PROTAP BENCANA

Embed Size (px)

DESCRIPTION

protap bencana

Citation preview

  • KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

    DAERAH SUMATERA BARAT

    PROSEDUR TETAP

    Tentang

    SISTEM PENANGANAN BENCANA ALAM

    DI WILAYAH SUMATERA BARAT

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1. Umum

    a. Letak Geografis dan kondisi Geologis wilayah Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah yang mempunyai tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap bencana alam seperti gempa bumi yang berpotensi Tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor dan lain-lain.

    b. Upaya antisipasi bencana alam baik yang ditimbulkan oleh alam maupun oleh ulah manusia perlu segera diupayakan perwujudannya baik dalam tahap sebelum, selama maupun sesudah bencana terjadi, yang meliputi kegiatan pencegahan, penyelamatan, rehabilitasi dan rekonstruksi.

    c. Polda Sumbar bertugas melayani dan melindungi masyarakat perlu menetapkan langkah-langkah yang preemtif, preventif dan represif dalam rangka kesiapan penanggulangan bencana alam di wilayah Sumatera Barat.

    d. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas penanggulangan bencana alam, perlu dilakukan penataan tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja didalam suatu bentuk piranti lunak dengan sebutan Prosedur Tetap Tentang Penanganan Bencana Alam yang meliputi kesiapan penanggulangan bencana berupa, sistem peringatan dini (early warning system) bencana alam, Standar Sistim Manajemen Keadaan Darurat, pengamanan wilayah bencana alam, penyelamatan dan evakuasi korban.

    2. Dasar

    a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

    b. Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

    LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    2

    d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

    e. Peraturan Presiden RI Nomor 8 tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

    f. Kejadian Gempa Bumi yang terjadi di Sumatera Barat pada tanggal 30 September 2009 yang mengakibatkan kerugian material dan immaterial yang sangat besar dan membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat.

    g. Perkiraan Intelijen Polda Sumbar tahun 2010.

    3. Maksud Dan Tujuan

    a. Maksud

    Pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk dan gambaran bagi petugas Polri tentang pokok-pokok, urutan tindakan dalam rangka penanggulangan sebelum, pada saat dan setelah terjadi bencana alam serta sebagai bahan acuan dalam rangka melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

    b. Tujuan

    Tujuannya agar terciptanya persamaan persepsi dalam melakukan tindakan di lapangan serta koordinasi yang baik antara Polri dan Instansi terkait dalam rangka penyiapan dan pelaksanaan penanggulangan bencana alam yang lebih efektif dan berhasil guna mengurangi resiko dan korban yang lebih besar.

    4. Ruang Lingkup

    Ruang lingkup Prosedur Tetap ini meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian, dalam rangka penanggulangan bencana alam mulai dari Sistim peringatan dini (early warning system), Standar Sistim Manajemen Keadaan Darurat (pengamanan/tindakan saat terjadinya bencana), penyelamatan dan evakuasi korban bencana (pengamanan saat setelah terjadinya bencana), serta tindakan lanjutan pengamanan wilayah bencana (pengamanan pasca bencana).

    5. Tata Urut

    I. PENDAHULUAN

    II. SITUASI WILAYAH POLDA SUMBAR

    III. KONSEP PENANGANAN

    IV. PELAKSANAAN

    V. KOMANDO DAN PENGENDALIAN

    VI. PENUTUP

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    3

    BAB II

    SITUASI WILAYAH POLDA SUMBAR

    6. Situasi Umum Wilayah Polda Sumbar

    a. Kondisi Geografis

    Letak wilayah hukum Polda Sumbar adalah di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat yang meliputi areal daratan dan pulau-pulau seluas 42.341,15 Km2 yang berbatasan dengan :

    1) Sebelah Utara dengan Provinsi Sumatera Utara.

    2) Sebelah Selatan dengan Jambi Dan Bengkulu.

    3) Sebelah Barat dengan Laut Indonesia.

    4) Sebelah Timur dengan Provinsi Riau.

    Secara geografis terletak terletak pada posisi antara 00 54 LU & 3 0 30 LS atau antara 980 36 BT, 1010 53 Bujur barat. Dan wilayah Sumbar masih didominasi Hutan (60,59 %) dimana + 40 % diantaranya merupakan kawasan hutan lindung dan untuk pertanian hanya 28,55 %.

    b. Kondisi Demografi

    Provinsi Sumatera Barat secara administrasi pemerintahan terdiri dari 12 Kabupaten dan 7 Kota dan jumlah penduduk mencapai 4.603.957 orang dengan rincian Laki-Laki sebanyak 2.256.969 jiwa dan Perempuan 2.346.988 jiwa terdiri dari beberapa suku yang terdiri dari beberapa suku yaitu minang 70,31 %, jawa 9,69%, melayu 3,02 %, sunda 3,40%, batak 5,6 % dan lain lain 7,98 % sedangkan mata pencarian sebagian besar sebagai petani dengan persentase 39,72%, dagang 34,74 % Pegawai Negeri 10,74 % nelayan 9,52 % dan lain-lain 5,28%. Sedangkan penyerapan tenaga kerja lebih kurang 86,5 %.

    NO KABUPATEN/KOTA JUMLAH PENDUDUK

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    Kabupaten

    Kep.Mentawai

    Pesisir selatan

    Solok

    Sijunjung

    Tanah datar

    Padang Pariaman

    Agam

    50 Kota

    Pasaman

    68.097

    442.097

    355.705

    202.275

    335.926

    387.195

    429.822

    331.771

    257.374

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    4

    10

    11

    12

    13

    14

    15

    16

    17

    18

    19

    Solok Selatan

    Dharmasraya

    Pasaman Barat

    Kota

    Padang

    Solok

    Sawahlunto

    Padang Panjang

    Bukittinggi

    Payakumbuh

    Pariaman

    132.093

    180.915

    333.192

    856.815

    58.473

    54.307

    54.218

    106.045

    105.994

    70.625

    Jumlah 4.763.099

    c. Kondisi Topografi

    1) Pulau sumatera dan pulau sekitarnya terletak di atas lempeng eropa dan asia (eurasia).

    2) Dasar laut di bagian barat pulau sumatera (+ 250 km ke arah barat) terletak pada lempeng australia.

    3) Sumatera barat yang berada pada lempeng eurasia memiliki 2 retakan (patahan) yaitu :

    a) Retakan sumatera disepanjang bukit barisan.

    b) Retakan mentawai diantara pesisir barat dengan kepulauan mentawai.

    4) Bagian barat kep. Mentawai (antara batas lempeng eurasia dgn lempeng australia / zona subduksi sumatera) dimana lempeng australia bergerak mendorong lempeng eurasia dgn. Kecepatan + 7 cm / tahun ke arah timur laut.

    5) Tahun 1797 M dan 1833 M terjadi gempa besar (+ 9 skala richter) disekitar mentawai yang diikuti oleh gelombang tsunami.

    6) Pada tanggal 30 September 2009 terjadi gempa besar (+ 7,6 skala richter) yang berpusat di arah 40 Km sebelah utara Kota Pariaman yang mengakibatkan korban meninggal dunia + 1.117 jiwa maupun materiil di beberapa wilayah antara lain Kota Pariaman, Kab. Padang Pariaman, Kota Padang, Kab. Agam, Kab. Pessel, Kab. Pasaman Barat dan Kota Padang Panjang.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    5

    7. Situasi Kerawanan Bencana Alam di Polda Sumbar

    a. Karakteristik kerawanan bencana alam

    1) Pulau Sumatera dan pulau-pulau sekitarnya khususnya wilayah Sumatera Barat merupakan daerah yang memiliki kerawanan yang cukup tinggi terhadap gempa bumi dengan potensi Tsunami karena terletak berdekatan dengan dua lempeng patahan bumi yaitu lempeng Australia dan Asia (Eurasia).

    2) Sumatera Barat yang merupakan wilayah yang berdekatan dengan lempeng Eurasia memiliki dua retakan (patahan) yaitu:

    a) Retakan Sumatera disepanjang Bukit Barisan.

    b) Retakan Mentawai diantara pesisir barat dengan kepulauan Mentawai.

    3) Berdasarkan penelitian bahwa dibagian barat kepulauan Mentawai antara batas lempeng Eurasia dengan lempeng Australia (Zona Subduksi Sumatera) dimana lempeng Australia bergerak mendorong lempeng Eurasia dengan kecepatan + 7 cm / tahun kearah timur laut sehingga pada suatu saat akan dapat menimbulkan patahan besar yang menyebabkan gempa.

    4) Dari pengalaman sejarah membuktikan bahwa pada tahun 1797 M dan 1833 M terjadi gempa besar (+ 9 scala richter) disekitar Mentawai yang diikuti oleh gelombang Tsunami yang cukup besar.

    5) Wilayah Sumatera Barat juga merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana alam gunung meletus, terbukti dengan adanya beberapa gunung berapi yang masih aktif seperti Gunung Talang (Kab. Solok) dan Gunung Merapi (Kab. Agam).

    6) Daerah Sumatera Barat dengan geografinya sebagian besar adalah perbukitan yang memiliki struktur tanah yang labil sehingga dapat menyebabkan kerawanan terhadap tanah longsor.

    7) Dengan kondisi Sumatera Barat yang memiliki geografi dengan alam perbukitan dan gunung serta sebagian lembah, bila terjadi curah hujan yang cukup tinggi dapat mengakibatkan banjir bandang yang dapat merugikan masyarakat. Disamping itu wilayah Sumatera Barat yang terletak di pinggir pantai dengan lautan Samudra Hindia mempunyai dampak terjadinya badai besar dan angin puting beliung.

    b. Jenis bencana alam yang mungkin terjadi :

    1) Gempa bumi

    2) Gempa bumi berpotensi Tsunami

    3) Banjir Bandang

    4) Tanah Longsor

    5) Gunung Meletus

    6) Angin Puting Beliung

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    6

    c. Daerah rawan bencana alam di Sumatera Barat :

    1) Daerah yang rawan terhadap gempa bumi yang berpotensi Tsunami meliputi:

    a) Kepulauan Mentawai

    b) Pantai Kota Padang

    c) Pantai Padang Pariaman

    d) Pantai Kota Pariaman

    e) Pantai Tiku Agam

    f) Pantai Pasaman Barat

    g) Pantai Pesisir Selatan

    2) Daerah yang rawan gempa bumi yang tidak berpotensi Tsunami :

    Sebagian besar wilayah Provinsi Sumatera Barat.

