205
PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL REPORT 2014

PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

  • Upload
    others

  • View
    4

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI

LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL REPORT 2014

Page 2: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

1

DAFTAR ISI Daftar Isi…………………………………………………………………….. Skema Kepemilikan Entitas dan Entitas Anak……………………................ Visi dan Misi………………………………………………………………… Tonggak Sejarah…………………………………………………………….. Laporan Dewan Komisaris ...……………………………………………… Dewan Komisaris……………………………………………………………. Laporan Direksi…………………………………………………….. Direksi……………………………………………………………….. Laporan Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit................................................. Komite Audit………………………………………………………………… Unit Audit Internal........................................................................................... Sekilas Perusahaan…………………………………………………………... Kronologi Pencatatan Efek dan Peringkat Efek............................................... Sertifikasi dan Penghargaan Yang Diterima.................................................... Ikhtisar Keuangan…………………………………………………………… Analisis Manajemen…………………………………………………………. Tata Kelola Perusahaan……………………………………………………… Sumber Daya Manusia………………………………………………………. Penjamin Emisi Pelaksana Obligasi dan Sukuk Ijarah……………………… Pemeringkatan Obligasi dan Sukuk Ijarah…………………………………... Agen Pembayaran…………………………………………………………… Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal……………………………….

1

3

4

5

7

9

12

14

17

18

19

20

21

22

23

24

61

82

86

87

88

89

Page 3: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

2

Daftar Cabang PT Aneka Gas Industri…………………………………….... Pernyataan Manajemen Atas Laporan Tahunan 2014………………………. Laporan Keuangan Konsolidasi Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013………………………..........................

94

100

101

Page 4: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

3

SKEMA KEPEMILIKAN ENTITAS DAN ENTITAS ANAK

1,34%

PT Aneka Mega Energi

PT Samator Gas Industri

Perusahaan

PT Ruci Gas

PT Samator

65,80% 27,64%

78%

60%

PT Samabayu Mandala

50%

Heyzer Harsono

Arief Harsono

Rasid Harsono

Rachmat Harsono

60,76%

PT Harzco Andalan

PT Verona Ladang Investment

39,24% 91,86% 3,78% 0,2% 4,79% 0,23% 4,36%

Page 5: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

4

VISI DAN MISI Visi Perusahaan yang paling diidamkan, terus bertumbuh dan berkembang dengan mendayagunakan sumber daya alam yang memberikan manfaat bagi kehidupan Misi 1. Memberikan yang terbaik bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) 2. Berintegritas dan berkomitmen terhadap kualitas, HSE (Health Safety

Environment), dan GCG (Good Corporate Governance) 3. Meningkatkan TCS (Total Customer Solution) 4. Memperluas wilayah usaha dan mengembangkan produk, layanan, serta teknologi

Page 6: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

5

TONGGAK SEJARAH

1916

1924

1958

1971

1996

1998

2003

2004

2008

2008

2010

2011

2012

NV WA Hoek Machine en Zuurstof, sebuah perusahaan Belanda membangun pabrik oksigen di Jakarta pada tahun 1916, diikuti dengan pembangunan pabrik lainnya di Surabaya dan Bandung. NV Javasche Koelzoor membangun pabrik CO2 di Surabaya. Kedua perusahaan dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia menjadi PN Zatas dan PN Asam Arang. Kedua perusahaan tersebut digabung menjadi PT Aneka Gas Industri (Persero) dan berada di bawah Departemen Perindustrian. Sebagian saham pemerintah di PT Aneka Gas Industri dijual kepada Messer Griesheim Gmbh (40%) dan PT Tira Austenite (10%). Messer Griesheim Gmbh dari Jerman meningkatkan porsi kepemilikanya dengan mengambil alih semua saham pemerintah di PT Aneka Gas Industri. Status perusahaan menjadi Penanaman Modal Asing (PMA). Messer menjual saham PT Aneka Gas Industri kepada Arief Harsono dan PT Tira Austenite. Hal ini kemudian merubah komposisi saham menjadi PT Tira Austenite 51% dan Arief Harsono 49%. Status PT Aneka Gas Industri berubah menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Keluarga Harsono membeli seluruh saham PT Tira Austenite di PT Aneka Gas Industri sehingga Keluarga Harsono menguasai 100% saham PT Aneka Gas Industri. Keluarga Harsono menjual sebagian saham PT Aneka Gas Industri kepada PT Aneka Mega Energi. Komposisi kepemilikan menjadi PT Aneka Mega Energi 98% dan Rachmat Harsono 2%. PT Aneka Gas Industri menerbitkan Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 dan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008. ASP baru di Jakarta mulai beroperasi. ASP baru di Gresik, Jawa Timur milik entitas anak mulai beroperasi. PT Aneka Gas Industri menerbitkan Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012.

Page 7: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

6

2013

2014

ASP baru di Batam dan Makasar melalui Entitas Anak mulai beroperasi. ASP baru di Bitung, Sulawesi Utara mulai beroperasi. ASP baru di Surabaya, Jawa Timur mulai beroperasi. Plant CO2 di Subang, Jawa Barat mulai beroperasi.

Page 8: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

7

LAPORAN DEWAN KOMISARIS Para stakeholder dan stockholder yang terhormat, Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karuniaNya yang telah dilimpahkan sehingga kami berhasil melalui tahun 2014 dengan hasil yang dapat diterima berbagai pihak. Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Sepanjang tahun 2014, Dewan Komisaris senantiasa melakukan fungsi pengawasan atas kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh Direksi dalam pengelolaan Perusahaan. Dalam menjalankan tugas pengawasan, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit yang turut memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan dari aspek pengendalian internal kepada Direksi. Berdasarkan evaluasi atas kinerja operasional Perusahaan, Dewan Direksi dengan dibantu Komite Audit meminta Direksi untuk terus meningkatkan efisiensi dan pengawasan yang ketat di seluruh lini operasional. Penilaian Terhadap Kinerja Direksi Tahun 2014 merupakan tahun yang sangat menantang namun juga tahun yang menimbulkan harapan baru bagi kalangan dunia usaha. Adanya pemilihan umum berupa pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang berlangsung aman dan demokratis menimbulkan optimisme baru bagi pelaku dunia usaha. Namun di tahun yang sama juga terjadi pelemahan mata uang Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat, kenaikkan harga listrik, harga BBM dan harga-harga lainnya yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya biaya yang harus ditanggung oleh Perusahaan. Meskipun menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Perusahaan mampu untuk mempertahankan kinerjanya. Dengan mempertimbangkan segala aspek yang terjadi di tahun 2014 pada umumnya dan aspek bisnis pada khususnya. Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi telah melakukan tugasnya dengan baik, mampu meminimalisir dampak yang terjadi akibat hal-hal dinamis yang terjadi di tahun 2014 dan telah meletakkan landasan strategis bagi kemajuan Perusahaan di masa mendatang. Dewan Komisaris juga mengapresiasi komitmen Direksi dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang terus membaik dari waktu ke waktu. Hal ini tentunya akan mampu memberikan nilai tambah kepada Perusahaan di masa mendatang. Pandangan Atas Prospek Usaha Perusahaan Yang Disusun Oleh Direksi Dewan Komisaris sepakat dengan pandangan atas prospek usaha Perusahaan yang disusun oleh Direksi yang secara umum menyatakan bahwa Perusahaan akan mampu berkembang menjadi lebih baik dengan didukung kondisi perekonomian Indonesia yang makin baik dan manajemen Perusahaan yang profesional serta Tata Kelola

Page 9: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …
Page 10: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

9

DEWAN KOMISARIS

ARIEF HARSONO, Komisaris Utama Warga Negara Indonesia, 61 tahun. Lahir di Toli-Toli pada tanggal 18 Juli 1954. Menyelesaikan pendidikan terakhir pasca sarjana (S2) di program Magister Manajemen Universitas Gajah Mada pada tahun 2005 dan di program Magister Pendidikan Agama Buddha Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Maha Prajna pada tahun 2012. Merupakan pendiri Samator Group. Jabatan yang sedang dijabat adalah Direktur Utama PT Samator (1975 – sekarang), Komisaris Utama PT Samator Gas Industri (1992 – sekarang) dan Direktur Utama Perusahaan (2003 – 2006). Aktif mengikuti pelatihan dan konferensi yang berkaitan dengan bisnis gas industri baik secara nasional maupun internasional. Pada tahun 2014 mengikuti konferensi yang diadakan oleh Gasworld di Singapura dan IOMA (International Oxygen Manufacturers Association) di Kyoto, Jepang. Menjabat sebagai Komisaris Utama Perusahaan untuk pertama kalinya berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 27 Desember 2006 yang dituangkan dalam Akta No. 46 tanggal 27 Desember 2006 - BNRI No.1 Tgl 02 Januari 2008, tambahan No. 70/2008 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri dengan Persetujuan Perubahan MENHUM dan HAM RI No. w 10-00649 HT. 01.04 - Th. 2007 Tanggal 07 Juni 2007. Jabatan di organisasi-organisasi yang saat ini sedang diemban adalah sebagai Ketua Umum Asosiasi Gas Industri Indonesia, Ketua Umum DPP Walubi, Ketua DPP Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia, dan Wakil Ketua Umum IV PBVSI. Memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya serta pemegang saham utama dan/atau pengendali.

RASID HARSONO, Wakil Komisaris Utama Warga Negara Indonesia, 54 tahun. Lahir di Toli-Toli pada tanggal 6 April 1961. Menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Petra I, Surabaya. Jabatan yang sedang dijabat adalah Wakil Direktur Utama PT Samator (1992 – sekarang), Komisaris PT Samator Gas Industri (1997 – sekarang) dan Komisaris Perusahaan (2004 – 2005). Menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama Perusahaan untuk pertama kalinya berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 27 Desember 2006 yang dituangkan dalam Akta No. 46 tanggal 27 Desember 2006 - BNRI No.1 Tgl 02 Januari 2008, tambahan No. 70/2008 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri dengan Persetujuan Perubahan MENHUM dan HAM RI No w 10-00649 HT. 01.04 - Th. 2007 Tanggal 07 Juni 2007. Memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya serta pemegang saham utama dan/atau pengendali.

Page 11: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

10

DJASRI MARIN, Komisaris Warga Negara Indonesia, 65 tahun. Lahir di Payakumbuh pada tanggal 30 September 1950. Menyelesaikan pendidikan akademi di AKABRI pada tahun 1973, pendidikan sarjana (S1) di STIA-LAN RI pada tahun 1987 dan STHM – DITKUM AD pada tahun 1996 serta LEMHANAS pada tahun 1999. Berbagai jabatan yang pernah dan sedang dijabat antara lain sebagai Danpuspom (1998-2002) dan anggota DPR RI dari F-TNI/POLRI (2004-2006). Menjabat sebagai Komisaris Perusahaan untuk pertama kalinya berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 27 Desember 2006 yang dituangkan dalam Akta No. 46 tanggal 27 Desember 2006 - BNRI No.1 Tgl 02 Januari 2008, tambahan No. 70/2008 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri dengan Persetujuan Perubahan MENHUM dan HAM RI No. w 10-00649 HT. 01.04 - Th. 2007 Tanggal 07 Juni 2007. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali.

C.M. BING SOEKIANTO, Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 73 tahun. Lahir di Pasuruan pada tanggal 1 September 1942. Menyelesaikan pendidikan terakhir sarjana (S1) di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya pada tahun 1973. Berbagai jabatan yang pernah dan sedang dijabat antara lain sebagai Direktur Senior Operasional dan Engineering PT Air Products Indonesia (1991 - 2003) dan Direktur Perusahaan (2004 - 2006). Menjabat sebagai Komisaris Perusahaan untuk pertama kalinya Komisaris berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 27 Desember 2006 yang dituangkan dalam Akta No. 46 tanggal 27 Desember 2006 - BNRI No.1 Tgl 02 Januari 2008, tambahan No. 70/2008 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri dengan Persetujuan Perubahan MENHUM dan HAM RI No. w 10-00649 HT. 01.04 - Th. 2007 Tanggal 07 Juni 2007. Jabatan di organisasi yang saat ini sedang diemban adalah sebagai Pembina pada Asosiasi Gas Industri Indonesia. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali.

AGOEST SOEBHEKTIE, Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 62 Tahun Lahir di Magelang pada tanggal 5 Agustus 1953. Menyelesaikan pendidikan sarjana (Sarjana Ekonomi) di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang pada tahun 1978 dan menyelesaikan program pasca sarjana pada Program Pasca Sarjana Manajemen Agri Bisnis Institut Pertanian Bogor pada tahun 1994. Berbagai jabatan yang pernah dijabat antara lain Direktur di Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia, Direktur BNI Bidang Consumer, Direktur BNI Bidang Retail, Direktur LPPI dan Senior Advisor di PT GTWO IMC Evolution. Aktif menjadi pengajar di Universitas Pancasila dan LPPI. Saat ini sedang menjabat sebagai Komisaris Utama dan sekaligus Komisaris Independen di PT Bank DKI Tbk. Selama perjalanan karirnya banyak mengikuti pendidikan dan pelatihan beberapa diantaranya adalah Quality Leadership and Life Management (2009) dan Asian Leadership Management (2009). Menjabat sebagai Komisaris Perusahaan untuk pertama kalinya Komisaris berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 30 Desember 2013 yang dituangkan dalam Akta No. 2 tanggal 30 Desember 2013 yang telah memperoleh persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-

Page 12: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

11

05185.AH.01.02.Tahun 2014 tanggal 6 Februari 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan No. AHU-0008693.AH.01.09.Tahun 2014 tanggal 6 Februari 2014. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali.

Page 13: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

12

LAPORAN DIREKSI Para stakeholder dan stockholder yang terhormat, Pertama-tama, perkenankanlah kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia dan perlindungan-Nya sehingga Perusahaan di tahun 2014 tetap dapat menjaga kinerjanya di tengah-tengah kondisi lingkungan dunia usaha pada tahun 2014 yang sangat dinamis terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi yang berupa pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan akibat adanya peningkatan suku bunga, peningkatan harga listrik dan harga BBM yang berdampak pada inflasi serta pelemahan nilai tukar Rupiah. Kinerja Perusahaan Kami berpendapat bahwa kebijakan strategi yang dianut oleh Perusahaan memiliki kesesuaian dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal sehingga berada jalur yang tepat. Dari sisi operasional, kami sampaikan bahwa Perusahaan melaporkan kinerja yang cukup memadai di tahun 2014, meskipun pencapaian pendapatan sebesar Rp 1.098.905.004.000 di tahun 2014 lebih kecil dari pada target yang ditetapkan sebesar Rp 1.386.303.180.000 atau mencapai 79,27% dari target. Namun pendapatan pada tahun 2014 yang besarnya adalah Rp 1.098.905.004.000 ini relatif meningkat apabila dibandingkan dengan pendapatan tahun 2013 yang besarnya adalah Rp 972.104.865.000 atau meningkat sebesar 13,04%. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Kami dengan segala kerendahan hati secara terbuka mengungkapkan bahwa dalam melakukan kegiatan usahanya di tahun 2014, Perusahaan belum mencapai tingkat efisiensi sebagaimana yang diharapkan karena adanya peningkatan harga listrik dan harga BBM yang meningkat secara signifikan di tahun 2014. Selain itu, Perusahaan juga masih mengalami kendala seperti adanya keterbatasan pasokan listrik di luar Jawa sehingga rencana penambahan kapasitas di luar Jawa menjadi tertunda. Gambaran Tentang Prospek Usaha Kami berpandangan bahwa kinerja Perusahaan di masa mendatang dapat menjadi lebih baik. Dengan menaruh harapan kepada pemerintahan yang baru untuk makin mendorong sektor dunia usaha serta adanya kebijakan pemerintah khususnya di sektor pelayanan kesehatan masyarakat, maka menimbulkan keyakinan bahwa tingkat pertumbuhan konsumsi gas industri pada umumnya dan gas medis di sektor kesehatan pada khususnya akan sangat tinggi. Hal lain yang mendukung prospek usaha Perusahaan adalah peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia akan mampu mendorong tingkat konsumsi barang-barang konsumsi seperti makanan dan minuman yang dalam proses produksinya membutuhkan gas industri sebagai bahan pendukungnya. Selain itu kebijakan pemerintah saat ini untuk memajukan sektor kelautan terutama yang berkaitan dengan sektor perikanan dan sektor transportasi laut diperkirakan dapat meningkatkan permintaan gas industri dari sektor ini (misalnya kebutuhan gas industri

Page 14: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …
Page 15: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

14

DIREKSI

HEYZER HARSONO, Direktur Utama Warga Negara Indonesia, 57 tahun. Lahir di Toli-Toli pada tanggal 13 September 1958. Menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Petra 2, Surabaya. Beberapa jabatan yang pernah dan sedang dijabat antara lain sebagai Komisaris PT Samator Gas Industri (2005 - sekarang), dan Komisaris Utama PT Samator (2007 – sekarang). Menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan untuk pertama kalinya berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 27 Desember 2006 yang dituangkan dalam Akta No. 46 tanggal 27 Desember 2006 - BNRI No.1 Tgl 02 Januari 2008, tambahan No. 70/2008 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri dengan Persetujuan Perubahan MENHUM dan HAM RI No. w 10-00649 HT. 01.04 - Th. 2007 Tanggal 07 Juni 2007. Jabatan di organisasi yang saat ini sedang diemban adalah sebagai salah satu ketua di PBVSI dan salah satu anggota Board of Administration Asian Volleyball Confederation. Aktif mengikuti konferensi di bidang manajemen, gas industri dan gas untuk sektor medis di dalam dan luar negeri. Memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya serta pemegang saham utama dan/atau pengendali.

RACHMAT HARSONO, Wakil Direktur Utama Warga Negara Indonesia, 35 tahun. Lahir di Surabaya pada tanggal 12 Maret 1980. Menyelesaikan pendidikan sarjana (Bachelor of Science) di Marquette University, Wisconsin USA pada tahun 2003 dan pasca sarjana (S2) Master of Business Administration di University of Chicago, Booth School of Business pada tahun 2011. Beberapa jabatan yang pernah dan sedang dijabat antara lain Direktur Komersial PT Aneka Gas Industri (2004-2007), Direktur Utama PT Samator Gas Industri (2007 – sekarang), dan Direktur Utama PT Ruci Gas d/h PT Raja Prima Syngas (2007 – sekarang). Menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Perusahaan untuk pertama kalinya berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 27 Desember 2006 yang dituangkan dalam Akta No. 46 tanggal 27 Desember 2006 - BNRI No.1 Tgl 02 Januari 2008, tambahan No. 70/2008 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri dengan Persetujuan Perubahan MENHUM daan HAM RI No. w 10-00649 HT. 01.04 - Th. 2007 Tanggal 07 Juni 2007. Jabatan di organisasi yang saat ini sedang diemban adalah Vice Chairman Buddhist Muda Indonesia, Wakil Sekretaris Jenderal Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Komite Tiongkok, President of Entrepreneur Organization Indonesian Chapter dan Area Director of Entrepreneur Organization South East Asia. Aktif mengikuti berbagai pelatihan dan konferensi terkait kepemimpinan, keuangan, pasar modal dan gas industri di dalam dan luar negeri. Pada tahun 2014 mengikuti Global Conference on Leadership di Athena, Yunani, konferensi yang diadakan oleh Gasworld di Singapura, IOMA (International Oxygen Manufacturers Association) di Kyoto, Jepang dan pelatihan 7 Habits of Highly Effective People di Jakarta serta pelatihan Merger dan Akuisisi di University of Chicago, Amerika Serikat. Memperoleh penghargaan 40 under 40 dari Fortune Indonesia dan Indonesia Best Transformational Leader dari Majalah SWA dan Win Solution (Strategic Consulting). Memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya serta pemegang saham utama dan/atau pengendali.

Page 16: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

15

AGUS PURNOMO, Direktur Operasional Warga Negara Indonesia, 59 tahun. Lahir di Kudus pada tanggal 20 Agustus 1956. Menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro pada tahun 1981. Berbagai jabatan yang pernah dijabatnya adalah General Manager PT Samator (1999 - 2004) dan Direktur Operasional PT Samator (2004 – 2006). Menjabat sebagai Direktur Perusahaan berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 27 Desember 2006 yang dituangkan dalam Akta No. 46 tanggal 27 Desember 2006 - BNRI No.1 Tgl 02 Januari 2008, tambahan No. 70/2008 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri dengan Persetujuan Perubahan MENHUM daan HAM RI No. w 10-00649 HT. 01.04 - Th. 2007 Tanggal 07 Juni 2007. Jabatan di organisasi yang saat ini sedang diemban adalah sebagai Sekretaris pada Asosiasi Gas Industri Indonesia. Pernah mengikuti berbagai pelatihan di bidang gas industri, teknologi cryogenic dan manajemen di dalam dan luar negeri. Pada tahun 2014 mengikuti pelatihan 7 Habits of Highly Effective People di Jakarta. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali.

ETTY FARDHIATI, Direktur Pemasaran Warga Negara Indonesia, 64 tahun. Lahir di Ponorogo pada tanggal 17 April 1951. Menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Universitas Gajah Mada pada tahun 1975. Berbagai jabatan yang pernah dijabatnya adalah Kepala Biro Pemasaran PT Aneka Gas Industri (1988 – 1999), General Manager Marketing PT Messer Aneka Gas (1999 - 2004) dan General Manager Wilayah III Jabar & Lampung Perusahaan (2005 -2006). Menjabat sebagai Direktur berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 27 Desember 2006 yang dituangkan dalam Akta No. 46 tanggal 27 Desember 2006 - BNRI No.1 Tgl 02 Januari 2008, tambahan No. 70/2008 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri dengan Persetujuan Perubahan MENHUM dan HAM RI No. w 10-00649 HT. 01.04 - Th. 2007 Tanggal 07 Juni 2007.Jabatan di organisasi yang saat ini sedang diemban adalah sebagai Bendahara pada Asosiasi Gas Industri Indonesia. Pada tahun 2014 mengikuti pelatihan 7 Habits of Highly Effective People di Jakarta. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali.

IMELDA MULYANI HARSONO, Direktur Keuangan Warga Negara Indonesia, 33 tahun. Lahir di Surabaya pada tanggal 5 April 1982. Menyelesaikan pendidikan sarjana (Bachelor of Arts) di National University of Singapore pada tahun 2003, pasca sarjana (S2) Magister Manajemen di Universitas Pelita Harapan pada tahun 2007 dan Master of Commercial Law di University of Edinburgh pada tahun 2010. Beberapa jabatan yang pernah dan sedang dijabat antara lain sebagai Wakil Direktur Pembelian PT Samator (2004), General Manager Pembelian Skala Nasional PT Samator (2005), Kepala Pembelian Skala Nasional Perusahaan (2006 – 2007) dan Komisaris PT Aneka Mega Energi (2008 – sekarang). Menjabat sebagai Direktur Perusahaan berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri tanggal 27 Desember 2006 yang dituangkan dalam Akta No 46 tanggal 27 Desember 2006 - BNRI No.1 Tgl 02 Januari 2008, tambahan No. 70/2008 tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Aneka Gas Industri dengan Persetujuan Perubahan MENHUM dan HAM RI No. . w 10-00649 HT. 01.04 - Th. 2007 Tanggal 07 Juni 2007. Aktif mengikuti pelatihan dan seminar dalam bidang hukum, keuangan dan

Page 17: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

16

manajemen. Pada tahun 2014 mengikuti pelatihan 7 Habits of Highly Effective People di Surabaya. Memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya serta pemegang saham utama dan/atau pengendali.

PHAJAR HADYWIBOWO, Direktur Teknik Warga Negara Indonesia, 49 tahun. Lahir di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1966. Menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Petra Surabaya. Berbagai jabatan yang pernah dijabat antara lain Production Manager, Factory Manager dan General Manager PT Samator. Menjabat sebagai Direktur Perusahaan sejak berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Aneka Gas Industri tanggal 18 Februari 2013 yang dituangkan dalam Akta No. 19 Februari 2013 tentang Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Aneka Gas Industri dengan SK Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-AH 01.10-09156 Tgl 13 Maret 2013 dan SK Pemberitahuan Perubahan AD No. AHU-AH.01.10-09157 Tgl 13 Maret 2013. Aktif mengikuti pelatihan di bidang manajemen, teknik, keselamatan dan kesehatan kerja, dan pemasaran. Pada tahun 2014 mengikuti pelatihan Preventive Maintenance and Productive Maintenance yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia di Jakarta. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali.

Page 18: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …
Page 19: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

18

KOMITE AUDIT

AGOEST SOEBHEKTIE, Komisaris Independen, Ketua Komite Audit Warga Negara Indonesia, 62 Tahun Lahir di Magelang pada tanggal 5 Agustus 1953. Menyelesaikan pendidikan sarjana (Sarjana Ekonomi) di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang pada tahun 1978 dan menyelesaikan program pasca sarjana pada Program Pasca Sarjana Manajemen Agri Bisnis Institut Pertanian Bogor pada tahun 1994. Berbagai jabatan yang pernah dijabat antara lain Direktur di Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia, Direktur BNI Bidang Consumer, Direktur BNI Bidang Retail, Direktur LPPI dan Senior Advisor di PT GTWO IMC Evolution. Selama perjalanan karirnya banyak mengikuti pendidikan dan pelatihan beberapa diantaranya adalah Quality Leadership and Life Management (2009) dan Asian Leadership Management (2009). Aktif menjadi pengajar di Universitas Pancasila dan LPPI. Saat ini juga sedang menjabat sebagai Komisaris Utama dan sekaligus Komisaris Independen di PT Bank DKI Tbk. Menjabat sebagai Ketua Komite Audit berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. 078/UM.5-III/2014 tanggal 18 Maret 2014 untuk periode jabatan tanggal 18 Maret 2014 sampai dengan 18 Maret 2017.

HIE TEK UN, Anggota Komite Audit Warga Negara Indonesia, 47 tahun. Lahir di Semarang pada tanggal 21 Juli 1968. Menyelesaikan pendidikan di Politeknik Jurusan Teknik Mesin, Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1990. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) jurusan Tehnik Mesin di Universitas Jayabaya, Jakarta pada tahun 1995 dan menyelesaikan Program Magister Managemen (S2) di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 2010. Memulai karir sebagai Staff Engineering di PT Guna Elektro, Jakarta hingga bekerja sebagai Plant General Manager di PT Charoen Pokphand Indonesia, Surabaya serta kembali sebagai Plant General Manager di PT Dempo Laser Metalindo (anak perusahaan dari PT Guna Elektro) di Surabaya. Aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi. Menjabat sebagai Anggota Komite Audit berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. 201/UM.IX/2014 tanggal 1 September 2014 untuk periode jabatan tanggal 1 September 2014 sampai dengan 18 Maret 2017.

DJONY WINARTO, Anggota Komite Audit Warga Negara Indonesia, 46 Tahun Lahir di Lumajang, Jawa Timur, pada tanggal 20 Juni 1969. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada tahun 1993. Karir di operasional perusahaan meliputi PT. Sungwoo Indonesia, PT. Autokorindo Pratama, PT. Sandana Graha Cipta. Menjabat sebagai Anggota Komite Audit berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. 078/UM.5-III/2014 tanggal 18 Maret 2014 untuk periode jabatan tanggal 18 Maret 2014 sampai dengan 18 Maret 2017.

Page 20: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

19

UNIT AUDIT INTERNAL

TJOKRO ALIWIDJAJA, Ketua Unit Audit Internal Warga Negara Indonesia, 42 tahun. Lahir di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 1973. Menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Jakarta serta pendidikan pasca sarjana (S2) di program Magister Manajemen Universitas Gajah Mada. Jabatan yang pernah dijabat antara lain sebagai Manajer Keuangan dan Akuntansi PT Samator Prima Jakarta Gas dan General Manager Keuangan PT Samator. Menjabat sebagai Ketua Unit Audit Internal sejak tahun 2010 berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris PT. Aneka Gas Industri No. 09/Srt/Hkm-AGI/III/2010 Tanggal 25 Maret 2010.

Page 21: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

20

SEKILAS PERUSAHAAN Pendirian Alamat Bidang Usaha

PT Aneka Gas Industri (“Perusahaan “/”Entitas”) didirikan pada tanggal 21 September 1971 oleh Pemerintah Republik Indonesia. Gedung UGM Samator Pendidikan Tower A, Lantai 5 -6. Jl. Dr Sahardjo No. 83. Manggarai, Tebet. Jakarta Selatan 12850. Tel : (6221) 83709111 Fax (6221) 83709911 www.anekagas.com Pada saat ini kegiatan usaha utama dari Perusahaan adalah memproduksi, memasarkan dan menjual berbagai macam gas untuk industri dan produk-produk terkait di Republik Indonesia dan di luar negeri. Selain itu juga untuk menunjang kegiatan usaha tersebut di atas, Perusahaan menjalankan kegiatan usaha dengan jasa terkait produk gas yang dihasilkan, seperti mendesain konstruksi dan instalasi peralatan gas pada pabrik pelanggan dan rumah sakit serta memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan Perusahaan.

Page 22: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

21

KRONOLOGIS PENCATATAN EFEK DAN PERINGKAT EFEK Kronologis pencatatan efek

No. Nama Efek Jumlah

(Dalam Rupiah) Tanggal

Emisi Tanggal Jatuh

Tempo

1 Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 160.000.000.000 8 Juli 2008 8 Juli 2013

2 Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 80.000.000.000 8 Juli 2008 8 Juli 2013

3 Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 200.000.000.000

18 Desember 2012

18 Desember 2017

4 Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 200.000.000.000

18 Desember 2012

18 Desember 2017

Kronologis peringkat efek Tahun Peringkat Outlook Lembaga Pemeringkat 2008 A3.id Stabil PT Moody's Indonesia 2009 BBB(idn) Stabil PT Fitch Ratings Indonesia 2010 BBB(idn) Stabil PT Fitch Ratings Indonesia 2011 BBB(idn) Positif PT Fitch Ratings Indonesia 2012 A-(idn) Stabil PT Fitch Ratings Indonesia 2013* A-(idn) Stabil PT Fitch Ratings Indonesia 2013 A-(idn) Stabil PT Fitch Ratings Indonesia 2014 A-(idn) Stabil PT Fitch Ratings Indonesia

Keterangan : * Pemeringkatan menjelang jatuh tempo Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 dan Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 berdasarkan hasil pemeringkatan atas Obligasi dan Sukuk Ijarah sesuai dengan surat Fitch Ratings Indonesia No. RC31/DIR/III/2013 tanggal 19 Maret 2013.

Page 23: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

22

SERTIFIKASI DAN PENGHARGAAN YANG DITERIMA Hingga saat Laporan Tahunan ini diterbitkan, Perusahaan telah menerima berbagai pengakuan internasional atas standar yang diterapkan Perusahaan dalam hal kualitas proses manufaktur berupa sertifikat ISO dan juga penghargaan. Beberapa sertifikasi dan penghargaan yang pernah diterima oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:

Sertifikasi/ Penghargaan

Issuer Tahun

Indonesia Best Practices in Corporate

Transformation

Majalah SWA dan Win Solution (Strategic Consulting)

2013

Indonesia Best Transformational

Leader

Majalah SWA dan Win Solution (Strategic Consulting)

2013

ISO 9001: 2008 SAI Global 2011 - sekarang Upakarti Pemerintah Republik Indonesia 1990

Zero Accident Award Departemen Tenaga Kerja 2004 Sertifikasi Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2011 - sekarang Safety Certificate Conoco Philips Indonesia Inc. Ltd 2006 – sekarang

Associate Member Asian Industrial Gasses Association 2004 – sekarang Asosiasi Gas Industri Indonesia (d/h Asosiasi Oksigen)

1972 - sekarang

Sertifikasi SNI untuk produk sebagai berikut : ‣ Oxygen (O2) : SNI No. 0576/PUSTAN/SNI-AS/VIII/2012 ‣ Nitrogen (N2) : SNI No. 0580/PUSTAN/SNI-AS/VIII/2012 ‣ Argon (Ar) : SNI No. 0579/PUSTAN/SNI-AS/VIII/2012 ‣ Acetylene (C2H2) : SNI No. 0575/PUSTAN/SNI-AS/VIII/2012 ‣ Carbon Dioxide (CO2) : SNI No. 0578/PUSTAN/SNI-AS/VIII/2012

Page 24: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

23

IKHTISAR KEUANGAN Angka-angka pada seluruh tabel dinyatakan dalam juta Rupiah dan menggunakan notasi bahasa Indonesia, kecuali disebutkan lain.

2014 2013 2012Laporan Laba RugiPenjualan 1.098.905 972.105 858.905 Laba Kotor 489.336 419.701 390.292 Laba Usaha 189.540 161.064 161.307 Laba Bersih ¹ 54.273 68.726 65.799 Laba Tahun Berjalan ² 62.259 78.133 77.005

Posisi Keuangan (Neraca)Jumlah Aset 3.487.197 2.555.917 2.025.630 Aset Lancar 777.881 582.775 668.861 Investasi Pada Entitas Asosiasi 55.051 - 8.641 Aset Tetap 2.621.501 1.954.717 1.337.199 Aset Tidak Lancar Lainnya 32.764 18.425 10.929 Liabilitas Jangka Pendek 646.701 515.007 584.414 Liabilitas Jangka Panjang 1.580.097 1.188.250 782.938 Jumlah Liabilitas 2.226.798 1.703.257 1.367.352 Dana Syirkah Temporer 145.742 60.000 - Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Entitas Indu 985.920 679.647 575.920 Jumlah Ekuitas 1.114.657 792.661 658.277

Arus KasArus Kas dari Aktivitas Operasi 11.340 214.747 164.782 Arus Kas dari Aktivitas Investasi (789.021) (781.837) (562.181) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan 905.891 278.159 671.945 Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara kas 128.209 (288.931) 274.546 Kas dan Setara Kas Awal Tahun 41.186 369.110 94.555 Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 169.396 90.171 369.101

Analisa Rasio dan Informasi LainnyaMarjin Laba Kotor 45% 43% 45%Marjin Laba Bersih 5% 7% 8%Laba Bersih terhadap Aset ⁴ 2% 3% 4%Laba Bersih terhadap Ekuitas ⁵ 6% 10% 11%Modal Kerja Bersih ³ 113.342 16.063 95.518 Rasio Lancar (X) 1,2 1,1 1,1 Rasio Liabilitas terhadap Jumlah Aset (X) 0,6 0,7 0,7 Rasio Liabilitas terhadap Jumlah Ekuitas (X) 2,0 2,1 2,1 Saham Beredar (Lembar) 604.359 400.630 301.093 Laba per Saham (Rupiah Penuh) 89.803 171.545 218.534

Keterangan : 1. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik induk 2. Termasuk laba yang diatribusikan kepada non pengendali 3. Piutang Usaha + Persediaan - Utang Usaha 4. ROA (laba tahun berjalan / jumlah aset) 5. ROE (laba bersih / ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk)

Page 25: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

24

ANALISIS MANAJEMEN

1. Riwayat Singkat Perusahaan PT Aneka Gas Industri (selanjutnya disebut “Perusahaan” / ”Entitas” / ”Perseroan”) berasal dari dua perusahaan Belanda, yaitu NV WA Hoek Machine en Zuurstof (selanjutnya disebut ”NV WA Hoek”), perusahaan yang membangun pabrik oksigen di Jakarta pada tahun 1919, diikuti dengan pembangunan pabrik lainnya di Surabaya pada tahun 1920 dan di Bandung pada tahun 1939, dan NV Javasche Koelzoor Fabriek (selanjutnya disebut ”NV Javasche Koelzoor”), yang mendirikan pabrik karbon dioksida di Surabaya pada tahun 1924. Pada tahun 1958, NV WA Hoek dan NV Javasche Koelzoor dinasionalisasi oleh pemerintah Republik Indonesia, dimana NV WA Hoek menjadi PN Zatas dan NV Javasche Koolzoer menjadi PN Asam Arang. Dalam perjalanannya, PN Zatas mengalami perkembangan yang pesat dan mendirikan pabrik di Semarang, Makassar dan Medan, namun sebaliknya PN Asam Arang kurang berkembang. Pada tahun 1971, PN Zatas dan PN Asam Arang digabung menjadi ”PT Aneka Gas Industri (Persero)” dan berada di bawah Departemen Perindustrian Republik Indonesia. Sehubungan dengan penggabungan PN Zatas dan PN Asam Arang, yang diikuti dengan pendirian PT Aneka Gas Industri (Persero) berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 28 tanggal 21 September 1971, yang kemudian diubah dengan Akta Perubahan No. 9 tanggal 4 Nopember 1971, keduanya dibuat di hadapan Soeleman Ardjasasmita, S.H., pada saat itu Notaris di Jakarta (selanjutnya kedua akta tersebut disebut “Akta Pendirian”). Akta Pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Penetapan No. J.A.5/198/3 tanggal 8 Nopember 1971 dan telah didaftarkan dalam buku register pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta berturut-turut di bawah No. 3051 dan No. 3052 tanggal 10 Nopember 1971, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 103 tanggal 24 Desember 1971, Tambahan No. 576. Dikarenakan terdapatnya kesalahan cetak pada Berita Negara Republik Indonesia tersebut di atas, maka diadakan ralat dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 26 tanggal 31 Maret 1972, Tambahan No. 576a. Pada tahun 1998, Negara Republik Indonesia melepaskan seluruh kepemilikan saham dalam Perusahaan sejumlah 12.500 (dua belas ribu lima ratus) saham seri A kepada Messer Griesheim GmbH dan PT Tira Austenite, masing-masing sejumlah 10.000 (sepuluh ribu) saham seri A dan 2.500 (dua ribu lima ratus) saham seri A sebagaimana disetujui dalam Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan No. 112 tanggal 15 Januari 1998 yang dibuat oleh Irene Yulia Susilo, S.H., Notaris Pengganti dari Notaris Singgih Susilo, S.H. Pengalihan saham tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan Sale of Shares Agreement No. 113 tanggal 15 Januari 1998 yang dibuat oleh dan antara Negara Republik Indonesia, Messer Griesheim GmbH dan PT Tira Austenite di hadapan Irene Yulia Susilo, S.H., Notaris Pengganti dari Notaris Singgih Susilo, S.H.

Page 26: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

25

Sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham Perusahaan No. 18 tanggal 22 Januari 2003 yang dibuat di hadapan Notaris Ira Sudjono, S.H., yang keputusan-keputusannya diambil dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 18 Desember 2002, rapat telah memberikan persetujuan atas penjualan seluruh saham yang dimiliki oleh Messer Griesheim GmbH dalam Perusahaan masing-masing kepada PT Tira Austenite, Tbk sejumlah 19.247 (sembilan belas ribu dua ratus empat puluh tujuh) saham, sesuai dengan Sale and Purchase Agreement tanggal 21 Januari 2003, yang dibuat di hadapan Notaris Ira Sudjono, S.H. sehingga total saham yang dimiliki oleh PT Tira Austenite, Tbk adalah 23.941 (dua puluh tiga ribu sembilan ratus empat puluh satu) saham dan Johnny Widjaja sejumlah 23.003 (dua puluh tiga ribu tiga) saham, sesuai dengan Sale and Purchase Agreement tanggal 21 Januari 2003, yang dibuat di hadapan Notaris Ira Sudjono, S.H. Selanjutnya, Arief Harsono memperoleh kepemilikan saham dalam Perusahaan pada tahun 2003 dengan cara membeli saham milik Johnny Widjaja dalam Perusahaan sejumlah 23.003 (dua puluh tiga ribu tiga) saham sebagaimana dinyatakan dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham Perusahaan No. 21 tanggal 22 Januari 2003 yang dibuat oleh Notaris Ira Sudjono, S.H. dan dilaksanakan berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 22 tanggal 22 Januari 2003 yang dibuat di hadapan Notaris Ira Sudjono, S.H. Sejak tahun 2004, Perusahaan dimiliki sepenuhnya oleh Keluarga Harsono dengan disetujuinya penjualan dan pengalihan seluruh saham yang dimiliki oleh PT Tira Austenite, Tbk dalam Perseroan, yaitu sejumlah 23.941 (dua puluh tiga ribu sembilan ratus empat puluh satu) saham kepada Arief Harsono, Rasid Harsono, dan Heyzer Harsono sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan No. 3 tanggal 8 Juni 2004 yang dibuat di hadapan Notaris Ira Sudjono, S.H., M.H., dan dilaksakan berdasarkan Akta Pengalihan Hak-hak Atas Saham No. 1 tanggal 8 Juni 2004, Akta Pengalihan Hak-hak Atas Saham No. 6 tanggal 8 Juni 2004, dan Akta Pengalihan Hak-hak Atas Saham No. 2 tanggal 8 Juni 2004, seluruhnya dibuat di hadapan Notaris Ira Sudjono, S.H., M.H. PT Aneka Mega Energi dan Rachmat Harsono menjadi pemegang saham dalam Perusahaan sejak tahun 2008 sebagaimana diputuskan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 5 tanggal 1 Maret 2008 yang dibuat di hadapan Notaris Ariyani, S.H., yang menyatakan bahwa rapat umum pemegang saham Perusahaan menyetujui penjualan seluruh saham milik (i) Arief Harsono kepada PT Aneka Mega Energi (dahulu bernama PT Samaraya Gas Mulia) dan Rachmat Harsono sesuai dengan Akta Jual Beli Saham No. 2 tanggal 1 Maret 2008, yang dibuat di hadapan Notaris Ariyani, S.H., (ii) Heyzer Harsono kepada PT Aneka Mega Energi sesuai dengan Akta Jual Beli Saham No. 4 tanggal 1 Maret 2008, yang dibuat di hadapan Notaris Ariyani, S.H., dan (iii) Rasid Harsono kepada PT Aneka Mega Energi sesuai dengan Akta Jual Beli Saham No. 3 tanggal 1 Maret 2008, yang dibuat di hadapan Notaris Ariyani, S.H.

Page 27: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

26

Dalam rangka penyesuaian dengan UU No. 40/2007, pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk mengubah seluruh anggaran dasar Perusahaan sebagaimana dinyatakan dalam Akta Berita Acara Perusahaan No. 45 tanggal 17 Desember 2007 yang dibuat oleh Notaris Ariyani, S.H., akta tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-00174.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 2 Januari 2008, telah memperoleh penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar sesuai dengan surat No. AHU-AH.01.10-5972 tanggal 12 Maret 2008 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Aneka Gas Industri, serta telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan No. AHU-0018393.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 12 Maret 2008. Anggaran Dasar Perusahaan terakhir diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 193 tanggal 24 Desember 2014, yang dibuat di hadapan Christina Inawati, S.H., Notaris di Surabaya, serta ditegaskan kembali dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 81 tanggal 18 Februari 2015, yang dibuat di hadapan Christina Inawati, S.H., Notaris di Surabaya dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0015929 Tahun 2015 tanggal 12 Maret 2015 dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan No. AHU-0029976.AH.01.11.Tahun 2015 tanggal 12 Maret 2015. Pada saat Laporan Tahunan 2014 ini dibuat, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perusahaan adalah sebagaimana dimaksud dalam Akta No. 193/2014 yang ditegaskan kembali dengan Akta No. 81/2015, yaitu sebagai berikut:

Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai

Nominal @Rp1.000.000,-

Persentase (%)

Modal Dasar 2.000.000 2.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Modal Disetor

PT Aneka Mega Energi 504.700 504.700.000.000 65,80 Rachmat Harsono PT Samator Arief Harsono Heyzer Harsono Rasid Harsono

10.300 212.000 36.740 1.744 1.516

10.300.000.000 212.000.000.000 36.740.000.000 1.744.000.000 1.516.000.000

1,34 27,64 4,79 0,23 0,20

Jumlah Modal Ditempatkan dan Modal Disetor

767.000 767.000.000.000 100,00

Saham Dalam Portepel 1.233.000 1.233.000.000.000

Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat di Gedung UGM – Samator Pendidikan, Jl. Dr. Sahardjo No. 83, Tower A, Lantai 5-6, Tebet, Manggarai, Jakarta Selatan. Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki 36 (tiga puluh enam) pabrik (plant) yang tersebar di wilayah Jakarta, Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, yaitu 3 (tiga) di Jakarta, 7 (tujuh) di Jawa Barat, 4 (empat) di Jawa Timur, 1 (satu) di

Page 28: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

27

Riau, 1 (satu) di Kepulauan Riau, 4 (empat) di Sumatera Utara, 1 (satu) di Sumatera Selatan, 2 (dua) di Kalimantan Tengah, 1 (satu) di Kalimantan Selatan, 3 (tiga) di Kalimantan Timur, 2 (dua) di Sulawesi Utara, 1 (satu) di Bali, 1 (satu) di Sulawesi Tengah, dan 5 (lima) di Sulawesi Selatan. 2. Keterangan Singkat Tentang Kegiatan Usaha Perusahaan dan Entitas Anak Perusahaan memiliki 2 entitas anak melalui penyertaan saham secara langsung dan 1 entitas anak melalui penyertaan saham secara tidak langsung melalui Entitas Anak. Penyertaan saham secara tidak langsung ini dilakukan pada PT Samabayu Mandala dengan penyertaan sebesar 46,8% (Perusahaan memiliki 78% saham SGI dan SGI memiliki 60% saham SBM)

Entitas Anak Kepemilikan Perseroan

(%)

Kegiatan Usaha

Tahun Penyertaan

Tahun Beroperasi

Secara Komersial

Domisili

Penyertaan Langsung

PT Samator Gas Industri (SGI)

78,00 Produksi dan Perdagangan

Gas

2005 1992 Surabaya

PT Ruci Gas (d/h PT Raja Prima Syngas) (RG)

50,00

Produksi dan Perdagangan

Gas

2007

2009

Surabaya

Penyertaan Tidak Langsung Melalui SGI PT Samabayu Mandala (SBM)

46,80 Produksi dan Perdagangan

Gas serta Pemasangan

Instalasi

2005 1982 Bali

3. Prospek Usaha Dikaitkan Dengan Kondisi Industri dan Perekonomian serta Pasar Internasional Kinerja Perusahaan dipengaruhi oleh kondisi dan situasi ekonomi Indonesia pada umumnya dan kondisi sektor industri pada khususnya. Hal ini karena gas industri merupakan produk yang menjadi pendukung bagi kegiatan industri lain. Peningkatan kegiatan industri secara umum akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan demikian pula sebaliknya, penurunan kegiatan industri secara umum akan berdampak terhadap kinerja perusahaan.

Page 29: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

28

Lingkungan dunia usaha di paruh pertama tahun 2014 banyak dipengaruhi oleh kondisi politik karena di tahun 2014 dilaksanakan pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif dan memilih Presiden dan Wakil Presiden. Kondisi politik yang sempat memanas ini mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Salah satu dampaknya adalah makin melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dollar Amerika Serikat, meskipun tidak sepenuhnya pelemahan mata uang Rupiah tersebut disebabkan peristiwa politik karena isu defisit neraca berjalan juga mencuat akibat makin besarnya subsidi BBM. Di tahun yang sama, keputusan Pemerintah untuk menaikkan harga listrik dan harga BBM sangat berdampak kepada kondisi perekonomian yang pada akhirnya mengakibatkan meningkatnya inflasi dan adanya tuntutan kenaikkan upah buruh. Ditambah dengan adanya kenaikkan suku bunga oleh sektor perbankan. Hal ini tentu berdampak pada masyarakat pada umumnya dan sektor industri pada khususnya. Meski secara umum sektor industri terpengaruh oleh kondisi perekonomian yang menyebabkan konsumsi gas industrinya untuk kegiatan produksinya berkurang, namun karena produk gas industri dibutuhkan oleh hampir semua sektor seperti sektor kesehatan maka penurunan di salah satu sektor dapat diimbangi oleh adanya peningkatan dari sektor lain yang tetap bertumbuh. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu hasil produksi gas industri adalah oksigen yang juga dapat digunakan untuk sektor kesehatan. Adanya kebijakan Pemerintah di sektor kesehatan dengan pemberlakukan program BPJS dan makin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan akan mampu menjadi pendorong pertumbuhan gas untuk keperluan medis seperti oksigen dan nitrous oxide. Apalagi dengan didukung meningkatnya jumlah penduduk dan jumlah rumah sakit dengan tingkat rata-rata pertumbuhan mencapai 11% per tahun selama tahun 2009 – 2014 (sumber : Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Departemen Kesehatan, diolah). Potensi lainnya yang timbul adalah terdapat pada instalasi gas medis, rumah sakit-rumah sakit yang masih menggunakan metode penyaluran gas medis internal yang belum menggunakan sistem sentral akan membutuhkan instalasi gas medis karena sistem sentralisasi akan lebih aman dan lebih higienis bagi semua pihak yang ada di lingkungan rumah sakit. Peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan perkapita juga mampu mendorong pertumbuhan barang-barang konsumsi yang dalam proses produksinya membutuhkan produk gas industri seperti misalnya minuman berkarbonasi akan membutuhkan produk karbondioksida dan makanan beku yang akan membutuhkan produk nitrogen cair. Selain itu kebijakan pemerintah di sektor pertambangan dengan diberlakukannya UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009 yang melarang ekspor mineral mentah juga akan mampu mendorong tingkat pertumbuhan konsumsi gas industri menjadi lebih tinggi lagi karena akan muncul banyak industri pengolahan mineral, lebih lanjut adanya program pemerintah untuk memajukan sektor kelautan dan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga mampu mendorong meningkatnya permintaan gas industri karena dalam pembangunan infastruktur dan moda transportasi yang terkait seperti kapal, dibutuhkan beberapa gas industri seperti acetylene dan oksigen bahkan nitrogen.

Page 30: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

29

Tidak terdapat pasar internasional untuk produk-produk gas industri seperti oksigen, nitrogen, dan lainnya. Saat ini produksi gas industri utama dilakukan di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

4. Gas Industri di Indonesia Gas industri adalah gas yang dihasilkan melalui suatu proses pemisahan dan proses produksi. Gas industri yang diperoleh dari proses pemisahan antara lain Oksigen (O2), Nitrogen (N2), Argon (Ar), dan Helium (He). Sedangkan Asetilen (C2H2) dan Nitrous Oxide (N2O) diperoleh dari proses reaksi kimia yang proses produksinya membutuhkan bahan baku, antara lain Kalsium Karbida untuk Asetilen, dan Ammonium Nitrate untuk Nitrous Oxide. Untuk Hidrogen dan Karbondioksida diperoleh dari proses reaksi kimia dan pemisahan yang membutuhkan bahan baku dari hidrokarbon. Konsumen gas industri terdiri dari berbagai sektor, antara lain sektor industri makanan dan minuman, kimia, kosmetik, rumah sakit, baja, otomotif dan lain sebagainya. Gas industri yang dipakai oleh sektor industri biasanya dalam bentuk gas. Namun demikian pengiriman produk gas ini bisa berbentuk cair atau gas, tergantung pada jumlah pemakaian gas tersebut serta jarak industri konsumen dengan produsen gas. Untuk jumlah pemakaian yang sangat besar dan jaraknya dekat, maka gas industri dapat didistribusikan melalui pipa, bahkan dalam kasus tertentu didirikan on site plant yang berada di lokasi berdekatan atau di lokasi konsumen. Bagi konsumen yang jumlah pemakaiannya relatif besar, maka produsen gas industri dapat mengirimkan produknya berupa gas cair melalui jalur transportasi, sedangkan untuk konsumen yang membutuhkan gas industri dalam jumlah kecil, maka produk yang dikirimkan berupa gas di dalam tabung. Pasar gas industri terbesar terletak pada produk hasil produksi Air Separation Plant (ASP) yaitu produk Oksigen, Nitrogen dan Argon. Pasar produk ini adalah kurang lebih sebesar 45% dari total seluruh pasar gas industri di Indonesia. Produk-produk yang memiliki pasar lainnya yang memiliki pasar relatif besar adalah Asetilen, Karbondioksida, Hidrogen, dan Nitrous Oxide. 5. Analisis Kekuatan Persaingan Dalam Industri Perkembangan gas industri di Indonesia telah berjalan cukup lama. Hal ini ditandai oleh maraknya perkembangan dan persaingan antar produsen gas industri di dalam negeri. Dari produsen-produsen yang ada, terdapat beberapa perusahaan yang menguasai pasar gas industri di Indonesia yang merupakan perusahaan dalam negeri maupun perusahaan luar negeri. Untuk lebih jelasnya maka dilakukan analisis dengan menggunakan lima kekuatan persaingan yaitu persaingan dalam industri, ancaman pendatang baru, kekuatan tawar pemasok, kekuatan tawar konsumen dan ancaman produk substitusi (pengganti).

Page 31: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

30

a. Persaingan Dalam Industri Pada saat ini terdapat lima perusahaan yang secara dominan menguasai pasar gas industri Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari dua perusahaan lokal dan tiga perusahaan asing. Perusahaan adalah salah satu dari dua perusahaan lokal tersebut, dan tiga perusahaan lainnya adalah perusahaan asing. Perusahaan saat ini menduduki peringkat pertama dari lima besar produsen gas industri yang ada di Indonesia dengan pangsa pasar lebih dari 25% (Sumber: Asosiasi Gas Industri Indonesia, 2014). b. Ancaman Pendatang Baru Ancaman pendatang baru di sektor gas industri tidak mengkhawatirkan dan memiliki tingkat kemungkinan masuk yang rendah. Hal ini dilandasi kenyataan bahwa hambatan masuk (barrier to entry) ke dalam industri ini sangat tinggi. Berikut ini adalah beberapa hambatan masuk ke dalam sektor gas industri:

a. Sektor gas industri merupakan sektor padat modal (capital intensive) yang membutuhkan modal yang sangat besar untuk memulai/membangun pabrik gas industri.

b. Sektor gas industri membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas yang khusus

c. Sektor gas industri membutuhkan jaringan distribusi yang kompleks, berbeda dengan industri lain karena sifat produknya yang unik.

d. Sektor industri gas berbeda dengan sektor industri yang lain karena membutuhkan peralatan-peralatan yang khusus untuk aplikasi gas maupun penanganan produknya seperti: Tabung tekanan tinggi (high pressure cylinder), digunakan sebagai

kemasan produk dalam bentuk gas bertekanan tinggi. Tanki cryogenic (cryogenic tank), digunakan untuk produk gas yang telah

diolah menjadi bentuk cair. Tanki ini digunakan khusus untuk bentuk cair yang memiliki temperatur sangat rendah yang dapat berbentuk stationer tank.

Sarana distribusi dalam bentuk isotank maupun transport tank. Sistem pipeline, digunakan untuk mendistribusikan gas dari plant menuju

plant pelanggan. e. Sektor industri gas merupakan sektor yang padat teknologi sehingga

membutuhkan pengetahuan dan pemahaman teknologi yang terus berkembang. Penelitian dan pengembangan mutlak dibutuhkan dalam industri ini.

c. Kekuatan Tawar Pemasok Kekuatan tawar pemasok bukan merupakan ancaman berarti untuk produk-produk hasil produksi ASP karena bahan baku yang digunakan adalah udara yang ada di sekitar kita. Sedangkan untuk produk-produk lainnya, bahan baku yang dibeli dari pemasok tidak merupakan bahan baku yang memiliki porsi signifikan d. Kekuatan Tawar Konsumen Kekuatan tawar konsumen dalam sektor industri gas masih dalam kategori yang wajar karena hanya terdapat beberapa perusahaan produsen gas industri di Indonesia.

Page 32: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

31

e. Ancaman Produk Substitusi (Pengganti) Ancaman produk pengganti untuk produk gas industri dapat dikatakan tidak ada karena produk gas industri sangat dibutuhkan dan memiliki aplikasi yang terus berkembang yang dapat memperluas cakupan kegunaannya. Dalam kenyataannya, produk gas industri malah menjadi produk pengganti bagi produk lain, misalnya penggunaan oksigen dalam proses pembakaran mampu menghemat penggunaan energi karena pembakaran berlangsung lebih efisien, contoh lain adalah potensi penggunaan hidrogen untuk menggantikan bahan bakar fosil. 6. Strategi Usaha Strategi Pemasaran Pada saat ini, Perusahaan telah memasarkan produknya ke hampir semua sektor industri dari hulu hingga hilir. Dengan didukung oleh tenaga penjual yang profesional, Perusahaan berusaha untuk menjalin dan memelihara hubungan baik dengan pelanggan, sehingga hal ini diharapkan dapat memberikan nilai lebih bagi Perusahaan. Selain itu, dalam rangka menunjang kegiatan pemasaran, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai tenaga ahli yang memberikan pelayanan teknis bagi pelanggan. Untuk mencapai kegiatan pemasaran yang efektif dan efisien, Perusahaan menerapkan strategi pemasaran terpadu antara Entitas Anak dengan jaringan distribusi Perusahaan. Secara keseluruhan strategi pemasaran dari Perusahaan dapat dirangkum sebagai berikut : a. Melakukan penetrasi pasar b. Melakukan pengembangan pasar c. Melakukan pengembangan dan aplikasi produk d. Memberikan edukasi kepada pasar e. Ikut serta dalam pameran dan menyelenggarakan seminar-seminar f. Melakukan aliansi strategis Distribusi dan Penjualan a. Distribusi Distribusi merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan yang bergerak di bidang gas industri. Sebagai satu-satunya perusahaan gas industri dengan jaringan distribusi yang luas, maka Perusahaan berupaya memanfaatkan keunggulannya ini sebagai alat untuk memenangkan persaingan. Pada umumnya produk-produk Perusahaan dipasarkan ke dalam negeri melalui jaringan distribusi yang dimiliki Perusahaan. Saat ini jalur distribusi Perusahaan dapat dibagi menjadi 7 wilayah pemasaran. Dengan perkembangan waktu, jumlah wilayah pemasaran ini dapat ditingkatkan agar Perusahaan lebih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan serta dapat memperkuat posisi Perusahaan dalam menghadapi persaingan. Di masa-masa mendatang, perusahaan berupaya untuk melakukan pengembangan pasar di luar pulau Jawa terutama pada Kawasan Indonesia Timur.

