87
Catatan atas Laporan Keuangan - 1 PROVINSI JAWA TIMUR SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DINAS PENDIDIKAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah kedua kalinya dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011. Dalam pelaporan keuangan dibedakan menjadi 2 (dua) entitas yaitu : 1. Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan daerah yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. Entitas pelaporan dalam hal ini adalah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 2. Entitas akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu entitas akuntansi yang berada di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan oleh karenanya wajib menyusun Laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. Penyusunan Laporan Keuangan pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya Dinas Pendidikan berdasarkan standar akuntansi berbasis akrual seperti yang telah tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintahan Daerah dan dalam Penyajian Laporan Keuangannya terdiri atas : 1. Laporan Realisasi Anggaran; 2. Neraca; 3. Laporan Operasional; 4. Laporan Perubahan Ekuitas; dan 5. Catatan Atas Laporan Keuangan.

PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

  • Upload
    others

  • View
    9

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 1

PROVINSI JAWA TIMUR SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

DINAS PENDIDIKAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN ANGGARAN 2015

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah kedua kalinya

dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011. Dalam pelaporan

keuangan dibedakan menjadi 2 (dua) entitas yaitu :

1. Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan daerah yang terdiri dari satu atau

lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan

wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.

Entitas pelaporan dalam hal ini adalah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

2. Entitas akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang

dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan

keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

merupakan salah satu entitas akuntansi yang berada di lingkup Pemerintah Provinsi

Jawa Timur dan oleh karenanya wajib menyusun Laporan keuangan untuk

digabungkan pada entitas pelaporan.

Penyusunan Laporan Keuangan pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur

khususnya Dinas Pendidikan berdasarkan standar akuntansi berbasis akrual seperti

yang telah tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 tahun 2013

tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada

Pemerintahan Daerah dan dalam Penyajian Laporan Keuangannya terdiri atas :

1. Laporan Realisasi Anggaran;

2. Neraca;

3. Laporan Operasional;

4. Laporan Perubahan Ekuitas; dan

5. Catatan Atas Laporan Keuangan.

Page 2: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 2

Salah satu elemen laporan keuangan adalah Catatan atas Laporan Keuangan

(CaLK) sebagai bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan yang berfungsi

untuk memberikan informasi untuk memudahkan pengguna dalam memahami

Laporan Keuangan. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan atau daftar

terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi

Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional,

Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Selain itu, di dalam CaLK juga dapat

dijelaskan berbagai faktor, asumsi, dan kondisi yang mempengaruhi angka-angka

Laporan Keuangan.

1.2 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan

Maksud Penyusunan Laporan Keuangan

1) Kebijakan Keuangan APBD Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur didasarkan pada

prinsip-prinsip keadilan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kebijakan Keuangan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik

terutama di bidang pendidikan di Jawa Timur.

2) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mempunyai kewajiban untuk melaporkan

upaya-upaya yang telah dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan

kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan untuk

kepentingan:

a) Akuntabilitas

Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan

kebijakan yang dipercayakan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik.

b) Manajemen

Membantu para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi pelaksanaan

kegiatan pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam periode pelaporan

sehingga memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas

seluruh aset, kewajiban, dan ekuitas dana Dinas Pendidikan Provinsi Jawa

Timur untuk kepentingan masyarakat.

c) Transparansi

Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat

berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui

secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan

kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundang-undangan.

Page 3: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 3

d) Keseimbangan Antargenerasi (intergenerational equity)

Membantu para pengguna laporan untuk mengetahui apakah penerimaan Dinas

Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada periode laporan cukup untuk membiayai

seluruh pengeluaran yang dialokasikan dan apakah generasi yang akan datang

diasumsikan akan ikut menanggung beban pengeluaran tersebut.

e) Evaluasi Kinerja

Mengevaluasi kinerja entitas pelaporan dalam penggunaan sumber daya

ekonomi yang dikelola pemerintah untuk mencapai kinerja yang direncanakan.

Tujuan Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyajikan

informasi yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam menilai akuntabilitas

dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi, sosial, maupun politik dengan:

a) Menyediakan informasi mengenai apakah penerimaan periode berjalan cukup

untuk membiayai seluruh pengeluaran.

b) Menyediakan informasi mengenai apakah cara memperoleh sumber daya ekonomi

dan alokasinya telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan

perundang-undangan.

c) Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan

dalam kegiatan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta hasil-hasil yang telah

dicapai.

d) Menyediakan informasi mengenai bagaimana Dinas Pendidikan Provinsi Jawa

Timur mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya.

e) Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur berkaitan dengan sumber-sumber penerimaan dan

pengeluarannya dan sebagai bahan pertimbangan serta evaluasi bagi pengalokasian

anggaran.

f) Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat

kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.

1.3 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja

Daerah Tahun Anggaran 2015 ini disusun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

dengan berpedoman pada ketentuan yang termuat dalam :

Page 4: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 4

1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-undang No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan

Tanggungjawab Keuangan Negara;

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

5. Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi

Pemerintahan;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

Daerah;

8. Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja

Instansi Pemerintah;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 yang telah diubah kedua

kalinya menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

10. Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

Provinsi Jawa Timur;

11. Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan

Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Provinsi Jawa Timur;

12. Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2011 tentang Kebijakan Akuntansi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur;

13. Peraturan Gubernur Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kebijakan Akuntansi Piutang

Pemerintah Provinsi Jawa Timur;

14. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2015 tentang Perubahan

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Provinsi Jawa Timur Tahun

2015;

15. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 52 Tahun 2015 tentang Penjabaran

Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Provinsi Jawa

Timur Tahun 2015;

16. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/682/KPTS/013/2014 tanggal 27

Oktober 2014 Tentang Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemerintah

Provinsi Jawa Timur Tahun 2015;

17. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/906/KPTS/013/2014 tanggal 30

Desember 2014 tentang Penunjukan dan Pengangkatan Pejabat Pengguna

Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran Bagian Pada Satuan Kerja Perangkat

Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Anggaran 2015.

Page 5: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 5

1.4 Sistematika Penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan

Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang telah diubah kedua

kalinya menjadi Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang pedoman pengelolaan

keuangan daerah, indikator tersebut adalah:

a. Masukan (Input), yaitu tolok ukur kinerja berdasarkan tingkat atau besaran

sumber-sumber dana, sumber daya manusia, material, waktu, teknologi, dan

sebagainya yang digunakan untuk melaksanakan program/kegiatan.

b. Keluaran (Output) adalah tolok ukur kinerja berdasarkan produk (barang atau jasa)

yang dihasilkan dari program atau kegiatan sesuai dengan masukan yang

digunakan.

c. Hasil (Outcome) adalah tolok ukur kinerja berdasarkan tingkat keberhasilan yang

dapat dicapai berdasarkan keluaran program atau kegiatan yang sudah

dilaksanakan.

d. Manfaat (Benefit) adalah tolok ukur kinerja berdasarkan tingkat kemanfaatan yang

dapat dirasakan sebagai nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah daerah dari

hasil.

e. Dampak (Impact) adalah tolok ukur kinerja berdasarkan dampaknya terhadap

makro yang ingin dicapai dari manfaat.

Sistematika penulisan yang dilakukan dalam penyusunan Catatan atas Laporan

Keuangan ini akan dominan berbentuk narasi deskriptif dengan penjelasan-penjelasan

tambahan yang singkat dan jelas disertai angka-angka yang sesuai dengan Laporan

Realisasi Anggaran tahun 2015. Cara penulisan ini diharapkan akan dapat memberi

penjelasan yang memadai tentang aktivitas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang

tergambar melalui laporan keuangan.

Sistematika penulisan Catatan atas Laporan Keuangan dibagi dalam 7 bab

dengan rincian pembahasan sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

1.2. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan

1.3. Landasan hukum penyusunan laporan keuangan

1.4. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan.

BAB II

: Ekonomi Makro, kebijakan keuangan dan pencapaian target

kinerja APBD

Page 6: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 6

BAB III

2.1. Ekonomi makro

2.2. Kebijakan Keuangan

2.3. Indikator pencapaian target kinerja APBD

Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan

3.1 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan

3.2 Hambatan dan Kendala Yang Ada Dalam Pencapaian

Target Yang Telah Ditetapkan

BAB IV : Kebijakan Akuntansi

4.1. Entitas akuntansi keuangan daerah

4.2. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan

keuangan

4.3. Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan

keuangan

4.4. Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan

ketentuan yang ada dalam standar akuntansi

pemerintahan.

BAB V : Penjelasan masing-masing pos-pos laporan keuangan

5.1. Rincian dan penjelasan masing – masing pos – pos

pelaporan keuangan

5.2. Pengungkapan atas pos – pos aset dan kewajiban yang

timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas

pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan

penerapan basis kas, untuk entitas pelaporan yang

menggunakan basis akrual.

BAB VI : Penjelasan atas informasi – informasi non keuangan

BAB VII : Penutup

Page 7: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 7

BAB II

EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN

PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD

2.1. Ekonomi Makro

Dalam perkembangannya, pranata ekonomi memelihara kelangsungan sistem

nilainya tidak pernah lepas dari keterkaitan dengan ruang-ruang sosial lainnya baik itu

pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini

dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial dalam masyarakat terkini yang

cenderung bersifat kompleks, fungsional, independen, serta memiliki ketergantungan

yang tinggi sehingga mampu menjabarkan sebuah pola hubungan yang bersifat

sistemik konsekuensi dunia pendidikan dengan sektor ekonomi masyarakat Indonesia

memiliki hubungan yang erat, di mana kedua komponen lembaga tersebut merupakan

aset negara yang memerlukan pengelolan secara hati-hati dan cermat.

Secara lebih khusus hubungannya menyangkut modal fisik, tenaga kerja dan

kemajuan teknologi yang menjadi tiga faktor pokok sebagai masukan (input) dalam

produksi pendapatan nasional. Semakin besar jumlah tenaga kerja (yang berarti laju

pertumbuhan penduduk tinggi) semakin besar pendapatan nasional dan semakin tinggi

pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian infrastruktur dan sarana-sarana yang melayani kehidupan

masyarakat kini beralih tangan menjadi wewenang negara. Secara lebih luas otomatis

perubahan struktur sosial politik berdampak bergesernya format hubungan antara

lembaga sosial ekonomi dengan lembaga pendidikan. Oleh sebab itu, kebijakan

pemerintah untuk membangun pilar-pilar kesejahteraan ekonomi masyarakat akan

tetap berkorelasi kuat dengan praktik pendidikan sebagai pencetak operator pelaksana

transformasi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi.

Realitas globalisasi yang demikian membawa sejumlah implikasi bagi

pengembangan SDM di Indonesia. Salah satu tuntutan globalisasi adalah daya saing

ekonomi. Daya saing ekonomi akan terwujud bila didukung oleh SDM yang handal.

Untuk menciptakan SDM berkualitas dan handal yang diperlukan adalah pendidikan.

Pendidikan dianggap sebagai mekanisme kelembagaan pokok dalam mengembangkan

keahlian dan pengetahuan. Pendidikan merupakan kegiatan investasi di mana

Page 8: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 8

pembangunan ekonomi sangat berkepentingan. Bagaimanapun pembangunan ekonomi

membutuhkan kualitas SDM yang unggul baik dalam kapasitas penguasaan IPTEK

maupun sikap mental, sehingga dapat menjadi subjek atau pelaku pembangunan yang

handal. Dalam kerangka globalisasi, penyiapan pendidikan perlu juga disinergikan

dengan tuntutan kompetisi. Oleh karena itu, dimensi daya saing dalam SDM semakin

menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM melalui pendidikan

merupakan tuntutan yang harus dikedepankan.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi tuntutan globalisasi seyogyanya

kebijakan link and match mendapat tempat sebagai sebuah strategi yang

mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan pendidikan. Namun sayangnya ide

link and match yang tujuannya untuk menghubungkan kebutuhan tenaga kerja dengan

dunia pendidikan belum ditunjang oleh kualitas kurikulum sekolah yang memadai

untuk menciptakan lulusan yang siap kerja. Penerapan Kurikulum Berbasis

Kompetensi (KBK) adalah salah satu jalur menuju ke sana.

Oleh karena itu harus ada perubahan paradigma, agar proses pembangunan

mampu mendorong terbentuknya berbagai keahlian yang bisa mengolah SDA dan bisa

semakin memandirikan struktur ekonomi bangsa. Supaya visi tersebut pun terjadi di

berbagai daerah, maka harus ada koreksi total kebijakan pembangunan pendidikan di

tingkat makro dengan berbasiskan kepada pluralitas daerah. Dengan demikian

harapannya akan tercipta SDM yang mampu memperjuangkan kebutuhan dan

penguatan masyarakat lokal.

2.2. Kebijakan Keuangan

Perhitungan APBD merupakan dokumen Pertanggungjawaban Pemerintah

Daerah mengenai Pelaksanaan APBD untuk Tahun Anggaran yang telah ditutup, oleh

karenanya Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD mencerminkan realisasi

dari pelaksanaan program/kegiatan yang disusun dan dilaksanakan dengan

mempertimbangkan potensi dan kondisi sosial ekonomi wilayah yang mendapat

perhatian, disamping merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat

kemajuan dan perkembangan suatu daerah.

Pertanggungjawaban keuangan ini digunakan untuk menyajikan informasi

yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam menilai akuntabilitas dan

membuat keputusan baik keputusan ekonomi, sosial maupun politik sebagai

Page 9: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 9

perwujudan asas transparansi, demokrasi dan akuntabilitas dalam rangka perwujudan

Good Governance.

Dalam pendekatan kinerja, maka usulan program, kegiatan dan anggaran

dinilai tingkat kewajarannya melalui rasionalisasi dan sinkronisasi program, dengan

demikian laporan pertanggungjawaban keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah

harus memuat hal-hal dibawah ini agar dapat dievaluasi dan menjadi bahan

pertimbangan bagi pengalokasian anggaran :

a) Menyediakan informasi mengenai apakah penerimaan periode berjalan cukup

untuk membiayai seluruh pengeluaran;

b) Menyediakan informasi mengenai apakah cara memperoleh sumberdaya ekonomi

dan alokasinya telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan

perundang-undangan

c) Menyediakan informasi mengenai jumlah sumberdaya ekonomi yang digunakan

dalam kegiatan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta hasil-hasil yang telah

dicapai.

d) Menyediakan informasi mengenai bagaimana Dinas Pendidikan Provinsi Jawa

Timur mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya.

e) Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur berkaitan dengan sumber-sumber penerimaan dan

pengeluarannya.

f) Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur apakah mengalami kenaikan atau penurunan sebagai akibat

kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.

g) Sebagai pertanggungjawaban Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur kepada

Pemerintah Daerah atas pelaksanaan anggaran yang diberikan.

h) Sebagai dasar penyusunan laporan keuangan di Pemerintah Daerah.

Laporan keuangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur disusun untuk

menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi

yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur selama satu periode

pelaporan. Laporan keuangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terutama

digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran

yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, menilai efektivitas dan efisiensi Dinas

Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap

peraturan perundang-undangan.

Page 10: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 10

2.3. Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD

Indikator pencapaian target kinerja anggaran pendapatan dan belanja daerah

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur antara lain :

NO PROG/KEG INDIKATOR

HASIL/KELUARAN SATUAN SASARAN

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1 Pelaksanaan Administrasi Perkantoran

Tersedianya data dan informasi pendidikan

Bidang dan UPT

10 Bidang dan UPT

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

2

Penyediaan Peralatan dan kelengkapan Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana yang Memadai

Bidang dan UPT

10 Bidang dan UPT

3 Pemeliharaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana

Terpenuhinya pemeliharaan sarana dan prasarana kantor

Bidang dan UPT

10 Bidang dan UPT

Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah

4

Koordinasi dan Konsultasi Kelembagaan Pemerintah Daerah

Terkoordinasinya penyaluran dana bantuan hibah

Kab/Kota 38 Kab/Kota

5 Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Meningkatnya mutu SDM dan Sarana Prasarana Perkantoran

Orang 800 orang

Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan

6 Penyusunan Dokumen Perencanaan

Meningkatnya kualitas Sinkronisasi dan Koordinasi Bidang Pendidikan

Bidang dan UPT

10 Bidang dan UPT

7

Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Rencana Program dan Anggaran

Meningkatnya kualitas pengawasan dan laporan kegiatan

Bidang dan UPT

9 Bidang dan UPT

8

Penyusunan, pengembangan, pemeliharaan dan pelaksanaan Sistem Informasi data

Terlatihnya operator data pendidikan

Kab/kota 38 Kab/Kota

Program Pendidikan Anak Usia Dini

9 Perluasan dan Peningkatan Mutu TK/RA

Meningkatnya kreatifitas anak dan profesionalisme guru

Orang dan kegiatan

1.468 orang dan 5 kegiatan

10 Manajemen Pendidikan TK/RA

Terpadunya langkah pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan TK/RA

Orang dan Kegiatan

870 orang dan 4 Kegiatan

11 Perluasan dan Peningkatan Mutu PAUD

Meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya PAUD

Orang dan kegiatan

3.876 Orang dan 34 kegiatan

12 Pengembangan Manajemen PAUD

Meningkatnya kualitas kinerja Guru/Pendidik Anak Usia Dini (PAUD)

Orang 1.700 Orang

Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun

13 Penyediaan Biaya Operasional Madrasah

Meningkatnya Pengembangan Pendidikan

Orang dan Kab/Kota

1.174.978 orang dan 38 Kab/Kota

Page 11: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 11

NO PROG/KEG INDIKATOR HASIL/KELUARAN

SATUAN SASARAN

14

Penyebarluasan dan Sosialisasi berbagai Informasi Pendidikan Dasar

Tersampaikannya berbagai informasi kepada masyarakat

Dokumen dan Kab/Kota

7 Dokumen dan 38 Kab/Kota

15 Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Dasar

Peningkatan kualitas sekolah sesuai standar/terakreditasi

Kali dan Kab/kota

1 kali dan 38 Kab/Kota

16 Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan SD/MI

Meningkatnya prestasi siswa dan guru SD/MI

Orang dan kegiatan

9.603 Orang dan 31 kegiatan

17 Perluasan kesempatan belajar SMP/MTs di Jawa Timur

Termotivasinya siswa untuk bersikap proaktif dan meningkatnya wajar dikdas 9 tahun

peserta dan kegiatan

1.300 orang dan 10 kegiatan

18 Peningkatan Manajemen Pendidikan SMP/MTs di Jawa Timur

Termotivasinya siswa untuk bersikap proaktif dalam meraih prestasi untuk meningkatkan wajar dikdas 9 tahun

Orang dan kegiatan

2.150 Orang dan 8 kegiatan

19

Peningkatan Mutu Pendidikan SD/SMP melalui Pendidikan Jarak Jauh

Meningkatnya wawasan, pengetahuan dan ketrampilan Guru SD dan SMP

anak dan kegiatan

550 orang dan 9 Kegiatan

20 Peningkatan Mutu SMP/MTs

Termotivasinya siswa untuk bersikap proaktif dalam meningkatkan wajar dikdas 9 tahun