    3) Daerah yang rawan banjir bandang meliputi daerah :

    a) Siteba dan Lubuk Buaya Padang

    b) Kec. Kampung Dalam Padang Pariaman

    c) Kec. Tiku dan Tanjung Mutiara Kab. Agam

    d) Kec. Pangkalan Kab. 50 Kota

    e) Kec. Muara Kiawai Kab. Pasaman Barat

    f) Kec. Pulau Punjung Kab. Dharmas Raya

    4) Daerah yang rawan terjadi tanah longsor meliputi daerah :

    a) Kota Padang

    b) Padang Pariaman

    c) Maninjau Kab. Agam

    d) Pangkalan Kab. 50 Kota

    e) Bukit Tinggi

    f) Arosuka Kab. Solok

    g) Padang Panjang

    h) Payakumbuh

    i) Pesisir Selatan

    5) Daerah rawan gunung meletus meliputi daerah :

    a) Daerah sekitar Gunung Talang Kab. Solok

    b) Daerah sekitar Gunung Merapi di Kab. Agam dan Kab. Tanah Datar.

    6) Daerah Rawan angin puting beliung meliputi daerah :

    a) Kab. Agam

    b) Kab. 50 Kota

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    7

    c) Kab. Solok

    d) Kota Padang

    e) Kota Payakumbuh

    d. Lokasi Evakuasi

    Penentuan lokasi evakuasi dan jalur route menuju tempat evakuasi korban bencana alam sangat penting artinya dalam penanganan dan penanggulangan bencana alam yang terjadi. Penentuan lokasi dan jalur ini sudah dilakukan berdasarkan survei yang sudah dilaksanakan sebelumnya dan telah diumumkan kepada masyarakat untuk diketahui bilamana terjadi bencana alam. Adapun lokasi-lokasi evakuasi dan jalur-jalur route menuju lokasi evakuasi yang telah ditentukan di setiap Satwil jajaran Polda Sumbar adalah sebagai berikut :

    1) Poltabes Padang

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lapangan yang luas.

    (2) Gedung berlantai lebih dari 1 yang masih kokoh berdiri.

    (3) SPN Padang Besi.

    (4) Universitas Andalas Limau Manis.

    (5) Daerah Lubuk Minturun.

    (6) Bukit Gado-Gado.

    (7) Perbukitan Kec. Bungus.

    (8) Daerah ketinggian yang terdekat dari tempat tinggal.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Simpang Kalumpang - Simpang By Pass Parak Buruk.

    (2) Simpang Tabing - Simpang By Pass Lubuk Minturun Air Dingin.

    (3) Simpang Ulak Karang - Simpang Presiden - Jl. Jhoni Anwar - Simpang Tinju - Gunung Pangilun.

    (4) Jl. Raden Saleh Alai Ampang - Simpang By Pass Ambacang.

    (5) Ps. Raya - Jl. Andalas - Jl. By Pass Ketaping - Kampus Unand.

    (6) Jl. Nipah - Jl. Seberang Padang - Bukit Gado-gado.

    2) Polresta Bukittinggi

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lapangan Wira Braja 0304 Agam (Lapangan Kantin Bukittinggi).

    (2) Lapangan Kantor Camat IV Koto.

    (3) Lapangan MTsn Biaro.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    8

    (4) Pusdiklat Pemda Bukittinggi di Kec. Baso.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Psr. Amur Batagak - Sei. Landai - Cingkaring - Padang Luar - Jambu Air - Lap. Wira Braja 0304 Agam.

    (2) Padang Luar - Sei. Tanang - IV Koto - Kantor Camat IV Koto.

    (3) IV Angkat Candung Lasi Biaro - MTSN Biaro.

    (4) Baso - Pasar Baso - Pusdiklat Baso.

    (5) Palupuh - Batas Agam Kumpulan - Bonjol - Monumen Equator Bonjol.

    3) Polres Pesisir Selatan

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lapangan luas daerah ketinggian.

    (2) Bukit Langkisau.

    (3) Bukit PDAM.

    (4) Bukit Putus.

    (5) Bukit Tmp. Rawang.

    (6) Bukit Pincuran Boga.

    (7) Bukit Sungai Nipah.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Pantai Carocok Painan - Jl. Pinggir Bukit Langkisau.

    (2) Pantai Painan Selatan Jl. Muara Painan/Jl. Pelajar/Jl. Pemuda/Jl. M. Yamin Bukit PDAM.

    (3) Kota Painan Jl. H. Ilyas Yakub Bukit Putus.

    (4) Kota Painan Jl. M. Hatta Bukit Tmp. Rawang.

    (5) Muara Painan Jl. Muara Bukit Pancuran Boga.

    (6) Sungai Nipah Bukit Sungai Nipah.

    4) Polres Pasaman

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) RSU Lubuk Sikaping

    (2) Puskesmas Panti

    (3) Puskesmas Duo Koto

    (4) Puskesmas Alahan mati

    (5) Puskesmas Tigo Nagari

    (6) Puskesmas Rao

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    9

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Padang Sarai - Jend. Sudirman - Polres Pasaman - RSU Lubuk Sikaping

    (2) Jalan Lintas Panti - Puskesmas Panti - Kantor Camat Panti - Polsek Panti - Puskesmas Duo Koto.

    (3) Puskesmas Tigo Nagari Jl. Umum Tigo Nagari - Puskesmas Alahan Mati.

    (4) Puskesmas Rao - Polsek Rao - Pos Pol Cubadak

    5) Polresta Payakumbuh

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lapangan Kubu Gadang

    (2) Lapangan Poliko

    (3) Lapangan Bukit Sitabur

    (4) RSU Adnan WD

    (5) Puskesmas Kecamatan

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Pusat kota - Jl. Sudirman - Jl. Ade Irma Suryani - Kubu Gadang.

    (2) Pusat Kota - Jl. Sudirman - Jl. Pemuda - Lap. Poliko.

    (3) Jl. Kaning Bukit - Jl. Sudirman - Jl. Poliko.

    (4) Pusat Kota - Jl. A. Yani - Jl. M. yamin - Lap. Bukit Sitabur.

    (5) Pusat kota - Jl. Sudirman - Jl. Ade Irma - RSU Adnan.

    (6) Pusat kota - Jl. Psr. Ibuh - Puskesmas Ibuh.

    6) Polres Padang Pariaman

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Ps. Usang.

    (2) Lap. Simp. Sijambak.

    (3) Lap. Sepak bola Sintuak Toboh.

    (4) Lap. Sepak Bola Toboh.

    (5) Lap. Paguah.

    (6) Ps. Pauh Kambar.

    (7) Simp. By Pass Bt. Anai.

    (8) Lap. Sepak bola Sei Abang.

    (9) Lap. Pasar Kasang.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    10

    (10) Lap. Toboh Gadang.

    (11) Lap. SMA Plus Kayu Tanam.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Kec. Batang anai - Jl. Raya Oto Bangau - Ps. Usang - Simp. By Pass Bt. Anai

    (2) Kec. Ulakan - Jl. Ds. Ulakan - Lap. Sepak bola Sintuak Toboh.

    (3) Kec. Ulakan Tapakis - Jl. Ds. Tapakis - Lap. Sepak Bola Toboh.

    (4) Kec. Sunua - Jl. Ds. Sunua Ulakan - Lap. Paguah.

    (5) Kec. Tapakis - Jl. Ds. Tapakis - Lap. Sepak Bola Toboh.

    (6) Kec. Sintok Toboh Gadang - Korong Toboh Kota Panjang - Ps. Pauh Kambar.

    (7) Kec. 2 X 11 Enam Lingkung - Jl. Lintas Sumatera Km 65 - Kantor Ds. Pekadangan.

    7) Polres Tanah Datar

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lap. Sepak Bola Simabur.

    (2) Lap. Sepak bola Ladang Koto.

    (3) Lap. Sepak bola Kaki Lawang.

    (4) Lap. SMP 1 Atar Kec. Ganting.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Kec. Pariangan Jorong Pariangan Padang Panjang - Bawang Llap. Sepak Bola Simabur.

    (2) Kec. Sei Tarab Jorong Gunung Medan Ampalu Gurun Simp. Patai Ladang Lap. Sepak Bola Ladang Koto.

    (3) Kec. Salimpang Jorong XX Ps. Salimpaung - Madahiling Lap. Sepak bola Kaki Lawang.

    (4) Kec. P. Ganting Jorong Taratak V Jorong Atar Lap. SMP 1 Atar Kec. P. Ganting.

    8) Polres Sijunjung

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Gedung Serbaguna Sijunjung

    (2) Kantor nagari Air Hangat

    (3) Kantor nagari Solok Ambah

    (4) Kantor nagari Paru

    (5) Kantor nagari Tanjung Gadang

    (6) Kantor nagari Muara Takung

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    11

    (7) Kantor nagari Buluh Kasok

    (8) Kantor nagari Unggan

    (9) Kantor desa Bukit Bual

    (10) Kantor nagari Batu Manjulur

    (11) Kantor nagari Mundam

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Solok Ambah/Paru Air Hangat Sijunjung

    (2) Guguk Naneh Kantor nagari Gedung Olah Raga Kantor Camat Tanjung Gadang.

    (3) Jorong Koto Kantor Nagari Terminal Bus Kiliranjao Kantor Polsek Kamang Baru

    (4) Buluh kasok Kampung Dalam Jambu Limpo Kantor Camat Lubuk Tarok

    (5) Unggan Bukik Koto unggan Mangganti Pos Pol Sumpur Kudus

    (6) Bukit Bual Pala Luar Kantor Camat Koto VII

    (7) Batu Manjulur Kantor Nagari Batu Manjulur Kampung Baru Kantor Camat Kupitan

    9) Polresta Solok

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lap. Sepak bola Ampang Kualo.

    (2) Lap. Depan Polsek Sungai Lasi.

    (3) Lap. Sepak bola Nagari Sumani.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Sungai Batang Lembang Ampang Kualo Guguk Sarai Gaok Laweh Lap. Sepak bola Ampang Kualo.

    (2) Danau Singkarak Jl. Kenagari Peninggahan Muara Pingai Lap. Sepak bola Sumani.

    (3) Kec. Sungai Lasi Jl. Tembus melalui Guguk Manyambah Lap. Sepak bola depan Polsek Sungai Lasi.

    10) Polres Agam

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Pantai Tiku Kec. Tj. Mutiara : G. Antokan, G. Labuhan, G. Panji, G. Masang, Wil. Durian, Wil. Cacang Randah.

    (2) Kec. Tj. Raya : Lap. SMU Agam Cendikia.

    (3) Kec. Matur dan Palembayan : Lubuk Basung.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    12

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Pantai Gasan Kaciak Bkt. Jirat.

    (2) Pantai Banda Gadang Gasan Kaciak Bkt. Jirat

    (3) Pantai Pasia Tiku Psr. Tiku Bkt. Cacang Randah atau Bkt. Cacang Tinggi.

    (4) Pantai Pasir Panas Durian Kapas Bkt. Batu Apung

    (5) Pantai Ujuan Labuang Pasir Panas Durian Kapas Bkt. Batu Apung.

