Provinsi Kep. Bangka Belitung - Perpustakaan ... Bangka Belitung 2015 Kedua, Kabupaten Bangka Tengah

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Provinsi Kep. Bangka Belitung - Perpustakaan ... Bangka Belitung 2015 Kedua, Kabupaten Bangka Tengah

  • Provinsi Kep. Bangka Belitung 2015

    Seri Analisis Pembangunan Wilayah Provinsi Kep. Bangka Belitung 2015 ~i~

    ANALISIS PEMBANGUNAN WILAYAH PROVINSI

    KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

    1. KINERJA PEMBANGUNAN WILAYAH 1

    1.1. PERKEMBANGAN INDIKATOR UTAMA 1

    1.2. KUALITAS PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA 3

    2. ANALISIS PEMBANGUNAN WILAYAH 7

    2.1. ANALISIS PEMBANGUNAN MANUSIA 7

    2.1.1. Pendidikan 7

    2.1.2. Kesehatan 9

    2.1.3. Perumahan 11

    2.1.4. Mental/Karakter 12

    2.2. ANALISIS PEMBANGUNAN SEKTOR UNGGULAN 13

    2.2.1. Pengembangan Sektor Pangan 14

    2.2.2. Pengembangan Sektor Energi 17

    2.2.3. Pengembangan Sektor Kemaritiman dan Kelautan 18

    2.2.4. Pengembangan Sektor Pariwisata dan Industri 20

    2.3. ANALISIS PEMERATAAN DAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN 23

    2.3.1. Pusat Pertumbuhan Wilayah 24

    2.3.1.1 Kawasan Ekonomi Khusus 24

    2.3.1.2 Kawasan Industri 24

    2.3.2. Kesenjangan intra wilayah 24

    3. ISU STRATEGIS WILAYAH 25

    4. REKOMENDASI KEBIJAKAN 35

    5. PROSPEK PEMBANGUNAN TAHUN 2016 36

  • Provinsi Kep. Bangka Belitung 2015

    Seri Analisis Pembangunan Wilayah Provinsi Kep. Bangka Belitung 2015 ~1~

    ANALISIS PEMBANGUNAN WILAYAH KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

    1. KINERJA PEMBANGUNAN WILAYAH

    Pembangunan wilayah bertujuan untuk meningkatkan daya saing wilayah,

    meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketimpangan antarwilayah, serta

    memajukan kehidupan masyarakat. Pembangunan wilayah yang strategis dan berkualitas

    menjadi harapan setiap daerah di Indonesia.

    1.1. PERKEMBANGAN INDIKATOR UTAMA

    Pembangunan wilayah selain meningkatkan daya saing wilayah juga mengupayakan

    keseimbangan pembangunan antardaerah sesuai dengan potensinya masing-masing.

    Perkembangan indikator utama dalam pembangunan wilayah meliputi pertumbuhan ekonomi,

    pengurangan pengangguran, dan pengurangan kemiskinan dapat menggambarkan capaian

    kinerja pembangunan wilayah secara umum.

    1.1.1. Pertumbuhan Ekonomi

    Potensi kekayaan alam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melimpah, yang berasal

    dari hasil hutan, perkebunan, pertanian, perikanan, dan pertambangan. Sektor pertambangan

    telah mampu menyumbang cukup besar sekitar 13 persen perekonomian di Kepulauan Bangka

    Belitung dengan komoditas utama timah. Selain sektor pertambangan, kegiatan perekonomian

    masyarakat dominan pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Pertumbuhan ekonomi

    Kepulauan Bangka Belitung terus mengalami perlambatan selama periode 2011 – 2014

    (Gambar 1). Selama kurun waktu 2011-2014 kinerja perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka

    Belitung memiliki laju pertumbuhan rata-rata 5,58 persen, pertumbuhan ekonomi Kepulauan

    Bangka Belitung melambat salah satunya disebabkan dari produksi sektor pertambangan yang

    terus mengami penurunan.

    Gambar 1

    Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan

    Sumber: BPS, 2014

    Selama kurun waktu 2010-2014 pendapatan per kapita di Provinsi Kepulauan Bangka

    Belitung cenderung meningkat, namun masih lebih rendah dari pendapatan per kapita nasional.

    2011 2012 2013 2014

    KEP. BANGKA BELITUNG 6,90 5,50 5,22 4,68

    INDONESIA 6,16 6,16 5,74 5,21

    4,00

    4,50

    5,00

    5,50

    6,00

    6,50

    7,00

    7,50

    P e

    rs e

    n

  • 2015 Provinsi Kep. Bangka Belitung

    ~2~ Seri Analisis Pembangunan Wilayah Provinsi Kep. Bangka Belitung 2015

    Jika pada tahun 2010 rasio PDRB perkapita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PDB

    Nasional sebesar 100,44 persen, maka pada tahun 2014 rasionya menurun menjadi 96,31

    persen (Gambar 2). Hal ini menunjukkan pengaruh sektor pertambangan mulai mengalami

    penurunan bagi peningkatan pendapatan perkapita di provinsi ini.