Peserta dan kegiatan

3.000 Orang dan 5 kegiatan

21

Pengembangan dan Peningkatan Mutu Kesenian Pendidikan Dasar

Terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan kesenian jenjang pendidikan dasar

kegiatan 12 Kegiatan

22 Peningkatan Pengelolaan BOS Pendidikan Dasar

Meningkatnya transparansi, akuntabilitas, dan kinerja pengelolaan dana BOS

Sekolah dan Orang

2.818 orang dan 24.500 sekolah

23

Peningkatan Pemberdayaan Orang Tua Siswa, Masyarakat, dan Komite Sekolah SD/SMP

Terselaraskan hubungan masyarakat dengan lembaga

Kali dan Kab/kota

8 kali dan 38 kab/kota

Program Pendidikan Menengah

24

Pengembangan Metode Belajar dan Mengajar Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Penggunaan TIK dalam Proses Belajar Mengajar

Orang dan Kegiatan

2.402 orang dan 9 kegiatan

25

Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan menengah

Bahan ajar pelajaran muatan lokal Orang dan Kab/Kota

1.200 orang dan 38 Kab/Kota

26 Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Menengah

Peningkatan Kualitas sekolah sesuai standar/terakreditasi

Kali dan Kab/Kota

1 kali dan 38 Kab/Kota

27 Peningkatan Sarana dan Prasarana

Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pelayanan pendidikan

Bidang/UPT 10 Bidang/UPT

28 Peningkatan Pengelolaan Manajemen pendidikan dan pelatihan

Kelompok Sasaran Kegiatan : Peningkatan Infrastruktur dan sarana prasarana lembaga

Persen ( % ) Angka partisipasi kasar (80,05%)

29

Peningkatan dan Pengembangan Operasional SMA Olah Raga Sidoarjo

Meningkatkan dan Menyiapkan Peserta Didik yang memiliki bakat istimewa untuk menjadi olahragawan yang berprestasi tingkat regional, nasional, dan internasional

Siswa 140 siswa

30 Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan SMK

Kejelasan tugas pokok dan fungsi antara Kab/Kota dan Provinsi

Kali dan kab/kota

4 kali dan 38 kab/kota

31 Perluasan Kesempatan Belajar di SMK

Tercapainya standar pendidikan Lembaga 1.664 lembaga

32 Peningkatan Manajemen Pendidikan SMK

Meningkatnya pencapaian standar manajemen dan kualitas pendidikan SMK

Lembaga 1.664 lembaga

33 Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan SMK

Meningkatnya mutu pembelajaran, hasil ujian nasional siswa dan kompetensi produktif

Orang 2.157 orang

Page 12: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 12

NO PROG/KEG INDIKATOR HASIL/KELUARAN

SATUAN SASARAN

34

Penunjang Perluasan dan Peningkatan mutu pendidikan melalui Balai Teknologi Komunikasi

Meningkatnya akses pendidikan terhadap masyarakat

Orang, kegiatan

540 orang dan 7 kegiatan

35 Peningkatan sarana penunjang SMK

Meningkatnya kualitas dan relevansi KBM di SMK

Lembaga 300 lembaga

36 Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan SMA

Munculnya bibit-bibit unggul siswa-siswa berprestasi bidang olahraga dan seni

Orang dan kegiatan

3.100 orang dan 5 kegiatan

37

Pengembangan dan Peningkatan Mutu Kesenian Pendidikan Menengah

Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pendidikan Kesenian Jenjang Pendidikan Menengah

Kegiatan 18 kegiatan

38 Peningkatan Manajemen Pendidikan SMA

Memotivasi serta meningkatnya kinerja guru menuju pendidikan global

Orang dan kegiatan

4.857 Orang dan 17 kegiatan

39 Pengembangan Wajib Belajar Pendidikan 15 tahun

Peningkatan indeks pembangunan manusia

Siswa dan kegiatan

200 siswa dan 2 kegiatan

40

Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan menengah berkualitas, termasuk pembangunan unit sekolah baru (USB), ruang kelas baru (RKB), laboratorium, perpustakaan, buku pelajaran dan peralatan peraga pendidikan, disertai penyediaan, tenaga pendidik secara lebih merata, bermutu, tepat lokasi, terutama untuk daerah pedesaan, wilayah terpencil, dan kepulauan

Terselenggaranya bantuan hibah dan bantuan keuangan bidang pendidikan

Bantuan dan kab/kota

43 bantuan dan 38 kab/kota

41

Peningkatan Pengelolaan BOS Pendidikan Menengah (Jenjang SLTA/BKSM)

Meningkatnya pemahaman terhadap peraturan BOS SLTA

Kali dan kab/kota

8 kali dan 38 kab/kota

43

Peningkatan Pemberdayaan Orangtua Siswa, masyarakat, dan Komite Sekolah SMA/SMK

Terselaraskan hubungan masyarakat dengan lembaga

Kali dan kab/kota

3 kali dan 38 Kab/kota

44

Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Kejuruan melalui UPT PPPK

Terlaksananya peningkatan pelayanan praktik ke SMK dan Peningkatan kreatifitas siswa

Peserta 12.900 peserta

45 Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru/Siswa SMK

Tersedianya guru/siswa SMK yang kompeten di bidangnya masing – masing

Peserta 5.200 peserta

Program Pendidikan Non Formal

46 Peningkatan Mutu Pendidikan Keaksaraan

Meningkatnya mutu penyelenggara/pengelola program buta aksara yang mendapat program pemberantasan buta aksara

Orang 14.250 orang

47 Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Non Formal

Meningkatnya mutu penyelenggara program pendidikan non formal informal

Orang dan kegiatan

5.400 Orang dan 22 kegiatan

48

Pengembangan dan Peningkatan Pendidikan Karakter Melalui Kesenian Pendidikan Non Formal

Meningkatnya Mutu dan Pemahaman Kesenian PNFI

Orang dan kegiatan

1.438 Orang dan 18 kegiatan

Page 13: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 13

NO PROG/KEG INDIKATOR HASIL/KELUARAN

SATUAN SASARAN

Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan

49

Pendidikan Lanjutan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk Memenuhi Standar Kualifikasi

Meningkatnya jumlah pendidik yang mendapat pendidikan lanjutan

Orang 953 orang

50 Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang mendapat sosialisasi, pelatihan dan pembinaan

Orang dan kegiatan

3.800 Orang dan 28 kegiatan

51

Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi

Seleksi pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi serta PTK PAUDNI berprestasi sesuai dengan aturan yang ada

Kabupaten / Kota

38 Kabupaten / Kota

52 Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Peningkatan mutu proses belajar mengajar guru di Jawa Timur

Orang 1.561 Orang

53 Peningkatan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Meningkatnya kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan non PNS

Kabupaten / Kota

38 Kabupaten / Kota

Program Pendidikan Tinggi

54

Pengembangan dan Peningkatan Mutu Prestasi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Jawa Timur

Meningkatnya mutu dan relevansi lulusan Perguruan Tinggi

Lembaga 100 lembaga

55

Pengembangan dan Peningkatan Mutu Politeknik dan Akademi Komunitas di Jawa Timur

Akurasi Pengambilan kebijakan pengembangan vakasi di Jawa Timur

Lembaga 80 Lembaga

Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK)

56 Perluasan dan Peningkatan Mutu PK-PLK

Meningkatnya bakat minat siswa pendidikan khusus yang mandiri, terampil dan berkompeten

Orang 4453 orang

57

Peningkatan dan Pengembangan Manajemen Sekolah PK-PLK

Terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan luar biasa

Kegiatan 7 kegiatan

Page 14: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 14

BAB III

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

3.1. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

a. Pelaksanaan Administrasi Perkantoran

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.18.931.549.000,00 terealisasi sebesar

Rp.17.698.055.930,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 93,48%.

Keluaran : Tercapainya database SKPD sebagai penunjang pusat

data Provinsi Jawa Timur.

Hasil : Tersedianya data dan informasi pendidikan

Manfaat : Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran

Dampak : Mudahnya pengguna data dalam memperoleh informasi

pendidikan

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 6,52% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, pelaksanaan administrasi

perkantoran di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi

Jawa Timur telah berjalan dengan lancar sehingga dapat

dikatakan kegiatan telah efektif.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

a. Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.6.514.341.000,00 terealisasi sebesar

Rp.6.429.067.117,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 98,69%.

Keluaran : Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana

Hasil : Sarana dan prasarana memadai

Manfaat : Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur

Dampak : Berkurangnya keluhan mengenai sarana dan prasarana

dilingkungan Dinas Pendidikan Prov. Jatim.

Page 15: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 15

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 1,31% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas Berdasarkan capaian kinerja, Penyediaan Peralatan dan

Kelengkapan Sarana dan Prasarana di lingkungan Dinas

Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah memenuhi target

sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

b. Pemeliharaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.3.263.809.500,00 terealisasi sebesar

Rp.2.930.070.032,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 89,77%.

Keluaran : Jumlah sarana dan prasarana kantor yang mendapat

pemeliharaan.

Hasil : Terpenuhinya pemeliharaan sarana dan prasarana

kantor

Manfaat : Meningkatnya kelengkapan sarana dan prasarana

aparatur

Dampak : Menurunnya ketidak-puasan aparatur tentang sarana

dan prasarana

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 10,23% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, telah terealisasi

Pemeliharaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan

Prasarana dengan lancar, sehingga kegiatan telah

dikatakan efektif.

3. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah

a. Koordinasi dan Konsultasi Kelembagaan Pemerintah Daerah

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.425.500.000,00 terealisasi sebesar

Rp.298.069.700,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

70,05%.

Keluaran : Jumlah bantuan hibah yang tersalurkan.

Hasil : Terkoordinasinya penyaluran dana bantuan hibah.

Page 16: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 16

Manfaat : Meningkatnya kapasitas kelembagaan Pemerintah

Daerah.

Dampak : Tersalurkan bantuan hibah.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 29,95% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, Koordinasi dan

Konsultasi Kelembagaan Pemerintah Daerah berjalan

dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

b. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.5.241.054.850,00 terealisasi sebesar

Rp.4.423.810.459,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 84,41%.

Keluaran : Tersedianya SDM Pelayanan Pendidikan Yang

Profesional dan Sarana Prasarana Pelayanan.

Hasil : Terciptanya aparatur yang profesional.

Manfaat : Meningkatnya sumber daya aparatur.

Dampak : Kompetensi aparatur meningkat.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 15,59% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan

Prov. Jatim telah berjalan dengan lancar namun belum

efektif.

4. Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen

Penyelenggaraan Pemerintahan

a. Penyusunan Dokumen Perencanaan

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.1.559.600.000,00 terealisasi sebesar

Rp.1.495.091.356,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 95,86%.

Keluaran : Peningkatan pelaksanaan Program Pendidikan.

Hasil : Meningkatnya kualitas sinkronisasi dan koordinasi

Page 17: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 17

bidang pendidikan

Manfaat : Meningkatnya pelaksanaan program pendidikan.

Dampak : Program pendidikan dapat terlaksana dengan baik.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 4,14% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan tersebut telah

berjalan dengan lancar dan efektif.

b. Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Rencana Program dan

Anggaran

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.461.420.000,00 terealisasi sebesar

Rp.335.692.575,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

72,75%.

Keluaran : Laporan Pelaksanaan Kegiatan.

Hasil : Meningkatnya kualitas pengawasan dan laporan

kegiatan.

Manfaat : Laporan Pelaksanaan Kegiatan dapat berjalan dengan

baik.

Dampak : Pengawasan terhadap kualitas kegiatan meningkat.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 27,25% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan tersebut telah

berjalan dengan lancar namun belum efektif.

c. Penyusunan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Pelaksanaan Sistem

Informasi Data

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.444.380.000,00 terealisasi sebesar

Rp.268.584.850,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

60,44%.

Keluaran : Meningkatnya Pelayanan Informasi Pendidikan.

Hasil : Terlatihnya Operator Data Pendidikan.

Manfaat : Kompetensi operator data pendidikan meningkat.

Page 18: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 18

Dampak : Pelayanan Informasi Pendidikan dapat berjalan lebih

baik.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 39,56% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan tersebut telah

berjalan dengan lancar namun belum efektif.

5. Program Pendidikan Anak Usia Dini

a. Perluasan dan Peningkatan Mutu TK/RA

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.3.230.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.2.877.830.925,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 89,10%.

Keluaran : Terselenggaranya lomba bagi siswa TK dan workshop

bagi kepala dan guru TK.

Hasil : Meningkatnya kreativitas anak dan profesionalisme

guru.

Manfaat : Meningkatnya kreativitas anak dan kualitas pengajaran

guru TK/RA.

Dampak : Tertampung dan meningkatnya mutu pendidikan

TK/RA.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 10,90% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Perluasan dan

Peningkatan Mutu TK/RA dilingkungan Dinas

Pendidikan Prov. Jatim telah berjalan dengan lancar

sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

b. Manajemen Pendidikan TK/RA

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.1.967.601.050,00 terealisasi sebesar

Rp.1.765.166.268,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 89,71%.

Keluaran : Terlaksananya rapat koordinasi dan sosialisasi hibah

rehab TK/RA

Page 19: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 19

Hasil : Terpadunya langkah pengelolaan dan penyelenggaraan

pendidikan TK/RA.

Manfaat : Meningkatnya kreativitas anak dan kualitas pengajaran

guru TK/RA.

Dampak : Peningkatan pengelolaan mutu pendidikan.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 10,29% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Manajemen

Pendidikan TK/RA dilingkungan Dinas Pendidikan

Prov. Jatim telah berjalan dengan lancar sehingga dapat

dikatakan kegiatan telah efektif.

c. Perluasan dan Peningkatan Mutu PAUD

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.8.380.719.500,00 terealisasi sebesar

Rp.6.203.366.021,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 74,02%.

Keluaran : Jumlah masyarakat yang paham akan pentingnya

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Hasil : Meningkatnya pemahaman masyarakat akan

pentingnya PAUD

Manfaat : Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan guru

PAUD dan kader Taman Posyandu

Dampak : Minat masyarakat untuk mengikuti program PAUD dan

Posyandu semakin meningkat.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 25,98% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Perluasan dan

Peningkatan Mutu PAUD dilingkungan Dinas

Pendidikan Prov. Jatim telah berjalan dengan lancar

namun kegiatan belum efektif.

d. Pengembangan Manajemen PAUD

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.4.300.000.000,00 terealisasi sebesar

Page 20: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 20

Rp.4.009.828.370,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 93,25%.

Keluaran : Terbinanya guru PAUD

Hasil : Meningkatnya kualitas kinerja guru/pendidik Anak

Usia Dini (PAUD)

Manfaat : Pengembangan manajemen Pendidikan Anak Usia Dini.

Dampak : Meningkatnya produktifitas tenaga pendidik PAUD.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 6,75% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

Manajemen PAUD dilingkungan Dinas Pendidikan Prov.

Jatim telah berjalan dengan lancar sehingga dapat

dikatakan kegiatan telah efektif.

6. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun

a. Penyediaan Biaya Operasional Madrasah

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.862.300.000,00 terealisasi sebesar

Rp.760.583.540,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

88,20%.

Keluaran : Terlaksananya fasilitas pengembangan pendidikan

Hasil : Meningkatnya pengembangan pendidikan

Manfaat : Peningkatan fasilitas pengembangan pendidikan.

Dampak : Pendidikan dapat berkembang dengan baik.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 11,80% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Penyediaan

Biaya Operasional Madrasah dilingkungan Dinas

Pendidikan Prov. Jatim telah berjalan dengan lancar

sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

b. Penyebar luasan dan Sosialisasi Berbagai Informasi Pendidikan Dasar

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.1.795.500.000,00 terealisasi sebesar

Page 21: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 21

Rp.1.588.447.000,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 88,47%.

Keluaran : Buku statistik, Buku Data Pokok Pendidikan, Profil

Dikdasmen, Profil PAUDNI, dan Leaflet Pendidikan.

Hasil : Tersampaikannya berbagai informasi kepada

masyarakat.

Manfaat : Meningkatnya pelayanan pendidikan.

Dampak : Meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap

pelayanan pendidikan.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 11,53% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Penyebar luasan

dan Sosialisasi Berbagai Informasi Pendidikan Dasar

dilingkungan Dinas Pendidikan Prov. Jatim telah

berjalan dengan lancar sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efektif.

c. Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Dasar

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.500.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.406.639.150,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

81,33%.

Keluaran : Pelaksanaan akreditasi sekolah

Hasil : Peningkatan kualitas sekolah sesuai

standar/terakreditasi

Manfaat : Peningkatan manajemen Badan Akreditasi Sekolah

Dampak : Meningkatnya kompetensi sekolah

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 18,67% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan

Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Dasar di

lingkungan Dinas Pendidikan Prov. Jatim telah berjalan

dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

Page 22: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 22

d. Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan SD/MI

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.20.659.621.200,00 terealisasi sebesar

Rp.18.394.418.349,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 89,04%.

Keluaran : Terselenggaranya kegiatan lomba bagi siswa SD/MI

dan workshop bagi kepala, guru, dan pengawas SD.

Hasil : Meningkatnya prestasi siswa dan guru SD/MI

Manfaat : Terpacunya siswa dan guru untuk meraih prestasi

Dampak : Menurunnya tingkat putus sekolah SD/MI

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 10,96% sehingga dapat dikatakan

kegiatan sudah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Perluasan dan

Peningkatan Mutu Pendidikan SD/MI dilingkungan

Dinas Pendidikan Prov. Jatim telah berjalan dengan

lancar dan efektif.

e. Perluasan kesempatan belajar SMP/MTs di Jawa Timur

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.3.730.250.000,00 terealisasi sebesar

Rp.3.294.857.820,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 88,33%.

Keluaran : Terlaksananya kegiatan untuk meningkatkan aktivitas

siswa dalam proses pembelajaran

Hasil : Termotivasinya siswa untuk bersikap proaktif dan

meningkatkan wajar dikdas 9 tahun

Manfaat : Terbentuknya cara dan kegiatan yang dipersiapkan

pihak sekolah dan pengurus OSIS untuk

memperkenalkan lingkungan sekolah bagi siswa baru.

Dampak : Menurunnya tingkat ketidaknyamanan siswa dalam

belajar.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 11,67% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Perluasan

kesempatan belajar SMP/MTs di Jawa Timur telah

Page 23: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 23

berjalan dengan lancar sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efektif.

f. Peningkatan Manajemen Pendidikan SMP/MTs di Jawa Timur

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.5.932.500.000,00 terealisasi sebesar

Rp5.025.142.185,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 84,71%.