    (6) Pantai Muara Putus Pantai Mutiara Agam G. Antokan.

    (7) Pantai Masaang Plasma Tiku V Jorong G. Masang.

    (8) Pantai Labuhan G. Labuhan.

    (9) Pantai Subang-Subang PT. AMP.

    11) Polres Mentawai

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Bukit Simageleng-geleng.

    (2) Bukit Marah.

    (3) Aspol, Mapolres dan Pendopo Bupati.

    (4) Bukit Saga.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Sikabaluan Jl. Desa Bkt. Simageleng-geleng.

    (2) Muara Siberut Jl. Desa Bukit Marah

    (3) Tua Pejat Jl. Kabupaten - Aspol, Mapolres dan Pendopo Bupati.

    (4) Sikakap Jl. Desa Bukit Saga.

    12) Polres Pasaman Barat

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Gd. Tuah Basamo.

    (2) Bukit Marando.

    (3) Air Balam.

    (4) Kec. Talamau.

    (5) Gd. Nagari Air Gadang.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Sasak - Kapar - Simp. Empat.

    (2) Air Bangis - Jalan Bukit Marando.

    (3) Air Bangis - Jrg. Silawai - Air Balam.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    13

    13) Polres 50 Kota

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Kec. Harau (Lap. Sepak bola Kaki Singa Harau dan Lap. Tj. Pati)

    (2) Kec. Guguk (Lapangan bola kaki ketinggian Dagung-dagung dan Lapangan Bola kaki Nan Tigo Mungko)

    (3) Kec. Suliki (Lapangan Bola kaki Suliki dan Lapangan Bola kaki Limbanang)

    (4) Kec. Pangkalan (Lapangan Bola kaki Pasar Baru Pangkalan dan Lapangan Bola kaki Manggilang)

    (5) Kec. Kapur IX (Lapangan Bola kaki Muara Paiti dan Lapangan Bola kaki Sialang)

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Kec. Harau - Jl. Negara Sarilamak Tj. Pati - Lap. Sepak bola Tj. Pati atau Lap. Sepak bola Kaki Singa Harau.

    (2) Kec. Pangkalan - Jl. Negara Pangkalan Payakumbuh - Lap. Sepak bola Kaki Pasar atau Kaki Manggilang.

    (3) Kec. Guguk - Jl. Raya Kubang Guguk - Lap. Sepak bola Kaki Ketinggian Dagung atau Kaki Kayu Nan Tigo Mungka.

    14) Polresta Pariaman

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) SD 24 Sintuk.

    (2) SD 12 Sirambang.

    (3) SD 01 / 02 Sikapak.

    (4) SD Balik Naik.

    (5) SMP Batu Bengaum.

    (6) MAN Padusunan.

    (7) SMK / SMP 5 PG. Lading.

    (8) Ps. Lima Koto.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Padang Birik-Birik -Ke Sintuk - SD 24 Sintuk.

    (2) Naras dan Manggung - Simp.Balai Naras - Sirambang - SD 12 Sirambang.

    (3) Simp. Apar - Cubadak Air Sikapak - SD 01/02 Sikapak.

    (4) Pasir Pauh dan Koto Mandakek - Simp.Pauh Padusunan - MAN Padusunan.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    14

    (5) Pasir Kampung Perak dan Karan Aur - Kp. Keling - Gelombang - SMK / SMP 5 PG. Lading.

    (6) Kp. Cino, Kp. Pondok, Kp. Jawa dan Jawa Jawi Palung Jati - Santok - SMK / SMP 5 PG. Lading.

    (7) Kp. Baru, Jl. Baru dan Taratak - Gelombang - Kurai Taji - SMK / SMP 5 PG. Lading.

    (8) Taluk dan Ps. Ilalang Bimnasi - Marunggi Kuari Taji - SMK / SMP 5 PG. Lading.

    (9) Pasir Kadondong Marunggi - Kurai Taji - SMK/SMP 5 PG. Lading.

    (10) Pasir Baru - Simp. Limun - Pilubang - Kp.Dalam.

    (11) Sungai Limau Pilubang - Bt. Bengaum - Sei - Geringging - SMP Batu Bengaum.

    (12) Batang Gasan - Koto Muaro Balai Baik - Sarik Malay - SD Balai Baik.

    15) Polres Padang Panjang

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lap. Anas Karim dan Lap. Secata B

    (2) Lap. Sepak bola Kel. Kebun Sikolos.

    (3) Terminal Mikrolet Bukit Surungan.

    (4) Lap. Sepak bola Kel. Balai-Balai.

    (5) Pasar Koto Baru.

    (6) Lap. Sepak Bola Kel. Ganting.

    (7) Halaman Kec. Batipuh.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Pusat kota - semua jalur jalan raya dapat dilewati - Lap. Secata B.

    (2) Pusat Bencana - Taman Makam Pahlawan - Lap. Sepak bola Kel. Kebun Sikolos.

    (3) Pusat bencana - Jalur Padang Panjang - Terminal Mikrolet Bukit Surungan.

    (4) Pusat bencana - Jl. Adam Lap. Sepak bola Kel. Balai-Balai.

    (5) Pusat bencana - Jalur X Koto - Tanah Datar - Lap. Sepak bola Kel. Ganting.

    (6) Pusat bencana - Batu Sangkar - Hal. Kecamatan Batipuh.

    16) Polres Sawahlunto

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lapangan bola kaki SMK 1

    (2) Kantor Camat Talawi

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    15

    (3) Puskesmas Talawi

    (4) Kantor Walikota

    (5) Puskesmas Sei Durian

    (6) SMK II

    (7) Kantor Camat Barangin

    (8) Lapangan segi III PT. BA

    (9) Stasiun KA

    (10) RSUD Sawahlunto

    (11) Kantor Camat M Kalaban

    (12) Kantor Polsek M Kalaban

    (13) Lapangan Bola Cinto Moni

    (14) Puskesmas Silungkang

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Kec Talawi Jl Prov Batusangkar Lap Bola Kaki SMK I/Kantor Camat Talawi/Puskesmas Talawi.

    (2) Kec Barangin Jl Prov Batusangkar Kantor Walikota/Puskesmas Sei Durian/SMK II.

    (3) Kec Lubuk Segar Jl Pasar Remaja Jl Ke Air Dingin Lapangan segi III PT BA/Stasiun KA/RSUD Sawahlunto

    (4) Kec Silungkang Jalinsum Padang Sijunjung Kantor Camat Muaro Kalaban/Polsek/Lapangan bola Cinto Moni/Puskesmas Silungkang.

    17) Polres Dharmasraya

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lapangan Kantor Bupati dan Camat

    (2) Lapangan Sungai Dareh

    (3) GOR/Hal Bulu Tangkis

    (4) Kantor Polsek/Koramil

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Sialang Lapangan Sungai Dareh

    (2) Sitiung Polsek Pulau Punjung

    (3) Pinggiran Sei Batang Hari RSUD Sei Dareh

    18) Polres Solok

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Pakan Rabaa Kec. Lo Jaya.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    16

    (2) Ps. Sekolah Kec. Sekaki.

    (3) Convention Hall

    (4) Rawang Kec. Danau Kembar.

    (5) GOR Bt. Batupang.

    (6) SKB Muara Panas Kec. Bukit Sundi.

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Kp. Bt. Dalam Pakan Rabaa.

    (2) Koto Laweh Mandahiliang Kubang Nandud Ps. Sekolah.

    (3) Simp. Tj. Nan IV Convention Hall.

    (4) Bkt. Gompong Airbatumbuk Kayu Jao Rawang.

    (5) Sei Janiah Talang Cupak Simp. Kota Baru GOR Bt. Batupang.

    (6) Bt. Banyak Koto Anau Muara Panas.

    19) Polres Solok Selatan

    a) Lokasi evakuasi :

    (1) Lapangan bola kaki Rimbo Tangah Kec. Sangir

    (2) Lapangan bola kaki Bancah Koto Baru Kec. Sei Pagu

    (3) Rumah sakit Muara labuh Kec. Sei Pagu

    (4) SMA 1 Muara labuh Kec. Sei Pagu

    (5) SMP 1 Muara labuh Kec. Sei Pagu

    (6) Lapangan bola kaki Sungai Lambai

    (7) Lapangan bola kaki Sikinjang

    b) Jalur evakuasi :

    (1) Golden Arm - Simp Padang Aro - Rumah sakit Muara Labuh bagi korban luka/meninggal dunia.

    (2) Golden Arm - Sim. Padang Aro - Lapangan bola kaki Rimbo Tangah Kec. Sangir untuk penampungan korban yang mengalami kerugian materiil.

    (3) Golden Arm - Simp. Padang Aro - Lapangan bola kaki Sungai Lambai untuk penampungan korban yang mengalami kerugian materiil

    (4) Golden Arm - Simp. Padang Aro - SMA 1 Muaro Labuh Kec. Sei Pagu untuk penampungan korban yang mengalami kerugian materiil.

    (5) Golden Arm - Simp. Padang Aro - SMP 1 Muara Labuh Kec. Sei Pagu untuk penampungan korban yang mengalami kerugian materiil

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    17

    e. Untuk kesiapan melakukan pertolongan kepada korban yang mengalami luka dan memerlukan pertolongan segera, maka perlu rujukan Rumah Sakit, Puskesmas dan tempat medis lainnya yang ada di wilayah rawan bencana alam.

    8. Cara Bertindak

    a. Melengkapi data aktual karakteristik bencana alam yang digelar di ruang Posko bencana alam.

    b. Melaksanakan kegiatan intelijien meliputi tindakan penyidikan, pengamanan, penggalangan yang meliputi : deteksi, identifikasi dan penilaian guna memperoleh bahan keterangan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya bencana alam baik pra bencana alam, pada saat dan setelah terjadi bencana alam.

    c. Melaksanakan kegiatan pencegahan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli di lokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam meliputi : jalan raya, SPBU, pemukiman dan tempat-tempat yang terkena bencana alam.

    d. Melaksanakan kegiatan penerangan kepada masyarakat agar mematuhi/mengikuti himbauan dari petugas kepolisian untuk mencegah terjadinya kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, pencurian, penggelapan, penjarahan pada lokasi yang terkena bencana alam, sekaligus pembentukan opini yang menguntungkan bagi pelaksana operasi penanggulangan bencana alam dengan menggunakan media informasi yang tersedia.

    e. Melakukan penindakan hukum terhadap setiap pelaku tindak pidana yang mengganggu penyelenggaraan operasi penanggulangan bencana alam sesuai ketentuan hukum serta membantu melaksanakan operasi pengamanan secara tertutup.

    f. Melaksanakan bantuan medis dan kesehatan serta evakuasi pada korban bencana alam selama pelaksanaan operasi penanggulangan bencana alam.

    g. Menggelar jaring komunikasi dan elektronika dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan operasi penanggulangan bencana alam.

    h. Bekerjasama dengan instansi terkait dan mitra kamtibmas untuk mendirikan tenda-tenda darurat pada tempat-tempat tertentu untuk membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam.

    c. Melengkapi data kekuatan personil Instansi terkait, organisasi masyarakat dan menyiapkan sarana trasportasi, komunikasi serta alat pertolongan korban..