Page 33: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

32

b. Penjualan Dari segi penjualan, Perusahaan pada umumnya melakukan penjualan langsung kepada pelanggan sekaligus berfokus untuk dapat memenuhi permintaan dari pelanggan. Dengan metode seperti ini, Perusahaan berusaha untuk menjadi perusahaan yang menjadi rujukan pemasok bagi setiap pelanggannya. Selain melakukan penjualan langsung kepada pelanggannya, Perusahaan juga melakukan penjualan melalui Entitas Anak yang melayani pasar ritel gas industri. Hal ini dilakukan agar pasar gas industri baik dalam bentuk cair maupun gas dapat dilayani dengan baik oleh Perusahaan. Teknologi Seiring dengan perkembangan Perusahaan yang demikian cepat dan telah meluas secara nasional, serta perkembangan globalisasi dan teknologi dunia yang pesat, saat ini Perusahaan telah mengimplementasikan sistem SAP beserta modul-modul terkini yang sudah terintegrasi untuk mendukung semua aktivitas usaha Perusahaan. Selain itu untuk memonitor sarana transportasi yang dimiliki dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pelanggan, Perusahaan memasang alat GPS di setiap sarana transportasi. Dengan implementasi sistem SAP dan GPS ini, Perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sehingga mampu melakukan penyempurnaan proses bisnis lebih efektif dan cepat secara berkesinambungan. Perusahaan juga mengembangkan Human Resource Information System (HRIS) yang bermanfaat untuk mengelola semua informasi mengenai karyawan, termasuk sistem penggajian, rekrutmen, pelatihan, competency, penilaian kinerja dan beberapa modul pendukung lainnya. Dengan adanya competency module, semua proses pengembangan sumber daya manusia akan mengacu pada competency yang telah ditetapkan. Proses administrasi pelatihan dan rekrutmen bisa dilakukan melalui web. Dengan semua fasilitas teknologi informasi yang telah tersedia, data-data dan informasi yang diperlukan dapat diolah melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) untuk kepentingan analisa, pengambilan keputusan dan perencanaan yang diperlukan Manajemen. Perusahaan dapat menentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk setiap unit cabang dan unit usaha yang dapat dimonitor melalui fasilitas SIM ini. Riset dan Pengembangan Perusahaan memiliki sebuah departemen pengembangan usaha. Departemen ini memiliki tugas antara lain melakukan kajian untuk mendapatkan alternatif pengembangan usaha Perusahaan dan Entitas Anak. Apabila sebuah produk dipandang memiliki prospek penjualan yang baik di masa mendatang, Perusahaan akan mengambil sebuah pertimbangan untuk mendirikan sebuah unit usaha produksi yang baru atau menggunakan alternatif lainnya. Pada saat ini Perusahaan berfokus untuk melakukan pengembangan usaha secara nasional dan regional, dimana dalam setiap kegiatan pengembangan yang dilakukan, Perusahaan terlebih dahulu melakukan sebuah kajian kelayakan untuk menemukan keunggulan kompetitif dan perkembangan pertumbuhan ekonomi yang dimiliki suatu

Page 34: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

33

wilayah tertentu sehingga dengan dilakukannya kajian ini maka Perusahaan dapat memperkirakan tingkat keuntungan yang akan diperoleh apabila melakukan pengembangan usaha di suatu wilayah tertentu. Hingga saat ini, seluruh kegiatan pengembangan usaha yang dilakukan Perusahaan selalu memilih wilayah yang memiliki potensi. Untuk memenuhi permintaan konsumen, unit pengembangan usaha Perusahaan secara terus menerus melakukan kerjasama dengan bagian pemasaran Perusahaan untuk mengembangkan produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi konsumen. Hingga saat ini Perusahaan juga melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti perguruan tinggi nasional untuk mengembangkan berbagai produk gas industri yang berkualitas. Selain itu, Perusahaan juga aktif melakukan kerja sama dengan pihak perusahaan dari luar negeri seperti dari Jepang untuk memungkinkan adanya transfer teknologi serta pemutakhiran dalam aspek-aspek teknis maupun aplikasi. 7. Risiko-Risiko Usaha dan Cara Pengelolaan Risiko Yang Diterapkan 7.1. Risiko-Risiko Usaha Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perusahaan dan Entitas Anak menghadapi risiko yang dapat mempengaruhi hasil usaha Perusahaan dan Entitas Anak apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. Perusahaan menerapkan Manajemen Risiko di berbagai bidang. Manajemen Risiko ini diterapkan secara profesional dan berkesinambungan. Beberapa risiko usaha yang dihadapi oleh Perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usahanya adalah sebagai berikut: Risiko Kesinambungan Pasokan Listrik Dalam melakukan kegiatan usahanya terutama dalam kegiatan produksi, Perusahaan membutuhkan kesinambungan pasokan listrik yang memadai untuk menjalankan fasilitas produksinya. Ketidaklancaran pasokan listrik dapat mengganggu kegiatan Perusahaan dalam memasok produk bagi konsumennya yang membutuhkan kontinuitas pasokan. Hal ini dapat berdampak terhadap struktur biaya dalam kegiatan usaha Perusahaan sehingga akan berpengaruh terhadap profitabilitas Perusahaan dan Entitas Anak. Risiko Produksi Berhenti Tidak Terduga Perusahaan dalam kegiatan produksi memiliki kemungkinan proses produksi berhenti tidak terduga yang disebabkan oleh faktor - faktor internal seperti mesin, peralatan maupun faktor-faktor dari luar. Proses produksi berhenti yang tidak terduga ini dapat mengganggu kegiatan Perusahaan dalam memasok produk bagi konsumennya yang membutuhkan kontinuitas pasokan. Hal ini dapat berdampak terhadap struktur biaya dalam kegiatan usaha Perusahaan sehingga akan berpengaruh terhadap profitabilitas Perusahaan dan Entitas Anak. Risiko Ketertinggalan Teknologi Perusahaan dalam melakukan kegiatan operasinya harus selalu mengikuti perkembangan teknologi agar mampu bersaing di pasar yang makin kompetitif. Perkembangan teknologi akan cenderung meningkatkan efisiensi kegiatan operasi

Page 35: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

34

maupun produksi. Oleh sebab itu apabila Perusahaan tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi maka hal ini dapat berdampak terhadap profitabilitas Perusahaan.

Risiko Keterlambatan Sumber Daya Manusia Dalam Mengikuti Perkembangan Teknologi Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui proses pembelajaran yang dilakukan secara berkesinambungan. Keterlambatan sumber daya manusia dalam mengadopsi teknologi yang terus berkembang tersebut akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan Perusahaan.

Risiko Kecelakaan Kerja Produk Perusahaan dan Entitas Anak beberapa di antaranya merupakan produk gas yang dikemas dalam tabung bertekanan tinggi dan produk cair yang memiliki temperatur yang sangat rendah. Penanganan produk-produk ini harus dilakukan dengan hati-hati. Ketidakhati-hatian dalam penanganan produk ini dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Risiko Perekonomian Risiko perekonomian timbul karena perubahan perekonomian yang disebabkan oleh perubahan dalam bidang fiskal dan moneter, perubahan politik dan kondisi sosial. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kegiatan usaha Perusahaan karena pertumbuhan usaha Perusahaan juga tergantung pada pertumbuhan ekonomi. Risiko Harga Risiko harga adalah risiko fluktuasi atas nilai wajar atau arus kas dari instrumen keuangan yang disebabkan perubahan harga pasar, baik yang disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar. Risiko Suku Bunga Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi atas nilai wajar atau arus kas dari instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar. Eksposur risiko tingkat bunga Perusahaan timbul terutama dari pinjaman yang diperoleh dari pinjaman bank. Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan. 7.2. Cara Pengelolaan Risiko Yang Diterapkan Manajemen risiko merupakan proses pengukuran atau penilaian risiko dan pengembangan strategi pengelolaannya serta memberikan dukungan informasi mengenai risiko bagi para pengambil keputusan. Sehubungan dengan risiko usaha yang dikemukakan sebelumnya, secara umum Perusahaan dan Entitas Anak melaksanakan beberapa manajemen risiko sebagai berikut:

Page 36: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

35

Cara Pengelolaan Risiko Kesinambungan Pasokan Listrik Terkait dengan risiko kesinambungan pasokan listrik yang berpotensi menyebabkan ketidaklancaran pasokan listrik dan berakibat terhambatnya kegiatan produksi selama beberapa waktu maka Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan storage tank dengan kapasitas yang mampu memenuhi kebutuhan para pelanggannya selama beberapa hari. Perusahaan dan Entitas Anak juga memiliki fasilitas produksi dengan lokasi yang tersebar secara geografis yang dapat meminimalisir risiko terjadinya kegagalan penyerahan produk kepada pelanggannya. Perusahaan dan Entitas Anak juga menjalin aliansi strategis dengan perusahaan sejenis untuk saling menjamin kesinambungan pasokan. Cara Pengelolaan Risiko Produksi Berhenti Tidak Terduga Untuk mengatasi kemungkinan produksi berhenti tidak terduga maka Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001-2008. Hal ini dilakukan agar segala potensi yang berpotensi menghambat kegiatan operasi Perusahaan dan Entitas Anak terutama dalam hal produksi dapat diminimalkan. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak juga menggunakan backup sistem yang memadai untuk selalu menjaga keberlangsungan pasokan bagi para pelanggannya, baik itu in house maupun storage tank di pelanggan, serta dukungan penuh jaringan aliansi untuk memenuhi kebutuhan suplai ke pelanggan. Cara Pengelolaan Risiko Ketertinggalan Teknologi Dalam upaya mengatasi risiko ketertinggalan teknologi, Perusahaan dan Entitas Anak selalu mengikuti perkembangan dan perubahan teknologi terutama di bidang yang berkaitan dengan gas industri. Perusahaan dan Entitas Anak aktif mencari informasi, melakukan penelitian dan pengembangan, dan berperan serta dalam asosiasi-asosiasi industri gas baik lokal maupun internasional serta mengadopsi teknologi terbaru yang memiliki manfaat signifikan bagi Perusahaan dan Entitas Anak. Cara Pengelolaan Risiko Keterlambatan Sumber Daya Manusia Dalam Mengikuti Perkembangan Teknologi Perusahaan dan Entitas Anak secara aktif mengembangkan kemampuan sumber daya manusia yang dimilikinya melalui pelatihan-pelatihan dan pengembangan agar sumber daya manusia yang dimilikinya mampu mengikuti dan mengadopsi perkembangan teknologi yang sangat pesat. Pelatihan-pelatihan rutin dilakukan secara berkala dengan mengedepankan target-target yang ingin dicapai oleh Perusahaan dan Entitas Anak terkait dengan percepatan sumber daya manusianya agar mampu mengikuti perkembangan yang ada di bidang gas industri terutama di bidang teknologi. Cara Pengelolaan Risiko Kecelakaan Kerja Untuk mengatasi risiko kecelakaan kerja, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan kebijakan HSE (Health and Safety Environment) dan K3 (Keamanan dan Keselamatan Kerja) secara ketat dan menyeluruh. Sarana dan prasarana yang digunakan seperti tabung-tabung bertekanan tinggi selalu diuji hidrostatis secara rutin dan berkala. Para pekerja diwajibkan menggunakan alat-alat penunjang keselamatan kerja seperti sarung tangan, safety googles, dan peralatan penunjang lainnya.

Page 37: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

36

Cara Pengelolaan Risiko Perekonomian Dalam mengantisipasi risiko perekonomian yang beberapa diantaranya disebabkan oleh perubahan dalam bidang fiskal dan moneter, perubahan kondisi politik dan sosial, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan diversifikasi pasar dengan senantiasa memasarkan produk gas pada berbagai sektor dan memberikan perhatian lebih pada sektor-sektor yang tahan terhadap kondisi apapun seperti sektor medis. Perusahaan dan Entitas Anak juga selalu berupaya mengembangkan aplikasi produk gas industri agar dapat digunakan untuk macam-macam keperluan pada berbagai sektor industri. Cara Pengelolaan Risiko Harga Untuk mengatasi risiko perubahan harga maka dalam menentukan harga pada perjanjian kontrak Perusahaan menerapkan formulasi harga yang melibatkan variabel tarif dasar listrik, Indeks Harga Konsumen (IHK) dan bahan bakar minyak (BBM) serta secara berkala melakukan peninjauan ulang apabila salah satu dari variabel tersebut mengalami perubahan. Cara Pengelolaan Risiko Suku Bunga Eksposur risiko tingkat bunga Perusahaan timbul terutama dari pinjaman yang diperoleh dari pinjaman bank. Perusahaan memandang tingkat suku bunga pinjaman bank sangat kompetitif dan risiko dalam berinvestasi akan memberikan hasil yang sangat memadai. Sehingga untuk meminimalisasi risiko tingkat suku bunga maka Perusahaan aktif melakukan review atas pinjaman yang diberikan oleh bank. Cara Pengelolaan Risiko Likuiditas Untuk mengelola risiko likuiditas, Perusahaan menerapkan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang cukup yang berasal dari penagihan hasil penjualan dan juga dapat memperoleh dana tambahan melalui lembaga perbankan. 7.3. Pandangan (Review) Terhadap Efektivitas Cara Pengelolaan (Sistem Manajemen) Risiko Cara pengelolaan (sistem manajemen) risiko yang telah diterapkan Perusahaan secara umum dapat berjalan efektif dalam meminimalisir bahkan mengeliminasi risiko-risiko yang ada tersebut. Seiring dengan berkembangnya situasi dan kondisi internal dan eksternal Perusahaan, maka tetap dilakukan pengembangan, perbaikan bahkan pembaharuan cara pengelolaan (sistem manajemen) risiko yang telah ada agar kebijakan yang berjalan adalah kebijakan yang bersifat pencegahan (preventif). 8. Kinerja Operasional 8.1. Produksi Pada tahun 2012 jumlah gas yang diproduksi adalah sebesar 170,8 juta meter kubik. Di tahun 2013 jumlah gas yang diproduksi adalah sebesar 201,4 juta meter kubik meningkat sebesar 18% dibandingkan jumlah gas yang diproduksi di tahun 2013. Sedangkan di tahun 2014 jumlah gas yang diproduksi adalah sebesar 233,1 juta meter kubik meningkat sebesar 16% dibandingkan jumlah gas yang diproduksi di tahun

Page 38: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

37

2013. Secara umum dapat dikatakan bahwa jumlah produksi Perusahaan masih menunjukkan trend yang meningkat.

Volume Produksi Entitas dan Entitas Anak Tahun 2012-2014

(Dalam Juta Meter Kubik)

Pada tahun 2014 terdapat peningkatan kapasitas produksi sebesar 22,5% apabila dibandingkan dengan kapasitas produksi tahun 2013. Sementara pada tahun 2013 terdapat peningkatan kapasitas produksi sebesar 33,9% apabila dibandingkan dengan kapasitas produksi tahun 2012. 8.2. Penjualan Kinerja penjualan Perseroan dan Entitas Anak menunjukkan trend peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Penjualan Perseroan dan Entitas Anak di tahun 2012 adalah sebesar Rp 858.905 juta. Di tahun 2013 nilai penjualan meningkat sebesar 13,17% menjadi Rp 972.104 juta. Sedangkan di tahun 2014 penjualan Perseroan dan Entitas Anak adalah sebesar Rp 1.098.905 juta meningkat sebesar 13% dibandingkan penjualan Perseroan dan Entitas Anak di tahun 2013. Secara umum dapat dikatakan bahwa penjualan Perseroan dan Entitas Anak masih menunjukkan trend yang meningkat. Peningkatan penjualan Perseroan dan Entitas Anak pada tahun 2014 ini disumbang oleh adanya kenaikkan volume penjualan kira-kira sebesar 13% dan pada saat yang sama terjadi kenaikkan harga jual kira-kira sebesar 1%.

0

50

100

150

200

250

2012 2013 2014

170.8 201.4

233.1

Page 39: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

38

Nilai Penjualan Entitas dan Entitas Anak Tahun 2012-2014

(Dalam Juta Rupiah)

Sementara itu rincian penjualan neto terdiri dari :

(Dalam jutaan Rupiah) Keterangan 2012 2013 2014

Penjualan neto : Produk gas 791.891 888.047 1.016.826

Jasa dan peralatan 67.014 84.057 82.079 Jumlah 858.905 972.104 1.098.905

Penjualan produk gas senantiasa meningkat dari tahun ke tahun. Penjualan produk gas di tahun 2014 adalah sebesar Rp 1.016.826, meningkat sebesar 14,5% apabila dibandingkan dengan penjualan produk gas di tahun 2013 yang besarnya adalah Rp 888.047. Sementara itu penjualan produk gas di tahun 2013 juga meningkat sebesar 12,2% apabila dibandingkan dengan penjualan produk gas di tahun 2012 yang besarnya adalah Rp 791.891. Secara umum peningkatan ini terjadi karena meningkatnya permintaan produk gas industri baik dari sektor industri yang ada di tanah air. Penjualan jasa dan peralatan di tahun 2014 adalah sebesar Rp 82.079 yang menurun sebesar 2,3% apabila dibandingkan penjualan jasa dan peralatan di tahun 2013 yang besarnya adalah Rp 84.057. Penurunan ini terjadi karena adanya penurunan permintaan jasa dan peralatan terutama untuk sektor pertambangan. Sementara itu penjualan jasa dan peralatan di tahun 2013 meningkat sebesar 25,4% dibandingkan penjualan jasa dan peralatan tahun 2012 yang besarnya adalah Rp 67.014.

-

200,000

400,000

600,000

800,000

1,000,000

1,200,000

2012 2013 2014

858,905 972,104

1,098,905

Page 40: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

39

Penjualan Entitas dan Entitas Anak Berdasarkan Kategori Produk Tahun 2012-2014

(Dalam Juta Rupiah)

8.3. Profitabilitas Laba tahun berjalan Perseroan dan Entitas Anak pada tahun 2014 adalah sebesar Rp 62.259 (dalam juta Rupiah) yang menurun sebesar 20,3% apabila dibandingkan dengan laba tahun berjalan pada tahun 2013 sebesar Rp 78.133 (dalam juta Rupiah). Hal ini terjadi karena adanya peningkatan beban operasional dan keuangan yang ditanggung Perseroan dan Entitas Anak pada tahun 2014. Sementara itu laba tahun berjalan di tahun 2013 meningkat sebesar 1,5% apabila dibandingkan dengan laba tahun berjalan di tahun 2012 yang besarnya adalah Rp 77.005 (dalam juta Rupiah) karena adanya peningkatan penjualan meskipun disertai peningkatan beban operasional yang meningkat. Laba per saham pada tahun 2014 adalah sebesar Rp 89.803, menurun sebesar 47,6% apabila dibandingkan dengan laba per saham pada tahun 2013 yang besarnya adalah Rp 171.545. Laba per saham pada tahun 2013 menurun sebesar 21,5% apabila dibandingkan laba ber saham pada tahun 2012 yang besarnya adalah Rp 218.534. Hal ini dapat terjadi karena pada tahun-tahun tersebut terdapat peningkatan jumlah saham yang relatif besar karena adanya penyetoran modal, namun tidak disertai dengan peningkatan laba karena aset-aset tetap Perseroan dan Entitas Anak beberapa di antaranya belum optimal dalam menghasilkan laba bagi Perseroan dan Entitas Anak karena beberapa diantaranya merupakan pabrik yang sedang dibangun. Rasio profitabilitas Perseroan dan Entitas Anak yang dilihat dari rasio laba bersih terhadap aset di tahun 2014 adalah sebesar 2% yang menurun apabila dibandingkan rasio laba bersih terhadap aset di tahun 2013 sebesar 3%. Demikian pula rasio laba bersih terhadap aset di tahun 2013 yang menurun apabila dibandingkan dengan rasio laba bersih terhadap aset di tahun 2012 sebesar 4%. Hal yang sama juga terjadi pada rasio laba bersih terhadap ekuitas. Rasio laba bersih terhadap ekuitas di tahun 2014 adalah sebesar 6%, menurun apabila dibandingkan dengan rasio laba bersih terhadap

0

200,000

400,000

600,000

800,000

1,000,000

1,200,000

2012 2013 2014

791,891 888,047 1,016,826

67,014 84,057

82,079

Produk gas Jasa dan peralatan

Page 41: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

40

ekuitas di tahun 2013 sebesar 10%. Sementara itu rasio laba bersih terhadap ekuitas di tahun 2013 juga menurun apabila dibandingkan dengan rasio laba bersih terhadap ekuitas di tahun 2012 yang besarnya adalah 11%.Hal ini dapat terjadi karena aset-aset tetap Perseroan dan Entitas Anak beberapa di antaranya belum optimal dalam menghasilkan laba bagi Perusahaan karena beberapa diantaranya merupakan pabrik yang sedang dibangun. 9. Penambahan Aset Tetap dan Ekspansi Pada tahun 2014, Perseroan mulai melakukan pembangunan beberapa pabrik penghasil gas industri (Air Separation Plant), pabrik karbondioksida, gas plant dan filling station serta sarana penunjang pemasaran yang menyebabkan penambahan aset tetap sebesar Rp 666.783 juta hingga akhir tahun 2014. Pabrik penghasil gas industri (Air Separation Plant) dan pabrik-pabrik lainnya ada yang telah beroperasi di tahun 2014 dan akan beroperasi di tahun 2015. Terdapat ikatan material untuk barang modal tersebut yaitu ikatan jaminan fidusia dengan Bank Mandiri. Pendanaan untuk melakukan penambahan aset tetap tersebut dalam mata uang Rupiah. 10. Kinerja Keuangan 10.1. Neraca Perbandingan aset Entitas dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2014 adalah sebagai berikut :

Aset Entitas dan Entitas Anak Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2014

(Dalam Jutaan Rupiah)

2,555,917

3,487,198

0

500,000

1,000,000

1,500,000

2,000,000

2,500,000

3,000,000

3,500,000

4,000,000

2013 2014

Page 42: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

41

Komposisi aset Entitas dan Entitas Anak adalah sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan

Aset:

Aset Lancar

Kas dan setara kas 222,045 176.96% 80,171

Investasi jangka pendek 25 -99.75% 10,025

Piutang usaha

137,325 7.09% 128,231 Pihak berelasi 10,378 214.20% 3,303

Piutang lain-lainPihak ketiga 4,269 0.64% 4,242 Pihak berelasi 13,889 -45.36% 25,419

Persediaan 149,274 28.44% 116,218 Uang muka pembelian 104,394 -46.13% 193,780 Pajak dibayar di muka 25,569 84.16% 13,884 Biaya dibayar di muka 110,712 1375.96% 7,501

Jumlah Aset Lancar 777,880 33.48% 582,774

Aset Tidak Lancar

Investasi pada entitas asosiasi 55,051 - -

2,621,501 34.11% 1,954,717 Aset tidak lancar lainnya 32,765 77.82% 18,426

Jumlah Aset Tidak Lancar 2,709,317 37.31% 1,973,143

Jumlah Aset 3,487,197 36.44% 2,555,917

Pihak ketiga – setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp2.526 pada tahun 2013 dan Rp2.572 pada tahun 2013

Aset tetap – setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp578.541 pada tahun 2014, Rp449.432 pada tahun 2013

31-Dec20132014 Perubahan

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Posisi aset Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp2.555.917 juta mengalami kenaikan sebesar Rp931.314 juta atau sebesar 36,4% dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah Rp2.555.917 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh naiknya saldo kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain pihak ketiga, persediaan, pajak dibayar di muka, biaya dibayar di muka, investasi pada entitas asosiasi, aset tetap dan aset tidak lancar lainnya dari Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar Rp141.874 juta, Rp9.799 juta, Rp27 juta, Rp33.055 juta, Rp11.685 juta, Rp103.211juta, Rp55.051 juta, Rp666.784 dan Rp14.373 juta atau sebesar 177%, 6,6%, 0,64%, 28,4%, 84,2%, 1.376%, 100%, 34,11% dan 78,2% masing-masing dari sebesar Rp80.171 juta, Rp131.534 juta, Rp4.242 juta, Rp116.219 juta, Rp13.884 juta, Rp7.501 juta, Rp 0 juta, Rp1.954.717 juta, danRp18.4256 juta pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi Rp222.045 juta, Rp147.703 juta, Rp4.269

Page 43: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

42

juta, Rp149.274 juta, Rp110.712 juta, Rp55.051 juta, Rp2.621.501 juta, dan Rp32.765 juta pada tanggal 31 Desember 2013. Kas dan setara kas Perseroan dan Entitas Anak pada 31 Desember 2014 meningkat menjadi sebesar Rp222.045 juta dari posisi per 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp80.171 juta atau meningkat sebesar Rp141.874 juta karena adanya peningkatan modal saham di akhir tahun 2014. Piutang usaha Perseroan dan Entitas Anak pada 31 Desember 2014 meningkat menjadi sebesar Rp147.703 juta dari posisi per 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp124.928 juta atau meningkat sebesar Rp22.775 juta karena adanya peningkatan volume penjualan Perseroan dan Entitas Anak. Piutang lain-lain Perseroan dan Entitas Anak pada 31 Desember 2014 meningkat menjadi sebesar Rp4.268 juta dari posisi per 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp4.242 juta atau meningkat sebesar Rp27 juta karena adanya peningkatan aktivitas Perseroan dan Entitas Anak. Persediaan Perseroan dan Entitas Anak pada 31 Desember 2014 meningkat menjadi sebesar Rp149.274 juta dari posisi per 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp116.219 juta atau meningkat sebesar Rp33.055 juta terutama disebabkan karena meningkatnya pembelian suku cadang dan bahan pembantu serta barang dagangan. Pajak dibayar di muka Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp13.883 juta pada 31 Desember 2013 menjadi Rp25.569 juta pada 31 Desember 2014 atau meningkat sebesar Rp11.685 juta. Demikian pula dengan biaya dibayar dimuka. Biaya dibayar di muka Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp7.501 juta pada 31 Desember 2013 menjadi Rp110.712 juta pada 31 Desember 2014 atau meningkat sebesar 1.376% karena adanya sewa mesin dan peralatan di bayar dimuka untuk peningkatan aktivitas usaha Perseroan dan Entitas Anak pada tahun yang akan datang. Investasi pada entitas asosiasi pada 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp55.050, di tahun sebelumnya tidak ada investasi pada entitas asosiasi. Aset tetap Perseroan dan Entitas Anak pada 31 Desember 2014 adalah sebesar 2.621.501 juta meningkat sebesar Rp666.784 juta dari sebesar Rp1.954.717 juta pada 31 Desember 2013. Peningkatan ini terutama disebabkan karena adanya penambahan mesin dan peralatan serta penambahan aset tetap. Aset tidak lancar lainnya Perseroan dan Entitas Anak pada 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp32.765 juta yang meningkat sebesar Rp14.339 juta dari sebesar Rp18.426 juta pada tanggal 31 Desember 2013 terutama disebabkan adanya penambahan aset tidak lancar lainnya.

Page 44: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

43

Komposisi liabilitas Entitas dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan

LIABILITAS DAN DANA SYIRKAH:Liabilitas Lancar

Pinjaman bank jangka Pendek 246,269 126.77% 108,597 Utang usaha

Pihak ketiga 138,972 75.09% 79,373 Pihak berelasi 44,663 -70.68% 152,317

Utang Lain-Lain 15,255 - 9,186 Utang pajak 5,179 -34.84% 7,948 Beban masih harus dibayar 23,896 4.31% 22,909 Uang muka pelanggan 7,788 52.56% 5,105 Jaminan Pelanggan 18,207 23.13% 14,787

Utang jangka panjang - bagian yang jatuh tempo dalam waktu 1 (satu) tahun Bank 87,716 44.41% 60,741 Sewa pembiayaan 12,416 -12.62% 14,210 Lembaga keuangan 1,953 -0.81% 1,969 Hutang pihak berelasi 44,387 17.22% 37,865

Jumlah Liabilitas Lancar 646,701 25.57% 515,007

Liabilitas Jangka Panjang

Utang pihak berelasi 36,765 - 17,486

Liabilitas pajak tangguhan 17,231 14.38% 15,065

Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam 1 (satu) tahun Bank 1,112,014 49.80% 742,350 Sewa pembiayaan 9,184 -25.98% 12,408

Lembaga keuangan 4,129 31.79% 3,133

Obligasi 387,277 0.19% 386,536

Liabilitas manfaat karyawan 13,496 19.74% 11,271 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1,580,096 32.98% 1,188,249

JUMLAH LIABILITAS 2,226,797.00 30.74% 1,703,256.00

DANA SYIRKAH TEMPORER

Bank - Musyarakah 145,742 142.90% 60,000

31-Dec20132014 Perubahan

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Posisi liabilitas Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp2.226.798 juta mengalami kenaikan sebesar Rp523.542 juta atau sebesar 30,7% dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31

Page 45: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

44

Desember 2013 yang berjumlah Rp1.703.256 juta. Kenaikan liabilitas ini terutama disebabkan oleh naiknya liabilitas jangka panjang Perseroan dan Entitas Anak dari sebesar Rp1.188.249 juta tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp1.589.096 juta pada tanggal 31 Desember 2014 atau meningkat sebesar 33%. Liabilitas lancar juga mengalami kenaikkan dari Rp515.007 juta pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi Rp646.701 pada tanggal 31 Desember 2014 atau naik sebesar 25,6%. Posisi dana syirkah temporer berupa Bank-Musyarakah Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp145.742 juta yang meningkat sebesar Rp85.742 juta atau naik sebesar 42,9% dibandingkan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp60.000 juta. Pada tanggal 31 Desember 2014, utang bank yang masuk ke dalam liabilitas jangka panjang yang dimiliki Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp 1.112.014 juta mengalami kenaikan sebesar Rp369.664 juta atau sebesar 49,8% dibandingkan dengan utang bank pada tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah Rp742.350 juta. Utang bank jangka panjang mengalami kenaikan karena adanya tambahan fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank QNB Kesawan Tbk dan perpanjangan pinjaman dari PT Bank Syariah Mandiri (Persero) yang diperoleh Perseroan dan Entitas Anak, Entitas Anak untuk membiayai Kredit investasi dan Kredit Modal Kerja yang ditujukan untuk pembiayaan instalasi gas medis, pembangunan Air Separation Plant (ASP), pabrik karbondioksida, Gas Plant, Filling Station dan sarana serta prasarana pemasaran. Utang pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp36.765 juta, meningkat sebesar Rp19.279 juta atau sebesar 110,3% apabila dibandingkan utang pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp17.486 juta. Liabilitas pajak tangguhan dan liabilitas manfaat karyawan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp17.231 juta dan Rp13.496 juta, meningkat sebesar Rp2.167 juta dan Rp13.496 juta atau sebesar 14,4% dan 19,8% apabila dibandingkan dengan liabilitas pajak tangguhan dan liabilitas manfaat karyawan pada tanggal 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp15.065 juta dan Rp11.271 juta. Hal ini terjadi sehubungan dengan peningkatan aktivitas bisnis Perseroan dan Entitas Anak dan peningkatan imbalan kerja di tahun 2014. Utang sewa pembiayaan dalam yang termasuk dalam utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam 1 (satu) tahun pada tanggal 31 Desember 2014 mengalami penurunan apabila dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2013. Utang sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 9.184 juta menurun sebesar Rp3.223 juta atau sebesar 26%% apabila dibandingkan dengan utang sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp12.407 juta. Utang lembaga keuangan dan utang obligasi yang termasuk dalam utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam 1 (satu) tahun pada tanggal

Page 46: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

45

31 Desember 2014 mengalami peningkatan apabila dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2013. Utang lembaga keuangan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp4.129 juta yang meningkat sebesar Rp 996 juta atau sebesar 31,8% apabila dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp3.133 juta. Utang obligasi pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp387.227 juta yang meningkat sebesar Rp 741 juta atau sebesar 0,2% apabila dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp386.536 juta. Meskipun secara umum, jumlah liabilitas lancar pada tanggal 31 Desember 2014 yang besarnya adalah Rp646.701 juta mengalami peningkatan sebesar Rp131.694 juta atau meningkat 25,6% apabila dibandingkan dengan liabilitas lancar pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar 515.007 juta. Terdapat beberapa akun yang mengalami kenaikkan signifikan seperti pinjaman bank jangka pendek dan utang usaha pihak ketiga, utang lain-lain, uang muka pelanggan, jaminan pelanggan, utang jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun dan utang pihak berelasi. Pinjaman bank jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp246.268 juta mengalami kenaikkan sebesar Rp137.672 juta atau naik sebesar 126,8% apabila dibandingkan pinjaman bank jangke pendek pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar 108.597 juta. Utang usaha pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp138.971 juta yang meningkat sebesar Rp59.599 juta atau meningkat sebesar 75,1% apabila dibandingkan dengan utang usaha pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp79.372 juta. Kenaikan utang usaha pihak ketiga karena adanya kenaikan aktivitas pembelian bahan baku dan barang dagangan dari Perseroan dan Entitas Anak. Pembelian Perseroan dan Entitas Anak terutama didenominasi dengan mata uang Rupiah dan mata uang dolar Amerika Serikat. Perseroan dan Entitas Anak tidak melakukan aktivitas lindung nilai terhadap sebagian porsi eksposur risiko mata uang asing, Perseroan dan Entitas Anak menyeimbangkan arus kas dengan kenaikan nilai kas dan setara kas, kenaikan nilai piutang usaha dan aset tidak lancar lainnya yang didenominasi dengan mata uang asing. Utang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp15.254 juta yang meningkat sebesar Rp6.067 juta atau 66,1% apabila dibandingkan dengan utang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp9.186 juta. Uang muka pelanggan dan jaminan pelanggan pada tanggal 31 Desember 2014 masing-masing adalah sebesar Rp7.788 juta dan Rp18.206 juta yang meningkat masing-masing sebesar Rp2.684 juta dan Rp3.419 juta atau sebesar 52,58% dan 23,1% apabila dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2013 yang masing-masing besarnya adalah Rp5.104 juta dan Rp14.787 juta. Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan aktivitas Perseroan dan Entitas Anak. Utang jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun (Bank) pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp87.716 juta yang meningkat sebesar Rp26.976 atau sebesar

Page 47: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

46

44,4% apabila dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp60.740 juta. Utang pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp44.387 juta yang meningkat sebesar Rp6.522 juta atau meningkat sebesar 17,22% apabila dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2013. Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan aktivitas Perseroan dan Entitas Anak. Komposisi Ekuitas Entitas dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah) Keterangan

EKUITAS:Modal saham 767,000 48.93% 515,000

Selisih kurs dari tambahan modal disetor 17,600 - 17,600

Tambahan modal disetor 3,381 - 3,381

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas Sepengendali - - - Saldo laba 197,939 37.78% 143,665 Sub - Jumlah 985,920 45.06% 679,646 Kepentingan Non Pengendali 128,737 13.91% 113,014

Jumlah Ekuitas 1,114,657 40.62% 792,660

31-Dec2013Perubahan2014

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Posisi ekuitas Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp1.114.657 juta mengalami kenaikan sebesar Rp321.997 juta atau sebesar 40,62% dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah Rp792.660 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya modal saham dan kepentingan non pengendali Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar Rp252.000 juta, dan 15.723 juta atau sebesar 48,9% dan 12,9% dari sebesar Rp515.000 juta dan Rp113.014 pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp515.000 juta, Rp154.939 dan Rp113.014 pada tanggal 31 Desember 2014. Kenaikan modal ditempatkan dan disetor penuh disebabkan karena adanya peningkatan setoran modal oleh PT Samator sebesar Rp212.000 juta, Arief Harsono sebesar Rp36.740 juta, Heyzer Harsono sebesar Rp1.744 juta dan Rasid Harsono sebesar Rp1.516 juta.

Page 48: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

47

Liabilitas dan Ekuitas Entitas dan Entitas Anak Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2014

(dalam jutaan Rupiah)

10.2. Laba Rugi Komposisi laba rugi Entitas dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan

Penjualan bersih 1,098,905 13.04% 972,105 Beban pokok penjualan (609,569) 10.35% (552,404)Laba kotor 489,336 16.59% 419,701 Pendapatan lain-lain 9,854 -52.59% 20,783 Beban penjualan (152,906) 18.07% (129,501)Beban umum dan administrasi (146,891) 13.75% (129,137)Beban lain-lain (11,559) 1213.52% (880)Beban Keuangan (102,885) 35.04% (76,189)Laba sebelum taksiran beban pajak 84,949 -18.92% 104,777 Taksiran beban pajakTahun berjalan Tidak Final (20,440) -17.94% (24,909) Final (84) - (362)Tangguhan (2,166) 57.76% (1,373)Jumlah taksiran beban pajak (22,690) -14.84% (26,644)

Laba tahun berjalan 62,259 -20.32% 78,133 Pendapatan komprehensif lain - - - Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan 62,259 -20.32% 78,133 Jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:Pemilik entitas induk 54,273 -21.03% 68,726 Kepentingan nonpengendali 7,986 -15.11% 9,407 Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan 62,259 -20.32% 78,133

20132014 Perubahan31-Dec

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Laba tahun berjalan Perseroan dan Entitas Anak yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp54.273 juta dimana terdapat penurunan sebesar Rp14.003 juta atau

1,763,256

2,226,798

792,660 1,114,657

0

500,000

1,000,000

1,500,000

2,000,000

2,500,000

2013 2014

Liabilitas Ekuitas

Page 49: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

48

sebesar 21% bila dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp68.726 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban keuangan dan beban lain-lain Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar Rp3.454 juta, Rp3.855 juta, Rp91,104 juta dan Rp10.679 juta atau sebesar 18,1%, 13,8%, 35% dan 1.213,5% masing-masing dari sebesar Rp129.500 juta, Rp129136 juta, Rp76.189 dan Rp880 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp152.906 juta, Rp146.891 juta, Rp102.885 dan Rp11.558 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Selain itu terdapat penurunan pendapatan lain-lain Perseroan dan Entitas Anak sebesar Rp10.929 juta atau sebesar 52,5% dari sebesar Rp20.783 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp9.854 juta, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Penjualan Bersih Penjualan Bersih Entitas dan Entitas Anak diperoleh dari hasil penjualan Produk Gas serta Jasa dan Peralatan.

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan2014 Perubahan 2013

Penjualan bersih:Produk gas 1,016,826 14.50% 888,048 Jasa dan peralatan 82,079 -2.35% 84,057 Jumlah 1,098,905 13.04% 972,105

31-Dec

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Penjualan bersih Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp1.098.905 juta dimana terdapat kenaikan penjualan bersih sebesar Rp126.800 juta atau sebesar 13% bila dibandingkan dengan penjualan bersih Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp972.105 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan gas Perseroan dan Entitas Anak sebesar Rp128.778 juta atau sebesar 14,5% dari sebesar Rp888.048 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp1.098.905 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Peningkatan penjualan gas Perseroan dan Entitas Anak disebabkan meningkatnya volume penjualan dengan mulai beroperasinya plant baru Perseroan dan Entitas Anak di wilayah Jawa dan luar Jawa serta adanya pengembangan aplikasi baru yang ditawarkan oleh Perseroan dan Entitas Anak. Selain itu beberapa pelanggan beralih ke metode pasokan pipeline karena terjadinya peningkatan kebutuhan gas industri dan tidak efisien apabila dipasok dengan menggunakan metode pasokan sebelumnya yang menggunakan road tank. Hal-hal tersebut membuat terjadinya kenaikkan volume

Page 50: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

49

penjualan sebesar 13% dan pada saat yang sama terjadi peningkatan harga jual sebesar 1%. Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari biaya pemakaian bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan beban pabrikasi, yang ketiganya merupakan beban pokok produksi. Selain itu, terdapat juga biaya persediaan barang jadi dan barang dagangan.

(dalam jutaan Rupiah) Keterangan

2014 Perubahan 2013

Pemakaian bahan baku 93,458 3.84% 90,003 Tenaga kerja langsung 21,233 22.18% 17,378 Beban pabrikasi 348,442 38.63% 251,338 Beban pokok produksi 463,133 29.11% 358,719 Persediaan barang jadi dan barang dagangan Awal tahun 53,987 39.19% 38,787 Pembelian-bersih 128,902 -21.85% 164,938 Akhir tahun (72,320) 33.96% (53,987)Instalasi 35,866 -18.38% 43,945 Beban pokok penjualan 609,568 10.35% 552,402

31-Dec

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Beban pokok penjualan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp609.568 juta dimana terdapat kenaikan beban pokok penjualan sebesar Rp57.166 juta atau sebesar 10,4% bila dibandingkan dengan beban pokok penjualan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp555.402 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan pemakaian bahan baku, tenaga kerja langsung, dan beban pabrikasi Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar Rp3.454 juta, Rp3.855 juta, Rp39.059 juta, dan Rp97.104 juta atau sebesar 3,8%, 22,2%, dan 36,6% masing-masing dari sebesar Rp90.003 juta, Rp17.378 juta, dan Rp251.338 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp93.457 juta, Rp21.233 juta, dan Rp348.442. untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Pemakaian bahan baku Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp90.003 juta menjadi sebesar Rp93.457 juta atau sebesar 3,6% terutama disebabkan karena meningkatnya biaya bahan baku sehubungan dengan adanya kenaikkan harga bahan baku dan peningkatan kegiatan bisnis perusahaan. Tenaga kerja langsung Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp17.378 juta menjadi sebesar Rp21.233 juta atau sebesar 22,2% terutama disebabkan karena meningkatnya biaya tenaga kerja akibat kenaikan upah tenaga kerja dan peningkatan kegiatan bisnis perusahaan.

Page 51: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

50

Beban pabrikasi Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp251.338 juta menjadi sebesar Rp348.442 juta atau sebesar 36,6% terutama disebabkan karena meningkatnya biaya listrik dan air, biaya penyusutan sehubungan dengan adanya kenaikkan tarif dan meningkatnya biaya pemeliharaan dan perbaikan guna mempertahankan efisiensi masing-masing plant yang dimiliki. Pembelian Perseroan dan Entitas Anak menurun dari sebesar Rp164.938 juta menjadi sebesar Rp128.902 juta atau menurun sebesar 21.9% terutama disebabkan menurunnya pembelian barang dagangan sehubungan dengan beroperasinya beberapa pabrik baru milik Perseroan dan Entitas Anak. Beban pokok instalasi yang menurun dari sebesar Rp 43.945 juta menjadi sebesar Rp35.866 juta atau sebesar 18,4% karena adanya penurunan penjualan pada jasa instlasi. Laba Kotor Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Laba kotor Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp489.336 juta dimana terdapat kenaikan laba kotor sebesar Rp69.635 juta atau sebesar 16,6% bila dibandingkan dengan laba kotor Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp419.701 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan bersih Perseroan dan Entitas Anak sebesar 13% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Pendapatan Lain-lain Pendapatan lain-lain Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari laba selisih kurs, laba penjualan aset tetap, penghasilan bunga, dan lain-lain.

(dalam jutaan Rupiah) Keterangan

2014 Perubahan 2013

Penghasilan bunga 3,094 -48.88% 6,052

Laba penjualan aset tetap 1,275 -76.95% 5,531

Laba diserap entitas asosiasi 35 - -

Laba selisih kurs - bersih 4,080 -19.75% 5,084 Lain-Lain 1,369 -66.74% 4,116

Jumlah 9,853 -52.59% 20,783

31-Dec

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Pendapatan lain-lain Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp9.854 juta dimana terdapat penurunan pendapatan lain-lain sebesar Rp10.929 juta atau sebesar 52,6% bila dibandingkan dengan pendapatan lain-lain Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp20.783 juta.

Page 52: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

51

Penurunan ini terutama disebabkan oleh adanya penurunan penghasilan bunga, laba penjualan aset tetap, laba selisih kurs dan lain-lain dari Perseroan dan Entitas Anak sebesar Rp2.958 juta, Rp4.256 juta, Rp1.004 juta dan Rp2.747 juta atau menurun sebesar 48,9%, 77%, 19,8% dan 66,7% dari sebesar Rp6.052 juta, Rp5.531 juta, Rp5.084 dan Rp4.116 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp3.094 juta, Rp1.275 juta, Rp4.080 juta dan Rp1.369 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Beban Penjualan Beban penjualan Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari beban distribusi, gaji dan tunjangan, penyusutan, perbaikan dan pemeliharaan, administrasi, perjalanan dinas, listrik dan energi dan lain-lain dalam rangka penjualan produk dan jasa Perseroan dan Entitas Anak. Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Beban penjualan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp152.906 juta dimana terdapat kenaikan beban penjualan sebesar Rp23.406 juta atau sebesar 18,1% bila dibandingkan dengan beban penjualan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp129.500 juta. Perubahan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan beban distribusi, beban penyusutan, beban gaji dan tunjangan, beban administrasi, beban perjalanan dinas, beban listrik dan energi dan beban lain-lain Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar Rp5.837 juta, Rp9.109 juta, Rp3.457 juta, Rp1.189 juta, Rp1.244 juta, Rp110 juta dan Rp2.612 juta atau sebesar 11,7%, 33,5%, 13,1%, 12,7%, 2,6%, 38,9%, 9,8% dan 39,3% masing-masing dari sebesar Rp49.900 juta, Rp27.194 juta, Rp26.297 juta, Rp3.194 juta, Rp1.012 juta dan Rp6.662 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp55.737 juta, Rp36.303 juta, Rp29.754 juta, Rp10.574 juta, Rp4.438 juta, Rp1.122 dan Rp9.274 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Beban distribusi Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp49.900 juta menjadi sebesar Rp55.737 juta atau sebesar 11,7% terutama disebabkan meningkatnya aktivitas bisnis dan adanya kenaikkan harga BBM dan inflasi di tahun 2014. Beban penyusutan Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp27.195 juta menjadi sebesar Rp36.303 juta atau sebesar 33,5% terutama disebabkan meningkatnya aktivitas bisnis sehingga Perseroan dan Entitas Anak menambah sarana transportasi yang diperoleh melalui sewa pembiayaan. Beban gaji dan tunjangan Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp26.297 juta menjadi sebesar Rp29.754 juta atau sebesar 13,1% terutama disebabkan penyesuaian gaji dan tunjangan dari para karyawan.

Page 53: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

52

Beban administrasi Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp9.386 juta menjadi sebesar Rp10.574 juta atau meningkat sebesar 12,7% karena meningkatnya aktivitas bisnis. Beban perjalanan dinas Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp3.195 juta menjadi sebesar Rp4.438 juta atau meningkat sebesar 38,9% karena meningkatnya aktivitas bisnis. Beban listrik dan energi Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp1.012 juta menjadi sebesar Rp1.122 juta atau meningkat sebesar 9,8% karena meningkatnya aktivitas bisnis. Beban lain-lain Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp6.662 juta menjadi sebesar Rp9.274 juta atau meningkat sebesar 39,3% karena meningkatnya aktivitas bisnis. Beban Umum dan Administrasi Beban umum dan administrasi Perseroan dan Entitas Anak merupakan beban umum dan administrasi dalam rangka operasional Perseroan dan Entitas Anak. Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Beban umum dan administrasi Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp146.890 juta dimana terdapat kenaikan beban umum dan administrasi sebesar Rp17.754 juta atau sebesar 13,7% bila dibandingkan dengan beban umum dan administrasi Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp129.136 juta. Perubahan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan beban gaji dan tunjangan, administrasi, telepon, listrik dan air, penyusutan, manfaat karyawan, perbaikan dan pemeliharaan dan lain-lain dari Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar Rp472 juta, Rp4.647 juta, Rp8.825 juta, Rp2.601 juta, Rp461 juta, Rp1.212 dan Rp7.484 juta atau sebesar 0,7%, 18%, 41,8%, 14,8%, 11,3%, 56% dan 42,5% masing-masing dari sebesar Rp67.311 juta, Rp25.778 juta, Rp6.224 juta, Rp5.949 juta, Rp4.078 juta, Rp2.164 dan Rp17.629 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp67.783, Rp30.425 juta, Rp8.825 juta, Rp6.828 juta, Rp4.539 juta, Rp3.376 dan Rp25.113 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Beban gaji dan tunjangan Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp67.311 juta menjadi sebesar Rp67.783 juta atau meningkat sebesar 0,7% terutama disebabkan meningkatnya tingkat gaji, dan bertambahnya jumlah karyawan Perseroan dan Entitas Anak sehubungan dengan pengembangan pasar di Jawa dan di luar pulau Jawa. Beban administrasi Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp25.778 juta menjadi sebesar Rp30.425 juta atau meningkat sebesar 18% terutama disebabkan

Page 54: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

53

meningkatnya aktivitas bisnis Perseroan dan Entitas Anak sehubungan dengan pengembangan pasar di Jawa dan di luar pulau Jawa dan inflasi. Beban telepon, listrik dan air Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp6.224 juta menjadi sebesar Rp8.825 juta atau meningkat sebesar 41,8% terutama disebabkan meningkatnya aktivitas bisnis Perseroan dan Entitas Anak sehubungan dengan pengembangan pasar di Jawa dan di luar pulau Jawa dan kenaikkan tarif. Beban penyusutan Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp5.949 juta menjadi sebesar Rp6.828 juta atau meningkat sebesar 14,8% terutama disebabkan meningkatnya aktivitas bisnis sehingga Perseroan dan Entitas Anak menambah aset-aset untuk mendukung kegiatan administrasi. Beban manfaat karyawan Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp4.079 juta menjadi sebesar Rp4.539 juta atau meningkat sebesar 11,3% terutama disebabkan meningkatnya tingkat upah, dan bertambahnya jumlah karyawan Perseroan dan Entitas Anak sehubungan dengan pengembangan pasar di Jawa dan di luar pulau Jawa. Beban perbaikan dan pemeliharaan Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp2.164 juta menjadi sebesar Rp3.376 juta atau meningkat sebesar 56% terutama disebabkan meningkatnya aktivitas operasional Perseroan dan Entitas Anak sehubungan dengan pengembangan pasar di Jawa dan di luar pulau Jawa. Beban lain-lain Perseroan dan Entitas Anak meningkat dari sebesar Rp17.630 juta menjadi sebesar Rp25.113 juta atau meningkat sebesar 42,5% terutama disebabkan meningkatnya aktivitas bisnis Perseroan dan Entitas Anak sehubungan dengan pengembangan pasar di Jawa dan di luar pulau Jawa. Beban Lain-lain Beban lain-lain Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari beban pajak, dan lain-lain Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Beban lain-lain Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp11.558 juta dimana terdapat peningkatan beban lain-lain sebesar Rp10.678 juta atau sebesar 1.213% bila dibandingkan dengan beban lain-lain Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp880 juta. Perubahan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan beban pajak dan beban lain-lain yang masing-masing sebesar Rp 1.1079 juta dan Rp9.598 juta atau sebesar 1438,6% dan 1192,3% dari sebesar Rp 75.004 juta dan Rp1.154 juta pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi Rp 1.154 juta dan Rp10.403 juta pada tanggal 31 Desember 2014.

Page 55: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

54

Beban Keuangan Beban keuangan Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari pembebanan bunga yang berasal dari utang bank, utang obligasi, utang sewa pembiayaan, utang lembaga keuangan dan lain-lain. Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Beban keuangan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp102.885 juta dimana terdapat peningkatan beban keuangan sebesar Rp26.696 juta atau sebesar 35% bila dibandingkan dengan beban keuangan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp76.189 juta. Perubahan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan pembebanan bunga yang berasal dari utang bank dan lain-lain dari Perseroan dan Entitas Anak masing-masing menjadi sebesar Rp61.919 juta dan Rp16.336 juta atau sebesar 108% dan 175,8% dari sebesar Rp29.766 juta dan Rp5.924 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi sebesar Rp61.919 juta dan Rp16.336 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Laba Sebelum Pajak Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Laba sebelum pajak Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp84.949 juta dimana terdapat penurunan laba sebelum pajak sebesar Rp19.828 juta atau menurun sebesar 18,9% bila dibandingkan dengan laba sebelum pajak Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp104.777 juta. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan beban operasional dan keuangan Perseroan dan Entitas Anak yang lebih besar apabila dibandingkan dengan peningkatan penjualan Perseroan dan Entitas Anak di tahun 2014. Jumlah Beban Pajak Penghasilan Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Jumlah beban pajak penghasilan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp22.690 juta dimana terdapat penurunan jumlah beban pajak penghasilan sebesar Rp3.954 juta atau menurun sebesar 14,8% bila dibandingkan dengan jumlah beban pajak penghasilan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yaitu sebesar Rp26.644 juta. Hal ini karena adanya penurunan pada laba sebelum pajak.

Page 56: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

55

Laba Tahun Berjalan Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013. Sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut di atas, laba tahun berjalan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp62.259 juta dimana terdapat penurunan laba tahun berjalan sebesar Rp15.874 juta atau sebesar 20,3% bila dibandingkan dengan laba tahun berjalan Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang besarnya adalah Rp78.133 juta. Laba Komprehensif Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Kepentingan Nonpengendali Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012. Laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada epentingan nonpengendali Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp7.985 juta dimana terdapat penurunan kepentingan nonpengendali sebesar Rp1.422 juta atau sebesar 15,1% bila dibandingkan dengan kepentingan nonpengendali Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yaitu sebesar Rp9.407 juta. 10.3. Imbal Hasil Ekuitas dan Imbal Hasil Aset

(dalam jutaan Rupiah, kecuali ROE dan ROA) Keterangan

2013 (%) 2013

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 54,273 (21.03) 68,726

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 985,920 45.06 679,646

Aset 3,487,197 36.44 2,555,917

ROE (% ) 5.50% (45.56) 10.11%ROA (% ) 1.56% (42.12) 2.69%

31-Dec

Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity) Imbal hasil ekuitas (ROE) menunjukkan kemampuan Perseroan dan Entitas Anak untuk menghasilkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang diukur dari perbandingan antara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah ekuitas. Imbal hasil ekuitas Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 30 Desember 2014 dan 2013 masing-masing adalah sebesar 5,5% dan 10,1%.

Page 57: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

56

Imbal Hasil Aset (Return on Asset) Imbal hasil aset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dan Entitas Anak untuk menghasilkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang diukur dari perbandingan antara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah aset. Imbal hasil aset Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing adalah sebesar 1,8% dan 2,7%. 10.4. Likuiditas dan Solvabilitas Likuiditas Likuiditas mencerminkan kemampuan Perseroan dan Entitas Anak untuk memenuhi liabilitas jangka pendek dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Pada umumnya likuiditas diukur dengan menggunakan current ratio, yaitu perbandingan antara aset lancar dan liabilitas jangka pendek. Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 31 Desember 2013, rasio likuiditas Perseroan dan Entitas Anak masing-masing adalah sebesar 1,2x dan 1,1x. Solvabilitas Solvabilitas merupakan kemampuan Perseroan dan Entitas Anak dalam memenuhi seluruh liabilitasnya yang diukur dengan perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas (solvabilitas ekuitas) dan juga perbandingan antara jumlah liabilitas dengan aset (solvabilitas aset). Solvabilitas ekuitas Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing adalah sebesar 2,0x dan 2,1x. Hal ini menunjukkan bahwa utang Perseroan adalah sebesar 2 hingga 2,1 kali modal yang dimilikinya. Rasio ini masih jauh di bawah rasio yang ditetapkan kreditur yang besarnya adalah 3 kali. Solvabilitas aset Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing adalah sebesar 0,6x dan 0,7x. Hal ini menunjukkan bahwa liabilitas yang ada berjumlah sekitar 60% hingga 70% dari total aset yang dimiliki Perseroan. 11. Tingkat Kolektibilitas Piutang Perseroan memiliki rata-rata tingkat kolektibilitas piutang sebesar 48 hari dan 49 hari masing-masing pada tahun 2014 dan 2013. Tingkat perputaran piutang adalah sebesar 7,44 dan 7,39 masing-masing pada tahun 2014 dan 2013. Perseroan telah menetapkan cadangan atas penurunan nilai piutang yang mungkin terjadi di masa yang akan datang berdasarkan persentase atas saldo historis penurunan nilai piutang yang dapat tertagih serta kualitas kredit dari pelanggan. Pada tahun 2014 dan 2013, Perseroan mencatat pencadangan atas penurunan nilai piutang masing-masing sebesar Rp 2.526.217 (dalam ribuan Rupiah) dan Rp 2.572.152 (dalam ribuan Rupiah).

Page 58: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

57

12. Struktur Permodalan

(dalam juta Rupiah) 2014 % 2013 %

Liabilitas jangka pendek 646.701 19% 575.007 22% Liabilitas jangka panjang 1.580.097 45% 1.188.249 46%

Jumlah Liabilitas 2.226.798 64% 1.703.256 67% Dana Syirkah Temporer 145.742 4% 60.000 2% Jumlah Ekuitas 1.114.657 32% 792.661 31%

Jumlah 3.487.197 100% 2.555.917 100%

Perusahaan menetapkan kebijakan struktur modal dengan mempertahankan rasio utang sesuai (tidak lebih) dari financial covenant dalam perjanjian pinjaman. Manajemen secara berkala melakukan kajian terhadap struktur permodalan Perseroan. Sebagai bagian dari kajian berkala, manajemen mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang terkait serta berusaha menjaga rasio berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh pihak kreditur yaitu rasio utang terhadap ekuitas. Perseroan mengelola risiko modal untuk memastikan kelangsungan usaha, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. 13. Arus Kas

(dalam ribuan Rupiah)

2014 Perubahan

(%) 2013 Arus kas dari aktivitas operasi 11.340.451 -1.794% 214.747.763 Arus kas dari aktivitas investasi (789.021.627) 1% (781.837.318) Arus kas dari aktivitas pendanaan 905.891.079 69% 278.159.103 Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas 128.209.903 325%

(288.930.452)

Kas dan Setara Kas Awal Tahun 41.186.737 -796%

369.101.893

Kas dan Setara Kas Akhir Tahun

169.396.640 53%

80.171.441

Posisi kas dan setara kas pada tahun 2014 meningkat sebesar 177% atau meningkat sebesar Rp 141.873.971 menjadi sebesar Rp 222.045.412 dibandingkan posisi kas dan setara kas tahun 2013 sebesar Rp 80.171.441. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan modal saham sebesar Rp 252.000.000 di tahun 2014. 13.1. Arus Kas dari Aktivitas Operasional Pada tahun 2014, arus kas dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 11.340.451, apabila dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi tahun 2013 sebesar Rp 214.747.763 maka arus kas dari aktivitas operasi di tahun 2013 menurun sebesar Rp

Page 59: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

58

203.407.312 atau menurun sebesar 1.794%. Penurunan ini terjadi sebagian besar karena adanya peningkatan pembayaran kepada pemasok, karyawan dan untuk beban operasi lainnya pada tahun 2014 menjadi sebesar Rp 1.080.306.561. Apabila dibandingkan tahun 2013 yang besarnya adalah Rp 726.754.282 maka terjadi peningkatan sebesar Rp 353.552.279 atau meningkat sebesar 49% dibandingkan tahun 2013, peningkatan beban keuangan menjadi sebesar Rp 101.535.475 di tahun 2014 dibandingkan tahun 2013 yang besarnya adalah Rp 83.605.715 yang meningkat sebesar Rp 17.929.760 atau sebesar 21% dibandingkan tahun 2013. Sementara penerimaan kas dari pelanggan pada tahun 2014 adalah sebesar Rp 1.207.087.986 yang meningkat sebesar Rp 168.668.586 atau sebesar 18% apabila dibandingkan dengan tahun 2013 yang besarnya adalah Rp 1.038.419.400. 13.2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Pada tahun 2014, arus kas dari aktivitas investasi adalah sebesar negatif Rp 789.021.627 yang meningkat sebesar Rp 7.184.309 atau sebesar 1% dibandingkan tahun 2013 yang besarnya adalah negatif Rp 781.837.318. Hal ini terjadi karena diantaranya disebabkan pengurangan pada penerimaan hasil penjualan aset tetap menjadi Rp 3.886.236 di tahun 2014 berkurang sebesar Rp 12.844.002 atau sebesar 77% menjadi Rp 16.730.238.

13.3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pada tahun 2014, arus kas dari aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp 905.891.079 meningkat sebesar Rp 627.731.976 atau sebesar 69% apabila dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan tahun 2013 sebesar 283.106.201. Hal ini terjadi terutama karena pada tahun 2014 terjadi peningkatan utang bank dan dana syirkah temporer sebesar Rp 38.577.463 atau meningkat sebesar 31% menjadi Rp 124.939.727 dibandingkan tahun 2013 yang besarnya adalah Rp 86.362.264. Hal yang sama juga terjadi pada utang bank jangka panjang dan dana syirkah temporer yang meningkat sebesar Rp 93.840.521 atau meningkat sebesar 17% menjadi Rp 547.303.865 dibandingkan tahun 2013 yang besarnya adalah Rp 453.463.344. Penyebab lainnya adalah adanya penyeoran modal saham sebesar Rp 252.000.000 ditahun 2014. 14. Kebijakan Pembagian Dividen Kebijakan pembagian dividen Perseroan harus mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait jumlah yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham. Pada tahun 2014, Perseroan tidak membagikan dividen. Namun pada tahun 2013, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 30 Desember 2013 Perseroan, membagikan laba ditahan sebesar Rp 80.000.000.000 dalam bentuk dividen saham. Hal ini dilakukan karena Perseroan masih berfokus untuk investasi guna melakukan ekspansi usaha.

Page 60: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

59

Kebijakan Dividen Selama 2 (Dua) Tahun Terakhir

Keterangan 2014 2013 Dividen saham yang dibagikan Nihil Rp 80.000.000.000 Dividen per lembar saham (Rp) 0

Rp 200.000

15. Perbandingan Antara Target/Proyeksi Pada Awal Tahun Buku Dengan Hasil Yang Dicapai (Realisasi) Perbandingan antara target/proyeksi pada awal tahun buku dengan hasil yang dicapai (realisasi), mengenai pendapatan, laba, struktur permodalan, atau lainnya yang dianggap penting bagi perusahaan disajikan sebagai berikut: Pada tahun 2014, Perseroan telah berhasil meningkatkan penjualan bersih hingga mencapai Rp 1.098.905.004 (dalam ribuan rupiah) atau sebesar 79,27% dari proyeksi penjualan bersih yang telah ditentukan pada awal tahun. Laba bersih yang dibukukan pada tahun 2014 sebesar Rp 62.259.425 (dalam ribuan rupiah) atau mencapai 56,80% dari target tahun 2014. Hal ini terjadi karena makin meningkatnya beban operasional Perseroan. Sementara itu rasio utang terhadap ekuitas di tahun 2014 adalah sebesar 2,00 kali. Hal ini terjadi karena Perseroan berupaya memberlakukan kebijakan utang yang relatif konservatif. 16. Target/Proyeksi Untuk Satu Tahun Mendatang Target/proyeksi yang ingin dicapai perusahaan paling lama untuk satu tahun mendatang, mengenai pendapatan, laba (rugi), struktur modal, kebijakan dividen, atau lainnya yang dianggap penting bagi perusahaan. (Dalam Ribuan Rupiah kecuali DER) Target pendapatan tahun 2015 : Rp 1.877.989.171 Target laba komprehensif tahun 2015 : Rp 127.320.079 Target kebijakan dividen tahun 2015 : tidak membagikan dividen karena akan diinvestasikan kembali Batas rasio utang terhadap ekuitas (DER) di tahun 2015 adalah sebesar 3 kali 17. Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum

Dari hasil penawaran umum Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012, Perusahaan memperoleh dana sebesar Rp 395.866.156.400 setelah dikurangi biaya emisi obligasi dan sukuk ijarah sebesar Rp 4.133.843.600.

Semua dana hasil penawaran umum Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 telah digunakan seluruhnya berdasarkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Periode Juni 2014. Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum dilakukan sesuai dengan

Page 61: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

60

rencana yang diungkapkan di prospektus penawaran umum Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012. 18. Pembayaran Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Sukuk Ijarah di Tahun 2014

Pada tahun 2014, Perusahaan telah melakukan pembayaran bunga Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dan cicilan imbalan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu pada tanggal 18 Maret 2014, 18 Juni 2014, 18 September 2014 dan 18 Desember 2014. Jumlah bunga obligasi yang dibayarkan untuk setiap kali pembayaran adalah sebesar Rp 4.900.000.000 dan jumlah cicilan imbalan sukuk ijarah yang dibayarkan untuk setiap kali pembayaran sebesar Rp 4.950.000.000.