Keluaran : Banyaknya sekolah yang mengimplementasikan

MPMBS

Hasil : Termotivasinya siswa untuk bersikap proaktif dalam

meraih prestasi untuk meningkatkan wajar dikdas 9

tahun

Manfaat : Meningkatkan pencapaian mutu pendidikan

Dampak : Menurunnya tingkat ketidaknyamanan siswa dalam

belajar.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 15,29% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Manajemen Pendidikan SMP/MTs di Jawa Timur telah

berjalan dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

g. Peningkatan Mutu Pendidikan SD/SMP melalui Pendidikan Jarak Jauh

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.3.504.183.000,00 terealisasi sebesar

Rp.3.203.815.930,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 91,43%.

Keluaran : Pembinaan dan peningkatan mutu pendidikan

Hasil : Meningkatnya wawasan, pengetahuan dan

keterampilan guru SD, SMP

Manfaat : Meningkatnya kualitas pendidikan dasar 9 tahun

melalui pendidikan jarak jauh

Dampak : Efisiensi waktu dan biaya operasional pembelajaran

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 8,57% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Page 24: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 24

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Mutu Pendidikan SD/SMP melalui Pendidikan Jarak

Jauh telah berjalan dengan lancar sehingga dapat

dikatakan kegiatan telah efektif.

h. Peningkatan Mutu Pendidikan SMP/MTs

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.12.000.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.10.344.104.980,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 86,20%.

Keluaran : Siswa mampu mengembangkan kecakapan vokasional,

menyemarakkan, memotivasi dan memberdayakan

sekolah.

Hasil : Termotivasinya siswa untuk bersikap proaktif dalam

meningkatkan wajar dikdas 9 tahun.

Manfaat : Memacu, memotivasi, menanamkan dan membina

apresiasi seni dan sastra, khususnya terhadap nilai

tradisi yang berakar pada budaya bangsa dalam

optimalisasi pembinaan siswa SMP se Jatim.

Dampak : Meningkatnya apresiasi seni dan sastra melalui

pembinaan SMP se Jatim.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 13,80% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Mutu SMP/MTs dan Sekolah Berwawasan Lingkungan

di Jatim telah berjalan dengan lancar sehingga dapat

dikatakan kegiatan telah efektif.

i. Pengembangan dan Peningkatan Mutu Kesenian Pendidikan Dasar

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.8.141.335.000,00 terealisasi sebesar

Rp.7.853.099.372,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 96,46%.

Keluaran : Jumlah siswa dan guru yang mendapat peningkatan

mutu kesenian jenjang pendidikan dasar sebanyak

8.000 orang.

Page 25: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 25

Hasil : Terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan

kesenian jenjang pendidikan dasar.

Manfaat : Pengembangan dan peningkatan mutu kesenian

pendidikan dasar.

Dampak : Meningkatnya mutu pengajaran kesenian pada jenjang

pendidikan dasar.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 3,54% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

dan Peningkatan Mutu Kesenian Pendidikan Dasar

telah berjalan dengan lancar sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efektif.

j. PeningkatanPengelolaan BOS Pendidikan Dasar

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.6.788.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.6.341.619.490,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 93,42%.

Keluaran : Meningkatnya kemampuan bendahara sekolah dalam

mengelola dana BOS.

Hasil : Meningkatnya transparansi, akuntabilitas dan kinerja

pengelolaan dana BOS.

Manfaat : Meningkatnya kualitas pelayanan pendidikan dasar.

Dampak : Terarahnya penggunaan dana bantuan operasional

sekolah sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan

lancar.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 6,58% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengawasan

BOS Pendidikan Dasar dan Menengah telah berjalan

dengan lancar sehingga dapat dikatakan kegiatan telah

efektif.

Page 26: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 26

k. Peningkatan Pemberdayaan Orangtua Siswa, Masyarakat, dan Komite

Sekolah SD/SMP

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.288.400.000,00 terealisasi sebesar

Rp.257.136.000,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

89,16%.

Keluaran : Kepedulian masyarakat dengan pendidikan.

Hasil : Terselaraskan hubungan masyarakat dengan lembaga.

Manfaat : Peningkatan peran serta masyarakat dalam

pembangunan pendidikan.

Dampak : Semakin tingginya kepedulian masyarakat dalam

pembangunan pendidikan.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 10,84% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Pemberdayaan Orangtua Siswa, Masyarakat, dan

Komite Sekolah SD/SMP telah berjalan dengan lancar

sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

7. Program Pendidikan Menengah

a. Pengembangan Metode Belajar dan Mengajar Menggunakan Teknologi

Informasi dan Komunikasi

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.4.839.360.000,00 terealisasi sebesar

Rp.4.436.070.585,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 91,67%.

Keluaran : Meningkatnya pemanfaatan TIK dalam pengembangan

metode pembelajaran.

Hasil : Penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar.

Manfaat : Meningkatnya pengembangan model pembelajaran.

Dampak : Meningkatnya penggunaan TIK sebagai model

pembelajaran.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 8,33% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

Page 27: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 27

Metode Belajar dan Mengajar Menggunakan Teknologi

Informasi dan Komunikasi telah berjalan dengan lancar

sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

b. Penyebarluasan dan Sosialisasi berbagai Informasi Pendidikan

Menengah

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.6.959.282.800,00 terealisasi sebesar

Rp.5.868.755.629,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 84,33%.

Keluaran : Tersedianya bahan ajar untuk pelajaran muatan lokal.

Hasil : Bahan ajar pelajaran muatan lokal.

Manfaat : Menyebarnya informasi pendidikan di Kab/Kota.

Dampak : Terlaksananya pelajaran muatan local di Kab/Kota

dengan lancar.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 15,67% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Penyebarluasan

dan Sosialisasi berbagai Informasi Pendidikan

Menengah belum berjalan dengan lancar dan belum

efektif.

c. Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Menengah

Indikator kinerja :

Masukan : Dana Rp.500.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.463.283.000,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

92,66%.

Keluaran : Pelaksanaan akreditasi sekolah.

Hasil : Peningkatan kualitas sekolah sesuai

standar/terakreditasi.

Manfaat : Peningkatan manajemen Badan Akreditasi Sekolah.

Dampak : Meningkatnya kompetensi sekolah menengah.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 7,34% sehingga dapat dikatakan

kegiatan sudah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan

Page 28: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 28

Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Menengah telah

berjalan dengan lancar sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efektif.

d. Peningkatan Sarana dan Prasarana

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.9.292.169.500,00 terealisasi sebesar

Rp.8.967.360.643,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 96,50%.

Keluaran : Tersedianya sarana dan prasarana yang berkualitas.

Hasil : Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pelayanan

pendidikan.

Manfaat : Peningkatan sarana dan prasarana kantor.

Dampak : Meningkatnya kinerja aparatur.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 3,50% sehingga dapat dikatakan

kegiatan sudah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Sarana dan Prasarana telah berjalan dengan lancar

sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

e. Peningkatan pengelolaan manajemen pendidikan dan pelatihan

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.2.770.215.000,00 terealisasi sebesar

Rp.2.744.490.564,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 99,07%.

Keluaran : Terlaksananya peningkatan kualitas manajemen dan

pengelolaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan

Pendidikan dan Pelatihan.

Hasil : Kelompok sasaran kegiatan : peningkatan infrastruktur

dan sarana prasarana lembaga.

Manfaat : Meningkatnya kualitas pengelolaan manajemen

pendidikan dan pelatihan.

Dampak : Terwujudnya standar pelatihan teknologi yang baik

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 0,93% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Page 29: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 29

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

pengelolaan manajemen pendidikan dan pelatihan

telah berjalan dengan lancar sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efektif.

f. Peningkatan dan Pengembangan Operasional SMA Olah Raga Sidoarjo

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.17.287.857.350,00 terealisasi sebesar

Rp.15.716.856.982,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 90,91%.

Keluaran : Jumlah siswa UPT SMA Negeri Olahraga Jawa Timur, 10

Cabor, 12 bulan.

Hasil : Meningkatkan dan menyiapkan peserta didik yang

memiliki bakat istimewa untuk menjadi olahragawan

yang berprestasi tingkat regional, nasional dan

internasional

Manfaat : Pembibitan atlet Jawa Timur s/d 2019.

Dampak : Terpenuhinya kebutuhan operasional Atlet Smanor dan

kenyamanan siswa terjamin.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 9,09% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Bantuan

Operasional SMA Olah Raga Sidoarjo telah berjalan

dengan lancar sehingga dapat dikatakan kegiatan telah

efektif.

g. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan SMA

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.670.500.000,00 terealisasi sebesar

Rp.409.481.025,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

61,07%.

Keluaran : Kesepahaman dalam penentuan kebijakan.

Hasil : Kejelasan tugas pokok dan fungsi antara kab/kota dan

Provinsi.

Manfaat : Penyebaran berbagai informasi regulasi pendidikan.

Dampak : Meningkatnya mutu kualitas belajar mengajar di

sekolah SMA.

Page 30: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 30

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 38,93% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Mutu dan Relevansi Pendidikan SMA telah berjalan

dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

h. Perluasan kesempatan Belajar di SMK

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.8.882.530.000,00 terealisasi sebesar

Rp.8.491.903.996,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 95,60%.

Keluaran : Meningkatkan karakter dan kepribadian berbangsa

bagi guru dan siswa SMK

Hasil : Tercapainya standar pendidikan

Manfaat : Meningkatnya manajemen pendidikan bagi kepala

sekolah.

Dampak : Menurunnya tingkat putus sekolah pada jenjang

pendidikan menengah

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 4,40% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Perluasan

kesempatan Belajar di SMK telah berjalan dengan

lancar sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

i. Peningkatan Manajemen Pendidikan SMK

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.7.197.588.000,00 terealisasi sebesar

Rp.7.009.124.842,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 97,38%.

Keluaran : Terlaksananya rapat koordinasi SMK Negeri/Swasta se

Jawa Timur.

Hasil : Meningkatnya pencapaian standar manajemen dan

kualitas pendidikan SMK.

Manfaat : Meningkatnya kompetensi Manajemen Kepala SMK.

Dampak : Terwujudnya standar pendidikan SMK.

Page 31: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 31

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 2,62% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Manajemen Pendidikan SMK telah berjalan dengan

lancar sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

j. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan SMK

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.10.412.620.000,00 terealisasi sebesar

Rp.9.886.876.940,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 94,95%.

Keluaran : Bertambahnya guru adaptif,normatif, dan produktif

SMK yang kompeten sebanyak 2.907 orang.

Hasil : Meningkatnya mutu pembelajaran, hasil ujian nasional

siswa dan kompetensi produktif.

Manfaat : Membina dan meningkatkan pengelola pendidikan

SMK.

Dampak : Terwujudnya mutu pengajaran yang lebih baik

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 5,05% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Mutu dan Relevansi Pendidikan SMK telah berjalan

dengan lancar sehingga dapat dikatakan kegiatan telah

efektif.

k. Penunjang Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Balai

Teknologi Komunikasi

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.3.863.957.000,00 terealisasi sebesar

Rp.3.613.944.275,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 93,53%.

Keluaran : Pembinaan dan peningkatan mutu pendidikan.

Hasil : Meningkatnya akses pendidikan terhadap masyarakat.

Manfaat : Memperluas dan meningkatkan mutu pendidikan

melalui UPT Tekkomdik.

Page 32: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 32

Dampak : Menurunnya apatisme masyarakat terhadap dunia

pendidikan.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 6,47% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Penunjang

Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui

Balai Teknologi Komunikasi telah berjalan dengan

lancar sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

l. Peningkatan Sarana Penunjang SMK

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.1.183.382.000,00 terealisasi sebesar

Rp.1.083.387.200,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 91,55%.

Keluaran : Bertambahnya SMK yang memiliki sarana penunjang

KBM sesuai standar sarana prasarana dan kurikulum

Hasil : Meningkatnya kualitas dan relevansi KBM di SMK

Manfaat : Meningkatnya sarana penunjang KBM SMK

Dampak : Menurunnya tingkat ketidak nyamanan dalam belajar

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 8,45% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Sarana Penunjang SMK telah berjalan dengan lancar

sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

m. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan SMA

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.7.600.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.6.449.061.530,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 84,86%.

Keluaran : Terlaksananya kegiatan yang menunjang prestasi siswa

SMA

Hasil : Munculnya bibit – bibit unggul siswa berprestasi

bidang olahraga dan seni.

Page 33: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 33

Manfaat : Meningkatnya prestasi di tingkat provinsi dan tingkat

nasional.

Dampak : Meningkatnya mutu kualitas belajar mengajar di

sekolah SMA.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 15,14% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Mutu dan Relevansi Pendidikan SMA serta Sekolah

Berwawasan Lingkungan di Jatim telah berjalan dengan

lancar namun kegiatan belum efektif.

n. Pengembangan dan Peningkatan Mutu Kesenian Pendidikan Menengah

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.11.941.152.500,00 terealisasi sebesar

Rp.11.476.019.654,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 96,10%.

Keluaran : Jumlah siswa dan guru yang mendapat peningkatan

mutu kesenian jenjang pendidikan menengah sebanyak

10.800 siswa dan guru.

Hasil : Terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan

kesenian jenjang pendidikan menengah.

Manfaat : Berkembang dan Meningkatnya mutu kesenian

pendidikan menengah.

Dampak : Meningkatnya mutu pengajaran kesenian pada jenjang

pendidikan menengah.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 3,90% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

dan Peningkatan Mutu Kesenian Pendidikan Menengah

telah berjalan dengan lancar sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efektif.

o. Peningkatan Manajemen Pendidikan SMA

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.9.794.903.050,00 terealisasi sebesar

Page 34: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 34

Rp.8.627.448.369,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 88,08%.

Keluaran : Guru dan Kepala Sekolah.

Hasil : Memotivasi serta meningkatnya kinerja guru menuju

pendidikan global

Manfaat : Meningkatnya mutu dan kinerja guru menuju

pendidikan global

Dampak : Termotivasinya serta meningkatnya kinerja guru

menuju pendidikan global

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 11,92% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas

: Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Manajemen Pendidikan SMA telah berjalan dengan

lancar sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

p. Pengembangan Wajib Belajar Pendidikan 15 tahun

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.475.305.000,00 terealisasi sebesar

Rp.399.213.650,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

83,99%.

Keluaran : Terlaksananya workshop dan sosialisasi rintisan wajar

15 tahun.

Hasil : Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia.

Manfaat : Meningkatnya mutu dan Sumber Daya Manusia.

Dampak : Adanya visi dan rencana pengembangan pendidikan

yang terarah.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 16,01% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

Wajib Belajar Pendidikan 15 tahun di Jawa Timur telah

berjalan dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

r. Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Menengah yang

Berkualitas, termasuk Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), Ruang

Page 35: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 35

Kelas Baru (RKB), Laboratorium, Perpustakaan, Buku Pelajaran dan

Peralatan Peraga Pendidikan, disertai Penyediaan Tenaga Pendidik

secara Lebih Merata, Bermutu, Tepat Lokasi, terutama untuk Daerah

Pedesaan, Wilayah Terpencil dan Kepulauan

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.4.789.099.000,00 terealisasi sebesar

Rp.3.130.897.668,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 65,38%.

Keluaran : Meningkatnya kualitas mutu pendidikan melalui

bantuan hibah dan bantuan keuangan.

Hasil : Terselenggaranya bantuan hibah dan bantuan

keuangan bidang pendidikan.

Manfaat : Tercapainya peningkatan mutu pendidikan.

Dampak : Mutu pendidikan semakin berkualitas.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 34,62% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Penyediaan

Sarana dan Prasarana Pendidikan Menengah yang

Berkualitas, termasuk Pembangunan Unit Sekolah Baru

(USB), Ruang Kelas Baru (RKB), Laboratorium,

Perpustakaan, Buku Pelajaran dan Peralatan Peraga

Pendidikan, disertai Penyediaan Tenaga Pendidik

secara Lebih Merata, Bermutu, Tepat Lokasi, terutama

untuk Daerah Pedesaan, Wilayah Terpencil dan

Kepulauan telah berjalan dengan lancar namun

kegiatan belum efektif.

s. Peningkatan Pengelolaan BOS Pendidikan Menengah (Jenjang

SLTA/BKSM)

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.513.650.000,00 terealisasi sebesar

Rp.341.795.100,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

66,54%.

Keluaran : Evaluasi, monitoring dan pelatihan terhadap BOS SLTA.

Hasil : Meningkatnya pemahaman terhadap peraturan BOS

SLTA.

Manfaat : Meningkatnya APK pendidikan menengah.

Page 36: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 36

Dampak : Tersedianya sarana pendidikan yang layak bagi siswa.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 33,46% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Pengelolaan BOS Pendidikan Menengah (Jenjang

SLTA/BKSM) telah berjalan dengan lancar namun

kegiatan belum efektif.

t. Peningkatan Pemberdayaan Orangtua Siswa, Masyarakat, dan Komite

sekolah SMA/SMK

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.564.200.000,00 terealisasi sebesar

Rp.494.081.800,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

87,57%.

Keluaran : Kepedulian masyarakat dengan pendidikan.

Hasil : Terselaraskan hubungan masyarakat dengan lembaga.

Manfaat : Meningkatnya peran serta masyarakat dalam

pembangunan pendidikan.

Dampak : Peningkatan keselarasan hubungan masyarakat dengan

lembaga.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 12,43% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Pemberdayaan Orangtua Siswa, Masyarakat, dan

Komite sekolah SMA/SMK telah berjalan dengan lancar

dan kegiatan telah efektif.

u. Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Kejuruan Melalui UPT

PPPK

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.2.715.935.000,00 terealisasi sebesar

Rp.2.704.324.700,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 99,57%.

Keluaran : Meningkatnya pelayanan praktik ke SMK dan

meningkatnya kretivitas siswa.

Page 37: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 37

Hasil : Terlaksananya peningkatan pelayanan praktik ke SMK

dan peningkatan kreatifitas siswa.

Manfaat : Meningkatnya perluasan pelayanan praktik dan

meningkatkan kreatifitas siswa.

Dampak : Terciptanya lulusan SMK yang berkompetensi di dunia

Usaha dan Industri.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 0,43% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Perluasan dan

Peningkatan Mutu Pendidikan Kejuruan Melalui UPT

PPPK telah berjalan dengan lancar sehingga dapat

dikatakan kegiatan telah efektif.

v. Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru/Siswa SMK

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.12.563.850.000,00 terealisasi sebesar

Rp.12.377.461.550,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 98,52%.

Keluaran : Meningkatnya kompetensi Guru/siswa SMK di Jawa

Timur.

Hasil : Tersedianya Guru/Siswa SMK yang kompeten di

bidangnya masing-masing.

Manfaat : Meningkatkan kompetensi guru/siswa SMK se Jawa

Timur.

Dampak : Menngkatnya jumlah Guru/Siswa SMK yang kompeten

di Jawa Timur.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 1,48% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pelatihan

Peningkatan Kompetensi Guru/Siswa SMK telah

berjalan dengan lancar sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efektif.

8. Program Pendidikan Non Formal

a. Peningkatan Mutu Pendidikan Keaksaraan

Indikator Kinerja :

Page 38: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 38

Masukan : Dana Rp.10.370.068.000,00 terealisasi sebesar

Rp.7.747.572.098,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 74,71%.