    9. Komponen Pelaksana

    a. Organisasi yang dirancang dan dibentuk sesuai dengan tugas dan fungsi serta perannya dalam rangka penanganan bencana alam.

    b. Penyiapan petugas dan operator dalam mengawaki semua peralatan yang dipergunakan dalam penanganan bencana alam.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    18

    c. Kesiapan ruang siaga operasi Polda Sumbar dan ruang pendukung lainya sebagai ruang Posko penanganan bencana alam yang selalu siap sewaktu-waktu bila diperlukan termasuk dalam penyiapan sarana Genset.

    d. Melengkapi dan menyiapkan sarana perangkat alkom elektronik yang dibutuhkan dalam penanganan bencana alam seperti saran MIS (Management Information System), jaringan komunikasi, sirine/alarm dan lain-lain.

    e. Penyiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam mendukung penanganan bencana alam antara lain peralatan komunikasi, komputer, transportasi, kesehatan dan lain-lain.

    BAB III

    KONSEP PENANGANAN

    10. Tugas Pokok

    Polda Sumbar beserta jajarannya bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait lainnya melaksanakan kegiatan dengan didukung sarana dan prasarana yang ada, untuk penanggulangan bencana alam, melalui tahapan pra bencana, tindakan saat terjadinya bencana (tanggap darurat), saat setelah terjadi bencana (pasca bencana) termasuk tindakan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, guna menyelamatkan/ evakuasi korban, harta benda dalam rangka menciptakan situasi yang normal.

    11. Strategi

    a. Sebelum kejadian (pra bencana)

    1) Penyempurnaan konsep penanggulangan bencana alam gempa bumi/ Tsunami dalam bentuk Prosedur Tetap Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi/Tsunami di wilayah Sumatera barat.

    2) Mensosialisasikan konsep Protap penanggulangan bencana alam gempa bumi/Tsunami yang ditetapkan menjadi sebuah buku yang menjadi pedoman pelaksanaan.

    3) Polda Sumbar dan jajaran melakukan pelatihan secara internal tentang penanggulangan bencana alam bagi anggota Polri.

    4) Polda Sumbar khususnya Direktorat Intelkam melakukan kerja sama dengan instansi BMKG dalam hal informasi perkembangan tentang gerakan lempeng bumi dan penyampaian adanya bencana gempa bumi/ Tsunami untuk peringatan dini (early warning).

    5) Polda Sumbar dan jajaran khususnya Direktorat Samapta dan Sat Brimobda serta Dit Polair beserta Instansi terkait melakukan gladi simulasi SAR tentang penanggulangan bencana alam gempa bumi/ Tsunami dengan melibatkan secara langsung masyarakat pesisir pantai.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    19

    6) Menyiapkan sarana dan prasarana penunjang untuk menginformasikan bencana alam gempa bumi/ Tsunami kepada masyarakat dengan program Management Information System (MIS), Public adress di Masjid dan gereja-gereja dan mendesak Pemda untuk segera melakukan pemasangan tanda/rambu - rambu arah evakuasi dan pemasangan sirine khusus tanda bencana alam.

    7) Bekerja sama dengan Instansi terkait melakukan pendataan tentang sarana dan prasarana dalam mengahadapi bencana secara menyeluruh di desa / nagari hingga sampai di Provinsi.

    8) Melakukan koordinasi lintas sektoral baik dengan TNI, aparat pemerintah daerah maupun dengan pihak swasta, LSM, Potensi keamanan lainnya yang ada di wilayahnya.

    9) Mendorong Pemda Kabupaten/ Kota untuk segera membentuk Tim Reaksi Cepat/ Siaga Bencana/ Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas.

    10) Menyiapkan dukungan Materil, peralatan dan perbekalan seperti sarana angkutan, tenda, perahu karet, ambulance, makanan, obat-obatan dll secara maksimal.

    11) Menyiapkan personil para medis beserta unit mobil ambulance dan kelengkapan pengobatan yang dikoordinasikan dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat.

    12) Penunjukan anggota dengan surat perintah penugasan untuk melaksanakan tugas penanggulangan bencana alam.

    13) Cara bertindak Polri bersama Pemda dan pihak terkait :

    a) Melaksanakan tugas secara profersional dan proporsional secara terpadu dengan melakukan koordinasi baik sacara vertikal ataupun horizontal dengan aparat pemerintah daerah/ pusat.

    b) Melengkapi data tentang karakteristik wilayah yang sangat rentan terjadinya bencana yang digelar di Posko penanggulangan bencana di Polda Sumbar.

    c) Menginventarisir sarana dan prasarana secara menyeluruh baik milik pribadi, swasta ataupun pemerintah.

    d) Melakukan pendataan satuan tugas baik ditingkat Satkorlak maupun di tingkat Satlak tentang personal/ petugas yang terlibat penanganan bencana, termasuk didalamnya relawan kemanusiaan dan melaksanakan pelatihan tentang penanggulangan bencana alam.

    e) Menginventarisir Nomor-nomor telepon instansi terkait baik kesehatan ataupun sarana komunikasi yang ada di wilayah polda Sumbar baik pribadi/ swasta ataupun pemerintah.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    20

    b. Pada saat kejadian bencana alam

    1) Tindakan perorangan (Personil Polri)

    a) Upayakan menyelamatkan diri pribadi dan keluarga masing-masing ke tempat yang aman.

    b) Setelah keadaan dirasa aman, segera kembali ke Mako dengan berpakaian dinas untuk melaksanakan tugas kepolisian.

    2) Komando Pengendalian Lapangan (KPL) adalah Perwira senior di satker masing-masing yang mampu menguasai keadaan (tidak harus Ka/Dir) melaksanakan tugas sesuai job discription yang telah dibuat, karena pada saat terjadinya bencana kondisi psikologis personil Polri kemungkinan menurun, sehingga dalam mengambil kebijaksanaan kurang tepat.

    c. Sesaat setelah kejadian bencana (setelah upaya penyelamatan diri dan keluarga)

    1) Ka Siaga mengumpulkan personil Mapolda yang ada dengan cara membunyikan lonceng penjagaan dan peluit sesuai prosedur sebagai tanda Panggilan Luar Biasa bagi semua anggota Polda Sumatera Barat.

    2) Melakukan apel siaga yang diambil oleh Pejabat Utama atau Perwira Senior dengan menyampaikan langkah-langkah yang cepat dan tepat di Mapolda Sumatera Barat dan atau di lapangan apel Satker lainnya guna mengerahkan kekuatan personil Polda Sumatera Barat yang siap digerakkan untuk membantu korban internal Polri maupun masyarakat.

    3) Melakukan upaya-upaya pengamanan internal di Mako Polda terhadap personil Polri dan PNS, Senpi, Ranmor, Baket, dokumen, tahanan serta evakuasi keluarga di asrama/ tempat tinggal anggota dan PNS.

    4) Memberikan pelayanan Polri kepada publik, pengamanan obyek vital dan proyek vital serta melaksanakan deteksi dini oleh Intelijen, Turjawali oleh Lalulintas dan Samapta, memberikan himbauan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Binamitra serta upaya penegakkan hukum oleh Reskrim sehingga kondisi keamanan tetap terjamin.

    5) Memberikan bantuan pertolongan SAR oleh Brimob, Dit Polair dan Samapta untuk pencarian dan mengevakuasi korban bencana alam.

    6) Melakukan evakuasi korban bencana alam untuk dibawa ke rumah sakit, Puskesmas, pos kesehatan, tenda-tenda darurat dalam rangka upaya penyelamatan.

    7) Melakukan pendistribusian logistik yang dimiliki berupa makanan, minuman, pakaian, obat-obatan dll.

    8) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait, yaitu Satkorlak/BNPB, TNI, Dinas PU, Kesehatan, PMI, PMK untuk bersama-sama menanggulangi korban bencana.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    21

    d. Setelah terjadi (pasca bencana)

    Kegiatan pengamanan dan penyelamatan terhadap korban bencana alam setelah terjadinya bencana alam (pasca bencana) adalah sebagai berikut :

    1) Melanjutkan penanganan pengamanan dan penyelamatan serta evakuasi pengungsi di lokasi bencana alam.

    2) Melakukan pengamanan lokasi bencana dan lokasi pengungsian guna menghindari adanya gangguan kamtibmas, agar korban bencana tidak menjadi korban kejahatan. Serta menenangkan situasi di masyarakat yang terkena bencana alam agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    3) Melaksanakan pengecekan kembali tentang data korban baik yang meninggal, luka ataupun yang hilang guna menyamakan informasi bersama pemerintah daerah, Satkorlak/BPBD dan PMI.

    4) Melanjutkan kegiatan patroli, penjagaan dan pengaturan lalu-lintas di tempat bencana dan pengungsian.

    5) Memonitor perkembangan situasi di lokasi bencana alam dan tempat pengungsian dan melaporkan hasil penanganan secara periodik dan berjenjang dimulai dari petugas lapangan sampai kepada kesatuan atas.

    6) Melakukan koordinasi lintas sektoral baik dengan aparat pemerintah daerah ataupun dengan pihak swasta yang ada di wilayahnya.

    BAB IV

    PELAKSANAAN

    12. Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam oleh Polda Sumatera Barat bersama-sama Pemda dan Pihak Terkait.

    a. Sebelum kejadian (pra bencana)

    Kesiapan penanganan Bencana Alam oleh Polda Sumatera Barat bersama-sama Pemda dan pihak terkait :

    1) Menyusun dan merancang organisasi penanggulangan bencana alam sesuai dengan karakteristik Wilayah masing-masing.

    2) Membuat Posko Bencana baik di Mapolda Sumatera Barat maupun di Satkorlak/BPBD dengan segala perangkat lunak dan kerasnya serta jaringan komunikasi serta personil yang mengawakinya guna mengetahui tugas masing-masing personilnya.

