psa sampai mahkota iik.pptx

  • View
    262

  • Download
    39

Embed Size (px)

Transcript

Kuliah KlarifikasiPerawatan Gigi Nekrosisdisertai Perubahan Warna Dianita Susianni, drg., SpKGPENDAHULUANPenegakkan diagnosis & penentuan rencana perawatan tanggung jawab drg.Drg dituntut untuk dapat melakukan :Prosedur semua tes diagnosisMenginterpretasikan hasil pengetesanMenegakkan diagnosis secara tepatMenentukan rencana perawatanMenentukan Prognosis perawatanUntuk menghindari kesalahan penegakkan diagnosis sistematikKeluhan UtamaRiwayat MedisRiwayat DentalPemeriksaan SubyektifPemeriksaan ObyektifPemeriksaan RadiographisMenganalisis data Diagnosis Rencana perawatan

Seleksi kasus yang tepat meningkatkan keberhasilan perawatan saluran akar.

Ketentuan untuk melakukan Perawatan Saluran Akar :

1. Mudah dicapainya foramen apikal melalui saluran akar2. Gigi yang terlibat dapat direstorasi4. Ketahanan umum paisenRencana PerawatanPerawatan berdasarkan diagnosis Pulpitis reversibel, Ireversibel, nekrosisPulpa normal & pulpitis reversibel bukan indikasi P.S.APulpitis Ireversibel P.S.ANekrosis P.S.A/ PencabutanKasus Periradikuler akut/ kronis Pembuangan iritan

Pilihan PerawatanKasus rutin daapat dilakukan drg umum ketrampilan identifikasi kasus& penangananKasus Sukar Rujukan ke drg SpesialisSeleksi KasusR.M Jelek Mempengaruhi PenyembuhanKerusakan mahkota yang luas Problem AsepsisApeks terbuka ApesifikasiSaluran akar bengkok, resorbsi pengisian hermetis ?Granuloma/ Kista P.S.A Konvensional dengan over Instrumentasi/ endo bedahPenyakit Periodontal saku yang dalam konsultasi dengan SP PerioKelainan yang melibatkan setengah panjang akar dipertahankan/ TidakPrognosisDrg dapat meramalkan keberhasilan P.S.AKeuntungan Pemahaman kasusKasus Sukar Keberhasilan 60 %Evaluasi Klinis dan Radiograph 6 Bulan 4 ThPenyebab Kegagalan Terbesar :Kesalahan Diagnosis & rencana PerawatanKurangnya Pengetahuan dan Anatomi PulpaDebriment kurangKesalahan PerawatanObturasiKerjasama drg-Pasien sanggup datang & biaya

PREPARASI SALURAN AKAR

PREPARASI PADA SALURAN AKAR PERAWATAN SALURAN AKAR PREPARASI STERILISASI PENGISIAN KENDALA PREPARASISALURAN AKAR BENGKOKSEMPIT KLASIFIKASI SALURAN AKARSALURAN AKAR LURUSNORMALSEDERHANAMENYEMPIT KE FORAMEN APIKAL

SALURAN AKAR BENGKOKBENGKOK BAGIAN APIKALBENGKOK BERTAHAPMEMBENTUK SETENGAH LINGKARANBENGKOK DENGAN TAJAMMEMBENTUK HURUF SKLASIFIKASI SALURAN AKAR BENGKOK

1.bengkok di apikal2.bengkok bertahap3.setengah lingkaran 4. Tajam 5. Huruf S

KEGAGALAN PREPARASI SALURAN AKAR

1.Ledge 2. Perforasi

CARA MENGATASI

PEMILIHAN ALAT : FLEKSIBILITAS / DAYA POTONG

ANATOMI RUANG PULPA : BENTUK /ARAH

TEKNIK PREPARASI : SESUAI INDIKASI

TEKNIK PREPARASI MACAM : KONVENSIONAL STEP BACK STEP DOWN CROWN DOWN PRESSURELESSBALANCE FORCE

CAVITY ENTRANCE

ARAH SALURAN AKARKESALAHAN MENENTUKAN ARAH SALURAN AKAR

PENGUKURAN PANJANG GIGI

PREPARASI SALURAN AKAR

a ba : stopper ; b : fileIRIGASI SALURAN AKAR

aba: jarum irigasi b: sal.akarTEKNIK KONVENSIONAL- PREPARASI FILE- PREPARASI SESUAI PANJANG KERJA- DIMULAI DARI NOMOR KECIL- DIGUNAKAN NOMOR FILE SECARA BERTURUTAN- SETIAP PERGANTIAN NOMOR DILAKUKAN IRIGASI SALURAN AKAR