Keluaran : Jumlah penyelenggara/pengelola program buta aksara

yang mendapat program pemberantasan buta aksara.

Hasil : Meningkatnya mutu penyelenggara/pengelola program

buta aksara yang mendapat program pemberantasan

buta aksara.

Manfaat : Berkurangnya warga buta aksara di Jawa Timur.

Dampak : Penurunan jumlah warga buta aksara.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 25,29% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pelatihan

Peningkatan Mutu Pendidikan Keaksaraan telah

berjalan dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

b. Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Non Formal

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.5.742.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.4.033.023.369,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 70,24%.

Keluaran : Terselenggaranya program pendidikan non formal

informal.

Hasil : Meningkatnya mutu penyelenggara program

pendidikan non formal informal.

Manfaat : Memperluas dan meningkatkan mutu pendidikan non

formal.

Dampak : Menurunnya angka buta aksara melalui pendidikan non

formal.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 29,76% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Perluasan dan

Peningkatan Mutu Pendidikan Non Formal telah

berjalan dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

Page 39: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 39

c. Pengembangan dan Peningkatan Pendidikan Karakter melalui Kesenian

Pendidikan Non Formal

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.5.927.212.500,00 terealisasi sebesar

Rp.4.718.587.867,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 79,61%.

Keluaran : Sosialisasi Pembinaan Program dan Peningkatan di 38

Kabupaten/Kota.

Hasil : Meningkatnya Mutu dan Pemahaman Kesenian PNFI

Manfaat : Meningkatkan dan mengembangkan mutu kesenian

PNFI.

Dampak : Meningkatnya mutu pengajaran kesenian pada jenjang

Pendidikan Luar Sekolah

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 20,39% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

dan Peningkatan Pendidikan Karakter melalui Kesenian

Pendidikan Non Formal telah berjalan dengan lancar

namun kegiatan belum efektif.

9. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan

a. Pendidikan Lanjutan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk

Memenuhi Standar Kualifikasi

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.13.290.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.13.230.000.000,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 99,55%.

Keluaran : Jumlah pendidik yang yang mendapat pendidikan

lanjutan.

Hasil : Meningkatnya jumlah pendidik yang mendapat

pendidikan lanjutan.

Manfaat : Peningkatan jumlah pendidik yang mendapat

pendidikan lanjutan.

Dampak : Meningkatnya kompetensi pendidik.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 0,45% sehingga dapat dikatakan

Page 40: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 40

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pendidikan

Lanjutan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

untuk Memenuhi Standar Kualifikasi telah berjalan

dengan lancar dan telah efektif.

b. Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.11.130.800.000,00 terealisasi sebesar

Rp.8.976.943.912,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 80,65%.

Keluaran : Workshop, sosialisasi, pelatihan dan pembinaan bagi

pendidik dan tenaga kependidikan.

Hasil : Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang

mendapat sosialisasi, pelatihan dan pembinaan.

Manfaat : Meningkatnya kualitas pendidik dan tenaga

kependidikan.

Dampak : Meningkatnya kompetensi guru untuk berprestasi.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 19,35% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan telah

berjalan dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

c. Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.9.162.500.000,00 terealisasi sebesar

Rp.7.363.218.176,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 80,36%.

Keluaran : Terpilihnya pendidik dan tenaga kependidikan

berprestasi dan berdedikasi serta PTK PAUDNI

berprestasi untuk duta provinsi.

Hasil : Seleksi pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi

dan berdedikasi serta PTK PAUDNI berprestasi sesuai

dengan aturan yang ada.

Manfaat : Pemberian penghargaan kepada pendidik dan tenaga

Page 41: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 41

kependidikan di Jawa Timur.

Dampak : Meningkatnya kompetensi guru untuk berprestasi.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 19,64% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Seleksi Pendidik

dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi

telah berjalan dengan lancar namun kegiatan belum

efektif.

d. Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.3.380.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.2.295.201.444,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 67,91%.

Keluaran : Pendidik dan tenaga kependidikan yang mengikuti

pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Hasil : Peningkatan mutu proses belajar mengajar guru di

Jawa Timur.

Manfaat : Peningkatan mutu dan karier pendidik dan tenaga

kependidikan di Jawa Timur.

Dampak : Mutu proses belajar mengajar guru semakin

berkualitas.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 32,09% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

Karir Tenaga Pendidik dan Kependidikan telah

berjalan dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

e. Peningkatan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.40.556.700.000,00 terealisasi sebesar

Rp.40.545.000.000,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 99,97%.

Keluaran : Tersalurkannya honorarium kinerja Guru Non PNS dan

Page 42: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 42

Honorarium kinerja kepala/guru TK/PAUD Non PNS.

Hasil : Meningkatnya kesejahteraan pendidik dan tenaga

kependidikan Non PNS.

Manfaat : Peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga

kependidikan Non PNS.

Dampak : Meningkatnya kelayakan hidup pendidik dan tenaga

kependidikan Non PNS.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 0,03% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan

Kesejahteraan Tenaga Pendidik dan Kependidikan

telah berjalan dengan lancar sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efektif.

10. Program Pendidikan Tinggi

a. Pengembangan Kapasitas dan Peningkatan Mutu Prestasi Mahasiswa

Perguruan Tinggi di Jawa Timur

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.2.000.000.000,00 terealisasi sebesar

Rp.1.959.129.500,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 97,96%.

Keluaran : Meningkatnya kapasitas dan mutu Perguruan Tinggi di

Jawa Timur.

Hasil : Meningkatnya mutu dan relevansi lulusan Perguruan

Tinggi di Jawa Timur.

Manfaat : Meningkatnya mutu perguruan tinggi.

Dampak : Tercapainya kelulusan pendidikan tinggi yang

berkualitas.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 2,07% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

Kapasitas dan Peningkatan Mutu Prestasi Mahasiswa

Perguruan Tinggi di Jawa Timur telah berjalan dengan

lancar sehingga dapat dikatakan kegiatan telah efektif.

Page 43: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 43

b. Pengembangan dan Peningkatan Mutu Politeknik dan Akademi

Komunitas di Jawa Timur

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.134.575.000,00 terealisasi sebesar

Rp.113.351.500,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

84,23%.

Keluaran : Dokumen kajian tentang pendidikan vakasi di Jawa

Timur.

Hasil : Akurasi pengambilan kebijakan pengembangan vakasi

di Jawa Timur.

Manfaat : Peningkatan mutu Perguruan Tinggi di Jawa Timur.

Dampak : Meningkatnya kompetensi Perguruan Tinggi di Jawa

Timur.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 15,77% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belum efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

dan Peningkatan Mutu Politeknik dan Akademi

Komunitas di Jawa Timur telah berjalan dengan lancar

namun kegiatan belum efektif.

11. Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-

PLK)

a. Perluasan dan Peningkatan Mutu PK-PLK

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.11.000.577.850,00 terealisasi sebesar

Rp.10.202.297.269,00 sehingga tingkat capaian

kinerjanya 87,76%.

Keluaran : Jumlah Kab/Kota yang memiliki lembaga

penyelenggara pendidikan khusus (inklusi).

Hasil : Meningkatnya bakat minat siswa pendidikan khusus

yang mandiri, terampil dan berkompeten.

Manfaat : Jumlah peserta didik yang mendapatkan peningkatan

kompetensi.

Dampak : Meningkatnya jumlah peserta didik yang terampil dan

kompeten.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

Page 44: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 44

anggaran sebesar 12,24% sehingga dapat dikatakan

kegiatan telah efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Pengembangan

dan Peningkatan Mutu Poltek di Jawa Timur telah

berjalan dengan lancar dan kegiatan telah efektif.

b. Peningkatan dan Pengembangan Manajemen Sekolah PK-PLK

Indikator Kinerja :

Masukan : Dana Rp.625.069.000,00 terealisasi sebesar

Rp.444.297.045,00 sehingga tingkat capaian kinerjanya

71,08%.

Keluaran : Terlaksananya kegiatan peningkatan mutu PK-PLK

melalui lomba bagi siswa PK dan workshop bagi Guru,

dan Kepala

Hasil : Terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan luar

biasa.

Manfaat : Peningkatan mutu pendidikan khusus.

Dampak : Meningkatnya pendidikan khusus yang berkualitas.

Efisiensi : Berdasarkan capaian kinerja, terlihat deviasi realisasi

anggaran sebesar 28,92% sehingga dapat dikatakan

kegiatan belu efisien.

Efektivitas : Berdasarkan capaian kinerja, kegiatan Peningkatan dan

Pengembangan Manajemen Sekolah PK-PLK telah

berjalan dengan lancar namun kegiatan belum efektif.

3.2 Hambatan dan Kendala Yang Ada Dalam Pencapaian Target Yang Telah

Ditetapkan

Dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang ada pada Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2015 terdapat beberapa hambatan dan kendala

yang menyebabkan pelaksanaan kegiatan tidak berjalan dengan maksimal, diantaranya

adalah :

a. Selisih perencanaan dalam 1 (satu) tahun anggaran atas belanja rutin yang

pembayarannya disesuaikan dengan tagihan bulanan.

b. Adanya ketergantungan realisasi terhadap tingkat kehadiran peserta dalam satu

kegiatan, dengan rata – rata kehadiran peserta tercapai antara 85% - 90%.

Page 45: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 45

c. Selisih bukti perjalanan dinas dan transport yang dibayarkan sesuai ad cost (real)

dibandingkan dengan perencanaan anggaran.

d. Adanya beberapa kegiatan yang direncanakan menggunakan fasilitas non

pemerintah, akan tetapi menindaklanjuti ketentuan Peraturan Menteri

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) nomor

6 tahun 2015 tentang pembatasan pertemuan rapat di luar kantor, maka

pelaksanaan kegiatan dialihkan menggunakan fasilitas pemerintah.

e. Kegiatan bersifat nasional yang ketentuan pelaksanaannya ditetapkan oleh

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dikeluarkan setelah penetapan

DPA APBD tahun 2015.

f. Perubahan ketentuan atas perubahan organisasi Unit Pelaksana Teknis pada Dinas

Pendidikan Provinsi Jawa Timur sesuai Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 60

Tahun 2015, yang mulai berlaku ketentuannya tidak mengikuti tahun anggaran.

g. Konstruksi dalam pengerjaan yang tercantum pada lembar penjelasan aset tetap

merupakan perencanaan atas Pembangunan Gedung Asrama Putri SMANOR yang

dianggarankan dan dilaksanakan melalui perubahan anggaran belanja daerah

(DPPA), dikarenakan keterbatasan anggaran dan waktu pelaksanaan yang hanya 3

(tiga) bulan, maka konstruksi dan pengawasannya diusulkan untuk dianggarkan

tahun 2016.

Page 46: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 46

BAB IV

KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1. Entitas Pelaporan Keuangan Daerah

Dalam sistem akuntansi pemerintah daerah terdapat 2 (dua) entitas

penyelenggara yaitu :

a. Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih unit

pemerintahan yang secara ketentuan peraturan perundang-undangan wajib

menyampaikan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan, adapun entitas

pelaporan yaitu pemerintahan daerah atau satuan organisasi di lingkungan

pemerintah daerah atau organisasi lainnya jika menurut peraturan perundang-

undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan dan

entitas pelaporan yang ada di Provinsi Jawa Timur adalah Pemerintah Provinsi

Jawa Tmur.

b. Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna

barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun

laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. Satuan Kerja

Perangkat Daerah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu

entitas akuntansi yang berada dilingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Laporan Keuangan yang disusun oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

terdiri dari :

1. Laporan Realisasi APBD

Laporan Realisasi APBD terdiri dari Realisasi Pendapatan, Belanja, Transfer,

Surplus/defisit dan Pembiayaan yang masing-masing diperbandingkan dengan

anggarannya. LRA Dinas Pendidikan Prov. Jatim disusun dengan menggunakan

Sistem Akuntansi berbasis Kas.

Angka Realisasi Pendapatan yang disajikan pada Laporan Realisasi APBD Tahun

2015 berdasarkan semua aliran kas masuk berupa penerimaan pada rekening

Bendahara Penerimaan Dinas Pendidikan Prov. Jatim yang menambah ekuitas

dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan disetorkan

ke rekening Kas Daerah.

Angka Realisasi Belanja Daerah yang disajikan pada Laporan Realisasi APBD

tahun anggaran 2015 berdasarkan semua aliran kas keluar berupa pengeluaran

Page 47: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 47

dari Rekening Bendahara Pengeluaran yang mengurangi ekuitas dana lancar

dalam periode tahun anggaran bersangkutan.

Angka Realisasi Pembiayaan pada Dinas Pendidikan Prov. Jatim tidak disajikan.

2. Laporan Operasional

Menurut paragraf 78 kerangka konseptual SAP adalah laporan yang menyajikan

ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang

dikelola oleh pemerintah pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan

pemerintahan dalam satu periode pelaporan. Pelaporan ini disusun berdasarkan

basis akrual.

Unsur yang dicakup secara langsung dalam Laporan Operasional terdiri dari

pendapatan-LO, beban, transfer, dan pos-pos luar biasa. Masing-masing unsur

dijelaskan dalam paragraf 79 kerangka konseptual SAP sebagai berikut:

Pendapatan-LO adalah hak pemerintah yang diakui sebagai penambah nilai

kekayaan bersih.

Beban adalah kewajiban pemerintah yang diakui sebagai pengurang nilai

kekayaan bersih.

Transfer adalah hak penerimaan atau kewajiban pengeluaran uang dari/oleh

suatu entitas pelaporan dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana

perimbangan dan dana bagi hasil. Pada Laporan Operasional Dinas Pendidikan

Provinsi Jatim tidak terdapat transfer sehingga tidak disajikan.

Pos Luar Biasa adalah pendapatan luar biasa atau beban luar biasa yang terjadi

karena kejadian atau transaksi yang bukan merupakan operasi biasa, tidak

diharapkan sering atau rutin terjadi, dan berada di luar kendali atau pengaruh

entitas bersangkutan. Pada Laporan Operasional Dinas Pendidikan Provinsi Jatim

tidak disajikan.

3. Neraca

Neraca Dinas Pendidikan Prov. Jatim disusun berdasarkan data kas di Bendahara

Penerimaan, Kas di Bendahara Pengeluaran, Kas di Bendahara Pengeluaran

Pembantu dan setara kas lainnya, data aset dan persediaan selama tahun 2015, dan

data kewajiban yang tejadi pada tahun 2015. Neraca yang disajikan pada laporan

keuangan bertujuan untuk menunjukkan posisi aset, kewajiban dan ekuitas dana

pada periode 31 Desember 2015.

Page 48: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 48

4. Laporan Arus Kas (LAK)

Laporan Arus Kas yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, dan

perubahan kas selama satu periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal

pelaporan.

5. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

CaLK adalah salah satu unsur laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang

penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam

Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, dan Laporan Arus Kas (LAK) dalam

rangka pengungkapan yang memadai.

CaLK meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam LRA,

Laporan Perubahan SAL, Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas

(LPE), Neraca, dan LAK. CaLK juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi

yang dipergunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan dan

dianjurkan untuk diungkapkan di dalam Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan

keuangan secara wajar.

6. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas

tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laporan Perubahan

Ekuitas ini berdasarkan Paragraf 101 PSAP Nomor 01 tentang Penyajian Laporan

Keuangan menyajikan sekurang-kurangnya pos-pos Ekuitas awal, Surplus/Defisit-LO

pada periode bersangkutan, dan koreksi-koreksi yang langsung

menambah/mengurangi ekuitas.

7. Lampiran Ikhtisar Laporan Kinerja Keuangan APBD

Laporan Kinerja Keuangan APBD merupakan lampiran dari laporan pokok diatas

yang menggambarkan Kinerja Keuangan APBD, yang meliputi 2 (dua) hal yaitu :

Laporan kinerja yang berdimensi Keuangan, merupakan informasi yang

menggambarkan tingkat penyerapan, perkembangan realisasi APBD

Laporan Kinerja Keuangan yang terkait dengan program / kegiatan guna

mengukur tingkat keberhasilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang

telah ditargetkan dalam rencana Kerja Pembangunan Daerah.

Page 49: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 49

4.2. Basis Akuntansi Yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan Realisasi APBD disusun dengan menggunakan Basis Kas Yaitu basis

akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas

atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan,

belanja, dan pembiayaan.

Laporan Operasional dan neraca disusun dengan menggunakan Basis Akrual yaitu

basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat

transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas

diterima atau dibayar.

Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran

2015 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah

ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar

Akuntansi Pemerintahan (SAP) pada Lampiran II.

4.3. Basis Pengukuran Yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan

a) Pendapatan dalam Laporan Realisasi Anggaran

Pendapatan dalam Laporan Realisasi Anggaaran Dinas Pendidikan Prov.

Jatim diakui pada saat diterimanya kas oleh bendahara penerimaan. Pendapatan

yang telah diterima oleh bendahara penerimaan SKPD harus disetor ke rekening

kas umum daerah pada hari yang sama. Akuntansi pendapatan dilaksanakan

berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto dan tidak

mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

b) Belanja

Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Bendahara

Pengeluaran dan pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut telah disahkan

oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan yaitu Badan Pengelola

Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Timur.

Belanja Gaji dan Tunjangan

Pencatatan belanja adalah sebesar nilai brutonya. Jika terdapat potongan

pajak dari BUD, belanja tetap dicatat sebesar nilai bruto dan pengakuan potongan

pajak terdapat di BUD. Jika terdapat potongan pajak di SKPD, belanja tetap dicatat

sebesar nilai bruto dan terdapat penjurnalan potongan pajak di SKPD.

Page 50: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 50

Belanja Barang dan Jasa

Pengakuan Belanja Barang dan Jasa adalah pada saat bendahara

pengeluaran melakukan pembelian dan pembayaran. Jika terdapat pungutan pajak

dan dipungut oleh SKPD maka dicatat sebagai hutang oleh SKPD.

Belanja Modal

Pencatatan pada rekening - rekening buku besar belanja modal dimulai

sejak bendahara pengeluaran merealisasikan belanja modal hingga penutupan

tahun anggaran.

c) Pendapatan dalam Laporan Operasional

Pendapatan dalam Laporan Operasional Dinas Pendidikan Prov. Jatim

diakui pada saat diterima pada saat terjadinya transaksi. Yaitu pada saat terbitnya

Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau sesuai dengan Surat Perjanjian.

d) Beban

Beban dalam Laporan Operasional Dinas Pendidikan Prov. Jatim diakui

pada saat diterima pada saat terjadinya transaksi. Yaitu pada saat terbitnya Berita

Acara Penyerahan Pekerjaan untuk pengadaan jasa dan Berita Acara Penerimaan

barang untuk pengadaan barang

e) Aset

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh

pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat

ekonomi dan/atau sosial dimasa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh

pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk

sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi

masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan

sejarah dan budaya.