    3) Menyiapkan data Posko bencana alam baik yang berada di Polda maupun di Satkorlak/BPBD sebagai berikut :

    a) Meyiapkan data tentang lokasi daerah rawan bencana alam secara terinci dan jelas disesuaikan dengan karakteristik daerahnya masing masing.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    22

    b) Menyiapkan data karakteristik bencana alam disesuaikan dengan wilayahnya masing-masing.

    c) Menyiapkan lokasi evakuasi di daerah yang aman dari bencana dan mensosialisasikan kepada masyarakat.

    d) Menentukan jalur evakuasi bagi para pengungsi dan korban bencana alam, agar tidak terjadi penumpukan masa pada saat melakukan penyelamatan diri dan disosialisasikan kepada masyarakat setempat.

    e) Mendatakan sarana dan prasarana yang dimiliki baik swasta atau pribadi maupun pemerintah sebagai sarana untuk melakukan evakuasi pertolongan kepada korban bencana alam.

    f) Menyiapkan fasilitas sarana komunikasi baik pribadi/ swasta maupun pemerintah guna mempermudah memberitahukan informasi kepada masyarakat.

    g) Mendatakan fasilitas kesehatan baik dari puskesmas/ balai kesehatan masyarakat serta rumah sakit pemerintah maupun swasta serta mobilitas ambulance.

    h) Perkiraan intelijen tentang kemungkinan rusaknya fasilitas di lokasi bencana serta kemungkinan kemampuan tempat evakuasi korban serta kemungkinan jumlah korban dan pengungsi dan ada tidaknya kriminalitas di lokasi bencana maupun lokasi penampungan serta kerugian materiil dan jiwa.

    4) Menyiapkan sarana dan prasarana oleh Polri bersama instansi terkait sebagai berikut :

    a) Menyiapkan sarana Alat komunikasi :

    (1) Fasilitas Management Information System (MIS) secara on-line 24 jam baik di Polda Sumatera Barat dan Jajarannya dengan menyiapkan sarana komunikasi lainnya guna mendukung pelaksanaan tugas. Oleh karena itu diperlukan makanisme/ prosedur kesiapan dalam sistem Early Warning Sistem sebagai berikut :

    (a) Diperlukannya personil serta petugas operator yang akan mengawaki peralatan early warning sistem yang profesional dan mengerti tugas serta tanggung jawabnya.

    (b) Diperlukannya kesiapan sistem MIS yang langsung on line dari Polres/ Polda/ Mabes Polri serta BMKG Pusat.

    (c) Melakukan pelatihan yang berlanjut kepada operator di Siaga Polda dan SPK Poltabes/ Polres jajaran untuk kelancaran pelaksanaan tugas agar sudah siap apabila ada kejadian yang sesungguhnya.

    (d) Melakukan pelatihan yang menyeluruh ditempat yang sebenarnya dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    23

    (e) Dalam penggunaan komunikasi harus bisa sampai kepada masyarakat secara langsung, maka dengan menggunakan metode jaring laba-laba akan secara cepat sampai kepada sasaran.

    (2) Komunikasi elektronik yang ada di Polda Sumatera Barat dan jajarannya serta jaringan dengan komunikasi elektronik diluar Polda dan jajarannya.

    (3) Komunikasi secara mobile beserta tehnisi dan operatornya.

    b) Menyiapkan sarana Publik Adress untuk digunakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek/ta dan petugas di lapangan.

    c) Mempersiapkan Posko KPL dan memposisikan personil yang akan ditempatkan di lokasi bencana nantinya.

    d) Menyiapkan fasilitas alarm/ kentongan ditempat yang strategis yang bisa didengar oleh masyarakat.

    e) Menyiapkan sarana transportasi berupa :

    (1) Truck angkut baik yang ada di Polda maupun jajarannya.

    (2) Menyiapkan bantuan Hellycopter untuk memantau dari udara.

    (3) Alat apung berupa perahu karet, sampan, banban bekas.

    f) Menyiapkan sarana kesehatan berupa :

    (1) Menyiapkan rumah sakit Polda Sumatera Barat dan Klinik-klinik yang dikelola Polres jajaran supaya diaktifkan.

    (2) Menyiapkan ambulan baik swasta atau pemerintah untuk mengangkut korban bencana baik yang meninggal atau luka-luka.

    (3) Mendatakan dan menyiapkan obat-obatan yang dimiliki Polri yang akan diperlukan termasuk penyiapan kantong mayat.

    (4) Menyiapkan sarana kesehatan lapangan.

    (5) Mempersiapkan pembagian tugas Tim DVI ke lokasi bencana.

    g) Menyiapkan sarana pengamanan berupa :

    (1) Menyiapkan mobil Patroli baik di lingkungan Polda maupun jajarannya dan instansi terkait lainnya untuk melaksanakan patroli/ pencarian korban dan penyelamatan korban.

    (2) Menyiapkan Mobil Labfor dan mobil TKP Reserse untuk mengantisipasi manakala terjadi kejahatan pada saat terjadinya bencana dan pasca bencana.

    (3) Menyiapkan team SAR dan satwa/ anjing pelacak untuk mencari korban bencana alam.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    24

    5) Menyiapkan personil

    a) Menyiapkan seluruh personil Polda dan jajaran untuk melakukan penyelamatan dan pengamanan terhadap wilayah yang mengalami bencana.

    b) Bekerjasama dengan instansi terkait dalam rangka mendatakan serta mengkoordinir kesiapan Potmas yang ada, relawan, LSM, Satkorlak, Satlak, team medis, pemadam kebakaran, petugas PLN, Telkom dan petugas PU guna mendukung pelaksanaan penanggulangan bencana.

    6) Koordinasi

    a) Melaksanakan koordinasi dengan Basarnas, BNPB/ Satkorlak/BPBD dan Satlak ditiap kabupaten/kota dan instansi terkait lainnya (TNI, Pemda, dinas sosial, kesehatan dan LSM).

    b) Melaksanakan koordinasi dengan pimpinan proyek vital (Pertamina, PLN, Telkom serta BMKG) untuk segera memberikan informasi dan pelayanan yang cepat dan akurat mengenai bencana alam yang akan terjadi.

    c) Melaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan penanggulangan/ penanganan bencana baik selama bencana ataupun setelah Bencana (Relawan, LSM, NGO, Parpol).

    d) Melaksanakan koordinasi tentang jaringan elektronik dengan pihak provider selular untuk membuat jaringan komunikasi khusus melalui Hand Phone / Hand Phone satelit serta mendatakan telepon penting sekaligus disosialisasikan sebelum bencana alam terjadi.

    b. Pada saat kejadian bencana alam

    1) Tindakan perorangan (Personil Polri)

    a) Upayakan menyelamatkan diri pribadi dan keluarga masing-masing ke tempat yang aman.

    b) Setelah keadaan dirasa aman, segera kembali ke Mako dengan berpakaian dinas untuk melaksanakan tugas kepolisian.

    2) Komando Pengendalian Lapangan (KPL) adalah Perwira senior di satker masing-masing yang mampu menguasai keadaan (tidak harus Ka/Dir) melaksanakan tugas sesuai job discription yang telah dibuat, karena pada saat terjadinya bencana kondisi psikologis personil Polri kemungkinan menurun, sehingga dalam mengambil kebijaksanaan kurang tepat.

    c. Sesaat setelah kejadian bencana ( waktu setelah tindakan penyelamatan diri dan evakuasi isteri/anak )

    1) Peringatan Aba-aba berkumpul di Mako satuan dengan komunikasi, antara lain:

    a) Bunyi Sirene

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    25

    Panjang-Pendek-Panjang-Pendek ...dst

    b) Bunyi Peluit

    Panjang-Pendek-Panjang-Pendek ...dst

    c) Bunyi Kentongan

    Tok-Tok-Tok-Tok-Tok-Tok-Tok-Tok ...dst

    d) Bunyi Lonceng

    Teng-Teng-Teng-Teng-Teng-Teng ...dst

    2) Kapoltabes/ Kapolres /ta setelah mendapat informasi dari Ka Siaga Polda Sumatera Barat, Kapoltabes/ Kapolres/ ta segera :

    a) Memerintahkan/ memberitahukan kepada Kapolsek/ ta yang wilayahnya terkena bencana alam.

    b) Menginformasikan kepada masyarakat melalui jalur komunikasi yang ada (Radio/ TV/ Masjid/ Gereja/ dengan Alat komunikasi lainnya).

    c) Memerintahkan Kapolsek untuk membunyikan sirene atau tandatanda bencana yang telah disiapkan.

    d) Memerintahkan Kapolsek untuk segera menginformasikan kepada masyarakat dan melaksanakan evakuasi ketempat yang lebih aman.

    e) Memerintahkan Satgas bencana Poltabes/ Polres untuk segera melakukan penyelamatan/ evakuasi terhadap bencana alam.

    f) Memerintahkan team Sar Poltabes/ Polres untuk segera melakukan penyelamatan/ evakuasi

    g) Melaksanakan koordinasi dengan Bupati/ Walikota / Instansi terkait dan lembaga masyarakat.

    h) Memimpin pelaksanaan Penyelamatan/ Evakuasi.

    i) Melaporkan kepada Kapolda Sumbar pada kesempatan pertama.

    d. Pada saat setelah terjadinya bencana alam, maka pada saat itu pula masing-masing unsur pimpinan di Polda Sumatera Barat melakukan tugas sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing sebagai berikut :

    1) Kapolda Sumatera Barat selaku penanggung jawab pelaksanaan penanggulangan bencana alam.

    2) Wakapolda Sumatera Barat dibantu dengan Irwasda Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab mengkoordinir semua kepala satuan tugas/ satuan kerja dalam penanganan bencana alam.

    3) Karo Ops Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    26

    a) Sebagai Kepala satuan tugas Polda sumbar (Kasatgasda) pengendali kegiatan baik di Posko maupun di Siaga Ops Polda Sumatera Barat

    b) Melaksanakan kegiatan pengendalian terhadap penanganan bencana alam serta kegiatan Posko dan Siaga operasi Polda Sumatera Barat.

    c) Mengumpulkan dan mengerahkan personil Mapolda Sumatera Barat maupun personil bantuan yang di datangkan dari Mabes Polri ataupun Polda lain untuk melaksanakan pengamanan dan penyelamatan korban bencana alam.

    d) Mengendalikan pergerakan personil dan mendinamisir kegiatan penanggulangan bencana alam.

    e) Mengendalikan arus komunikasi yang ada melalui jalur Posko atau Siaga Polda Sumatera Barat.

    f) Melaporkan perkembangan secara rutin dan berkala tentang kegiatan penanganan bencana alam kepada Kapolda Sumatera Barat dan ke Pusdal Ops Mabes Polri.