19. Informasi dan Fakta Material Yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Akuntan Akta Notaris Ariyani, S.H., No. 193, tanggal 24 Desember 2014, mengenai penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 152.000.000, telah ditegaskan kembali melalui akta Notaris Ariyani, S.H., No. 81, tanggal 18 Pebruari 2015. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- 0029976.AH.01.11.Tahun 2015 tanggal 12 Maret 2015. Pada tanggal 10 Maret 2015, Entitas memperoleh perpanjangan atas fasilitas utang bank yang diperoleh dari PT Bank Pan Indonesia Tbk. Berdasarkan surat tersebut, jangka waktu jatuh tempo pinjaman diperpanjang sampai dengan tanggal 24 Januari 2016 serta dibebani bunga pinjaman sebesar 12,5% per tahun. 20. Reklasifikasi Akun Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 telah direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, dengan rincian sebagai berikut:

Laporan Terdahulu Direklasifikasi ke Jumlah Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Utang Bank

Dana syirkah temporer

60.000.000

21. Perubahan Peraturan Perundang-undangan Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap Perusahaan dan Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan Tidak ada perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap Perusahaan dan berdampaknya terhadap laporan keuangan.

Page 62: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

61

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Dalam rangka mewujudkan visi Perusahaan untuk menjadi Perusahaan yang paling diidamkan, terus bertumbuh dan berkembang dengan mendayagunakan sumber daya alam yang memberikan manfaat bagi kehidupan. Perusahaan memahami bahwa salah satu kunci kesuksesan untuk mewujudkan visi tersebut adalah dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Perusahaan menyadari betapa pentingnya tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance atau ”GCG) di dalam mekanisme operasional perusahaan untuk menghasilkan kualitas produk yang terbaik dengan harga yang kompetitif, dan mengoptimalkan shareholder value yang berkaitan erat dengan bisnis perusahaan untuk jangka panjang. Pada tahun-tahun belakangan ini Perusahaan berusaha lebih lagi untuk mengadopsi prinsip GCG yang sesuai dengan tata kelola perusahaan guna meningkatkan transparansi, kewajaran, akuntabilitas, tanggung jawab, dan kemandirian dalam perusahaan. Saat ini upaya-upaya Perusahaan untuk melaksanakan GCG tersirat pada visi dan misi Perusahaan, nilai-nilai dasar Perusahaan, identitas Perusahaan dan filosofi yang terkandung di dalam logo Perusahaan. Dalam rangka menjamin pelaksanaan GCG tersebut, Perusahaan saat ini telah memiliki 2 (dua) orang Komisaris Independen yang membantu mengawasi jalannya operasi perusahaan. Perusahaan juga telah memberlakukan pengukuran kinerja dengan menggunakan Key Performance Indicators untuk setiap pihak yang ada dalam perusahaan. Dengan adanya KPI ini maka pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan obyektif dan profesional. Perusahaan juga menetapkan sasaran-sasarannya secara terukur dimana pencapaian sasaran ini akan selalu dievaluasi secara periodik dengan berdasarkan ukuran KPI yang menjadi patokan. Perusahaan telah memberlakukan sistem dan prosedur yang baku dalam setiap kegiatan usahanya termasuk proses pengambilan keputusannya. Hal ini ditandai dengan konsistensi Perusahaan dalam mengadopsi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, dan secara berkala dilakukan audit berdasarkan sistem manajemen mutu yang dianut Perusahaan yang melingkupi semua aspek terkait. 1. Dewan Komisaris Dewan Komisaris Perusahaan berjumlah lima orang, termasuk Komisaris Independen yang berjumlah 2 orang. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan, Dewan Komisaris diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk masa jabatan selama 3 (satu) tahun dan dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu.

Page 63: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

62

1.1. Tugas Dewan Komisaris Tugas utama Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan atas kebijaksanaan Direksi dalam menjalankan Perusahaan serta memberikan nasihat kepada Direksi. Dalam melakukan fungsi pengawasan, Komisaris dibantu oleh Komite Audit. Komisaris baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri setiap waktu dalam jam kerja kantor Perusahaan berhak memasuki bangunan dan halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perusahaan dan berhak memeriksa semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya, memeriksa dan mencocokan keadaan uang kas dan lain-lain serta berhak untuk mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi. Direksi dan setiap anggota Direksi wajib untuk memberikan penjelasan tentang segala hal yang dipertanyakan oleh Komisaris. Komisaris setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara seorang atau lebih anggota Direksi apabila anggota Direksi tersebut bertindak bertentangan dengan anggaran dasar dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menyebutkan alasannya. Komisaris diwajibkan untuk menyelenggarakan RUPS yang akan memutuskan apakah anggota Direksi yang bersangkutan akan diberhentikan seterusnya atau dikembalikan kepada kedudukannya semula, sedangkan anggota Direksi yang diberhentikan sementara itu diberi kesempatan untuk hadir guna membela diri. 1.2. Prosedur, Dasar Penetapan dan Jumlah Remunerasi Dewan Komisaris Sesuai dengan praktik Tata Kelola Perusahaan, para pemegang saham melalui RUPS merupakan pengambil keputusan yang tertinggi. Para pemegang saham dapat memberikan pandangannya dalam rapat umum pemegang saham yang diselenggarakan Perusahaan. Kriteria untuk proses asesmen terhadap kinerja Dewan Komisaris adalah pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan dan jalannya Perusahaan dan memberikan nasehat kepada Direksi untuk kepentingan dan mencapai tujuan Perusahaan. Penilaian juga mencakup evaluasi terhadap pelaksanaan tugas khusus yang telah diberikan sesuai dengan Anggaran Dasar dan/atau berdasarkan keputusan RUPS. Penilaian atas kinerja Dewan Komisaris dilaksanakan melalui RUPS. Gaji dan manfaat kesejahteraan lain Dewan Komisaris kemudian ditetapkan oleh RUPS. Secara umum penetapan remunerasi di setiap level dalam organisasi Perusahaan dirancang untuk memberikan penghargaan kepada karyawan sesuai dengan jabatannya dan mendorong mereka mencapai kinerja yang terbaik. Gaji dan manfaat kesejahteraan lain untuk Dewan Komisaris lebih kurang sebesar Rp 1.757.000.000 dan 1.793.900.000 masing-masing pada tahun 2014 dan 2013.

Page 64: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

63

1.3. Program Pelatihan Untuk Meningkatkan Kompetensi Dewan Komisaris Program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi Dewan Komisaris antara lain dengan ikut serta dalam seminar-seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan gas industri dan pengawasan serta kepemimpinan. Pada tahun 2014, sebagian Dewan Komisaris mengikuti konferensi yang diadakan oleh Gasworld di Singapura dan IOMA (The International Oxygen Manufacturers Association) di Kyoto, Jepang. 1.4. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris Dewan Komisaris melakukan rapat dengan Dewan Direksi Perusahaan sebanyak Pada tahun 2014, Dewan Komisaris mengadakan rapat dengan Dewan Direksi Perusahaan sebanyak 4 kali dalam setahun dengan tingkat kehadiran ± 90%. Dewan Komisaris sendiri mengadakan rapat sebanyak 6 kali dalam setahun dengan tingkat kehadiran ± 85%. 2. Dewan Direksi Direksi Perusahaan berjumlah termasuk Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama berjumlah 6 orang, termasuk 2 orang Direktur Independen. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan, Direksi diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk masa jabatan selama 3 (satu) tahun dan dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu. 2.1. Tugas Dan Wewenang Dewan Direksi Tugas Direksi Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya. Tanggung Jawab Direksi Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuannya. Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Wewenang Direksi Direksi berhak mewakili Perusahaan di dalam dan di luar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat Perusahaan dengan pihak lain dan pihak lain dengan Perusahaan serta menjalankan segala tindakan, baik mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, dengan pembatasan bahwa untuk :

a. Meminjam atau meminjamkan uang atas nama Perusahaan (tidak termasuk mengambil uang Perusahaan di Bank);

b. Mendirikan suatu usaha atau turut serta pada perusahaan lain, baik di dalam maupun di luar negeri;

c. Membeli, menjual atau dengan cara lain melepaskan hak-hak atas harta tetap dan perusahaan-perusahaan atau memberati harta kekayaan Perusahaan; dan

d. Mengikat Perusahaan sebagai penjamin

Page 65: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

64

Harus dengan persetujuan Dewan Komisaris. 2.2. Tugas dan Tanggung Jawab Anggota-Anggota Dewan Direksi 2.2.1. Direktur Utama Direktur Utama memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Mengarahkan, mengorganisasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan-kebijakan umum, peraturan serta sistem prosedur tata kerja agar sesuai dengan kebutuhan Perusahaan;

b. Mendorong pengembangan, alih teknologi, pemasaran, penjualan dan operasional bisnis baru yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi serta selaras dengan keinginan para pemangku kepentingan yang disesuaikan dengan kepentingan bisnis dalam kegiatan operasional perusahaan;

c. Mencapai kondisi perusahaan yang sehat yang dinyatakan dengan rasio keuangan yang sehat seperti Profitabilitas, Likuiditas dan Solvabilitas serta kinerja non keuangan lainnya;

d. Membuat berbagai komitmen, kerjasama dan keputusan dengan pihak institusi atau perorangan baik di dalam maupun di luar Perusahaan dalam rangka mengembangkan usaha serta memenangkan suatu pekerjaan proyek sesuai dengan batas-batas kebijakan Perusahaan;

e. Membuat laporan kinerja Perusahaan kepada pemegang saham dan pihak lain yang berkepentingan serta terpenuhinya kontrak manajemen yang ditetapkan pemegang saham pada saat RUPS yang sesuai dengan jadwal yang ditetapkan;

f. Mengusulkan berbagai usaha perbaikan untuk peningkatan nilai perusahaan kepada Pemegang Saham melalui restrukturisasi, reorganisasi, penambahan modal kerja, benchmarking, inovasi, merger, akuisisi dan lain-lain;

g. Mengevaluasi proses regenerasi dan pengkaderan calon-calon manajemen dan pimpinan Perusahaan sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan serta perkembangan organisasi Perusahaan;

h. Mengadakan, memelihara dan meningkatkan kerjasama serta hubungan yang baik dengan para pelanggan, lembaga keuangan, instansi pemerintah atau badan usaha lainnya, baik miliki pemerintah maupun swasta untuk kepentingan Perusahaan serta untuk menjaga citra Perusahaan;

i. Mengembangkan dan melaksanakan tata kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance dan melakukan perbaikan yang berkesinambungan untuk menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik dan memenuhi standar keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan, mutu, waktu dan biaya yang telah ditetapkan.

Hingga Laporan Tahunan PT Aneka Gas Industri Tahun 2014 ini diterbitkan, jabatan Direktur Utama diemban oleh Heyzer Harsono. 2.2.2. Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Membantu Direktur Utama dalam memenuhi tanggung jawabnya; b. Mewakili Direktur Utama apabila Direktur Utama berhalangan; c. Mengorganisasikan, mengkoordinasikan, mengarahkan, mengawai dan

mengendalikan semua rencana dan kegiatan Divisi SDM dan Umum agar

Page 66: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

65

dapat berjalan seuai dengan perencanaan, waktu dan biaya serta standar mutu yang telah ditetapkan;

d. Menelaah, menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan SDM dan Umum serta mengusahakan langkah-langkah yang efektif dan efisien;

e. Memastikan kepatuhan Perusahaan terhadap perundang-undangan dan peraturan yang berlaku;

f. Mengadakan, memelihara dan meningkatkan kerjasama serta hubungan yang baik dengan para pelanggan, lembaga-lembaga keuangan, instansi pemerintah dan badan usaha lainnya baik milik pemerintah maupun swasta untuk keperluan pengembangan pemasaran dan penjualan, peningkatan citra Perusahaan serta untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi Perusahaan;

g. Mengembangkan dan melaksanakan tata kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance dan melakukan perbaikan yang berkesinambungan untuk menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik dan memenuhi standar keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan, mutu, waktu dan biaya yang telah ditetapkan.

Hingga Laporan Tahunan PT Aneka Gas Industri Tahun 2014 ini diterbitkan, jabatan Wakil Direktur Utama diemban oleh Rachmat Harsono. 2.2.3. Direktur Pemasaran Direktur Pemasaran memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Mengarahkan, mengawasi dan mengendalikan semua rencana dan kegiatan-kegiatan pemasaran;

b. Merencanakan dan merumuskan kebijakan strategis yang menyangkut Pemasaran

c. Memonitoring dan mengarahkan proses-proses di seluruh Direktorat Pemasaran

d. Melakukan koordinasi strategis antar Direktorat e. Memberikan masukan kepada Direktur Utama dalam memutuskan hal-hal

yang berkaitan dengan Pemasaran f. Mengadakan, memelihara dan meningkatkan kerjasama serta hubungan yang

baik dengan para pelanggan, lembaga-lembaga keuangan, instansi pemerintah dan badan usaha lainnya baik milik pemerintah maupun swasta untuk keperluan pengembangan pemasaran dan penjualan, peningkatan citra Perusahaan serta untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi Perusahaan;

g. Menjamin tersedianya laporan kegiatan Direktorat Pemasaran secara periodik kepada Direktur Utama;

h. Mengembangkan dan melaksanakan tata kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance dan melakukan perbaikan yang berkesinambungan untuk menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik dan memenuhi standar keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan, mutu, waktu dan biaya yang telah ditetapkan.

Page 67: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

66

Hingga Laporan Tahunan PT Aneka Gas Industri Tahun 2014 ini diterbitkan, jabatan Direktur Pemasaran diemban oleh Etty Fardhiati. 2.2.4. Direktur Keuangan Direktur Keuangan memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

h. Mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan semua rencana dan kegiatan dalam pengelolaan keuangan termasuk pendanaan, keuangan dan investasi secara prodesional, efektif dan efisien;

i. Mengarahkan, mengembangkan dan memadukan seluruh kebijakan, sistem prosedur Perusahaan yang berhubungan dengan pendanaan, manajemen keuangan, pengadaan barang dan jasa dalam rangka mengembangkan bisnis Perusahaan;

j. Meneliti, menganalisa dan mengevaluasi laporan-laporan pelaksanaan pembelian, pengadaan, penyediaan batang, peralatan, jasa, pendanaan, investasi dan laporan kinerja keuangan untuk memperoleh gambaran tentang posisi keuangan Perusahaan dan mengusahakan langkah-langkah perbaikan yang efektif dan efisien;

k. Menjaga arus kas (cash flow) yang positif, tercapainya pembiayaan atau pendanaan yang efisien, terpeliharanya aset perusahaan dan terjalinnya kerja sama yang saling menguntungkan dengan institusi keuangan, asuransi, investor serta terlaksananya pelaksanaan sistem akuntansi yang akurat dan cepat sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku;

l. Memastikan kepatuhan Perusahaan terhadap perundang-undangan dan peraturan yang berlaku terutama yang berkaitan dengan Pasar Modal;

m. Mengadakan, memelihara dan meningkatkan kerjasama serta hubungan yang baik dengan para pelanggan, lembaga-lembaga keuangan, instansi pemerintah dan badan usaha lainnya baik milik pemerintah maupun swasta untuk keperluan pengembangan pemasaran dan penjualan, peningkatan citra Perusahaan serta untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi Perusahaan;

n. Menjamin tersedianya laporan kegiatan Direktorat Keuangan secara periodik kepada Direktur Utama;

o. Mengembangkan dan melaksanakan tata kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance dan melakukan perbaikan yang berkesinambungan untuk menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik dan memenuhi standar keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan, mutu, waktu dan biaya yang telah ditetapkan.

Hingga Laporan Tahunan PT Aneka Gas Industri Tahun 2014 ini diterbitkan, jabatan Direktur Keuangan diemban oleh Imelda Mulyani Harsono. 2.2.5. Direktur Operasional Direktur Operasional memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Mengarahkan, mengawasi dan mengendalikan semua rencana dan kegiatan-kegiatan operasional;

Page 68: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

67

b. Memberdayakan dan mengembangkan Unit Bisnis dan Direktorat Operasional yang ada agar beroperasi sesuai dengan perencanaan, waktu, biaya dan target yang telah ditetapkan;

c. Mengembangkan dan memelihara kompetensi inti Perusahaan sesuai dengan perkembangan teknologi, tuntutan pasar dan pelanggan serta membangun citra dan posisi Perusahaan ke tingkat daya saing yang optimal;

d. Mengarahkan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan-kebijakan Perusahaan terutama dalam bidang pengembangan organisasi, sistem prosedur operasi, teknologi terkini dan dapat diaplikasikan, sumber daya serta melaksanakan pembinaan terhadap pelaksanaan peraturan, kebijakan, sistem dan prosedur tata kerja yang sesuai dengan kebutuhan Perusahaan;

e. Mengadakan, memelihara dan meningkatkan kerjasama serta hubungan yang baik dengan para pelanggan, lembaga-lembaga keuangan, instansi pemerintah dan badan usaha lainnya baik milik pemerintah maupun swasta untuk keperluan pengembangan pemasaran dan penjualan, peningkatan citra Perusahaan serta untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi Perusahaan;

f. Menjamin tersedianya laporan kegiatan Direktorat Operasional secara periodik kepada Direktur Utama;

g. Mengembangkan dan melaksanakan tata kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance dan melakukan perbaikan yang berkesinambungan untuk menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik dan memenuhi standar keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan, mutu, waktu dan biaya yang telah ditetapkan.

Hingga Laporan Tahunan PT Aneka Gas Industri Tahun 2014 ini diterbitkan, jabatan Direktur Operasional diemban oleh Agus Purnomo. 2.2.6. Direktur Teknik Direktur Teknik memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Mengarahkan, mengawasi dan mengendalikan semua rencana dan kegiatan-kegiatan teknik;

b. Memberdayakan dan mengembangkan Direktorat Teknik yang ada agar beroperasi sesuai dengan perencanaan, waktu, biaya dan target yang telah ditetapkan;

c. Mengembangkan dan memelihara kompetensi inti Perusahaan sesuai dengan perkembangan teknologi, tuntutan pasar dan pelanggan serta membangun citra dan posisi Perusahaan ke tingkat daya saing yang optimal melalui hal-hal yang berkaitan dengan aspek teknik dan perekayasaan;

d. Menjamin berjalannya fungsi produksi dan perawatan mesin-mesin yang menjadi faktor produksi serta aspek pendukungnya yang terkelola dengan baik secara berkesinambungan.

e. Melakukan koordinasi strategis antar Direktorat f. Memberikan masukan kepada Direktur Utama dalam memutuskan hal-hal

yang berkaitan dengan Teknik

Page 69: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

68

g. Mengadakan, memelihara dan meningkatkan kerjasama serta hubungan yang baik dengan para pelanggan, lembaga-lembaga keuangan, instansi pemerintah dan badan usaha lainnya baik milik pemerintah maupun swasta untuk keperluan pengembangan pemasaran dan penjualan, peningkatan citra Perusahaan serta untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi Perusahaan;

h. Menjamin tersedianya laporan kegiatan Direktorat Teknik secara periodik kepada Direktur Utama;

i. Mengembangkan dan melaksanakan tata kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance dan melakukan perbaikan yang berkesinambungan untuk menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik dan memenuhi standar keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan, mutu, waktu dan biaya yang telah ditetapkan.

Hingga Laporan Tahunan PT Aneka Gas Industri Tahun 2014 ini diterbitkan, jabatan Direktur Teknik diemban oleh Phajar Hady Wibowo. 2.3. Prosedur, Dasar Penetapan dan Jumlah Remunerasi Dewan Direksi Sesuai dengan praktik Tata Kelola Perusahaan, para pemegang saham melalui RUPS merupakan pengambil keputusan yang tertinggi. Para pemegang saham dapat memberikan pandangannya dalam rapat umum pemegang saham yang diselenggarakan Perusahaan. Gaji dan manfaat kesejahteraan lain yang diterima Dewan Direksi ditentukan dengan berbasiskan Key Performance Indicators yang telah ditetapkan berdasarkan tugas, prestasi, tanggung jawab dan fungsi masing-masing Direksi di dalam mencapai kinerja Perusahaan. Penilaian atas kinerja Dewan Direksi dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dan RUPS. Gaji dan manfaat kesejahteraan lain Dewan Direksi kemudian ditetapkan oleh RUPS. Secara umum penetapan remunerasi di setiap level dalam organisasi Perusahaan dirancang untuk memberikan penghargaan kepada karyawan sesuai dengan jabatannya dan mendorong mereka mencapai kinerja yang terbaik. Gaji dan manfaat kesejahteraan lain untuk Dewan Direksi lebih kurang sebesar Rp 4.521.119.881.000 dan 4.688.915.000 masing-masing pada tahun 2014 dan 2013. 2.4. Program Pelatihan Untuk Meningkatkan Kompetensi Direksi Program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi Direksi antara lain dengan ikut serta dalam seminar-seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan pemasaran, teknik, gas industri dan keuangan serta kepemimpinan. Pada tahun 2014, sebagian Direksi mengikuti konferensi yang diadakan oleh Gasworld di Singapura, IOMA (The International Oxygen Manufacturers Association) di Kyoto, Jepang, Global Leadership Conference di Athena, Yunani dan Pelatihan Merger dan Akuisisi pada Chicago University, Amerika Serikat. Selain itu sebagian besar anggota Direksi juga mengikuti pelatihan kepemimpinan yang dilakukan di Jakarta. Pada tahun 2014 juga terdapat Direksi yang mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan bidang teknik khususnya maintenance di Indonesia.

Page 70: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

69

2.5. Frekuensi Rapat Dewan Direksi Pada Tahun 2014, Dewan Direksi mengadakan pertemuan sebanyak 17 kali dengan tingkat kehadiran Direksi ± 92%. 2.6. Keputusan RUPS Tahun Sebelumnya dan Realisasinya Di Tahun Buku Pada tahun 2014 dilakukan beberapa RUPS sebagai berikut : Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Aneka Gas Industri yang dilakukan pada tanggal 21-2-2014 di Surabaya yang termaktub dalam Akta Pernyataan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Aneka Gas Industri No. 25 Tanggal 21 Februari 2014 yang dibuat di hadapan Christina Inawati, S.H., Notaris di Surabaya dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.10-15301 Tahun 2014 tanggal 10 April 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan No. AHU-002559.AH.01.09.Tahun 2014 tanggal 10 April 2014.

1. Keputusan RUPSLB ini adalah : a. Menyetujui masuknya PT. Samator yang berkedudukan di Surabaya

sebagai pemegang saham baru dalam Perseroan melalui peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Dalam Modal Perseroan dengan mengambil bagian mengeluarkan saham yang masih dalam simpanan sebanyak 100.000 saham dengan nilai nominal per saham Rp 1.000.000,00. (satu juta Rupiah) atau total sebesar Rp 100.000.000.000,00 (seratus milyar Rupiah).

b. Menyetujui dan/atau mengesahkan penambahan/peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor dalam Perseroan dari semula Modal Ditempatkan dan Modal Disetor sebesar Rp 515.000.000.000,00 (lima ratus lima belas milyar Rupiah) menjadi Rp 615.000.000.000,00 (enam ratus lima belas milyar Rupiah), yaitu penambahan sebesar Rp 100.000.000.000,00 (seratus milyar Rupiah) atau sebanyak 100.000 (seratus ribu) saham dengan nilai nominal per saham Rp 1.000.000,00 (satu juta Rupiah) yang keseluruhannya ditempatkan dan disetor oleh PT. Samator yang berkedudukan di Surabaya, tersebut di atas, sebanyak 100.000 (seratus ribu) saham atau sebesar Rp 100.000.000.000,00 (seratus milyar Rupiah).

c. Dengan adanya penambahan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor tersebut, maka Rapat memutuskan untuk merubah ketentuan Pasal 4 ayat Anggaran Dasar Perseroan sehingga berbunyi sebagai berikut : Dari Modal Dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebesar 30,75% (tiga puluh koma tujuh puluh lima persen), atau sejumlah 615.000 (enam ratus lima belas ribu) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 615.000.000.000,00 (enam ratus lima belas milyar Rupiah). Sehubungan hal tersebut maka kedudukan pemegang saham adalah sebagai berikut : - PT. Aneka Mega Energi, sejumlah 504.700 (lima ratus empat ribu

tujuh ratus) saham dengan nilai nominal atau sebesar Rp 504.700.000.000,00 (lima ratus empat milyar tujuh ratus juta Rupiah);

- Rachmat Harsono, sejumlah 10.300 (sepuluh ribu tiga ratus) saham dengan nilai nominal atau sebesar Rp 10.300.000.000,00 (sepuluh milyar tiga ratus juta Rupiah);

Page 71: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

70

- PT. Samator, sejumlah 100.000 (seratus ribu) saham dengan nilai nominal atau sebesar Rp 100.000.000.000,00 (seratus milyar Rupiah)

- Sehingga seluruhnya berjumlah 615.000 (enam ratus lima belas) saham dengan nilai nominal per lembar saham Rp 1.000.000,00 (satu juta Rupiah) sehingga seluruhnya sebesar Rp 615.000.000.000,00 (enam ratus lima belas milyar Rupiah).

2. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Aneka Gas Industri yang

dilakukan pada tanggal 24-12-2014 di Surabaya yang termaktub dalam Akta Pernyataan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Aneka Gas Industri No. 193 Tanggal 24 Desember 2014 yang dibuat di hadapan Christina Inawati, S.H., Notaris di Surabaya. Keputusan RUPSLB ini adalah : a. Menyetujui masuknya Arief Harsono, Heyzer Harsono dan Rasid Harsono

sebagai pemegang saham baru dalam Perseroan melalui peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Dalam Modal Perseroan dengan mengambil bagian mengeluarkan saham yang masih dalam simpanan sebanyak 40.000 saham dengan nilai nominal per saham Rp 1.000.000,00. (satu juta Rupiah) atau total sebesar Rp 40.000.000.000,00 (empat puluh milyar Rupiah) dengan pembagian secara proporsional sebagai berikut : - Arief Harsono mengambil bagian sebanyak 36.740 (tiga puluh enam

ribu tujuh ratus empat puluh) saham Perseroan dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 36.740.000.000,00 (tiga puluh enam milyar tujuh ratus empat puluh juta Rupiah);

- Heyzer Harsono mengambil bagian sebanyak 1.744 (seribu tujuh ratus empat puluh empat) saham Perseroan dengan nilai nominal seluruh sebesar Rp 1.744.000.000,00 (satu milyar tujuh ratus empat puluh empat juta Rupiah);

- Rasid Harsono mengambil bagian sebanyak 1.516 (seribu lima ratus enam belas) saham Perseroan dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 1.516.000.000,00 (satu milyar lima ratus enam belas juta Rupiah).

b. Menyetujui dan/atau mengesahkan penambahan/peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor dalam Perseroan dari semula Modal Ditempatkan dan Modal Disetor sebesar Rp 615.000.000.000,00 (enam ratus lima belas milyar Rupiah) yang terbagi atas 615.000 (enam ratus lima belas) saham masing-masing bernilai nominal sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta Rupiah) diperbesar menjadi Rp 767.000.000.000,00 (tujuh ratus enam puluh tujuh milyar Rupiah) terbagi atas 767.000 (tujuh ratus enam puluh tujuh milyar Rupiah) masing-masing bernilai nominal sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta Rupiah). Atas penambahan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor sebesar Rp 152.000.000.000,00 (seratus lima puluh dua milyar Rupiah) atau sebanyak 152.000 (seratus lima puluh dua) saham dengan nilai nominal per saham sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta Rupiah) yang telah diambil bagian dan disetor penuh dalam Perseroan seluruhnya oleh : - Arief Harsono mengambil bagian sebanyak 36.740 (tiga puluh enam

ribu tujuh ratus empat puluh) saham Perseroan dengan nilai nominal

Page 72: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

71

seluruhnya sebesar Rp 36.740.000.000,00 (tiga puluh enam milyar tujuh ratus empat puluh juta Rupiah);

- Heyzer Harsono mengambil bagian sebanyak 1.744 (seribu tujuh ratus empat puluh empat) saham Perseroan dengan nilai nominal seluruh sebesar Rp 1.744.000.000,00 (satu milyar tujuh ratus empat puluh empat juta Rupiah);

- Rasid Harsono mengambil bagian sebanyak 1.516 (seribu lima ratus enam belas) saham Perseroan dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 1.516.000.000,00 (satu milyar lima ratus enam belas juta Rupiah).

- PT. Samator mengambil bagian sebanyak 112.000 (seratus dua belas ribu) saham Perseroan dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 112.000.000.000,00 (seratus dua belas milyar Rupiah).

Dengan adanya penambahan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor sehingga susunan pemegang saham Perseroan, berubah menjadi : - PT. Aneka Mega Energi sebanyak 504.700 ( lima ratus empat ribu

tujuh ratus) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 504.700.000.000,00 (lima ratus empat milyar tujuh ratus juta Rupiah).

- Rachmat Harsono sebanyak 10.300 (sepuluh ribu tiga ratus) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 10.300.000.000,00 (sepuluh milyar tiga ratus juta Rupiah).

- PT Samator sebanyak 212.000 (dua ratus dua belas ribu) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 212.000.000.000,00 (dua ratus dua belas milyar Rupiah).

- Arief Harsono, sebanyak 36.740 (tiga puluh enam ribu tujuh ratus empat puluh) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 36.740.000.000,00 (tiga puluh enam milyar tujuh ratus empat puluh juta Rupiah).

- Heyzer Harsono sebanyak 1.744 (seribu tujuh ratus empat puluh empat) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 1.744.000.000,00 (satu milyar tujuh ratus empat puluh empat juta Rupiah).

- Rasid Harsono sebanyak 1.516 (seribu lima ratus enam belas) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 1.516.000.000,00 (satu milyar lima ratus enam belas juta Rupiah).

c. Bahwa atas perubahan tersebut di atas, sehingga merubah pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan, selanjutnya dibaca dan berbunyi sebagai berikut : Dari Modal Dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebesar 39% (tiga puluh sembilan persen), atau sejumlah 767.000 (tujuh ratus enam puluh tujuh ribu) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 767.000.000.000,00 (tujuh ratus enam puluh tujuh milyar Rupiah), oleh para pendiri yang telah mengambil bagian saham.

3. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Aneka Gas Industri yang

dilakukan pada tanggal 18-2-2015 di Surabaya yang termaktub dalam Akta Pernyataan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Aneka Gas Industri

Page 73: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

72

No. 81 Tanggal 18 Februari 2015 yang dibuat di hadapan Christina Inawati, S.H., Notaris di Surabaya dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0015929 Tahun 2015 tanggal 12 Maret 2015 dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan No. AHU-0029976.AH.01.11.Tahun 2015 tanggal 12 Maret 2015. Keputusan RUPSLB ini adalah : Menegaskan kembali keputusan rapat yang diadakan pada tanggal 24-12-2014 (dua puluh empat Desember dua ribu empat belas), sebagaimana yang termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat, tertanggal 24-12-2014 (dua puluh empat Desember dua ribu empat belas) Nomor: 193, yang dibuat di hadapan Christina Inawati, S.H., Notaris di Surabaya.

Hingga pada saat Laporan Tahunan Tahun 2014 ini dibuat, tidak terdapat keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang belum terlaksana. 2.7. Perkara penting yang dihadapi oleh Emiten atau Perusahaan Publik, Entitas Anak, Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Tidak ada Perkara penting yang dihadapi oleh Emiten atau Perusahaan Publik, entitas anak, anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang sedang menjabat. 3. Hubungan Kepemilikan, Kepengurusan dan Pengawasan Perusahaan, Entitas Anak dan Pemegang Saham Berbentuk Badan Hukum Tabel hubungan kepengurusan dan pengawasan Perseroan, Entitas Anak dan pemegang saham berbentuk badan hukum adalah sebagai berikut:

Nama PT Aneka Mega Energi

PT Samator PT Samator Gas Industri

PT Ruci Gas

PT Samabayu Mandala

Arief Harsono (Komisaris Utama)

Komisaris Utama

Direktur Utama Komisaris Utama - Komisaris Utama

Rasid Harsono (Wakil Komisaris Utama)

Komisaris Wakil Direktur Utama

Komisaris - Direktur

Djasri Marin (Komisaris)

- - - - -

C.M. Bing Soekianto (Komisaris)

- - - - -

Agoest Soebhekti (Komisaris)

- - - - -

Heyzer Harsono (Direktur Utama)

Komisaris Wakil Direktur Utama

Komisaris Komisaris Komisaris Utama

Rachmat Harsono (Wakil Direktur Utama)

Direktur Utama

- Direktur Utama Direktur Utama

Direktur

Imelda M. Harsono (Direktur)

Direktur - Direktur - -

Etty Fardhiati (Direktur)

- - - - -

Page 74: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

73

Nama PT Aneka Mega Energi

PT Samator PT Samator Gas Industri

PT Ruci Gas

PT Samabayu Mandala

Agus Purnomo (Direktur)

- - - - -

Phajar Hadywibowo (Direktur)

- - - - -

4. Kepemilikan Saham Perusahaan Berikut ini adalah daftar kepemilikan saham perusahaan oleh berbagai pihak :

• PT Aneka Mega Energi : 65,80% • PT Samator : 27,64% • Arief Harsono : 4,79% • Heyzer Harsono : 0,20% • Rasid Harsono : 0,23% • Rachmat Harsono : 1,34%

Kepemilikan Saham Perusahaan Oleh Komisaris dan Direktur Heyzer Harsono (Direktur Utama) memiliki kepemilikan saham Perusahaan secara langsung sebesar 0,20% dan tidak langsung melalui PT. Aneka Mega Energi. Sedangkan Rachmat Harsono (Wakil Direktur Utama) memiliki kepemilikan saham Perusahaan secara langsung sebesar 1,34%. Sementara itu Arief Harsono (Komisaris Utama) dan Rasid Harsono (Wakil Komisaris Utama) memiliki kepemilikan saham Perusahaan secara langsung masing-masing sebesar 4,79% dan 0,23% dan secara tidak langsung melalui PT. Aneka Mega Energi. 5. Komite Audit Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh direksi kepada Dewan Komisaris, mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris, antara lain meliputi :

a. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan perusahaan seperti laporan keuangan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya;

b. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan;

c. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal; d. Melaporkan kepada Komisaris berbagai risiko yang dihadapi perusahaan dan

pelaksanaan manajemen risiko oleh direksi; e. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Komisaris atas pengaduan

yang berkaitan dengan Emiten atau Perusahaan Publik; dan f. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi perusahaan.

Page 75: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

74

Hingga Laporan Tahunan ini diterbitkan, Komite Audit terdiri dari 3 orang anggota yaitu Agoest Soebhektie sebagai ketua Komite Audit, Hie Tek Un dan Djony Winarto sebagai anggota Komite Audit. Komite Audit mengadakan rapat dengan Dewan Komisaris sesuai dengan keperluan. Pada tahun 2014, Komite Audit mengadakan 4 kali pertemuan, semua anggota Komite Audit wajib hadir pada rapat tersebut sehingga tingkat kehadirannya adalah 100%. Ketua Komite Audit dan Anggota Komite Audit merupakan pihak yang independen dan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak.

Nama PT Samator Gas Industri

PT Ruci Gas PT Samabayu Mandala

Agoest Soebhekti - - - Hie Tek Un - - - Djony Winarto - - -

Profil Agoest Soebhektie (Ketua Komite Audit) Warga Negara Indonesia, lahir di Magelang pada tanggal 5 Agustus 1953. Menyelesaikan pendidikan sarjana (Sarjana Ekonomi) di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang pada tahun 1978 dan menyelesaikan program pasca sarjana pada Program Pasca Sarjana Manajemen Agri Bisnis Institut Pertanian Bogor pada tahun 1994. Berbagai jabatan yang pernah dijabat antara lain Direktur di Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia, Direktur BNI Bidang Consumer, Direktur BNI Bidang Retail, Direktur LPPI dan Senior Advisor di PT GTWO IMC Evolution. Selama perjalanan karirnya banyak mengikuti pendidikan dan pelatihan beberapa diantaranya adalah Quality Leadership and Life Management (2009) dan Asian Leadership Management (2009). Aktif menjadi pengajar di Universitas Pancasila dan LPPI. Saat ini juga sedang menjabat sebagai Komisaris Utama dan sekaligus Komisaris Independen di PT Bank DKI Tbk. Menjabat sebagai Ketua Komite Audit berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. 078/UM.5-III/2014 tanggal 18 Maret 2014 untuk periode jabatan tanggal 18 Maret 2014 sampai dengan 18 Maret 2017. Profil Hie Tek Un (Anggota Komite Audit) Warga Negara Indonesia, 47 tahun. Lahir di Semarang pada tanggal 21 Juli 1968. Menyelesaikan pendidikan di Politeknik Jurusan Teknik Mesin, Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1990. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Jurusan Teknik Mesin di Universitas Jayabaya, Jakarta pada tahun 1995 dan menyelesaikan Program Magister Manajemen (S2) di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 2010. Memulai karir sebagai Staff Engineering di PT Guna Elektro, Jakarta hingga bekerja sebagai Plant General Manager di PT Charoen Pokphand Indonesia, Surabaya serta kembali

Page 76: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

75

sebagai Plant General Manager di PT Dempo Laser Metalindo (anak perusahaan dari PT Guna Elektro) di Surabaya. Aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi. Menjabat sebagai Anggota Komite Audit berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. 201/UM.IX/2014 tanggal 1 September 2014 untuk periode jabatan tanggal 1 September 2014 sampai dengan 18 Maret 2017. Profil Djony Winarto (Anggota Komite Audit) Lahir di Lumajang, Jawa Timur, pada tanggal 20 Juni 1969. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada tahun 1993. Karir di operasional perusahaan meliputi PT. Sungwoo Indonesia, PT. Autokorindo Pratama, PT. Sandana. Menjabat sebagai Anggota Komite Audit berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris No. 078/UM.5-III/2014 tanggal 18 Maret 2014 untuk periode jabatan tanggal 18 Maret 2014 sampai dengan 18 Maret 2017. 6. Sekretaris Perusahaan Tugas pokok Sekretaris Perusahaan adalah :

a. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal;

b. Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal yang berkaitan dengan kondisi Emiten atau Perusahaan Publik;

c. Memberikan masukan kepada Direksi Emiten atau Perusahaan Publik untuk mematuhi ketentuan Undang-Undang nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya; dan

d. Sebagai penghubung atau contact person antara Emiten atau Perusahaan Publik dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan masyarakat.

Semua hal tersebut di atas dilaksanakan oleh Sekretaris Perusahaan pada tahun 2014. Saat ini jabatan Sekretaris Perusahaan diemban oleh Rachmat Harsono, Wakil Direktur Utama Perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama No. 0022/SKEP-12/DIRUT/VI/2008 Tanggal 2 Juni 2008 Tentang Pengangkatan Corporate Secretary dan diangkat kembali berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama No. 0021/SKEP-14/DIRUT/VI/2013 Tanggal 3 Juni 2013 Tentang Pengangkatan Corporate Secretary Profil Sekretaris Perusahaan (Rachmat Harsono) Menyelesaikan pendidikan sarjana (Bachelor of Science) di Marquette University, Wisconsin USA pada tahun 2003 dan pasca sarjana (S2) Master of Business Administration di University of Chicago, Booth School of Business pada tahun 2011. Aktif mengikuti berbagai pelatihan dan konferensi terkait kepemimpinan, keuangan, pasar modal dan gas industri di dalam dan luar negeri. Pada tahun 2014 mengikuti Global Leadership Conference di Athena, Yunani, Pelatihan Merger dan Akuisisi pada University of Chicago, Amerika Serikat, konferensi yang diadakan oleh

Page 77: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

76

Gasworld di Singapura dan IOMA (International Oxygen Manufacturers Association) di Kyoto, Jepang serta pelatihan 7 Habits of Highly Effective People di Jakarta. Beberapa jabatan yang pernah dan sedang dijabat antara lain Direktur Komersial PT Aneka Gas Industri (2004-2007), Direktur Utama PT Samator Gas Industri (2007 – sekarang), dan Direktur Utama PT Ruci Gas d/h PT Raja Prima Syngas (2007 – sekarang). Menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Perusahaan sejak tahun 2007, menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan sejak tahun 2008 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama No. 0022/SKEP-12/DIRUT/VI/2008 dan diangkat kembali berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama No. 0021/SKEP-14/DIRUT/VI/2013. 7. Pengendalian Internal Manajemen meyakini sepenuhnya bahwa dalam rangka mengawasi operasional dan juga mengamankan kekayaan Perusahaan, diperlukan sistem pengendalian internal sebagai alat bantu. Sistem pengendalian internal tersebut dinyatakan dalam bentuk kebijakan dan prosedur yang jelas sehingga mampu secara efektif melakukan fungsi pengendalian sekaligus meminimalisasi risiko yang mungkin timbul. Oleh sebab itu unit kerja pelaksanaan pengawasan internal (unit internal audit) telah dibentuk ketika Perusahaan secara resmi berdiri di tahun 1971. Manajemen menyadari bahwa sistem pengendalian internal yang sudah diterapkan ini tidak menjamin tidak ada risiko penyelewengan ataupun risiko lainnya. Namun Manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem pengendalian internal agar dapat meningkatkan kinerja Perusahaan pada umumnya. Unit Audit Internal merupakan suatu unit yang sejajar dengan Sekretaris Perusahaan dan bertanggung jawab terhadap Dewan Direksi. Dalam pelaksanaannya, Unit Audit Internal akan berkomunikasi secara intensif dengan Dewan Komisaris. Tugas dan tanggung jawab Unit Audit Internal adalah :

a. Menyusun dan melaksanakan aktivitas audit internal tahunan berdasarkan prioritas risiko sesuai dengan tujuan perusahaan;

b. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian intern dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan perusahaan;

c. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan lainnya;

d. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen;

e. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris;

f. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;

g. Bekerja sama dengan Komite Audit; h. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang

dilakukannya; dan i. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.

Page 78: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

77

Semua hal tersebut di atas, telah dilakukan oleh Unit Audit Internal pada tahun 2014. Wewenang Unit Audit Internal adalah :

a. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang perusahaan terkait dengan tugas dan aktivitasnya;

b. Melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit serta anggota dari Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau Komite Audit;

c. Mengadakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direksi, Dewan Komisaris dan/atau Komite Audit; dan

d. Melakukan koordinasi kegiatannya dengan kegiatan auditor eksternal. Saat ini jabatan Ketua Unit Audit Internal diemban oleh Tjokro Ali Widjaja berdasarkan Keputusan Rapat Dewan Komisaris PT. Aneka Gas Industri No. 09/Srt/Hkm-AGI/III/2010 Tanggal 25 Maret 2010. Profil Tjokro Ali Widjaja Menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Jakarta serta pendidikan pasca sarjana (S2) di program Magister Manajemen Universitas Gajah Mada. Berbagai jabatan yang pernah dan sedang dijabat antara lain sebagai Manajer Keuangan dan Akuntansi PT Samator Prima Jakarta Gas (1999 - 2005) dan General Manager Keuangan PT Samator (2005 – sekarang). Menjabat sebagai Ketua Unit Audit Internal sejak tahun 2010. 8. Sistem Pengendalian Internal 8.1. Sistem Pengendalian Internal Yang Dilakukan Pihak manajemen telah menetapkan suatu sistem pengendalian internal yang efektif untuk mengamankan investasi dan aset perusahaan dengan memperhatikan 5 elemen sistem pengendalian internal yang meliputi :

1. Lingkungan Pengendalian Internal dalam perusahaan yang dilaksanakan secara disiplin dan terstruktur, yang terdiri dari :

a. Integritas, nilai etika, dan kompetensi karyawan b. Filosofi dan gaya manajemen c. Cara yang ditempuh manajemen dalam melaksanakan kewenangan dan

tanggung jawabnya; d. Pengorganisasian dan pengembangan sumber daya manusia e. Perhatian dan arahan yang dilakukan oleh Direksi

2. Penetapan risiko oleh manajemen, yaitu suatu proses untuk mengidentifikasi, menganalisis, menilai pengelolaan risiko yang relevan.

3. Sistem komunikasi dan informasi manajemen yaitu suatu proses penyajian laporan mengenai kegiatan operasional, finansial, serta ketaatan dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan oleh Perusahaan.

4. Aktivitas pengendalian, yaitu tindakan-tindakan yang dilakukan dalam suatu proses pengendalian terhadap kegiatan perusahaan pada setiap tingkat dan unit

Page 79: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

78

dalam struktur organisasi perusahaan, antara lain mengenai kewenangan, otorisasi, verifikasi, rekonsiliasi, penilaian atas prestasi kerja, pembagian tugas, dan keamanan terhadap aset perusahaan.

5. Pengawasan, yaitu proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal, termasuk fungsi internal audit pada setiap tingkat dan unit dalam struktur organisasi perusahaan, sehingga dapat dilaksanakan secara optimal.

8.2. Pandangan Atas Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Sistem Pengendalian Internal Perusahaan memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan adanya koordinasi yang baik antara fungsi pengendalian perusahaan sehingga dapat berfungsi secara efektif. Evaluasi terhadap efektivitas sistem pengendalian internal dilakukan secara berkala. Evaluasi ini dilakukan oleh auditor eksternal untuk memastikan bahwa kualitas kerja dari tim internal audit sesuai dengan standar internal auditor yang berlaku. Saat ini sistem pengendalian internal yang dianut oleh Perusahaan mampu berjalan dengan efektif. 9. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 9.1. Aspek Lingkungan Hidup Bahan baku yang dipergunakan oleh Perusahaan dalam memproduksi produk gas industri sebagian besar adalah berasal dari udara. Udara diserap dan dipisah-pisahkan berdasarkan titik cair masing-masing komponennya. Oleh sebab itu proses produksi yang dilakukan Perusahaan sepenuhnya tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan. Dalam hal proses produksi yang dilakukan perusahaan membutuhkan air, maka air yang digunakan merupakan air yang dipergunakan terus menerus dan didaur ulang sehingga tidak menimbulkan pemborosan dalam pemakaian air. Bahkan dalam saluran air ini, ditabur ikan-ikan yang ketika besar dapat dipanen bersama-sama. Perusahaan juga menerapkan konsep green factory untuk pabrik-pabriknya yang memiliki lahan luas. Lahan ini ditanami berbagai tumbuhan agar suasana makin asri. Hal-hal yang dilakukan ini merupakan bagian dari kegiatan operasional perusahaan sehingga tidak membutuhkan alokasi biaya secara khusus untuk melakukannya. 9.2. Aspek Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Perusahaan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan kesehatan kerja (K3). Hal ini terlihat dari pemberlakuan standar prosedur operasi terkait hal ini. Setiap karyawan yang berada di lingkungan pabrik harus menggunakan peralatan pelindung tubuh seperti kacamata pelindung, helm, sepatu dan sarung tangan pelindung. Peralatan ini juga harus digunakan oleh karyawan yang bertugas mendistribusikan produk kepada para pelanggan. Mengingat bahwa produk gas ini juga mengandung tekanan yang tinggi maka perawatan semua sarana dan prasarana yang dimiliki Perusahaan dilakukan secara terjadwal. Perusahaan juga menerapkan kebijakan yang sangat ketat di lingkungan pabrik seperti adanya larangan merokok di dalam pabrik. Penerapan aspek ketenagakerjaan dan K3 di perusahaan dilaksanakan berdasarkan peraturan perundangan, standar nasional dan internasional. Melalui penerapan peraturan perundangan dan standar nasional maupun internasional maka perusahaan

Page 80: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

79

dapat memperoleh pengakuan dari dan menjaga mutu produk dan menjamin keselamatan dan kesehatan kerja. Perusahaan dan pimpinan telah menunjukkan komitmen dalam aspek K3 melalui kebijakan keselamatan, kesehatan kerja (K3) dan lingkungan (HSE/Health Safety Environment) sebagai berikut: Perusahaan selalu mensosialisasikan Program K3 pada karyawan guna :

1. Meningkatkan kepedulian terhadap Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan dimanapun Perusahaan beroperasi.

2. Menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan dan senantiasa memperbaikinya secara terus menerus.

Beberapa hal yang dilakukan terkait dengan Program K3 ini adalah:

1. Membuat dan memelihara plant equipment dan sistem kerja yang aman bagi karyawan dan lingkungan.

2. Membuat program kerja untuk memastikan Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan serta potensi bahaya yang berkaitan dengan seluruh proses produksi selalu terkendali dan memperbaikinya secara terus menerus.

3. Memelihara tempat kerja dalam kondisi yang aman tanpa adanya bahaya terhadap Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan.

4. Menyediakan alat pelindung diri yang sesuai berkaitan dengan Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan kepada karyawan dan pengunjung.

5. Menempatkan kebijakan kebersihan lingkungan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan dan senantiasa memastikan kebersihan lingkungan yang baik untuk menghindari kecelakaan yang besar (Major Accident)

6. Menerapkan sistem penghargaan-hukuman (reward-punishment) berkaitan dengan Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan, tertulis dalam peraturan perusahaan.

Kebijakan tersebut diaplikasikan dalam program kerja dan kegiatan di lapangan. Program QHSE merupakan aplikasi kebijakan dalam kegiatan yang dilakukan secara rutin dalam jangka waktu satu tahun. Kebijakan QHSE diletakkan pada kegiatan unit kerja dengan dokumen pendukung yaitu kebijakan QHSE yang telah ditandatangani oleh Pimpinan tertinggi perusahaan. Program QHSE dilakukan melalui:

a. Midyear Meeting. Pertemuan midyear meeting ini akan dihadiri oleh semua jajaran direksi. Hal hal yang dibahas adalah review dan evaluasi pelaksanaan rencana HSE proyek. Pekerjaan yang sedang berlangsung, Sistem Manajemen HSE (SMHSE) kontraktor, evaluasi SMHSE kontraktor, tindak lanjut sementara MWT (Management Walk Through).

b. Monthly HSE Project Management Meeting Pertemuan ini dilaksanakan setiap bulan yang dihadiri oleh manajemen proyek. Hal hal yang dibahas dalam rapat ini adalah HSE performance / KPI, permasalahan HSE di lapangan, Leading indicator, kejadian-kejadian (accident), pencemaran lingkungan, status tindak lanjut permasalahan, pelatihan HSE dan tindak lanjut.

Page 81: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

80

c. Poster dan Rambu-Rambu Pemasangan poster dan rambu tentang HSE akan diletakkan pada setiap bagian dan ruangan. Jenis dan jumlah poster dan rambu akan menyesuaikan hasil assessment kebutuhan pada tiap bagian dan ruangan. Selain itu akan ada poster yang terkait dengan hasil investigasi atau laporan kecelakaan sebagai bentuk peringatan bagi pekerja agar tidak mengulangi hal yang sama.

d. Fire safety system Fire safety system merupakan salah satu program prioritas HSE untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Tindakan yang perlu dipersiapkan adalah mengenai instalasi proteksi aktif meliputi hidrant, sprinkler, fire detector dan APAR. Pelatihan pemadaman api rutin serta emergency drill setiap tahun harus dilaksanakan.

e. Komunikasi HSE Komunikasi ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait HSE kepada seluruh personel. Komunikasi HSE dapat dilakukan melalui email, memo, Papan informasi HSE, Papan statistik HSE, Rapat HSE, HSE Induction & Orientasi, pelatihan HSE, dan media yang lainnya.

f. Pelatihan HSE Semua karyawan baru, subkontraktor, vendor dan tamu yang bekerja di dalam ruang lingkup Perusahaan diwajibkan untuk mengikuti minimum HSE Induction / Orientasi Lapangan sebelum bekerja di area kerja.

Sama seperti aspek lingkungan hidup yang disebutkan sebelumnya, hal-hal yang dilakukan ini merupakan bagian dari kegiatan operasional perusahaan sehingga tidak membutuhkan alokasi biaya secara khusus untuk melakukannya. 9.3. Aspek Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan Perusahaan berupaya melibatkan lingkungan sekitar dan masyarakat lokal dalam kegiatan operasinya. Sebagai contoh untuk posisi yang tidak membutuhkan kualifikasi khusus seperti satuan pengaman (satpam) dapat diisi oleh penduduk dari lingkungan sekitar sepanjang memenuhi persyaratan minimal. Aktivitas tanggung jawab sosial lainnya yang dilakukan di antaranya adalah melakukan kegiatan donor darah dengan bekerjasama dengan PMI (Palang Merah Indonesia). Kegiatan ini biasanya dilakukan di kantor Perusahaan dengan dibantu oleh PMI sehingga tidak mengeluarkan biaya. 9.4. Aspek Tanggung Jawab Produk Produk Perusahaan merupakan produk yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat umum maupun masyarakat industri oleh sebab itu Perusahaan sangat mengedepankan kualitas pelayanan dan ketersediaan produknya. Bahkan sebagai komitmen Perusahaan bagi sektor kesehatan di tanah air, Perusahaan memberikan prioritas kepada pelanggan dari sektor kesehatan seperti rumah sakit agar dapat terjamin pasokan oksigen dan nitrous oxide. Perusahaan berkomitmen untuk memberikan produk yang berkualitas kepada para pelanggannya karena menyadari bahwa produknya merupakan produk yang penting bagi para proses produksi dan memberikan nilai tambah para pelanggannya. Perusahaan juga berupaya melakukan

Page 82: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

81

pengembangan aplikasi produk yang dapat digunakan oleh para pelanggannya sebagai contoh saat ini produk gas nitrogen dipandang lebih aman digunakan sebagai pengawet alami bagi produk-produk makan dan minuman dibandingkan dengan produk kimiawi. Perusahaan berpegang teguh pada prinsip keamanan dan keselamatan dalam memasarkan dan menjual produknya. Produk gas industri merupakan produk yang membutuhkan penanganan yang unik dan khusus dengan standar keamanan dan keselamatan yang ketat. Perusahaan secara berkala melakukan pemeriksaaan keamanan dengan salah satu contohnya adalah kalibrasi dari sarana dan prasarana pemasaran yang dimiliki seperti tabung, PGS, road trailer dan mobil tanki. Pada kasus dimana pelanggan membeli produk perusahaan dengan menggunakan kemasan yang berasal dari pelanggan dan ternyata tidak memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan yang ditetapkan perusahaan, maka perusahaan akan menolak untuk mengisinya demi keselamatan dan keamanan bersama.

Page 83: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

82

SUMBER DAYA MANUSIA Perusahaan menyadari pentingnya peran sumber daya manusia atas keberhasilan Perusahaan dalam menjalankan usahanya. Oleh karena itu, Perusahaan secara bersungguh-sungguh, terencana dan berkesinambungan memusatkan perhatian untuk selalu memperhatikan pengembangan dan kualitas sumber daya manusia, melalui peningkatan kemampuan karyawan, pemeliharaan dan pelayanan kesejahteraan bagi seluruh karyawan baik secara teknis, fungsional maupun manajerial. Perjanjian Kerja antara Entitas dan Entitas Anak dengan karyawan dibuat melalui perjanjian kerja yang telah sesuai dengan aturan pemerintah dan telah saling dimengerti oleh Entitas dan Entitas Anak dengan Karyawan sehingga tidak dibentuk suatu serikat pekerja. Dalam menerapkan sistem penggajian yang adil untuk karyawan, Perusahaan telah menerapkan sistem penggajian yang sesuai dengan bobot masing-masing pekerjaan dengan gaji terendah di atas Upah Minimum Regional (UMR). Untuk menciptakan suasana kerja yang baik, Entitas dan Entitas Anak telah memperhatikan kesejahteraan karyawan melalui usaha-usaha sebagai berikut:

• Program BPJS Tenaga Kerja (dahulu JAMSOSTEK / Jaminan Sosial Tenaga Kerja)

• Asuransi kesehatan dan rumah sakit bagi seluruh karyawan dan keluarganya • Rekreasi bersama seluruh karyawan dan keluarganya • Sarana olah raga, ibadah dan hiburan • Sarana keselamatan dan kesehatan kerja (K3) • Koperasi karyawan

Sesuai dengan anjuran dari pemerintah, Perusahaan juga telah menjalankan dana pensiun melalui Tunjangan Hari Tua dari BPJS Tenaga Kerja (dahulu Jamsostek). Komposisi Karyawan Dengan semakin meningkatnya kegiatan operasi Entitas dan Entitas Anak , maka diperlukan penambahan tenaga-tenaga yang handal dan profesional dalam bidangnya demi kelancaran operasional Entitas dan Entitas Anak . Pada Tanggal 31 Desember 2014 Entitas dan Entitas Anak mempekerjakan sebanyak 2.034 karyawan. Berikut ini adalah komposisi karyawan Entitas dan Entitas Anak per 31 Desember 2014 menurut jenjang pendidikan, jabatan dan kelompok usia. Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan

Jenjang Pendidikan Entitas Entitas Anak Jumlah (%) Jumlah (%) Pasca Sarjana 20 2 17 2 Sarjana 263 26 263 26 Diploma/Akademi 136 13 108 11 SLTA 541 53 545 54 SLTP dan lain-lain 63 6 78 8 Jumlah 1023 100 1011 100

Page 84: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

83

Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Usia

Kelompok Usia Entitas Entitas Anak Jumlah (%) Jumlah (%) 17 sampai dengan 30 tahun 379 37 468 46 31 sampai dengan 40 tahun 334 33 342 34 41 sampai dengan 50 tahun 236 23 173 17 Di atas 50 tahun 74 7 28 3 Jumlah 1023 100 1011 100

Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Kelompok Jabatan

Jabatan Entitas Entitas Anak Jumlah (%) Jumlah (%) Direktur Utama 1 1 3 1 Direktur 5 1 5 1 General Manager 9 1 7 1 Manajer 54 5 46 4 Penyelia 62 6 35 3 Staf dan lain-lain 892 86 915 90

Jumlah 1023 100 1011 100 Pengembangan Kompetensi Karyawan Pengembangan kompetensi karyawan dilakukan dengan melakukan pelatihan internal maupun dengan mengikutsertakan karyawan pada pelatihan eksternal yang diadakan oleh lembaga pelatihan independen baik di dalam maupun di luar negeri. Setiap karyawan wajib mendapatkan pelatihan minimal sebanyak 2 hari per tahun. Selain program tersebut perusahaan juga memberikan beasiswa bagi karyawan yang berprestasi untuk dapat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2014 diadakan beberapa pelatihan untuk mengembangkan kompetensi karyawan. Pelatihan-pelatihan tersebut beberapa diantaranya adalah : 1. Pelatihan Team Building 2. Pelatihan Kepemimpinan Yang Efektif 3. Pelatihan-pelatihan di bidang teknik dan penjualan serta pengetahuan produk gas

industri.