Aset di klasifikasikan menjadi Aset Lancar, Investasi, Aset Tetap dan Aset

Lainnya.

1. ASET LANCAR

Pengertian Aset lancar adalah jenis aset yang dapat digunakan dalam jangka

waktu dekat, biasanya satu tahun. Terdiri dari :

Kas dan setara kas

Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat

digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan daerah/investasi

Page 51: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 51

jangka pendek yang sangat likuid yang siap dicairkan menjadi kas serta

bebas dari risiko perubahan nilai yang signifikan.

Kas adalah alat pembayaran yang sah yang setiap saat dapat digunakan

Pengertian Kas juga meliputi seluruh Uang Yang Harus

Dipertanggungjawabkan (UYHD)/ Uang Persediaan (UP) yang belum

dipertanggungjawabkan hingga tanggal neraca. Apabila ada kas daerah

dalam valuta asing maka harus dikonversi berdasarkan nilai kurs pada

tanggal transaksi. Kas terdiri atas Kas di Umum Daerah, Kas di Bendahara

Pengeluaran dan Kas di Bendahara Penerimaan.

Piutang

Piutang adalah tagihan kepada pihak ke tiga yang akan diterima

pembayarannya pada masa yang akan datang dalam kurun waktu 12

bulan. Piutang dinilai berdasarkan nilai nominal yang akan diterima pada

tanggal jatuh tempo. Tidak ada kebijakan untuk penyisihan piutang tak

tertagih.

Persediaan

Persediaan adalah barang- barang yang diperoleh dengan maksud untuk

digunakan dalam operasional pemerintahan atau diserahkan/ dijual

kepada masyarakat dalam waktu satu tahun. Persediaan dinilai

berdasarkan harga pembelian terakhir, harga standar apabila diperoleh

dengan memproduksi sendiri, harga wajar atau estimasi nilai

penjualannya diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan.

2. INVESTASI

Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat

ekonomik seperti bunga, dividen dan royalti, atau manfaat sosial sehingga

dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada

masyarakat.

Investasi pemerintah diklasifikasikan kedalam investasi jangka pendek dan

investasi jangka panjang. Investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat

segera dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki dalam kurun waktu setahun

atau kurang. Investasi jangka panjang adalah investasi yang dimaksudkan

untuk dimiliki selama lebih dari setahun. Investasi jangka panjang dibagi

menurut sifat penanaman investasinya, yaitu :

Investasi Non Permanen

Investasi non permanen adalah investasi jangka panjang yang tidak

termasuk dalam investasi permanen dan dimaksudkan untuk dimiliki

Page 52: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 52

secara tidak berkelanjutan. Investasi non permanen sifatnya bukan

penyertaan modal saham melainkan berupa pinjaman jangka panjang yang

dimaksudkan untuk pembiayaan investasi perusahaan negara/ daerah,

pemerintah daerah, dan pihak ketiga lainnya.

Investasi Permanen

Investasi Permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan

untuk dimiliki secara berkelanjutan. Investasi permanen dimaksudkan

untuk mendapatkan dividen atau menanamkan pengaruh yang signifikan

dalam jangka panjang. Investasi permanen meliputi seluruh Penyertaan

Modal Pemerintah Daerah pada Badan Usaha Milik Daerah dan

Perusahaan Daerah atau Badan Hukum Lainnya.

3. ASET TETAP

Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12

(dua belas) bulan untuk digunaan dalam kegiatan pemerintah atau

dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Aset tetap terdiri dari :

Tanah yang dikelompokkan dalam aset tetap adalah tanah yang dimiliki

atau dikuasai oleh pemerintah untuk digunakan dalam kegiatan

operasional pemerintah atau masyarakat umum dan dalam kondisi siap

pakai. Tanah yang digunakan untuk bagunan, jalan, jaringan, irigasi tetap

dicatat sebagai tanah yang terpisah dari aset tetap yang dibangun diatas

tanah tersebut.

Peralatan dan Mesin yang dikelompokkan dalam aset tetap adalah

peralatan dan mesin yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah untuk

digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah atau masyarakat umum

dan dalam kondisi siap pakai. Aset tetap yang dapat diklarifikasikan dalam

peralatan dan mesin ini mencakup antara lain : alat bengkel dan alat ukur,

alat pertanian, alat kantor dan rumah tangga, alat studio, komunikasi, dan

pemancar, alat laboratorium, alat kesehatan, komputer dll.

Gedung dan Bangunan yang dikelompokkan dalam aset tetap adalah

Gedung dan bangunan yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah untuk

digunakan dalam kegiatan pemerintah atau masyarakat umum dan dalam

kondisi siap pakai. Termasuk dalam jenis gedung dan bangunan antara lain

: Bangunan gedung, monumen, bangunan menara dll.

Jalan, Irigasi, dan Jaringan mencakup jalan, irigasi, dan jaringan yang

dibangun oleh pemerintah serta dimiliki dan atau dikuasai oleh

pemerintah dan dalam kondisi siap pakai.

Page 53: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 53

Aset Tetap lainnya merupakan aset tetap yang tidak dapat

dikelompokkan ke dalam aset tetap di atas, tetapi memenuhi definisi aset

tetap. Aset tetap lainnya ini meliputi buku perpustakaan dan barang

bercorak seni/budaya/olahraga.

Konstruksi dalam Pengerjaan mencakup aset tetap yang sedang dalam

proses pembangunan namun pada tanggal laporan keuangan belum selesai

dibangun seluruhnya.

4. ASET LAINNYA

Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, investasi dan aset

tetap. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Tagihan Penjualan Angsuran

Rumah, Tagihan Ganti Rugi (TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun,

Kemitraan dengan Pihak Ketiga, Aset Tak Berwujud, dan Aset Lain-lain dan

atau mutasi dari aset tetap yang telah diinventarisir untuk dahapuskan karena

aset tersebut secara fisik sudah tidak dapat dioperasionalkan. Aset lainnya

terdiri dari :

Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) menggambarkan jumlah yang dapat

diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai

pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara

penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran

yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan

penjualan angsuran.

Tagihan Ganti Rugi (TGR) merupakan suatu proses yang dilakukan

terhadap bendahara/ pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan

untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh

negara sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari suatu perbuatan

yang melanggar hukum yang dilakukan oleh bendahara/pegawai tersebut

atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya.

Kemitraan dengan pihak ketiga merupakan perjanjian antara dua pihak

atau lebih yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang

dikendalikan bersama dengan menggunakan aset dan/atau hak usaha

yang dimiliki.

Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak

mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam

menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya

termasuk hak atas kekayaan intelektual. Aset Tak Berwujud meliputi

software komputer; lisensi dan franchise; hak cipta (copyright), paten,

Page 54: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 54

goodwill, dan hak lainnya, hasil kajian/penelitian yang memberikan

manfaat jangka panjang.

5. KEWAJIBAN

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang

penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi

pemerintah. Dalam konteks pemerintahan, kewajiban muncul antara lain

karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat, lembaga

keuangan, entitas pemerintahan lain, atau lembaga internasional. Kewajiban

pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada

pemerintah. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai

konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-

undangan. Kewajiban pemerintah diklasifikasikan :

Kewajiban Jangka Pendek

Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika

diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan

setelah tanggal pelaporan. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang

Kepada Pihak Ketiga, Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK), Bagian

Lancar Utang Jangka Panjang, Utang Bunga (accrued interest) dan Utang

Jangka Pendek Lainnya.

Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika

diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua

belas bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban dicatat sebesar nilai

nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali

transaksi berlangsung. Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi

pembayaran, perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang

asing, dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar, diperhitungkan

dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut.

6. EKUITAS

Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah, yaitu selisih antara

aset dan kewajiban pemerintah.

Page 55: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 55

4.4 Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan Dengan Ketentuan Yang Ada Dalam

Standar Akuntansi Pemerintah

Sistem akuntansi pemerintah daerah menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri

Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana

telah diubah yang kedua dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun

2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, telah menegaskan bahwa

Laporan keuangan pemerintah daerah disusun berdasarkan Standar Akuntansi

Pemerintahan (SAP).

Penerapan kebijakan akuntansi pemerintah sesuai dengan SAP adalah sebagai

berikut :

Penerapan kebijakan akuntansi pendapatan yaitu dengan mengakui

pendapatan pada saat kas diterima dan masuk ke rekening kas umum daerah .

perlakuan terhadap koreksi atas transaksi pendapatan juga telah sesuai dengan

SAP.

Penerapan kebijakan akuntansi belanja yaitu belanja diakui ketika terjadi

pengeluaran dari rekening kas bendahara pengeluaran dan pertanggungjawaban

telah disahkan oleh pihak yang berwenang.

Penerapan kebijakan akuntansi atas belanja modal yaitu Belanja modal diakui

berdasarkan prinsip harga peolehan dan pada saat yang sama diakui menambah

aset tetap Dinas Pendidikan Prov. Jatim.

Kebijakan akuntansi yang belum mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan

adalah Penyusustan Aset Tetap yaitu pemerintah Provinsi Jawa Timur belum

menetapkan kriteria dan metode penyusutan yang akan diberlakukan pada Satuan

Kerja Perangkat Daerah (SKPD) termasuk dilingkungan Dinas Pendidikan Prov. Jatim,

sehingga pelaporan aset masih berdasarkan harga perolehanya.

Page 56: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 56

BAB V

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

5.1. Rincian dan Penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan Keuangan

1. Laporan Realisasi Anggaran

Laporan Realisasi Anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

merupakan laporan yang menjelaskan ikhtisar Sumber, Alokasi dan pemakaian

sumber daya ekonomi yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang

menggambarkan perbandingan antara realisasi dan anggarannya dalam satu periode

pelaporan. Dalam penjelasan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) ini akan disajikan

sesuai dengan Struktur APBD dikonversi dengan Standar Akuntansi Pemerintah

(SAP) yang meliputi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan.

Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp.138.520.553,00

apabila dihadapkan dengan target pendapatan sebesar Rp.102.680.000,00 terdapat

pelampauan realisasi pendapatan sebesar Rp.35.840.553,00 atau terealisir sebesar

134,91%. Pendapatan terdiri dari (i) Retribusi Daerah sebesar Rp.40.150.000,00 (ii)

Lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 98.370.553,00.

Realisasi Belanja Daerah pada Tahun Anggaran 2015 sebesar

Rp.368.133.925.802,00. Apabila Realisasi Belanja dihadapkan pada target belanja

sebesar Rp. 406.503.974.650,00 terdapat penghematan atau sebab lainnya sebesar

Rp.38.370.048.848,00 atau terealisasi 90,56%. Belanja Daerah terdiri dari :

(i). Belanja Tidak Langsung (Gaji Pegawai) Rp.46.053.263.546,00; (ii). Belanja

Langsung Rp. 322.080.662.256,00.

Penjelasan Pos-Pos Pendapatan

Realisasi Pendapatan pada Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp.

138.520.553,00 apabila dihadapkan dengan target pendapatan sebesar

Rp.102.680.000,00 terdapat prosentase sebesar 134,91%%. Realisasi Pendapatan

Asli Daerah tersebut sebagaimana tabel berikut :

Nomor

Urut

Anggaran Setelah

Realisasi Bertambah /

Uraian Perubahan Rp. % (Berkurang)

1 2 3 4 5 6(=4-3)

1 PENDAPATAN ASLI DAERAH

102.680.000,00 138.520.553,00 134,91 35.840.553,00

1.1 RETRIBUSI DAERAH 50.000.000,00 40.150.000,00 80,30 -9.850.000,00

Page 57: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 57

Nomor

Urut

Uraian

Anggaran Setelah

Perubahan

Realisasi

Bertambah /(Berkurang) Rp. %

1 2 3 4 5 6(=4-3)

1.2 LAIN-LAIN PENDAPATAN ASLI DAERAH YANG SAH

52.680.000,00 98.370.553,00 186,73 45.690.553,00

JUMLAH PENDAPATAN 102.680.000,00 138.520.553,00 134,91 35.840.553,00

a. Retribusi Daerah

Sumber Retribusi Daerah tahun 2015 berasal dari Retribusi Pemakaian

kekayaan Daerah sebesar Rp.40.150.000,00 dengan rincian perolehan dari :

No Uraian Jumlah

1. Sewa gedung dan halaman Taruna Loka Claket 30.750.000,00

2. Sewa Kantin Taruna Loka Claket bulan Desember

2014 400.000,00

3. Sewa Asrama Jagir 9.000.000,00

JUMLAH 40.150.000,00

b. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah

Lain – lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah sebesar Rp.98.370.53,00, terdiri

dari :

Pendapatan Denda atas Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan untuk TA.

2015 sebesar Rp.23.433.353,00 dengan rincian :

No Uraian Jumlah

1. Denda atas Keterlambatan Pekerjaan Pembangunan

Sarana dan Prasarana Gedung Badan Akreditasi

Nasional Sekolah/Madrasah Provinsi Jawa Timur

8.038.708,00

2. Denda atas Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan

Rehabilitasi Rumah Dinas Cipunegara no. 67

Surabaya

3.213.652,00

3 Denda atas pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK)

Kegiatan Rapat Koordinasi SMK Negeri/Swasta

tahun 2015

157.107,00

4 Denda atas pekerjaan pembangunan asrama UPT

PPPK

4.924.893,00

5 Denda Atas perbaikan ruang kelas lantai II SLB

Gedangan

7.098.993,00

JUMLAH 23.433.353,00

Pendapatan Denda Retribusi pada tahun 2015 sebesar Rp.24.000,00 berasal

dari Denda Asrama Taruna Loka Claket bulan Juni 2015.

Pendapatan dari Pengembalian

Realisasi Pendapatan dari Pengembalian tahun 2015 sebesar

Rp.20.413.200,00 dengan rincian :

Page 58: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 58

No Uraian Jumlah

1. Pengembalian Gaji bulan Juli s.d September 2014

a.n Francistian

11.332.200,00

2. Pendapatan dari pengembalian Uang Lembur 2014

(Temuan BPK RI)

3.500.000,00

3. Pendapatan dari Pengembalian Uang perjalanan

dinas tahun 2014 (Temuan BPK RI)

1.781.000,00

4. Pendapatan dari pengembalian uang perjalanan

dinas tahun 2014 (Temuan BPK RI)

3.800.000,00

JUMLAH 20.413.200,00

Pendapatan Sewa

Realisasi dari pendapatan sewa diperoleh dari sewa gedung dan bangunan

tahun 2015 sebesar Rp.53.750.000,- dengan rincian sebagai berikut :

No Uraian Jumlah

1. Sewa Rumah Dinas 25.750.000,00

2. Sewa Ruang oleh Koperasi Handayani 7.200.000,00

3. Sewa Kantin Taruna Loka Ds Claket Kec Pacet Kab

Mojokerto

5.200.000,00

4. Sewa Stand Toko bulan Januari s.d Desember 2015

oleh Koperasi Karya Makmur

1.200.000,00

5. Sewa Ruang Kantin oleh Dharma Wanita 9.000.000,00

6. Sewa Gedung oleh TK Liya dan PAUD Liya Jl

Walikota Mustajab dan Cipunegara

5.400.000,00

JUMLAH 53.750.000,00

Penerimaan lain – lain

Realisasi penerimaan lain – lain tahun 2015 sebesar Rp.750.000,- berasal

dari sewa lapangan voli sebanyak 5 (lima) kali.

Penjelasan Pos - Pos Belanja

Realisasi Belanja Daerah pada Tahun Anggaran 2015 sebesar

Rp.368.133.925.802,00 apabila Realisasi Belanja dihadapkan dengan anggaran

sebesar Rp.406.503.974.650,00 atau terealisasi 90,56% terdapat penghematan atau

sebab lainnya sebesar Rp.38.370.048.848,00. Belanja Daerah terdiri dari :

Uraian TA. 2015 TA. 2014

Belanja Daerah 368.133.925.802,00 397.615.622.381,00

Belanja Tidak Langsung 46.053.263.546,00 41.833.017.081,00

Belanja Langsung 322.080.662.256,00 355.782.605.300,00

Page 59: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 59

a. Belanja Tidak Langsung

Belanja Tidak Langsung merupakan Belanja Gaji Pegawai Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur selama satu periode meliputi Gaji dan Tunjangan serta

Tambahan Penghasilan PNS. Realisasi Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran

2015 sebesar Rp.46.053.263.546,00 apabila realisasi belanja dihadapkan pada

anggaran sebesar Rp.49.444.852.000,00 atau terealisasi 93,14% sedangkan

realisasi Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp. 41.833.017.081,00 atau 94,77%.