    4) Karo Log Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kepala Satuan tugas penyiapan sarana dan prasarana yang telah disiapkan untuk keperluan penanganan bencana alam dengan dibantu oleh Kadenma Polda Sumatera Barat.

    b) Melaksanakan tugas dalam rangka penyiapan sarana dan prasarana yang diperlukan ataupun yang telah disiapkan dalam rangka penanganan bencana alam.

    c) Menggerakkan dan mengumpulkan anggotanya untuk melakukan penyiapan tentang sarana angkutan dan dukungan BBM/BMP yang akan diperlukan ataupun yang telah disiapkan untuk penaganan bencana alam.

    d) Menyiapkan dan membagikan peralatan yang akan dipergunakan oleh personil Polri dalam rangka pengamanan dan penyelamatan serta evakuasi korban bencana alam.

    e) Menyiapkan sarana angkutan beserta drivernya untuk mengangkut personil satuan tugas yang akan diberangkatkan ke tempat/ lokasi bencana alam.

    f) Menyiapkan ransum dan membuat dapur lapangan untuk anggota yang akan diberangkatkan ke tempat/ lokasi bencana alam.

    g) Menentukan tempat evakuasi sementara untuk korban bencana alam, manakala Mapolda Sumatera Barat, SPN Padang Besi, Mapoltabes, Mapolres di jajaran Polda Sumatera Barat bisa dipergunakan.

    h) Melaporkan setiap perkembangan kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasat gas Ops pengendali.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    27

    5) Karo Binamitra Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kepala satuan tugas pemberdayaan potensi masyarakat.

    b) Menggerakan dan mengumpulkan seluruh anggotanya untuk untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan potensi masyarakat yang ada dalam rangka membantu penanganan bencana alam, termasuk didalamnya mengerakan potensi Babinkamtibmas yang ada.

    c) Mendata dan mengkoordinir para relawan dan potensi masyarakat lainnya untuk melakukan penyelamatan serta evakuasi korban bencana alam.

    d) Melaporkan setiap perkembangan kegiatan kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasat gas Ops pengendali

    6) Karo Pers Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kepala Satuan tugas penyiapan personil.

    b) Menyiapkan personil yang akan diperbantukan dalam penanganan bencana alam.

    c) Mengkoordinir seluruh personil yang tergabung dalam satgasus dan personil cadangan lainnya yang diperlukan dalam penanganan bencana alam atau pembentukan Kompi Kerangka (Satuan Tugas Cadangan)

    d) Melaporkan setiap perkembangan kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat Selaku Kasat Gas Ops Pengendali

    7) Dir Intelkam Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kepala Satuan Tugas Penyelidikan.

    b) Menggerakan dan mengumpulkan seluruh anggotanya untuk melaksanakan kegiatan penyelidikan dan pengumpulan baket tentang kemungkinan terjadinya gangguan Kamtibmas di lokasi bencana dan lokasi evakuasi guna menghindari adanya pihak-pihak yang melakukan provokasi pada masyarakat.

    c) Mengatur pembagian tugas yang disesuaikan dengan wilayah yang terkena bencana alam serta wilayah evakuasi dan mengumpulkan baket tentang gangguan Kamtibmas yang mungkin terjadi dan yang terjadi serta mendatakan dan mengidentifikasi korban bencana alam termasuk korban orang asing.

    d) Mendata organisasi-organisasi internasional beserta personilnya yang turun langsung memberikan bantuan bagi korban bencana alam.

    e) Membuat perkiraan inteljen cepat bilamana diperlukannya suatu tindakan lebih lanjut.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    28

    f) Melaporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi baik diwilayah benacana alam ataupun diwilayah pengungsian kepada Karo Ops sebagai Kasatgas Pengendali di Pos Ko Ops/ Siaga Polda Sumatera Barat.

    8) Dir Reskrim Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kapala Satuan Tugas penegakan hukum dan penyidikan terhadap pelaku-pelaku gangguan Kamtibmas.

    b) Menggerakan dan mengumpulkan serta membagi tugas (sesuai kring serse) pada anggota dilokasi bencana dan lokasi evakuasi/ pengungsian untuk melakukan penindakan penegakan hukum manakala terjadi kriminalitas dan melanjutkan dalam penyidikan manakala cukup buktinya.

    c) Melakukan pendataan terhadap korban bencana dengan mengumpulkan identitasnya serta mencari identitas manakala korban bencana tersebut tidak dikenali.

    d) Melaporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi baik diwilayah benacana alam ataupun diwilayah pengungsian kepada Karo Ops sebagai Kasatgas Pengendali di Pos Ko Ops/ Siaga Polda Sumatera Barat.

    9) Dir Samapta Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kepala Satuan Tugas pengamanan, penyelamatan dan evakuasi korban bencana alam.

    b) Menggerakan dan mengumpulkan anggotanya untuk melaksanakan pengamanan, pertolongan dan penyelamatan (SAR) kepada korban bencana alam.

    c) Melakukan pengamanan di lokasi bencana alam dan tempat pengungsian sebagai berikut :

    (1) Melakukan penjagaan di tempat jalan masuk dan keluar dan lokasi pengungsian bencana alam

    (2) Melakukan penjagaan ditempat penting dan vital seperti, Bank, Telkom, PLN, pertokoan untuk mengantisipasi aksi penjarahan dari masyarakat.

    (3) Melakukan penjagaaan serta membuat Police Line ditempat yang diperlukan untuk pengamanan.

    (4) Melakukan pengecekan identitas bagi orang yang dicurigai masuk dan keluar dari lokasi bencana dan lokasi pengungsian.

    (5) Melakukan pengamanan/ pengawalan terhadap barang-barang bantuan makanan/ obat-obatan dan kebutuhan pengungsi lainnya.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    29

    d) Melakukan penyelamatan korban bencana di lokasi kejadian sebagai berikut :

    (1) Memberikan pertolongan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam serta memberikan perlindungan dan melakukan evakuasi kepada korban bencana alam.

    (2) Mencari korban yang tertimbun di bangunan gedung dengan menggunakan anjing pelacak jika diperlukan serta melakukan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami luka.

    (3) Melakukan pencarian terhadap korban yang hilang serta mengumpulkan korban yang meninggal dan dimasukan didalam kantong mayat, dengan sebelumnya diberi label dan tulis identitasnya yang dapat ditemukan.

    e) Melakukan kegiatan evakuasi korban bencana alam sebagai berikut :

    (1) Membawa korban luka luka atau pengungsi ke tempat penyelamatan terdekat seperti rumah sakit atau keslap dan tempat penampungan sementara.

    (2) Melakukan pemasangan tenda ditempat penampungan sementara bagi korban bencana yang rumahnya mengalami kerusakan.

    (3) Membawa korban yang meninggal dunia ke rumah sakit dengan dimasukan ke dalam kantong mayat.

    f) Melaporkan setiap perkembangannya kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasatgas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

    10) Dir Lantas Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Bertanggung jawab sebagai Kepala Satuan Tugas pengamanan jalur Lalu lintas.

    b) Menggerakan dan mengumpulkan anggotanya untuk melakukan tugas Kamtibcar Lantas dilokasi bencana dan lokasi evakuasi dan lokasi sekitar bencana.

    c) Membagi tugas pada anggotanya untuk melakukan pengaturan dan penjagaan di tempat rawan kemacetan lalu lintas, disepanjang perempatan dan pertigaan jalan dilokasi bencana dan lokasi penampungan sementara.

    d) Melakukan pengendalian terhadap kemacetan arus lalu lintas dengan menerapkan sistem buka tutup , baik dilokasi bencana alam ataupun lokasi pengungsian sementara.

    e) Mengarahkan pemakai jalan ke tempat evakuasi dan mengatur kepadatan arus lalu lintas untuk menghindari kecelakaan mengarahkan korban bencana ke tempat jalan yang terdekat untuk penyelamatan sementara.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    30

    f) Mengkoordinir para pengusaha kendaraan/ pemilik kendaraan untuk membantu didalam pelaksanaan evakuasi terhadap korban luka ataupun korban yang meninggal dunia.

    g) Melaksanakan patroli ditempat bencana alam dan tempat penampungan sementara.

    h) Melaporkan setiap perkembangannya kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasat gas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

    11) Dir Pol air polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kasatgas pam dan penyelamatan diwilayah perairan .

    b) Menggerakan dan mengumpulkan seluruh anggotanya untuk bergabung melakukan pengamanan dan penyelamatan serta evakuasi, khususnya diwilayah perairan.

    c) Menkoordinir para pengusaha kapal/ pemilik kapal untuk menyiapkan armada kapalnya apabila diperlukan untuk melakukan evakuasi terhadap korban bencana alam.

    d) Memantau perkembangan keadaan di lautan, apabila mendadak surut dan diperkirakan ada tanda-tanda terjadinya tsunami agar segera dilaporkan.

    e) Melaporkan setiap perkembangannya kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasat gas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

    12) Kabid Dokes Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kepala Satuan Tugas Kesehatan.

    b) Menggerakan dan mengumpulkan anggotanya untuk melakukan kegiatan kesehatan di tempat bencana alam dan tempat evakuasi untuk menolong korban yang mengalami luka-luka.

    c) Menyiapkan rumah sakit Bhayangkara dan Keslap serta menyiapkan ambulance dan peralatan medis dan obat-obatan untuk menolong korban bencana alam.

    d) Menggerakan team kesehatan bersama peralatan medis dan unit ambulannya untuk menolong korban di wilayah bencana.

    e) Melakukan pertolongan pertama kepada setiap korban bencana alam dan mengirim korban yang mengalami luka parah yang memerlukan perawatan secara intensif di rumah sakit terdekat.

    f) Melakukan kooordinasi dengan Institusi kesehatan yang ada di Sumatera Barat untuk menyiapkan kebutuhan kesehatan, peralatan medis, obat-obatan, dan para medis untuk keperluan pertolongan kepada korban bencana alam.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    31

    g) Membentuk Tim DVI (Disaster Victim Identification) untuk membantu mengidentifikasi korban meninggal dunia dan mengevakuasinya dengan memasukan mayat di dalam kantong mayat dan diberi label yang berisi identitas korban.

    h) Melaporkan setiap perkembangannya kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasatgas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

    13) Ka SPN Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kasatgas Pengamanan dan penyelamatan di wilayah sekitar SPN.

    b) Menggerakan dan mengumpulkan anggotanya dan siswa SPN untuk melakukan tugas pengamanan serta penyelamatan dan evakuasi terhadap korban bencana alam apabila sangat diperlukan karena kekurangan personil.

    c) Melaksanakan pengamanan dan penyelamatan serta evakuasi terhadap korban bencana alam di sekitar lingkungan SPN

    d) Menyiapkan tempat penampungan sementara untuk evakuasi korban bencana alam dari anggota Polri dan keluarga.

    Dapur Umum

    e) Melaporkan setiap perkembangannya kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasat gas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

    14) Kasat Brimob Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Membantu Kasatgas pengamanan dan penyelamatan serta evakuasi korban bersama-sama dengan satgas yang dipimpin oleh Dir Samapta Polda Sumatera Barat.

    b) Menggerakan dan mengumpulkan anggotanya untuk bergabung dalam satuan tugas pengamanan dan penyelamatan serta evakuasi.

    c) Mengawasi dan mengendalikan anggotanya yang tergabung dalam satgas pengamanan, penyelamatan dan evakuasi.

    d) Menyiapkan semua peralatan SAR dan peralatan yang lainnya untuk penyelamatan dan evakuasi korban.

    e) Melaporkan setiap perkembangannya kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasat gas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

    15) Kabid Propam Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kepala Satuan Tugas Pengamanan internal menggerakkan dan mengumpulkan anggota untuk :

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    32

    (1) Pendataan personil dan keluarganya untuk membantu Biro Personalia.

