pedoman Perilaku Jaksa : Membentuk sumber daya manusia Kejaksaan yang mempunyai Integritas Tinggi, Mengubah keseluruhan proses penanganan perkara menjadi lebih baik, Terjaminnya kepastian hukum yang menjunjung tinggi hak azasi manusia, Penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat.

RENCANA AKSI KEJAKSAAN RI DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI KEDEPAN Dalam penguatan kelembagaan dan pencegahan penyimpangan dalam penanganan perkara rencana aksi yang dilakukan Kejaksaan RI : Pengembangan Database Penanganan Perkara; Standarisasi Produk Penanganan Perkara; Supervisi yang Efektif Dalam Penanganan Perkara; Eksaminasi yang Efektif dan Transparan; Pengembangan Performance Management; Penguatan Penggunaan Teknologi Informasi

..RENCANA AKSI KEJAKSAAN RI DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI KEDEPAN

Dengan rencana aksi tersebut diharapkan penanganan perkara yang dilaksanakan dapat memenuhi sasaran yaitu : Penanganan perkara yang berkualitas ; Penanganan perkara secara obyektif; dan Penegakan hukum yang transparan

RENCANA AKSI KEJAKSAAN RI DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI KEDEPAN

1MEMBANGUN SDM KEJAKSAAN YANG PROFESIONAL

2PENYEMPURNAAN OPERASIONAL DI KEJAKSAAN

3MERAIH KEPERCAYAAN PUBLIK

3 PILAR UTAMA PENGUATAN KELEMBAGAAN19

PENUTUP1.Pemberantasan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan RI telah dilakukan dengan pencapaian kinerja melebihi target yang ditetapkan ; 2.Dalam penerapan kode etik dan pedoman perilaku telah dilakukan evaluasi dan pemberian reward serta sanksi terhadap kinerja aparat Kejaksaan RI ; 3.Rencana Aksi pemberantasan korupsi, akan disesuaikan dengan visi dan misi Rencana Strategis Kejaksaan RI 2010 2014, dengan melakukan perbaikan, pembenahan struktur dan sistem manajemen secara berkelanjutan .

TERIMA-KASIH21