Perbandingan realisasi belanja tidak langsung tahun 2015 dan 2014

sebagaimana terinci :

Uraian TA. 2015 TA. 2014

Gaji dan Tunjangan 36.495.262.246,00 33.860.663.681,00

Gaji Pokok PNS/Uang Representasi

29.049.903.540,00 26.748.248.033,00

Tunjangan Keluarga 2.743.864.620,00 2.576.948.563,00

Tunjangan Jabatan 399.360.000,00 395.410.000,00

Tunjangan Fungsional 889.905.000,00 985.286.000,00

Tunjangan Umum 1.055.215.000,00 996.085.000,00

Tunjangan Beras 1.432.348.560,00 1.449.018.100,00

Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus

790.120.775,00 698.310.617,00

Pembulatan Gaji 391.451,00 398.968,00

Uang Duka Wafat/Tewas 134.153.300,00 10.958.400,00

Tambahan Penghasilan PNS 9.558.001.300,00 7.972.353.400,00

Tambahan Penghasilan Berdasarkan Pertimbangan Obyektif Lainnya

9.558.001.300,00 7.972.353.400,00

Insentif Pemungutan Restribusi 0,00 0,00

Belanja insentif Pemungutan Retribusi

0,00 0,00

Total Belanja Pegawai - BTL 46.053.263.546,00 41.833.017.081,00

b. Belanja Langsung

Realisasi Belanja Langsung (BL) pada Tahun Anggaran 2015 sebesar

Rp.322.080.662.256,00 apabila realisasi belanja dihadapkan pada anggaran

sebesar Rp.357.059.122.650,00 atau 90,20% dan Tahun Anggaran 2014

Realisasi sebesar Rp.355.782.605.300,00 atau 92,90%. Realisasi Belanja

Langsung diperoleh dari :

Uraian TA. 2015 TA. 2014

Belanja Pegawai 68.727.644.002,00 67.753.369.700,00

Belanja Barang dan Jasa 240.297.792.611,00 275.119.598.220,00

Belanja modal 13.055.225.643,00 12.909.637.380,00

Total Belanja Langsung 322.080.662.256,00 355.782.605.300,00

Page 60: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 60

Belanja Pegawai

Realisasi Belanja Pegawai pada Tahun Anggaran 2015 sebesar

Rp.68.727.644.002,00 atau 93,26% dan Tahun Anggaran 2014 realisasi

sebesar Rp.82.989.766.300,00 atau 96,76% , sebagaimana terinci dibawah

ini :

Uraian TA. 2015 TA. 2014

Belanja Pegawai – BL

Honorarium Kegiatan 60.268.214.002,00 59.183.529.700,00

Honorarium Tim Pengadaan /Penerima Hasil Pekerjaan Barang/Jasa

140.400.000,00 106.625.000,00

Honorarium Pengelola Keuangan, Barang Daerah dan Sistem Informasi

1.085.890.000,00 1.030.450.000,00

Upah Harian Tenaga Kasar 0,00 229.700.000,00

Honorarium Pegawai Tidak Tetap Non BLUD

6.068.500.000,00 5.168.400.000,00

Uang Lembur 1.164.640.000,00 2.034.665.000,00

Total Belanja Pegawai - BL 68.727.644.002,00 67.753.369.700,00

Belanja Barang Dan Jasa

Realisasi Belanja Barang dan Jasa Tahun Anggaran 2015 yaitu sebesar

Rp.240.297.792.611,00 atau 88,98% dan Tahun Anggaran 2014 adalah

sebesar Rp.275.119.598.220,00 atau 91,89%, sebagaimana terinci dibawah

ini :

Uraian TA. 2015 TA. 2014

Belanja Barang dan Jasa – BL

Belanja Bahan Pakai Habis 11.372.257.663,00 12.160.492.316,00

Belanja Bahan/Material 5.415.152.833,00 5.920.918.371,00

Belanja Operasional dan Jasa Kantor 105.679.888.132,00 143.835.436.550,00

Belanja Pemeriksaan Kesehatan dan pengobatan

79.999.400,00 53.256.495,00

Belanja Service dan penggantian suku cadang Kendaraan Bermotor

909.274.597,00 0,00

Belanja Cetak dan Penggandaan 15.705.594.489,00 14.585.763.651,00

Belanja Sewa 8.181.281.150,00 6.678.964.620,00

Belanja Makanan dan Minuman 23.489.334.300,00 12.544.527.800,00

Belanja Pakaian dan Atributnya 4.897.474.940,00 4.061.440.275,00

Belanja Perjalanan Dinas 34.015.189.342,00 43.018.590.403,00

Belanja Beasiswa Pendidikan PNS/Non PNS

13.230.000.000,00 13.254.000.000,00

Belanja Pemeliharaan 9.406.604.075,00 18.940.911.739,00

Page 61: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 61

Uraian TA. 2015 TA. 2014

Belanja Jasa Konsultasi 67.099.890,00 65.296.000,00

Hadiah Uang/Barang untuk diberikan kepada pihak ketiga/masyarakat Pemenang Perlombaan /Kompetisi/Kejuaraan

7.848.641.800,00 0,00

Total 240.297.792.611,00 275.119.598.220,00

Belanja Modal

Realisasi Belanja Modal Tahun Anggaran 2015 adalah sebesar

Rp.13.055.225.643,00 atau 98,01% dari jumlah yang dianggarkan sebesar

Rp.13.320.794.900,00. Bila dibandingkan dengan Tahun Anggaran 2014

realisasi sebesar Rp.12.909.637.380,00 atau 95,43%. Besarnya realisasi

belanja modal dari dana subsidi adalah sebagai berikut :

Uraian TA. 2015 TA. 2014

Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Berat

29.700.000,00 0,00

Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 418.010.000,00 938.790.000,00 Belanja Modal Peralatan, Perlengkapan Kantor dan Rumah Tangga

5.819.287.510,00 4.357.904.650,00

Belanja Modal Alat-Alat Studio dan Komunikasi

2.100.640.300,00 1.204.974.850,00

Belanja Modal Alat-Alat Bengkel dan Alat Ukur

700.000,00 1.594.863.600,00

Belanja Modal Alat-Alat Kedokteran 74.987.000,00 72.556.000,00

Belanja Modal Alat-Alat Laboratorium

474.004.300,00 0,00

Belanja modal pengadaan instalasi listrik dan atau jaringan air dan limbah

95.880.675,00 61.902.500,00

Belanja Modal Gedung tempat kerja 2.822.805.458,00 3.713.762.000,00

Belanja Modal Gudang dan Bangunan Lainnya

141.884.500,00 345.648.900,00

Belanja Modal Buku/Kepustakaan dan Barang Perpustakaan

54.947.400,00 89.749.880,00

Belanja Modal Barang Kebudayaan dan Olah Raga

523.952.000,00 292.352.500,00

Belanja Modal Software 498.426.500,00 237.132.500,00

Jumlah Modal 13.055.225.643,00 12.909.637.380,00

Penjelasan pos-pos pembiayaan

Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau

pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan

maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah

Page 62: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 62

daerah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus

anggaran.

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi

Jawa Timur Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 0,00 .

2. Laporan Operasional

Laporan Operasional adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai

seluruh kegiatan operasional keuangan entitas pelaporan yang tercermin dalam

Pendapatan-LO, beban dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan.

Laporan Operasional yang dihasilkan berisi komponen Pendapatan-LO dan beban.

Jumlah Pendapatan Daerah pada Laporan Operasional Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp.401.003.192,96 yang terdiri

dari (i) Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.166.868.192,96 (ii) Lain-lain pendapatan

daerah yang sah sebesar Rp. 234.135.000,00. Sedangkan Jumlah Beban pada Tahun

Anggaran 2015 sebesar Rp.366.166.675.458,69.

Penjelasan Pendapatan-LO

Jumlah Pendapatan-LO pada Tahun Anggaran 2015 sebesar

Rp.401.003.192,96 dengan rincian sebagaimana tabel berikut :

Nomor

Urut

Jumlah Uraian

1 2 3

1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 166.868.192,96

1.1.3 RETRIBUSI DAERAH 39.750.000,00

1.1.5 LAIN-LAIN PENDAPATAN ASLI DAERAH YANG SAH 127.118.192,96

1.3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 234.135.000,00

1.3.1 PENDAPATAN HIBAH BARANG 234.135.000,00

JUMLAH PENDAPATAN-LO 401.003.192,96

a. Retribusi Daerah

Sumber Retribusi Daerah tahun 2015 berasal dari Retribusi Pemakaian

kekayaan Daerah sebesar Rp.39.750.000,00 dengan rincian perolehan dari :

No Uraian Jumlah

1. Sewa gedung dan halaman Taruna Loka Claket 30.750.000,00

2. Sewa Asrama Jagir 9.000.000,00

JUMLAH 39.750.000,00

Page 63: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 63

b. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah

Lain – lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah sebesar Rp. 127.118.192,96,

terdiri dari :

Pendapatan Denda atas Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan untuk TA.

2015 sebesar Rp.12.180.993,00 dengan rincian :

No Uraian Jumlah

1 Denda atas pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK)

Kegiatan Rapat Koordinasi SMK Negeri/Swasta

tahun 2015

157.107,00

2 Denda atas pekerjaan pembangunan asrama UPT

PPPK

4.924.893,00

3 Denda Atas perbaikan ruang kelas lantai II SLB

Gedangan

7.098.993,00

JUMLAH 12.180.993,00

Pendapatan Denda Retribusi pada tahun 2015 sebesar Rp.24.000,00 berasal

dari Denda Asrama Taruna Loka Claket bulan Juni 2015.

Pendapatan dari Pengembalian

Realisasi Pendapatan dari Pengembalian tahun 2015 sebesar

Rp.20.413.200,00 dengan rincian :

No Uraian Jumlah

1. Pengembalian Gaji bulan Juli s.d September 2014

a.n Francistian

11.332.200,00

2. Pendapatan dari pengembalian Uang Lembur 2014

(Temuan BPK RI)

3.500.000,00

3. Pendapatan dari Pengembalian Uang perjalanan

dinas tahun 2014 (Temuan BPK RI)

1.781.000,00

4. Pendapatan dari pengembalian uang perjalanan

dinas tahun 2014 (Temuan BPK RI)

3.800.000,00

JUMLAH 20.413.200,00

Pendapatan Sewa

Realisasi dari pendapatan sewa diperoleh dari sewa gedung dan bangunan

tahun 2015 sebesar Rp.93.749.999,96 dengan rincian sebagai berikut :

No Uraian Jumlah

1. Pengakuan Pendapatan Sewa Lahan Milik

Pemerintah Daerah Prov. Jatim di Jalan

Padmosusastro No. 53 oleh CV. Rajawali Citra

Buana Nov 2014-Nov 2019 (Periode 2015)

39.999.999,96

2. Sewa Rumah Dinas 25.750.000,00

3. Sewa Ruang oleh Koperasi Handayani 7.200.000,00

4. Sewa Kantin Taruna Loka Ds Claket Kec Pacet Kab

Mojokerto

5.200.000,00

Page 64: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 64

No Uraian Jumlah

5. Sewa Stand Toko bulan Januari s.d Desember 2015

oleh Koperasi Karya Makmur

1.200.000,00

6. Sewa Ruang Kantin oleh Dharma Wanita 9.000.000,00

7. Sewa Gedung oleh TK Liya dan PAUD Liya Jl

Walikota Mustajab dan Cipunegara

5.400.000,00

JUMLAH 93.749.999,96

Penerimaan lain – lain

Realisasi penerimaan lain – lain tahun 2015 sebesar Rp.750.000,- berasal

dari sewa lapangan voli sebanyak 5 (lima) kali.

Penjelasan Beban

Beban pada Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp.366.166.675.458,69 yang

terdiri dari :

No. Uraian Jumlah

2.1 Beban Operasi 366.166.675.458,69

2.1.1 Beban Pegawai 114.780.555.926,00

2.1.2 Beban Barang dan Jasa 240.463.106.307,69

2.1.3 Beban Penyusutan 10.923.013.225

a. Beban Pegawai

Beban Pegawai pada tahun 2015 sebesar Rp.114.780.555.926,00 sebagaimana

terinci :

No. Uraian Jumlah

1. Gaji dan Tunjangan 36.494.910.624,00 Gaji Pokok PNS/Uang Representasi 29.049.597.040,00

Tunjangan Keluarga 2.743.834.040,00

Tunjangan Jabatan 399.360.000,00

Tunjangan Fungsional 889.905.000,00

Tunjangan Umum 1.055.215.000,00

Tunjangan Beras 1.432.348.560,00

Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus 799.685.191,00

Pembulatan Gaji 391.393,00

Uang Duka Wafat/Tewas 124.573.700,00

2. Tambahan Penghasilan PNS 9.558.001.300,00

Tambahan Penghasilan Berdasarkan

Pertimbangan Obyektif Lainnya 9.558.001.300,00

3. Honorarium PNS 12.847.739.002,00

Honorarium Kegiatan PNS 11.771.379.002,00

Page 65: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 65

No. Uraian Jumlah

Honorarium Tim Pengadaan/Penerima

Hasil Pekerjaan Barang/Jasa PNS 140.400.000,00

Honorarium Pengelola Keuangan,

Barang Daerah, dan Sistem Informasi PNS

935.960.000,00

4. Honorarium Non PNS 54.715.265.000,00

Honorarium Kegiatan Non PNS 48.496.835.000,00

Honorarium pembantu pelaksana

Pengelola Keuangan, Barang Daerah, dan Sistem Informasi Non PNS

149.930.000,00

Honorarium Pegawai Tidak Tetap Non

BLUD 6.068.500.000,00

5. Uang Lembur 1.164.640.000,00

Uang Lembur PNS 921.445.000,00

Uang Lembur Non PNS 243.195.000,00

Total Belanja Pegawai - BTL 114.780.555.926,00

b. Beban Barang dan Jasa

Beban Barang dan Jasa pada Tahun Anggaran 2015 sebesar

Rp.240.463.106.307,69 yang diperoleh dari :

No. Uraian Jumlah

Beban Barang dan Jasa – LO

1. Beban Bahan Pakai Habis 11.390.155.830,69

2. Beban Bahan/Material 5.415.152.833,00

3. Beban Jasa 105.759.315.686,00

4. Beban Premi, Iuran, Asuransi, dan Pemeriksaan Kesehatan

79.999.400,00

5. Beban Perawatan Kendaraan Bermotor 909.274.597,00

6. Beban Cetak dan Penggandaan 15.764.919.964,00

7. Beban Sewa Tanah/Jalan/Rumah/Gedung/Gudang/Parkir

2.756.802.700,00

8. Beban Sewa Sarana Mobilitas 1.844.213.500,00

9. Beban Sewa Alat Berat/Peralatan 2.832.126.000,00

10. Beban Sewa Perlengkapan dan Peralatan Kantor 748.138.950,00

11. Beban Makanan dan Minuman 23.497.996.800,00

12. Beban Pakaian dan Atributnya 741.820.640,00

13. Beban Pakaian Kerja 2.477.040.340,00

14. Beban Pakaian Khusus dan Hari-hari Tertentu 1.678.613.960,00

15. Beban Perjalanan Dinas 34.015.189.342,00

16. Beban Beasiswa Pendidikan PNS/Non PNS 13.230.000.000,00

17. Beban Pemeliharaan 9.406.604.075,00

18. Beban Jasa Konsultasi 67.099.890,00

Page 66: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 66

No. Uraian Jumlah

19. Beban Hadiah Uang/Barang untuk diberikan kepada pihak ketiga/masyarakat Pemenang Perlombaan /Kompetisi/Kejuaraan

7.848.641.800,00

Total 240.463.106.307,69

c. Beban Penyusutan

Beban Penyusutan Tahun Anggaran 2015 adalah sebesar Rp.10.923.013.225,00

dengan rincian sebagai berikut :

No. Uraian Jumlah

1. Beban Penyusutan Alat-alat Besar 256.357.829,00 2. Beban Penyusutan Alat-alat Angkutan 550.067.571,00

3. Beban Penyusutan Alat Bengkel dan Alat Ukur

680.335.616,00

4. Beban Penyusutan Alat Kantor dan Rumah Tangga

4.556.071.346,00

5. Beban Penyusutan Alat Studio dan Alat Komunikasi

1.209.654.388,00

6. Beban Penyusutan Alat-alat Kedokteran 69.880.130,00

7. Beban Penyusutan Alat Laboratorium 54.463.762,00

8. Beban Penyusutan Gedung 2.830.520.139,00

9. Beban Penyusutan Bangunan Air Irigasi 5.005.464,00

10. Beban Penyusutan Instalasi 16.014.683,00

11. Beban Penyusutan Jaringan 53.128.476,00

12. Beban Penyusutan Buku dan Perpustakaan 51.830.861,00

13. Beban Penyusutan Barang Bercorak Kebudayaan

589.682.960,00

Jumlah Beban Penyusutan 10.923.013.225,00

Penjelasan Defisit Kegiatan Non Operasional

Defisit Kegiatan Non Operasional pada Tahun Anggaran 2015 sebesar

Rp.235.055.588,00 merupakan Defisit Pemindahtanganan/pemusnahan aset non

lancar yang diperoleh dari kerugian penjualan aset lain – lain sesuai dengan Berita

Acara Penjualan No. 028/2968/213.5/2015 tanggal 12 Mei 2015.

No. Uraian Jumlah

1. Aset Lain – lain yang dihapus 4.329.424.810,00

2. Akumulasi Penyusutan Aset Lain – lain (4.085.869.222,00)

3. Penjualan (8.500.000,00)

Jumlah Defisit

Pemindahtanganan/pemusnahan aset

non lancar

235.055.588,00

Page 67: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 67

3. Neraca

Ringkasan Neraca per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai

berikut (dalam rupiah) :

Uraian 31 Desember 2015 31 Desember 2014

(Restated)

Aset 259.100.542.064,00 256.832.822.148,69

Aset Lancar 241.572.375,00 106.064.877,69

Investasi Jangka Panjang 0,00 0,00

Aset Tetap setelah penyusutan 245.298.948.933,00 243.665.163.015,00

Aset Lainnya 13.560.020.756,00 13.061.594.256,00

Kewajiban 486.603.813,37 448.616.881,33

Kewajiban Jk. Pendek 486.603.813,37 448.616.881,33

Kewajiban Jk. Panjang 0,00 0,00

Ekuitas 258.245.711.519,63 256.384.205.267,36

Ekuitas (109.381.466.998,37) 256.384.205.267,36

Ekuitas SAL 0,00 0,00

Ekuitas Untuk Dikonsolidasikan 367.995.405.249,00 0,00

Penjelasan Aset Lancar

a. Kas

Kas Bendahara Penerimaan

Jumlah Kas Bendahara Penerimaan per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00

dan tahun 2014 sebesar Rp. 0,00.

Kas Bendahara pengeluaran

Jumlah Kas Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2014 sebesar Rp.0,00

dan tahun 2013 sebesar Rp. 0,00 yang terdiri dari :

Uraian 31 Desember 2015

31 Desember 2014

1. Sisa Kas Ganti Uang (GU) 0,00 0,00

2. Perhitungan PFK 0,00 0,00

3. Pendapatan yg ditangguhkan 0,00 0,00

Kas Lainnya dan setara Kas

Jumlah Kas lainnya yang merupakan Kas yang berada pada Bendahara

Pengeluaran Pembantu yang belum diterimakan kepada pihak ke tiga per 31

Desember 2015 sebesar Rp. 0,00 dan per 31 Desember 2014 sebesar Rp.0,00

yang terdiri dari :

Page 68: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 68

(i) Nomor Rekening 0011223664 digunakan untuk menampung Tunjangan

Kinerja dan Kesejahteraan Guru Non PNS se Jawa Timur sebanyak 1.500

guru masing-masing senilai Rp.1.000.000,00/bulan, agar

pendistribusian tunjangan tersebut dapat terjangkau ke pelosok daerah

dan menampung rekening mati bagi penerima tunjangan. Saldo Kas per

30 Desember 2015 sebesar Rp. 0,00 dan per 31 Desember tahun 2014

sebesar Rp.0,00 ;

(ii) Nomor Rekening 0011252443 digunakan untuk menampung Biaya

Peningkatan Kualifikasi Guru ke S1 se Jawa Timur sebanyak 770 guru

masing-masing senilai Rp. 3.000.000,00/orang. Saldo Kas per 30

Desember 2015 sebesar Rp. 0,00 dan per 31 Desember tahun 2014

sebesar Rp.0,00 ;

(iii) Nomor Rekening 0011252451 digunakan untuk menampung Biaya

Peningkatan Kualifikasi Guru ke S2 se Jawa Timur sebanyak 183 guru

masing-masing senilai Rp. 60.000.000,00/orang. Saldo Kas per 30

Desember 2015 sebesar Rp. 0,00 dan per 31 Desember tahun 2014

sebesar Rp.0,00 ;

(iv) Nomor Rekening 0011223028 digunakan untuk menampung rekening

mati bagi penerima Tunjangan Kinerja Kepala Sekolah/Guru

TK/RA/PAUD Non PNS sebanyak 9.363 guru masing-masing senilai

Rp.150.000,00 perbulan. Jumlah saldo Kas per 31 Desember 2015

sebesar Rp.0,00 dan per 31 Desember tahun 2014 sebesar

Rp.150.000,00.