Page 85: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

84

Berikut ini adalah struktur organisasi Perusahaan

Dewan Komisaris Komisaris Utama : Arief Harsono Wakil Komisaris Utama : Rasid Harsono Komisaris Independen : Agoest Soebhektie Komisaris Independen : C.M. Bing Soekianto Komisaris : Djasri Marin Direksi Direktur Utama : Heyzer Harsono Wakil Direktur Utama : Rachmat Harsono Direktur Keuangan : Imelda Mulyani Harsono Direktur Pemasaran : Etty Fardhiati Direktur Operasional : Agus Purnomo Direktur Teknik : Phajar Hadywibowo Corporate Secretary Rachmat Harsono Komite Audit Ketua : Agoest Soebhektie Anggota : Hie Tek Un Anggota : Jony Winarto Unit Audit Internal Ketua : Tjokro Ali Widjaja

KOMISARIS

GM AKUNTANSI

GM KEUANGAN

INFORMASI TEKNOLOGI

SUMBER DAYA

MANUSIA &

OPERASIONAL

GM PEMBELIAN

PEMASARAN

GM WILAYAH I & II SUMATERA

TEKNIK

GM WILAYAH III JABAR &

MANAGER DISTRIK WILAYAH IV

JAWA TENGAH

GM WILAYAH V JAWA TIMUR

GM WILAYAH VI & VII

MANAGER TEKNIK

MANAGER HSE

MANAGER PROYEK

KEUANGAN

KOMITE AUDIT

INTERNAL AUDIT

DIREKSI

CORPORATE SECRETARY

GM Produksi dan Maintenance

MANAGER PENGEMBANGAN

WILAYAH

MANAGER APLIKASI &

PENELITIHAN

MANAGER PEMASARAN

Page 86: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

85

Operasional General Manager Wilayah I dan II : Herry Tjokro General Manager Wilayah III : Budi Santosa Manajer Distrik Wilayah IV : William Kusnan General Manager Wilayah V : Budi Susanto Manager Distrik Wilayah VI dan VII : Henry Meijcel Tulung Pemasaran: Manajer Pemasaran : Noni Mulianti Manajer Aplikasi dan Penelitian : Effendy Utomo Manajer Pengembangan Wilayah : Olivia Liem Teknik General Manager Produk dan Maintenance : Chusnul Amin Manajer Teknik : Suhendro Bowo L. Manajer HSE : Dodik Subagyo Manajer Proyek : Albert Tanrian General Manajer Akuntansi : Erwin Siswoyo General Manajer Keuangan : Cordelia Tjongi General Manajer Pembelian : Fikasuri Harsono General Manajer Sumber Daya Manusia : Indra Muzaromzah Manajer Informasi dan Teknologi : Aristianto

Page 87: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

86

PENJAMIN EMISI PELAKSANA OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH

Penjamin emisi pelaksana Obligasi dan Sukuk Ijarah PT Aneka Gas Industri II Tahun 2012 adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas. Perusahaan menunjuk PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas sebagai penjamin emisi pelaksana Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 berdasarkan Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 9 tanggal 2 Oktober 2012 dan Perubahan I Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 71 tanggal 29 Nopember 2012 yang seluruhnya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Perusahaan menunjuk PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas sebagai penjamin emisi pelaksana Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 berdasarkan Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 13 tanggal 2 Oktober 2012 dan Perubahan I Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 74 tanggal 29 Nopember 2012, yang seluruhnya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas Menara DEA Tower 2, 18th Floor Jl. Mega Kuningan Barat Kav E4.3 No. 2. Kawasan Mega Kuningan Jakarta 12190 Tel : (021) 29813700 Fax : (021) 5761219

Page 88: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

87

PEMERINGKATAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH Pemeringkatan atas Obligasi dan Sukuk Ijarah oleh Fitch Ratings Indonesia (Fitch) dilakukan berdasarkan Surat Pemeringkatan Kredit Nasional (National Credit Rating) atas PT Aneka Gas Industri (“Emiten”) No. Ref. : 133/CR/NAT/VI/09 tanggal 26 Juni 2009. Surat ini juga mengatur tentang besarnya fee tahunan sebesar Rp 80.000.000. Fitch Ratings Indonesia (Fitch) telah melakukan pemeringkatan atas PT Aneka Gas Industri semenjak tahun 2009 hingga tahun 2014. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas Obligasi dan Sukuk Ijarah sesuai dengan surat Fitch Ratings Indonesia RC69/DIR/VI/2014 tanggal 11 Juni 2014, Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 telah mendapat peringkat:

A-(idn) (Stable Outlook)

PT Fitch Ratings Indonesia DBS Bank Tower, 24th Floor, Suite 2403 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3-5 Jakarta 12940 Tel : +62 21 2988 6800 Fax : +62 21 2988 6822

Page 89: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

88

AGEN PEMBAYARAN Perusahaan telah menunjuk KSEI sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi Aneka Gas Industri II No. 10 tanggal 2 Oktober 2012 dan Perjanjian Agen Pembayaran Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II No. 14 tanggal 2 Oktober 2012, yang seluruhnya di hadapan Fathiah Helmi S.H., Notaris di Jakarta. Besaran fee yang dibayarkan Perusahaan kepada KSEI pada tahun 2014 adalah sebesar Rp 20.000.000. dengan rincian sebagai berikut : 1. Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 Rp 10.000.000. 2. Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 Rp 10.000.000. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Jakarta Tower 1, Lt. 5 Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Tel : (62-21) 52991001 Fax : (62-21) 52991199

Page 90: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

89

LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL Wali Amanat Tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan Pemegang Sukuk baik di dalam maupun di luar pengadilan dalam melakukan tindakan hukum yang berkaitan dengan hak dan kewajiban Pemegang Sukuk sesuai dengan syarat-syarat Emisi, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah serta berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan menunjuk PT Bank Mega Tbk. berdasarkan Surat Penunjukan No. 264/UM.5-IX/2012 tanggal 20 September 2012. Besarnya fee yang dibayarkan kepada Wali Amanat adalah Rp 130.000.000. per tahun. Sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah, telah ditandatangani: 1. Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No.

7 tanggal 2 Oktober 2012 sebagaimana diubah pada Perubahan I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 68 tanggal 25 Oktober 2012 dan Perubahan II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 69 tanggal 29 Nopember 2012, yang seluruhnya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta;

2. Akta Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 11 tanggal 2 Oktober 2012 sebagaimana diubah pada Perubahan I Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 69 tanggal 25 Oktober 2012 dan Perubahan II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 72 tanggal 29 Nopember 2012, yang seluruhnya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

antara PT Aneka Gas Industri dengan PT Bank Mega Tbk. selaku Wali Amanat. Dengan demikian yang berhak sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan dan bertindak untuk dan atas nama Pemegang Obligasi dan Sukuk dalam rangka Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah adalah PT Bank Mega Tbk. yang telah terdaftar di Bapepam dengan No. 20/STTD-WA/PM/2000 tanggal 2 Agustus 2000 sesuai dengan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal. Wali Amanat telah melakukan uji tuntas terhadap Perusahaan sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No. VI.C.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-412/BL/2010 tanggal 6 September 2010 tentang Ketentuan Umum dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang, dan telah menandatangani Surat Pernyataan No. 979/CAMR-WA/12 tanggal 28 September 2012 bahwa Wali Amanat telah melakukan penelaahan/uji tuntas (due dilligence). Perusahaan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Wali Amanat sesuai dengan surat PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat mengenai Pernyataan Wali Amanat Tidak

Page 91: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

90

terafiliasi nomor 977/CAMR-WA/12 tanggal 28 September 2012. Dan Wali Amanat tidak mempunyai hubungan kredit dengan Perusahaan dalam jumlah yang melebihi ketentuan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IV.C.3 tentang Hubungan Kredit dan Penjaminan antara Wali Amanat dengan Perusahaan sesuai dengan surat PT Bank Mega Tbk perihal Pernyataan Wali Amanat Mengenai Outstanding Kredit nomor 978/CAMR-WA/12 tanggal 28 September 2012. PT Bank Mega Tbk Menara Bank Mega, Lantai 16 Jl. Kapten Tendean Kav. 12-14A Jakarta 12970

Page 92: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

91

Akuntan Publik Fungsi utama Akuntan Publik adalah untuk melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan Akuntan Publik merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material dan bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan yang diaudit. Audit yang dilakukan oleh Akuntan Publik meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Akuntan Publik bertanggung-jawab atas pendapat mengenai kewajaran dari laporan keuangan Perusahaan. Perusahaan menunjuk KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan berdasarkan Surat Penunjukan No. 105/SP-PHAA/I/15 tanggal 13 Januari 2015. Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. 111/STD-AP/PM/1993 tanggal 16 Februari 1993 dan Anggota Forum Akuntan Pasar Modal dengan Nomor Register 404. Besarnya fee yang dibayarkan kepada KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan untuk mengaudit Laporan Keuangan PT Aneka Gas Industri dan Entitas Anak Tahun 2014 adalah sebesar Rp 398.250.000. Pedoman Kerja : Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan (a member of PKF International) Jl. Ngagel Jaya No.90 Surabaya 60283, Jawa Timur, Indonesia

Page 93: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

92

Notaris Fungsi utama Notaris dalam rangka Penawaran Umum ini adalah membuat akta-akta perjanjian seperti Perjanjian Perwaliamanatan antara Perusahaan dengan Wali Amanat, Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi/Sukuk Ijarah antara Perusahaan dengan Penjamin Emisi Obligasi/Sukuk Ijarah serta akta-akta perubahannya. Pada saat Penawaran Umum Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012. Perusahaan menunjuk Fathiah Helmi, S.H. berdasarkan Surat Penunjukan No. 335/UM.5-IX/2012 tanggal 3 September 2012. Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. 02/PM/STTD-N/PM/1996 atas nama Fatiah Helmi, S.H. dan sebagai Anggota Ikatan Notaris Indonesia dengan Nomor 011.003.027.260958. Pedoman Kerja : Pernyataan Undang-Undang No. 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Ikatan Notaris Indonesia. Fathiah Helmi, S.H. Graha Irama, Lantai 6, Ruang 6C Jl. H.R. Rasuna Said X-1 Kav. 1&2 Kuningan Jakarta 12950, Indonesia

Page 94: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

93

Konsultan Hukum Sesuai dengan standar profesi dan Undang-Undang Pasar Modal yang berlaku, ruang lingkup tugas Konsultan Hukum dalam rangka Penawaran Umum ini adalah melakukan penelaahan secara cermat dan seksama atas segala aspek hukum Perusahaan serta memberikan pendapat dari segi hukum yang obyektif atas Perusahaan. Pemeriksaan aspek hukum atas Perusahaan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan prinsip keterbukaan sehingga memberikan informasi kepada masyarakat dan mendukung pernyataan serta informasi yang dimuat dalam prospektus, khususnya yang berkaitan dengan hukum. Konsultan hukum bertanggung-jawab atas pendapat yang diberikan mengenai aspek hukum. Perusahaan menunjuk Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdihardjo Law Office berdasarkan Surat Penunjukan No. 062/UM.5-IV/2008 tanggal 4 Maret 2008 dan tanggal 3 September 2012. Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. 540/PM/STTD-KH/2004 tanggal 24 Agustus 2004, anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal dengan Nomor Anggota 200427 dan anggota Perhimpunan Advokat Indonesia dengan Tanda Pengenal Advokat No. A.99.10636. Pedoman Kerja : Standar Pelaksanaan Uji Tuntas yang dikeluarkan oleh Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM), Lampiran Keputusan HKHPM No. KEP. 01/HKHPM/2005 tanggal 18 Pebruari 2005. Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdiharjo Law Office Office 8, Lantai 15 Unit H SCBD Lot 28 Jalan Senopati Raya No. 8B Jakarta 12190, Indonesia

Page 95: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

94

DAFTAR CABANG PT ANEKA GAS INDUSTRI KANTOR PUSAT JAKARTA Gedung UGM Samator Pendidikan

Tower A, Lantai 5 - 6 Jl. Dr. Sahardjo No. 83 Manggarai, Tebet Jakarta Selatan, 12850

T (021) 83709111 F (021) 83709911 [email protected] http://www.anekagas.com

WILAYAH I SUMATERA UTARA MEDAN TANJUNG MORAWA BANDA ACEH

Jl. Pulau Kalimantan No. 1 Jl. Pulau Sulawesi KIM Mabar, Medan 20242 Sumatera Utara Jl. Medan - Tanjung Morawa KM 12,5 Desa Bangunsari, Kec. Tanjung Morawa Deli Serdang Jl. Raya – Lhokseumawe Banda Aceh KM 24 Desa Dakuta, Muara Batu Lhokseumawe Aceh Timur

T (061) 6850214 F (061) 6854611 [email protected] T (061) 7940037 F (061) 7943609 T (081) 1673830

WILAYAH II SUMATERA TENGAH PEKANBARU

Jl. Raya – Pangkalan Baru KM 6,5 Desa Baru – Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau

T (0761) 674194-95, 7013217 F (0761) 7047815 [email protected]

WILAYAH III JAWA BARAT, SUMATERA SELATAN & LAMPUNG JAKARTA CIKARANG BEKASI BALONGAN SUBANG BANDUNG

Jl. Raya Bekasi KM 21 – 22 Kramayudha, Pulogadung Jakarta Timur Jl. Industri Selatan 4 Blok PP No. 4A Pasirsari – Cikarang Selatan Bekasi Jl. Jaracosta, Warung Bongkok, Sukadanau Cikarang Barat, Bekasi. Jl. Raya Juntinyuat KM. 13 Balongan Jl. Cidahu Dusun Karangcegak Cidahu, Pagaden Barat Subang Jl. Simpangan Industri No. 12 Bandung 40172

T (021) 4617528, 4601783 F (021) 4617430, 4601782 [email protected] T (021) 8937924, 893444 F (021) 8937925 T (021) 8900933-4, 8902708-11 F (021) 8902712 T (0260) 7604016 - 18 F (0260) 7604025 T (022) 6030157 F (022) 6077910 [email protected]

Page 96: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

95

PALEMBANG LAMPUNG

Jl. Raya Tanjung Api-Api KM. 7 Desa Gasing, Kec. Talang Kelapa Banyu Asin, Sumatera Selatan Kelurahan Candi Mas Kecamatan Natar Lampung Selatan

T/F (0721) 92363 [email protected]

WILAYAH IV JAWA TENGAH SEMARANG

Jl. Tambak Aji Raya No. 6 Tambak Aji, Ngaliyan Semarang

T/F (024) 8664107 [email protected]

WILAYAH V JAWA TIMUR MOJOKERTO SURABAYA

Jl. Raya Surabaya Mojokerto KM 19, Beringin Bendo Kec. Taman Sidoarjo 61257 Jl. Berbek Industri I / 123 A Kawasan Industri SIER, Rungkut Surabaya

T (031) 7882505 F (031) 7882622 [email protected] T (031) 8411376

WILAYAH VI SULAWESI SELATAN & SULAWESI TENGAH MAKASSAR SOROWAKO PARE-PARE PALU KENDARI GORONTALO

KIMA 3 Blok N-1B, Daya Biringkanaya Makassar Jl. Danau Tondano No. 1 Wawondula Desa Asuli Kec. Towuti, Kab. Luwu Timur Sulawesi Selatan Jl. H. Agus Salim No. 117 Pare-Pare Sulawesi Selatan Jl. Raya Palu Pontolan No. 126 Palu Sulawesi Tengah Jl. Letjend Suprapto No. 270 Punggolaka Kendari Sulawesi Tenggara Jl. Mayor Dullah No. 21 Kelurahan Talumolo Kec. Kota Timur Gorontalo

T (0411) 510426, 510258 F (0411) 510422 [email protected] T (081) 14201440 [email protected] T/F (0421) 22005 [email protected] T (0451) 491178 F (0451) 491126 [email protected] T (0401) 3121672 F (0401) 3131486 [email protected] T (0435) 827782 [email protected]

WILAYAH VII SULAWESI UTARA BITUNG

Jl. Raya Manado Bitung No. 205 Segerat – Kota Bitung Sulawesi Utara

T (0438) 30623, 51807 F (0438) 51107 [email protected]

Page 97: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

96

DAFTAR CABANG PT SAMATOR GAS INDUSTRI KANTOR PUSAT SURABAYA Jl. Kedung Baruk No. 25-28

Surabaya T (031) 99004000 F (031) 99004100

JAWA BARAT CIKARANG CIKANDE CIKUPA CILEGON DAAN MOGOT CIREBON TASIKMALAYA SUKABUMI BOGOR KARAWANG MARUNDA

Jl. Jababeka XIA Blok K-7E Harjamekar, Cikarang Utara Bekasi Jl. Utama Modern Industri Blok AA No. 6 Desa Sukatani, Cikande Serang Jl. Millenium 4 Blok A25 No. 1 Kawasan Industri Millenium Panongan Tangerang Banten 15710 Jl. Eropa I Kav 2/1 KIEC Kawasan Industri KIEC Kota Bumi – Cilegon 42443 Kawasan Pergudangan Pusat Niaga Terpadu Daan Mogot Raya Blook CC – 8A Jl. Daan Mogot KM 19,6 Poris Jaya, Batu Ceper Tangerang 15122 Jl. Jendral Sudirman KM 6 No. 20 Ciperna - Cirebon 45171 Jl. Ir. H. Juanda KM3 Cilembang – Tasikmalaya 46151 Jl. Raya Cibolang KM 6 Cisaat - Cibatu Sukabumi 43152 Jl. Raya Narogong KM23 Kp. Dayeuh – Kecamatan Cileungsi Bogor 16820 Jl. Raya Klari – Gintung Kerta Karawang 41371 Jl. Marunda Makmur Marunda Centre Blok A4/17 Sagara Makmur Tarumajaya Bekasi, Jawa Barat

T (021) 89833258 F (021) 89833257 T (021) 5994978 F (021) 5992224 T (0254) 393253, 310180 F (0254) 394318, 310180 [email protected] T (021) 54365233/34/35 F (021) 5435236 [email protected] T (0231) 484867, 3381500 F (0231) 484867 [email protected] T (0265) 331065 F (0265) 331065 T (0266) 224147 F (0266) 224147 [email protected] T (021) 8231627 F (021) 8231627 [email protected] T (2067) 431990, 433101 F (0267) 431990 [email protected] T (021) 29088140-1 F (021) 29088139 [email protected]

Page 98: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

97

JAWA TENGAH CILACAP KLATEN SEMARANG SOLO TEGAL

Jl. MT Haryono 167B Kompleks Kawasan Industri Lomanis Cilacap 53221 Jl. Cucukan Wonoboyo – Jogonalan Klaten 57452 Jl. LIK Industri XVIII BS 48 Genuk, Semarang Jl. Raya Solo Sragen KM 9 Jetis Jaten Karanganyar Solo 57771 Jl. Mataram No. 84 Pesurungan Lor – Margadana Tegal 52142

T (0282) 548985 F (0282) 548986 [email protected] T (0272) 322109, 3101709 F (0272) 322109 [email protected] T (024) 6584987, 6584863 F (024) 6581031 [email protected] T (0271) 825656, 825547 F (0271) 825032 [email protected] T (0283) 353542 F (0283) 353542 [email protected]

JAWA TIMUR KEBOMAS GRESIK GRESIK JEMBER TANDES MADIUN PASURUAN

Jl. Veteran Tama Utara Kelurahan Indro, RT 2, RW 3 Kecamatan Kebomas Gresik Jl. KIG Raya Utara Blok K Kawasan Industri Gresik Romo – Manyar - Gresik 61151 Jl. Dharmawangsa 112 Kaliwining, Rambipuji Jember 68152 Kawasan Pergudangan PT Suri Mulia Permai Kav L15 Jl. Margomulyo 44 Surabaya 60183 Jl. Raya Ponorogo KM 5 Desa Kertobanyon, Kec Geger Madiun Jl. Nongkojajar 45, Purwodadi Pasuruan

T (031) 3952340 F (031) 3952341 [email protected] T (0331) 711907 F (0331) 711908 [email protected] T (031) 7499084 F (031) 7499085 [email protected] T (0351) 464895 F (0351) 464895 [email protected] T (0341) 427058

KALIMANTAN BANJARMASIN

Jl. A. Yani KM 23,3 Landasan Ulin Banjarbaru Banjar, Kalimantan Selatan 70722

T (0511) 4705138, 4705888, 4705835, 4705845 F (0511) 4705238 [email protected]

Page 99: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

98

BALIKPAPAN BALIKPAPAN SAMPIT SAMARINDA BONTANG

Jl. Soekarno Hatta KM 29 RT 05 Sungai Merdeka, Samboja Kutai Kertanegara 75272 Jl. Mulawarwan No.9 RT 24 Kel. Manggar, Kec. Balikpapan Timur Balikpapan Jl. Jendral Sudirman KM 6 RT 048 MB Hulu MB Ketapang Kota Waringin Timur 74322 Kalimantan Tengah Jl. H.M. Rifadin RT. 24 Simpang Tiga – Samarinda Seberang Samarinda 75391 Jl. Paku Aji Kavling 79 Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Bontang. Kalimantan Timur

T (0542) 7217500, 7217444, 7217575, 7217600 F (0542) 7217555 [email protected] T (0542) 743370 F (0542) 743566 T (0531) 32952, 33492 F (0531) 33460 [email protected] T (0541) 7244564

SUMATERA BATAM DURI DUMAI RANTAU PRAPAT TEBING TINGGI PALEMBANG

Jl. Raya Pelabuhan Kabil Kabil-Nongsa Batam 29400 Jl. Raya Duri - Dumai KM.6 Balai Makam - Mandau Kab. Bengkalis Jl. Raya Bukit Timah Km. 7 Ruko Bpk.Bakkara, Kel. Bukit Timah Kec. Dumai Barat 28826, Kodya Dumai DUMAI Jl. Prof. H.M. Thamrin, S.H. KM 6,5 Desa Sigambar - Rantau Selatan Jl. Raya Tebing Tinggi Kisaran KM 3 No. 52 Dsn. 1 RT/RW Paya Pasir Tebing Tinggi – Serdang Bedagai 20651 Jl. Raya Tanjung Api-Api KM. 7 Desa Gasing, Kec. Talang Kelapa Banyu Asin, Sumatera Selatan

T (0778) 711890 F (0778) 711890 T (0765) 91765 F (0765) 91766 T (0765) 37033, 439965 F (0765) 37033 [email protected] T (0624) 23212 F (0624) 23212 T (062) 122147 F (062) 123538 [email protected]

SULAWESI MAKASSAR

KIMA 3 Blok N-1B, Daya Biringkanaya Makassar

T (0411) 510426, 510348 F (0411) 510422

Page 100: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

99

PT RUCI GAS D/H PT RAJA PRIMA SYNGAS SURABAYA BEKASI

Gedung Graha Pangeran Lt. 9 Jl. A. Yani No. 286 Surabaya 60234 Jl. Cempaka Jatimulya Raya Bekasi KM 38 Bekasi Timur 17510

T (031) 8292949/69 F (031) 8298035 T (021) 8813134/46 F (021) 8813134 [email protected]

PT SAMABAYU MANDALA DENPASAR BANYUWANGI

Jl. Raya Munggu 55X Desa Kapal, Badung Denpasar, Bali Jl. Yos Sudarso No. 70 RT 003 RW 001 Klatak Kalipuro Banyuwangi Jawa Timur

T (0361) 428183 F (0361) 428184 T (0333) 420515 F (0333) 420533

Page 101: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …
Page 102: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal

Laporan Keuangan Konsolidasian

DAN ENTITAS ANAK/

AND ITS SUBSIDIARIES

31 Desember 2014 dan 2013

Consolidated Financial Statements

For the years ended December 31, 2014 and 2013

Page 103: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …
Page 104: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

Daftar Isi/ Table of Contents

Halaman/ Page

Laporan Auditor Independen/ Independent Auditors’ Report

Laporan Keuangan Konsolidasian/ Consolidated Financial Statements Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian/ Consolidated Statements of Financial Position

1 – 3

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian/ Consolidated Statements of Comprehensive Income

4

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian/ Consolidated Statements of Changes in Equity

5

Laporan Arus Kas Konsolidasian/ Consolidated Statements of Cash Flows 6 – 7 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian/ Notes to Consolidated Financial Statements

8 – 98

Page 105: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan PKrRegistered Public AccountantsD€c.€e of the Finance Minister oflhe Republic of Indonesia No. 1198/KM.l/2009

Accouniants &business advisers

Report No. 0 3 8/P HAA -S/GA/IV/2 0 I 5Independent A uditors I Report

The StockhoHers, Board of Commissionersand Directors

PTANEKA GAS INDUSTRI

lVe have audited the accompanying consolidated

Jinancial statements of PT Aneka Gas Industri (the

"Entity") and its subsidiaries, which comprise theconsolidated staternent of /inancial position as ofDecember 31, 2014, and the consolidated statementsof comprehensive income, changes in equity, arydcash flows for the year then ended, and a summary ofsignilicant accounting policies and other explanatoryinformation.

Management I s Responsibility for the Finan cialSt tements

Management is responsible for the preparation and

fair presentation of such consolidated financialstatements in accordance vith Indonesian FinancialAccounting Standards, and for such internal controlas management determines is necessary to enable thepreparation of consolidated financial statements thatare free jlom materiql nxisstatemen4 whether due to

fraud or error.

A ud it o r s' Re sp o ns i b ility

Our responsibility is to express an opinion on suchconsolidated Jinancial statements based on our audit.We conducted our audit in accordance withStandards on Auditing established by the IndonesianInstitute of CertiJied Public Accotmtants. Thosestandards require that we comply with ethicalrequirements and plan and perform the audit toobtain reasonable assurance about whether suchconsolidated Jinancial statements are free frommaterial mis s t atement.

Laporan No. 038/PHAA-S/GA /lV /2015Laporan Auditor Independen

Pemegang Saham, Dewan Komisaris danDireksiPT ANEKA GAS INDUSTRI

j ' \

Kami- telah mengaudit laporan keuangankonsolidasian PT Aneka Gas Industri ("Entitas") danentitas anaknya terlampir, yang terdiri dari laporanposisi keuangan (neraca) konsolidasian tanggal 31Desember 2014, serta laporan laba rugi komprehensiflaporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kaskonsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggaltersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansisignifikan dan informasi penjelasan lainnya.

Tanggung Jawab Manajemen atas LaporanKeuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan danpenyajian wajar laporan keuangan konsolidasiantersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangandi Indonesia, dan atas pengendalian intemal yangdianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkanpen),usunan laporan keuangan konsolidasian yangbebas dari kesalahan penyajian material, baik yangdisebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Tanggung Jawab Auditor

Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatuopini atas laporan keuangan konsolidasian tersebutberdasarkan audit kami. Kami melaksanakan auditkami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan olehInstitut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebutmengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etikaserta merencanakan dan melaksanakan audit untukmemperoleh keyakinan memadai tentang apakahlaporan keuangan konsolidasian tersebut bebas darikesalahan penyajian material.

Tel. + 623'1 501 2161 | Fax + 6231 501 2335Email : [email protected] I www.pKhadiwinata.comPKF I Jl. Ngagel Jaya 90 | Surabaya 60283 | Jawa Timur I Indonesia

Paul Hadiwinata, Hldaiat, Arsono, Ade Fatma & Rekan is a memberfirm of PKF International network of legally ind-ependent firmswhich does nol accepi any responsibility or liability for th€ actions or inactions on the part of any individual member firm or firms.

Page 106: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

Paul Hadiwinata, Hldajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan PKTRegistered Public Accountants

Laporan No. 038/PHAA-S/GA,fIV/2015 (anjutan)Laporan Auditor Independen (lanjutan)

Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untukmemperoleh bukti audit tentang angka-angka danpengungkapan dalam laporan keuangan. Proseduryang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor,termas-uk penilaian atas risiko kesalahan penyajianmateri3l dalam laporan keuangan, baik yangdisebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditormempertimbangkan pengendalian intemal yangrelevan dengan penyusunan dan penyajian wajarlaporan keuangan entitas untuk merancang proseduraudit yang tepat sesuai dengan kondisiny4 tetapibukan untuk tujuan menyatakan opini ataskeefektivitasan pengendalian intemal entitas. Suatuaudit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatankebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaranestimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, sertapengevaluasian atas penyajian laporan keuangansecara keseluruhan.

Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kamiperoleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakansuatu basis bagi opini audit kami.

Opini

Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasianterlampir menyajikan secara wajar, dalam semua halyang material, posisi keuangan konsolidasianPT Aneka Gas Industri dan entitas anaknya tanggal31 Desember 2014, serta kinerja keuangan dan aruskas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir padatanggal tersebut, sesuai dengan Standar AkuntansiKeuansan di Indonesia.

Accountants &business advisers

Report No. 038/PHAA-S/GUIV/20 I 5 (continued)Indepmdent Auditorst Report (continaed)

An audit involves performing procedures to obtainaudit evidence about the amounts and disclosures inthe Jinancial statements. The procedures selecteddepend on the auditors' judgment, including theassessment of the rislcs of material misstatement ofthe Jinancial statements, whether due to fraud orerror. In making those risk assessments, the auditorsconsider internal control relevant to the entily'spreparation and fair presentation of the Jinancialstatements in order to design audit procedures thatarc appropriate in the circumstances, but not for thepurpose of expressing an opinion on the effectivenessof the entity's internal control. An audit also includesevaluating the appropriateness of accounting policieswed and the reasonableness of accounting estimatesmade by management, as well as evaluating theoverall presentation of the financial statements.

We believe that the audit evidence we have obtainedis sufricient and appropriate to provide a basis forour audit opinion.

Opinion

In our opinion, the accompanying consolidated

Jinancial statements present fairly, in all materialrespects, the consolidated financial position ofPT Aneka Gas Industri and its subsidiaries as ofDecember 31,2014, and their consolidated Jinancialperformance and cash Jlows for the year then ended,in accordance with Indonesian Financial AccountingStandards.

Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan is a memberfirm of PKF Intemational network of legally independent tirmswhich does not accept any responsibility or liability for the actions or inactions on the part ofany individual memberfirm or firms.

Page 107: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan PKrRegistered Public Accountants

Laporan No. 038/PHAA-S/GA./IV/2015 (lanjutan)Laporan Auditor Independen (lanjutan)

Penekanan Suatu Hal

Sebagaimana yang diungkapkan dalaln Catatar. 44atas lap.oran keuangan konsolidasian terlampir, akundalam; laporan posisi keuangan konsolidasian padatanggal 31 Desember 2013 telah direklasifikasi agarsesuai- dengan penyajian akun dalam laporankeuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember2014. Penerapan reklasifikasi tersebut hanyaberpengaruh terhadap laporan posisi keuangankonsolidasian per tanggal 31 Desember 2013,sehingga Entitas tidak menyajikan kembali saldolaporan posisi keuangan konsolidasian per tanggal IJanuari 2013/31 Desember 2012 sebagaimanadipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan dilndonesia. Opini kami tidak dimodifikasi sehubungandengan hal tersebut.

Hal lain

Laporan keuangan konsolidasian Entitas dan entitasanaknya pada tanggal 31 Desember 2013 dan untuktahun yang berakhir pada tanggal tersebut, yangdisajikan sebagai angka-angka koresponding terhadaplaporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltersebut, diaudit oleh auditor independen lain yangmenyatakan opini tanpa modifikasian atas laporankeuangan konsolidasian tersebut pada tanggal 27Maret 2014.

Accouniants &business advisers

Report No. 038/PHAA-S/GUIV/20 1 5 (continued)Independent Auditors' Report (continued)

Emphasis of Matter

As disclosed in Note 44 to the accompanyingconsolidated Jinancial statements, the account in theconsolidated statements of linancial position as ofDecember 31, 2013 has been reclassiJied to conformwith the presentation of accotmt in the consolidatedstatements of financial position as of December 31,2014. The implementation of such reclassificationwill only affect the consolidated statements of

finanqial position as of December 31, 2013, so theEntity does not restate the consolidated statements bf

Jinancial position as of January 1, 2||3/December31, 2012 as required by Indonesian FinancialAccounting Standards- Our opinion is not modiJied inrespect ofthis matter.

Other maltet

The consolidated Jinancial statements of the Entityand its subsidiaries as of December 31, 2013 and forthe year then ended, which are presented ascorresponding fgures to the consolidated Jinancialstatements as of December 31,2014 andfor the yearthen ended, were audited by other independentauditors who expressed an unmodified opinion onsuch consolidated financial statements on March 27,2014.

PAUL HADIWINATA. HIDAJAT. ARSONO. ADE FATMA & REKAI\

Arsono Laksmana, CPAIzin Akuntan PublikNo./ Public Accountant License No. AP.0341

2 Aprrl2015 / April 2, 2015

Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma & Rekan is a member firm of PKF International network of legally indep-enAent firmswhich does not accept any responsibility or liability for the actions or inactions on lhe part of any individual member firm or firms.

Page 108: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

1

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKLAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)

KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESCONSOLIDATED STATEMENTS OF

FINANCIAL POSITION As of December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

Catatan/

Notes 2014 2013*

ASET ASSETSASET LANCAR CURRENT ASSETSKas dan setara kas 2e, 4 222.045.412 80.171.441 Cash and cash equivalentsInvestasi jangka pendek 2f, 5 25.224 10.025.239 Short-term investmentsPiutang usaha Accounts receivable

Pihak ketiga, neto setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 2.526.217 pada tahun 2014 dan Rp 2.572.152 pada tahun 2013 6 137.324.654 128.230.886

Third parties, net of provision for declining

in value of Rp 2,526,217 in 2014 and

Rp 2,572,152 in 2013Pihak berelasi 2g, 6, 35 10.377.683 3.303.355 Related parties

Piutang lain-lain Other receivablesPihak ketiga 7 4.268.920 4.241.615 Third partiesPihak berelasi 2g, 7, 35 13.889.487 25.418.640 Related parties

Persediaan, neto setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 504.090 pada tahun 2014 dan 2013 2h, 8 149.273.649 116.218.691

Inventories, net ofprovision for

declining in value of Rp 504,090 in

2014 and 2013Pajak dibayar di muka 2t, 36 25.569.342 13.883.555 Prepaid taxesBiaya dibayar di muka 2i, 9 110.712.055 7.501.230 Prepaid expensesUang muka 10 104.394.459 193.779.883 Advance payments

JUMLAH ASET LANCAR 777.880.885 582.774.535 TOTAL CURRENT ASSETS

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETSInvestasi pada entitas asosiasi 2j, 11 55.050.615 - Investment in associateAset tetap, neto setelah

dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 578.540.586 pada tahun 2014 dan Rp 449.432.603 pada tahun 2013 2k, 12 2.621.500.869 1.954.717.004

Fixed assets, net of accumulated

depreciation of Rp 578,540,586 in 2014

and Rp 449,432,603 in 2013

Aset tidak lancar lainnya 13 32.765.473 18.425.721 Other non-current assets

JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 2.709.316.957 1.973.142.725

TOTAL NON-CURRENTASSETS

JUMLAH ASET 3.487.197.842 2.555.917.260 TOTAL ASSETS

* Disajikan kembali (lihat Catatan 44). * As Restated (see Note 44). Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

See accompanying Notes to the Consolidated FinancialStatements which form an integral part of the consolidated

financial statements.

Page 109: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

2

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKLAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Per 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESCONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued)

As of December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

Catatan/

Notes 2014 2013*

LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS

LIABILITIES,TEMPORARY SYIRKAH

FUNDS AND EQUITYLIABILITAS LANCAR CURRENT LIABILITIESPinjaman bank jangka pendek 14 246.268.500 108.596.957 Short-term bank borrowingsUtang usaha Accounts payables

Pihak ketiga 15 138.971.945 79.372.886 Third parties Pihak berelasi 2g, 15, 35 44.663.150 152.317.120 Related parties

Utang lain-lain 15.254.517 9.186.574 Other payablesUtang pajak 2t, 36 5.179.169 7.948.281 Taxes payableBeban masih harus dibayar 16 23.895.899 22.908.905 Accrued expensesUang muka pelanggan 7.788.400 5.104.571 Sales advanceJaminan pelanggan 17 18.206.820 14.787.176 Customer depositsUtang jangka panjang

yang jatuh tempo satu tahun: Current maturity portion

of long-term loans: Bank 18 87.716.236 60.740.830 Bank Sewa pembiayaan 2m, 19, 35 12.416.573 14.209.711 Finance lease Lembaga keuangan 20 1.953.248 1.969.144 Financial institutions

Utang pihak berelasi 2g, 35 44.386.976 37.865.100 Due to related parties

JUMLAH LIABILITAS LANCAR 646.701.433 515.007.255

TOTAL CURRENTLIABILITIES

LIABILITAS JANGKA PANJANG

LONG-TERM LIABILITIES

Utang pihak berelasi 2g, 35 36.765.000 17.486.325 Due to related partiesLiabilitas pajak tangguhan 2t, 36 17.230.669 15.064.081 Deferred tax liabilitiesUtang jangka panjang, setelah

dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:

Long-term loans, net of current maturity portion

within one year: Bank 18 1.112.013.607 742.350.087 Bank Sewa pembiayaan 2m, 19, 35 9.184.475 12.407.800 Finance lease Lembaga keuangan 20 4.129.465 3.133.682 Financial institutions Obligasi 2n, 21 387.277.234 386.536.482 Bonds

Liabilitas manfaat karyawan 2o, 22 13.496.201 11.270.878 Employee benefits liabilities

JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 1.580.096.651 1.188.249.335

TOTAL LONG-TERMLIABILITIES

JUMLAH LIABILITAS 2.226.798.084 1.703.256.590 TOTAL LIABILITIES

* Disajikan kembali (lihat Catatan 44). * As Restated (see Note 44). Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements which form an integral part of the consolidated

financial statements.

Page 110: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

3

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKLAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Per 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESCONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued)

As of December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

Catatan/

Notes 2014 2013*

DANA SYIRKAH TEMPORER

TEMPORARYSYIRKAH FUNDS

Bank - Musyarakah 2p, 23, 44 145.742.414 60.000.000 Bank – MusyarakahEKUITAS EQUITYModal saham –

nilai nominal Rp 1.000.000 lembar (Rupiah penuh) per lembar pada tahun 2014 dan 2013

Share capital, nominal value

of Rp 1,000,000 (full amount) per share in 2014 and 2013

Modal dasar 2.000.000 saham pada tahun 2014 dan 2013

Authorized capital of2,000,000 shares in 2014 and 2013

Modal ditempatkan dan disetor penuh 767.000 saham pada tahun 2014 dan 515.000 saham pada tahun 2013 24 767.000.000 515.000.000

Issued and fully paid-up 767,000 shares

in 2014 and 515,000 shares

in 2013Tambahan modal disetor,

neto 2q, 26 3.381.338 3.381.338 Additional paid-in capital,

net

Selisih kurs dari tambahan modal disetor 25 17.600.000 17.600.000

Differences in foreignexchange from additional

paid-in capitalSaldo laba 197.938.668 143.665.196 Retained earnings

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 985.920.006 679.646.534

Total equity attributable to owners of

the parent entityKepentingan non-pengendali 2c, 27 128.737.338 113.014.136 Non-controlling interest

JUMLAH EKUITAS 1.114.657.344 792.660.670 TOTAL EQUITY

JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS 3.487.197.842 2.555.917.260

TOTAL LIABILITIES, TEMPORARY SYIRKAH

FUNDS AND EQUITY

* Disajikan kembali (lihat Catatan 44). * As Restated (see Note 44). Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasianyang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

See accompanying Notes to the Consolidated FinancialStatements which form an integral part of the consolidated

financial statements.

Page 111: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

4

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF

COMPREHENSIVE INCOMEFor the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

Catatan/

Notes 2014 2013

PENJUALAN NETO 2r, 28 1.098.905.004 972.104.865 NET SALES BEBAN POKOK

PENJUALAN 2r, 29 (609.568.984) (552.403.628) COST OF GOODS

SOLD

LABA KOTOR 489.336.020 419.701.237 GROSS PROFIT

Pendapatan lain-lain 2r, 30 9.854.629 20.783.354 Other income Beban penjualan 2r, 31 (152.906.103) (129.500.722) Selling expenses

Beban umum dan administrasi 2r, 32 (146.890.996) (129.136.572) General and administrative

expenses Beban keuangan 2r, 33 (102.885.468) (76.189.227) Financial expensesBeban lain-lain 2r, 34 (11.558.652) (880.514) Other expenses

55

LABA SEBELUM PAJAK 84.949.430 104.777.556 INCOME BEFORE TAX

BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2t, 36

INCOME TAXEXPENSES

Tahun berjalan Current yearTidak final (20.439.752) (24.909.221) Non-final Final (83.665) (361.828) Final

Tangguhan (2.166.588) (1.373.037) Deferred

Jumlah Beban Pajak Penghasilan (22.690.005) (26.644.086) Total Income Tax Expenses

LABA TAHUN BERJALAN 62.259.425 78.133.470 INCOME FOR THE YEAR Pendapatan komprehensif lain - - Other comprehensive income

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 62.259.425 78.133.470

TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR

THE YEAR

Laba yang dapat diatribusikan kepada:

Income for the year attributable to:

Pemilik entitas induk 54.273.472 68.726.022 Owners of the parent entity Kepentingan non-pengendali 2c, 27 7.985.953 9.407.448 Non-controlling interests

JUMLAH 62.259.425 78.133.470 TOTAL

Laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:

Total comprehensive income for the year

attributable to: Pemilik entitas induk 54.273.472 68.726.022 Owners of the parent entity Kepentingan non-pengendali 2c, 27 7.985.953 9.407.448 Non-controlling interests

JUMLAH 62.259.425 78.133.470 TOTAL

LABA PER SAHAM DASAR (Rupiah penuh) 2v, 37 89.803 171.545

BASIC EARNINGS PER SHARE (full amount)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasianyang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

See accompanying Notes to the Consolidated FinancialStatements which form an integral part of the consolidated

financial statements.

Page 112: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

5

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY

For the years ended December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk/ Equity Attributable to Owners of the Parent Entity

Catatan/

Notes

Modal Ditempatkan

dan Disetor Penuh/

Issued and Fully Paid

Capital Stock

Tambahan Modal

Disetor/ Additional

Paid-in Capital

Selisih Kurs dari

Tambahan Modal Disetor/Differences in

Foreign Exchange from

Additional Paid-in Capital

Selisih NilaiTransaksi

Restrukturisasi Entitas Sepengendali/

Differences Arising from Restructuring

Transactions of Entity Under Common

Control

Saldo Laba/ Retained Earnings

Sub-jumlah/

Sub-total

Kepentingan Non-

pengendali/ Non-

Controlling Interests

Jumlah Ekuitas/Total Equity

Saldo per 31 Desember 2012 400.000.000 - 17.600.000 3.381.338 154.939.174 575.920.512 82.356.688 658.277.200Balance as of

December 31, 2012

Penyesuaian sehubungan dengan penerapan PSAK No. 38 (Revisi 2012) 2q, 26 -

3.381.338 - (3.381.338) - - - -

Adjustment from implementation of

PSAK No. 38 (Revised 2012)

Penambahan modal

ditempatkan dan disetor penuh 24 35.000.000

- - - - 35.000.000 - 35.000.000Additional of issued and

fully paid capital stock Dividen saham 24 80.000.000 - - - (80.000.000) - - - Stock dividend Penerbitan saham kepada

kepentingan non-pengendali -

- - - - - 21.250.000 21.250.000Issued share to non-

controlling interests Laba komprehensif tahun

berjalan -

- - - 68.726.022 68.726.022 9.407.448 78.133.470Comprehensive income

for the year

Saldo per 31 Desember 2013 515.000.000

3.381.338 17.600.000 - 143.665.196 679.646.534 113.014.136 792.660.670 Balance as of

December 31, 2013

Penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh 24 252.000.000

- - - - 252.000.000 - 252.000.000Additional of issued and

fully paid capital stock Penerbitan saham kepada

kepentingan non-pengendali -

- - - - - 19.000.000 19.000.000Issued share to non-

controlling interests Pengurangan bagian kepentingan

non-pengendali -

- - - - - (11.262.751) (11.262.751)Deduction part of non- controlling interests

Laba komprehensif tahun

berjalan -

- - - 54.273.472 54.273.472 7.985.953 62.259.425Comprehensive income

for the year

Saldo per 31 Desember 2014 767.000.000

3.381.338 17.600.000 - 197.938.668 985.920.006 128.737.338 1.114.657.344Balance as of

December 31, 2014

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements which form an integral part of the consolidated financial statements.

Page 113: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

6

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKLAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESCONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOW

For the years ended December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

Catatan/

Notes 2014 2013

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES

Penerimaan kas dari pelanggan 1.207.087.986 1.038.419.400 Cash received from

customers Pembayaran kas kepada pemasok,

karyawan dan untuk beban operasi lainnya (1.080.306.561) (726.754.282)

Cash payment to suppliers, employees and other operations expenses

Kas yang dihasilkan dari operasi 126.781.425 311.665.118 Cash generated from

operations

Pembayaran beban pajak 36 (20.867.228) (26.479.541) Cash payment of tax

expense

Penerimaan penghasilan bunga 30 3.094.164 6.051.682 Cash receipt from interest

income

Pembayaran beban keuangan 33 (101.535.475) (83.605.715) Cash payment of financial

expensesPenerimaan lain-lain 3.867.565 7.116.219 Other receipts

Arus kas neto diperoleh dari aktivitas operasi 11.340.451 214.747.763

Net cash flows providedby operating activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES

Penerimaan investasi jangka pendek 5 - 45.756.336

Receipt of short-term investments

Uang muka perolehan aset tetap 10 (83.661.455) (161.043.349) Advance for fixed assetsPenyertaan saham Entitas

Asosiasi 11 (41.250.000) 8.750.000 Investment in

AssociatePenerimaan hasil penjualan aset

tetap 12 3.886.236 16.730.238 Proceeds from sale fixed

asssetsPerolehan aset tetap 10, 12 (665.202.425) (692.030.543) Purchase fixed assetsPengaruh kas dan setara kas atas

kehilangan pengendalian Entitas Anak (2.793.983) -

Effect of cash and cash equivalents for loss of

control of the Subsidiary

Arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (789.021.627) (781.837.318)

Net cash flows used for investing activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

CASH FLOW FROM FINANCING ACTIVITIES

Penambahan: Addition of:Utang bank dan dana syirkah

temporer 14, 23 124.939.727 86.362.264 Bank loan and temporary

syirkah fundsUtang bank jangka panjang dan

dana syirkah temporer 18 547.303.865 453.463.344 Long-term bank loans and temporary syirkah funds

Utang pihak berelasi 35 50.375.651 27.613.636 Due to related partiesModal saham 24 252.000.000 35.000.000 Capital stockModal saham kepentingan non-

pengendali 19.000.000 8.105.259 Capital stock of non-

controlling interests

Arus kas neto diperoleh dariaktivitas pendanaan (dipindahkan) 993.619.243 610.544.503

Net cash flows provided byfinancing activities

(carried forward)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

See accompanying Notes to the Consolidated FinancialStatements which form an integral part of the consolidated

financial statements.

Page 114: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

7

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

(lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESCONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOW

(continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

Catatan/

Notes

2014 2013

Arus kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan (dipindahkan)

993.619.243 610.544.503

Net cash flows provided byfinancing activities

(brought forward)

Pembayaran: Payment of:Utang bank 14 (932.253) (23.133.586) Bank loansUtang bank jangka panjang dan

dan syirkah temporer 18, 23

(65.657.518) (31.027.884)Long-term bank loans and temporary syirkah fund

Utang sewa pembiayaan 19 (17.985.512) (20.155.532) Obligations under finance leaseUtang lembaga keuangan 20 (3.152.881) (3.121.300) Financial institution loanUtang obligasi 21 - (240.000.000) Bonds payablePembelian kembali utang

obligasi 21

- (10.000.000) Buy back of bonds payableArus kas neto diperoleh dari

aktivitas pendanaan

905.891.079 283.106.201Net cash flows provided by

financing activities

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS

128.209.903 (283.983.354)

NET INCREASE (DECREASE)IN CASH AND CASH

EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN

2e, 4, 14

41.186.737 325.170.091

CASH AND CASHEQUIVALENTS AT

BEGINNING OF YEAR

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN

2e, 4, 14

169.396.640 41.186.737

CASH AND CASHEQUIVALENTS AT

END OF YEAR

Kas dan setara kas terdiri dari: Cash and cash equivalents

consist of:Kas dan setara kas 2e, 4 222.045.412 80.171.441 Cash and cash equivalentsPinjaman bank jangka pendek,

kredit modal kerja (cerukan) 2e, 14

(52.648.772) (38.984.704)Short-term bank borrowings,

working capital (overdraft)

Jumlah 169.396.640 41.186.737 Total

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

See accompanying Notes to the Consolidated FinancialStatements which form an integral part of the consolidated

financial statements.

Page 115: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

8

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Entitas a. The Entity’s Establishment

PT Aneka Gas Industri (Entitas) didirikan pada tanggal 21 September 1971, berdasarkan akta Notaris Soeleman Ardjasasmita, S.H., No. 28, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman melalui Surat Keputusan No. J.A.5/198/3 tanggal 8 Nopember 1971 dan dicatat dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 103 tanggal 24 Desember 1971, Tambahan No. 576. Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Ariyani, S.H., No. 81, Notaris di Surabaya, tanggal 18 Februari 2015, mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0029976.AH.01.11.Tahun 2015 tanggal 12 Maret 2015 (lihat Catatan 43).

PT Aneka Gas Industri (the Entity) was established based on the Notarial Deed No. 28 of Soeleman Ardjasasmita, S.H., dated September 21, 1971 in Jakarta, which was approved by the Minister of Justice in its Decision Letter No. J.A.5/198/3 dated November 8, 1971 and were written in the State Gazette No. 103 dated December 24, 1971, additional No. 576. The Entity’s Articles of Association has been amended several times, the latest by Notarial Deed No. 81 dated February 18, 2015 of Ariyani, S.H., in Surabaya, concerning increasing fully paid capital stock. The amendments were approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0029976.AH.01.11.Tahun 2015, dated March 12, 2015 (see Note 43).

Entitas memperoleh Surat Pengesahan Menteri Kehakiman No. 25/V/PMA/1996 tanggal 25 Maret 1996 untuk pendirian Entitas dibawah Undang-Undang Penanaman Modal Asing (PMA). Entitas memperoleh ijin usaha tetap (SIUP) dari kepala Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) untuk perubahan status pendirian dari PMA menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sesuai dengan Surat Keputusan No. 05/V/PMDN/2003 tanggal 10 Maret 2003.

The Entity received an approved from the Minister of Justice No. 25/V/PMA/1996 dated March 25, 1996 for establisment of the Entity under the Foreign Capital Investment Law. The Entity received permanent permit (SIUP) from Capital Investment Coordinating Board regarding the changes of the Entity’s status from Foreign Capital Investment to Domestic Capital Investment in its Decision Letter No. 05/V/PMDN/2003 dated March 10, 2003.

Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Entitas, ruang lingkup Entitas antara lain bergerak dalam bidang pemasaran dan penjualan produk gas industri dan produk-produk terkait lainnya serta pemasaran dan penjualan jasa. Saat ini, Entitas bergerak di bidang industri gas tertentu dalam bentuk gas, cair ataupun padat, mendesain konstruksi dan instalasi peralatan gas pada pabrik pelanggan dan rumah sakit serta memperdagangkan produk gas dari produsen lain kepada pelanggan Entitas.

Based on Article 3 of the Entity’s Articles of Association, the Entity’s activities are marketing and sales of gas industry and other related products, also marketing and sales of service. The Entity is engaged in the specific gas industry such as gas, liquid or solid, constructions design and installation of gas equipment in customer’s factories and hospitals and trade in gas products from other manufacturers to the Entity’s customers.

Kantor pusat Entitas berkedudukan di Gedung UGM Samator Pendidikan Tower A Lt 5-6, Jl. Dr Sahardjo No. 83, Jakarta Selatan, sedangkan Entitas mempunyai cabang di Medan, Tanjung Murawa, Lhokseumawe, Pekanbaru, Cikarang, Pulo Gadung, Bandung, Lampung, Semarang, Sidoarjo, Makassar, Kendari, Soroako, Palu, Pare, Bitung, Gorontalo dan Subang.

The Entity’s head office is located in Gedung UGM Samator Pendidikan Tower A Floor 5-6th. Jl. Dr Sahardjo No. 83, South Jakarta, while the Entity has branches in Medan, Tanjung Murawa, Lhokseumawe, Pekanbaru, Cikarang, Pulo Gadung, Bandung, Lampung, Semarang, Sidoarjo, Makassar, Kendari, Soroako, Palu, Pare, Bitung, Gorontalo and Subang.

Page 116: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

9

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

b. Penawaran Umum Efek Entitas b. The Public Offering of Entity’s Securities

Pada bulan Juni 2008, Entitas menawarkan kepada masyarakat:

In June 2008, the Entity offered to the public:

- Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 dengan

jumlah pokok obligasi sebesar Rp 80.000.000. Obligasi ini mempunyai jangka waktu selama 5 tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 14,5% per tahun.

- Bonds of Aneka Gas Industri I Year 2008, the principal amount of bonds amounting to Rp 80,000,000. These bonds will mature within 5 years and bears a fixed annual interest at 14.5% per annum.

- Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 dengan jumlah nominal sebesar-besarnya Rp 220.000.000. Sukuk ini mempunyai jangka waktu selama 5 tahun dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 36.250 per Rp 1.000.000.

- Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri I Year 2008 with a maximum amounting to Rp 220,000,000. This Sukuk will be mature within 5 years and the installment payment of ijarah benefit amounted to Rp 36,250 for each Rp 1,000,000.

Pada tanggal 26 Juni 2008, penawaran tersebut dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (dahulu BAPEPAM-LK) berdasarkan Surat Keputusan No. S-4113/BL/2008. Obligasi ini dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Juli 2008.

On June 26, 2008, these offers obtained the notice of effectivity from Financial Services Authority (OJK) (formerly BAPEPAM-LK) based on Decision Letter No. S-4113/BL/2008. These bonds are listed in Indonesia Stock Exchange as of July 9, 2008.

Pada bulan Juli 2013, Entitas telah melunasi Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 dan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008.

On July 2013, the Entity had fully paid of Bond of Aneka Gas Industri I Year 2008 and Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri I Year 2008.

Pada bulan Desember 2012, Entitas menawarkan kepada masyarakat:

On December 2012, the Entity offered to the public:

- Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012

dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 200.000.000. Obligasi ini mempunyai jangka waktu selama 5 tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,8% per tahun.

- Bonds of Aneka Gas Industri II Year 2012, the principal amount of bonds amounting to Rp 200,000,000. These bonds will mature within 5 years and bears a fixed annual interest at 9.8% per annum.

- Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dengan jumlah nominal sebesar-besarnya Rp 300.000.000. Sukuk ini mempunyai jangka waktu selama 5 tahun dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 99.000 per Rp 1.000.000.

- Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri II Year 2012 with a maximum amount of Rp 300,000,000. This Sukuk will mature within 5 years and the installment payment of ijarah benefit amounted to Rp 99,000 for each Rp 1,000,000.

Pada tanggal 5 Desember 2012, penawaran tersebut dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (dahulu BAPEPAM-LK) berdasarkan Surat Keputusan No. S-13866/BL/2012. Obligasi ini dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 19 Desember 2012.

On December 5, 2012, these offers obtained the notice of effectivity from Financial Services Authority (OJK) (formerly BAPEPAM-LK) based on Decision Letter No. S-13866/BL/2012. This bonds are listed in Indonesia Stock Exchange as of December 19, 2012.

Page 117: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

10

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) c. Entitas Anak c. Subsidiaries

Entitas memiliki kepemilikan langsung dan tidak langsung pada Entitas Anak pada tahun 2014 adalah sebagai berikut:

The Entity has direct and indirect ownership on the Subsidiaries in 2014 as follows:

Entitas Anak/ Subsidiaries

Domisili/ Domicile

Kegiatan Usaha/ Principal Activity

Persentase Kepemilikan/ Percentage of

Ownership

Tahun Beroperasi Secara Komersial/

Start of Commercial Operating

Jumlah Aset Per 31 Desember

2014/ Total Assets as of

December 31, 2014

Penyertaan langsung/Direct ownership PT Samator Gas Industri (SGI)

Surabaya

Produksi dan perdagangan gas/ Production and gas trading 78% 1992 1.192.835.816

PT Ruci Gas (RG)

Surabaya

Perdagangan industri gas/ Trade in gas industry 50% 2009 84.522.261

Penyertaan tidak langsung/ Indirect

ownership Melalui SGI/ Through SGI

PT Samabayu Mandala (SM)

Bali

Produksi, perdagangan gas serta pemasangan instalasi/ Production, gas trading and installation 47% 1982 27.807.346

Entitas memiliki kepemilikan langsung dan tidak langsung pada Entitas Anak pada tahun 2013 adalah sebagai berikut:

The Entity has direct and indirect ownership on the Subsidiaries in 2013 as follows:

Entitas Anak/ Subsidiaries

Domisili/ Domicile

Kegiatan Usaha/ Principal Activity

Persentase Kepemilikan/ Percentage of

Ownership

Tahun Beroperasi Secara Komersial/

Start of Commercial Operating

Jumlah Aset Per 31 Desember

2013/ Total Assets as of

December 31, 2013

Penyertaan langsung/Direct ownership PT Samator Gas Industri (SGI)

Surabaya

Produksi dan perdagangan gas/ Production and gas trading 75% 1992 1.004.497.997

PT Ruci Gas (RG)

Surabaya

Perdagangan industri gas/ Trade in gas industry 50% 2009 57.755.113

PT Krakatau Samator (KS)

Jakarta

Perdagangan industri gas/ Trade in gas industry 55% - 56.753.861

Penyertaan tidak langsung/ Indirect

ownership Melalui SGI/ Through SGI

PT Samabayu Mandala (SM)

Bali

Produksi, perdagangan gas serta pemasangan instalasi/ Production, gas trading and installation 45% 1982 22.822.252

SGI SGI Berdasarkan akta Notaris Christiana Inawati, S.H., No. 21, tanggal 30 Desember 2013, Entitas melakukan penambahan penyertaan saham di SGI sebesar Rp 30.000.000, sehingga jumlah penyertaan saham di SGI menjadi sebesar Rp 142.500.000 atau setara dengan 75%.

Based on Notarial Deed No. 21, dated December 30, 2013 of Christiana Inawati, S.H., the Entity increased its investment in share of SGI amounting to Rp 30,000,000, therefore investment in share of SGI became to Rp 142,500,000 or equivalent with 75%.

Berdasarkan akta Notaris Ariyani, S.H., No. 194, tanggal 24 Desember 2014, Entitas melakukan penambahan penyertaan saham sebesar Rp 30.000.000, sehingga jumlah penyertaan saham di SGI menjadi sebesar Rp 172.500.000 atau setara dengan 78%.

Based on Notarial Deed No. 194, dated December 24, 2014 of Ariyani, S.H., the Entity increased its investment in share of SGI amounting to Rp 30,000,000, therefore investment in shares of SGI became to Rp 172,500,000 or equivalent to 78%.

Page 118: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

11

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Entitas Anak (lanjutan) c. Subsidiaries (continued) Persentase kepemilikan Entitas atas penyertaan tidak langsung kepada SM adalah sebesar 47% dan 45% masing-masing pada tahun 2014 dan 2013.

The Entity’s percentage of ownership for indirect ownership to SM was at 47% and 45% in 2014 and 2013, respectively.

RG RGNama Entitas Anak, PT Raja Prima Syngas telah diubah menjadi PT Ruci Gas, berdasarkan akta Notaris Christiana Inawati, S.H., No. 4, tanggal 4 Agustus 2011.

Based on Notarial Deed No. 4, dated August 4, 2011 of Christiana Inawati, S.H., Subsidiary’s name has been change from PT Raja Prima Syngas to PT Ruci Gas.

Berdasarkan akta Notaris Christiana Inawati, S.H., No. 24 tanggal 12 Agustus 2014, Entitas melakukan peningkatan atas penyertaan saham kepada RG sebesar Rp 19.000.000, sehingga jumlah penyertaan saham Entitas menjadi sebesar Rp 30.000.000 atau setara dengan 50%.

Based on Notarial Deed No. 24, dated August 12, 2014 of Christiana Inawati, S.H., the Entity increasing investment in shares of RG amounting to Rp 19,000,000, therefore investment in shares become to Rp 30,000,000 or equivalent to 50%.

KS KSBerdasarkan akta Notaris Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., No. 69, tanggal 19 Juni 2013, Entitas melakukan penyertaan saham kepada KS sebesar Rp 13.750.000 dalam 13.750 saham dengan persentase kepemilikan sebesar 55%.

Based on Notarial Deed No. 69, dated June 19, 2013of Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., the Entity held investment in shares of KS amounting to Rp 13,750,000 which consist of 13,750 shares with percentage of ownership at 55%.

Berdasarkan akta Notaris Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., No. 64, tanggal 12 Desember 2014, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal sebesar Rp 75.000.000, yaitu oleh Entitas sebesar Rp 16.250.000. Hal ini menyebabkan persentase kepemilikan Entitas terdilusi menjadi sebesar 30% sehingga laporan keuangan KS tidak dikonsolidasi dalam laporan keuangan Entitas pada tahun 2014.

Based on Notarial Deed No. 64, dated December 12, 2014 of Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., the stockholders agreed to increase issued and fully paid capital amounting to Rp 75,000,000, which consist of the amount of Rp 16,250,000 by the Entity. As the impact of this causes, the Entity’s percentage of ownership has been diluted to 30% therefore the financial statements of KS are not consolidated in the Entity’s financial statements in 2014.

d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan d. Board of Commissioners, Directors, Audit

Committee and Employees Susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Entitas pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

The members of the Entity’s Board of Commissioners, Directors and Audit Committee as of December 31, 2014 are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama : Arief Harsono : President CommissionerWakil Komisaris Utama : Rasid Harsono : Vice President CommissionerKomisaris (Independen) : Agoest Soebhektie : Commissioner (Independent)Komisaris : Djasri Marin : Commissioners Coromolos Maria Bing Soekianto

Page 119: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

12

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

(lanjutan) d. Board and Commissioners, Directors, Audit

Committee and Employees (continued)

Direksi Directors Direktur Utama : Heyzer Harsono : President Director Wakil Direktur Utama : Rachmat Harsono : Vice President Director Direktur : Agus Purnomo : Directors

Etty Fardhiati Imelda Mulyani Harsono Phajar Hadywibowo

Komite Audit Audit Committee Ketua Komite Audit : Agoest Soebhektie : Head of Audit Committee Anggota : Hie Tek Un : Members Djony Winarto

Susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Entitas pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

The members of the Entity’s Board of Commissioners, Directors and Audit Committee as of December 31, 2013 are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama : Arief Harsono : President Commissioner Wakil Komisaris Utama : Rasid Harsono : Vice President Commissioner Komisaris (Independen) Agoest Soebhektie Commissioner (Independent) Komisaris : Djasri Marin : Commissioners Coromolos Maria Bing Soekianto Direksi Directors Direktur Utama : Heyzer Harsono : President Director Wakil Direktur Utama : Rachmat Harsono : Vice President Director Direktur : Agus Purnomo : Directors

Etty Fardhiati Imelda Mulyani Harsono Phajar Hadywibowo

Komite Audit Audit Committee Ketua Komite Audit : Coromolos Maria Bing Soekianto : Head of Audit Committee Anggota : Dipl Ing Djanarko Tjandra : Members : Santoso Widjaja :

Entitas dan Entitas Anak memiliki sejumlah 2.034 dan 1.604 karyawan tetap masing-masing pada tahun 2014 dan 2013.

