RADIASI BERBAHAYA

  • View
    114

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

RADIASI BERBAHAYA. RADIOAKTIF. Marie Curie (1896) : Inti Uranium dan banyak unsur lain memancarkan salah Satu partikel alfa , beta, gamma. Inti radioaktif : unsur inti atom yang mempunyai sifat memancarkan sinar - sinar alfa , beta, gamma - PowerPoint PPT Presentation

Transcript

Slide 1

RADIASI BERBAHAYAFISIKA FSAINTEKFKM1FISIKA FSAINTEKFKM2RADIOAKTIFMarie Curie (1896) : Inti Uranium dan banyak unsur lain memancarkan salah Satu partikel alfa, beta, gamma.Inti radioaktif : unsur inti atom yang mempunyai sifat memancarkan sinar- sinar alfa, beta, gammaZat radio aktif adalah zat yang dapat mengeluarkan energi radiasi. Sinar alfa Merupakan inti helium. Dipancarkan oleh 4 buah nukleon : 2 proton, 2 neutron Daya tembus sangat kecil, 4 cm (dlm Udara), semakin padat: semakin pendek. Tidak bisa menembus selembar kertas. Energinya 5.3 MeVFISIKA FSAINTEK

FKM3Sinar Beta Merupakan partikel yang dilepas atau terbentuk pada suatu nukleon inti, dapat berupa negatron, positron, atau electron capture. Jarak tembus 100x> dari partikel alfa. Sinar beta menyebabkan atom-atom yg dilaluinya mengalami kenaikan tingkat energi (pengion).Sinar Gama Hasil disintegrasi inti atom membentuk inti baru dengan energi yang tinggi kemudian mengalami transisi ke energi lebih rendah/semula . Sinar terbentuk dari proses transisi ke energi lebih rendah/semula sifat sinar gamma sama dengan sinar X karena sama sama meriupakan gelombang electromagnetis.

FKM4Sinar X Merupakan sinar katoda dan termasuk gelombang electromagnetis. sinar X muncul karena ada perbedaan potensial arus searah yang besar diantara kedua electroda (katoda dan anoda) dalam sebuah tabung hampa. Berkas electron akan dipancarkan dari katoda menuju anoda-pancaran electron ini disebut sinar katoda/sinar X.

FISIKA FSAINTEK

FKM5 Sifat Sinar X : Menghitamkan plat potret (film) Mengionisasi gas Menembus bagian Zat Menimbilkan fluorensensi Merusak Jaringan

FISIKA FSAINTEK

FKM6IONISASI Energi Radiasi dapat mengeluarkan elektron dari inti Atom, sisa atom ini mempunyai muatan postifi, disebut ion positif. Electron yang dikeluarkan dapat bebas, atau mengikat ion netral lainnya untuk membentuk ion negatif. Peristiwa pembentukan ion positif dan negatif disebut ionisasi. Penting dipahami karena melalui proses ini jaringan tubuh mengalami kerusakan atau perubahan.

FISIKA FSAINTEK

FKM7

JENIS RADIASI Radiasi yang tidak Menimbulkan ionisasi Radiasi yang menimbulkan ionisasi Sinar infra unguSinar infra merah Sinar ultrasonic Sinar alfa Sinar beta Sinar gammaSinar X Natural background radiation Cosmic radiation Solar radiation External terrestrial sources Radon Human-made radiation sources SUMBER RADIASI FISIKA FSAINTEK

FKM8ENERGI ABSORBSIPada penyinaran akan terjadi pemindahan atau penyerapan energi radiasi ke dalam materi atau jaringan tubuh yang disinari. Berdasarkan energi radiasi yg diserap, ada 3 proses absorbsi radiasi pada sel penerima Efek foto listrik : energi akan diserap seluruhnya untuk mengeluarkan electron dari ikatan inti. Efek Kompton : energi radiasi hanya sebagian saja diserap untuk mengeluarkan atom dari ikatan inti, sisanya akan terpancar dalam bentuk scatter radiation. Pair production of electrons : energi radiasi akan berubah menjadi electron dan positron menghasilkan 2 sinar gamma

FISIKA FSAINTEK

FKM9EFEK RADIASI PENGION THDP SISTEM BIOLOGIS Radiasi pengion Adalah radiasi sinar X dan sinar gamma. Radiotherapi dengan sinar X atau sinar gama atau partikel isotop radioaktif tergantung pada energi yang diabsorbsi baik secara efek fotolistrik maupun compton yang menimbulkan ionisasi pada jaringan. Sebagai akibat ionisasi terjadi kerusakan jaringan : disebut efek biologis. Efek Somatis : Berdasarkan kerusakan jaringan. Di dalam sel, ada 2 efek yang merusak jaringan yaitu efek ionisasi, dan efek biokimia. Efek Genetic : Berdasarkan perubahan / kerusakan struktur molekul pada sel- sel genetis (mutasi gen)