    (2) Mengamankan Pimpinan dan keluarga (Kapolda, Wakapolda dan Irwasda Polda Sumatera Barat) secara fisik maupun kegiatannya.

    (3) Mengamankan materil dan logistik (termasuk senjata api dan amunisi) dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan anggota dari setiap fungsi.

    (4) Mengamankan kegiatan dari masing-masing fungsi/ satgas guna mencegah terjadinya penyimpangan.

    (5) Mengamankan dokumen dengan mengkoordinir dari anggota dari masing-masing fungsi/ satker.

    b) Memback-up dan memberikan pembinaan teknis kepada para Kanit P3D dan anggotanya.

    c) Melaporkan setiap perkembangannya kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasat gas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

    16) Kabid Telematika Polda Sumbar melaksanakan tugas dan tanggungjawab aebagai berikut :

    a) Sebagai Kepala Satuan tugas di bidang alat komunikasi dan Informasi elektronika

    b) Menggerakan anggota Komlek untuk mengaktifkan jaringan komunikasi lapangan

    c) Berkoordinasi dengan pihak Telkom untuk mencari bentuk alternatif komunikasi lain, jika terjadi gangguan jaringan yang ada

    d) Menetapkan call-sign (Kode Panggilan) khusus selama masa tanggap darurat dengan mengacu kepada Call-Sign Satkorlak PB atau BPBD setempat

    17) Para Kasatker/Ka Subsatker lain di lingkungan Mapolda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai pembantu umum yang bertugas membantu Kasatgas pam dan penyelamatan serta evakuasi.

    b) Menggerakan serta mengumpulkan anggotanya untuk ikut bergabung didalam team satuan tugas pengamanan dan penyelamatan serta evakuasi korban bencana alam.

    c) Menerima tugas dan tanggung jawab yang lainnya dari pimpinan bilamana diperlukannya adanya kegiatan yang diperlukan.

    d) Melaporkan setiap perkembangannya kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasat gas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    33

    18) Para Kasatwil di lokasi bencana melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kasatgas penanggulangan bencana di wilayah masing- masing.

    b) Melaksanakan kegiatan penanganan bencana alam sesuai dengan protap yang telah dibuat oleh Satwil bersangkutan

    c) Melaporkan setiap perkembangannya kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasatgas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

    19) Para Kasatwil diluar lokasi bencana melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Sebagai Kasatgas Cadangan / BKO Pengamanan dan penyelamatan di wilayah masing masing.

    b) Menggerakan anggotanya dan menyiapkan sarana dan prasarana untuk diperbantukan dilokasi bencana dan menyiapkan tempat evakuasi di wilayahnya apabila diperlukan.

    c) Melengkapi personilnya dengan dukungan anggaran yang proporsional serta sarana dan prasarana yang memadai sehingga satwil yang terkena bencana alam benar-benar merasa terbantu dan tidak terbebani.

    d) Melaporkan kesiapan satuan tugas kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat selaku Kasat gas Ops Pengendali di Posko/ Siaga Ops Polda Sumatera Barat.

    e. Setelah terjadi (pasca bencana)

    Dalam rangka Tahap Rehabilitasi/Rekonstruksi korban bencana alam agar situasi Kamtibmas segera pulih kembali dari krisis, maka masing masing pejabat Polri di daerah melakukan tugas sebagai berikut :

    1) Karo Ops Polda Sumatera Barat sebagai Kasatgas Ops Pengendali kegiatan dan Siaga Ops/ Posko Ops melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka Penyelenggaraan Tahap Rehabilitasi/Rekontruksi korban terutama failitas umum/ infra struktur pembangunan sarana fisik pemerintah dan atau masyarakat

    b) Mengkoordinir pengendalian pelaksanaan kegiatan penanganan pemulihan siatuasi Kamtibmas damap bencana alam dan kegiatan Posko serta Siaga Ops.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    34

    c) Melaporkan perkembangan kegiatan Rehabilitasi/Rekonstruksi pasca penanggulangan bencana alam secara periodik kepada Kapolda Sumatera Barat, Wakapolda Sumatera Barat dan Irwasda serta ke Pusdal Ops Mabes Polri.

    2) Karo Renbang Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Melakukan koordinasi dengan Pemda dan Instansi terkait lainnya untuk menyusun perencanaan dan pengajuan dukungan anggaran penanganan bencana alam dan konsep rehabilitasi/Rekonstruksi

    b) Bekerjasama dengan Kabidku untuk pengurusan dana Operasi Kontijensi yang diperlukan.

    3) Karo Pers Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Bersama-sama dengan Kadenma dan Kabid Propam melakukan pendataan Personil dan keluarganya sebagai korban bencana alam, baik yang meninggal, luka dan hilang.

    b) Menerima dan menyalurkan segala jenis bantuan yang diperuntukkan kepada Personil Polri dan keluarganya yang menjadi korban bencana alam.

    c) Bekerjasama dengan Karolog dan Kadenma dalam rangka penyiapan tempat penyimpanan sementara sebelum didistribusikan untuk bantuan yang berupa makanan, barang-barang dan sebagainya.

    d) Bekerjasama dengan Kabid KU dalam membuat pertanggung jawabannya apabila bantuan yang diterima adalah berupa uang.

    4) Karo Log Polda Sumatera Barat sebagai Kasatgas penyiapan sarana dan prasarana melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Memberi bantuan sarana dan prasarana dalam rangka kelanjutan penanganan bencana alam seperti penyediaan Ranmor, tempat evakuasi, bekal ransum anggota yang bertugas dan lain-lain.

    b) Mengadakan koordinasi dengan Instansi terkait dalam rangka kerjasama penyiapan sarana dan prasarana.

    c) Mengatur dan membagi tugas bagi Personil yang pengoperasionalkan sarana dan prasarana penanganan bencana alam.

    d) Menyiapkan tempat penyimpanan sementara untuk bantuan yang berupa makanan, barang-barang dan sebagainya.

    e) Segera melakukan pembangunan sarana dan prasarana Kepolisian yang mengalami kerusakan dengan dana yang segera dimintakan ke Mabes Polri.

    f) Kadenma Polda Sumatera Barat membantu dalam rangka pelaksanaan penyiapan sarana dan prasarana penanganan bencana alam.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    35

    5) Karo Binamitra melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Mengkoordinir dan mengendalikan para sukarelawan, LSM, Ormas dan Potmas untuk bersama-sama melakukan upaya penyelamatan, pertolongan dan evakuasi terhadap korban bencana alam.

    b) Bersama-sama dengan Potmas yang ada dengan menggunakan Publik Addres memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan dihimbau untuk tetap tenang dan terus melakukan upaya penyelamatan terhadap diri, keluarga dan harta bendanya.

    6) Dir Intelkam Polda Sumatera Barat sebagai Kasatgas lidik melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Melanjutkan kegiatan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya gangguan Kamtibmas dan kemungkinan adanya provokasi yang menimbulkan isue-isue mengacaukan situasi di lokasi bencana dan ditempat pengungsian.

    b) Melaporkan perkembangan situasi pasca bencana alam secara periodik ke Kapolda/ Waka Polda dan Posko/ Siaga Polda Sumatera Barat.

    c) Melakukan pendataan korban bencana dan membantu memberikan identifikasi terhadap korban yang tidak diketahui identitasnya.

    d) Melakukan pendataan orang asing yang mengalami bencana alam serta membantu proses pemberitahuan kepada perwakilan negaranya.

    7) Dir Reskrim Polda Sumatera Barat sebagai Kasatgas Gakkum dan Sidik melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Melakukan Identifikasi terhadap korban-korban yang tidak diketahui identitasnya.

    b) Melakukan penyidikan terhadap pelaku-pelaku kriminalitas yang terjadi di lokasi bencana alam.

    c) Melakukan pengamanan Status Quo (Police Line) terhadap tempat-tempat lokasi kejadian kriminalitas.

    d) Menempatkan Kring Reserse untuk memantau dan menyelidiki serta penindakan pelaku kriminalitas.

    8) Dir Samapta Polda Sumatera Barat sebagai Kasatgas pengamanan, penyelamatan dan evakuasi melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Melaksanakan kegiatan pengamanan, penyelamatan dan evakuasi korban bencana alam.

    b) Memimpin anggota yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan, penyelamatan dan evakuasi korban yang terdiri dari Dalmas, Dit Polair dan Sat Brimob serta satuan Satwil tetangga.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    36

    c) Melaksanakan pencarian terhadap korban-korban yang hilang dan melanjutkan upaya penyelamatan terhadap korban-korban bencana alam.

    d) Melanjutkan penanganan evakuasi korban-korban bencana alam untuk selanjutnya dibawa ke tempat lokasi evakuasi atau tempat lainnya.

    e) Membantu membersihkan lokasi bencana alam.

    f) Mengatur anggota untuk melaksanakan penjagaan dan pengamanan di lokasi rawan gangguan Kriminalitas.

    g) Bersama-sama dengan Brimob dan Instansi lainnya mengamankan distribusi bantuan bencana alam dilokasi bencana alam.

    h) Membantu Binamitra dalam rangka mengembalikan rasa trauma bagi para korban bencana alam.

    i) Melaksanakan kegiatan patroli dan turjawali

    9) Dir Lantas Polda Sumatera Barat sebagai Kasatgas pengamanan lalu lintas melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Melaksanakan kegiatan pengaturan dan penjagaan arus lalu lintas masuk dan keluar ke lokasi bencana alam dan lokasi pengungsian.

    b) Melakukan kegiatan patroli secara periodik di lokasi-lokasi bencana alam dan lokasi pengungsian serta lokasi sekitar bencana.

    c) Memberikan prioritas jalan kepada ambulance yang membawa korban bencana alam ke rumah sakit.

    d) Memberikan pelayanan pengawalan kepada pejabat nasional yang meninjau keadaan wilayah serta korban yang terkena bencana alam.

    10) Dir Polair Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Memobilisasi seluruh sarana yang dimiliki dalam rangka membantu tugas penyelamatan dan evakuasi terhadap korban, baik di perairan ataupun didaratan.

    b) Memobilisasi para pengusaha transportasi air yang berada di wilayah tersebut untuk bersama-sama dengan petugas Kepolisian untuk membantu tugas penyelamatan dan evakuasi terhadap korban.