TEKNIK STEP BACKPREPARASI FILEFILE 15-25 ( MAF ) SESUAI PANJANG KERJAFILE 30 PANJANG KERJA 1 mmFILE 35 PANJANG KERJA FILE 30 DIKURANGI 1 mmFILE 40 PANJANG KERJA FILE 35 DIKURANGI 1 mmFILE 45 DST PANJANG KERJA FILE 40SETIAP NOMOR REKAPITULASIDILAKUKAN IRIGASI

STEP DOWN DAERAH 2/3 KORONAL PREPARASI DENGAN GATES GLIDEN1/3 APIKAL PREPARASI DENGAN FILE PANJANG GIGI 21 mm, PANJANG MAHKOTA 8mm PANJANG KERJA 20 mm

TAHAP PREPARASIPREPARASI DENGAN GGD # 2 SEPANJANG 14-16 mmGGD # 3 SEPANJANG 11-13 mmGGD # 4 SEPANJANG 8- 10 mmPREPARASI APIKAL : STEP BACKMULAI FILE NO.15,20,25 SESUAI PANJANG KERJAFILE 30 P.KERJA 0,5 mmFILE 35 P.KERJA 0,5 mm DR P.KERJA N 30FILE 40 P.KERJA 0,5 mm DR P.KERJA N 35FILE 45 P.KERJA 0,5 mm DR P.KERJA N 40FILE 50 P.KERJA 0,5 mm DR P.KERJA N 45FILE 55 P.KERJA - 0,5 mm DR P.KERJA N 50FILE 60 P.KERJA- 0,5 mm DR P.KERJA N 55Diketahui :Panjang Gigi = 21 mmPanjang Mahkota = 8mmJadi panjang kerja = 20 mm(21mm 1mm )TEKNIK STEP DOWNGGD 4GGDS 3 PK 11 13 MMGGDS 2 PK 14-16 MMF60 PK 16,5F 55 PK 17F 50 PK 17,5

F 45 PK 18

F 40 PK 18,5

F 35 PK 19

F 30 PK 19,5

F 15,20,25 PK 20

CROWN DOWN PRESSURELESSFILE 30 DIMASUKKAN KE DALAM S.A TANPA TEKANAN SAMPAI PANJANG GIGI DIKURANGI 4 mm PKS ( PANJANG KERJA SEMENTARA )GATES GLIDDEN DRILL # 2 = PANJANG PKSGATES GLIDDEN # 3 SEPANJANG PKS - 1 mmGATES GLIDDEN DRILL # 4 PKS - 2mmPANJANG KERJA SEBENARNYA = PANJANG GIGI 1 mmPREPARASI APIKAL DIMULAI DG FILE K FILE 35 SEPANJANG PKS + 1 mmFILE 30 SEPANJANG PKS + 2 mmFILE 25 SEPANJANG PKS + 3 mmSELAMA PREPARASI DIIRIGASI

BALANCE FORCEINDIKASI :MENGGUNAKAN FILE TIPE FLEX R ATAU NITIFLEXSALURAN AKAR TUMBUH LENGKAPDIUTAMAKAN SALURAN AKAR YANG SANGAT BENGKOK MIS : - KLAS II TYPE 4 (BENGKOK TAJAM) - KLAS II TYPE 5 ( HURUF S)

SYARAT BALANCE FORCETUJUAN :MEMPERTAHANKAN BENTUK SEMULA SAL.AKAR DAN FORAMEN APIKAL

ALAT PREPARASI FLEKSIBILITAS TINGGI DAYA POTONG > GERAKAN MEMUTAR

DAPAT DIGUNAKAN : FLEX R,NITIFLEX KEUNTUNGAN BALANCE FORCE HASIL PREPARASI HALUSDAPAT MEMPERTAHANKAN BENTUK SEMULAMENCEGAH TERJADINYA LEDGE DAN PERFORASIMENCEGAH PECAHNYA DINDING SALURAN AKARMENCEGAH TERDORORONGNYA KOTORAN KELUAR APEKS TEKNIK BALANCE FORCE ALAT PREPARASI : NiTi-FLEX /FLEX-RMENGGUNAKAN FILE NO 10 DENGAN GERAKAN FILE DIPUTAR SEARAH JARUM JAM DIIKUTI GERAKAN SETENGAH PUTARAN BERLAWANAN JARUM JAM. PREPARASI SESUAI PANJANG KERJA.PREPARASI S/D NO 35 SESUAI PANJANG KERJA.2/3 KORONAL DIPREPARASI DG GATES GLIDDEN DRILL.GGD #2 SEPANJANG 3mm DARI FORAMEN APIKAL.GGD #3 SEPANJANG GGD # 2-2 mmGGD #4 SEPANJANG GGD # 3-2 mmGGD #5 SEPANJANG GGD # 4-2 mmGGD #6 SEPANJANG GGD # 5-2 mmPREPARASI LAGI DGN NO 35 PREPARASI DILANJUTKAN DENGAN FILE NO 45 DGNPANJ.KERJA 1 mm APICAL CONTROL ZONESELAMA PREPARASI DAPAT DISERTAI LUBRICANT (BAHAN EDTA)DILAKUKAN IRIGASIBALANCE FORCE