FISIKA FSAINTEK

FKM10EFEK SOMATIS YANG DITIMBULKAN OLEH RADIASI PENGIONTERHADAP KULIT; DERMATITIS ERITHEMATOSA, RADIODERMATITIS BULLOSA, RADIODERMATITIS ESKHAROTIKA, DERMATITIS KHRONIKA. TERHADAP MATA; MENIMBULKAN KONJUNGTIVITIS DAN KERATITIS TERHADAP ALAT KELAMIN; STERILITAS, MUTASI GEN TERHADAP PARU-PARU; MENIMBULKAN BATUK, SESAK NAPAS, NYERI DADA SERTA FIBROSIS TERHADAP TULANG; GANGGUAN PERTUMBUHAN TULANG, OSTEOPOROSIS TERHADAP SYARAF; MYELITIS, DEGENERASI JARINGAN OTAK PENNYAKIT RADIASI; DEMAM, RASA LEMAH, KURANG NAFSU MAKAN, MUAL, NYERI KEPALA, MUDAH MENCRET

FISIKA FSAINTEK

FKM11Efek ionisasiEfek biokimia Pada sel yang terionisasi, akan memancarkan elektron pada struktur ikatan kimia dengan akibat terpecahnya molekul-molekul dari sel sehingga terjadi kerusakan sel. Jaringan sebagian besar terdiri atas air. Ion Air (H2O) terpecah menjadi ion H+ dan OH- dan atom netral H dan OH (faceradical), yang sangat bereaksi kimia. Terjadi kerusakan jaringanTergantung dari besarnya radiasi yang diabsorbsi dan respon jaringan terhadap radiasi. Menimbulkan respon yang berlainan : disebut sensitivitas jaringan terhadap radiasiFISIKA FSAINTEK

FKM12SENSITIVITAS JARINGAN TERHADAP RADIASI Sumsum tulang dan sistem hemopoitik Jaringan alat kelaminJaringan alat pencernan Kulit Jaringan ikat SENSITIVITAS JARINGAN TERHADAP RADIASI DIDASARKAN PENDAPAT BERGONIE DAN TRIBONDEAU YAITU SIFAT PROLIFERASI ( MEMPERBANYAK DIRI DENGAN MEMBELAH) SUATU SEL. SEMAKIN PROLIFERASI AKTIF MAKA SEMAKIN SENSITIF TERHADAP RADIASIJaringan kelenjarTulang Otot Jaringan sarafFISIKA FSAINTEK

FKM13Embrional atau makin tidak berdifersiasi suatu sel, semakin sensitif jaringan tersebut terhadap radiasi. Semakin aktif sel berproliferasi (perbanyak diri) semakin sensitif terhadap radiasi. Sel tumor/cancer lebih sensitif daripada jaringan normal. Hukum Bergoine dan TribondeauFISIKA FSAINTEK

FKM14Berdasarkan hukum Bergoine dan TribondeauTumor dibagi dalam 3 golongan : Tumor ganas yang Radiosensitif Tumor ganas Radioresponsif Tumor ganas Radioresisten

FISIKA FSAINTEK

FKM15 Tumor ganas yang Radiosensitif : TUMOR GANAS YANG MUDAH DIHANCURKAN DOSIS PENYINARAN 3.000-4.000 rad DALAM 3-4 MINGGU Tumor ganas yang R Radioresponsif :TUMOR GANAS YANG DAPAT DIHANCURKAN, DOSIS PENYINARAN 4.000-5.000 rad DALAM 4-5 MINGGU Tumor ganas Radioresisten :TUMOR GANAS YANG SUKAR UNTUK DIHANCURKAN, WALAUPUN DOSIS PENYINARAN DIATAS 6.000 rad (MELEBIHI DOSIS TOLERANSI YANG AMAN UNTUK JARINGAN SEHAT DI SEKITARNYA)

FISIKA FSAINTEK

FKM16Efek Genetic :Radiation therapy works by damaging the DNA of cells DNA?