    11) Kabid Dokkes Polda Sumatera Barat sebagai Kasatgas Kesehatan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Melanjutkan pertolongan medis terhadap korban luka akibat bencana alam.

    b) Menggerakkan ambulance untuk membantu pengangkutan korban-korban bencana alam serta membawa korban bencana yang perlu mendapat rujukan di Rumah Sakit.

    c) Mengidentifikasi serta mengumpulkan mayat ke dalam kantong-kantong mayat.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    37

    d) Memberikan pelayanan kesehatan kepada anggota Polri maupun masyarakat secara gratis dan simpatik.

    12) Kasat Brimobda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Menggerakkan seluruh Personil Brimob terutama yang berkemampuan SAR guna mendukung tugas Satlak/ Satkorlak penanggulangan bencana alam secara bersama-sama.

    b) Menyiapkan seluruh Personil lainnya untuk membantu Satkorlak/ Satlak dalam proses evakuasi dan penyelamatan terhadap korban di wilayah bencana.

    c) Mengamankan distribusi bantuan yang diterima oleh Satlak/ Satkorlak agar sampai kepada sasaran yang berhak menerima.

    d) Melakukan pembersihan terhadap lokasi bencana alam.

    13) Kabid Humas Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Mengkoordinir petugas Public Address dalam rangka memberikan himbauan/ penerangan kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan dan memberikan informasi yang diperlukan masyarakat yang menyangkut lokasi, tempat evakuasi, jalur yang bisa digunakan menuju tempat evakuasi.

    b) Mengkoordinir wartawan lokal maupun asing dalam pemberitaan kepada media massa untuk membantu dan mendukung tugas Polri dalam penyelamatan dan pertolongan terhadap korban.

    14) Kabid Telematika Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Mengkoordinir Instansi Vital seperti PLN, Telkom, Provider Telpon Seluler, TVRI, RRI, Radio Swasta, Orari dan lain-lain untuk memberikan fasilitas yang dibutuhkan bagi Petugas Satkorlak/ Satlak dalam pelaksanaan tugasnya.

    b) Menyiapkan fasilitas lainnya yang dapat digunakan bagi petugas dilapangan berupa sarana pendukung seperti Genset, HT, Alkom, HP Satelit dan sebagainya.

    15) Kabid Propam dan Kadenma Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Mengkoordinir pengamanan Personil, Mako dan Asrama.

    b) Melakukan pengamanan Internal Personil, Matfasjas dan Logistik milik Polri.

    c) Membantu Karo Pers dan Karo Log dalam menyalurkan/ mendistribusikan bantuan yang ditujukan kepada personil Polri.

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    38

    16) Ka SPN Polda Sumatera Barat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Mengkoordinir siswa untuk turut serta membantu evakuasi bencana alam dan melakukan pengamanan terhadap lokasi di tempat pengungsian.

    b) Ikut mendata jumlah korban meninggal dunia, luka-luka, hilang dan pengungsi guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

    c) Bekerjasama dengan instansi terkait membentuk Satgas Traumatik Pasca Gempa yang bertugas langsung memulihkan mental para korban bencana alam pasca bencana yang telah terjadi.

    17) Kasatwil lokasi bencana melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

    a) Membangun Posko yang dilengkapi dengan data lokasi bencana, data tempat evakuasi, data jalur evakuasi, alat komunikasi dan Personil yang dilibatkan.

    b) Menggerakkan seluruh Personil untuk melaksanakan tugas penyelamatan bersama Satlak yang sudah terbentuk.

    c) Mengkoordinir dan menyalurkan seluruh bantuan yang diterima kepada sasaran yang berhak menerima.

    d) Melaporkan setiap perkembangan kepada Karo Ops Polda Sumatera Barat.

    18) Kasatwil lainnya melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

    a) Memberikan bantuan perkuatan secara proporsional baik Personil, sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Satwil lokasi bencana.

    b) Memonitor situasi yang terjadi di Satwil lokasi bencana.

    BAB V

    KOMANDO DAN PENGENDALIAN

    13. Tingkat Polda.

    Komando dan penanggung Jawab di tingkat Polda dijabat oleh Kapolda Sumatera Barat yang dibantu oleh Waka Polda dan Irwasda selaku Koordinator dan Wakil Koordinator penanganan bencana alam, dilaksanakan oleh Karoops selaku Lakkhar

    14. Tingkat Poltabes/ Polres.

    Pemegang komando pada tingkat Kewilayahan dijabat oleh Kapoltabes/ Kapolres dan selalu berkoordinasi dengan Karo Ops. Dalam pelaksanaan tugasnya Kasatwil bertanggung jawab kepada Kapolda, dilaksanakan oleh Kabag Ops selaku Lakhar

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    39

    15. Tingkat Polsek/ ta.

    Pemegang komando pada tingkat Kecamatan dijabat oleh Kapolsek/ta dan selalu berkoordinasi dengan Kasatlak tingkat Kecamatan. Dalam pelaksanaan tugasnya Kasatwil bertanggung jawab kepada Kapoltabes/ Kapolres, dilaksanakan oleh Kapolsek/ta selaku Lakhar

    16. Administrasi Logistik.

    1. Sistim administrasi dan pelaporan dengan menggunakan buku petunjuk yang dikeluarkan oleh Polri, demikian pula administrasi antar Instansi menggunakan buku petunjuk yang dikeluarkan oleh BNPB/ Satkorlak.

    2. Logistik menggunakan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Polri dengan didukung oleh Pemda dan Instansi terkait lainnya.

    3. Anggaran yang digunakan adalah anggaran Kontinjensi Polda Sumatera Barat, bantuan dari Pemda Provinsi Sumatera Barat serta bantuan lainnya.

    4. Daftar Nomor telp Pejabat dan Kasatwil sejajaran Polda Sumbar

    NO JABATAN NO. TELPON KET

    1 KAPOLDA SUMBAR 7518520001

    2 WAKAPOLDA SUMBAR 7518520002

    3 IRWASDA SUMBAR 7518520003

    4 KARO OPS POLDA SUMBAR 7518520004

    5 KARO RENBANG POLDA SUMBAR 7518520005

    6 KARO BINAMITRA POLDA SUMBAR 7518520006

    7 KARO PERS POLDA SUMBAR 7518520007

    8 KARO LOGISTIK POLDA SUMBAR 7518520008

    9 DIR INTELKAM POLDA SUMBAR 7518520009

    10 DIR RESKRIM POLDA SUMBAR 7518520010

    11 DIR SAMAPTA POLDA SUMBAR 7518520011

    12 DIR LANTAS POLDA SUMBAR 7518520012

    13 DIR NARKOBA POLDA SUMBAR 7518520013

    14 DIR POL AIR POLDA SUMBAR 7518520014

    15 KASAT BRIMOBDA SUMBAR 7518520015

    16 KA SPN PADANG BESI 7518520016

    17 KABID KU POLDA SUMBAR 7518520017

    18 KABID PROPAM POLDA SUMBAR 7518520018

    19 KABID DOKKES POLDA SUMBAR 7518520019

    20 KABID HUMAS POLDA SUMBAR 7518520020

    21 KABID BINKUM POLDA SUMBAR 7518520021

    22 KABID TELEMATIKA POLDA SUMBAR 7518520022

    23 KASETUM POLDA SUMBAR 7518520023

    24 KADENMA POLDA SUMBAR 7518520024

    25 KARUMKIT POLDA SUMBAR 7518520025

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    40

    NO JABATAN NO. TELPON KET

    26 KOORD SPRIPIM 7518520026

    27 BENSAT SPIM 7518520027

    28 KAUR PROTOCOL SPIM 7518520028

    29 KAPOLTABES PADANG 7518520029

    30 KAPOLRESTA PARIAMAN 7518520030

    31 KAPOLRES PADANG PARIAMAN 7518520031

    32 KAPOLRES MENTAWAI 7518520032

    33 KAPOLRESTA BUKITTINGGI 7528031966

    34 KAPOLRES 50 KOTA 7528031967

    35 KAPOLRES TANAH DATAR 7528031968

    36 KAPOLRES AGAM 7528031969

    37 KAPOLRESTA PAYAKUMBUH 7528031970

    38 KAPOLRESTA PADANG PANJANG 7528031971

    39 KAPOLRES PASAMAN 7537013677

    40 KAPOLRES PASAMAN BARAT 7537013678

    41 KAPOLRES SIJUNJUNG 7547012893

    42 KAPOLRES DHARMASRAYA 7547012894

    43 KAPOLRES SAWAHLUNTO 7547012895

    44 KAPOLRESTA SOLOK 7557702877

    45 KAPOLRES SOLOK 7557702878

    46 KAPOLRES SOLOK SELATAN 7557702879

    47 KAPOLRES PESISIR SELATAN 7567008234

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    41

    BAB VI

    PENUTUP

    Demikian Prosedur Tetap ini dibuat sebagai pedoman bagi jajaran Polda Sumbar, untuk dapat dipahami oleh seluruh anggota Polri Polda Sumbar dalam melaksanakan tugasnya menghadapi Kontijensi Bencana Alam diwilayah Polda Sumatera Barat.

    Ditetapkan di : P a d a n g

    Pada Tanggal : Januari 2010

    KEPALA KEPOLISIAN DAERAH SUMATERA BARAT

    Drs. ANDAYONO BRIGADIR JENDERAL POLISI

    Tembusan :

    1. Kapolri 2. Irwasum Polri 3. Kaba Binkam Polri 4. Deops Kapolri

    5. Distribusi A, B, C dan D Polda Sumbar

    Paraf :

    1. Kasubbag Ren Ops : .... 2. Kasubbag Kerma Ops : ..... 3 Kabag Bin Ops : ..... 4. Karoops : ...... 5. Kasetum : .....

    6. Waka : .....

  • KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH SUMATERA BARAT

    PENANGGUNG JAWAB

    KOORDINATOR

    W A K A P O L D A

    WAKIL

    I R W A S D A

    KASATGAS

    LIDIK

    DIR

    INTELKAM

    KASATGAS PENYIAPAN

    SARANA DAN PRASARANA

    KARO

    LOG

    KASATGAS

    PAM LALIN

    DIR

    LANTAS

    KASATGAS GAKKUM

    DAN SIDIK

    DIR

    RESKRIM

    KASATGAS PAM DAN

    PENYELAMATAN DAN EVAKUASI

    DIR

    SAMAPTA

    KASATGAS

    KESEHATAN

    KABID

    DOKKES

    KASATGAS PEMBERDA

    YAAN POTMAS

    KARO

    BNMITRA

    KASATGAS PAM

    INTERNAL

    KABID

    PROPAM

    SATKER LAINNYA

    SATGAS WIL

    DST

    SIAGA POLDA

    POSKO

    DENMA POLDA BRIMOB

    POLAIR

    DALMAS

    SPN

    SATKER MAPOLDA

    KASATGAS PENGENDALI

    KEGIATAN DAN POSKO

    KARO

    OPS

    K A P O L D A

    LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLDA SUMBAR NOMOR : KEP / / I / 2010 TANGGAL : JANUARI 2010

    43