(v) Nomor Rekening 0011260560 digunakan untuk menampung kas di

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dispendik bidang Tendik, Jumlah

saldo per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00.

(vi) Nomor Rekening 0011260616 digunakan untuk menampung kas di

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dispendik UPT Smanor, Jumlah saldo

per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00.

(vii) Nomor Rekening 0011260551 digunakan untuk menampung kas di

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dispendik bid Dikmenjur & Perti,

Jumlah saldo per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00.

(viii) Nomor Rekening 0011260608 digunakan untuk menampung kas di

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dispendik UPT Dikbangkes, Jumlah

saldo per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00.

Page 69: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 69

(ix) Nomor Rekening 0011260543 digunakan untuk menampung kas di

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dispendik bid MU PMP & PMA,

Jumlah saldo per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00.

(x) Nomor Rekening 0011260586 digunakan untuk menampung kas di

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dispendik UPT Tekkomdik, Jumlah

saldo per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00.

(xi) Nomor Rekening 0011260535 digunakan untuk menampung kas di

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dispendik bidang TK, SD & PK, Jumlah

saldo per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00.

(xii) Nomor Rekening 0011260594 digunakan untuk menampung kas di

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dispendik UPT PPPK, Jumlah saldo

per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00.

(xiii) Nomor Rekening 0011260578 digunakan untuk menampung kas di

Bendahara Pengeluaran Pembantu Dispendik bidang PNFI & NB, Jumlah

saldo per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00.

(xiv) Nomor Rekening 0011265448 digunakan untuk menampung biaya

Honorarium insentif pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan

pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bidang PNFI & NB, Jumlah

saldo per 31 Desember 2015 sebesar Rp.0,00

b. Piutang

Piutang 31 Desember 2015

31 Desember 2014

(Restated)

Rp. 0,00 Rp. 11.652.360,00

Piutang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Desember tahun 2015

sebesar Rp. 0,00 dan 31 Desember 2014 disajikan kembali sebesar

Rp.11.652.360,00.

c. Persediaan

Persediaan 31 Desember 2015

31 Desember 2014

(Restated)

Rp. 241.572.375,00 Rp.94.412.517,69

Jumlah tersebut merupakan saldo persediaan barang pakai habis per

31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 pada Dinas Pendidikan Provinsi

Jawa Timur dengan rincian sebagai berikut :

Page 70: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 70

a. Barang pakai Habis berupa Alat tulis kantor Rp. 6.868.124,69;

b. Cetakan dan Penggandaan Rp. 569.250,00;

c. Persediaan Hibah Barang yang Diserahkan Kepada Pihak

Ketiga/Masyarakat sebesar Rp.234.135.000,00. Persediaan hibah tersebut

berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan Berita

Acara Serah Terima nomor 74778/A1.1.1/PR 2015 tanggal 19 Oktober

2015 berupa alat – alat kebencanaan yaitu recreation kit dan tenda.

d. Aset Tetap

Aset Tetap 31 Desember 2015

31 Desember 2014

(Restated)

Rp. 349.012.803.108,00 Rp. 243.665.163.015,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Aset Tetap yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014.

Rincian Aset Tetap menurut jenisnya adalah sebagai berikut :

Jenis Aset Tetap 31 Desember 2015

(Rp.)

31 Desember 2014

(Rp.)

Tanah 153.529.415.000,00 153.529.415.000,00 Peralatan dan Mesin 81.912.502.833,00 73.144.173.723,00 Gedung dan Bangunan 105.514.434.931,00 102.686.889.631,00 Jalan, Irigasi dan Jaringan 1.298.850.935,00 1.202.970.260,00 Aset Tetap lainnya 6.620.454.751,00 6.041.555.351,00 Kontruksi dalam Pengerjaan 137.144.658,00 0,00 Akumulasi Penyusutan Aset

Tetap

(103.713.854.175,00) (92.939.840.950,00)

JUMLAH 245.298.948.933,00 243.665.163.015,00

Penambahan nilai Aset Tetap Tahun Anggaran 2015 sebesar

Rp. 12.556.799.143,00 berasal dari :

Penambahan Belanja Modal Peralatan dan Mesin Tahun Anggaran 2015

sebesar Rp.8.917.329.110,00;

Penambahan Belanja Modal Gedung dan Bangunan Tahun Anggaran 2015

sebesar Rp.2.827.545.300,00;

Penambahan Belanja Modal Jalan, irigasi dan Jaringan Tahun Anggaran 2015

sebesar Rp. 95.880.675,00;

Penambahan aset tetap lainnya sebesar Rp. 578.899.400,00;

Konstruksi dalam Pengerjaan sebesar Rp.137.144.658,00.

Page 71: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 71

Selain itu terdapat pengurangan sebesar Rp.149.000.000,00 yaitu pengalihan dari

aset tetap menjadi aset lainnya karena barang – barang tersebut dalam kondisi

rusak berat sehingga tidak dipergunakan lagi.

5.1.4.b.1 Tanah

Tanah 31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 153.529.415.000,00 Rp. 153.529.415.000,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Aktiva Tetap Tanah yang dimiliki Dinas

Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014.

Aktiva tetap Tanah tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya.

5.1.4.b.2 Peralatan dan mesin

Peralatan dan Mesin

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 81.912.502.833,00 Rp. 73.144.173.723,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Aktiva Tetap Peralatan dan Mesin yang dimiliki

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2015 dan 31 Desember

2014.

Rincian Peralatan dan Mesin adalah sebagai berikut :

Jenis Aset Tetap 31 Desember 2015 (Rp.)

31 Desember 2014 (Rp.)

Alat-alat besar 4.582.883.194,00 4.577.183.194,00 Alat-alat angkutan 7.739.605.100,00 7.446.595.100,00 Alat bengkel dan alat ukur 9.867.004.310,00 9.866.304.310,00 Alat Pertanian 900.000,00 900.000,00 Alat kantor dan alat rumah tangga 41.527.316.196,00 35.708.028.686,00 alat studio dan alat komunikasi 16.691.518.733,00 14.590.878.433,00 Alat - alat Kedokteran 653.983.000,00 578.996.000,00 Alat Laboratorium 849.292.300,00 375.288.000,00 Alat – alat persenjataan/Keamanan 0,00 0,00

JUMLAH 81.912.502.833,00 73.144.173.723,00

Perubahan nilai Aktiva Tetap Peralatan dan Mesin disebabkan oleh Penambahan

sebesar Rp. 8.917.329.110,00 berasal dari Realisasi Belanja Modal APBD tahun

2015. Dan terdapat pengurangan sebesar Rp.149.000.000,00 karena dialihkan ke

aset lain dengan rincian :

e. Alat – alat besar berkurang sebesar Rp.24.000.000,00;

Page 72: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 72

f. Alat – alat angkutan berkurang sebesar Rp.125.000.000,00.

5.1.4.b.3 Gedung dan Bangunan

Gedung dan Bangunan

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 105.514.434.931,00 Rp. 102.686.889.631,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Aktiva Tetap Gedung dan Bangunan yang

dimiliki Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2015 dan

31 Desember 2014.

Rincian Gedung dan Bangunan berikut :

Jenis Aset Tetap 31 Desember 2015 (Rp.)

31 Desember 2014 (Rp.)

Bangunan Gedung 105.514.434.931,00 102.686.889.631,00

Monumen 0,00 0,00

Perubahan nilai Aktiva Tetap Gedung dan Bangunan disebabkan oleh

penambahan sebesar Rp. 2.827.545.300,00 berasal dari Realisasi Belanja Modal

APBD Tahun 2015.

5.1.4.b.4 Jalan, Irigasi dan Jaringan

Jalan, Irigasi dan Jaringan

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 1.298.850.935,00 Rp. 1.202.970.260,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Aktiva Tetap berupa Jalan, Irigasi dan Jaringan

yang dimiliki Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2015 dan

31 Desember 2014

Rincian Jalan, Irigasi, dan Jaringan sebagai berikut :

Jenis Aset Tetap 31 Desember 2015 (Rp.)

31 Desember 2014 (Rp.)

Jalan dan jembatan 0,00 0,00 Bangunan air irigasi 229.060.000,00 229.060.000,00 Instalasi 538.505.975,00 442.625.300,00 Jaringan 531.284.960,00 531.284.960,00

JUMLAH 1.298.850.935,00 1.202.970.260,00

Perubahan nilai Aktiva Tetap jalan, irigasi dan jaringan disebabkan oleh

penambahan sebesar Rp. 95.880.675,00 yang berasal dari realisasi belanja modal

APBD tahun 2015.

5.1.4.b.5 Aset Tetap Lainnya

Page 73: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 73

Aset Tetap Lainnya

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 6.620.454.751,00 Rp. 6.041.555.351,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Aset Tetap Lainnya yang dimiliki Dinas

Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014.

Rincian Aset Tetap Lainnya sebagai berikut :

No. Uraian 31 Desember 2015 (Rp.)

31 Desember 2014 (Rp.)

1. Buku dan Perpustakaan 916.536.044,00 861.588.644,00

2. Barang bercorak Kesenian/

Kebudayaan

5.664.868.707,00 5.140.916.707,00

3. Hewan/Ternak dan Tumbuhan 39.050.000,00 39.050.000,00

JUMLAH 6.620.454.751,00 6.041.555.351,00

Perubahan nilai Aktiva Tetap Lainnya disebabkan oleh penambahan sebesar Rp.

578.899.400,00 berasal dari realisasi belanja modal APBD tahun 2015.

5.1.4.b.6 Konstruksi dalam Pengerjaan

Konstruksi dalam Pengerjaan

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 137.144.658,00 Rp. 0,00

Terdapat Konstruksi dalam pengerjaan pada 31 Desember 2015 yaitu Angsuran I

(80%) Biaya Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Gedung Asrama Putri

SMANOR sebesar Rp.137.144.658,00.

5.1.4.b.7 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 103.713.854.175,00 Rp. 92.939.840.950,00

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur belum menerapkan penyusutan untuk

Aset Tetap per 31 Desember 2014 sebesar Rp.92.939.840.950,00. Sedangkan per 31

Desember 2015 terdapat akumulasi penyusutan aset tetap sebesar

Rp.103.713.854.175,00 Selain itu pada kode rekening Akumulasi Penyusutan juga

terdapat penyajian kembali (Restatement) sebesar Rp.3.911.771.846,00.

Sedangkan Pos kewajiban yang timbul sebesar Rp.448.616.881,- dengan

rincian antara lain :

Page 74: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 74

1. Pendapatan diterima dimuka – pendapatan sewa yang diperoleh dari sisa

pengakuan Pendapatan diterima di muka atas sewa sebagian lahan milik

pemerintah daerah Provinsi Jawa Timur di Jl. Padmosusastro No. 53 oleh CV.

Rajawali Citra Buana bulan Nopember – Desember 2014 sebesar

Rp.193.333.333,33.

2. Utang belanja sebesar Rp.255.283.548,00 yang terdiri atas :

a. Utang belanja Gaji dan Tunjangan sebesar Rp.351.622,00 yaitu kekurangan

gaji bulan Nopember – Desember 2014 sebanyak 2 jiwa;

b. Utang Belanja Jasa sebesar Rp.333.270.480 yang terdiri atas :

Utang belanja telepon/faksimili sebesar Rp.16.401.312,00

Utang belanja air sebesar Rp.15.346.540,00

Utang belanja listrik sebesar Rp.215.481.774,00

Utang belanja surat kabar/majalah Rp.378.000,00

Utang belanja langganan multimedia sebesar Rp.7.324.300,00

3. Akumulasi Penyusutan aset tetap berkurang sebesar Rp.4.279.998.577,00.

5.1.4.c. ASET LAINNYA

Aset Lainnya

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 13.560.020.756,00 Rp. 13.061.594.256,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Aset Lainnya yang dimiliki Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2014 dan 31 Desember 2013.

Rincian Aset Lainnya sebagai berikut :

No. Uraian 31 Desember 2015 (Rp.)

31 Desember 2014 (Rp.)

1. Kemitraan dengan Pihak

Ketiga

0,00 0,00

2. Aset Tak Berwujud 2.172.767.830,00 1.674.341.330,00

3. Aset Lain-lain 11.387.252.926,00 11.387.252.926,00

JUMLAH 13.560.020.756,00 13.061.594.256,00

Perubahan nilai Aset lainnya disebabkan oleh :

g. Penambahan Aset Lain – lain yang berasal dari pengalihan aset tetap

sebesar Rp.149.000.000,00;

Page 75: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 75

h. Penambahan pada Aset lainnya dari Aset tak berwujud berupa

Software komputer sebesar Rp. 498.426.500,00.

i. Pengurangan Aset lain – lain berasal dari adanya Akumulasi

Penyusutan Aset Lain – lain sebesar Rp.149.000.000,00

5.1.3 KEWAJIBAN

Kewajiban

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp.486.603.813.,37 Rp. 448.616.881,33

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang

penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.

Kewajiban Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2015 sebesar

Rp. 486.603.813,37 dengan rincian :

a. Pendapatan diterima di muka atas sewa sebagian lahan milik pemerintah

daerah Provinsi Jawa Timur di Jl. Padmosusastro No. 53 oleh CV. Rajawali Citra

Buana tahun 2015 sebesar Rp.153.333.333,37

b. Utang Belanja Jasa sebesar Rp.333.270.480 yang terdiri atas :

Utang belanja telepon/faksimili sebesar Rp.12.097.641,00

Utang belanja air sebesar Rp.19.931.980,00

Utang belanja listrik sebesar Rp.300.467.059,00

Utang belanja langganan multimedia sebesar Rp.773.800,00

5.1.6 EKUITAS

Ekuitas Dana Lancar

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 258.245.711.519,63 Rp. 256.015.978.536,36

Ekuitas adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara

aset dan kewajiban pemerintah.

Ekuitas diakui pada saat terdapat mutasi tambah atau mutasi kurang atas

transaksi yang mempengaruhi pos-pos Aset dan kewajiban sedangkan

Page 76: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 76

pengukurannya didasarkan nilai nominal yang didasarkan pada pencatatan atas

mutasi pos-pos Aset dan kewajiban.

Ekuitas pada 31 Desember 2015 sebesar Rp.258.245.711.519,63 dengan

rincian :

a. Ekuitas sebesar Rp.256.015.978.536,36 yang merupakan ekuitas awal tahun

2015;

b. Surplus/(Defisit) sebesar Rp.365.765.672.265,73 yang merupakan defisit dari

Laporan Operasional selama tahun 2015;

j. R/K PPKD sebesar Rp.367.995.405.249,00.

4. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan Perubahan Ekuitas adalah laporan yang menyajikan informasi

mengenai perubahan ekuitas yang terdiri dari ekuitas awal, surplus/defisit Laporan

Operasional, koreksi, dan ekuitas akhir. Laporan Operasional dengan Laporan

Perubahan Ekuitas memiliki keterkaitan melalui surplus atau defisit Laporan

Operasional. Surplus dan defisit dihasilkan dari selisih antara Pendapatan-LO dengan

beban. Secara bersamaan surplus atau defisit akan berpengaruh terhadap saldo

ekuitas akhir dalam Laporan Perubahan Ekuitas. Saldo Ekuitas akhir tersebut

seharusnya sama dengan saldo ekuitas di neraca.

Berikut merupakan Laporan Perubahan Ekuitas Dinas Pendidikan Provinsi

Jawa Timur.

NO URAIAN 2015 2014

1

EKUITAS AWAL

256.384.205.267,36

252.552.423.571,69

2

SURPLUS/DEFISIT-LO

(365.765.672.265,73)

0,00

3

EKUITAS UNTUK DIKONSOLIDASIKAN

367.995.405.249,00

0,00

4

DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN KEBIJAKAN

/ PENYESUAIAN EKUITAS

0,00

3.831.781.695,67

5

EKUITAS AKHIR

258.613.938.250,63

256.384.205.267,36

a. Ekuitas Awal

Jumlah Ekuitas Awal tahun 2015 adalah Rp.256.384.205.267,36 yang

merupakan saldo akhir tahun 2014.

b. Surplus Defisit - LO

Surplus Defisit-LO Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2015

adalah defisit sebesar Rp.365.765.672.265,73 yang diperoleh dari nilai

Pendapatan – LO dikurangi dengan beban :

No Uraian Jumlah

Page 77: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 77

1 Pendapatan – LO 401.003.192,96

2 Beban ( 366.166.675.458,69 )

Surplus / (Defisit) - LO ( 365.765.672.265,73 )

c. Ekuitas untuk dikonsolidasikan

Ekuitas untuk dikonsolidasikan pada tahun 2015 adalah sebesar

Rp.367.995.405.249,00 yang merupakan saldo akhir R/K PPKD tahun 2015. Pos

R/K PPKD ini timbul sebagai konsekuensi dari struktur akuntansi Pemerintah

Daerah yang menggunakan struktur akuntansi Pusat – cabang. Hal ini

dikarenakan SKPD tidak memiliki ekuitas dana sendiri, melainkan hanya

menerima ekuitas dana dari Pemerintah Daerah melaui mekanisme transfer.

d. Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan / Penyesuaian Ekuitas

Dampak kumulatif perubahan kebijakan / penyesuaian ekuitas yaitu dampak

yang timbul pada Laporan Keuangan akibat adanya perubahan kebijakan. Pada

tahun 2015 terjadi perubahan sistem akuntansi dari berbasis kas menuju akrual

menjadi berbasis akrual sehingga menyebabkan terjadi perubahan pada ekuitas

tahun 2014 sebesar Rp.3.831.781.695,67.

Uraian 2015 2014

Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan

/ Penyesuaian Ekuitas :

Aktiva 0,00 4.280.398.577,00

Piutang 0,00 400.000,00

Akumulasi Penyusutan 0,00 4.279.998.577,00

Kewajiban 0,00 448.616.881,33

Pendapatan Diterima Dimuka 0,00 193.333.333,33

Utang Belanja 0,00 255.283.548,00

Ekuitas 0,00 3.831.781.695,67

Ekuitas 0,00 3.831.781.695,67

e. Ekuitas Akhir

Nilai ekuitas akhir pada Laporan Perubahan Ekuitas Dinas Pendidikan Provinsi

Jawa Timur pada 31 Desember 2015 sesuai dengan nilai ekuitas pada neraca

per 31 Desember 2015 yaitu sebesar Rp.258.245.711.519,33.