The Entity and Subsidiaries have 2,034 and 1,604 permanent employees in 2014 and 2013, respectively.

e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian e. Completion of the Consolidated Financial Statements

Manajemen Entitas dan Entitas Anak bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang telah diselesaikan pada tanggal 2 April 2015.

The management of the Entity and Subsidiaries are responsible for the preparation of the consolidated financial statements which were completed on April 2, 2015.

Page 120: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (dahulu Bapepam-LK) No. VIII.G.7, mengenai “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Entitas Publik” yang terlampir dalam Surat Keputusan No. KEP- 347/BL/2012, tanggal 25 Juni 2012.

Management is responsible for the preparation and presentation of the consolidated financial statements and have been prepared in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards which include Statements and Interpretations of Financial Accounting Standards issued by Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Accountant Institute and the Regulation of Financial Services Authority (OJK) (formerly Bapepam-LK) Regulation No. VIII.G.7, regarding “the Presentation and Disclosures of Financial Statements of Listed Entity” enclosed in the Decision Letter No. KEP- 347/BL/2012, dated June 25, 2012.

b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

b. Basis of Preparation of Consolidated Financial

Statements Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan pada saat terjadinya (accrual basis) dengan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows, have been prepared on the accrual basis using historical cost concept of accounting, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies.

Standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan Standards in issue not yet adopted

Standar dan interpretasi berikut yang telah diterbitkan tetapi efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015:

Standards and interpretations that have been issued but are effective for periods beginning on or after January 1, 2015:

‐ PSAK No. 1 (Revisi 2013), mengenai “Penyajian

Laporan Keuangan”. ‐ PSAK No. 1 (Revised 2013), regarding

“Presentation of Financial Statements”. ‐ PSAK No. 4 (Revisi 2013), mengenai “Laporan

Keuangan Tersendiri”. ‐ PSAK No. 4 (Revised 2013), regarding

“Separate Financial Statements”. ‐ PSAK No. 15 (Revisi 2013), mengenai “Investasi

pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”. ‐ PSAK No. 15 (Revised 2013), regarding

“Investments in Associates and Joint Ventures”. ‐ PSAK No. 24 (Revisi 2013), mengenai “Imbalan

Kerja”. ‐ PSAK No. 24 (Revised 2013), regarding

“Employee Benefits”. ‐ PSAK No. 65, mengenai “Laporan Keuangan

Konsolidasian”. ‐ PSAK No. 65, regarding “Consolidated

Financial Statements”. ‐ PSAK No. 66, mengenai “Pengaturan Bersama”. ‐ PSAK No. 66, regarding “Joint Arrangements”. ‐ PSAK No. 67, mengenai “Pengungkapan

Kepentingan dalam Entitas Lain”. ‐ PSAK No. 67, regarding “Disclosures of

Interests in Other Entities”. ‐ PSAK No. 68, mengenai “Pengukuran Nilai Wajar”.

‐ PSAK No. 68, regarding “Fair Value

Measurements”. ‐ PSAK No. 46 (Revisi 2014), mengenai “Pajak

Penghasilan”. ‐ PSAK No. 46 (Revised 2014), regarding

“Income Taxes”.

Page 121: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

14

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

(lanjutan) b. Basis of Preparation of Consolidated Financial

Statements (continued) ‐ PSAK No. 48 (Revisi 2014), mengenai “Penurunan

Nilai Aset”. ‐ PSAK No. 48 (Revised 2014), regarding

“Impairment of Assets”. ‐ PSAK No. 50 (Revisi 2014), mengenai “Instrumen

Keuangan: Penyajian”. ‐ PSAK No. 50 (Revised 2014), regarding

“Financial Instruments: Presentation”. ‐ PSAK No. 55 (Revisi 2014), mengenai “Instrumen

Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”.

‐ PSAK No. 55 (Revised 2014), regarding “Financial Instruments: Recognition and Measurement”.

‐ PSAK No. 60 (Revisi 2014), mengenai “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.

‐ PSAK No. 60 (Revised 2014), regarding “Financial Instruments: Disclosures”.

‐ ISAK No. 26 (Revisi 2014), mengenai “Penilaian Kembali Derivatif Melekat”.

‐ ISAK No. 26 (Revised 2014), regarding “Reassessment of Embedded Derivatives”.

Pada tanggal terbitnya laporan keuangan konsolidasian, manajemen telah melakukan evaluasi atas efek penerapan standar ini pada laporan keuangan konsolidasian.

As of the issuance date of the consolidated financial statements, management is evaluating the effect of thesse interpretations on the consolidated financial statements.

Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The consolidated statements of cash flows were presented using the direct method with cash flows classification into operating, investing and financing activities.

Mata uang fungsional dan penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah.

The functional and presentation currency used in the consolidated financial statements is Indonesian Rupiah.

c. Prinsip - Prinsip Konsolidasian c. Principles of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan oleh Entitas. Pengendalian dianggap ada ketika Entitas memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu entitas, kecuali dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Pengendalian juga ada ketika Entitas memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:

The consolidated financial statements include all Subsidiaries that are controlled by the Entity. Control is presumed to exist when the Entity, directly or indirectly through Subsidiaries, owns more than half of the voting power of an Entity unless, in exceptional circumstances, it can be clearly demonstrated that such ownership does not constitute control. Control also exists when the Entity owns half or less of the voting power of an Entity when there is:

- Kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;

- Power over more than half of the voting rights by virtue of an agreement with other investors;

- Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;

- Power to govern the financial and operating policies of the Entity under a statute or an agreement;

- Kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut; atau

- Power to appoint or remove the majority of the members of the board of directors and board of commissioners or equivalent governing body and control of the Entity is by that board or body; or

- Kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi dan dewan komisaris atau organ tersebut.

- Power to cast the majority of votes at meetings of the board of directors and board of commissioners or equivalent governing body and control of the Entity is by that board or body.

Page 122: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

15

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

c. Prinsip - Prinsip Konsolidasian (lanjutan) c. Principles of Consolidation (continued)

Kepentingan non-pengendali merupakan proporsi atas laba atau rugi dan aset neto yang tidak dimiliki Entitas dan disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, dipisahkan dengan ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Non-controlling interest represents the portion of profit or loss and the net assets not held by Entity, and presented separately in the consolidated statements of comprehensive income, and within equity in the consolidated statements of financial position, separate from equity attributable to the parent entity.

Kepentingan non-pengendali pada Entitas Anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam ekuitas. Kepentingan non-pengendali pemegang saham mungkin awalnya diukur pada nilai wajar atau pada bagian pemilikan kepentingan non-pengendali dari nilai wajar aset bersih yang dapat diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi dengan dasar akuisisi. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepemilikan pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Jumlah pendapatan komprehensif Entitas Anak tersebut diatribusikan kepada pemilik Entitas dan pada kepentingan non-pengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali mempunyai saldo defisit.

Non-contolling interests in Subsidiaries are identified separately and presented within equity. The interest of non-controlling stockholders maybe initially measured either at fair value or at the non-controlling interests proportionate share of the fair value of the acquiree’s identifiable net asset. The choice of measurement is made on acquisition by acquisition basis. Subsequent to acquisition, the carrying amount of non-controlling interests is the amount of those interests at initial recognition plus non-controlling interests’ share of subsequent change in equity. Total comprehensive income of subsidiaries is attributed to the owners of the Entity and to the non-controlling intersts even if this results in the non-controlling interests having deficit balance.

Perubahan dalam bagian kepemilikan Entitas pada Entitas Anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Entitas dan Entitas Anak dan kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas Entitas Anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-pengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau deterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk.

Changes in the Entity interests in existing Subsidiaries that do not result in a loss of control are accounted for as equity transactions. The carrying amounts of the Entity and Subsidiaries interests and the non-controlling interests are adjusted to reflect the changes in their relative interests in the Subsidiaries. Any difference between the amount by which the non-controlling interests are adjusted and the fair value of the consideration paid or received is recognized directly in equity and attributed to owners of the entity.

Ketika Entitas kehilangan pengendalian atas Entitas Anak, keuntungan dan kerugian diakui di dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) keseluruhan nilai wajar yang diterima dan nilai wajar dari setiap sisa investasi dan (ii) nilai tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill) dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan non-pengendali. Ketika aset dari Entitas Anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan

When the Entity loses control of a Subsidiary, a gain or loss is recognized in profit or loss and is calculated as the difference between (i) the aggregate of the fair value of the consideration received and the fair value of any retained interest and (ii) the previous carrying amount of the assets (including goodwill) and liabilities of the Subsidiary and any non-controlling interest. When assets of the subsidiary are carried at revalued amount or fair

Page 123: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

16

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

c. Prinsip - Prinsip Konsolidasian (lanjutan) c. Principles of Consolidation (continued)

atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan terakumulasi dalam ekuitas, jumlah yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi ekuitas dicatat seolah-olah Entitas telah melepas secara langsung aset yang relevan (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer langsung ke saldo lama sebagaimana ditentukan oleh PSAK yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2011), mengenai “Instrumen Keuangan; Pengakuan dan Pengukuran”.

values and the related cumulative gain or loss has been recognized in other comprehensive income and accumulated in equity, the amounts previously recognized in othe comprehensive income and accumulated in equity are accounted for as if the Entity had directly disposed of the relevant assets (i.e. reclassified to profit or loss or transferred directly to retained in the former subsidiary at the date when control is lost is regarded as the fair value on initial recognition for subsequent accounting under PSAK No. 55 (Revised 2011), regarding “Financial Instruments: Recognition and Measurement”.

Penghasilan dan beban Entitas Anak yang diakuisisi atau penjualan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dana sampai dengan tanggal efektif penjualan.

The results of Subsidiaries acquired or disposed of during the year are included in the consolidated statement of comprehensive income from the effective date of acquisition and up to the effective date of disposal, as appropriate.

Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan Entitas Anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Entitas.

Where necessary, adjustments are made to the financial statements of the Subsidiaries to bring the accounting policies used in line with those used by the Entity.

Seluruh transaksi antara Entitas dan Entitas Anak, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian.

All Entity and Subsidiaries transactions, balances, income and expenses are eliminated on consolidation.

Aset neto Entitas Anak yang termasuk dalam laporan keuangan konsolidasian Entitas adalah sebesar Rp 475.220.262 dan Rp 408.154.940 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

Net assets of Subsidiaries included in the Entity’s consolidated financial statements amounted to Rp 475,220,262 and Rp 408,154,940 as of December 31, 2014 and 2013, respectively.

d. Kombinasi Bisnis d. Business Combination

Entitas mencatat setiap kombinasi bisnis dengan menerapkan metode akuisisi. Biaya kombinasi bisnis adalah keseluruhan nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, liabilitas yang terjadi atau yang diasumsikan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai penggantian atas pengendalian Entitas Anak. Biaya-biaya terkait dengan akuisisi langsung diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

The Entity accounts for busing combination accounted for using the acquisition method. The cost of the business combination is the aggregate of the fair value (at the date of exchange) of assets given, liabilities incurred or assumed, and equity instruments issued in exchange for control of the acquire. Any costs directly attributable to the business combination are recorded in the consolidated statement of comprehensive income.

Pada saat akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas Entitas Anak yang diambil alih diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Entitas atas nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill.

On acquisition, the assets and liabilities of Subsidiaries are measured at their fair values at the date of acquisition. Any excess of the cost of acquisition over the fair values of the identifiable net assets acquired is recognized as goodwill.

Page 124: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

17

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Kas dan Setara Kas e. Cash and Cash Equivalents

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan atas liabilitas dan pinjaman lainnya serta tidak dibatasi penggunaannya.

Cash and cash equivalents consists of cash, cash in bank and time deposits with maturity period of less than 3 (three) months or less from the date of placement and not pledged as collateral for loans and other liabilities and are not restricted.

Pada laporan arus kas konsolidasian, saldo kas dan setara kas disajikan terdiri dari saldo kas dan setara kas dikurangi pinjaman bank jangka pendek, kredit modal kerja (cerukan).

In the consolidated statements of cash flows, cash and cash equivalent is presented consist of cash and cash equivalent net of short term bank borrowings, working capital loan (overdraft).

f. Instrumen Keuangan f. Financial Instruments

Aset keuangan Financial assets Entitas dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori sebagai berikut: (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; (ii) investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo; (iii) pinjaman dan piutang; dan (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual.

The Entity and Subsidiaries classify their financial assets into the categories of: (i) financial assets at fair value through profit or loss; (ii) held-to-maturity investments; (iii) loans and receivables; and (iv) available-for-sale financial assets.

Klasifikasi ini tergantung pada tujuan saat aset keuangan tersebut diperoleh. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat pengakuan awal.

The classification depends on the purpose for which the financial assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition.

(i) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui

laporan laba rugi (i) Financial assets at fair value through profit or

loss

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang diperoleh untuk tujuan diperdagangkan. Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok ini jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual dalam jangka pendek. Derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrumen lindung nilai yang ditetapkan efektif. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dari aset keuangan ini disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai keuntungan (kerugian) lain- lain – neto” di dalam periode terjadinya. Pendapatan dividen dari aset keuangan ini diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai bagian dari pendapatan lain-lain pada saat ditetapkannya hak Entitas dan Entitas Anak untuk menerima pembayaran tersebut.

Financial assets at fair value through profit or loss are financial assets held for trading. A financial asset is classified in this category if acquired principally for the purpose of selling in the short-term. Derivatives are also categorized as held for trading unless they are financial guarantee contracts or designated as hedges. Gains or losses arising from changes in fair value of the financial assets are presented in the consolidated statements of comprehensive income within “other gains (losses) – net” in the period in which they arise. Dividend income from the financial assets at fair value through profit or loss is recognized in the consolidated statements of comprehensive income as part of other income when the Entity and Subsidiaries’s right to receive payments is established.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan biaya transaksi dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, dan kemudian diukur pada nilai wajarnya.

Financial assets carried at fair value through profit or loss are initially recognized at fair value and transaction costs are expensed in the consolidated statements of comprehensive income and subsequently carried at fair value.

Page 125: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

18

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Aset dalam kategori ini diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan dapat direalisasikan dalam 12 bulan; sebaliknya, diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

Assets in this category are classified as current assets if expected to be settled within 12 months; otherwise, they are classified as non-current.

Pada tahun 2014 dan 2013, Entitas mempunyai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi berupa investasi jangka pendek.

In 2014 and 2013, the Entity had financial assets at fair value through profit or loss in the form of short-term invesment.

(ii) Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo (ii) Held-to-maturity investments

Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Entitas dan Entitas Anak mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali:

Held-to-maturity investments are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities that the Entity and Subsidiaries have the positive intention and ability to hold to maturity, except for:

a) investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;

a) investments that upon initial recognition are designated as financial assets at fair value through profit or loss;

b) investasi yang ditetapkan oleh Entitas dan Entitas Anak dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan

b) investments that are designated in the category of available-for-sale; and

c) investasi yang memenuhi definisi pinjaman dan piutang.

c) investments that meet the definition of loans and receivables.

Investasi di atas dimasukkan di dalam aset tidak lancar kecuali investasinya jatuh tempo atau manajemen bermaksud untuk melepasnya dalam waktu 12 bulan dari akhir periode pelaporan.

They are included in non-current assets unless the investment matures or management intends to dispose of it within 12 months of the end of the reporting period.

Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo pada awalnya diakui sebesar nilai wajar termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan kemudian diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.

Held-to-maturity investments are initially recognized at fair value including directly attributable transaction costs and subsequently carried at amortized cost using the effective interest method.

Bunga dari investasi tersebut yang dihitung dengan menggunakan metode bunga efektif diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai bagian dari pendapatan lain-lain.

Interest on the investments calculated using the effective interest method is recognized in the consolidated statements of comprehensive income as part of other income.

Pada tahun 2014 dan 2013, Entitas dan Entitas Anaktidak mempunyai aset keuangan berupa investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.

In 2014 and 2013, the Entitas and Subsidiaries had no financial assets in the form of held to maturity investments.

(iii) Pinjaman dan piutang (iii) Loans and receivables

Pinjaman dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pinjaman dan piutang tersebut dimasukkan di dalam aset lancar kecuali untuk yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. They are included in current assets, except for maturities of more than 12 months after the end of the reporting period. These are classified as non-current assets.

Page 126: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

19

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Pinjaman dan piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan kemudian diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif dikurangi penurunan nilai.

Loans and receivables are initially recognized at fair value including directly attributable transaction costs and subsequently carried at amortized cost using the effective interest method less impairment.

Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material.

Interest is recognized by applying the effective interest rate method, except for short term receivables when the recognition of interest would be immaterial.

Pada tahun 2014 dan 2013, Entitas dan Entitas Anakmempunyai aset keuangan berupa pinjaman yang diberikan dan piutang yang meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset tidak lancar lainnya.

In 2014 and 2013, the Entity and Subsidiaries has financial assets in the form of loans and receivables include cash and cash equivalents, accounts receivable, other receivables and other non-current assets.

(iv) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual (iv) Available for sale financial assets

Aset keuangan yang tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman atau piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Aset keuangan tersebut dimasukkan di dalam aset tidak lancar kecuali investasinya jatuh tempo atau manajemen bermaksud untuk melepasnya dalam waktu 12 bulan dari akhir periode pelaporan.

Available for sale financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available for sale or that is not classified as loans or receivables, held to maturity investments and financial assets at fair value through profit or loss. They are included in non current assets unless the investment matures or management intends to dispose of them within 12 months of the end of the reporting period.

Aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut diukur dengan nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui di ekuitas, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Jika suatu aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, maka akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya telah diakui di ekuitas, diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Available-for-sale financial assets are initially recognized at fair value, including directly attributable transaction costs. Subsequently, the financial assets are carried at fair value, with gains or losses recognized in equity, except for impairment losses and foreign exchange gains or losses, until the financial assets are derecognized. If the available-for-sale financial assets are impaired, the cumulative gain or loss previously recognized in equity, is recognized in the consolidated statements of comprehensive income.

Bunga atas sekuritas yang tersedia untuk dijual yang dihitung dengan metode bunga efektif diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai bagian dari pendapatan lain-lain. Dividen atas instrumen ekuitas yang tersedia untuk dijual diakui didalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai bagian dari pendapatan keuangan pada saat hak Entitas dan Entitas Anak untuk menerima pembayaran tersebut ditetapkan.

Interest on available-for-sale securities calculated using the effective interest method is recognized in the consolidated statements of comprehensive income as part of other income. Dividends on available-for-sale equity instruments are recognized in the consolidated statements of comprehensive income as part of finance income when the Entity and Subsidiaries’s right to receive the payments is established.

Page 127: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

20

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Pada tahun 2013, Entitas dan Entitas Anak mempunyai aset keuangan yang tersedia untuk dijual berupa investasi jangka pendek.

In 2013, the Entity and Subsidiaries had financial assets classified as available for sale in the form of short-term invesment.

Pada tahun 2014, Entitas dan Entitas Anak tidakmempunyai aset keuangan yang tersedia untuk dijual.

In 2014, the Entity and Subsidiaries had no financial assets classified as available for sale.

Metode suku bunga efektif Effective interest method

Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau biaya selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suka bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.

The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial instrument and of allocation interest income or expense over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimeted future cash receipts or payments (including all fees and points paid or received the form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or where approriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.

Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan FVTPL.

Income is recognized on an effective interest basis for financial instruments other than those financial instrument at FVTPL.

Penurunan nilai dari aset keuangan Impairment of financial assets

(i) Aset yang dicatat berdasarkan biaya perolehan

diamortisasi (i) Assets carried at amortized cost

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Entitas dan Entitas Anak mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

The Entity and Subsidiaries assess at the consolidated statement of financial position date whether there is objective evidence that a financial asset or class of financial assets is impaired. A financial asset or a class of financial assets is impaired and impairment losses are incurred only if there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset (a “loss event”) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated.

Kriteria yang Entitas dan Entitas Anak gunakan untuk menentukan bahwa ada bukti objektif dari suatu penurunan nilai meliputi:

The criteria that the Entity and Subsidiaries use to determine that there is objective evidence of an impairment loss include:

- Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;

- Significant financial difficulty of the issuer or borrowers;

- Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;

- A breach of contract, such as a default or delinquency in interest or principal payments;

Page 128: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

21

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

- Pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi

atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;

- The lenders, for economic or legal reasons relating to the borrower’s financial difficulty, granting to the borrower a concession that the lender would not otherwise consider;

- Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya;

- Is becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or other financial reorganization;

- Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan; atau

- The disappearance of an active market for that financial asset because of financial difficulties; or

- Data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset dimaksud, meskipun penurunannya belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok aset tersebut, termasuk:

- Observable data indicating that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows from a portfolio of financial assets since the initial recognition of those assets, although the decrease cannot yet be identified with the individual financial assets in the portfolio, including:

• Memburuknya status pembayaran pihak peminjam dalam kelompok tersebut; dan

• Adverse changes in the payment status of borrowers in the portfolio; and

• Kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut.

• National or local economic conditions that correlate with defaults on the assets in the portfolio.

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan niIai telah terjadi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi, baik secara langsung maupun menggunakan pos cadangan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

If there is objective evidence that an impairment loss has been incurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future credit losses that have not been incurred) discounted at the financial asset’s original effective interest rate. The carrying amount of the asset is reduced either directly or through the use of an allowance account. The amount of the loss is recognized in the consolidated statements of comprehensive income.

Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur), maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, baik secara langsung, atau dengan menyesuaikan pos cadangan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum adanya pengakuan penurunan nilai pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

If, in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognized (such as an improvement in the debtor’s credit rating), the previously recognized impairment loss will be reversed either directly or by adjusting an allowance account. The reversal will not result in the carrying of a financial asset that exceeds what the amortized cost would have been had the impairment not been recognized at the date at which the impairment was reversed. The reversal amount will be recognized in the consolidated statements of comprehensive income.

Page 129: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

22

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

(ii) Aset yang tersedia untuk dijual (ii) Assets classified as available-for-sale

Ketika penurunan nilai wajar atas aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual telah diakui secara langsung dalam pendapatan komprehensif lainnya dalam ekuitas dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam pendapatan komprehensif lainnya dalam ekuitas harus dikeluarkan dari pendapatan komprehensif lainnya dalam ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif yang dikeluarkan dari pendapatan komprehensif lainnya dalam ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian merupakan selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

When a decline in the fair value of an available for sale financial asset has been recognized directly in other comprehensive income within equity and there is objective evidence that the assets are impaired, the cumulative loss that had been recognized in other comprehensive income within equity will be reclassified from other comprehensive income within equity to the consolidated statements of comprehensive income even though the financial asset has not been derecognized. The amount of the cumulative loss that is reclassified from other comprehensive income within equity to the consolidated statements of comprehensive income will be the difference between the acquisition cost and the current fair value, less any impairment loss on that financial asset previously recognized in the consolidated statements of comprehensive income.

Kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian atas investasi instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas yang tersedia untuk dijual tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

The impairment losses recognized in the consolidated statements of comprehensive income for an investment in an equity instrument classified as available-for-sale will not be reversed through the consolidated statements of comprehensive income.

Jika, pada periode berikutnya, nilai wajar instrumen utang yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual meningkat dan peningkatan tersebut dapat secara objektif dihubungkan dengan peristiwa yang terjadi setelah pengakuan kerugian penurunan nilai pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, maka kerugian penurunan nilai tersebut harus dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

If, in a subsequent period, the fair value of a debt instrument classified as available-for-sale increases and the increase can be objectively related to an event occurring after the impairment loss was recognized in the consolidated statements of comprehensive income, the impairment loss is reversed through the consolidated statements of comprehensive income.

Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets

Entitas dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir, atau Entitas dan Entitas Anak mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Entitas dan Entitas Anak tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Entitas dan Entitas Anak mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Entitas dan Entitas Anak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikian aset keuangan yang ditransfer, Entitas dan Entitas Anak masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.

The Entity and Subsidiaries derecognize a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or when it transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. If the Entity and Subsidiaries neither transfers nor retains subtanstially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset, the Entity and Subsidiaries recognize their retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. It the Entity and Subsidiaries retain substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Entity and Subsidiaries continue to recognize the financial asset and also recognises a collaterallised borrowing for the proceeds received.

Page 130: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

23

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Liabilitas keuangan Financial liabilities

Entitas dan Entitas Anak mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Klasifikasi ini tergantung pada tujuan saat liabilitas keuangan tersebut diperoleh. Manajemen menentukan klasifikasi liabilitas keuangan tersebut pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan tidak diakui ketika kewajiban tersebut berakhir yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.

The Entity and Subsidiaries classify their financial liabilities into the categories of: (i) financial liabilities at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities carried at amortized cost. The classification depends on the purpose for which the financial liabilities were acquired. Management determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. Financial liabilities are derecognized when they are extinguished which is when the obligation specified in the contract is discharged or is cancelled or expires.

(i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar

melalui laporan laba rugi (i) Financial liabilities at fair value through profit or

loss

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang diperoleh untuk tujuan diperdagangkan. Liabilitas keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok ini jika dimiliki terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam jangka pendek.

Financial liabilities at fair value through profit or loss are financial liabilities held for trading. A financial liability is classified in this category if incurred principally for the purpose of repurchasing it in the short-term.

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada nilai wajarnya, dimana keuntungan atau kerugiannya diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Financial liabilities carried at fair value through profit or loss are initially recognized at fair value and subsequently carried at fair value, with gains and losses recognized in the consolidated statements of comprehensive income.

Pada tahun 2014 dan 2013, Entitas dan Entitas Anaktidak mempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

In 2014 and 2013, the Entity and Subsidiaries had no financial liabilities measured at fair value through profit or loss.

(ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya

perolehan diamortisasi (ii) Financial liabilities carried at amortized cost

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan tersebut diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. Mereka dimasukkan di dalam liabilitas jangka pendek, kecuali untuk yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Liabilitas keuangan ini diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

Financial liabilities that are not classified as financial liabilities carried at fair value through profit or loss, are initially recognized at fair value less directly attributable transaction costs. Subsequently, the financial liabilities are carried at amortized cost using the effective interest method. They are included in short-term liabilities, except for maturities more than 12 months after the end of the reporting period. These are classified as long-term liabilities.

Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian ketika liabilitas keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi.

Gains and losses are recognized in the consolidated statements of comprehensive income when the financial liabilities are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

Page 131: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

24

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued)

Pada tahun 2014 dan 2013, Entitas dan Entitas Anakmempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi meliputi utang bank, utang usaha, utang lain-lain, beban masih harus dibayar, jaminan pelanggan, utang bank jangka panjang, utang sewa pembiayaan, utang lembaga keuangan, utang obligasi dan utang pihak berelasi.

In 2014 and 2013, the Entity and Subsidiaries hasfinancial liabilities measured at amortized cost include bank loans, accounts payables, other payables, accrued expenses, customer deposits, long-term bank loans, obligation under finance lease, financial institution loans, bonds payable and due to related parties.

Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (marjin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Utang yang timbul dari transaksi murabahah diakui sebesar harga beli yang disepakati (jumlah yang wajib dibayarkan). Aset yang diperoleh diakui sebesar biaya perolehan tunai. Selisih antara harga beli yang disepakati dengan biaya perolehan tunai diakui sebagai beban murabahah tangguhan. Beban murabahah tangguhan diamortisasi secara proporsional dengan porsi utang murabahah.

Murabahah is the sale of goods by stating the purchase price and profit (margin) as agreed upon by the seller and the buyer. Debt arising from Murabahah transactions are recognized at the agreed purchase price (the amount to be paid). The acquired assets are recognized at cost cash. The difference between the purchase price agreed with the cash acquisition cost is recognized as an expense. Deferred murabahah load is amortized in proportion to the portion of murabahah debt.

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Derecognition of financial liabilities Entitas dan Entitas Anak menghentikan pengakuan, jika dan hanya jika, liabilitas Entitas dan Entitas Anak telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.

The Entity and Subsidiaries derecognize financial liabilities when and only when the Entity’s and Subsidiaries’ obligations are discharged, expired or canceled.

Estimasi nilai wajar Fair value estimation

Entitas dan Entitas Anak menggunakan beberapa teknik penilaian yang digunakan secara umum untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan dengan tingkat kompleksitas yang rendah. Input yang digunakan dalam teknik penilaian untuk instrumen keuangan di atas adalah data pasar yang dapat diobservasi.

The Entity and Subsidiaries use widely recognized valuation models for determining fair values of non-standardized financial instruments of lower complexity. For these financial instruments, inputs into models are generally market observable.

Saling hapus antar instrumen keuangan Offsetting of financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disajikan secara saling hapus dan nilai bersihnya disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan ada niat untuk menyelesaikan secara neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan.

Financial assets and liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statements of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or realize the asset and settle the liability simultaneously.

g. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi g. Transactions with Related Parties

Entitas dan Entitas Anak melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010) mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

The Entity and Subsidiaries have transactions with entities that are regarded as having special relationship as defined by PSAK No. 7 (Revised 2010) regarding “Related Parties Disclosures”.

Page 132: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

25

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan) g. Transactions with Related Parties (continued)

Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:

Related party represents a person or an entity who is related to the reporting entity:

(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai

relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: (a) A person or a close member of the person’s

family is related to a reporting entity if that person:

(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;

(i) has control or joint control over the reporting entity;

(ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau

(ii) has significant influence over the reporting entity; or

(iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.

(iii) is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity.

(b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:

(b) An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies:

(i) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).

(i) the entity and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others).

(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).

(ii) one entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member).

(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.

(iii) both entities are joint ventures of the same third party.

(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.

(iv) one entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.

(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.

(v) the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity.

(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).

(vi) the entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a).

(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

(vii) a person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).

Seluruh saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana yang dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

All significant balances and transactions with related parties, whether done or not conducted under the normal terms and conditions similar to those with third parties, are disclosed in the notes to the consolidated financial statements.

h. Persediaan h. Inventories

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan persediaan ditentukan dengan metode rata-rata (average method).

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is determined using the average method.

Page 133: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

26

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

h. Persediaan (lanjutan) h. Inventories (continued)

Nilai realisasi neto merupakan estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.

Net realizable value represents the estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated cost of completion and the estimated costs necessary to make the sale.

Penyisihan atas persediaan usang atau penurunan nilai persediaan ditetapkan berdasarkan penelaahan berkala terhadap kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan.

Allowance for inventory losses, obsolescence or decline in stock value, based on a review of the physical conditions and inventory turnover.

i. Biaya Dibayar di Muka i. Prepaid Expenses

Biaya dibayar di muka dibebankan pada usaha sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).

Prepaid expenses are charged to operations over the periods benefit within straight-line method.

j. Investasi pada Entitas Asosiasi j. Investment in Associate

Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana induk Entitas atau Entitas Anak mempunyai pengaruh yang signifikan, namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama, melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan atas kebijakan finansial dan operasional investee.

An associate is an entity over which the entity is in a position to exercise significant influence, but not control or joint control, through participation in the financial and operating policy decisions of the investee.

Hasil operasi dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian dengan mengunakan metode ekuitas, kecuali bila investasi tersebut diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, dalam hal ini, dicatat sesuai dengan PSAK No. 58 (Revisi 2009), mengenai “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”.

The results of operations and assets and liabilities of associates are incorporated in this consolidated financial statements using the equity method of accounting, except when the investment is classified as held for sale, in which case, it is accounted for in accordance with PSAK No. 58 (Revised 2009), Non-Current Assets Held for Sale and Discontinued Operation.

Investasi pada Entitas asosiasi dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Entitas atau Entitas Anak atas aset bersih Entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan dikurangi penurunan nilai investasi secara individu, jika ada. Bagian Entitas atau Entitas Anak atas kerugian Entitas asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui kecuali jika Entitas atau Entitas Anak mempunyai liabilitas atau melakukan pembayaran liabilitas Entitas Anak yang dijaminnya oleh Entitas atau Entitas Anak, dalam hal demikian, tambahan kerugian diakui sebesar liabilitas atau pembayaran tersebut.

Investments in associate are carried in the consolidated statements of financial position at cost as adjusted by post-acquisition changes in the Entity’s or the subsidiaries’ share of the net assets of the associate less any impairment in the value of the individual investments. Losses of the associates in excess of the Entity or the Subsidiaries’ interest in those associates are not recognized except if the Entity or the Subsidiaries have incurred obligations or made payments on behalf of the associates to satisfy obligations of the associates that the Entity or the Subsidiaries have guaranteed, in thus case, additional losses are recognized to the extent of such obligations or payments.

Goodwill termasuk dalam nilai tercatat investasi dandiukur penurunan nilainya sebagai bagian dari investasi terkait. Setiap selisih kepemilikan Entitas dan Entitas Anak atas nilai wajar dari aset, liabilitas dan liabilitas kontijensi teridentifikasi atas biaya perolehan, setelah pengukuran ulang, diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Goodwill is included within the carrying amount of the investment and is assessed for impairment as part of that investment. Any excess of the Entity and its subsidaries’ share of the net fair value of the identifiable assets, liabilities and contingent liabilities over the cost of acquisition, after reassessment, is recognised immediately in consolidated statements of comprehensive income.

Page 134: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

27

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

j. Investasi pada Entitas Asosiasi (lanjutan) j. Investment in Associate (continued)

Perubahan nilai investasi yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas Entitas asosiasi yang bukan berasal dari transaksi antara Entitas dengan entitas asosiasi diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Asosiasi, dan akan diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan.

Changes in value of investment due to change in the equity of the associate arising from capital transactions of such associate with other parties is recognized in equity as Difference Due to Change of Equity in Associate and recognized as income or expense in the period the investment is disposed off.

k. Aset Tetap k. Fixed Assets

Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.

Fixed assets held for use in the production or supply of goods or services, or for administrative purposes are stated at cost less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method), tanpa nilai residu, berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Depreciation is computed using the straight-line method, without residual value, over the estimated useful lives of the assets as follows:

Tahun/ Year

Bangunan dan prasarana 8 - 20 Building and installationsMesin dan peralatan 8 - 16 Machinery and equipmentTangki dan tabung gas 8 - 16 Storage tanks and steel cylinderPerabot dan peralatan kantor 4 - 8 Furniture and fixturesKendaraan 4 - 8 Vehicles

Hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Land rights are stated at cost and not depreciated.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan, termasuk didalamnya biaya pinjaman selama konstruksi yang terjadi untuk membiayai konstruksi dan disajikan sebagai bagian dari “Aset Tetap”. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.

Construction in progress is stated at cost including borrowing costs incurred during construction to finance the construction and presented as part of “Fixed Assets”. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate fixed assets account upon completion of construction and when the asset is ready for its intended use.

Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang diperoleh/diderita dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun yang bersangkutan.

The costs of repairs and maintance are charged to operations as incurred; significant renewals and betterments are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of their carrying values and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the current consolidated statements of comprehensive income.

Aset tetap sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aset yang dimiliki atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaatnya.

Fixed assets under finance leases are depreciated over their expected useful lives on the same basis as owned assets or where shorter, the term of the relevant lease.

Page 135: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

28

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

k. Aset Tetap (lanjutan) k. Fixed Assets (continued)

Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dikaji ulang dan disesuaikan secara prospektif jika diperlukan.

At the date of consolidated statement of financial position, the assets residual values, useful lives and methods of depreciation are reviewed and adjusted prospectively if appropriate.

l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan l. Impairment of Non – Financial Asset

Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Entitas dan Entitas Anak menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Entitas dan Entitas Anak mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset.

At the consolidated statement of financial position dates, the Entity and Subsidiaries review the carrying amount of non-financial assets to determine whether there is any indication that those assets have suffered an impairment loss. If any such indication exists, the recoverable amount of the asset is estimated in order to determine the extent of the impairment loss (if any). Where is it not possible to estimate the recoverable amount of an individual asset, the Entity and Subsidiaries estimate the recoverable amount of the cash generating unit to which the asset belongs.

Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset nonkeuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Estimated recoverable amount is the higher of net selling price or value in use. If the recoverable amount of a non-financial asset (cash generating unit) is less than its carrying amount, the carrying amount of the asset (cash generating unit) is reduced to its recoverable amount and an impairment loss is recognized immediately in the consolidated statements of comprehensive income.

m. Sewa m. Leases

Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

Leases are classified as finance leases whenever the terms of the lease transfer substantially all the risks and rewards of ownership to the lessee. All other leases are classified as operating leases.

Sebagai Lessee As Lessee Aset sewa pembiayaan dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan Entitas dan Entitas Anak yang ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Liabilitas kepada lessor disajikan di dalam posisi keuangan sebagai utang sewa pembiayaan.

Assets under finance leases are initially recognized as assets of the Entity and Subsidiaries at their fair value at the inception of the lease or, if lower, at the present value of the minimum lease payments. The corresponding liability to the lessor isincluded in the statements of financial position as a obligation under finance lease.

Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pengurangan dari liabilitas sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya.

Lease payments are apportioned between finance charges and reduction of the lease obligation so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. Contingent rentals are recognized as expenses in the period in which they are incurred.

Page 136: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

29

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

m. Sewa (lanjutan) m. Leases (continued)

Jual dan Sewa-Balik Sale and Leaseback Jika suatu transaksi jual dan sewa-balik merupakan sewa pembiayaan, selisih lebih hasil penjualan diatas nilai tercatat, tidak segera diakui sebagai pendapatan tetapi ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.

If the sale and leaseback transaction results in a finance lease, any excess of sales proceeds over the carrying amount of the asset is deferred and amortized over the lease term.

Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.

Operating lease payments are recognized as an expense on straight-line basis over the lease term.

n. Biaya Penerbitan Emisi Obligasi n. Bond Issuance Cost

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan obligasi dicatat sebagai pengurang terhadap hasil emisi dan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif selama jangka waktu obligasi tersebut sesuai dengan Peraturan Nomor VIII.G.7 mengenai Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

Cost incurred in connection with the issuance of bonds is recorded as reduction of bonds issuance and amortized using the effective interest method over ther term of the bond in accordance with regulation number VIII.G.7 regarding Presentation and Disclosure of Financial Statements of the Issuers or Public Company.

o. Imbalan Kerja o. Employee Benefits

Entitas dan Entitas Anak mengakui liabilitas untuk kesejahteraan karyawan sesuai dengan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 (UU No. 13/2003) tanggal 25 Maret 2003 mengenai “Ketenagakerjaan”.

The Entity and Subsidiaries recognized an unfunded employee benefit liability in accordance with labor law No. 13/2003 dated March 25, 2003, regarding “Employment”.

Sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2010), mengenai “Imbalan Kerja”, biaya penyisihan imbalan kerja karyawan menurut UU No. 13/2003 ditentukan berdasarkan penilaian aktuaria menggunakan metode “Projected Unit Credit”. Keuntungan dan kerugian aktuaria diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuaria bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari jumlah yang lebih besar antara nilai kini imbalan pasti dan nilai wajar aset program pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Keuntungan dan kerugian aktuaria ini diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan rata-rata sisa masa kerja karyawan. Kemudian, biaya jasa lalu yang timbul akibat penerapan program imbalan pasti atau perubahan program imbalan pasti yang terutang, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) sampai imbalan tersebut menjadi hak karyawan (vested).

According to PSAK No. 24 (Revised 2010), regarding “Employee Benefits”, the cost of providing employee benefits in accordance with UU No. 13/2003 is determined using the “Projected Unit Credit” actuarial valuation method. Actuarial gains and losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting year exceeded 10% of the higher of the defined benefit obligations or fair values assets program at the date of consolidated statements of financial position. Actuarial gains or losses are amortized on a straight-line basis over the expected average remaining working lives of the employee. Then expense of past service costs arising from the introduction of a defined benefit plan or changes in the existing defined benefit plan, are amortized using the straight line method until such benefit become vested.

Entitas dan Entitas Anak mengakui keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian terdiri dari perubahan yang terjadi dalam nilai kini liabilitas imbalan pasti dan biaya jasa lalu yang belum diakui sebelumnya.

The Entity and Subsidiaries recognized gains or losses on the curtailment or settlement of a defined benefit plan when the curtailment or settlement occurs. The gain or loss on a curtailment or settlement comprise change in the present value of the defined obligation and any related actuarial gains and losses and past-service cost that had not previously been recognized.

Page 137: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

30

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Dana Syirkah Temporer p. Temporary Syirkah Funds

Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai liabilitas, karena entitas tidak berkewajiban, ketika mengalami kerugian, untuk mengembalikan jumlah dana awal dari pemilik dana kecuali akibat kelalaian atau wanprestasi entitas. Di sisi lain, dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai waktu jatuh tempo dan pemilik dana tidak mempunyai hak kepemilikan yang sama dengan pemegang saham, seperti hak voting dan hak atas realisasi keuntungan yang berasal dari aset lancar dan aset non-investasi.

Temporary syirkah funds cannot be classified as liability, because the entity has no obligation to return the fund to the owner when the entity has loss, unless there is negligence or default by the entity. On the other side, temporary syirkah funds cannot be classified as equity since they have maturity and the owner of the funds do not have ownership rights as common shareholders, such as voting rights and right of the profit derived from current assets and non-investment assets.

Hubungan antara entitas dan pemilik dana syirkah temporer merupakan hubungan kemitraan berdasarkan akad mudharabah muthlaqah, mudharabah muqayyadah atau musyarakah. Entitas mempunyai hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana yang diterima dengan atau tanpa batasan seperti mengenai tempat, cara, atau obyek investasi.

The relationship between the entity and the owner temporary syirkah funds is partnership based mudharabah muthlaqah, mudharabah muqayyadah or musyarakah. The Entity has the right to manage and invest the funds received with or without such restrictions on where, how, or object of investment .

Dana syirkah temporer merupakan salah satu unsur laporan posisi keuangan konsolidasian dimana hal tersebut sesuai dengan prinsip syariah yang memberikan hak kepada entitas untuk mengelola dan menginvestasikan dana, termasuk untuk mencampur dana dimaksud dengan dana lainnya.

Temporary syirkah funds is an element of consolidated statements of financial position where it is in line with sharia principles, which entitles the entity to manage and invest funds, including to manage as one portfolio with other type of funds.

Pemilik dana syirkah temporer memperoleh bagian atas keuntungan sesuai kesepakatan dan menerima kerugian berdasarkan jumlah dana dari masing-masing pihak. Pembagian hasil dana syirkah temporer dapat dengan konsep bagi hasil.

The owners of temporary syirkah funds earn profit in accordance with the agreement and receive loss based on the amount of funds from each party. The return of temporary syirkah funds are based on revenue sharing concept.

q. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas

Sepengendali q. Differences Arising from Restructuring Transactions

of Entities Under Common Control Berdasarkan PSAK No. 38 mengenai “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”, pengalihan aset, liabilitas, saham dan instrumen kepemilikan lainnya di antara Entitas sepengendali tidak menimbulkan laba atau rugi bagi seluruh kelompok Entitas ataupun Entitas individual dalam kelompok Entitas tersebut. Karena transaksi restrukturisasi Entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka aset maupun liabilitas yang pemilikannya dialihkan harus dicatat sesuai dengan nilai buku seperti penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest).

In accordance with PSAK No. 38 regarding “Accounting for Restructuring of Entities Under Common Control”, no gain or loss is recognized in the transfer of assets, liabilities, shares or other ownership instruments among companies under common control. Since a restructuring transaction between entities under common control does not result in a change of the economic substance of the ownership which are exchanged, assets or liabilities transferred must be recorded at book values as business combination using the pooling of interest method.

Page 138: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

31

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas

Sepengendali (lanjutan) q. Differences Arising from Restructuring Transactions

of Entities Under Common Control (continued) Saldo “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” pada saat penerapan awal PSAK No. 38 (Revisi 2012), harus direklasifikasi ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Selisih antara harga perolehan atau hasil penjualan aset bersih yang diperoleh atau dijual sehubungan dengan transaksi antara entitas sepengendali dengan nilai bukunya yang sebelumnya dicatat sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” pada tahun 2012 direklasifikasi ke “Tambahan Modal Disetor” pada tahun 2013.

The balance of “Difference Arising from Restructuring Transactions of Entities under Common Control” at the initial implementation of PSAK No. 38 (Revised 2012), should be reclassified to “Additional Paid-in Capital” in the consolidated statements of financial position. The difference between the transfer price and the book value arising from restructuring transaction among companies under common control which previously was recorded as “Difference Arising from Restructuring Transactions of Entities under Common Control” in 2012 was reclassified to “Additional Paid-in Capital” in 2013.

r. Pengakuan Pendapatan dan Beban r. Revenue and Expense Recognition

Pendapatan dari penjualan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan.

Revenue from sales is recognized upon delivery of the goods to the customers.

Pendapatan dan beban dari jasa instalasi peralatan gas diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. Biaya dari proyek yang belum terselesaikan diakui sebagai instalasi dalam penyelesaian dan dicatat sebagai persediaan sampai proyek tersebut selesai dan diserahkan ke pelanggan.

Revenue and expenses of gas appliances installation services is recognized using the percentage of completion method. The cost of unfinished projects is recognized as installation in progress and is recorded as inventory until the project is completed and delivered to the customers.

Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). Expenses are recognized when incurred (accrual

basis).

s. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing s. Foreign Currency Transactions and Balance Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia. Laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.

Transactions involving foreign currencies are recorded in Rupiah at the exchange rates prevailing at the time the transactions are made. At consolidated statements of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the prevailing rates of exchange and any resulting gains or losses are credited or charged to current operations.

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, kurs yang digunakan dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan jual yang dipublikasikan terakhir pada tahun yang bersangkutan untuk uang kertas dan/atau kurs transaksi Bank Indonesia (Rupiah penuh) adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2014 and 2013, the rate of exchange use were computed by taking the average of the last publish buying and selling rate, for bank notes and/or transaction exchange rate by Bank Indonesia (full amount) are as follows:

2014 2013

1 Poundsterling (GBP) 19.370 20.097 1 Poundsterling (GBP)1 Euro Eropa (EUR) 15.133 16.821 1 European Euro (EUR)1 Franc Swiss (CHF) 12.583 13.732 1 Swiss Franc (CHF)1 Dolar Amerika Serikat (USD) 12.440 12.189 1 United Statess Dollar (USD)1 Dolar Singapura (SGD) 9.422 9.628 1 Singapore Dollar (SGD)1 Dolar Hong Kong (HKD) 1.604 1.572 1 Hong Kong Dollar (HKD)1 Yen Jepang (JPY) 104 116 1 Japanese Yen (JPY)

Page 139: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

32

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN(lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

t. Taksiran Pajak Penghasilan t. Provision for Income Tax

Entitas dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010), mengenai “Pajak Penghasilan”, yang mengharuskan Entitas dan Entitas Anak untuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan pajak masa depan atas pemulihan di masa depan (penyelesaian) dari jumlah tercatat aset (liabilitas) yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, dan transaksi-transaksi serta peristiwa lain yang terjadi dalam tahun berjalan yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.

The Entity and Subsidiaries applied PSAK No. 46 (Revised 2010) regarding “Accounting for Income Tax”, which requires the Entity and Subsidiaries to account for the current and future tax consequences of the future recovery (settlement) of the carrying amount of assets (liabilities) that are recognized in the consolidated statement of financial position; and transactions and other events of the current year that are recognized in the consolidated financial statements.

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, sepertinilai terbawa atas saldo rugi fiskal yang belum digunakan, jika ada, juga diakui sejauh realisasi atas manfaat pajak tersebut dimungkinkan.

Current tax expense is provided based on the estimated taxable income for the current year. Deferred tax assets and liabilities are recognized for temporary differences between commercial and tax bases of assets and liabilities at each reporting date. Future tax benefit, such as the carry-forward of unused tax losses, if any, is also recognized to the extent that realization of such tax benefit is probable.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada tahun ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.

Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the year when the assets are realized or the liabilities are settled, based on the applicable tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted at consolidated statements of financial position date.

Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates is charged to current year operations,except to the extent that it relates to items previously charged or credited to equity.

Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika Entitas dan Entitas Anak mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan.

Amendments to tax obligations are recorded when an assessment is received or, if appealed against by the Entity and Subsidiaries, when the result of the appeal is determined.

u. Segmen Operasi u. Operating Segments

Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Entitas dan Entitas Anak yang secara regular direview oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.

Operating segments to be identified on the basis of internal reports about components of the Entity and Subsidiaries that are regularly reviewed by “the chief operating decision maker” in order to allocate resources to the segments and to assess their performances.

PSAK No. 5 (Revisi 2009) mengatur pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi.

PSAK No. 5 (Revised 2009) requires disclosures that will enable users of financial statements to evaluate the nature and financial effects of the business activities in which the entity engages and the economic environments in which it operates.

Page 140: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

33

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Segmen Operasi (lanjutan) u. Operating Segments (continued)

Segmen operasi adalah suatu komponen dari Entitas atau Entitas Anak:

Operating segments is a component of the Entity or Subsidiaries:

- Yang melibatkan diri dalam aktivitas bisnis yang

mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain entitas yang sama);

- Involving in business activities which earn income and create a load (including revenues and expenses related to transactions with other components of the same entity);

- Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan kinerjanya; dan

- The results of operations are reviewed regularly by decisions maker about the resources allocated to the segment and its performance; and

- Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. - Available financial information which can be separated.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Entitas dan Entitas Anak, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasian.

Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment. They are determined before the Entity and Subsidiaries balances and transactions are eliminated as part of consolidation process.

v. Laba per Saham Dasar v. Basic Earning per Share

Sesuai dengan PSAK No. 56 mengenai “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan, yaitu masing-masing sebesar 604.359 saham dan 400.630 saham pada tahun 2014 dan 2013.

In accordance with PSAK No. 56 regarding “Earning per share”. Basic earning per share is computed by dividing the net income for the year by the weighted-average number of shares from outstanding issued and fully paid capital stock during the year, amounting to 604,359 shares and 400,630 shares in 2014 and 2013, respectively.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN

ASUMSI SIGNIFIKAN 3. USE OF JUDGEMENTS, ESTIMATES AND

SIGNIFICANT ASSUMPTIONS

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan.

The preparation of consolidated financial statements requires management to make estimations and assumptions that affect assets and liabilities and disclosures of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period.

Page 141: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

34

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

3. USE OF JUDGEMENTS, ESTIMATES AND SIGNIFICANT ASSUMPTIONS (continued)

Pos-pos signifikan yang terkait dengan estimasi dan asumsi antara lain:

Significant posts associated with the estimation and assumptions include:

a. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang a. Provision for Declining in Value of Receivables

Entitas dan Entitas Anak mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Entitas dan Entitas Anak mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang guna mengurangi jumlah piutang pada jumlah yang diharapkan dapat diterima. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan untuk penurunan nilai piutang.

The Entity and Subsidiaries evaluate specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Entity and Subsidiaries use judgement, based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer’s current credit status and known market factors, to record specific provisions against amounts due to reduce its receivable amountsthat expects to collect. These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment of receivables.

Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang telah diungkapkan dalam Catatan 6 dan 7.

The carrying amount of loans and receivables are disclosed in Notes 6 and 7.

b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Persediaan b. Provision for Declining in Value of Inventories

Entitas dan Entitas Anak membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi persediaan yang digunakan pada masa mendatang. Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan penurunan nilai persediaan telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha Entitas dan Entitas Anak.

The Entity and Subsidiaries provide allowance for decline in value of inventories based on estimated future usage of such inventories. While it is believed that the assumptions used in the estimation of the allowance for decline in value of inventories are appropriate and reasonable, significant changes in these assumptions may materially affect the assessment of the allowance for decline in value of inventories, which ultimately will impact the result of the Entity and Subsidiaries’ operations.

Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 8. The carrying amount of inventories is disclosed in

Note 8.

c. Aset Tetap c. Fixed Assets

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Umur masa manfaat ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana Entitas dan Entitas Anak menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

The costs of fixed assets are depreciated on straight-line method. Management estimates the useful lives of these fixed assets to be within 4 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Entity and Subsidiaries conduct their businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised.

Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 12. The carrying amounts of fixed assets is disclosed

in Note 12.

Page 142: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

35

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

3. USE OF JUDGEMENTS, ESTIMATES AND SIGNIFICANT ASSUMPTIONS (continued)

d. Pajak Penghasilan d. Income Tax

Entitas dan Entitas Anak beroperasi di bawah peraturan perpajakan di Indonesia. Pertimbangan yang signifikan diperlukan untuk menentukan provisi pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai. Apabila keputusan final atas pajak tersebut berbeda dari jumlah yang pada awalnya dicatat, perbedaan tersebut akan dicatat di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada periode dimana hasil tersebut dikeluarkan.

The Entity and Subsidiaries operates under the tax regulations in Indonesia, significant judgement is required in determining the provision for income taxes and value added taxes. Where the final tax outcome of these matters is different from the amounts that were initially recorded, such differences will recorded at consolidated statements of comprehensive income in the period in which such determination is made.

Nilai tercatat perpajakan dingkapkan dalam Catatan 36. The carrying amount of taxation is disclosed in

Note 36.

e. Manfaat Karyawan e. Employee Benefits

Nilai kini liabilitas manfaat karyawan tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan dengan menggunakan asumsi aktuaria. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya bersih untuk pensiun termasuk tingkat pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program dan tingkat diskonto yang relevan. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat liabilitas manfaat karyawan.

The present value of the employee benefits obligation depends on a number of factors that are determined on an actuarial basis using a number of assumptions, The assumptions used in determining the net cost for pensions include the expected long-term rate of return on the relevant plan assets and the discount rate.

Asumsi penting lainnya untuk liabilitas manfaat karyawan sebagian didasarkan pada kondisi pasar saat ini.

Other key assumptions for employee benefits obligation are based in part on current market conditions.

Nilai tercatat liabilitas manfaat karyawan diungkapkan dalam Catatan 22.

The carrying amount of employee benefits liabilities is disclosed in Note 22.

Page 143: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

36

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Kas 2.581.209 2.227.600 Cash on hand

Bank Cash in banksRupiah Rupiah

PT Bank QNB Kesawan Tbk 100.346.120 45.801 PT Bank QNB Kesawan Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 59.168.203 27.911.274 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 7.982.197 3.954.652PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk 5.083.275 4.920.591 PT Bank Central Asia TbkPT Bank Pan Indonesia Tbk 3.636.407 12.910.090 PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 2.089.772 57.101 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Syariah Mandiri 1.222.965 1.250.151 PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk 545.174 199.203PT Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk 513.235 1.416 PT Bank OCBC NISP Tbk The Hongkong and Shanghai

Banking Corporation Ltd. 327.860 328.162The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.

PT Bank CIMB Niaga Syariah 160.207 121.922 PT Bank CIMB Niaga Syariah PT Bank Commonwealth 107.126 - PT Bank Commonwealth PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa Timur Tbk 105.123 121.160PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa TimurTbk PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa Barat dan Banten Tbk 82.925 160.209PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa Barat dan Banten Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 66.043 221.819 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Pembangunan Daerah

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 57.691 146.843

PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi

Barat PT Bank UOB Indonesia 14.723 19.727 PT Bank UOB Indonesia PT Bank Panin Syariah 11.367 14.989 PT Bank Panin SyariahPT Bank Pembangunan Daerah

Sumatera Selatan dan Bangka Belitung 9.281 9.461

PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka

BelitungPT Bank Bukopin (Persero) Tbk 4.585 4.710 PT Bank Bukopin (Persero) Tbk PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa Tengah 2.939 3.104PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa TengahPT Bank Pembangunan Daerah

Aceh 2.224 2.224PT Bank Pembangunan Daerah

Aceh PT Bank Tabungan Negara

(Persero) Tbk 1.791 2.063PT Bank Tabungan Negara

(Persero) Tbk PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa Timur Syariah 1.613 1.716PT Bank Pembangunan Daerah

Jawa Timur Syariah

Jumlah (dipindahkan) 181.542.846 52.408.388 Total (carry forward)

Page 144: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

37

4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

2014 2013

Jumlah (pindahan) 181.542.846 52.408.388 Total (brought forward) Mata Uang Asing Foreign Currency

PT Bank QNB Kesawan Tbk 10.650.662 174.426 PT Bank QNB Kesawan Tbk PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 2.811.382 2.408.234PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 413.490 2.152.268 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk 126.139 720.796 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk 71.652 16.610 PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Syariah Mandiri 65.785 38.288 PT Bank Syariah Mandiri PT Bank OCBC NISP Tbk 39.871 749.019 PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 32.750 32.895 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank UOB Indonesia 19.878 20.955 PT Bank UOB Indonesia PT Bank Commonwealth 15.575 - PT Bank Commonwealth PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 1.854 1.816 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

Sub-jumlah 195.791.884 58.723.695 Sub-total Deposito Berjangka Time DepositsRupiah Rupiah

PT Bank CIMB Niaga Tbk 14.744.761 13.000.000 PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Nusantara Parahyangan

Tbk 6.500.000 3.500.000PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk

PT Bank Panin Syariah 2.255.000 550.000 PT Bank Panin Syariah PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 53.046 2.053.046PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk Dolar Amerika Serikat United States Dollar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 119.512 117.100

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Sub-jumlah 23.672.319 19.220.146 Sub-total Jumlah 222.045.412 80.171.441 Total

Tidak terdapat saldo kas dan setara kas kepada pihak berelasi.

There are no cash and cash equivalents balances to related party.

Tingkat suku bunga deposito berjangka adalah sebagai berikut:

The interest rate of time deposits are as follows:

2014 2013

Dolar Amerika Serikat 0,25% 0,25% United States Dollar Rupiah 5,75% - 9,25% 5% - 9% Rupiah

Deposito berjangka tidak digunakan sebagai jaminan. Time deposits are not pledged as loan collateral.

Page 145: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

38

5. INVESTASI JANGKA PENDEK 5. SHORT-TERM INVESTMENTS Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013 Efek yang diukur pada nilai wajar

melalui laporan laba rugi Securities at fair value through

profit or loss Saham 25.224 25.239 Share Efek yang tersedia untuk dijual Available-for-sale securitiesMarketable Securities Syariah - 10.000.000 Marketable Securities Syariah Jumlah 25.224 10.025.239 Total

Saham Shares Pada tahun 2014 dan 2013, akun ini merupakan investasi pada efek yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dengan nilai wajar masing-masing sebesar Rp 25.224 dan Rp 25.239.

In 2014 and 2013, this account represents investments on effect which measured at fair value through profit and loss with fair value amounting to Rp 25,224 and Rp 25,239.

2014 2013

Harga perolehan 49.549 49.549 Acquisition costRugi perubahan nilai wajar (24.325) (24.310) Loss in change of fair value

Nilai wajar 25.224 25.239 Fair value

Obligasi Bonds Pada tahun 2013, akun ini merupakan investasi dalam bentuk obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

In 2013, this account represents investment in bond of Aneka Gas Industri II Year 2012 which measured at fair value through profit or loss.

2014 2013

Saldo awal - 4.119.400 Beginning balancePerolehan tahun berjalan - - Acquisition in the current yearPelepasan tahun berjalan - (4.119.400) Disposal in the current yearJumlah - - Total

Marketable Securities Syariah Marketable Securities Syariah Akun ini merupakan investasi Marketable Securities Syariah dalam bentuk Discre AAAI di PT AAA Investment pada tahun 2013.

This account represented investment of Marketable Securities Syariah in the form of Discre AAAI in PT AAA Investment in 2013.

Pada tahun 2014, saldo atas investasi tersebut telah dihapuskan karena tidak dapat direalisasikan (lihat Catatan 34).

In 2014, balance on this investment had been written-off because it can not be realized (see Note 34).