    Gambar 2

    PDRB Per Kapita ADHB

    Sumber: BPS, 2013

    1.1.2. Pengurangan Pengangguran

    Tingkat pengangguran di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di bawah rata-rata

    tingkat pengangguran nasional. Seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi, tingkat

    pengangguran wilayah cenderung menurun pada tahun 2008-2012, namun kembali meningkat

    pada tahun 2013-2015, yang menunjukkan peningkatan angkatan kerja baru selama tahun

    2008-2015 masih mampu diserap oleh lapangan kerja yang tersedia. Tingkat pengangguran

    terbuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2008-2015 berkurang sebesar 2,44 persen

    (Gambar 3). Gambar 3

    Tingkat Pengangguran Terbuka

    Sumber: BPS, 2015

    2010 2011 2012 2013* 2014**

    Kep Bangka Belitung 28.906,78 30.212,18 31.172,42 32.086,91 32.868,70

    Perkapita Nasional 28.778,17 30.112,57 31.519,93 32.874,76 34.127,72

    26.000,00

    27.000,00

    28.000,00

    29.000,00

    30.000,00

    31.000,00

    32.000,00

    33.000,00

    34.000,00

    35.000,00

    R ib

    u R

    u p

    ia h

    2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

    Babel 5,79 4,82 4,24 3,25 2,78 3,30 2,67 3,35

    Nasional 8,46 8,14 7,41 6,80 6,32 5,92 5,70 5,81

    -

    1,00

    2,00

    3,00

    4,00

    5,00

    6,00

    7,00

    8,00

    9,00

    p e

    rs e

    n

  • Provinsi Kep. Bangka Belitung 2015

    Seri Analisis Pembangunan Wilayah Provinsi Kep. Bangka Belitung 2015 ~3~

    1.1.3. Pengurangan Kemiskinan

    Tingginya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak

    berdampak signifikan terhadap pengurangan tingkat kemiskinan di wilayah ini. Selama kurun

    waktu 2008-2015 persentase penduduk miskin di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah

    berkurang sebesar 3,18 persen namun kemiskinan di wilayah ini masih menempati urutan

    tertinggi secara nasional (Gambar 4). Kemiskinan disebabkan karena struktur sosial dalam

    masyarakat, yaitu kurang mampunya memanfaatkan pengelolaan sumber daya alam yang

    melimpah akibat terbatasnya tingkat pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki. Tingkat

    kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2008-2015 selalu berada di atas rata-

    rata nasional.

    Gambar 4

    Persentase Penduduk Miskin

    Sumber: BPS, 2014

    1.2. KUALITAS PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA

    Kualitas pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.

    Pertumbuhan ekonomi biasanya diikuti oleh pengurangan kemiskinan, peningkatan Indeks

    Pembangunan Manusia (IPM), serta perluasan lapangan kerja.

    1.2.1. Pertumbuhan Ekonomi dan Pengurangan Kemiskinan

    Gambar 5 menunjukkan persebaran kabupaten dan kota di Provinsi Bangka Belitung

    menurut rata-rata pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan tahun 2008 sampai

    dengan tahun 2013, dengan penjelasan sebagai berikut. Pertama, Kabupaten Bangka dan

    Belitung Timur termasuk kabupaten dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi dan pengurangan

    kemiskinan di atas rata-rata provinsi. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang terjadi

    dapat mendorong pengurangan kemiskinan secara lebih cepat (pro-growth, pro-poor).

    Tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah daerah adalah menjaga momentum

    pertumbuhan ekonomi dengan tetap meningkatkan upaya pengurangan kemiskinan.

    Kedua, Kabupaten Bangka Tengah terletak di kuadran II termasuk kategori daerah

    dengan pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata, tapi pengurangan kemiskinan di atas rata-

    rata (low growth, pro-poor). Tantangan yang harus diatasi oleh pemerintah daerah adalah

    2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

    Perkotaan 8,09 7,57 5,86 4,39 4,11 3,73 3,47 3,39

    Perdesaan 10,87 9,52 8,93 8,45 7,35 6,96 6,91 7,27

    Kep. Bangka Belitung 9,54 8,58 7,46 6,51 5,75 5,37 5,21 5,36

    Nasional 16,58 15,42 14,15 13,33 12,49 11,96 11,37 10,96

    - 2,00 4,00 6,00 8,00

    10,00 12,00 14,00 16,00 18,00

    P e

    rs e

    n

  • 2015 Provinsi Kep. Bangka Belitung

    ~4~ Seri Analisis Pembangunan Wilayah Provinsi Kep. Bangka Belitung 2015

    menjaga efektvititas dan efisiensi kebijakan dan program pengurangan kemiskinan, dan secara

    bersamaan mendorong percepatan pembangunan ekonomi dengan prioritas sektor atau

    kegiatan ekonomi yang punya potensi berkembang seperti pertanian, perkebunan, kelautan dan

    perikanan, serta perdagangand dan jasa.

    Gambar 5

    Dampak Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengurangan Jumlah Penduduk Miskin

    Provinsi Bangka Belitung Tahun 2008-2013

    Sumber: BPS, 2013 (diolah)

    Ketiga, Kabupaten Bangka Selatan terletak di kuadran III dengan rata-rata pertumbuhan

    ekonomi dan pengurangan kemiskinan di bawah rata-rata provinsi (low growth, less pro-poor).

    Kinerja pembangunan daerah tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bekerja

    keras untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi melalui peningkatan produkvititas

    sektor atau kegiatan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja secara lebih besar dari

    golongan miskin. Selain itu, pemerintah daerah juga dituntut untuk meningkatkan efektivitas

    dan efisiens