Ekuitas Akhir

31 Desember 2015 31 Desember 2014

Rp. 258.245.711.519,63 Rp. 256.384.205.267,36

Pendapatan Sewa

Realisasi dari pendapatan sewa diperoleh dari sewa gedung dan bangunan

tahun 2015 sebesar Rp.93.749.999,96 dengan rincian sebagai berikut :

Page 78: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 78

No Uraian Jumlah

1. Pengakuan Pendapatan Sewa Lahan Milik

Pemerintah Daerah Prov. Jatim di Jalan

Padmosusastro No. 53 oleh CV. Rajawali Citra

Buana Nov 2014-Nov 2019 (Periode 2015)

39.999.999,96

2. Sewa Rumah Dinas 25.750.000,00

3. Sewa Ruang oleh Koperasi Handayani 7.200.000,00

4. Sewa Kantin Taruna Loka Ds Claket Kec Pacet Kab

Mojokerto

5.200.000,00

No Uraian Jumlah

5. Sewa Stand Toko bulan Januari s.d Desember 2015

oleh Koperasi Karya Makmur

1.200.000,00

6. Sewa Ruang Kantin oleh Dharma Wanita 9.000.000,00

7. Sewa Gedung oleh TK Liya dan PAUD Liya Jl

Walikota Mustajab dan Cipunegara

5.400.000,00

JUMLAH 93.749.999,96

Penerimaan lain – lain

Realisasi penerimaan lain – lain tahun 2015 sebesar Rp.750.000,- berasal

dari sewa lapangan voli sebanyak 5 (lima) kali.

a. Pengungkapan atas pos – pos asset dan kewajiban yang timbul

sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan

dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas,

untuk entitas pelaporan yang menggunakan basis akrual

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2010

tentang Standar Akuntansi Pemerintahan pada Bab II pasal 4 bahwa pemerintah

menerapkan SAP Berbasis Akrual, yaitu SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset,

utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui

pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran

berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBN/APBD.

Dengan adanya implementasi akuntansi berbasis akrual yang harus mulai

diterapkan pada 2015 mengharuskan adanya restatement pada neraca tahun 2014

sebagai dasar saldo awal tahun 2015. Semua transaksi yang seharusnya menjadi

beban tahun 2014 harus disajikan pada tahun 2014 sehingga menimbulkan

restatement yang menambah utang dan mengurangi ekuitas di tahun 2014. Demikian

juga pada pendapatan, yang seharusnya diakui pada tahun 2014 harus disajikan pada

laporan keuangan tahun 2014 sehingga menimbulkan restatement yang menambah

piutang dan menambah ekuitas tahun 2014.

Page 79: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 79

Penjelasan Pos-Pos pada Neraca yang disajikan ulang (Restated)

Ringkasan Neraca per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai

berikut (dalam rupiah) :

Uraian 31 Desember 2015 31 Desember 2014

(Restated) 31 Desember 2014

(Audited)

Aset 259.100.542.064,00 256.832.822.148,69 252.552.423.571,69

Aset Lancar 241.572.375,00 106.064.877,69 105.664.877,69

Investasi Jangka Panjang

0,00 0,00 0,00

Aset Tetap setelah penyusutan

245.298.948.933,00 243.665.163.015,00 239.385.164.438,00

Aset Lainnya 13.560.020.756,00 13.061.594.256,00 13.061.594.256,00

Kewajiban 486.603.813,37 448.616.881,33 0,00

Kewajiban Jk. Pendek 486.603.813,37 448.616.881,33 0,00

Kewajiban Jk. Panjang 0,00 0,00 0,00

Ekuitas 258.245.711.519,63 256.384.205.267,36 252.552.423.571,69

Ekuitas (109.381.466.998,37) 256.384.205.267,36 252.552.423.571,69

Ekuitas SAL 0,00 0,00 0,00

Ekuitas Untuk Dikonsolidasikan

367.995.405.249,00 0,00 0,00

5.1.4.a Aset Lancar

5.1.4.a.2 Piutang

Piutang 31 Desember 2015

31 Desember 2014

(Restated)

31 Desember 2014

(Audited)

Rp. 0,00 Rp. 11.652.360,00 Rp.11.252.360,00

Piutang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Desember tahun 2015

sebesar Rp. 0,00 dan 31 Desember 2014 disajikan kembali sebesar

Rp.11.652.360,00. Penambahan sebesar Rp.400.000,- berasal dari piutang retribusi

jasa usaha yaitu piutang atas sewa kantin Taruna Loka Claket bulan Desember 2014

yang belum diakui.

5.1.4.b Aset Tetap

Aset

Tetap

31 Desember 2015 31 Desember 2014

(Restated)

31 Desember 2014

(Audited)

Rp. 349.012.803.108,00 Rp. 336.605.003.965,00 Rp. 336.605.003.965,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Aset Tetap yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014.

Rincian Aset Tetap menurut jenisnya adalah sebagai berikut :

Page 80: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 80

Jenis Aset Tetap 31 Desember 2015

31 Desember 2014

(Restated)

31 Desember 2014

(Audited)

Tanah 153.529.415.000,00 153.529.415.000,00 153.529.415.000,00

Peralatan dan Mesin 81.912.502.833,00 73.144.173.723,00 73.144.173.723,00

Gedung dan

Bangunan 105.514.434.931,00 102.686.889.631,00 102.686.889.631,00

Jalan, Irigasi dan

Jaringan 1.298.850.935,00 1.202.970.260,00 1.202.970.260,00

Aset Tetap lainnya 6.620.454.751,00 6.041.555.351,00 6.041.555.351,00

Kontruksi dalam

Pengerjaan 137.144.658,00 0,00 0,00

JUMLAH 245.298.948.933,00 243.665.163.015,00 243.665.163.015,00

Nilai aset yg disajikan kembali (Restated) pada tahun 2014 sepintas tidak

mengalami perubahan. Namun jika dirinci lebih lanjut, maka terdapat beberapa

jenis Aset tetap yang mengalami perubahan yang disebabkan karena adanya

koreksi, diantaranya :

Jenis Aset Tetap 31 Desember 2014

(Audited) Restatement

31 Desember 2014

(Restated)

Alat Kantor 4.844.733.062,00 9.146.000,00 4.853.879.062,00

Alat Rumah

Tangga 13.937.504.579,00 13.916.500,00 13.951.421.079,00

Komputer 16.465.020.265,00 (41.337.000,00) 16.423.683.265

Meja dan Kursi

Kerja/Rapat

Pejabat 460.770.780,00 18.274.500,00 479.045.280,00

Alat Studio 12.442.183.529,00 (3.905.000,00) 12.438.278.529,00

Alat Komunikasi 1.220.048.904,00 3.905.000,00 1.223.953.904,00

Bangunan Gedung

Tempat Kerja 85.905.005.995 (2.402.039.600,00) 83.502.966.395,00

Bangunan Gedung

Tempat Tinggal 16.781.883.636,00 2.402.039.600,00 19.183.923.236,00

Total 336.605.003.965,00 0,00 336.605.003.965,00

5.1.4.b.7 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

31 Desember 2015 31 Desember 2014

(Restated)

31 Desember 2014

(Audited)

Rp. (103.713.854.175,00) Rp. (92.939.840.950,00) Rp.(97.219.839.527,00)

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur belum menerapkan penyusutan untuk

Aset Tetap per 31 Desember 2014 yang disajikan kembali sebesar

Rp.92.939.840.950,00, terdapat beberapa penambahan sebesar Rp.4.279.998.577,00

karena adanya koreksi dengan rincian sebagai berikut :

Akumulasi 31 Desember 2014

(Audited) Restatement

31 Desember 2014

(Restated)

Page 81: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 81

Penyusutan Aset

Tetap

Akumulasi

Penyusutan Alat

Bengkel Bermesin (3.845.058.026,00) 1,00 (3.845.058.025,00)

Akumulasi

Penyusutan Alat

Ukur (357.611.175,00) 2,00 (357.611.173,00)

Akumulasi

penyusutan alat

kantor (3.486.279.385,00) (9.295.999,00) (3.495.575.384,00)

Akumulasi

Penyusutan Alat

Rumah Tangga (10.841.670.276,00) (16.411.700,00) (10.858.081.976,00)

Akumulasi

Penyusutan

Komputer (12.668.966.958,00) 41.337.000,00 (12.627.629.951,00)

Akumulasi

Penyusutan Meja

dan Kursi

Kerja/Rapat

Pejabat (243.214.056,00) (13.337.250,00) (256.551.306,00)

Akumulasi

Penyustan Alat

Studio (9.982.984.505,00) 3.905.000,00 (9.979.079.500,00)

Akumulasi

Penyusutan Alat

Komunikasi (1.037.708.216,00) (2.440.625,00) (1.040.148.841,00)

Akumulasi

Penyusutan

Bangunan Gedung

Tempat Kerja (28.819.672.789,00) 4.462.644.056,00 (24.357.028.733,00)

Akumulasi

Penyusutan

Bangunan Gedung

Tempat Tinggal (8.561.469.247,00) (193.614.779,00) (8.755.084.026,00)

Akumulasi

Penyusutan

Bangunan Air

Irigasi (34.483.760,00) 7.212.859,00 (27.270.901,00)

Total 336.605.003.965,00 0,00 336.605.003.965,00

5.1.4 KEWAJIBAN

Kewajiban

31 Desember 2015 31 Desember 2014

(Restated)

31 Desember 2014

(Audited)

Rp.486.603.813.,37 Rp. 448.616.881,33 Rp. 0,00

Page 82: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 82

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang

penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.

Kewajiban Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Desember 2014 yang

disajikan kembali sebesar Rp. 448.616.881,33. Munculnya hutang dikarenakan

belum diakuinya hutang-hutang sebagai berikut :

Kewajiban 31 Desember 2014

(Audited) Restatement

31 Desember 2014

(Restated)

Pendapatan

diterima dimuka –

Pendapatan Sewa 0,00 193.333.333,33 193.333.333,33

Utang Belanja Gaji

dan Tunjangan 0,00 351.622,00 351.622,00

Utang Belanja Jasa 0,00 254.931.926,00 254.931.926,00

Total 0,00 448.616.881,33 448.616.881,33

1. Pendapatan diterima dimuka – pendapatan sewa yang diperoleh dari sisa

pengakuan Pendapatan diterima di muka atas sewa sebagian lahan milik

pemerintah daerah Provinsi Jawa Timur di Jl. Padmosusastro No. 53 oleh CV.

Rajawali Citra Buana bulan Nopember – Desember 2014 sebesar

Rp.193.333.333,33.

2. Utang belanja sebesar Rp.255.283.548,00 yang terdiri atas :

a. Utang belanja Gaji dan Tunjangan sebesar Rp.351.622,00 yaitu kekurangan

gaji bulan Nopember – Desember 2014 sebanyak 2 jiwa;

b. Utang Belanja Jasa sebesar Rp.333.270.480 yang terdiri atas :

Utang belanja telepon/faksimili sebesar Rp.16.401.312,00

Utang belanja air sebesar Rp.15.346.540,00

Utang belanja listrik sebesar Rp.215.481.774,00

Utang belanja surat kabar/majalah Rp.378.000,00

Utang belanja langganan multimedia sebesar Rp.7.324.300,00

5.1.6 EKUITAS

Ekuitas

31 Desember 2015 31 Desember 2014 31 Desember 2014

Rp. 258.613. Rp.256.384.205.267,36 Rp.252.552.423.571,69

Dengan diterapkannya akuntansi berbasis akrual, penyajian ekuitas

mengalami perubahan dari semula dirinci ke tiga kelompok yaitu ekuitas Dana

Lancar, ekuitas dana investasi, dan ekuitas dana cadangan menjadi tidak dirinci

seperti pada tabel berikut :

Page 83: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 83

Kewajiban 31 Desember 2014

(Audited) Restatement

31 Desember 2014

(Restated)

EKUITAS 252.552.423.571,69 3.831.781.695,67 256.384.205.267,36

Ekuitas Dana

Lancar 105.664.877,69

Ekuitas Dana

Investasi 252.446.758.694,00

Ekuitas Dana

Cadangan 0,00

Ekuitas pada 31 Desember 2014 yang disajikan kembali sebesar

Rp.256.384.205.267,36. Penambahan ekuitas disebabkan oleh :

Ekuitas 31 Desember 2014

Rp. 252.552.423.571,69

Koreksi kurang

(448.616.881,33)

Koreksi tambah

4.280.398.577,00

Ekuitas 31 Desember 2014 (Restatement)

Rp. 256.384.205.267,36

BAB VI

PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN

Visi dan Misi pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur :

1. Visi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yaitu :

Terwujudnya insan cerdas, kreatif, berakhlak mulia, memiliki daya sanding dan daya

saing global.

2. Misi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yaitu :

a. Memaksimalkan akses memperoleh pendidikan pada berbagai jalur dan jenjang

pendidikan;

b. Mengoptimalkan kualitas dan keunggulan, daya sanding dan daya saing

pendidikan

c. Mewujudkan keterpaduan dan keserasian sistem pendidikan antar jalur dan

jenjang pendidikan dengan dunia kerja dan kehidupan nyata;

d. Meningkatkan pelestarian dan pengembangan kebudayaan bangsa.

DOMISILI

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berkedudukan di Jl. Gentengkali No. 33

Surabaya Kecamatan Genteng Kota Surabaya, Dinas Pendidikan terdiri dari bidang dan UPT

yaitu :

1. Sekretariat

2. Bidang TK/ SD dan PK

Page 84: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 84

3. Bidang Pendiidkan Menengah Pertama dan Pendidikan Menengah Atas

4. Bidang Pendidikan Kejuruan dan Perguruan Tinggi

5. Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan

6. Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal dan Nilai Budaya

7. UPT. TEKKOMDIK

8. UPT. PPPK

9. UPT. DIKBANGKES

10. UPT. SMANOR

PROGRAM KEGIATAN DINAS PENDIDIKAN PROV. JATIM

Dinas Pendidikan merupakan instansi teknis yang berperan di bidang pendidikan,

dalam pelaksanaan operasionalnya tugas pokok mengacu pada pedoman atau petunjuk yang

diterbitkan oleh daerah dan pusat. Kegiatan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

mengacu pada Pelaksanaan Pembagunan Pendidikan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

di Jawa Timur. Pemerataan pembangunan Pendidikan di Jawa Timur antara lain :

a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, meliputi :

Pelaksanaan Administrasi Perkantoran

b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, meliputi :

Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana

Pemeliharaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana

c. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah, meliputi :

Koordinasi dan Konsultasi Kelembagaan Pemerintah Daerah

Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

d. Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan

Pemerintahan, meliputi :

Penyusunan Dokumen Perencanaan

Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Rencana Program dan Anggaran

Penyusunan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Pelaksanaan Sistem Informasi

Data

e. Program Pendidikan Anak Usia Dini, meliputi :

Perluasan dan Peningkatan Mutu TK/RA

Manajemen Pendidikan TK/RA

Perluasan dan Peningkatan Mutu PAUD

Pengembangan Manajemen PAUD

f. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, meliputi :

Penyediaan Biaya Operasional Madrasah

Page 85: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 85

Penyebar luasan dan Sosialisasi Berbagai Informasi Pendidikan Dasar

Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Dasar

Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan SD/MI

Perluasan kesempatan belajar SMP/MTs di Jawa Timur

Peningkatan Manajemen Pendidikan SMP/MTs di Jawa Timur

Peningkatan Mutu Pendidikan SD/SMP melalui Pendidikan Jarak Jauh

Peningkatan Mutu Pendidikan SMP/MTs

Pengembangan dan Peningkatan Mutu Kesenian Pendidikan Dasar

Peningkatan pengelolaan BOS Pendidikan Dasar

Peningkatan Pemberdayaan Orangtua Siswa, Masyarakat, dan Komite sekolah

SD/SMP

g. Program Pendidikan Menengah, meliputi :

Pengembangan Metode Belajar dan Mengajar Menggunakan Teknologi Informasi

dan Komunikasi

Penyebarluasandan Sosialisasi Berbagai Informasi Pendidikan Menengah

Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Menengah

Peningkatan Sarana dan Prasarana

Peningkatan pengelolaan manajemen pendidikan dan pelatihan

Peningkatan dan Pengembangan Operasional SMA Olah Raga Sidoarjo

Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan SMA

Perluasan kesempatan Belajar di SMK

Peningkatan Manajemen Pendidikan SMK

Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan SMK

Penunjang Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Balai Teknologi

Komunikasi

Peningkatan Sarana Penunjang SMK

Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan SMA

Pengembangan dan Peningkatan Mutu Kesenian Pendidikan Menengah

Peningkatan Manajemen Pendidikan SMA

Pengembangan Wajib Belajar Pendidikan 15 Tahun

Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Menengah yang Berkualitas,

Termasuk Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), Ruang Kelas Baru (RKB),

Laboratorium, Perpustakaan, Buku Pelajaran dan Peralatan Peraga Pendidikan,

Disertai Penyediaan Tenaga Pendidik Secara Lebih Merata, Bermutu, Tepat Lokasi,

terutama untuk Pedesaan, Wilayah Terpencil dan Kepulauan

Peningkatan Pengelolaan BOS Pendidikan Menengah (Jenjang SLTA/BKSM)

Page 86: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 86

Peningkatan Pemberdayaan Orangtua Siswa, Masyarakat, dan Komite Sekolah

SMA/SMK

Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Kejuruan Melalui UPT PPPK

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru/Siswa SMK

h. Program Pendidikan Non Formal, meliputi :

Peningkatan Mutu Pendidikan Keaksaraan

Perluasan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Non Formal

Pengembangan dan Peningkatan Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Non

Formal

i. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, meliputi :

Pendidikan Lanjutan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk Memenuhi

Standar Kualifikasi

Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi

Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Peningkatan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

j. Program Pendidikan Tinggi, meliputi :

Pengembangan dan Peningkatan Mutu Prestasi Mahasiswa Perguruan Tinggi di

Jawa Timur

Pengembangan dan Peningkatan Mutu Politeknik dan Akademi Komunitas di Jawa

Timur

k. Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK)

Perluasan dan Peningkatan Mutu PK-PLK

Peningkatan dan Pengembangan Manajemen Sekolah PK-PLK

Page 87: PROVINSI JAWA TIMUR - dindik.jatimprov.go.id · pranata politik, pendidikan, kemasyarakatan atau keluarga maupun agama. Disini dapat diamati karakteristik hubungan pranata sosial

Catatan atas Laporan Keuangan - 87

BAB VII

PENUTUP

Demikian Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa

Timur yang juga merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Pengguna

Anggaran (PA) dalam merealisasikan anggaran sesuai dengan perencanaan yang

tertuang dalam DPPA Nomor 914/123.P/213.2/2014 tanggal 28 September 2015

tentang Pengesahan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja

Perangkat Daerah (DPPA-SKPD) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Tahun

Anggaran 2015;

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terdapat target Pendapatan Asli Daerah

(PAD) Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 102.680.000,00 untuk sewa gedung dan

bangunan yang menjadi aset Dinas Pendidikan Prov. Jatim dengan Realisasi

pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 138.520.553,00 atau sebesar 134,91%.

Anggaran Belanja Daerah sebesar Rp. 406.503.974.650,00 dengan realisasi

belanja sebesar Rp.368.133.925.802,00 atau sebesar 90,56%, sehingga capaian kinerja

keuangan dinyatakan efisien. Namun di lain pihak terjadi sisa anggaran sebesar

Rp.38.370.048.848,00 atau 9,44% .