Page 146: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

39

6. PIUTANG USAHA 6. ACCOUNTS RECEIVABLES Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:

The details of accounts receivables based on customers are as follows:

2014 2013 Pihak ketiga: Third parties: Pelanggan lokal 139.850.871 130.803.038 Domestic customers

Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (2.526.217)

(2.572.152)

Less provision for declining in value

Sub-jumlah 137.324.654 128.230.886 Sub-total Pihak berelasi (lihat Catatan 35): Related parties (see Note 35):

PT Sandana Mulia Gas 6.681.872 - PT Sandana Mulia Gas PT Samator 2.767.936 1.946.362 PT Samator PT Synox Airgas 461.372 475.471 PT Synox Airgas

PT Sandana Multigas 215.915 31.312 PT Sandana Multigas PT Sandana Istana Multigas 200.210 321.351 PT Sandana Istana Multigas PT Samator Tomoe 39.118 58.358 PT Samator Tomoe

PT Samator Intiperoksida 11.260 - PT Samator Intiperoksida PT Aneka Mega Energi - 470.501 PT Aneka Mega Energi Sub-jumlah 10.377.683 3.303.355 Sub-total Jumlah - neto 147.702.337 131.534.241 Total – net

Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

The details of accounts receivables based on currencies are as follows:

2014 2013 Pihak ketiga: Third parties:

Rupiah 113.981.181 112.397.417 Rupiah Dolar Amerika Serikat 16.319.253 13.703.922 United States Dollar Dolar Singapura 9.335.387 4.701.699 Singapore Dollar Euro 215.050 - Euro

Sub-jumlah 139.850.871 130.803.038 Sub-total Dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai (2.526.217)

(2.572.152) Less provision for declining

in value Sub-jumlah 137.324.654 128.230.886 Sub-total Pihak berelasi (lihat Catatan 35): Related parties (see Note 35): Rupiah 9.966.155 3.226.018 Rupiah Dolar Amerika Serikat 411.528 77.337 United States Dollar Sub-jumlah 10.377.683 3.303.355 Sub-total Jumlah - neto 147.702.337 131.534.241 Total – net

Page 147: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

40

6. PIUTANG USAHA (lanjutan) 6. ACCOUNTS RECEIVABLES (continued) Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The details of aging schedule on accounts receivables

are as follows:

2014 2013

Kurang dari 30 hari 100.292.001 78.918.053 Less than 30 days31 – 60 hari 31.165.591 30.582.862 31 – 60 days 61 – 90 hari 6.388.099 10.186.934 61 – 90 days Lebih dari 90 hari 12.382.863 14.418.544 Over 90 days

Sub-jumlah 150.228.554 134.106.393 Sub-total

Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (2.526.217)

(2.572.152)

Less provision for declining in value

Jumlah – neto 147.702.337 131.534.241 Total – net

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:

Mutation of provision for declining in value on receivable are as follows:

2014 2013

Saldo awal tahun 2.572.152 2.511.118 Beginning balance Realisasi penyisihan penurunan

nilai piutang selama tahun berjalan (45.935)

(83.121)

Realization of provision for declining in value

during the year Penurunan nilai piutang selama

tahun berjalan -

144.155 Provision for declining in value of

receivables during the year

Saldo akhir tahun 2.526.217 2.572.152 Ending balance

Berdasarkan penelaahan atas status akun piutang usaha secara individual pada akhir tahun 2014 dan 2013, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun-tahun tersebut cukup untuk menutup kemungkinan adanya kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Untuk piutang usaha kepada pihak berelasi tidak dicadangkan kerugian penurunan nilai piutang karena manajemen berkeyakinan tidak terdapat bukti obyektif adanya penurunan nilai atas piutang usaha tersebut.

Based on the review of the status of the individual accounts receivable at the end of year 2014 and 2013, management believes that the provision for declining in value of receivable is adequate to cover any possible losses on non-collectible accounts receivable. The management believes there is no objective evidence of provision for declining in value of receivables from related parties, therefore the provision for declining in value allowance of receivables were not provided.

Piutang usaha milik Entitas sebesar Rp 118.146.862 dan USD 6.000.000 digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank jangka pendek, utang bank jangka panjang dan fasilitas pembiayaan musyarakah (lihat Catatan 14, 18 dan 23).

Account receivables of the Entity amounted to Rp 118,146,862 and USD 6,000,000 are pledged as collateral for short-term bank borrowings, long-term bank loans and musyarakah line facility (see Notes 14, 18 and 23).

Piutang usaha milik SGI, Entitas Anak, sebesar Rp 76.080.000 pada tahun 2014 dan Rp 68.080.000 pada tahun 2013 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan utang bank jangka panjang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (lihat Catatan 14 dan 18).

Account receivables of SGI, Subsidiary, amounted to Rp 76,080,000 in 2014 and Rp 68,080,000 in 2013, are pledged as collateral for bank loans and long-term bank loans from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (see Notes 14 and 18).

Page 148: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

41

7. PIUTANG LAIN-LAIN 7. OTHER RECEIVABLES Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Pihak ketiga: Third parties: Karyawan 601.861 1.211.576 Employees Lain-lain 3.667.059 3.030.039 Others

Sub-jumlah 4.268.920 4.241.615 Sub-total

Pihak berelasi (lihat Catatan 35): Related parties (see Note 35): PT Paladium Energi Industri 10.678.428 20.677.929 PT Paladium Energi Industri

PT Aneka Mega Energi 2.632.384 50.000 PT Aneka Mega Energi Raja Kami Maruli Tua Siahaan 578.675 - Raja Kami Maruli Tua Siahaan PT Krakatau Engineering - 3.144.741 PT Krakatau Engineering PT Sandana Mulia Gas - 1.545.970 PT Sandana Mulia Gas

Sub-jumlah 13.889.487 25.418.640 Sub-total

Jumlah 18.158.407 29.660.255 Total

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Entitas dan Entitas Anak berkeyakinan tidak terdapat bukti obyektif saldo piutang lain-lain tidak dapat ditagih, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang.

Based on the review of the status of the other receivables accounts as of December 31, 2014 and 2013, the Entity and Subsidiaries believe that there are not objective evidence that the outstanding amounts will not be collected, therefore no provision for declining in value of receivables was provided.

8. PERSEDIAAN 8. INVENTORIES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Suku cadang dan bahan pembantu 66.141.622 54.200.678 Spareparts and indirect materials Barang dagangan 45.602.868 34.457.952 Merchandise Barang jadi 26.717.900 19.529.530 Finished goods Instalasi peralatan gas dalam proses

penyelesaian 6.257.192

4.819.871 Gas equipment installation in

Progress Bahan baku 5.058.157 3.714.750 Raw materials

Sub-jumlah 149.777.739 116.722.781 Sub-total

Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai persediaan (504.090)

(504.090)

Less provision for declining in value of inventories

Jumlah 149.273.649 116.218.691 Total

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan cukup untuk menutup segala kemungkinan kerugian yang timbul atas persediaan tersebut.

Management believes that provision for declining in value of inventories is adequate to cover losses on inventory.

Page 149: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

42

8. PERSEDIAAN (lanjutan) 8. INVENTORIES (continued) Persediaan dan aset tetap tertentu (lihat Catatan 12) milik Entitas dan Entitas Anak diasuransikan secara gabungan terhadap risiko kerugian, kebakaran dan risiko lainnya (all risks) berdasarkan paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan persediaan sebesar USD 2.535.000 dan Rp 131.344.569 pada tahun 2014 dan USD 2.585.000 dan Rp 84.305.156 pada tahun 2013.

Inventories together with fixed assets, (see Note 12) owned by the Entity and Subsidiaries are covered by insurance against losses from fire or theft and other risks (all risks) under blanket policies amounted to USD 2,535,000 and Rp 131,344,569 in 2014 and USD 2,585,000 and Rp 84,305,156 in 2013.

Manajemen Entitas dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

The management of the Entity and Subsidiaries believes that the insurance is adequate to cover any possible losses from such risks.

Persediaan milik Entitas sebesar Rp 16.135.138 dan USD 6.500.000 digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank jangka pendek dan utang bank jangka panjang (lihat Catatan 14 dan 18).

Inventories of the Entity amounting to Rp 16,135,138 and USD 6,500,000 are pledged as collateral for short-term bank borrowings and long-term bank loans (see Notes 14 and 18).

Persediaan milik SGI, Entitas Anak, masing-masing sebesar Rp 33.600.000 pada tahun 2014 dan Rp 29.600.000 pada tahun 2013 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan utang bank jangka panjang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (lihat Catatan 14 dan 18).

Inventories of SGI, Subsidiary, amounting to Rp 33,600,000 in 2014 and Rp 29,600,000 in 2013, are pledged as collateral for bank loan and long-term bank loan from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (see Notes 14 and 18).

9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA 9. PREPAID EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Sewa 103.138.595 5.461.091 RentAsuransi 5.193.988 1.807.250 Insurance Lain-lain 2.379.472 232.889 Others

Jumlah 110.712.055 7.501.230 Total

Termasuk di dalam biaya dibayar di muka – sewa merupakan sewa aset tetap dari PT Samator dan Arief Harsono, pihak berelasi, sebesar Rp 99.779.097 (lihat Catatan 35).

Included in the prepaid expenses – rent is rental of fixed assets from PT Samator and Arief Harsono, related parties, amounting to Rp 99,779,097 (see Note 35).).

10. UANG MUKA 10. ADVANCE PAYMENTS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Aset tetap 93.622.244 171.952.624 Fixed assets Lokal 5.719.023 15.034.036 LocalImpor 2.675.022 5.210.471 Import Proyek 1.257.262 565.296 Project Lain-lain 1.120.908 1.017.456 Others

Jumlah 104.394.459 193.779.883 Total

Page 150: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

43

10. UANG MUKA (lanjutan) 10. ADVANCE PAYMENTS (continued) Jumlah uang muka perolehan aset tetap sebesar Rp 161.991.835 dan Rp 14.576.041 masing-masing pada tahun 2014 dan 2013 telah direklasifikasi ke aset tetap (lihat Catatan 12).

Advance for acquisition of fixed assets amounting to Rp 161,991,835 and Rp 14,576,041 in 2014 and 2013, respectively, reclassified to fixed assets (see Note 12).

11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI 11. INVESTMENT IN ASSOCIATE

Akun ini merupakan investasi saham ke PT Krakatau Samator. Mutasi investasi pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut:

This account represent investment in shares of stock to PT Krakatau Samator. Mutation of investment in associates as follows:

Persentase Kepemilikan/ Percentage of

Ownership Biaya Perolehan/

At Cost

Akumulasi Ekuitas dalam

Laba Bersih/ Accumulated Equity in

Net Income

Nilai Buku/

Net Book Value 2014 42,50% 55.000.000 50.615 55.050.615

Posisi aset dan liabilitas entitas asosiasi pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

The position of the assets and liabilities associated entity as of December 31, 2014 are as follows:

2014 Jumlah aset 131.850.701 Total assets Jumlah liabilitas 31.778. 578 Total liabilities Pendapatan - Revenue Laba tahun berjalan 43.787 Income for the year

KS KS Berdasarkan akta Notaris Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., No. 69, tanggal 19 Juni 2013, Entitas melakukan penyertaan saham kepada KS sebesar Rp 13.750.000 dalam 13.750 saham atau setara dengan persentase kepemilikan sebesar 55%.

Based on Notarial Deed No. 69, dated June 19, 2013 of Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., the Entity made an investment in shares of KS amounting to Rp 13,750,000 which consisting of 13,750 shares or equivalent with percentage of ownership at 55%.

Berdasarkan akta Notaris Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., No. 64, tanggal 12 Desember 2014, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal disetor sebesar Rp 75.000.000, yaitu oleh Entitas sebesar Rp 16.250.000 dan sebesar Rp 25.000.000 oleh RG, Entitas Anak, sehingga persentase kepemilikan menjadi sebesar 42,5%, baik kepemilikan langsung maupun tidak langsung melalui RG.

Based on Notarial Deed No. 64, dated December 12, 2014 of Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., M.M., M.Si., the stockholders agreed to increase issued and fully paid capital amounting to Rp 75,000,000, which consist of amounting to Rp 16,250,000 by the Entity and amounting to Rp 25,000,000 by RG, Subsidiary, therefore percentage of ownership became 42.5%, either direct or indirect ownership through RG.

Page 151: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

44

12. ASET TETAP 12. FIXED ASSETS Saldo dan mutasi aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah:

Balance and movement of fixed assets for the year ended December 31, 2014 is:

Saldo awal/

Beginning balance Penambahan/

Additions Pengurangan/

Deductions Reklasifikasi/

ReclassificationsSaldo akhir/

Ending balance

Biaya Perolehan Acquisition CostPemilikan Langsung Direct OwnershipHak atas tanah 138.463.833 33.433.047 43.622.013 13.115.352 141.390.219 Land rightsBangunan dan prasarana 144.402.830 12.756.448 - 41.707.340 198.866.618 Building and installationsMesin dan peralatan 940.250.355 86.070.496 144.281 426.636.797 1.452.813.367 Machinery and equipment

Tangki dan tabung gas 343.029.320 88.175.995 3.099.126 188.678.014 616.784.203 Storage tanks and steel

cylinder Perabot dan peralatan

kantor 26.231.874 3.726.406 39.017 (7.888.051) 22.031.212 Furniture and fixturesKendaraan 62.258.628 4.116.069 - 19.459.026 85.833.723 Vehicles

Sub-jumlah 1.654.636.840 228.278.461 46.904.437 681.708.478 2.517.719.342 Sub-total

Aset dalam penyelesaian 688.859.388 602.916.699 43.125 (662.446.560) 629.286.402 Construction in progress

Aset Sewa Pembiayaan Assets Under Finance LeaseMesin dan peralatan 11.087.421 - - (3.578.856) 7.508.565 Machinery and equipment

Tangki dan tabung gas 6.549.108 - - (5.649.107) 900.001 Storage tanks and steel

cylinder Kendaraan 43.016.850 11.941.750 297.500 (10.033.955) 44.627.145 Vehicles

Sub-jumlah 60.653.379 11.941.750 297.500 (19.261.918) 53.035.711 Sub-total

Jumlah Biaya Perolehan 2.404.149.607 843.136.910 47.245.062 - 3.200.041.455 Total Acquisition Cost

Akumulasi Penyusutan Accumulated DepreciationPemilikan Langsung Direct OwnershipBangunan dan prasarana 26.492.417 7.709.135 - - 34.201.552 Building and installationsMesin dan peralatan 235.589.344 71.443.083 14.180 848.578 307.866.825 Machinery and equipment

Tangki dan tabung gas 119.121.224 35.497.297 884.864 1.737.949 155.471.606 Storage tanks and steel

cylinder Perabot dan peralatan

kantor 11.060.505 2.119.832 29.482 - 13.150.855 Furniture and fixturesKendaraan 46.254.006 6.983.820 - 3.992.872 57.230.698 Vehicles

Sub-jumlah 438.517.496 123.753.167 928.526 6.579.399 567.921.536 Sub-total

Aset Sewa Pembiayaan Assets Under Finance LeaseMesin dan peralatan 1.810.978 592.761 - (848.578) 1.555.161 Machinery and equipment

Tangki dan tabung gas 1.620.038 355.120 - (1.737.949) 237.209 Storage tanks and steel

cylinder Kendaraan 7.484.091 5.375.747 40.286 (3.992.872) 8.826.680 Vehicles

Sub-jumlah 10.915.107 6.323.628 40.286 (6.579.399) 10.619.050 Sub-total

Jumlah Akumulasi Penyusutan 449.432.603 130.076.795 968.812 - 578.540.586

Total Accumulated Depreciation

Nilai Buku 1.954.717.004 2.621.500.869 Net Book Value

Page 152: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

45

12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) Saldo dan mutasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah:

Balance and movement for the year ended December 31, 2013 is:

Saldo awal/

Beginning balance Penambahan/

Additions Pengurangan/

Deductions Reklasifikasi/

ReclassificationsSaldo akhir/

Ending balance

Biaya Perolehan Acquisition CostPemilikan Langsung Direct OwnershipHak atas tanah 94.391.483 44.072.350 - - 138.463.833 Land rightsBangunan dan prasarana 91.589.129 6.687.455 - 46.126.246 144.402.830 Building and installationsMesin dan peralatan 691.889.720 29.708.403 1.626.974 220.279.206 940.250.355 Machinery and equipment

Tangki dan tabung gas 249.837.788 17.611.673 17.261.433 92.841.292 343.029.320 Storage tanks and steel

cylinder Perabot dan peralatan

kantor 16.170.413 2.090.057 1.193.492 9.164.896 26.231.874 Furniture and fixturesKendaraan 54.616.678 2.396.733 882.556 6.127.773 62.258.628 Vehicles

Sub-jumlah 1.198.495.211 102.566.671 20.964.455 374.539.413 1.654.636.840 Sub-total

Aset dalam penyelesaian 432.048.181 606.251.200 - (349.439.993) 688.859.388 Construction in progress

Aset Sewa Pembiayaan Assets Under Finance LeaseMesin dan peralatan 11.550.890 1.444.815 - (1.908.284) 11.087.421 Machinery and equipment

Tangki dan tabung gas 15.049.108 - - (8.500.000) 6.549.108 Storage tanks and steel

cylinder Kendaraan 38.481.531 19.226.455 - (14.691.136) 43.016.850 Vehicles

Sub-jumlah 65.081.529 20.671.270 - (25.099.420) 60.653.379 Sub-total

Jumlah Biaya Perolehan 1.695.624.921 729.489.141 20.964.455 - 2.404.149.607 Total Acquisition Cost

Akumulasi Penyusutan Accumulated DepreciationPemilikan Langsung Direct OwnershipBangunan dan prasarana 21.096.597 5.395.820 - - 26.492.417 Building and installationsMesin dan peralatan 183.375.591 52.797.373 - (583.620) 235.589.344 Machinery and equipment

Tangki dan tabung gas 91.531.546 27.027.090 7.733.566 8.296.154 119.121.224 Storage tanks and steel

cylinder Perabot dan peralatan

kantor 10.306.425 1.932.418 1.178.338 - 11.060.505 Furniture and fixturesKendaraan 35.580.598 5.940.456 714.983 5.447.935 46.254.006 Vehicles

Sub-jumlah 341.890.757 93.093.157 9.626.887 13.160.469 438.517.496 Sub-total

Aset Sewa Pembiayaan Assets Under Finance LeaseMesin dan peralatan 1.379.627 794.927 - (363.576) 1.810.978 Machinery and equipment

Tangki dan tabung gas 7.367.247 1.601.749 - (7.348.958) 1.620.038 Storage tanks and steel

cylinder Kendaraan 7.788.490 5.143.536 - (5.447.935) 7.484.091 Vehicles

Sub-jumlah 16.535.364 7.540.212 - (13.160.469) 10.915.107 Sub-total

Jumlah Akumulasi Penyusutan 358.426.121 100.633.369 9.626.887 - 449.432.603

Total Accumulated Depreciation

Nilai Buku 1.337.198.800 1.954.717.004 Net Book Value

Page 153: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

46

12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued)

Penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari: The additions to fixed assets included reclassification are as follows:

2014 2013

Aset dalam penyelesaian 662.446.560 349.439.993 Construction in progressAset sewa pembiayaan 19.261.918 25.099.420 Assets under finance lease

Jumlah 681.708.478 374.539.413 Total

Penambahan aset dalam penyelesaian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian masing-masing sebesar Rp 161.991.835 dan Rp 14.576.041 (lihat Catatan 10).

Additions of construction in progress for the years ended December 31, 2014 and 2013 included reclassification of advance payment to suppliers amounting to Rp 161,991,835 and Rp 14,576,041, respectively (see Note 10).

Pengurangan aset tetap pemilikan langsung adalah sebagai berikut:

The disposal of direct ownership of fixed assets are as follows:

2014 2013

Kehilangan pengendali atas KS 43.665.138 - Losing of control in KSPenjualan 2.611.112 9.754.294 Sales Jual dan sewa-balik aset sewa

pembiayaan -

1.583.274Sale and leaseback of assets

under finance lease

Jumlah 46.276.250 11.337.568 Total

Penjualan aset tetap pemilikan langsung adalah sebagai berikut:

The selling of fixed assets – direct ownership are as follows:

2014 2013

Harga jual 3.886.236 15.285.422 Sales price Nilai buku aset tetap (2.611.112) (9.754.294) Net book value

Laba penjualan aset tetap (lihat Catatan 30) 1.275.124 5.531.128

Gain on disposal of fixed assets (see Note 30)

Transaksi jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan adalah sebagai berikut:

Sale and leaseback of assets under finance lease transaction are as follows:

2014 2013

Harga jual - 1.444.816 Sales price

Nilai buku jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan -

(1.583.274)

Net book value of sale and leaseback assets under finance

lease

Rugi ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan -

(138.458)

Deferred loss on sale andleaseback transaction of assets

under finance lease

Page 154: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

47

12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) Beban penyusutan yang dibebankan pada tahun 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

Depreciation expenses were charged in 2014 and 2013are follows:

2014 2013

Beban pokok penjualan 86.945.434 67.489.770 Cost of goods sold Beban penjualan (lihat Catatan 31) 36.303.238 27.194.552 Selling expenses (see Note 31)Beban umum dan administrasi

(lihat Catatan 32) 6.828.123 5.949.047General and administrative

expenses (see Note 32)

Jumlah 130.076.795 100.633.369 Total

Aset dalam penyelesaian Entitas dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 terutama merupakan bangunan pabrik yang dibangun pada beberapa daerah. Persentase penyelesaian aset dalam penyelesaian yang merupakan proyek utama Entitas dan Entitas Anak terdiri dari beberapa proyek yaitu kurang lebih sebesar 61,7% dan 55% dengan estimasi penyelesaian proyek-proyek tersebut kurang lebih pada tahun 2015 dan 2016. Tidak terdapat hambatan atas kelanjutan penyelesaian proyek aset dalam penyelesaian tersebut.

Construction in progress of Entity and Subsidiaries for the year ended December 31, 2014 is represent primarily a factory building which was built in several areas. Percentage completion of construction in progress which is a major project of Entity and Subsidiaries are comprised of several of the projects that is approximately equal to 61.7% and 55% with an estimated completion of these projects more or less than in 2015 and 2016. There are no obstacles to the continuation of the construction in progress the project completion.

Aset dalam penyelesaian Entitas dan Entitas Anak termasuk di dalamnya kapitalisasi beban bunga pinjaman utang bank Entitas dan Entitas Anak sebesarRp 66.875.047 dan Rp 54.121.346 masing-masing pada tahun 2014 dan 2013.

Construction in progress of the Entity and Subsidiariesincluding capitalization of interest expense from bank loan of the Entity and Subsidiaries bank loan amounting to Rp 66,875,047 and Rp 54,121,346 in 2014 and 2013, respectively.

Aset bangunan dan mesin milik RG, Entitas Anak, dibangun di atas tanah milik PT Sumi Asih Oleochemical Industry, pihak ketiga.

Building and machinery of RG, Subsidiary, was constructed on the landrights of PT Sumi Asih Oleochemical Industry, third party.

Aset tetap, kecuali hak atas tanah, dan persediaan(lihat Catatan 8) diasuransikan terhadap risiko kerugian, kebakaran dan risiko lainnya (all risk) berdasarkan paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan asset tetap sebesar USD 28.395.500 dan Rp 1.643.698.857 pada tahun 2014 dan USD 52.905.209 dan Rp 1.336.761.151 pada tahun 2013. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Inventories together with fixed assets, except landrights(see Note 8), are covered by insurance against losses from fire or theft and other risks (all risk) under blanket policies amounted to USD 28,395,500 and Rp 1,643,698,857 in 2014 and USD 52,905,209 and Rp 1,336,761,151 in 2013. Management of the Entity and Subsidiaries believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses from such risks.

Jumlah harga perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah sebesar Rp 114.757.517.

The acquisition costs of fixed assets which have been fully depreciated and still being used amounted to Rp 114,757,517.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

Based on management’s evaluation, there are no events or changes in circumstances which might indicate an impairment in the value of fixed assets as of December 31, 2014 and 2013.

Aset tetap berupa hak atas tanah, bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan, tangki dan tabung gas dan kendaraan milik Entitas dan Entitas Anak, merupakan jaminan atas utang bank, utang bank jangka panjang, utang sewa pembiayaan, utang lembaga keuangan dan dana syirkah temporer (lihat Catatan 14, 18, 19, 20 dan 23).

Certain fixed assets, landrights, building and installations, machinery and equipment, storage tanks and steel cylinder and vehicles of the Entity and Subsidiaries are pledged as collateral for the bank loans, long-term bank loans, obligation under finance lease, financial institutions loan, and temporary syirkah funds (see Notes 14, 18, 19, 20 and 23).

Page 155: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

48

13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA 13. OTHER NON-CURRENT ASSETS Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Jaminan 10.560.528 8.366.695 Security deposit Deposito berjangka Time deposits

Rupiah 4.299.286 4.215.473 Rupiah Dolar Amerika Serikat 663.795 1.281.262 United States Dollar

Beban ditangguhkan 10.746.020 1.659.516 Deferred expensesRugi ditangguhkan atas transaksi

jula dan sewa balik aset sewa pembiayaan 57.335 33.225

Deferred loss on sale and leaseback transaction of assets

under finance leases Lain-lain 6.438.509 2.869.550 Others

Jumlah 32.765.473 18.425.721 Total

Deposito berjangka merupakan penempatan dana pada PT Bank Syariah Mandiri dengan tingkat suku bunga sebagai berikut:

Time deposits represent fund placement to PT Bank Syariah Mandiri with interest rates are as follows:

2014 2013

Rupiah 3% - 3,5% 3.53% - 3.99% RupiahDolar Amerika Serikat 1% - 1,3% 1.31% - 1.66% United States Dollar

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK 14. SHORT-TERM BANK BORROWINGS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Kredit Modal Kerja (Non-Cerukan) Working Capital (Non-Overdraft)PT Bank QNB Kesawan Tbk 75.000.000 - PT Bank QNB Kesawan Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk 49.998.031 50.000.000 PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Commonwealth 49.941.697 - PT Bank Commonwealth PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 18.680.000 18.680.000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Sub-jumlah 193.619.728 68.680.000 Sub-total

Kredit Modal Kerja (Cerukan) Working Capital (Overdraft)PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 52.564.026 38.984.704 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk 84.746 - PT Bank Pan Indonesia Tbk

Sub-jumlah 52.648.772 38.984.704 Sub-total

Pembiayaan Wakalah, Kafalah Wakalah, Kafalah financingPT Bank Syariah Mandiri - 932.253 PT Bank Syariah Mandiri

Jumlah 246.268.500 108.596.957 Total

Page 156: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

49

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 14. SHORT-TERM BANK BORROWINGS (continued) PT Bank QNB Kesawan Tbk (Kesawan) PT Bank QNB Kesawan Tbk (Kesawan) Pada tanggal 25 Juli 2013, Entitas memperoleh fasilitas pinjaman dari Kesawan sebagai berikut:

On July 25, 2013, the Entity obtained credit facility from Kesawan, as follows:

LC Line (Sight LC dan Usance LC) USD 1.000.000 LC Line (Sight LC and Usance LC)Forex Line (Spot) 5.000.000 Forex Line (Spot)

Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk membiayai impor persediaan tabung gas (peralatan dan bahan kimia) dan untuk transaksi lindung nilai. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu selama 1 tahun.

This credit facility are used for import steel cylinder (equipment and chemicals) and for hedge transaction. This credit facility have a term of 1 year.

Pada tanggal 20 Mei 2014, Entitas memperoleh perubahan atas fasilitas ini, berupa kenaikan jumlah maksimum pinjaman fasilitas LC Line (Sight LC dan Usance LC) menjadi sebesar USD 6.000.000 dan perpanjangan jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal 25 Juli 2015.

On May 20, 2014, the Entity obtained an amendment of this facility in form of increasing maximum limit of LC Line (Sight LC and Usance LC) became to USD 6,000,000 and rolled over until July 25, 2015.

Pada bulan Desember 2014, Entitas memperoleh tambahan fasilitas dari Kesawan sebagai berikut:

On December 2014, the Entity obtained additional facility from Kesawan as follows:

Fasilitas Maksimum Kredit/

Maximum CreditJatuh Tempo/Maturity Date Facilities

Demand Loan Rp 75.000.00025 Juli 2015/July 25, 2015 Demand Loan

LC Line (Sight LC dan Usance LC) – penambahan USD 8.000.000

25 Juli 2015/July 25, 2015

LC Line (Sight LC and Usance LC) – addition

Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk repackage semua fasilitas modal kerja dan trade PT Samator di Kesawan, kebutuhan modal kerja dan impor gas cylinder dan health equipments. Fasilitas ini dikenakan bunga 12,25% per tahun.

These credit facilities are used to repackage all working capital and trade facilities of PT Samator in Kesawan, working capital and import of cylinder gas and health equipments. This credit facility bears annual interest rate at 12.25%.

Fasilitas pinjaman ini bersifat cross collateral dan cross default dengan fasilitas pinjaman lainnya yang diperoleh dari Kesawan dan dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh PT Samator Land, pihak berelasi (lihat Catatan 18).

This credit facilities is a cross collateralized and cross default with other credit facilities which is obtained from the Kesawan and facilities obtained by PT Samator Land, related party (see Note 18).

Saldo fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp 75.000.000 pada tanggal 31 Desember 2014.

Outstanding balance of this loan facility amounting to Rp 75,000,000 as of December 31, 2014.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) Entitas Entity Pada tanggal 23 April 2013, Entitas memperoleh fasilitas kredit Mandiri yang terdiri dari:

On April 23, 2013, the Entity obtained credit facility from Mandiri, which consist of:

KMK 1 Rp 11.000.000 KMK 1KMK 2 3.700.000 KMK 2KMK 3 3.680.000 KMK 3LC Impor/ SKBDN 1 (sublimit KI 1) 123.000.000 LC/ SKBDN 1 (sublimit KI 1)LC Impor/ SKBDN 2 (sublimit KI 2) 53.000.000 LC/ SKBDN 2 (sublimit KI 2)LC Impor/ SKBDN 3 (sublimit KI 3) 53.000.000 LC/ SKBDN 3 (sublimit KI 3) Treasury Line USD 22.900.000 Treasury Line

Page 157: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

50

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 14. SHORT-TERM BANK BORROWINGS (continued) Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk tambahan modal kerja, pembelian lokal dan impor mesin dan peralatan, lindung nilai atas pembelian impor mesin dan peralatan serta mempunyai jangka waktu pinjaman selama 1 tahun dan dibebani bunga efektif tahunan sebesar 11% per tahun pada tahun 2014 dan 10% per tahun pada tahun 2013.

These credit facilities are used for additional working capital, for local purchase and import machinery and equipment, for hedge the purchase of machinery and equipment import and have a term of 1 year, and bears annual interest rate at 11% per annum in 2014 and 10% per annum in 2013.

Pada tanggal 30 Mei 2014, Entitas memperoleh perubahan atas jumlah maksimum fasilitas dari Mandiri dengan rincian sebagai berikut:

On May 30, 2014, the Entity obtained the amended maximum amount of facility from Mandiri as follows:

LC Impor/ SKBDN 1 (sublimit KI 1) Rp 42.000.000 LC/ SKBDN 1 (sublimit KI 1) LC Impor/ SKBDN 2 (sublimit KI 2) 14.000.000 LC/ SKBDN 2 (sublimit KI 2) Treasury Line USD 10.000.000 Treasury Line

Fasilitas kredit yang diperoleh dari Mandiri tersebut di atas dijamin dengan:

The credit facilities obtained from Mandiri are secured by:

‐ Piutang usaha dan persediaan Entitas yang akan diikat

fidusia sebesar Rp 34.410.000 (lihat Catatan 6 dan 8). ‐ Accounts receivables and inventories of Entity,

which is will bound fiduciary amounted to Rp 34,410,000 (see Notes 6 and 8).

‐ Jaminan-jaminan Entitas lainnya yang bersifat cross collateral dengan jaminan untuk utang bank jangka panjang yang diperoleh Mandiri (lihat Catatan 18).

‐ Other guarantee of the Entity which is cross collateral with the guarantee for long-term bank loan from Mandiri (see Note 18).

Saldo fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp 14.700.000 pada tanggal 31 Desember 2014.

Outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 14,700,000 as of December 31, 2014.

SGI, Entitas Anak SGI, Subsidiary

SGI, Entitas Anak memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) dari Mandiri yang terdiri dari:

SGI, Subsidiary obtained working capital loans facility (KMK) from Mandiri, which is consist of:

KMK 1 Rp 39.000.000 KMK 1 KMK 2 3.130.000 KMK 2KMK 3 10.000.000 KMK 3 KMK 4 1.300.000 KMK 4 KMK 5 4.250.000 KMK 5 KMK 6 7.000.000 KMK 6 Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk pelunasan saldo pinjaman kepada BCA dan Panin serta tambahan modal kerja serta mempunyai jangka waktu pinjaman selama 1 tahun dan dibebani bunga efektif tahunan sebesar 11% per tahun pada tahun 2014 dan 10%-11% per tahun pada tahun 2013. Fasilitas ini telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 5 Oktober 2015.

These credit facilities are used for take over the outstanding loan of BCA and Panin and for additional working capital and have a term of 1 year, and bears annual interest rate at 11% per annum in 2014 and 10%-11% per annum in 2013. This facility has been rolled over until October 5, 2015.

Page 158: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

51

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 14. SHORT-TERM BANK BORROWINGS (continued) SGI, Entitas Anak memperoleh tambahan fasilitas berupa fasilitas impor dari Mandiri yang terdiri dari:

SGI, Subsidiary obtained additional facilities in the form of import facility from Mandiri, which is consist of:

L/C Impor Usance/Sight USD 2.000.000 Usance/ Sigh L/C Import L/C Impor Usance/Sight 2

(sublimit KMK 1)

1.500.000 Usance/ Sigh L/C Import 2

(sublimit KMK 1) L/C Impor Usance/Sight

(sublimit KI 7)

700.000 Usance/ Sigh L/C Import

(sublimit KI 7) L/C Impor Usance/Sight

(sublimit KI 8)

1.100.000 Usance/ Sigh L/C Import

(sublimit KI 8) L/C Impor Usance/Sight

(sublimit KI 9)

9.600.000 Usance/ Sigh L/C Import

(sublimit KI 9) Treasury Line 2.000.000 Treasury Line Treasury Line (Bontang) 9.600.000 Treasury Line (Bontang)

Fasilitas kredit tersebut dapat digunakan dalam Rupiah maupun Dolar Amerika Serikat sesuai kurs yang berlaku yang digunakan untuk impor barang perdagangan berupa gas industri dan produk lainnya, impor mesin dan peralatan dan untuk lindung nilai atas pembelian impor bahan baku/bahan penolong/ barang dagangan industri gas beserta produk lainnya dan lindung nilai atas pembelian impor mesin dan peralatan. Fasilitas tersebut mempunyai jangka waktu pinjaman selama 1 tahun dengan jangka waktu pembayaran maksimal 180 hari setelah Bill of Lading (B/L). Fasilitas ini telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 5 Oktober 2015.

These credit facilities can be used in Rupiah or United Stated Dollars according to the prevailing exchange rate which is used to import trading goods like industrial gases and other product, import machinery and equipment and to hedge the purchase of raw materials import/ supplies/ merchandises and other product and hedge the import machinery and equipment. This credit facility has 1 year periods with maximum payment period of 180 days after Bill of Lading (B/L). This facility has been rolled over until October 5, 2015.

Per tanggal 31 Desember 2014, tidak ada saldo atas fasilitas ini.

As of December 31, 2014, there are no outstanding balance for this facility.

Pada tanggal 26 September 2014, SGI, Entitas Anak, memperoleh perubahan atas beberapa fasilitas dan tambahan fasilitas kredit dari Mandiri yang terdiri dari:

On September 26, 2014, SGI, Subsidiary, obtained amanded of several facilities and additional credit facilities from Mandiri which consists of:

L/C Impor Usance/Sight 2

(sublimit KMK 1) Rp 18.000.000Usance/ Sigh L/C Import 2

(sublimit KMK 1)L/C Impor Usance/Sight (sublimit KI 9) 108.480.000

Usance/ Sigh L/C Import (sublimit KI 9)

Treasury Line (Bontang) USD 1.900.000 Treasury Line (Bontang) KMK 7 Rp 3.400.000 KMK 7 L/C Impor Usance/Sight

(sublimit KI 10)

66.000.000 Usance/ Sigh L/C Import

(sublimit KI 10) Treasury Line USD 3.000.000 Treasury Line

Fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tersebut di atas dijamin dengan:

The credit facility was obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk on above are secured by:

‐ Piutang usaha dan persediaan SGI, Entitas Anak

senilai Rp 109.680.000 dan Rp 97.680.000 masing-masing pada tahun 2014 dan 2013 (lihat Catatan 6 dan 8).

‐ Account receivables and inventories of SGI, Subsidiary, amounting to Rp 109,680,000 and Rp 97,680,000 in 2014 and 2013, respectively (see Notes 6 and 8).

Page 159: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

52

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 14. SHORT-TERM BANK BORROWINGS (continued)

‐ Aset tanah dan bangunan atas nama SGI, Entitas Anak, yang terletak di Bontang, Batam, Makassar, Gresik, Sukabumi, Semarang, Tegal, Karawang, Cirebon, Tasikmalaya, Madiun, Tangerang, Cileungsi, Banjar Baru, Kutai Kartanegara, Deli Serdang, Samarinda, Banten dan Banyuasin beserta aset-aset mesin dan peralatan dan botol yang berada didalamnya.

‐ Land rights and building on behalf of SGI, Subsidiary, located in Bontang, Batam, Makassar, Gresik, Sukabumi, Semarang, Tegal, Karawang, Cirebon, Tasikmalaya, Madiun, Tangerang, Cileungsi, Banjar Baru, Kutai Kartanegara, Deli Serdang, Samarinda, Banten and Banyuasin Cileungsi and machinery and equipment and steel cylinder therein.

‐ Personal guarantee atas nama Arief Harsono. ‐ Personal guarantee on behalf of Arief Harsono.‐ Corporate guarantee atas nama Entitas. ‐ Corporate guarantee on behalf of the Entity.

Jaminan pinjaman selain piutang usaha dan persediaan tersebut bersifat cross collateral dengan fasilitas kredit lainnya yang diperoleh dari Mandiri (lihat Catatan 18).

Loan collateral except accounts receivables and inventories are cross collateral with other credit facilities obtained from Mandiri (see Note 18).

Fasilitas pinjaman tersebut mensyaratkan, SGI, Entitas Anak, untuk memperoleh persetujuan tertulis dari Mandiri terlebih dahulu apabila melakukan:

These loan facilities require, SGI, Subsidiary, to obtainprior written approval from Mandiri, if:

‐ Perubahan Anggaran Dasar SGI, Entitas Anak

termasuk di dalamnya pemegang saham, pengurus, permodalan dan nilai saham.

‐ Change SGI’s, Subsidiary, Article of Association including stockholders, board of commissioners and directors and nominal of share.

‐ Memindahtangankan barang jaminan, kecuali persediaan barang dalam rangka transaksi usaha yang wajar.

‐ Hand over the collateral, except for inventories in a the ordinary course of business.

‐ Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain.

‐ Obtain credit facilities or loans from other parties.

‐ Mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan SGI, Entitas Anak kepada pihak lain.

‐ Commit as guarantor of debt or pledge assets of SGI, Subsidiary to the any party.

‐ Melunasi utang SGI, Entitas Anak kepada pemilik/pemegang saham.

‐ Repay debt of SGI, Subsidiary to stockholders.

‐ Membagikan dividen. ‐ Declare dividends. Saldo fasilitas pinjaman KMK ini adalah sebesar Rp 56.544.026 dan Rp 57.664.704 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

Outstanding balance of KMK loan facility amounted to Rp 56,544,026 and Rp 57,664,704 as of December 31, 2014 and 2013, respectively.

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin) PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin)

Pada tanggal 24 Januari 2008, Entitas memperoleh pinjaman dari Panin berupa fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK) dan Pinjaman Berulang (PB) dengan batas maksimum pinjaman masing-masing sebesar Rp 15.000.000 dan Rp 40.000.000. Pinjaman PRK dan PB ini digunakan sebagai modal kerja Entitas dan dijamin dengan penyerahan hak tanggungan atas tanah dan bangunan milik Entitas yang terletak di Sidoarjo dan Bekasi, hak milik secara fidusia atas mesin dan peralatan yang terletak di Sidoarjo, instalasi pipa gas (lihat Catatan 12) dan jaminan pribadi dari Arief Harsono, Komisaris Utama Entitas.

On January 24, 2008, the Entity obtained working capital credit facility from Panin in the form of overdraft facility and revolving with maximum limit amounted to Rp 15,000,000 and Rp 40,000,000, respectively. This loan were used for Entity’s working capitals and collateralized by mortage right for aparcel of land and building owned by the Entity which is located in Sidoarjo and Bekasi, fiduciary ownership over machinery and equipment located in Sidoarjo, the installation of pipeline gas (see Note 12) and personal guarantee from Arief Harsono, President Commissioner of the Entity.

Pada tanggal 3 Pebruari 2010, Entitas memperoleh perpanjangan jangka waktu pinjaman dan perubahan fasilitas utang dimana batas maksimal fasilitas PRK menjadi sebesar Rp 5.000.000 dan fasilitas PB menjadi sebesar Rp 50.000.000 dengan sub limit Letter of Credit (L/C) sebesar USD 5.000.000. Fasilitas L/C digunakan untuk pembelian mesin impor.

On February 3, 2010, the Entity obtained roll-overed and amended in maximum limit of overdraft facility become to Rp 5,000,000 and revolving facility become to Rp 50,000,000 with sub limit Letter of Credit (L/C) amounted to USD 5,000,000. LC facility was used for purchase/import of machinery.

Page 160: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

53

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 14. SHORT-TERM BANK BORROWINGS (continued) Pada tanggal 25 Maret 2014, Entitas memperoleh perpanjangan jangka waktu pinjaman dan perubahan fasilitas dimana batas maksimal fasilitas sub limit Letter of Credit (L/C) menjadi sebesar USD 4.000.000 dan penambahan fasilitas Letter of Credit-B (L/C) dan bank garansi dengan batas maksimum masing-masing sebesar USD 3.000.000 dan Rp 3.000.000.

On March 25, 2014, the Entity obtained roll-overed and amended in maximum limit of sub limit Letter of Credit (L/C) become to USD 4,000,000 and additional facility of Letter of Credit-B (L/C) and bank guarantee with maximum limit amounted to USD 3,000,000 and Rp 3,000,000, respectively.

Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 11,5% per tahun dan 10,5% per tahun masing-masing pada tahun 2014 dan 2013. Fasilitas ini telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 24 Januari 2016 (lihat Catatan 43).

This facility bear annual interest rate 11.5% per annum and 10.5% per annum in 2014 and 2013, respectively. This facility has been roll-overed until January 24, 2016 (see Note 43).

Selama periode pinjaman, Entitas wajib memelihara rasio keuangan yaitu debt to equity ratio maksimal 2,5 : 1. Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Entitas telah memenuhi rasio keuangan tersebut. Entitas juga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Panin tidak diperkenankan untuk:

During the loan period, the Entity shall maintain the financial ratio of debt to equity ratio at least 2.5 :1. As of December 31, 2014 and 2013 the Entity has complied with the financial ratio. The Entity without written approval from Panin are not allowed to:

‐ Menggunakan pinjaman selain dari tujuan dan keperluan yang telah disepakati.

‐ Use the loan other than the objective and purpose of the agreed.

‐ Mengubah Anggaran Dasar Entitas, terutama tentang modal dan susunan pemegang saham dan pengurus Entitas.

‐ Amend the Entity’s Articles of Association, especially on capital stock and the composition of stockholders and board of commisioners and directors.

‐ Memperoleh pinjaman atau tambahan pinjaman dari pihak lain atau memberikan pinjaman kepada pihak lain kecuali untuk aktivitas usaha dan pinjaman pemegang saham.

‐ Obtain additional loans from other parties or providing loans to other parties except for the business activities and loan from stockholder.

‐ Menjadi penanggung/penjamin pihak lain dan/atau menjaminkan aset Entitas untuk kepentingan pihak lain.

‐ Act as pledger of debt or pledge Entity’s assets for benefit of other parties.

‐ Melakukan perubahan usaha yang dapat mempengaruhi kemampuan pembayaran Entitas.

‐ Change main business that may effect the payment ability of the Entity.

‐ Membayar utang dan/atau memberikan pinjaman kepada pemegang saham kecuali untuk kegiatan usaha.

‐ Settle debt and/or provide loans to stockholder except for business activity.

‐ Mengajukan permohonan pailit. ‐ File for bankrupt.‐ Mengalihkan sebagian atau seluruh hak Panin kepada

pihak lain. ‐ Transfer part or all of the Panin’s rights to another

party.‐ Membayar atau membagikan dividen kepada

pemegang saham, membayar utang kepada pemegang saham atau ke pihak lain kecuali berkaitan dengan aktivitas usaha.

‐ Declare or distribute dividen to stockholders, and settle debt from stockholders or any party expect in the ordinary course of business.

‐ Menjual atau menyewakan seluruh atau sebagian aset Entitas.

‐ Sell or rent all or a part of the Entity’s assets.

‐ Melakukan pelunasan pinjaman sebelum tanggal jatuh tempo

‐ Settle the loan before the maturity date.

‐ Melakukan penggabungan usaha (merger, konsolidasi) ‐ Enter into business combination (merger, consolidation).

Saldo utang atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp 50.082.777 dan Rp 50.000.000 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

Outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 50,082,777 and Rp 50,000,000 as of December 31, 2014 and 2013, respectively.

Page 161: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

54

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 14. SHORT-TERM BANK BORROWINGS (continued)

PT Bank Commonwealth (Commonwealth) PT Bank Commonwealth (Commonwealth) Pada tanggal 28 November 2014, Entitas memperoleh fasilitas kredit Commonwealth yang terdiri dari:

On November 28, 2014, the Entity obtained credit facilities from Commonwealth, which consist of:

Omnibus Line USD 10.000.000 Omnibus LineFx Hedging Facility 3.000.000 Fx Hedging Facility

Fasilitas kredit tersebut dapat digunakan dalam Rupiah maupun Dolar Amerika Serikat yang digunakan untuk tambahan modal kerja. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pinjaman selama 1 tahun dan dibebani bunga 5% untuk mata uang Dolar Amerika Seriakt dan 11,5% untuk mata uang Rupiah.

These credit facilities can be used in Rupiah or United Stated Dollars which is used as additional working capital. This facility has 1 year period and bears annual interest at 5% for United States Dollar currency and 11.5% for Indonesian Rupiah currency.

Fasilitas kredit yang diperoleh dari Commonwealth tersebut diatas dijamin dengan:

Credit facilities obtained from Commonwealth are secured by:

‐ Piutang usaha dan persediaan Entitas yang akan diikat

dengan fidusia sebesar USD 12.500.000 (lihat Catatan 6 dan 8).

‐ Accounts raceivables and inventories of Entity, which is will bound fiduciary amounting to USD 12,500,000 (see Notes 6 and 8).

‐ Personal guarantee atas nama Arief Harsono, Heyzer Harsono dan Rasid Harsono.

‐ Personal guarantee under the name of Arief Harsono, Heyzer Harsono and Rasid Harsono.

Selama periode pinjaman, Entitas wajib memelihara rasio keuangan yaitu gearing ratio maksimal 2,5 : 1 dan EBIT terhadap beban bunga minimal 1,5 : 1. Pada tanggal 31 Desember 2014, Entitas telah memenuhi rasio keuangan tersebut. Entitas juga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Commonwealth tidak diperkenankan untuk:

During the loan period, the Entity shall maintain certain financial ratio, gearing ratio at least 2.5 : 1 and minimum 1.5 : 1 of EBIT to interest expense. As of December 31, 2014, the Entity has complied with the required financial ratios. The Entity without written approval from Commonwealth are not allowed to:

‐ Melakukan kegiatan usaha selain yang disebutkan

dalam anggaran dasar Entitas. ‐ Conduct business activities other than those

mentioned in the Entity's Articles of Association. ‐ Melakukan penggabungan, konsolidasi, akuisisi dengan

Entitas lain dan pemisahan usaha. ‐ Enter into merger, consolidation, acquisition with

other Entity and separation of business. ‐ Perubahan Anggaran Dasar Entitas termasuk di

dalamnya pemegang saham, pengurus, permodalan dan nilai saham.

‐ Change Article of Association including stockholders, board of commissioners and directors and nominal of share.

‐ Melakukan pembagian dividen lebih dari 30% dari laba bersih sebelum pajak.

‐ Declare dividend more than 30% from the current net income before tax.

‐ Memberikan pinjaman atau membayar pinjaman ke pemegang saham.

‐ Provide loan or repay loan to shareholders.

‐ Memberikan pinjaman kepada pihak ketiga atau menjamin langsung maupun tidak langsung pihak ketiga lainnya.

‐ Grant loans or any guarantess directly or indirectly to anny third party.

‐ Melakukan tansaksi valuta asing yang kompleks ‐ Carry out any complex foreign exchange transaction.

Saldo utang atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp 37.349.893 dan USD 1.012.203 atau setara dengan Rp 12.591.804 pada tanggal 31 Desember 2014.

The balance of this loan facility amounted to Rp 37,349,893 and USD 1,012,203 or equivalent with Rp 12,591,804 as of December 31, 2014.

Page 162: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

55

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 14. SHORT-TERM BANK BORROWINGS (continued)

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) PT Bank Syariah Mandiri (BSM)

Pada tanggal 31 Oktober 2007, Entitas memperoleh fasilitas pembiayaan Wakalah dan Kafalah dari BSM sebesar USD 1.000.000 switchable ke dalam mata uang Rupiah, yang digunakan untuk perolehan aset peralatan penunjang Air Separation Plant dan untuk bank garansi. Berdasarkan surat BSM No. 11/065-3/SP3/DKI tanggal 2 Nopember 2009 mengenai “Surat Penegasan Persetujuan Perpanjangan Fasilitas Non Cash Loan atas nama PT Aneka Gas Industri”, BSM menyetujui untuk memperpanjang fasilitas pinjaman tersebut sampai dengan tanggal 31 Oktober 2011.

As of October 31, 2007, the Entity obtained Wakalah and Kafalah financing facility from BSM amounting to USD 1,000,000, which is switchable to Rupiah currency, used to acquisition of supporting equipment of Air Separation Plant and for bank guarantee. Based on the decision letter No. 11/065-3/SP3/DKI dated November 2, 2009 regarding “Approval Confirmation Letter of Roll-Overed Non Cash Loan Facility on behalf of PT Aneka Gas Industri”, BSM approved to roll-overed this loan facilities until October 31, 2011.

Pada tanggal 1 Juni 2011, pinjaman ini dirubah sehingga batas maksimal menjadi USD 2.000.000 dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 31 Oktober 2013. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan pinjaman jangka panjang yang diperoleh Entitas dari BSM (lihat Catatan 18).

As of June 1, 2011, this loan agreement has been amended therefore the maximum amount become to USD 2,000,000 with the loan period until October 31, 2013. These loans are secured by same collateral with long–term bank loans that obtained from BSM (see Note 18).

Pada tanggal 14 Juni 2013, Entitas memperoleh perpanjangan pinjaman dari BSM dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 31 Oktober 2015.

As of June 14, 2013, the Entitiy had rolled over loan from BSM with the loan period until October 31, 2015.

Saldo utang atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar JPY 8.024.900 atau setara dengan Rp 932.253 pada tanggal 31 Desember 2013. Pada tahun 2014 Entitas telah melunasi fasilitas pinjaman ini.

The balance of this loan facility amounted to JPY 8,024,900 or equivalent to Rp 932,253 as of December 31, 2013. In 2014, the Entity has fully paid this financing facility.

15. UTANG USAHA 15. ACCOUNTS PAYABLES

Rincian utang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:

The details of accounts payables based on suppliers areas follows:

2014 2013

Pihak ketiga 138.971.945 79.372.886 Third parties

Pihak berelasi (lihat Catatan 35): Related parties (see Note 35):PT Samator 13.608.703 125.904.969 PT Samator PT Sandana 12.844.781 24.631.665 PT Sandana PT Aneka Mega Energi 9.418.423 - PT Aneka Mega Energi PT Samator Land 6.176.667 515.230 PT Samator Land PT Paladium Energi Industri 1.685.488 - PT Paladium Energi Industri PT Samator Intiperoksida 604.285 913.302 PT Samator Intiperoksida PT Synox Airgas 324.349 344.363 PT Synox Airgas PT Samator Tomoe 452 - PT Samator Tomoe PT Sandana Multigas 2 - PT Sandana Multigas PT Sandana Istana Multigas - 7.591 PT Sandana Istana Multigas

Sub-jumlah 44.663.150 152.317.120 Sub-total

Jumlah 183.635.095 231.690.006 Total

Page 163: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

56

15. UTANG USAHA (lanjutan) 15. ACCOUNTS PAYABLES (continued) Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

The details of accounts payables based on currencies are as follows:

2014 2013

Pihak ketiga: Third parties:Rupiah 52.748.344 38.624.250 Indonesian RupiahDolar Amerika Serikat 75.167.738 24.879.229 United States DollarYen Jepang 5.939.893 4.647.109 Japanese YenDolar Singapura 3.589.157 10.356.573 Singapore DollarEuro Eropa 1.454.006 794.356 European EuroDolar Hong Kong 72.807 71.369 Hong Kong Dollar

Sub-jumlah 138.971.945 79.372.886 Sub-total

Pihak berelasi (lihat Catatan 35): Related parties (see Note 35): Rupiah 44.553.625 151.545.406 Indonesian Rupiah Dolar Amerika Serikat 109.525 771.714 United States Dollar

Sub-jumlah 44.663.150 152.317.120 Sub-total

Jumlah 183.635.095 231.690.006 Total

Rincian umur utang usaha adalah sebagai berikut: The aging analysis on accounts payables are as

follows:

2014 2013

Kurang dari 30 hari 76.542.949 152.813.224 Less than 30 days31 – 60 hari 39.265.269 30.646.837 31 – 60 days61 – 90 hari 43.150.619 17.426.414 61 – 90 daysLebih dari 90 hari 24.676.258 30.803.531 Over 90 days

Jumlah 183.635.095 231.690.006 Total

Tidak ada jaminan yang diberikan atas utang usaha. All of the accounts payables are unsecured.

16. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR 16. ACCRUED EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Gaji dan tunjangan 8.793.797 7.695.497 Salaries and wagesListrik, air dan telepon 2.408.306 2.049.389 Electricity, water and telephoneBunga obligasi 1.422.778 1.422.778 Bonds interestTransportasi dan beban operasional

lainnya 117.949

499.238Transportation and other

operating expensesLain-lain 11.153.069 11.242.003 Others

Jumlah 23.895.899 22.908.905 Total

17. JAMINAN PELANGGAN 17. CUSTOMER DEPOSITS

Akun ini merupakan jaminan dari pelanggan sehubungan dengan penggunaan tabung gas oleh pelanggan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

This account represents deposits from customers related with use of steel cylinder as of December 31, 2014 and 2013.

Page 164: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

57

18. UTANG BANK JANGKA PANJANG 18. LONG-TERM BANK LOANS Akun ini merupakan fasilitas pinjaman jangka panjang dari: This account represents of long term facilities from:

2014 2013

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) TbkNilai tercatat 682.085.835 579.881.669 Carrying amount Dikurangi beban transaksi yang

belum diamortisasi (6.891.728) (6.696.722)Less unamortised transaction cost

Nilai kontraktual 675.194.107 573.184.947 Contractual value

PT Bank QNB Kesawan Tbk PT Bank QNB Kesawan TbkNilai tercatat 252.094.344 43.611.972 Carrying amount Dikurangi beban transaksi yang

belum diamortisasi (7.560.000) -Less unamortised transaction cost

Nilai kontraktual 244.534.344 43.611.972 Contractual value

Sub-jumlah 919.728.451 616.796.919 Sub-total

Pembiayaan Al – Murabahah, Wakalah Al – Murabahah,Wakalah financingPT Bank Syariah Mandiri 280.001.392 186.293.998 PT Bank Syariah Mandiri

Jumlah 1.199.729.843 803.090.917 Total

Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 87.716.236 60.740.830

Less current maturities of long-term debts

Bagian jangka panjang 1.112.013.607 742.350.087 Long-term portion

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) Entitas Entity Pada tanggal 23 April 2013, Entitas memperoleh fasilitas kredit investasi dari Mandiri yang terdiri dari:

On April 23, 2013, the Entity obtained investment credit facility from Mandiri which consists of:

Kredit Investasi 1 Rp 189.000.000 Investment Loan 1 Kredit Investasi 2 76.000.000 Investment Loan 2 Kredit Investasi 3 69.000.000 Investment Loan 3

Fasilitas kredit investasi tersebut digunakan untuk pembiayaan Air Separation Plant (ASP) dan mempunyai jangka waktu pinjaman selama 96 bulan termasuk grace period selama 30 bulan dan dibebani bunga efektif tahunan sebesar 11% per tahun pada tahun 2014 dan 10% per tahun pada tahun 2013.

These investment credit facility are used to finance the construction of Air Separation Plant (ASP) and have a term of 96 months including grace period of 30 months, and bears annual interest rate at 11% per annum in 2014 and 10% per annum in 2013.

Fasilitas kredit dari Mandiri tersebut diatas dijamin dengan aset tetap tanah dan bangunan yang terletak di Sidoarjo, Bitung dan Dumai beserta mesin dan peralatan yang berada didalamnya (lihat Catatan 12) dan Personal Guarantee atas nama Arief Harsono.

The credit facility from Mandiri are secured by land and building located in Sidoarjo, Bitung and Dumai along with machinery and equipment there in (see Note 12) and Personal Guarantee on under the name of Arief Harsono.

Page 165: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

58

18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM BANK LOANS (continued) Selama periode pinjaman, Entitas wajib memelihara rasio keuangan tertentu yaitu Current Ratio minimal 1 : 1 dan Debt Equity Ratio maksimal 3 : 1. Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Entitas telah memenuhi rasio keuangan tersebut. Entitas juga tanpa persetujuan tertulis dari Mandiri tidak diperkenankan untuk:

During the loan period, the Entity shall maintain certain financial ratio, Current Ratio minimum 1 : 1 and Debt Equity Ratio maximum 3 : 1. As of December 31, 2014 and 2013, the Entity has complied with the required financial ratios. The Entity without written approval from Mandiri are not allowed to:

‐ Perubahan Anggaran Dasar Entitas, termasuk di

dalamnya pemegang saham, pengurus, permodalan dan nilai saham.

‐ Change the Article Association of Entity, along with stockholder, board of commissioners and directors, capital structure and share value.

‐ Memindahtangankan barang jaminan, kecuali persediaan barang dalam rangka transaksi usaha yang wajar.

‐ Transfer collaterals, except inventories in order of normal transaction activites.

‐ Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain.

‐ Obtain credit facility or loan from other parties.

‐ Mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan Entitas, kepada pihak lain.

‐ Committ themselves as guarantors of debt or pledge Entiy’s assets as collateral to other parties.

‐ Melunasi utang Entitas, kepada pemilik/pemegang saham.

‐ Pay off the debt of SGI, Subsidiary, to stockholder.

‐ Membagikan dividen. ‐ Declare dividends. Pada tanggal 19 Agustus 2014, Entitas dan SGI, Entitas Anak memperoleh fasilitas Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp 30.000.000 yang ditujukan untuk pembiayaan instalasi gas medis oleh Rumah Sakit rekanan Entitas dan SGI, Entitas Anak. Fasilitas kredit ini mempunyai jangka waktu selama 60 (enam puluh) bulan dan dibebani bunga efektif sebesar 11% per tahun.

On August 19, 2014, the Entity and SGI, Subsidiary obtained investment credit facility and working capital facilitty from Mandiri with a maximum amount of Rp 30,000,000, which is used to finance the construction of medical gas installation by hospital which is an associate of the Entity and SGI, Subsidiary. This credit facility have a term of 60 (sixty) months and bears annual interest rate at 11% per annum.

Pada tanggal 26 September 2014, Entitas dan SGI, Entitas Anak, memperoleh perubahan atas fasilitas ini, yaitu jumlah maksimum pinjaman menjadi sebesar Rp 250.000.000.

On September 26, 2014, the Entity and SGI, Subsidiary obtained additional limit from this facility, with the maximum limit amounted to Rp 250,000,000.

Saldo utang dari Mandiri adalah sebagai berikut: The loan balance from Mandiri are as follows:

2014 2013

Nilai tercatat 245.873.239 201.186.152 Carrying amountDikurangi beban transaksi yang

belum diamortisasi (2.159.261) (2.447.858)Less unamortisedtransaction cost

Nilai kontraktual 243.713.978 198.738.294 Contractual value

SGI, Entitas Anak SGI, Subsidiary

Pada tanggal 9 September 2009, SGI, Entitas Anak, memperoleh fasilitas kredit investasi dari Mandiri yang terdiri dari:

On September 9, 2009, SGI, Subsidiary, obtained investment credit facilities from Mandiri which consists of:

Kredit Investasi 1 Rp 2.981.800 Investment Loan 1Kredit Investasi 2 20.500.000 Investment Loan 2Kredit Investasi 3 13.500.000 Investment Loan 3Kredit Investasi 4 13.100.000 Investment Loan 4Kredit Investasi 5 16.000.000 Investment Loan 5 Fasilitas ini mempunyai jangka waktu selama 57 bulan. Pada tahun 2014, SGI, Entitas Anak telah melunasi fasilitas ini.

This credit facility have a term of 57 months. In 2014, SGI, Subsidiary has fully paid this facility.

Page 166: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

59

18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM BANK LOANS (continued)

Fasilitas kredit investasi tersebut digunakan untuk mengambil alih saldo utang KI SGI, Entitas Anak, dari BCA, pembiayaan Air Separation Plant (ASP), Gas Plant, filling station dan botol/ peralatan storage tank dan dibebani bunga efektif tahunan sebesar 11% pada tahun 2014 dan 10%-11% pada tahun 2013.