3mm5mm7mm9mm11mmfileGGD HASIL PREPARASI

NICKEL TITANIUM FILEFLEKSIBILITAS >BIOKOMPABILITAS >TAHAN KOROSITIDAK MUDAH PATAHMUDAH KEMBALI KE BENTUK SEMULADAYA POTONG >

GATES GLIDDEN DRILLBAHAN STAINLESS STEELDIGERAKKAN DENGAN MESINBENTUK SEPERTI NYALA APIUNTUK PREPARASI SAL.AKAR

PREPARASI DENGAN PROTAPERMEMPUNYAI TAPER PROGRESIF YANG DIPATENKANBENTUK FLUTE FLEKSIBILITAS > DAYA POTONG >MENGURANGI DEBRIS APIKALWAKTU SINGKATTACTILE SENSE >STRESS FILE <

PREPARASI SALURAN AKARRESTORASI MAHKOTA PASAK

DEFINISIMahkota pasak adalah restorasi pada gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar, sebagian besar mahkota gigi rusak, karena karies atau trauma, retensi utama mahkota, diletakkan didalam saluran gigi berupa pasakBagian daripada pasak masuk didalam saluran akar, mahkota memiliki bagian inti atau core mahkota pasak, berfungsi mendukung mahkota selubung cukup kuat menahan daya kunyah, mudah fraktur atau berubah posisi Pada gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar, berarti gigi tanpa jaringan pulpa diperlukan tehnik perawatan yang berbeda dari perawatan gigi vital. Yang perlu diperhatikan antara lain : daya tahan jaringan gigi setelah perawatan saluran akar dibutuhkan perlindungan secara menyeluruh terjadinya fraktura gigi, karena struktur gigi tersebut keadaannya rapuh.KONSTRUKSI MAHKOTA PASAKPOST CORE CROWN atau DOWEL CORE CROWN atau MAHKOTA PASAK INTIBagian dari pasak dan inti terpisah dari mahkotanya.Pasak dan intinya merupakan satu kesatuan dibuat secara dituang.Mahkotanya, dapat berupa : mahkota tuang, mahkota pigura, mahkota selubung akrilik atau perselain.

POST CROWN atau MAHKOTA RICHMONDPasak dan inti menjadi satu dengan bagian mahkotanya.Satu kesatuan, dengan alasan : Jarak labio palatinal tidak cukup tebal. Jarak serviko insisal atau oklusal terlampau pendek.INDIKASI MAHKOTA PASAKGigi mengalami kerusakan melebihi 1/3 bagian tidak mungkin dilakukan pembuatan mahkota selubung, karena tidak tercapai retensi yang optimal.Telah dilakukan perawatan dengan pengisian 1/3 bagian apikal dengan keadaan baik.Pada fraktur mahkota gigi dengan garis fraktur tidak jauh kearah bagian mahkota gigi.

KONTRA INDIKASIFraktur mahkota melebihi 1/3 panjang akar gigi.Kelainan jaringan peri apikal.Dinding bagian saluran akar tipis.Akar gigi terlalu pendek.PREPARASI BAGIAN MAHKOTASisa mahkota masih cukup tinggi dipertahankan dengan membentuk preparasi modifikasi.Sisa mahkota cukup pendek didekaputasi, sehingga permukaan akar membentuk atap.

PREPARASI PEMBENTUKAN SALURAN AKARHarus dihindari preparasi pelebaran saluran akar yang berlebih.Pada saluran akar yang diisi penuh ( single cone technologue ), harus dikeluarkan 2/3 bagian dengan menggunakan gate glidden drill atau peeso reamer.Diameter saluran akar diperlebar sampai 1/3 bagian dengan menggunakan file / reamer.Dalamnya saluran akar dibuat 2/3 panjang akar atau minimum sama dengan tinggi mahkota klinis.Jangan sampai terjadi undercut.Pembuatan preparasi dudukan / seat sedalam 1 mm, mengikuti kuntur sekeliling akar, bahu selebar 1/6 diameter akar.

Panjang pendeknya pasak sangat bervariasi, tergantung dari :1. Ratio akar terhadap mahkota2. Tekanan oklusal3. Sisa jaringan dentinPasak yang terlalu pendek dap