Deoxyribo nucleic acid Is a nucleic acid molecule that contains the genetic instructions used in the development and functioning of all known living organisms.DNA contains the instructions needed to construct other components of cells, such as proteins and RNA molecules. The DNA segments that carry this genetic information are called genes, The main role of DNA is the long-term storage of information and it is often compared to a set of blueprints. FISIKA FSAINTEK

FKM17

Tissue-cell-Cromosom-DNA

Cell MitosisDNA Translation DNA Mutation

FISIKA FSAINTEK

FKM18THERAPY RADIASI Menimbulkan kerusakan jaringan tumor/cancer sebesar mungkin Kerusakan minimal pada jaringan sehat disekitar tumor/cancer Dilakukan penyinaran terhadap tumor/cancer dari berbagai arahPrinsip therapy radiasi Dosage The amount of radiation used in radiation therapy is measured in grays (Gy) Varies depending on the type and stage of cancer being treated.For curative (radical) cases, the typical dose for a solid epithelial tumor ranges from 60 to 80 Gy, while lymphoma tumors are treated with 20 to 40 Gy. Preventative (adjuvant) doses are typically around 45 - 60Gy in 1.8 - 2 GyMany other factors are considered by radiation oncologists when selecting a dose, including whether the patient is receiving chemotherapy, whether radiation therapy is being administered before or after surgery, and the degree of success of surgery.

FISIKA FSAINTEK

FKM19 JENIS RADIASI : HIGH VOLTAGE X-RAY , URANIUM, RADIUM,60Co dll JENIS SEL : JENIS SEL EMBRIONAL ATAU BUKAN ( HUKUM BERGONIE DAN TRIBONDEAU ) LINGKUNGAN SEL : APAKAH TERJAMIN ADANYA PENYALURAN DARAH DISEKITAR DARAH ATAU TIDAK DOSIS RADIASI : RBE SANGAT TINGGI MEMPUNYAI KEMAMPUAN MEMATIKAN SEL LEBIH BESARFAKTOR-2x YG PERLU DIPERHATIKAN DLM TERAPI RADIASIFAKTOR RBE UNTUK BERBAGAI RADIASIRADIASI RBESINAR X 0,1-100 MeV ATAU SINAR GAMMA1ELEKTRON 0,1-100 MeV ATAU SINAR BETA1NEUTRON BERKECEPATAN TINGGI5NEUTRON 10 MeV10PROTON SAMPAI 10 MeV10SINAR ALFA10HEAVY RECOIL NULEI20 FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBELUM MELAKUKAN PENYINARAN:1. MENETAPKAN LETAK DAN LUAS TUMORTUMOR YANG TERLETAK DIPERMUKAAN KULIT, DISINARI DENGAN VOLTAGE RENDAH (50 KV) DAN VOLTAGE MENENGAH (100-140 KV)TUMOR YANG TERLETAK DIBAWAH KULIT, DISINARI DENGAN VOLTAGE TINGGI (200 KV)TUMOR YANG TERLETAK JAUH DIBAWAH KULIT SEPERTI TUMOR OVARIUM, BRRONKHUS DAN OESOFAGUS DISINARI DENGAN SUPER VOLTAGE (1.000 KV KEATAS)2. TEKNIS PENYINARAN DAN DISTRIBUSI DOSISBERDASARKAN LETAK TUMOR MAKA PENYINARAN DIBAGI DALAM:1. MENGGUNAKAN SATU LAPANGAN2. MENGGUNAKAN BEBERAPA LAPANGAN ATAU TERAPI DENGAN TEKNIK ROTASIFISIKA FSAINTEK

FKM2020BERDASARKAN DISTRIBUSI DOSIS YANG HENDAK DICAPAI TEKNIK PENYINARAN DIBAGI DALAM 1. TEKNIK TERAPI LAPANGAN TETAP - SATU LAPANGAN - DUA LAPANGAN (CROSS FIRE TECHNIC DAN TEHNIK TANGENSIAL) - TIGA LAPANGAN BERHADAP-HADAPAN (OPPOSING FIELD)2. TEKNIK ROTASI

3. TOLERANSI JARINGANBATAS TOLERANSI JARINGAN HARUS DIPERHATIKAN, MENGHINDARI TERJADINYA DOSIS YANG BERLEBIHAN ATAU RADIONEKROSIS PADA JARINGAN SEHATLAPANGAN YANG DIPAKAI HARUS SESUAI DENGAN BESAR KECILNYA TUMOR YANG HARUS DISINARI LAPANGAN PENYINARAN MAKIN TINGGI MAKA TOLERANSI JARINGAN MAKIN TINGGI DAN SEBALIKNYAFISIKA FSAINTEK

FKM21PENGGUNAAN RADIOISOTOP DALAM DIAGNOSTI