These investment credit facility are used to take over KI from BCA, finance the construction of Air Separation Plant (ASP), Gas Plant, filling station and steel cylinder/ storage tank and bears annual interest rate at 11% per annum in 2014 and 10%-11% per annum in 2013.

Pada tanggal 23 Mei 2011, SGI, Entitas Anak, memperoleh tambahan fasilitas kredit investasi dari Mandiri yang terdiri dari:

On May 23, 2011, SGI, Subsidiary, obtained additional investment credit facility from Mandiri which consists of:

Kredit Investasi 6 Rp 129.756.000 Investment Loan 6 Fasilitas kredit diatas mempunyai jangka waktu selama 96 bulan termasuk grace period selama 18 bulan.

This credit facility have a term of 96 months including grace period of 18 months.

Pada tanggal 15 Maret 2012, SGI, Entitas Anak, memperoleh tambahan fasilitas kredit investasi dari Mandiri yang terdiri dari:

On March 15, 2012, SGI, Subsidiary, obtained additional investment credit facilities from Mandiri which consists of:

Kredit Investasi 7 Rp 50.500.000 Investment Loan 7Kredit Investasi 8 147.500.000 Investment Loan 8

Fasilitas kredit diatas mempunyai jangka waktu selama 96 bulan termasuk grace period selama 21 bulan.

This credit facility have a term of 96 months including grace period of 21 months.

Pada tanggal 2 Oktober 2013, SGI, Entitas Anak, memperoleh tambahan fasilitas kredit investasi dari Mandiri yang terdiri dari:

On October 2, 2013, SGI, Subsidiary, obtained additional investment credit facility from Mandiri which consists of:

Kredit Investasi 9 Rp 158.000.000 Investment Loan 9

Fasilitas kredit diatas mempunyai jangka waktu selama 96 bulan termasuk grace period selama 30 bulan.

This credit facility have a term of 96 months including grace period of 30 months.

Pada tanggal 26 September 2014, SGI, Entitas Anak, memperoleh tambahan fasilitas kredit investasi dari Mandiri yang terdiri dari:

On September 24, 2014, SGI, Subsidiary, obtained additional investment credit facility from Mandiri which consists of:

Kredit Investasi 10 Rp 92.500.000 Investment Loan 10

Fasilitas kredit diatas mempunyai jangka waktu selama 96 bulan termasuk grace period selama 30 bulan.

This credit facility have a term of 96 months including grace period of 30 months.

Fasilitas kredit investasi tersebut digunakan untuk pembiayaan Air Separation Plant (ASP) dan dibebani bunga efektif tahunan sebesar 11% pada tahun 2014 dan 10%-11% pada tahun 2013.

These investment credit facility are used to finance the construction of Air Separation Plant (ASP) and bears annual interest rate at 11% per annum in 2014 and 10%-11% per annum in 2013.

Saldo utang dari Mandiri adalah sebagai berikut: The loan balance from Mandiri are as follows:

2014 2013

Nilai tercatat 436.212.596 378.695.517 Carrying amountDikurangi beban transaksi yang

belum diamortisasi (4.732.467) (4.248.864)Less unamortisedtransaction cost

Nilai kontraktual 431.480.129 374.446.653 Contractual value

Page 167: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

60

18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM BANK LOANS (continued) Fasilitas kredit yang diperoleh dari Mandiri tersebut di atas dijamin dengan aset tetap tanah dan bangunan yang terletak di Semarang, Kutai, Banjar Baru, Cikupa, Samarinda, Tebing Tinggi, Cikarang, Makassar, Gresik, Batam dan Palembang, beserta mesin dan peralatan serta botol yang berada didalamnya, serta jaminan-jaminan SGI, Entitas Anak lainnya yang bersifat cross collateral dengan jaminan untuk utang bank jangka pendek yang diperoleh Mandiri (lihat Catatan 14).

Credit facility obtained from Mandiri are secured byland and building located in Semarang, Kutai, Banjar Baru, Cikupa, Samarinda, Tebing Tinggi, Cikarang, Makassar, Gresik, Batam and Palembang along with machinery and equipment and steel cylinder therin and other guarantee of SGI, Subsidiary which is cross collateral with the guarantee for short-term bank loan of SGI, Subsidiary, from Mandiri (see Note 14).

Fasilitas pinjaman tersebut mensyaratkan SGI, Entitas Anak, untuk memperoleh persetujuan tertulis dari Mandiri terlebih dahulu apabila melakukan:

The loan facility requires SGI, Subsidiary, to obtain written approval from Mandiri in advance to perform:

‐ Perubahan Anggaran Dasar SGI, Entitas Anak,termasuk di dalamnya pemegang saham, pengurus, permodalan dan nilai saham.

‐ Change the Article of Association of SGI, Subsidiary, along with stockholder, board of commissioners and directors, capital structure, and share value.

‐ Memindahtangankan barang jaminan, kecuali persediaan barang dalam rangka transaksi usaha yang wajar.

‐ Transfer collaterals, except inventories in order of normal transaction activites.

‐ Mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan SGI, Entitas Anak, kepada pihak lain.

‐ Act as a guarantor of debt or pledge SGI, Subsidiary’s assets as collateral to other parties.

‐ Melunasi utang SGI, Entitas Anak, kepada pemilik/pemegang saham.

‐ Settle payables of SGI, Subsidiary, to stockholder.

‐ Membagikan dividen. ‐ Declare dividen. PT Bank QNB Kesawan Tbk (Kesawan) PT Bank QNB Kesawan Tbk (Kesawan) Pada tanggal 25 Juli 2013, Entitas memperoleh pinjaman dari Kesawan yang terdiri dari:

On July 25, 2013, the Entity obtained credit facilitiesfrom Kesawan, which consists of:

Fixed Loan 1 Rp 27.000.000 Fixed Loan 1Fixed Loan 2 20.000.000 Fixed Loan 2

Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk pembiayaan mesin pencair N2 serta bangunan dan pabrik CO2 dan C2H2. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu selama 60 bulan dan dikenakan bunga 12,5% per tahun pada 2014 dan 10,25% per tahun pada 2013.

These credit facilities are used to finance the construction of N2 liquefying machinery and building and the factory of CO2 and C2H2. These credit facilities have a term of 60 months and bears annual interest rate at 12.5% per annum in 2014 and 10.25% per annum in 2013.

Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Kesawan tersebut di atas dijamin dengan aset tanah dan bangunan, mesin dan peralatan yang berlokasi di Cakung dan Makassar dan margin deposit sebesar 20% dari Letter of Credit (L/C).

Credit facility obtained from Kesawan are secured by land and building, machinery and equipment located in Cakung and Makassar and margin deposit for 20% of the Letter of Credit (L/C)

Pada bulan Desember 2014, Entitas memperoleh tambahan fasilitas dari Kesawan sebagai berikut:

On December, 2014, the Entity obtained additional credit facilities from Kesawan as follows:

Fasilitas Maksimum Kredit/

Maximum CreditJatuh Tempo/Maturity Date Facilities

Fixed Loan 3 Rp 216.000.00024 Desember 2020/ December 24, 2020 Fixed Loan 3

Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk repackage semua fasilitas fixed loan PT Samator di Kesawan dan untuk pembelian mesin dan peralatan PT Samator. Fasilitas ini dikenakan bunga 12,25% per tahun.

These credit facilities are used to repackage all fixed loan facilities of PT Samator in Kesawan and to purchase machinery and equipment of PT Samator. This credit facility bears annual interest rate at 12.25%.

Page 168: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

61

18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM BANK LOANS (continued) Selama periode pinjaman, Entitas wajib memelihara rasio keuangan tertentu yaitu DSCR minimal 1,5 : 1, gearing ratio maksimal 3 : 1 dan debt/TNW maksimal 3 : 1. Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Entitas telah memenuhi rasio keuangan tersebut. Entitas juga tidak diperkenankan untuk:

During the loan period, the Entity shall maintain certain financial ratio, DSCR minimum 1.5 : 1, gearing ratio maximum 3 : 1 and debt/TNW maximum 2.5 : 1. As of December 31, 2014 an 2013, the Entity has complied with the required financial ratios. The Entity is also not allowed to:

‐ Membuat perubahan karakteristik dan sifat operasi bisnis dasar.

‐ Change the charaterisctics and main business operations.

‐ Melakukan perubahan pada pemegang saham Entitas. ‐ Change in the stockholders’ Entity.‐ Memberikan pemberitahuan tertulis paling lambat

7 hari setelah perubahan Anggaran Dasar, modal dasar dan/atau modal disetor, pemegang saham serta manajemen Entitas.

‐ Provide written notice no later than 7 days, after amend in Article of Association, authorized, paid-in capital, stockholders and management Entity.

‐ Membubarkan Entitas atau menyatakan pailit atau meminta penjadwalan ulang pembayaran pinjaman ke pengadilan perdagangan.

‐ Liquidate the Entity or apply to bankrupt or apply for a rescheduling of loan payment to the court.

‐ Melakukan konsolidasian, merger dan akuisisi. ‐ Enter consolidation, merger and acquisition.‐ Membagikan dividen ‐ Declare dividends‐ Menerbitkan corporate guarantee kepada pihak lain. ‐ Issuing corporate guarantee to the other party.‐ Memberikan pemberitahuan tertulis paling lambat 7

hari apabila menerima fasilitas kredit baru atau penambahan dari bank atau institusi keuangan lain.

‐ Provide written notice no later than 7 days, after obtained new or addition credit facility from bank or other financial institution.

Fasilitas pinjaman ini bersifat cross collateral dengan fasilitas pinjaman lainnya yang diperoleh dari Kesawan (lihat Catatan 14).

These credit facilities a cross collateralized with other credit facilities which is obtained from the Kesawan (see Note 14).

Saldo utang dari Kesawan adalah sebagai berikut: The loan balance from Kesawan are as follows:

2014 2013

Nilai tercatat 252.094.344 43.611.972 Carrying amountDikurangi beban transaksi yang

belum diamortisasi (7.560.000) -Less unamortisedtransaction cost

Nilai kontraktual 244.534.344 43.611.972 Contractual value

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) PT Bank Syariah Mandiri (BSM)

Pada tanggal 1 Juni 2011, BSM menyetujui penambahan dan perubahan fasilitas pembiayaan sehingga fasilitas yang diterima Entitas menjadi sebagai berikut:

On June 1, 2011, BSM agreed to the addition and change of financing facility, therefore the facility obtained by the Entity are as follows:

Fasilitas Maksimum Kredit/

Maximum CreditJangka Waktu Pinjaman/

Term of Loan Facilities

Line Facility Cash Loan/Non Cash Loan Rp 195.000.000

7 tahun/ 7 years

Financing of Line Facility Cash Loan/ Non Cash

LoanPembiayaan Line Facility

Non Cash Loan USD 2.000.00031 Oktober 2013/ October 31, 2013

Financing Line Facility Non Cash Loan

Fasilitas ini digunakan untuk investasi pembangunan 2 (dua) pabrik CO2, dan untuk pembelian peralatan impor air separation plant dan bank garansi. Margin atas pembiayaan ini adalah equivalent rate 11,5% per tahun dengan ceiling price 20% per tahun.

These facilities are used to the construction investment of 2 (two) CO2 plant, and to purchase of imported air separation plant equipment and bank guarantee. The margin for this financing equivalent rate at 11.5% per annum with 20% ceiling price annually.

Page 169: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

62

18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM BANK LOANS (continued) Pada tanggal 14 Juni 2013, Entitas memperoleh perpanjangan pinjaman dari BSM dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 31 Oktober 2015 (lihat Catatan 14).

On June 14, 2013, the Entitiy rolled over the loan from BSM with the loan period until October 31, 2015 (see Note 14).

Berdasarkan surat tersebut, BSM menyetujui perubahan atas jaminan pinjaman oleh Entitas sehingga jaminan pinjaman pada tanggal tersebut berubah menjadi:

According to the letter, BSM approved the amendments of the Entity’s loan guarantee, therefore the loan guarantee currently consists of:

‐ Tanah dan bangunan, mesin, peralatan dan sarana

distribusi, yang terletak di Subang. ‐ Land and CO2 plant, machinery, equipment and

distribution infrasctucture, located in Subang. ‐ Persediaan barang jadi CO2 milik Entitas sebesar

Rp 10.000.000 yang akan diikat fidusia sebesar Rp 3.000.000.

‐ CO2 finished goods inventories of Entity amounted to Rp 10,000,000, which is will bound fiduaciary amounted to Rp 3,000,000.

‐ Piutang milik Entitas sebesar Rp 122.909.000 yang akan diikat secara fidusia sebesar Rp 36.872.000.

‐ Receivables of Entity amounted to Rp 122,909,000 which is will bound fiduaciary amounted to Rp 36,872,000.

‐ Personal guarantee atas nama Heyzer Harsono, Rasid Harsono dan Arief Harsono.

‐ Personal guarantee from Heyzer Harsono, Rasid Harsono and Arief Harsono.

‐ Deposito berjangka atas nama Entitas sebesar

Rp 250.000 (lihat catatan 13). ‐ Time deposit amounted to Rp 250,000 (see Note 13).

Pada tanggal 20 September 2013, Entitas memperoleh tambahan fasilitas dari BSM sebagai berikut:

On September 20, 2013, the Entity obtained additional facility from BSM as follows:

Fasilitas Maksimum Kredit/

Maximum Credit Jatuh Tempo/ Maturity Date Facilities

Line Facility Cash Loan/Non Cash Loan (Al-Murabahah, Wakalah) Rp 200.000.000

8 tahun/ 8 years

Financing of Line Facility Cash Loan/ Non Cash Loan (Al-Murabahah,

Wakalah) Pembiayaan Line Facility

Al-Murabahah 10.000.000 3 tahun/ 3 years

Financing Line Facility Al-Murabahah

Fasilitas ini digunakan untuk pembelian mesin-mesin, tangki, sarana pemasaran, distribusi pengembangan pabrik Air Separation Plant (ASP) dan modal kerja. Margin atas pembiayaan ini adalah 10,5%-12% per tahun pada tahun 2014 dan 11,5% per tahun pada tahun 2013.

This facility is used to purchase machinery, storage tank, marketing, distribution infrastucture for development of Air Separation Plant (ASP) and working capital. The margin for this financing at 10.5%-12% per annum in 2014 and 11.5% per annum in 2013.

Fasilitas pinjaman tersebut di atas dijamin dengan: These credit facilities are secured by: ‐ Tanah, bangunan beserta peralatan Air Separator Plant

(ASP), mesin, sarana pemasaran dan distribusi serta tangki ASP, yang terletak di Medan.

‐ Land, building, and Air Separator Plant (ASP), machinery, distribution infrasctucture and storage tank of ASP, located in Medan.

‐ Persediaan barang jadi milik Entitas sebesar Rp 2.000.000 yang akan diikat fidusia sebesar Rp 400.000.

‐ Finished goods inventories of Entity amounted to Rp 2,000,000, which is bound fiduaciary amounted to Rp 400,000.

‐ Piutang milik Entitas sebesar Rp 120.000.000 yang akan diikat fidusia sebesar Rp 56.000.000.

‐ Receivables of Entity amounted to Rp 120,000,000, which is bound fiduaciary amounted to Rp 56,000,000.

Page 170: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

63

18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM BANK LOANS (continued) Jaminan pinjaman tersebut bersifat cross collateral dengan fasilitas kredit lainnya yang diperoleh dari BSM (lihat Catatan 14).

This loan collateral are cross collateral with other credit facilities obtained from BSM (see Note 14).

Selama pembiayaan tersebut ada, Entitas wajib memelihara rasio keuangan tertentu yaitu debt to equity ratio maksimal 3 : 1 dan EBITDA terhadap beban bunga minimal 1,5 : 1. Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Entitas telah memenuhi rasio keuangan tersebut. Entitas juga tidak diperkenankan untuk:

During the financing, the Entity must maintain certain financial ratios, debt to equity ratio, maximum of 3 : 1 and EBITDA to interest expense, minimum of 1.5 : 1. As of December 31, 2014 and 2013, the Entity has complied with the required financial ratios. The Entity is also not allowed to:

‐ Melakukan pembelian/penambahan aset kendaraan atau

rumah diatas Rp 10.000.000. ‐ Purchase new vehicles or buildings over

Rp 10,000,000.‐ Merubah anggaran dasar, susunan pengurus, pemegang

saham dan struktur modal. ‐ Amend the Article of Association, the members of

the board, stockholder, and capital structure.‐ Melunasi utang kepada pemegang saham dan membayar

dividen. ‐ Settle payable to stockholder, and declare

dividends.‐ Mengeluarkan pernyataan berutang dalam bentuk

pinjaman, penyewaan atau garansi kepada pihak lain.‐ Issued debt note in loan, lease or guarantee to other

parties.‐ Meminta pembiayaan baru atau tambahan dari bank

atau lembaga pembiayaan lainnya atas proyek yang sama.

‐ Ask for new or additional financing from bank or other financing entities on the same projects.

‐ Membubarkan Entitas, merger, akuisisi dan mohon dinyatakan pailit kepada instasi yang berwenang.

‐ Dissolve entity, merger, acquisition and request banckruptcy to the authorities.

‐ Melakukan penjualan atau mengalihkan kepemilikan sebagian atau seluruh aset Entitas.

‐ Sell or transfer of ownership of part or all of the Entity’s assets.

‐ Menjaminkan, menjual atau membebani dengan kewajiban seluruh atau sebagian aset Entitas termasuk pendapatan yang telah dan akan diterima.

‐ Pledge, sell, or expensing with duty, of part or all of the assets of the Entity, including earned and unearned revenue.

Saldo fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp 280.001.392 dan Rp 186.293.998 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

Outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 280,001,392 and Rp 186,293,998 as of December 31, 2014 and 2013, respectively.

19. UTANG SEWA PEMBIAYAAN 19. OBLIGATION UNDER FINANCE LEASE

Akun ini merupakan utang sewa pembiayaan dari: This account represents the obligation under finance

leases from:

2014 2013

Pihak ketiga: Third parties:PT Dipo Star Finance 18 .710.181 20.767.341 PT Dipo Star FinancePT Mitsui Leasing Capital

Indonesia 494.962 438.720PT Mitsui Leasing Capital

Indonesia

Sub-jumlah 19.205.143 21.206.061 Sub-total

Pihak berelasi (lihat Catatan 35): Related party (see Note 35):PT Satyadhika Bakti

Multifinance 2.395.905 5.411.450PT Satyadhika Bakti

Multifinance

Jumlah 21.601.048 26.617.511 Total

Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 12.416.573 14.209.711 Less current maturities portion

Bagian jangka panjang 9.184.475 12.407.800 Long-term portion

Page 171: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

64

19. UTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 19. OBLIGATION UNDER FINANCE LEASE (continued)

Entitas dan Entitas Anak mengadakan perjanjian aset pembiayaan untuk pembelian kendaraan, tangki dan tabung gas serta mesin dan peralatan dengan PT Satyadhika Bakti Multifinance (pihak berelasi), PT Dipo Star Finance dan PT Mitsui Leasing Capital Indonesia dengan jangka waktu 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) tahun. Pinjaman ini dibebani bunga sebesar 6,5% - 18,5% per tahun. Utang ini dijamin dengan aset kendaraan, tangki dan tabung gas serta mesin dan peralatan milik Entitas dan Entitas Anak yang diperoleh dari perjanjian tersebut (lihat Catatan 12).

The Entity and Subsidiaries entered into a finance lease agreement for the acquisition of vehicles, storage tank and steel cylinder and machinery and equipments with PT Satyadhika Bakti Multifinance (related party), PT Dipo Star Finance and PT Mitsui Leasing Capital Indonesia with agreement period of 3 (three) to 5 (five) years. This loan bears annual interest rate at 6.5% - 18.5% per annum. This loan is secured with vehicles, storage tanks and steel cylinder and machinery and equipments of the Entity and Subsidiaries which is obtained from this agreements (see Note 12).

Pada tanggal 15 Desember 2006, Entitas menandatangani perjanjian sale and leaseback transactions dengan PT Bringin Srikandi Finance untuk aset tangki dan tabung gas sebesar Rp 8.500.000, yang diaktakan dengan akta Notaris Winanto Wiryomartani, S.H., M.Hum. No. 20 tanggal 15 Desember 2006. Transaksi tersebut terutang dalam 84 kali angsuran yang terdiri dari Rp 222.000 untuk 60 kali angsuran dan Rp 4.268 untuk 24 kali angsuran berikutnya serta dibebani bunga per tahun sebesar 18%. Transaksi ini menimbulkan rugi ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan sebesar Rp 1.124.721 (lihat Catatan 12). Pada tahun 2013, Entitas telah melunasi pembiayaan ini.

On December 15, 2006, the Entity entered into a sale and leaseback transactions with PT Bringin Srikandi Finance for acquisition of storage tanks and steel cylinder amounted to Rp 8,500,000, based on Notarial Deed of Notaris Winanto Wiryomartani. S.H., M.Hum. No. 20 dated December 15, 2006. The transaction consists of 84 installments, which consists of 60 installments of Rp 222,000, and Rp 4,268 for the next 24 installments, with annual interest rate at 18%. This transaction raises deferred loss on sale and leaseback transaction of assets under financial leases amounted to Rp 1,124,721 (see Note 12). In 2013, the Entity has fully paid this financing.

Pada tahun 2011, Entitas menandatangani perjanjian sale and leaseback transactions dengan PT Satyadhika Bakti Multifinance (pihak berelasi) untuk aset sebesar Rp 3.407.818. Transaksi tersebut terutang sebesar Rp 100.676 untuk 36 kali angsuran serta dibebani bunga per tahun sebesar 16,36%. Transaksi ini menimbulkan laba ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan sebesar Rp 344.620 (lihat Catatan 12).

In 2011, the Entity entered into sale and leaseback transactions with PT Satyadhika Bakti Multifinance (related party) for storage tanks amounted to Rp 3,407,818. The transaction consists of 36 installments of Rp 100,676 with annual interest rate at 16.36%. This transaction raises deferred gain on sale and leaseback transaction of assets under financial leases amounted to Rp 344,620 (see Note 12).

Pada bulan Mei 2012, Entitas menandatangani perjanjian sale and leaseback transactions dengan PT Satyadhika Bakti Multifinance (pihak berelasi) untuk aset sebesar Rp 900.000. Transaksi tersebut terutang sebesar Rp 630.000 untuk 36 kali angsuran serta dibebani bunga per tahun sebesar 8,5%. Transaksi ini menimbulkan rugi ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan sebesar Rp 25.125 (lihat Catatan 12).

On May, 2012, the Entity entered into sale and leaseback transactions with PT Satyadhika Bakti Multifinance (related party) for storage tanks amounted to Rp 900,000. The transaction consists of 36 installments of Rp 630,000 with annual interest rate at 8.5%. This transaction raises deferred loss on sale and leaseback transaction of assets under financial leases amounted to Rp 25,125 (see Note 12).

Pada tahun 2013, SM, Entitas Anak menandatangani perjanjian sale and leaseback transactions dengan PT Satyadhika Bakti Multifinance (pihak berelasi) untuk aset mesin dan peralatan sebesar Rp 1.444.816. Transaksi tersebut terutang sebesar Rp 1.083.606 untuk 36 kali angsuran serta dibebani bunga per tahun sebesar 8,5%. Transaksi ini menimbulkan rugi ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan sebesar Rp 138.458 (lihat Catatan 12).

In 2013, SM, Subsidiary entered into sale and leaseback transactions with PT Satyadhika Bakti Multifinance (related party) for machinery and equipment amounted to Rp 1,444,816. The transaction consists of 36 installments of Rp 1,083,606 with annual interest rate at 8.5%. This transaction raises deferred loss on sale and leaseback transaction of assets under financial leases amounted to Rp 138,458 (see Note 12).

Page 172: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

65

19. UTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 19. OBLIGATION UNDER FINANCE LEASE(continued)

Rincian saldo rugi (laba) ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan dan akumulasi amortisasinya adalah sebagai berikut:

The details of deferred loss (gain) on sale and leaseback transaction of assets under financial leases and the accumulation of amortization are as follows:

2014 2013

Rugi ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan 1.124.721 1.124.721

Deferred loss on sale and leaseback transaction of assets

under finance leaseLaba ditangguhkan atas transaksi

jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan (344.620) (344.620)

Deferred gain on sale and leaseback transaction of assets

under finance leaseRugi ditangguhkan atas transaksi

jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan 25.125 25.125

Deferred loss on sale and leaseback transaction of assets

under finance leaseRugi ditangguhkan atas transaksi

jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan 138.458 138.458

Deferred loss on sale and leaseback transaction of assets

under finance leaseAkumulasi amortisasi (886.349) (910.459) Accumulated of amortization

Jumlah 57.335 33.225 Total

Mutasi beban amortisasi atas rugi (laba) ditangguhkan atas transaksi jual dan sewa-balik aset sewa pembiayaan adalah sebagai berikut:

Mutation of amortization expense on deferred loss (gain) on sale and leaseback transaction of assets under finance lease are as follows:

2014 2013

Saldo awal tahun 910.459 831.212 Beginning balancePembebanan tahun berjalan (24.110) 79.247 Expense of the current year

Saldo akhir tahun 886.349 910.459 Ending balance

Pembayaran utang minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian utang sewa pembiayaan adalah sebagai berikut:

Minimum lease payments in the next period according to the agreement are as follows:

2014 2013

Tahun Years2014 - 16.584.559 20142015 14.421.735 10.015.303 20152016 7.374.298 3.225.106 20162017 2.694.453 269.468 2017

Jumlah pembayaran minimum 24.490.486 30.094.436 Total minimum paymentDikurangi bagian bunga (2.889.438) (3.476.925) Less interest portion

Jumlah utang sewa pembiayaan – neto 21.601.048 26.617.511

Total obligation under financelease - net

Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 12.416.573 14.209.711 Less current maturities portion

Bagian jangka panjang 9.184.475 12.407.800 Long-term portion

Page 173: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

66

20. UTANG LEMBAGA KEUANGAN 20. FINANCIAL INSTITUTION LOANS Akun ini merupakan utang lembaga keuangan dari: This account represents financial institution loans

from:

2014 2013

PT Bank Central Asia Finance 5.305.265 3.758.950 PT Bank Central Asia Finance PT Bank Jasa Jakarta 777.448 1.322.241 PT Bank Jasa Jakarta PT Astra Credit Company - 21.635 PT Astra Credit Company

Sub-jumlah 6.082.713 5.102.826 Sub-totalDikurangi bagian yang jatuh tempo

dalam satu tahun 1.953.248

1.969.144 Less current maturities portion

Bagian jangka panjang 4.129.465 3.133.682 Long-term portion

Entitas dan Entitas Anak menandatangani perjanjian pembiayaan dengan lembaga keuangan untuk pembelian kendaraan dengan PT Bank Central Asia Finance, PT Bank Jasa Jakarta dan PT Astra Credit Company. Pinjaman ini dibebani bunga sebesar 6,82% - 10,49% per tahun. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo dalam waktu 3 sampai dengan 4 tahun dan dijamin dengan aset kendaraan tersebut (lihat Catatan 12).

The Entity and Subsidiaries entered into a financing agreement with financial institutions for acquisition of vehicles with PT Bank Central Asia Finance, PT Bank Jasa Jakarta and PT Astra Credit Company. This agreement bears interest rate at 6.82% - 10.49% per annum. This facility will mature within 3 to 4 years and secured with the vehicles (see Note 12).

21. UTANG OBLIGASI 21. BONDS PAYABLE

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 200.000.000

200.000.000

Aneka Gas Industri II Year 2012Bonds

Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 190.000.000

190.000.000

Aneka Gas Industri II Year 2012 Sukuk Ijarah

Sub-jumlah 390.000.000 390.000.000 Sub-total

Dikurangi beban emisi ditangguhkan (setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp 4.561.976 pada tahun 2014 dan Rp 3.821.224 pada tahun 2013) 2.722.766

3.463.518

Less deferred issuance cost (after deduction of accumulated amortization amounted to Rp 4,561,976 in 2014 and

Rp 3,821,224 in 2013)

Jumlah 387.277.234 386.536.482 Jumlah

Mutasi akumulasi amortisasi atas beban emisi ditangguhkan adalah sebagai berikut:

Mutation of accumulated amortization of deferred issuance cost are as follows:

2014 2013

Saldo awal tahun 3.821.224 2.786.264 Beginning balancePembebanan tahun berjalan

(lihat Catatan 33) 740.752

1.034.960Expense of the current year

(see Note 33)

Saldo akhir tahun 4.561.976 3.821.224 Ending balance

Page 174: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

67

21. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 21. BONDS PAYABLE (continued) Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 dengan Tingkat Bunga Tetap

Bond of Aneka Gas Industri I Year 2008 with Fixed Interest Rate

Pada tanggal 8 Juli 2008, Entitas menerbitkan Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 dengan tingkat bunga tetap (Obligasi I) dengan jumlah nominal sebesar Rp 80.000.000, yang ditawarkan pada nilai nominal. Obligasi I ini merupakan obligasi tanpa seri dengan jangka waktu jatuh tempo selama 5 tahun, yaitu tanggal 8 Juli 2013 dan tingkat bunga tetap sebesar 14,5% per tahun.

On July 8, 2008, the Entity issued Bond of Aneka Gas Industri I Year 2008 with fixed interest rate (Bonds I), with par value of Rp 80,000,000, which is offered on nominal value. This bonds is a non series bond, and have a term of 5 years, due on July 8, 2013, with fixed interest rate at 14.5% per annum.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, di mana bunga pertama obligasi telah dibayarkan pada tanggal 8 Oktober 2008 oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), selaku agen pembayaran obligasi Entitas.

Bonds interest is paid quartely (3 months) from issuance date, the first obligations interest has been paid on October 8, 2008 by PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), as the Entity’s agent of obligation payments.

Berdasarkan hasil pemantauan tahunan atas Obligasi oleh PT Fitch Ratings Indonesia melalui Surat No. RC81/DIR/VI/2012 tanggal 12 Juni 2012, Obligasi tersebut telah mendapat A-(idn).

Based on the annual monitoring result of bonds by PT Fitch Ratings Indonesia No. RC81/DIR/VI/2012 dated June 12, 2012, the bond are rated as A-(idn).

Hasil penawaran obligasi, setelah dikurangi beban penjaminan dan emisi, digunakan Entitas untuk pembayaran uang muka pembelian aset mesin dan peralatan dan untuk membiayai kegiatan operasional.

The result of bonds offering, less guarantee and issuance cost, are used to payment of advance payments for machinery and equipments, and to finance operational activities.

Obligasi ini dijamin secara fidusia dengan aset mesin dan peralatan Entitas, Hak Guna Bangunan Entitas yang berada di Deli Serdang dengan nilai keseluruhan minimal sebesar 100% dari nilai pokok Obligasi.

This bond is secured with the fiduciary transfer of machinery, equipment, and Building Use Right of the Entity which is located in Deli Serdang, with minimum total value of 100% from obligation of principal value.

Penerbitan Obligasi dilakukan sesuai dengan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 No. 32 tanggal 9 Mei 2008, Akta Adendum Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 No. 49 tanggal 19 Juni 2008, keduanya dibuat di hadapan Notaris Ira Sudjono, S.H., M.H., M.Kn. antara Entitas dengan PT Bank Mega Tbk.

Bond issuance is based on Deed of Agreement Bond Trustee Aneka Gas Industri I Year 2008 No. 32 dated May 9, 2008, the Deed of Addendum of Trustee Bond Agreements Aneka Gas Industri I Year 2008 No. 49 dated June 19, 2008, both signed in front of Notarial Ira Sudjono, S.H., M.H., M.Kn. between Entity and PT Bank Mega Tbk.

Pada bulan Juli 2013, Entitas telah melunasi Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008.

On July 2013, the Entity had fully paid of Bond of Aneka Gas Industri I Year 2008.

Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri I Year 2008 Pada tanggal 8 Juli 2008, Entitas menerbitkan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 (Sukuk I) dengan jumlah nominal sebesar-besarnya Rp 220.000.000, yang ditawarkan pada nilai nominal. Sukuk ini merupakan sukuk tanpa seri dengan jangka waktu jatuh tempo selama 5 tahun, yaitu tanggal 8 Juli 2013 dan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp 36.250 per Rp 1.000.000 dari Sisa Imbalan Ijarah. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2012, Sukuk yang diterbitkan Entitas adalah sebesar Rp 160.000.000.

As of July 8, 2008, the Entity issued Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri I Year 2008 (Sukuk I) with maximum nominal value of Rp 220,000,000, which is offered on par value. This Sukuk is a non series sukuk, and have a term of 5 years due on July 8, 2013 and the installment payment of Ijarah benefit amounted to Rp 36,250 for each Rp 1,000,000 of the remaining Ijarah benefit. As of December 31, 2012, the Entity has issued Sukuk amounting to Rp 160,000,000.

Page 175: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

68

21. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 21. BONDS PAYABLE (continued) Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak tanggal Emisi, dimana cicilan pertama telah dibayarkan pada tanggal 8 Oktober 2008 oleh KSEI, selaku agen pembayaran sukuk Entitas.

Ijarah Benefit installment is paid quarterly (3 months) from issuance date, the first installments was paid on October 8, 2008 by KSEI, as the Entity's agent of sukuk payments.

Berdasarkan hasil pemantauan tahunan atas Sukuk oleh PT Fitch Ratings Indonesia melalui surat No. RC81/DIR/VI/2012 tanggal 12 Juni 2012, Sukuk tersebut telah mendapat peringkat A-(idn).

From the annual monitoring result of Sukuk by PT Fitch Ratings Indonesia No. RC81/DIR/VI/2012 dated June 12, 2012, Sukuk are rated as A-(idn).

Hasil penawaran Sukuk, setelah dikurangi beban penjaminan dan emisi, digunakan Entitas untuk pembayaran utang bank Entitas yang diperoleh dari BSM, perolehan aset peralatan penunjang dan untuk membiayai kegiatan operasional.

The result of Sukuk offering, less guarantee and issuance cost, are used to pay bank loan from BSM, acquisition of supporting equipment, and to finance operational activities.

Sukuk ini tidak dijamin dengan jaminan khusus serta tidak dijamin oleh pihak manapun namun dijamin dengan seluruh aset Entitas.

This Sukuk is not secured with specific collateral/and not secured by any parties, but secured with all assets of the Entity.

Penerbitan Sukuk dilakukan sesuai dengan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 No. 34 tanggal 9 Mei 2008, Akta Adendum Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 No. 52 tanggal 19 Juni 2008, keduanya dibuat di hadapan Notaris Ira Sudjono, S.H., M.H., M.Kn. antara Entitas dengan PT Bank Mega Tbk. Penerbitan Sukuk ini telah sesuai dengan Keputusan Bapepam-LK No. KEP-130/BL/2006 tanggal 23 Nopember 2006 mengenai Peraturan No. IX.A.13, mengenai “Penerbitan Efek Syariah”.

Sukuk issuance is based on the Deed of Trustee Sukuk Agreement Aneka Gas Industri I No. 34, dated May 9, 2008. Addendum to the Deed Agreement Sukuk Ijarah Trustee Aneka Gas Industri I No. 52, dated June 19, 2008, both signed in front of Notarial Ira Sudjono. S.H., M.H., M.Kn., between Entity and PT Bank Mega Tbk. Sukuk issuance is based on decision of Bapepam-LK No. KEP-130/BL/2006 dated November 23, 2006 concerning regulation No. IX.A.13, regarding “Issuance of Syariah Securities”.

Entitas tidak menyelenggarakan pembetukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi. Sumber dana yang akan digunakan untuk membayar utang obligasi tersebut dari aktivitas operasional Entitas dan dana dari utang obligasi baru yang akan diterbitkan.

The Entity does not arrange reserve funds for repayment of the principal debt. The sources of funds will be used to settle this bond are from Entity’s operating activities and funds from new bonds which will be issued.

Pada bulan Juli 2013, Entitas telah melunasi Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008.

On July 2013, the Entity had fully paid of Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri I Year 2008.

Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dengan Tingkat Bunga Tetap

Bond of Aneka Gas Industri II Year 2012 with fixed interest rate

Pada tanggal 18 Desember 2012, Entitas menerbitkan Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 dengan tingkat bunga tetap (Obligasi II) dengan jumlah nominal sebesar Rp 200.000.000, yang ditawarkan pada nilai nominal. Obligasi ini merupakan obligasi tanpa seri dengan jangka waktu jatuh tempo selama 5 tahun, yaitu tanggal 18 Desember 2017 dan tingkat bunga tetap sebesar 9,8% per tahun.

As of December 18, 2012, the Entity issued Bond of Aneka Gas Industri II Year 2012 with fixed interest rate (Bonds II), with nominal value of Rp 200,000,000, which is offered on nominal value. This bonds is a non series bond, and have a term of 5 years, due on December 18, 2017, with fixed interest rate at 9.8% per annum.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak tanggal Emisi.

Bonds interest is paid quartely (3 months) from issuance date.

Page 176: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

69

21. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 21. BONDS PAYABLE (continued) Berdasarkan hasil pemantauan tahunan atas Sukuk oleh PT Fitch Ratings Indonesia melalui Surat No. RC69/DIR/VI/2014 tanggal 11 Juni 2014, Obligasi tersebut telah mendapat A-(idn). Berdasarkan hasil pemantauan tahunan atas Sukuk oleh PT Fitch Ratings Indonesia melalui Surat No. RC75/DIR/VI/2013 tanggal 12 Juni 2013, Obligasi tersebut telah mendapat A-(idn).

From the annual monitoring result of bonds by PT Fitch Ratings Indonesia No. RC69/DIR/VI/2014 dated June 11, 2013, the bond are rated as A-(idn). From the annual monitoring result of bonds by PT Fitch Ratings Indonesia No. RC75/DIR/VI/2013 dated June 12, 2013, the bond are rated as A-(idn).

Obligasi ini dijamin secara fidusia dengan aset mesin dan peralatan Entitas, Hak Guna Bangunan Entitas yang berada di Rawa Terate dengan nilai keseluruhan minimal sebesar 100% dari nilai pokok Obligasi.

This bond is secured with the fiduciary transfer of machinery, equipment, and Building Use Right of the Entity which is located in Rawa Terate, with minimum total value of 100% from obligation principal value.

Penerbitan Obligasi dilakukan sesuai dengan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 7 tanggal 2 Oktober 2012 yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., antara Entitas dengan PT Bank Mega Tbk.

Bond issuance is based on the Deed of Trustee Bond Agreement Aneka Gas Industri II Year 2012 No. 7 dated October 2, 2012, signed in front of Notarial Fathiah Helmi, S.H., between the Entity and PT Bank Mega Tbk.

Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri II Year 2012 Pada tanggal 18 Desember 2012, Entitas menerbitkan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 (Sukuk II) dengan jumlah nominal sebesar-besarnya Rp 300.000.000, yang ditawarkan pada nilai nominal. Sukuk ini merupakan sukuk tanpa seri dengan jangka waktu jatuh tempo selama 5 tahun, yaitu tanggal 18 Desember 2017 dan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp 99.000 per Rp 1.000.000 dari Sisa Imbalan Ijarah. Per tanggal 31 Desember 2012, Sukuk yang diterbitkan Entitas adalah sebesar Rp 200.000.000.

As of December 18, 2012, the Entity issued Sukuk Ijarah of Aneka Gas Industri II Year 2012 (Sukuk II) with maximum nominal value of Rp 300,000,000, which is offered on nominal value. This Sukuk is a non series sukuk, and have a term of 5 years due on December 18, 2017 and the installment payment of Ijarah benefit amounted to Rp 99,000 for each Rp 1,000,000 of the remaining Ijarah benefit. As of December 31, 2012, the Entity has issued Sukuk amounting to Rp 200,000,000.

Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak tanggal Emisi.

Ijarah Benefit installment is paid quarterly (3 months) from issuance date.

Berdasarkan hasil pemantauan tahunan atas Sukuk oleh PT Fitch Ratings Indonesia melalui Surat No. RC69/DIR/VI/2014 tanggal 11 Juni 2014, Obligasi tersebut telah mendapat A-(idn). Berdasarkan hasil pemantauan tahunan atas Sukuk oleh PT Fitch Ratings Indonesia melalui Surat No. No. RC75/DIR/VI/2013 tanggal 12 Juni 2013, Obligasi tersebut telah mendapat A-(idn).

From the annual monitoring result of Sukuk by PT Fitch Ratings Indonesia No. RC69/DIR/VI/2014 dated June 11, 2014, the bond are rated as A-(idn). From the annual monitoring result of Sukuk by PT Fitch Ratings Indonesia No. RC75/DIR/VI/2013 dated June 12, 2013, the bond are rated as A-(idn).

Sukuk ini tidak dijamin dengan jaminan khusus serta tidak dijamin oleh pihak manapun namun dijamin dengan seluruh aset Entitas.

This Sukuk is not secured with specific collateral/and not secured by any parties, but secured with all assets of Entity.

Penerbitan Sukuk dilakukan sesuai dengan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 No. 11 tanggal 2 Oktober 2012, yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., antara Entitas dengan PT Bank Mega Tbk.

Sukuk issuance is based on the Deed of Trustee Sukuk Agreement Aneka Gas Industri II No. 11, dated October 2, 2012, both signed in front of Notarial Fathiah Helmi, S.H., between Entity and PT Bank Mega Tbk.

Entitas dapat melakukan pembelian kembali Obligasi atau Sukuk setelah satu tahun dari tanggal penjatahan. Pada tahun 2013 Entitas melakukan pembelian kembali Sukuk dengan nilai nominal sebesar Rp 10.000.000.

The Entity is able to buy back Bonds or Sukuk, one year after the allotment date. In 2013, Entity buy back the Sukuk at par value of Rp 10,000,000.

Page 177: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

70

21. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 21. BONDS PAYABLE (continued) Hasil penawaran Obligasi dan Sukuk, setelah dikurangi beban penjaminan dan emisi, digunakan Entitas sebagai bagian pendanaan belanja modal untuk investasi peralatan antara lain mesin Air Separation Plant (ASP), peralatan-peralatan pendukung dan sarana pemasaran, untuk pelunasan obligasi I dan sukuk I dan digunakan untuk penurunan pinjaman utang bank.

The result of Bonds and Sukuk offering, less guarantee and issuance cost, are used as part of capital expenditures funding for investments in equipment such as Air Separation Plan (ASP) machinery, equipment and distribution infrastructure, for the repayments of Bonds I and Sukuk I and reduction of bank loan.

Sebelum dilunasinya semua pokok dan bunga Obligasi serta Imbalan Ijarah, Entitas mempunyai kewajiban untuk, antara lain:

Before the payment of all the bond principal and bond interest, along with Ijarah benefit, the Entity have an obligation among others:

a. Memelihara rasio keuangan tertentu, rasio utang

terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) maksimal 3 : 1 dan rasio laba sebelum beban bunga, taksiran pajak, beban penyusutan dan amortisasi (EBITDA) terhadap beban bunga minimal 1,5 : 1. Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Entitas telah memenuhi rasio keuangan yang dipersyaratkan tersebut.

a. Maintain certain financial ratios, debt to equity ratio at least 3:1 and earning before interest expense, tax provision, depreciation and amortizarion expense ratio (EBITDA) to interest expense at least 1.5:1. As of December 31, 2014 and 2013, the Entity has complied with the required financial ratios.

b. Tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Mega Tbk, Wali Amanat, Entitas tidak diperkenankan untuk melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:

b. Without written approval from PT Bank Mega Tbk, trustee, the Entity are not allowed to perform the following activities:

‐ Mengadakan penggabungan, konsolidasian dengan Entitas lain yang akan mengakibatkan akibat yang negatif bagi Entitas dan kemampuan untuk memenuhi kewajibannya terhadap pemegang Obligasi dan Sukuk.

‐ Merger and consolidate with other Entity which will bring negative effect for Entity and its ability to fulfill its liabilities to bond and sukuk holders.

‐ Mengubah bidang usaha utama Entitas. ‐ Change main business activities of Entity.‐ Memberikan jaminan (Corporate Guarantee)

kepada pihak lain, kecuali berkaitan dengan aktivitas utama Entitas dan dilakukan dengan cara yang wajar.

‐ Pledge guarantee (Corporate Guarantee) to other parties, unless related to the main business activities of the Entity and reasonale manner.

Entitas telah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan. The Entity has complied with the requirements.

22. LIABILITAS MANFAAT KARYAWAN 22. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES Entitas dan Entitas Anak mencatat imbalan pasti atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian kepada karyawan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit, berdasarkan penilaian aktuaria yang dilakukan oleh PT Sigma Prima Solusindo pada tahun 2014 dan 2013, aktuaris independen.

The Entity and Subsidiaries record the pension funds, worktime reward funds, and loss compensation using Projected Unit Credit Method, based on actuarial review by PT Sigma Prima Solusindo, an independent actuary for the years 2014 and 2013.

Beberapa asumsi yang digunakan untuk perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:

Assumptions used to actuarial calculations is as follows:

2014 2013

Tingkat diskonto 8,25% 9% Discount rate Tingkat kenaikan gaji 7% per tahun/year 7% per tahun/year Salary increment rate Tingkat mortalitas TMI – III TMI – II Mortality rate Usia pensiun 55 tahun/year 55 tahun/year Retirement age

Page 178: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

71

22. LIABILITAS MANFAAT KARYAWAN (lanjutan) 22. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)

a. Beban manfaat karyawan a. Employee benefits expenses

2014 2013

Biaya jasa kini 2.632.915 1.572.708 Current service cost Biaya bunga 1.558.023 1.903.312 Interest cost Kerugian aktuarial yang diakui 440.725 602.549 Recognized actuarial loss Dampak kurtailmen (92.490) - The impact of curtailment

Jumlah 4.539.173 4.078.569 Total

b. Liabilitas manfaat karyawan b. Employee benefits liabilities

2014 2013

Nilai kini liabilitas imbalan pasti 28.405.113 18.481.539 Present value of liabilitiesKerugian aktuaria yang belum

diakui (14.908.912)

(7.210.661) Unrecognized actuarial loss

Saldo akhir tahun 13.496.201 11.270.878 Balance at end of the year

Analisis liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut: Analysis of employee benefits liabilities is as follows:

2014 2013

Saldo awal tahun 11.270.878 8.823.898 Beginning balancePenambahan tahun berjalan

(lihat Catatan 32) 4.539.173

4.078.569 Addition for the year

(see Note 32) Realisasi pembayaran manfaaat (2.313.850) (1.631.589) Realization of benefit payments

Saldo akhir tahun 13.496.201 11.270.878 Balance at end of the year

Tabel dibawah ini menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar sebesar 100 basis poin, dengan variabel lain dianggap tetap, terhadap liabilitas manfaat karyawan dan beban manfaat karyawan masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

The following table summarizes the sensitivity to a reasonable possible changes in market interest rates of 100 basis point, with all other variables held constant, of the employee benefits liabilities and current employee benefits expenes for the years ended December 31, 2014 and 2013, are as follows:

2014 2013

Kenaikan 100 basis poin (345.422) 16.595 Increase in 100 basis pointPenurunan 100 basis poin 422.183 23.582 Decrease in 100 basis point

Manajemen Entitas dan Entitas Anak berpendapat bahwa jumlah penyisihan tersebut adalah memadai untuk memenuhi ketentuan dalam UU No. 13/2003 dan PSAK No. 24 (Revisi 2010).

The management of the Entity and Subsidiaries believes that total allowances is sufficient to fulfill the requirements of UU No. 13/2003 and PSAK No. 24 (Revised 2010).

Page 179: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

72

23. DANA SYIRKAH TEMPORER 23. TEMPORARY SYIRKAH FUNDS

PT Bank Panin Syariah (Panin Syariah) PT Bank Panin Syariah (Panin Syariah) Pada tanggal 19 Juni 2013, Entitas memperoleh fasilitas kredit dari Panin Syariah yang terdiri dari:

On June 19, 2013, the Entity obtained credit facility from Panin Syariah which consists of:

Fasilitas Maksimum Kredit/

Maximum Credit Jangka Waktu Pinjaman/

Term of Loan Facilities

Wa’ad bil Murabahah (Fasilitas I) Rp 30.000.000

36 bulan/ 36 months

Wa’ad bil Murabahah (Facility I)

Line Facility Musyarakah (Fasilitas II)

60.000.000

12 bulan/ 12 months

Line Facility Musyarakah (Facility II)

Fasilitas ini digunakan untuk membiayai project financing pembangunan instalasi gas dan fasilitas kesehatan Rumah Sakit pelanggan Entitas serta untuk pembiayaan piutang usaha milik Entitas. Expected return atas fasilitas ini adalah 12,75% per tahun pada tahun 2014 dan 10,75% per tahun pada tahun 2013.

This facility are used to financing project of developing gas installation and hospital health facilities of the Entity’s customers and to financing of the Entity’s accounts receivables. Expected return of this facility is 12.75% per annum in 2014 and 10.75% per annum in 2013.

Pada tanggal 26 Juni 2014, fasilitas wa’ad bil Murabahah (Fasilitas I) dihapuskan dan digantikan dengan fasilitas Musyarakah, sehingga fasilitas yang diperoleh dari Panin Syariah adalah sebagai berikut:

On June 26, 2014, wa’ad bil Murabahah (Facility I) facility had been abolished and replaced with Musyarakah facility, therefore facilities obtained from Panin Syariah are as follows:

Fasilitas Maksimum Kredit/

Maximum Credit Jangka Waktu Pinjaman/

Term of Loan Facilities

Line Facility Musyarakah (Fasilitas I) Rp 60.000.000

12 bulan/ 12 months

Line Facility Musyarakah (Facility I)

Line Facility Musyarakah (Fasilitas II) 70.000.000

108 bulan/ 108 months

Line Facility Musyarakah (Facility II)

Line Facility Musyarakah (Fasilitas III) 20.000.000

72 bulan/ 72 months

Line Facility Musyarakah (Facility III)

Fasilitas tersebut di atas digunakan untuk pembiayaan piutang usaha milik Entitas, pembelian tangki serta pembangunan Air Separation Plant (ASP) dan filling station. Expected return atas fasilitas ini adalah 12,75% per tahun pada tahun 2014.

These facilities are used to finance the Entity’s accounts receivables, purchasing storage tanks and financing project of developing Air Separation Plant (ASP) and filling station. Expected return of this facility is 12.75% per year in 2014.

Fasilitas pembiayaan ini dijamin dengan piutang usaha dan aset Entitas yang terdiri dari tanah dan bangunan yang terletak di Medan beserta aset-aset mesin dan peralatan yang berada di dalamnya.

This financing facility are secured by accounts receivable and landrights and building located in Medan and machinery and equipment therein.

Selama periode pinjaman, Entitas tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Panin Syariah, tidak diperkenankan untuk:

During the loan period, the Entity without written approval from Panin Syariah, is not allowed to:

‐ Mengubah Anggaran Dasar, susunan pengurus, pemegang saham dan struktur modal Entitas.

‐ Change the Articles of Association, the member of the board, stockholder and capital structure.

‐ Melunasi utang kepada pemegang saham dan membayar dividen.

‐ Pay off the debt to stockholders and declare dividen.

Page 180: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

73

23. DANA SYIRKAH TEMPORER (lanjutan) 23. TEMPORARY SYIRKAH FUNDS (continued)

‐ Menjamin utang pihak lain. ‐ Commit as guarantor of debt to the any party. ‐ Meminta pembiayaan baru atau tambahan dari bank

atau lembaga pembiayaan lain. ‐ Ask for new or additonal financing from bank or

other financing entities. ‐ Membubarkan Entitas, merger dengan perusahaan lain,

mengakuisisi perusahaan lain dan mohon dinyatakan pailit kepada instansi yang berwenang.

‐ Dissolve Entity, merger, acquisition and request bankruptcy to the authorities.

‐ Menjaminkan, menjual atau membebani dengan kewajiban seluruh atau sebagian aset Entitas termasuk pendapatan yang telah dan akan diterima.

‐ Pledge, sell, or expensing with duty, of part or all of the assets of the Entity, including earned and unearned revenue.

Saldo atas transaksi ini adalah sebesar Rp 145.742.414 dan Rp 60.000.000 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

Outstanding of this transaction amounting to Rp 145,742,414 and Rp 60,000,000 as of December 31, 2014 and 2013, respectively.

24. MODAL SAHAM 24. CAPITAL STOCK

Rincian pemegang saham Entitas dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

The Entity's stockholders and their percentage of ownership as of December 31, 2014 are as follows:

Pemegang Saham

Jumlah ModalDitempatkan dan Disetor

Penuh/ Number of Shares Issued and Fully

Paid

Persentase Kepemilikan

(%)/ Percentage

of Ownership (%)

Jumlah/ Amount Stockholders

PT Aneka Mega Energi 504.700 65,80% 504.700.000 PT Aneka Mega EnergiPT Samator 212.000 27,64% 212.000.000 PT SamatorArief Harsono 36.740 4,79% 36.740.000 Arief HarsonoRachmat Harsono 10.300 1,34% 10.300.000 Rachmat HarsonoHeyzer Harsono 1.744 0,23% 1.744.000 Heyzer HarsonoRasid Harsono 1.516 0,20% 1.516.000 Rasid Harsono

Jumlah 767.000 100,00% 767.000.000 Total `

Rincian pemegang saham Entitas dan kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

The Entity's stockholders and their percentage of ownership as of December 31, 2013 are as follows:

Pemegang Saham

Jumlah ModalDitempatkan dan Disetor

Penuh/ Number of Shares Issued and Fully

Paid

Persentase Kepemilikan

(%)/ Percentage

of Ownership (%)

Jumlah/ Amount Stockholders

PT Aneka Mega Energi 504.700 98% 504.700.000 PT Aneka Mega EnergiRachmat Harsono 10.300 2% 10.300.000 Rachmat Harsono

Jumlah 515.000 100% 515.000.000 Total

Page 181: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

74

24. MODAL SAHAM (lanjutan) 24. CAPITAL STOCK (continued) Berdasarkan Akta Notaris Christiana Inawati, S.H., No. 22,tanggal 30 Desember 2013, pemegang saham antara lain menyetujui untuk meningkatkan modal dasar Entitas dari sebesar Rp 500.000.000 menjadi sebesar Rp 2.000.000.000 dan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 115.000.000, yang diambil bagian oleh PT Aneka Mega Energi sebesar Rp 112.700.000 dan Rachmat Harsono sebesar Rp 2.300.000, sehingga modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar Rp 515.000.000. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Entitas sebesar Rp 80.000.000 melalui dividen saham dan sebesar Rp 35.000.000 melalui setoran tunai. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-0008693.AH.01.09. Tahun 2014 tanggal 6 Pebruari 2014.

Based on Notarial Deed No. 22, of Christiana Inawati, S.H., dated December 30, 2013, stockholder approved among others to increase the authorized capital stock of the Entity amounting to Rp 500,000,000 become to Rp 2,000,000,000 and issued and fully paid capital stock of the Entity amounting to Rp 115,000,000, which is taken by PT Aneka Mega Energi amounting to Rp 112,700,000 and Rachmat Harsono amounting to Rp 2,300,000, therefore the issued and fully paid capital stock become to Rp 515,000,000. The increasing of issued and fully paid capital stock amounting to Rp 80,000,000 through stock dividends and Rp 35,000,000 through cash payment. The amendment was approved by the Minister of Laws and Human Rights in its Decision Letter No. AHU-0008693.AH.01.09. Tahun 2014, dated February 6, 2014.

Berdasarkan Akta Notaris Christiana Inawati, S.H., No. 25,tanggal 21 Februari 2014, pemegang saham antara lain menyetujui masuknya PT Samator sebagai salah satu pemegang saham serta meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 100.000.000, yang menjadi bagian dari PT Samator. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-028559.AH.01.09.Tahun 2014 tanggal 10 April 2014.

Based on Notarial Deed No. 25, of Christiana Inawati, S.H., dated February 21, 2014, stockholders approved PT Samator as one of the stockholders and also agreed to increase issued and fully paid capital stock of the Entity amounting to Rp 100,000,000, which is taken by PT Samator. The amendment was approved by the Minister of Laws and Human Rights in its Decision Letter No. AHU-0028559.AH.01.09. Tahun 2014, dated April 10, 2014.

Berdasarkan Akta Notaris Ariyani, S.H., No. 193, tanggal 24 Desember 2014, pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 152.000.000, yang diambil bagian oleh Arief Harsono sebesar Rp 36.740.000, Heyzer Harsono sebesar Rp 1.744.000, Rasid Harsono sebesar Rp 1.516.000 dan PT Samator sebesar Rp 112.000.000, sehingga modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar Rp 767.000.000.

Based on Notarial Deed No. 193, of Ariyani, S.H., dated December 24, 2014, the stockholders approved to increase the issued and fully paid capital stock of the Entity amounting to Rp 152,000,000, which is taken by Arief Harsono amounting to Rp 36,740,000, Heyzer Harsono amounting to Rp 1,744,000, Rasid Harsono amounting to Rp 1,516,000 and PT Samator amounting to Rp 112,000,000, therefore the issued and fully paid capital stock become Rp 767,000,000.

Akta Notaris No. 193 tanggal 24 Desember 2014 tersebut di atas, telah ditegaskan kembali melalui Akta Notaris Ariyani, S.H., No. 81, tanggal 18 Februari 2015. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0029976.AH.01.11.Tahun 2015 tanggal 12 Maret 2015 (lihat Catatan 43).

The Notarial Deed No. 193 dated December 24, 2014 which was mentioned above, has been reaffirmed through Notarial Deed Ariyani, S.H., No. 81, dated February 18, 2015. These amendments were approved by the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-0029976.AH.01.11.Tahun 2015 dated March 12, 2015 (see Note 43).

25. SELISIH KURS DARI TAMBAHAN MODAL

DISETOR 25. DIFFERENCES IN FOREIGN EXCHANGE FROM

ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL Selisih kurs dari tambahan modal disetor merupakan selisih antara nilai tukar Rupiah dan Dolar Amerika Serikat yang tertera pada Anggaran Dasar Entitas dan nilai tukar yang terjadi pada saat modal disetor. Rincian selisih kurs dari tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:

Differences in foreign exchange from additional paid-in capital is differences between Rupiah exchange value and United States Dollar which is stated on Article of Association of the Entity and exchange value in fully paid capital. The detail of differences in foreign exchange from additional paid-in capital are as follows:

Page 182: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

75

25. SELISIH KURS DARI TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan)

25. DIFFERENCES IN FOREIGN EXCHANGE FROM ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (continued)

Pemegang Saham

Nilai per Lembar Saham (setara

dengan)/ Par value per share

(equivalent as)

Jumlah modal disetor penuh

(lembar)/ Number of

Shares Fully Paid (share)

Jumlah/ Total Stockholders

Nilai setoran modal 2.408 12.500 30.100.000 Capital value contribution Nilai nominal saham 1.000 12.500 12.500.000 Par value of share

Selisih kurs dari tambahan modal disetor 1.408 12.500 17.600.000

Differences in foreign exchange from

additional paid-in capital

26. SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI

ENTITAS SEPENGENDALI 26. DIFFERENCES ARISING FROM

RESTRUCTURING TRANSACTIONS OF ENTITY UNDER COMMON CONTROL

Pada tanggal 26 Desember 2005, Entitas melakukan penyertaan saham kepada PT Samator Gas Industri (SGI), pihak berelasi, sebanyak 10.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 untuk setiap saham. Penyertaan tersebut merupakan 90,91% dari jumlah saham SGI. Harga pengalihan saham adalah sebesar Rp 13.381.338 atau sebesar Rp 1.338 untuk setiap saham. Selisih sebesar Rp 3.381.338 antara harga pengalihan dan nilai nominal saham disajikan sebagai akun ”Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”, yang merupakan bagian dari ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

On December 26, 2005, the Entity increased its investment in shares of PT Samator Gas Industri (SGI), related party, consist of 10,000 shares with par value Rp 1,000 per share. This invesment represents of 90.91% from SGI total share. The price of share transfer amounting to Rp 13,381,338 or amounted to Rp 1,338 per share. The difference between the transfer price and the par value amounted to Rp 3,381,338 recorded as account ”Difference Arising from Restructuring Transactions of Entity under Common Control”, which is part of the equity in consolidated statements of financial position.

Efektif tanggal 1 Januari 2013, Entitas dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), sehingga akun “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” sebesar Rp 3.381.338 direklasifikasi ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada tahun 2013.

Effective January 1, 2013, the Entity and Subsidiaries adopted PSAK No. 38 (Revised 2012), therefore the account “Differences Arising from Restructuring Transactions of Entity Under Common Control” amounting to Rp 3,381,338 was reclassified to “Additional Paid-in Capital” in 2013.

27. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 27. NON-CONTROLLING INTERESTS

Akun kepentingan non-pengendali terdiri dari: Non-controlling interests account consist of:

2014 2013

PT Samator Gas Industri 98.607.874 91.684.540 PT Samator Gas IndustriPT Ruci Gas 30.129.464 10.066.845 PT Ruci GasPT Krakatau Samator - 11.262.751 PT Krakatau Samator

Jumlah 128.737.338 113.014.136 Total

Page 183: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

76

27. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI (lanjutan) 27. NON-CONTROLLING INTERESTS (continued) Jumlah laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali:

Total profit attributable to non-controlling interests:

2014 2013

PT Samator Gas Industri 6.923.334 8.825.900 PT Samator Gas IndustriPT Ruci Gas 1.062.619 568.797 PT Ruci Gas PT Krakatau Samator - 12.751 PT Krakatau Samator

Jumlah 7.985.953 9.407.448 Total

28. PENJUALAN NETO 28. NET SALES

Rincian penjualan neto terdiri dari: The details of net sales are as follows:

2014 2013

Produk gas 1.016.826.076 888.047.685 Gas product Jasa dan peralatan 82.078.928 84.057.180 Equipment and service

Jumlah 1.098.905.004 972.104.865 Total

Rincian penjualan berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:

The details of sales based on customers are as follows:

2014 2013

Pihak ketiga 946.692.481 856.827.906 Third parties Pihak berelasi (lihat Catatan 35): Related parties (see Note 35):

PT Samator 139.685.726 98.135.164 PT SamatorPT Sandana 3.128.204 11.089.494 PT Sandana PT Aneka Mega Energi 2.981.812 2.023.345 PT Aneka Mega Energi PT Sandana Multigas 2.499.352 2.682.317 PT Sandana MultigasPT Synox Airgas 2.003.371 - PT Synox Airgas PT Samator Tomoe 978.783 1.025.882 PT Samator Tomoe PT Sandana Istana Multigas 837.045

302.101

PT Sandana Istana Multigas

PT Samator Intiperoksida 51.130 18.656 PT Samator Intiperoksida PT Samator Taiyo Nippon Sanso Indonesia 47.100

-

PT Samator Taiyo Nippon Sanso Indonesia

Sub-jumlah 152.212.523 115.276.959 Sub-total

Jumlah 1.098.905.004 972.104.865 Total

Penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan neto pada tahun 2014 dan 2013 adalah kepada PT Samator. Seluruh penjualan merupakan penjualan kepada pelanggan domestik, sehingga Entitas dan Entitas Anak tidak melaporkan informasi segmen geografis secara terpisah.

Sales which exceed 10% of total net sales is to PT Samator in 2014 and 2013. All sales represent the sales to domestic customers, therefore, the Entity and Subsidiaries did not disclose geographical segment information separately.

Page 184: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

77

28. PENJUALAN NETO (lanjutan) 28. NET SALES(continued) Penjualan produk gas Entitas dan Entitas Anak adalah sebesar 93% dan 91% dari penjualan neto masing-masing pada tahun 2014 dan 2013.

The Entity and Subsidiaries sold gas product at 93% and 91% of net sales in 2014 and 2013, respectively.

29. BEBAN POKOK PENJUALAN 29. COST OF GOODS SOLD

Rincian beban pokok penjualan terdiri dari: The details of cost of goods sold are as follows:

2014 2013

Pemakaian bahan baku 93.457.741 90.003.033 Raw materials used Tenaga kerja langsung 21.233.466 17.378.420 Direct labor Beban pabrikasi 348.442.099 251.338.505 Manufacturing overhead

Beban pokok produksi 463.133.306 358.719.958 Total manufacturing costs

Persediaan barang jadi dan barang dagangan

Finished goods and merchandise inventory

Awal tahun 53.987.482 38.787.344 At beginning of year Pembelian – neto 128.902.783 164.938.331 Purchases – net Akhir tahun (72.320.768) (53.987.482) At end of year

Instalasi 35.866.181 43.945.477 Installation

Beban pokok penjualan 609.568.984 552.403.628 Cost of goods sold

Rincian pembelian dari pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The details of purchases from related parties are as follows:

2014 2013

PT Samator 348.355.061 144.202.202 PT Samator PT Sandana 68.167.643 93.685.117 PT Sandana PT Aneka Mega Energi 9.951.885 2.556.448 PT Aneka Mega Energi PT Samator Intiperoksida 6.346.198 6.855.866 PT Samator Intiperoksida PT Samator Land 5.773.023 1.592.199 PT Samator Land PT Paladium Energi Industri 2.480.656 - PT Paladium Energi Industri PT Synox Airgas 1.561.276 - PT Synox Airgas PT Samator Tomoe 135.281 - PT Samator Tomoe PT Sandana Multigas 71.100 25.846 PT Sandana Multigas PT Sandana Istana Multigas 33.565 53.216 PT Sandana Istana Multigas PT Sandana Mulia Gas 1.629 - PT Sandana Mulia Gas

Jumlah 442.877.317 248.970.894 Total

Pembelian kepada pemasok yang melebihi 10% dari jumlah pembelian pada tahun 2014 dan 2013 adalah kepada PT Samator.

In 2014 and 2013, purchases to suppliers which exceed 10% of total purchases was from PT Samator.

Beban pokok penjualan untuk produk gas adalah sebesar 94% dan 92% dari beban pokok penjualan masing-masing pada tahun 2014 dan 2013.

Cost of goods sold for gas product amounted to 94% and 92% of cost of goods sold in 2014 and 2013, respectively.

Page 185: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

78

30. PENDAPATAN LAIN-LAIN 30. OTHER INCOME Rincian pendapatan lain-lain terdiri dari: The details of other income are as follows:

2014 2013

Laba selisih kurs – neto 4.080.643 5.083.941 Gain on foreign exchange - net Penghasilan bunga 3.094.164 6.051.682 Interest income Laba penjualan aset tetap (lihat

Catatan 12) 1.275.124

5.531.128 Gain on disposal of fixed

assets (see Note 12) Laba diserap entitas asosiasi 35.029 - Gain absorb on associates Lain-lain 1.369.669 4.116.603 Miscellaneous

Jumlah 9.854.629 20.783.354 Total

31. BEBAN PENJUALAN 31. SELLING EXPENSES

Rincian beban penjualan terdiri dari: The details of selling expenses are as follows:

2014 2013

Distribusi 55.737.007 49.899.783 Distribution Penyusutan (lihat Catatan 12) 36.303.238 27.194.552 Depreciation (see Note 12)Gaji dan tunjangan 29.754.517 26.297.294 Salaries and wages Administrasi 10.574.351 9.385.762 Administrative Perbaikan dan pemeliharaan 5.701.537 5.853.399 Repairs and maintenancePerjalanan dinas 4.438.396 3.194.822 Travelling expenses Listrik dan energi 1.122.423 1.012.231 Electricity and energy Lain-lain 9.274.634 6.662.879 Miscellaneous

Jumlah 152.906.103 129.500.722 Total

32. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 32. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Rincian beban umum dan administrasi terdiri dari: The details of general and administrative expenses are

as follows:

2014 2013

Gaji dan tunjangan 67.783.157 67.311.487 Salaries and wages Administrasi 30.425.232 25.778.409 Administrative Telepon, listrik dan air 8.825.465 6.224.271 Telephone, electricity and water Penyusutan (lihat Catatan 12) 6.828.123 5.949.047 Depreciation (see Note 12) Manfaat karyawan

(lihat Catatan 22) 4.539.173

4.078.569 Employee benefits (see Note 22) Perbaikan dan pemeliharaan 3.376.690 2.164.868 Repairs and maintenance Lain-lain 25.113.156 17.629.921 Miscellaneous

Jumlah 146.890.996 129.136.572 Total

Page 186: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

79

33. BEBAN KEUANGAN 33. FINANCIAL EXPENSES Akun ini merupakan pembebanan bunga yang berasal dari: This account represents interest expense arising from:

2014 2013

Utang bank 61.919.340 29.766.047 Bank loans Utang obligasi 21.360.085 36.637.181 Bonds payable Utang sewa pembiayaan 2.798.681 3.266.614 Obligations under finance lease Utang lembaga keuangan 470.406 594.813 Financial institutions loans Lain-lain 16.336.956 5.924.572 Miscellaneous

Jumlah 102.885.468 76.189.227 Total

Termasuk dalam beban bunga atas utang bank adalah amortisasi biaya transaksi terkait langsung dengan perpanjangan fasilitas utang bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp 609.241 dan Rp 786.731 (lihat Catatan 18).

Included in interest expense on bank loan is the amortization of transaction cost related to the rolled over of bank loan facilities for the years ended December 31, 2014 and 2013 amounting to Rp 609,241 and Rp 786,731 (see Note 18).

Termasuk dalam beban bunga atas utang obligasi adalah amortisasi atas beban emisi ditangguhkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing – masing sebesar Rp 740.752 dan Rp 496.781 (lihat Catatan 21).

Included in interest expense on bond payable is the amortization of deferred issuance cost for the years ended December 31, 2014 and 2013 amounted to Rp 740,752 and Rp 496,781 (see Note 21).

Termasuk dalam beban lain-lain adalah beban bagi hasil atas dana syirkah temporer sebesar Rp 12.973.732 pada tahun 2014 dan Rp 3.425.000 pada tahun 2013.

Included in miscellaneous expense is the revenue sharing of temporary syirkah fund amounted to Rp 12,973,732 in 2014 and Rp 3,425,000 in 2013.

34. BEBAN LAIN-LAIN 34. OTHER EXPENSES

Rincian beban lain-lain terdiri dari: The details of other expenses are as follows:

2014 2013

Beban pajak 1.154.700 75.004 Tax expenses Lain-lain 10.403.952 805.510 Miscellaneous

Total 11.558.652 880.514 Total

Termasuk dalam beban lain-lain adalah beban penghapusan investasi jangka pendek sebesar Rp 10.000.000 pada tahun 2014 (lihat Catatan 5).

Included in miscellaneous expense is written-off expenses of short-term investment amounted to Rp 10,000,000 in 2014 (see Note 5).

Page 187: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

80

35. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

35. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The nature of relationship with related parties are as follows:

Sifat Hubungan Pihak-pihak yang Berelasi/

Related Parties Nature of Relationship

Pemegang saham dan manajemen sama PT Samator Intiperoksida Same stockholders and management PT Samator Land PT Samator Taiyo Nippon Sanso

Indonesia PT Samator Tomoe PT Sandana PT Sandana Multigas PT Sandana Mulia Gas PT Sandana Istana Multigas PT Satyadhika Bakti

Multifinance PT Synox Airgas Entitas Asosiasi PT Krakatau Samator Associate Entity Pemegang saham Entitas Arief Harsono Stockholders of Entity PT Aneka Mega Energi PT Samator Pemegang saham PT Samator Gas

Industri, Entitas Anak PT Paladium Energi Industri Stockholders of PT Samator Gas Industri,

Subsidiary Pemegang saham PT Ruci Gas,

Entitas Anak PT Patriot Aprilia Abadi Stockholders of PT Ruci Gas,

Subsidiary Raja Kami Maruli Tua Siahaan

Pemegang saham PT Krakatau

Samator, Entitas Anak (2013) PT Krakatau Engineering Stockholders of PT Krakatau Samator,

Subsidiary (2013)

Entitas afiliasi, PT Krakatau Samator, Entitas Anak (2013)

PT Krakatau Industrial Estate Cilegon

Affiliate Entity, PT Krakatau Samator,Subsidiary (2013)

Manajemen dan karyawan kunci Dewan Komisaris dan

Direksi/Board of Commsioners and Directors Management and key employee

Entitas dan Entitas Anak, dalam kegiatan usahanya, melakukan transaksi usaha dengan pihak-pihak berelasi. Seluruh transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan dengan tingkat harga dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga adalah sebagai berikut:

The Entity and Subsidiaries, in the ordinary course of business, have transactions with related parties. All significant transactions with related parties, whether or not conducted under terms and conditions similar to those with third parties are as follows:

a. Entitas dan Entitas Anak melakukan penjualan kepada

pihak-pihak berelasi sebesar Rp 152.212.523 (13,85% dari jumlah penjualan neto) pada tahun 2014 dan Rp 115.276.959 (11,86% dari jumlah penjualan neto) pada tahun 2013 (lihat Catatan 28). Saldo piutang usaha dari transaksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar 0,30% dan 0,13% dari jumlah aset konsolidasian disajikan sebagai akun “Piutang Usaha – Pihak Berelasi” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (lihat Catatan 6).

a. The Entity and Subsidiaries sold to related parties amounting to Rp 152,212,523 (13.85% of total net sales) in 2014 and Rp 115,276,959 (11.86% of total net sales) in 2013 (see Note 28). The related outstanding receivable as of December 31, 2014 and 2013 amounted to 0.30% and 0.13%, respectively, of total consolidated assets are presented as account “Accounts Receivables – Related Parties” in the consolidated statements of financial position (see Note 6).

Page 188: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

81

35. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

35. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

b. Entitas dan Entitas Anak melakukan pembayaran

terlebih dahulu atas beban yang menjadi tanggungan pihak berelasi. Saldo piutang yang timbul sehubungan dengan transaksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar 0,40% dan 0,99% dari jumlah aset konsolidasian disajikan sebagai akun “Piutang Lain-lain – Pihak Berelasi” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (lihat Catatan 7). Manajemen telah menerima pembayaran atas piutang tersebut dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun sehingga manajemen mengklasifikasikan sebagai aset lancar.

b. The Entity and Subsidiaries had prepayment of expense which belong to related parties. The related outstanding receivable as of December 31, 2014 and 2013 amounted to 0.40% and 0.99%, respectively, of total consolidated assets are presented as “Other Receivables – Related Parties” in consolidated statements of financial position (see Note 7). Management has received payment of the receivable less than one year, therefore the management classified this account as current assets.

c. Entitas dan Entitas Anak melakukan pembelian dari

pihak-pihak berelasi sebesar Rp 442.877.317 pada tahun 2014 dan Rp 248.970.894 pada tahun 2013 (lihat Catatan 29). Saldo utang usaha dari transaksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar 2,01% dan 8,94%, dari jumlah liabilitas konsolidasian, disajikan sebagai akun “Utang Usaha – Pihak Berelasi” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (lihat Catatan 15).

c. The Entity and Subsidiaries purchased from related parties amounting to Rp 442,877,317 in 2014 and Rp 248,970,894 in 2013 (see Note 29). The related outstanding accounts payables as of December 31, 2014 and 2013 amounted to 2.01% and 8.94%, respectively, from total consolidated liabilities, and presented as account “Accounts Payables – Related Parties” in the consolidated statements of financial position (see Note 15).

d. Entitas dan Entitas Anak, melakukan transaksi

keuangan dengan pihak-pihak berelasi berupa pembayaran terlebih dahulu atas perolehan aset tetap dan beban operasional Entitas dan Entitas Anak. Saldo utang yang timbul sehubungan dengan transaksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 disajikan sebagai akun “Utang Pihak Berelasi – Liabilitas Jangka Pendek” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Rincian saldo utang pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut:

d. The Entity and Subsidiaries had financial transactions with related parties in the form of prepayment of fixed assets acquisition and operating expense of the Entity and Subsidiaries. The related outstanding payable as of December 31, 2014 and 2013 presented as account “Due to Related Parties – Current Liabilities” in the consolidated statements of financial position. The detail of due to related parties for the years then ended are as follows:

2014 2013

PT Krakatau Samator 21.400.000 - PT Krakatau SamatorPT Samator Land 14.246.976 3.900.000 PT Samator Land PT Patriot Aprilia Abadi 6.500.000 - PT Patriot Aprilia Abadi Arief Harsono 2.240.000 2.240.000 Arief HarsonoPT Krakatau Industrial Estate

Cilegon -

31.725.100PT Krakatau Industrial Estate

Cilegon

Jumlah 44.386.976 37.865.100 Total

Persentase terhadap jumlah

liabilitas konsolidasian 1,99%

2,22%Percentage to total consolidation

liabilities

Tidak ada jaminan yang diberikan Entitas dan Entitas Anak atas utang kepada pihak-pihak berelasi.

All of due to related parties are unsecured.

Page 189: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

82

35. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

35. SIGNIFICANT BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

e. Entitas dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan

dengan pemegang saham berupa penerimaan pinjaman yang akan dikonversi menjadi modal saham. Saldo utang yang timbul sehubungan dengan transaksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 disajikan sebagai akun “Utang Pihak Berelasi – Liabilitas Jangka Panjang” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Rincian saldo utang pada tanggal tersebut adalah sebagai berikut:

e. The Entity and Subsidiaries had financial transaction with stockholders in form of loan to be converted into capital stocks. The related balance as of December 31, 2014 and 2013 are presented as part of “Due to Related Parties – Long Term Liabilities” in the consolidated statement of financial position. The detail of due to related parties for the year then ended is as follow:

2014 2013

PT Samator 19.550.000 - PT SamatorPT Patriot Aprilia Abadi 17.215.000 16.925.000 PT Patriot Aprilia AbadiRaja Kami Maruli Tua Siahaan - 561.325 Raja Kami Maruli Tua Siahaan

Jumlah 36.765.000 17.486.325 Total

Persentase terhadap jumlah liabilitas konsolidasian 1,65%

1,03%

Percentage to total consolidation liabilities

f. Entitas melakukan transaksi sewa aset tetap dengan

pihak berelasi. Saldo yang timbul sehubungan dengan transaksi ini pada tanggal 31 Desember 2014 disajikan sebagai bagian dari akun “Biaya Dibayar di Muka” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (lihat Catatan 9).

f. The Entity had rental transactions with related parties. The related balance as of December 31, 2014 are presented as part of “Prepaid Expenses” in the consolidated statement of financial position (see Note 9).

g. SGI, Entitas Anak melakukan transaksi sewa tanah

dengan pihak berelasi. Saldo yang timbul sehubungan dengan transaksi ini pada tanggal 31 Desember 2013 disajikan sebagai bagian dari akun “Uang Muka” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (lihat Catatan 10).

g. SGI, Subsidiaries had rent transactions with related parties. The related balance as of December 31, 2013 are presented as part of "Advance Payments" in the consolidated statement of financial position (see Note 10).

h. Entitas dan Entitas Anak, mengadakan perjanjian aset

pembiayaan dengan PT Satyadhika Bakti Multifinance untuk pembelian kendaraan. Saldo utang yang timbul sehubungan dengan transaksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar 0,11% dan 0,32% dari jumlah liabilitas konsolidasian dan disajikan sebagai bagian dari akun “Utang Sewa Pembiayaan” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (lihat Catatan 19).

h. The Entity and Subsidiaries, entered into a financing agreement with PT Satyadhika Bakti Multifinance for the purchase of vehicles. The related outstanding payables as of December 31, 2014 and 2013 amounting to 0.11% and 0.32%, respectively from total consolidated liabilities and presented as “Obligations Under Financial Leases” in consolidated statements of financial position (see Note 19).

i. Gaji dan manfaat kesejahteraan lain untuk Dewan

Komisaris dan Direksi Entitas lebih kurang sebesar Rp 6.278.120 dan Rp 6.482.816 masing-masing pada tahun 2014 dan 2013.

i. The salaries and other compensation benefit of the Entity’s Board of Commissioners and Directors approximately amounted to Rp 6,278,120 and Rp 6,482,816 in 2014 and 2013, respectively.

Page 190: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

83

36. PERPAJAKAN 36. TAXATION

a. Pajak dibayar di muka a. Prepaid tax

Akun ini merupakan Pajak Pertambahan Nilai pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

This account represents Value Added Tax as of December 31, 2014 and 2013.

b. Utang pajak b. Taxes payable

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2014 2013

Pajak Penghasilan Income Taxes Pasal 21 819.282 1.491.169 Article 21 Pasal 23 1.138.704 1.141.915 Article 23 Pasal 25 418.934 1.105.006 Article 25 Pasal 29 549.662 207.401 Article 29

Pajak Pertambahan Nilai 2.252.587 4.002.790 Value Added Tax

Jumlah 5.179.169 7.948.281 Total

c. Beban pajak c. Tax expense

Taksiran beban pajak Entitas dan Entitas Anak yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut:

The consolidation provision for tax expense of the Entity and Subsidiaries are as follows:

2014 2013

Beban pajak: Tax expense: Tahun berjalan Current year

Tidak Final (20.439.752) (24.909.221) Non-final Final (83.665) (361.828) Final

Tangguhan (2.166.588) (1.373.037) Deferred

Jumlah taksiran beban pajak (22.690.005) (26.644.086) Total provision for tax expense

d. Pajak tahun berjalan d. Current tax

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran beban pajak seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut:

Reconciliation between income before provision for tax expense as shown in the consolidated statements of comprehensive income with the estimated taxable income for the years ended December 31, 2014 and 2013, are as follows:

Page 191: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

84

36. PERPAJAKAN (lanjutan) 36. TAXATION (continued) d. Pajak tahun berjalan (lanjutan) d. Current tax (continued)

2014 2013

Laba sebelum taksiran beban pajak sesuai dengan laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 84.949.430 104.777.556

Income before provision for tax expense according with

consolidated statements of comprehensive income

Laba sebelum pajak - Entitas Anak (32.181.172) (46.103.426)

Income before provision for tax expense – Subsidiaries

Laba sebelum taksiran beban pajak – Entitas 52.768.258 58.674.130

Income before provision for taxexpense – Entity

Beda tetap: Permanent differences:Jamuan dan sumbangan 4.375.486 627.413 Donation and entertainmentBeban dan denda pajak 4.069.177 2.901.083 Tax charges and tax penaltyLaba atas penghasilan

final (762.943) (1.884.257) Gain on final revenuePenghasilan bunga (2.448.604) (5.783.879) Interest incomeLain-lain 144.191 - Others

Sub-jumlah 5.377.307 (4.139.640) Sub-total

Beda waktu: Temporary differences:Liabilitas manfaat

karyawan 520.504 981.846 Employee benefits liabilities Cadangan kerugian

penurunan nilai piutang - (10.339)

Provision for impairment of losses on receivable

Penyusutan (11.359.349) (6.383.581) Depreciation

Sub-jumlah (10.838.845) (5.412.074) Sub-total

Taksiran penghasilan kena pajak 47.306.720 49.122.416 Estimated taxable income

Perhitungan beban pajak dan utang pajak terdiri dari: The computation of tax expense and taxes payable

consist of:

2014 2013

Beban pajak tahun berjalan – Entitas 11.826.680 12.280.604 Current tax expense – the Entity

Dikurangi pajak dibayar di muka: Less prepaid taxes:

Pajak penghasilan: Income Taxes:Pasal 22 6.728.326 7.500.637 Article 22Pasal 23 984.712 678.961 Article 23Pasal 25 4.027.383 3.976.424 Article 25

Sub-jumlah 11.740.421 12.156.022 Sub-total

Utang pajak Entitas 86.259 124.582 Taxes payable – the EntityUtang pajak Entitas Anak 463.403 82.819 Taxes payable – Subsidiaries

Utang pajak akhir tahun 549.662 207.401 Current taxes payable

Page 192: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

85

36. PERPAJAKAN (lanjutan) 36. TAXATION (continued)

d. Pajak tahun berjalan (lanjutan) d. Current tax (continued) Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Entitas dan Entitas Anak melaporkan/menyetorkan pajak berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Under the taxation laws in Indonesia, the Entity and Subsidiaries submit the annual tax return on the basis of self assessment. The tax authorities may assess or amend taxes within the statute of limitations under the prevailing regulations.

Perhitungan beban pajak dan utang pajak tahun 2014 dan 2013 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan tahun 2013 yang dilaporkan dan 2014 yang akan dilaporkan kepada kantor pajak.

The calculation of tax expense and taxes payable in 2014 and 2013 have conformed with the Annual Income Tax Return (SPT) that have been filled in 2013 and 2014 which will be submitted to the tax office.

e. Pajak tangguhan e. Deferred tax

Perhitungan taksiran penghasilan (beban) pajak tangguhan – neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

The calculation of deferred tax income (expense) – net for the years ended December 31, 2014 and 2013 are as follows:

2014 2013

Rugi fiskal (747.477) (717.139) Tax loss carry forward Cadangan kerugian penurunan

nilai piutang (11.485)

15.259 Provision for impairment of

losses on receivable Penyusutan (1.963.957) (1.282.901) Depreciation Manfaat karyawan 556.331 611.744 Employee benefit

Beban pajak tangguhan – neto (2.166.588) (1.373.037) Total deferred tax expense – net

Pengaruh pajak atas beda waktu yang signifikan antara pelaporan komersial dan fiskal adalah sebagai berikut:

The tax effect of significant temporary differences between the financial and tax reporting are as follows:

2014 2013

Aset (liabilitas) pajak tangguhan: Deferred tax assets (liabilities):

Rugi fiskal 1.670.949 2.418.426 Tax loss carry forwardCadangan kerugian penurunan

nilai piutang 631.554 643.039 Provision for impairment of

losses on receivable Aset tetap (23.066.299) (21.102.342) Fixed assetLiabilitas manfaat karyawan 3.374.050 2.817.719 Employee benefits liabilitiesCadangan bonus 33.055 33.055 Allowance for bonusCadangan kerugian penurunan

nilai persediaan 126.022 126.022 Provision for impairment losses on inventories

Liabilitas pajak tangguhan – Neto (17.230.669) (15.064.081) Total deferred tax liabilities – Net

Page 193: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

86

36. PERPAJAKAN (lanjutan) 36. TAXATION (continued)

e. Pajak tangguhan (lanjutan) e. Deferred tax (continued)

Rekonsiliasi antara taksiran beban pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba akuntansi sebelum taksiran beban pajak dengan beban pajak yang tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

The reconciliation between provision for tax expense computed by applying the effective tax rate to accounting income before tax expense as shown in the consolidated statements of comprehensive income for the years ended December 31, 2014 and 2013 are as follows:

2014 2013

Laba sebelum taksiran beban pajak sesuai dengan laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 84.949.430

104.777.556

Income before provision for tax expense according with

consolidated statements of comprehensive income

Laba sebelum pajak - Entitas Anak (32.181.172)

(46.103.426)

Income before provision for tax expense – Subsidiaries

Laba sebelum taksiran beban pajak – Entitas 52.768.258

58.674.130

Income before provision for tax expense – Entity

Tarif pajak yang berlaku 13.192.065 14.668.532 The effective tax ratePengaruh pajak atas beda

tetap 1.956.478

411.060 The tax effect on permanent

differences Penghasilan bunga yang

pajaknya bersifat final (612.151)

(1.445.970)Interest income already subjected to

final taxLain-lain (17.565) 10.197 Others

Taksiran beban pajak Provision for tax expenseEntitas Entity Tidak final 14.518.827 13.643.819 Non-final Final 83.665 361.828 Final Entitas Anak 8.087.513 12.638.439 Subsidiaries

Jumlah taksiran beban pajak 22.690.005 26.644.086 Total provision tax expense

37. LABA PER SAHAM DASAR 37. BASIC EARNINGS PER SHARE

Laba per saham dasar dihitung berdasarkan jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pada pemilik Entitas induk dibagi dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar dalam tahun yang bersangkutan. Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar adalah 604.359 saham pada tahun 2014 dan sebanyak 400.630 saham pada tahun 2013. Jumlah laba per saham dasar untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing adalah sebesar Rp 89.803 (Rupiah penuh) dan Rp 171.545 (Rupiah penuh).

Basic earnings per share is computed by dividing the total comprehensive income for the year attributable to owner of the parent by the weighted-average number of share outstanding during the year. The weighted-average number of shares outstanding amounted to 604,359 shares in 2014 and amounted to 400,630 shares in 2013. Basic earnings per share for the years ended December 31, 2014 and 2013 amounted to Rp 89,803 (full amount) and Rp 171,545 (full amount), respectively.

Page 194: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

87

38. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

38. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES IN FOREIGN CURRENCIES

Rincian saldo aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:

Detail of monetary assets and liabilities balance in foreign currencies are as follows:

2014 2013

Mata Uang Asing/Foreign

Currencies Rupiah/Rupiah

Mata Uang Asing/ Foreign

Currencies Rupiah/Rupiah

Aset AssetsKas dan setara kas USD 1.153.147 14.345.158 467.662 5.700.336 Cash and cash equivalents SGD 2.495 23.392 76.083 732.081 Piutang usaha USD 1.344.918 16.730.781 1.130.631 13.781.259 Accounts receivables SGD 990.796 9.335.387 488.336 4.701.699 EUR 14.210 215.050 - - Aset tidak lancar lainnya USD 275.914 3.432.372 235.640 2.872.211 Other non-current assets

Jumlah Aset 44.082.140 27.787.586 Total Assets

Liabilitas LiabilitiesUtang bank USD 1.012.203 12.591.804 - - Bank loans JPY - 8.024.900 932.253 Utang usaha USD 6.051.227 75.277.263 2.104.434 25.650.943 Accounts payables JPY 56.978.047 5.939.893 40.002.658 4.647.109 SGD 380.929 3.589.157 1.075.673 10.356.573 EUR 96.080 1.454.006 47.224 794.356 HKD 45.400 72.807 45.400 71.369

Jumlah Liabilitas 98.924.930 42.452.603 Total Liabilities

Liabilitias – neto (54.842.790) (14.665.017) Liabilities – net

39. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS

KEUANGAN 39. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND

LIABILITIES Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi yang dipaksakan. Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto.

Fair value is the amount for which a financial instrument could be exchanged between knowledgeable and willing parties to conduct fair transactions, and is not a sales value due to financial difficulties or a forced liquidation. The fair value derivied from quoted prices or discounted cash flow models.

Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian:

The table below shows the carrying values and fair values of the assets and financial liabilities recorded in the consolidated statements of financial position:

Page 195: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

88

39. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)

39. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued)

Nilai Tercatat/ Carrying Amount

Nilai Wajar/ Fair Value

2014 2013 2014 2013

Aset Keuangan Financial Assets Pinjaman yang diberikan dan

piutang Loan and receivables

Kas dan setara kas 222.045.412 80.171.441 222.045.412 80.171.441 Cash and cash equivalents

Piutang usaha 147.702.337 131.534.241 147.702.337 131.534.241 Accounts receivables Piutang lain-lain 18.158.407 29.660.255 18.158.407 29.660.255 Other receivables Aset tidak lancar lainnya 15.523.609 13.863.430 15.523.609 13.863.430 Other non-current assets Aset keuangan yang diukur

pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Financial assets at fair value through profit or loss

Investasi jangka pendek 25.224 25.239 25.224 25.239 Short-term investments Aset keuangan yang tersedia

untuk dijual Financial assets available-

for-sale Investasi jangka pendek - 10.000.000 - 10.000.000 Short-term investment

Jumlah Aset Keuangan 403.454.989 265.254.606 403.454.989 265.254.606 Total Financial Assets

Liabilitas Keuangan Financial Liabilites Liabilitas keuangan yang

diukur pada biaya perolehan diamortisasi:

Financial liabilities carried at amortized cost:

Utang bank 246.268.500 108.596.957 246.268.500 108.596.957 Bank loans Utang usaha 183.635.095 231.690.006 183.635.095 231.690.006 Accounts payables Utang lain-lain 15.254.517 9.186.574 15.254.517 9.186.574 Other payables Beban masih harus dibayar 23.895.899 22.908.905 23.895.899 22.908.905 Accrued expenses Jaminan pelanggan 18.206.820 14.787.176 18.206.820 14.787.176 Customer deposits Utang jangka panjang Long-term liabilities

Bank 1.214.181.571 809.787.639 1.199.729.843 803.090.917 Bank Sewa pembiayaan 21.601.048 26.617.511 21.601.048 26.617.511 Finance lease Lembaga keuangan 6.082.713 5.102.826 6.082.713 5.102.826 Financial institutions Obligasi 387.277.234 386.536.482 387.277.234 386.536.482 Bonds

Utang pihak berelasi 44.386.976 37.865.100 44.386.976 37.865.100 Due to related parties

Jumlah Liabilitas Keuangan 2.160.790.373 1.653.079.176 2.146.338.645 1.646.382.454 Total Financial Liabilities

Taksiran nilai wajar dari kelompok instrumen keuangan pada tabel di atas ditentukan dengan menggunakan metode-metode dan asumsi-asumsi berikut:

Estimated fair values of the financial instruments in the table above is determined by using the methods and the following assumptions:

(i) Aset keuangan dan liabilitas keuangan jangka pendek

dengan umur jatuh tempo kurang dari satu tahun (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset tidak lancar lainnya, utang usaha, utang lain-lain, beban masih harus dibayar, jaminan pelanggan dan utang pihak berelasi). Nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut merupakan perkiraan yang masuk akal atas nilai wajar dikarenakan jangka waktu jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.

(i) Financial assets and financial liabilities with current of maturity less than one year (cash and cash equivalents, accounts receivable, other receivables, other non-current assets, accounts payable, other payables, accrued expenses, customer deposits and due to related parties). The carrying amount of financial assets and financial liabilities are reasonable estimation of fair value due to maturities of less than one year.

Page 196: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

89

39. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)

39. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued)

(ii) Nilai wajar dari utang bank, utang bank jangka

panjang, utang sewa pembiayaan, utang lembaga keuangan dan utang obligasi ditentukan menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga pasar pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

(ii) The fair value of bank loans, long-term loansobligation under finance lease, financial institutions and bonds payable are determined by discounted cash flow using market interest rate as of December 31, 2014 and 2013.

(iii) Investasi jangka pendek yang diukur pada nilai wajar

melalui laporan laba rugi dan yang tersedia untuk dijual, nilai wajarnya ditentukan dengan mengacu kepada harga pasar pada tanggal laporan posisi keuangan.

(iii) Short-term investment at fair value through profit or loss and available for sale, the fair value is determined by market price at the reporting date financial position.

Hirarki nilai wajar Fair value hierarchy Nilai wajar yang terbaik adalah nilai yang diperoleh dari kuotasi pasar aktif. Apabila pasar suatu instrumen keuangan tidak aktif, Entitas menetapkan nilai wajar berdasarkan teknik penilaian. Tujuan penggunaan teknik penilaian adalah untuk menetapkan harga transaksi yang arm’s length berdasarkan pertimbangan bisnis yang normal pada tanggal pengukuran. Teknik penilaian dapat berupa nilai transaksi yang arm’s length; mengacu pada nilai wajar dari instrumen lain yang sejenis; metode discounted cash flow dengan menggunakan asumsi-asumsi berdasarkan kondisi pasar ada pada saat tanggal laporan posisi keuangan; atau menggunakan teknik valuasi yang lain. Teknik valuasi yang digunakan semaksimal mungkin diupayakan untuk menggunakan input yang diperoleh dari pasar dan meminimalkan input yang berasal dari internal Entitas.

The best measurement of fair value is obtained from quoted active market. If the market of a financial instrument is not active, the Entity sets a fair value based on valuation techniques. The purpose of using valuation techniques is to set a price arm's length transaction based on normal business considerations on the measurement date. The technique can be a value arm's length transaction; refers to the fair value of other similar instruments; discounted cash flow method using assumptions based on market conditions existing at the date of statements of financial position, or using other valuation techniques. Valuation techniques are used as much as possible attempted to use the input obtained from the market and minimize input from internal of the Entity.

Berikut adalah definisi hirarki nilai wajar instrumen keuangan yang dimiliki Entitas:

Here is the definition of the fair value hierarchy of financial instruments owned by the Entity:

(i) Tingkat 1: harga kuotasi (yang belum disesuaikan)

pada pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik(i) Level 1: quoted prices (unadjusted) in active

markets for identical assets or liabilities (ii) Tingkat 2: input selain harga kuotasi yang dimaksud

dalam tingkat 1, yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misal: harga) atau tidak langsung (misal: derivasi harga)

(ii) Level 2: input besides quoted prices mentioned in level 1, that are observable for the assets or liabilities, either directly (e.g. prices) or indirectly (e.g. derivation prices)

(iii) Tingkat 3: input yang tidak didasarkan pada data pasar

yang dapat diobservasi (iii) Level 3: input that has no observable market data

Tabel berikut ini menyajikan instrumen keuangan Entitas yang diukur pada nilai wajar pada laporan posisi keuangan berdasarkan hirarkinya:

The following table presents the financial instruments of the Entity are measured at fair value on the statement of financial position based hierarchy:

Level 1 Level 2 Level 3Jumlah/

Total

Investasi jangka pendek 25.224 - - 25.224 Short-term investment

Page 197: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

90

40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Dalam transaksi normal Entitas dan Entitas Anak, secara umum terekspos risiko keuangan sebagai berikut:

In a normal transactions, the Entity and Subsidiaries are generally exposed to financial risks as follows:

a. Risiko pasar yang terdiri risiko nilai tukar mata uang

asing, risiko suku bunga dan risiko harga.a. Market risks, including currency risk, interest rate

risk and price risk.b. Risiko kredit. b. Credit risk.c. Risiko likuiditas. c. Liquidity risk. Catatan ini menjelaskan mengenai eksposur Entitas dan Entitas Anak terhadap masing-masing risiko di atas dan pengungkapan secara kuantitatif termasuk seluruh eksposur risiko serta merangkum kebijakan dan proses-proses yang dilakukan untuk mengukur dan mengelola risiko yang timbul, termasuk yang terkait dengan pengelolaan modal.

This note describes regarding the exposure of the Entity and Subsidiaries towards each risk and quantitative disclosure included exposure risk and summarize the policies and processes for measuring and managing the risk arise, including the capital management.

Direksi Entitas dan Entitas Anak bertanggung jawab dalam melaksanakan kebijakan manajemen risiko keuangan Entitas dan Entitas Anak dan secara keseluruhan program manajemen risiko keuangan Entitas dan Entitas Anak difokuskan pada ketidakpastian pasar keuangan dan meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak pada kinerja keuangan Entitas dan Entitas Anak.

The Entity and Subsidiaries directors are responsible for implementing risk management policies and overall financial risk management program focuses on uncertainty financial market and minimize potential losses that impact to the Entity and Subsidiaries’s financial performance.

Kebijakan manajemen Entitas dan Entitas Anak mengenai risiko keuangan adalah sebagai berikut:

The Entity’s and Subsidiaries management policies regarding financial risk are as follows:

a. Risiko Pasar a. Market Risks

1) Risiko Nilai Tukar Mata Uang 1) Foreign Exchange Risk Eksposur risiko nilai tukar mata uang Entitas dan Entitas Anak terutama disebabkan oleh piutang usaha, utang bank jangka pendek, utang usaha, dan utang lain-lain, yang sebagian didenominasikan dalam Dolar Amerika Serikat, Yen Jepang, Euro Eropa, Dolar Singapura. Utang bank dan utang usaha dikompensasi dengan kenaikan nilai kas dan setara kas, piutang usaha dan aset tidak lancar lainnya yang didenominasikan dalam mata uang asing. Perubahan nilai tukar telah, dan akan diperkirakan terus, memberikan pengaruh terhadap hasil usaha dan arus kas Entitas dan Entitas Anak.

The exposure of currency exchange risk of Entity and and Subsidiaries, is primarily generated by accounts receivables, short term bank loan, accounts payables, and other payables which is denominated in United States Dollar, Japanese Yen, Euro European and Singapore Dollars. Bank loans and accounts payables offset by increasing of cash and cash equivalents, accounts receivables and other non-current assets denominated in foreign currencies. Foreign exchange had been, and would be expected give influence towards operation result and cash flow of the Entity and Subsidiaries.

Entitas dan Entitas Anak tidak melakukan aktivitas lindung nilai terhadap sebagian porsi eksposur dalam mata uang asing, karena secara keseluruhan, sebagian besar aktivitas Entitas dan Entitas Anak dilakukan dalam mata uang Rupiah. Sebagian besar pendapatan usaha Entitas dan Entitas Anak dalam mata uang Rupiah sehingga untuk menyeimbangkan arus kas, Entitas dan Entitas Anak melakukan aktivitas pendanaan dalam mata uang yang sama.

The Entity and Subsidiaries do not take hedgingactivities against part of foreign currency exposure because most of the Entity and subsidiaries activities are done in Rupiah. Most of the Entity and Subsidiaries revenues in Rupiah currency, therefore to equalize cash flow, the Entity and Subsidiaries financing activities in the same currency.

Page 198: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

91

40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Risiko Pasar (lanjutan) a. Market Risks (continued)

1) Risiko Nilai Tukar Mata Uang 1) Foreign Exchange Risk Analisis Sensitivitas Sensitivity Analysis

Pergerakan yang mungkin terjadi terhadap nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang pada tanggal akhir tahun dapat meningkatkan (mengurangi) nilai ekuitas atau laba rugi sebesar nilai yang disajikan pada tabel. Analisis ini dilakukan berdasarkan varians nilai tukar mata uang asing yang dipertimbangkan dapat terjadi pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan semua variabel lain adalah konstan.

Movement that may occur towards Rupiah exchange rate, as indicated in the table below against United States Dollar and Japanese Yen at the year end that could be increased (decreased) equity or profit loss amounting in the value presented in table. The analysis conducted based on variance of foreign currency exchange rate during the consolidated statement of financial position, while the other variables are held constant.

Tabel berikut menunjukan sensitivitas perubahan kurs Dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang terhadap laba bersih dan ekuitas Entitas dan Entitas Anak yang dihitung dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing (lihat Catatan 38):

The following table presented sensitivity exchange rate changes of United States Dollar and Japanese Yen on net income and equity of the Entity and Subsidiaries which are calculated based on monetary assets and liabilities balance in foreign currencies (see Note 38):

2014 2013

Perubahan Nilai Tukar (dalam USD) Change in exchange rates (in USD)

Menguat 361 205 Appreciates Melemah 266 373 Depreciates Sensitivitas dalam laporan laba (rugi) Sensitivity to net income (loss) Menguat 1.161.369 41.590 Appreciates Melemah 855.745 75.673 Depreciates Perubahan Nilai Tukar

(dalam JPY) Change in exchange rates (in JPY)Menguat 4 6 Appreciates Melemah 2 5 Depreciates Sensitivitas dalam laporan laba

(rugi) Sensitivity to netincome (loss)Menguat 173.833 205.565 Appreciates Melemah 101.705 180.971 Depreciates

Page 199: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

92

40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Risiko Pasar (lanjutan) a. Market Risks (continued)

2) Risiko Tingkat Suku Bunga 2) Interest Rate Risk

Eksposur Entitas dan Entitas Anak terhadap fluktuasi tingkat suku bunga terutama berasal dari suku bunga mengambang atas utang bank dan utang bank jangka panjang PT Bank Pan Indonesia Tbk, PT Bank Panin Syariah Tbk, PT Bank Commonwealth, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank QNB Kesawan dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Beban bunga mengacu pada tingkat yang diterapkan untuk mata uang Rupiah berdasarkan ketentuan setiap Bank dan ketentuan obligasi, yang mana sangat bergantung kepada fluktuasi bunga pasar.

The Entity’s and Subsidiaries’ exposure to fluctuations in interest rates is primarily from floating interest rates on long-term bank loans obtained from PT Bank Pan Indonesia Tbk, PT Bank Panin Syariah Tbk, PT Bank Commonwealth, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank QNB Kesawan and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Interest expense refers to the rate applied for under the provisions of Rupiah each bank, which is highly dependent on fluctuations in market interest rates.

Entitas dan Entitas Anak melakukan pengawasan pergerakan tingkat suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi keuangan Entitas dan Entitas Anak. Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku bunga, Entitas dan Entitas Anak melakukan analisa pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.

The Entity and Subsidiaries are monitoring the movement of interest rate to minimize negative impact of financial position. The Entity and Subsidiaries analyze the movement of interest rate margin and profile of financial assets and financial liabilities maturity based on movement of interest rate schedule to measure the market risk of the interest rate movement.

Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, profil instrumen keuangan Entitas dan Entitas Anak yang dipengaruhi bunga adalah:

On the consolidated statement of financial position, the Entity’s and Subsidiaries’s profile of financial instruments that are affected by the interest, as follows:

2014 2013

Instrumen dengan bunga tetap Flat interest instrument Aset keuangan 28.635.400 24.716.881 Financial assets Liabilitas keuangan 414.960.995 418.256.819 Financial liabilities

Jumlah liabilitas - neto 386.325.595 393.539.938 Total liabilities - net

Instrumen dengan bunga mengambang

Floating interest instrument

Aset keuangan 195.791.884 58.723.695 Financial assets Liabilitas keuangan 1.445.998.343 911.687.874 Financial liabilities

Jumlah liabilitas - neto 1.250.206.459 852.964.179 Total liabilities - net

Page 200: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

93

40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Risiko Pasar (lanjutan) a. Market Risks (continued)

2) Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) 2) Interest Rate Risk (continued) Analisis Sensitivitas Sensitivity Analysis Tabel berikut menyajikan sensitivitas perubahan tingkat suku bunga yang mungkin terjadi, dengan variabel lain tetap konstan, terhadap laba bersih Entitas dan Entitas Anak selama tahun berjalan:

The table summarizes the sensitivity to interest rate changes that may occur, other variables held constant, towards the net income of the Entity and Subsidiaries during a year, as follows:

2014 2013

Tingkat Suku Bunga BI: Interest rates BI:Kenaikan tingkat suku bunga dalam

basis poin 25 175Increase in interest rates

in basis points Efek terhadap rugi tahun berjalan (1.429.980) (5.983.023) Effects on loss for the year

Kenaikan tingkat suku bunga di atas pada akhir tahun akan mempunyai efek yang berkebalikan dengan nilai yang sama dengan penguatan tingkat suku bunga, dengan dasar variabel lain tetap konstan. Perhitungan kenaikan dan penurunan tingkat suku bunga dalam basis poin didasarkan pada kenaikan dan penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia pada tahun yang bersangkutan.

The increases of interest rates above the end of the year have reverse effect with the amount of strengthening of the interest rate, in order other variables held constant. Calculation of increase and decrease of interest rates in basis points conducted based on increase and decrease in interest rates of Bank Indonesia for the year.

3) Risiko Harga 3) Price Risk

Risiko harga adalah risiko fluktuasi atas nilai wajar atau arus kas dari instrumen keuangan yang disebabkan perubahan harga pasar, baik yang disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.

Price risk is the risk of fluctuations in the fair value or cash flows of financial instruments due to changes in market prices, whether caused by factors specific to the individual instrument or factors affecting all instruments traded in the market.

Dalam menentukan harga pada perjanjian kontrak Entitas dan Entitas Anak menerapkan formulasi harga yang melibatkan variable tarif dasar listrik, Indeks Harga Konsumen (IHK) dan bahan bakar minyak (BBM) serta secara berkala melakukan peninjauan ulang apabila salah satu dari variabel tersebut mengalami perubahan.

In determining the contract price the Entity and Subsidiaries apply formulations which is involving variable of electricity tariff, Consumer Price Index (CPI) and fuel oil (BBM) and periodically conduct a review if these variable has changed.

Page 201: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

94

40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

b. Risiko Kredit b. Credit Risk

Risiko kredit merupakan risiko atas kerugian keuangan Entitas dan Entitas Anak jika pelanggan atau pihak lain dari instrumen keuangan gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya. Risiko ini timbul terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Entitas dan Entitas Anak mengelola dan mengendalikan risiko kredit dari piutang usaha dan piutang lain-lain dengan memantau batasan periode tunggakan piutang pada tiap pelanggan.

Credit risk represent the risk of financial loss of the Entity and Subsidiaries if any customer or other party of a financial instrument fails to meet contractual liabilities. This risk arises mainly from accounts and other receivables. The Entity and Subsidiaries manage and control credit risk from accounts receivables and other receivables by monitoring the default limit period on each customer's receivables.

Eksposur atas risiko kredit Exposure of credit risk Nilai tercatat dari aset keuangan mencerminkan nilai eksposur kredit maksimum. Nilai eksposur kredit maksimum pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

The carrying amount of the financial asset reflects the value of the maximum credit exposure. The maximum credit exposure value on the consolidated statement of financial position, as follows:

Nilai Tercatat/ Carrying Amount v

2014 2013

Pinjaman yang diberikan dan piutang

Loans and Receivables

Setara kas 219.464.203 77.943.841 Cash equivalents Piutang usaha dan piutang lain-lain 165.860.744 161.194.496 Accounts and other receivables Aset tidak lancar lainnya 4.963.081 5.496.735 Other non-current assets

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian

Financial assets that measure on fair value in

income statement consolidation

Investasi jangka pendek 25.224 25.239 Short-term investments Aset keuangan yang tersedia untuk

dijual

Financial assets available-for-sale Investasi jangka pendek - 10.000.000 Short-term investment

Jumlah 390.313.252 254.660.311 Total

Page 202: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

95

40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk (continued)

Rugi Penurunan Nilai Impairment Loss

Tabel berikut menyajikan daftar pengumuran piutang usaha dan piutang lain-lain pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian:

The following table presents a list of aging accounts receivable and other receivables on the consolidated statements of financial position:

2014 2013

Nilai Bruto/ Gross Value

Penurunan Nilai/ Impairment

Nilai Bruto/ Gross Value

Penurunan Nilai/

Impairment

Kurang dari 30 hari 104.002.573 - 102.076.994 - Less than 30 days 31 – 60 hari 31.165.591 - 31.264.795 - 31 – 60 days 61 – 90 hari 6.432.342 - 10.266.376 - 61 – 90 days Lebih dari 90 hari 26.786.455 2.526.217 20.158.483 2.572.152 More than 90 days

Jumlah 168.386.961 2.526.217 163.766.648 2.572.152 Total

Penurunan nilai berasal piutang usaha Entitas dan Entitas Anak yang sebagian besar terkait dengan kelompok pelanggan tertentu. Manajemen berpendapat bahwa saldo cadangan penurunan nilai piutang usaha cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang. Piutang lain-lain tidak mengalami penurunan nilai.

Impairment mainly occurs in accounts receivable from the Entity and Subsidiaries that are mostly related to specific customer groups. Management believes that the balance of the allowance for impairment of accounts receivables is adequate to cover the losses from uncollectible accounts. Other receivables are not impaired.

Entitas dan Entitas Anak selalu melakukan monitoring kolektibilitas dan penelaahan atas masing-masing piutang pelanggan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan tidak tertagihnya piutang dan melakukan pembentukan cadangan dari hasil penelaahan tersebut.

The Entity and Subsidiaries monitoring and review the collectibility of accounts receivable from customers periodically to prevent uncollectible receivables and perform allowance from those monitoring.

c. Risiko Likuiditas c. Liquidity Risk

Risiko likuiditas timbul jika Entitas dan Entitas Anak mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan sesuai dengan waktu maupun jumlah yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dan setara kas dalam upaya pemenuhan liabilitas keuangan Entitas dan Entitas Anak. Entitas dan Entitas Anak mengelola risiko likuiditas dengan pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus-menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo liabilitas keuangan.

Liquidity risk arises if the Entity and Subsidiaries are experiencing having difficulty to fulfill financial liabilities in accordance with the time limit and previously agreed amount. Management liquidity risk means maintaining sufficient cash and cash equivalents in order to fulfill financial liabilities of the Entity and Subsidiaries. The Entity and Subsidiaries manage liquidity risk by monitoring forecast and actual cash flows and continuous monitoring due dates of financial liabilities.

Page 203: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

96

40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) c. Risiko Likuiditas (lanjutan) c. Liquidityt Risk (continued)

Rincian kontraktual jatuh tempo liabilitas keuangan (tidak termasuk bunga) yang dimiliki adalah sebagai berikut:

Details of the contractual maturities of financial liabilities (excluding interest) held as follows:

2014

Kurang dari 1 tahun/ Less than

1 year

1 sampai 2 tahun/

1 up to 2 years

2 sampai 3 tahun/

2 up to 3 years

3 sampai 4 tahun/

3 up to 4 years

4 sampai 5 tahun/

4 up to 5 years

Lebih dari 5 tahun/

More than 5 years Jumlah/Total

Utang bank 246.268.500 - - - - - 246.268.500 Bank loans Utang usaha 183.635.095 - - - - - 183.635.095 Accounts payables Utang lain-lain 15.254.517 - - - - - 15.254.517 Other payables Beban masih harus

dibayar 23.895.899 - - - - - 23.895.899 Accrued expenses Jaminan pelanggan 18.206.820 - - - - - 18.206.820 Customer deposits Utang jangka panjang Long-term liabilities

Bank 87.716.236 152.798.304 209.773.333 233.206.412 195.608.011 320.627.547 1.199.729.843 Banks

Sewa pembiayaan 12.416.573 6.614.210 2.570.265 - - 21.601.048 Obligations under

finance lease Lembaga keuangan 1.953.248 1.745.166 1.440.699 876.517 67.083 - 6.082.713 Financial institution Obligasi - 387.277.234 - - - 387.277.234 Bonds

Utang pihak berelasi 44.386.976 - - - - - 44.386.976 Due to related

parties

Jumlah 633.733.864 161.157.680 601.061.531 234.082.929 195.675.094 320.627.547 2.146.338.645 Total

2013

Kurang dari 1 tahun/ Less than

1 year

1 sampai 2 tahun/

1 up to 2 years

2 sampai 3 tahun/

2 up to 3 years

3 sampai 4 tahun/

3 up to 4 years

4 sampai 5 tahun/

4 up to 5 years

Lebih dari 5 tahun/

More than 5 years Jumlah/Total

Utang bank 108.596.957 - - - - - 108.596.957 Bank loans Utang usaha 231.690.006 - - - - - 231.690.006 Accounts payables Utang lain-lain 9.186.574 - - - - - 9.186.574 Other payables Beban masih harus

dibayar 22.908.905 - - - - - 22.908.905 Accrued expenses Jaminan pelanggan 14.787.176 - - - - - 14.787.176 Customer deposits Utang jangka panjang Long-term liabilities

Bank 60.740.830 84.578.330 108.749.493 161.908.502 179.066.262 208.047.500 803.090.917 Banks

Sewa pembiayaan 14.209.711 9.101.756 3.047.833 258.211 - - 26.617.511 Obligations under

finance lease Lembaga keuangan 1.969.144 1.225.338 987.186 749.348 171.810 - 5.102.826 Financial institution Obligasi - - - 386.536.482 - - 386.536.482 Bonds

Utang pihak berelasi 37.865.100 - - - - - 37.865.100 Due to related

parties

Jumlah 501.954.403 94.905.424 112.784.512 549.452.543 179.238.072 208.047.500 1.646.382.454 Total

41. PENGELOLAAN MODAL 41. CAPITAL MANAGEMENT

Tujuan pengelolaan modal Entitas dan Entitas Anak adalah untuk pengamanan kemampuan Entitas dan Entitas Anak dalam melanjutkan kelangsungan usaha agar dapat memberikan manfaat bagi pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya serta untuk mempertahankan struktur permodalan yang optimum untuk meminimalkan biaya modal.

The objectives of capital management are to secure the Entity and Subsidiaries ability to continue its business in order to deliver results for stockholders and benefits to other stakeholders and to maintain an optimal capital structure to minimize the cost of capital.

Page 204: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

97

41. PENGELOLAAN MODAL (lanjutan) 41. CAPITAL MANAGEMENT (continued) Secara periodik, Entitas dan Entitas Anak melakukan valuasi utang untuk menentukan kemungkinan pembiayaan kembali utang yang ada dengan utang baru yang lebih efisien yang akan mengarah pada biaya utang yang lebih optimal.

Periodically, the Entity and Subsidiaries perform valuation of debt to determine the possible refinancing of existing debt with new loan that is more efficient which will lead to more optimal debt costs.

Selain harus memenuhi persyaratan pinjaman, Entitas dan Entitas Anak juga harus mempertahankan struktur permodalannya pada tingkat yang tidak berisiko terhadap peringkat kreditnya.

Beside the loan requirements, the Entity and Subsidiaries must maintain its capital structure at a level that there is no risk of credit rating.

Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity) adalah rasio yang diwajibkan oleh kreditur untuk diawasi oleh manajemen dalam mengevaluasi struktur permodalan Entitas dan Entitas Anak serta mereview efektivitas pinjaman Entitas dan Entitas Anak.

Debt to equity ratio is the ratio that is required to manage by management to evaluate the capital structure of the Entity and Subsidiaries and review the effectiveness of the Entity and Subsidiaries debt.

Struktur permodalan Entitas dan Entitas Anak adalah sebagai berikut :

The Entity and Subsidiaries capital structure are as follow:

2014 2013

Jumlah/Total Persentase/Percentage Jumlah/Total Persentase/Percentage

Liabilitas jangka pendek 646.701.433 19% 515.007.255 20% Current liabilities Liabilitas jangka panjang 1.580.096.651 45% 1.188.249.335 47% Non-current liabilities

Jumlah Liabilitas 2.226.798.084 64% 1.703.256.590 67% Total LiabilitiesDana Syirkah Temporer 145.742.414 4% 60.000.000 2% Temporary Syirkah FundsJumlah Ekuitas 1.114.657.344 32% 792.660.670 31% Total Equity

Jumlah 3.487.197.842 100% 2.555.917.260 100% Total

Rasio Utang Terhadap Ekuitas 2,00 2,15 Debt to Equity Ratio

Sesuai dengan persyaratan dari pihak kreditur bahwa Entitas dan Entitas Anak harus memelihara rasio utang terhadap ekuitas maksimal 2,5 kali. Entitas dan Entitas Anak telah memenuhi persyaratan rasio utang tersebut.

In accordance with the requirements of the creditors that the Entity and Subsidiaries must maintain debt to equity ratio maximum of 2.5 times. The Entity and Subsidiaries had fulfilled the requirements.

42. TRANSAKSI NON KAS 42. NON CASH TRANSACTIONS

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, terdapat beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasian yang penambahannya merupakan aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas. Akun-akun tersebut adalah sebagai berikut:

For the years ended December 31, 2014 and 2013, the addition of several accounts in the consolidated financial statements, is an activity that does not affect cash flows. The accounts are as follows:

2014 2013 Penghapusan investasi jangka

pendek 10.000.000

-Written-off of short-term

investments

Reklasifikasi uang muka pembelian ke aset tetap 161.991.835

14.576.041

Reclassification of purchases advance to fixed assets

Penambahan aset sewa

pembiayaan melalui utang sewa pembiayaan 11.941.750

20.671.270

Acquisitions of finance lease assetsthrough obligation under

finance lease Penambahan aset tetap melalui

utang lembaga keuangan 4.000.900

2.211.288 Acquisitions of fixed assets

through finance institution

Page 205: PT ANEKA GAS INDUSTRI LAPORAN TAHUNAN 2014 ANNUAL …

PT ANEKA GAS INDUSTRI DAN ENTITAS ANAKCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

PT ANEKA GAS INDUSTRI AND ITS SUBSIDIARIESNOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS (continued) For the years ended

December 31, 2014 and 2013

(Disajikan dalam ribuan Rupiah) (Expressed in thousands of Rupiah)

98

43. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 43. EVENTS AFTER REPORTING PERIOD

a. Akta Notaris Ariyani, S.H., No. 193, tanggal 24 Desember 2014, mengenai penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 152.000.000, telah ditegaskan kembali melalui akta Notaris Ariyani, S.H., No. 81, tanggal 18 Pebruari 2015. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0029976.AH.01.11.Tahun 2015 tanggal 12 Maret 2015 (lihat Catatan 24).

a. Notarial Deed No. 193, of Ariyani, S.H., dated December 24, 2014, concerning the increase of the issued and fully paid capital stock of the Entity amounting to Rp 152,000,000, has been reaffirmed through Notarial deed of Ariyani, S.H., No. 81, dated February 18, 2015. These amendments were approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-0029976.AH.01.11.Tahun 2015 dated March 12, 2015 (see Note 24).

b. Pada tanggal 10 Maret 2015, Entitas memperoleh

perpanjangan jangka waktu pinjaman dan perubahan fasilitas utang bank yang diperoleh dari Panin dimana batas maksimal fasilitas sub limit Letter of Credit-B (L/C) menjadi sebesar USD 1.000.000. Fasilitas pinjaman dari Panin tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 24 Januari 2016 serta dibebani bunga pinjaman sebesar 12,5% per tahun (lihat Catatan 14).

b. On March 10, 2015, the Entity obtained from Panin roll-overed and amended in maximum limit of sub limit Letter of Credit-B (L/C) become to USD 1,000,000. Loan facilities from Panin will mature on January 24, 2016 and bears interest at 12.5% per annum (see Note 14).

44. REKLASIFIKASI AKUN 44. ACCOUNTS RECLASSIFICATION

Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 telah direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, dengan rincian sebagai berikut:

Certain accounts in the consolidated financial statements as of December 31, 2013 and for the year ended had been reclassified to conform with consolidated financial statements as of December 31, 2014 and for the year ended, which consists of:

Laporan Terdahulu Direklasifikasi ke Jumlah/ Amount Reclassified to Prior Statement

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Consolidated Statements of Financial Position

Utang bank Dana syirkah

temporer 60.000.000Temporary

syirkah funds Bank loan

Penerapan reklasifikasi tersebut hanya berpengaruh terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2013, sehingga Entitas tidak menyajikan kembali saldo laporan posisi keuangan konsolidasian per tanggal 1 Januari 2013/ 31 Desember 2012.

The implementation of such reclassification will only affect the consolidated statements of financial position as of December 31, 2013, so the Entity does not restate the consolidated statements of financial position as of January 1, 2013/ December 31, 2012.